Diposkan pada Oneshot, The Daily Life Of Super Junior's Little Sisters

(Choi Jiyeon’s Story) Because You’re My Oppa

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title      : The Daily Life Of Super Junior’s little sisters.
(Choi Jiyeon’s Story – Because You’re My Oppa)
Type        : Oneshot
Genre      : A little bit romance, Friendship, Family, School life

Cast :
– Choi Jiyeon
– Choi Siwon
– Kim Myungsoo
– Cho Jiyoung
– Lee Boyoung

______________________________

“Yaa cepat katakan yang sejujurnya!”

“Apa maksudmu?”

“Cih, sudahlah tidak usah membual lagi! Cepat katakan ada hubungan apa kau dengan Myungsoo infinite!”

“Bukan urusan kalian!”

Jiyeon baru saja hendak beranjak dari gerombolan gadis-gadis di sekolahnya itu, sebelum salah seorang dari mereka, yang bernama Seohyun menarik tangannya dan melemparkan tubuh langsing Jiyeon ke dinding. Jiyeon meringis kesakitan akibat perbuatan kasar Seohyun.

“Ada apa sich dengan kalian?! Soal hubungan antara aku dan Myungsoo itu bukanlah urusan kalian, neo ara!” Jiyeon berkata dengan emosi. Dia sudah sangat jengah dengan kelakuan childish dan juga brutal teman-temannya ini.

“Tentu saja itu urusan kami. Kami adalah fans Myungsoo oppa. Kami adalah INSPIRITS. Dan sebagai Inspirits, kami jelas tidak suka melihatmu dekat dengan Myungsoo oppa. Kau tidak pantas untuk bersamanya.” Kata salah seorang dari gerombolan gadis-gadis itu, yang bernama Eun soo.

“Katakan saja pada Myungsoo oppa, jangan padaku!” Balas Jiyeon sambil memandang teman-temannya sinis. Dan tanpa menunggu waktu lagi ia segera beranjak dari tempat itu, diiringi dengan bunyi bell sekolah, pertanda pelajaran akan segera dimulai.

*****

_TAMAN SEKOLAH_

Jiyeon menceritakan pada 2 sahabatnya, Boyoung dan Jiyoung tentang perlakuan brutal teman-temannya yang menyukai Myungsoo alias Inspirits. Boyoung mengepalkan tangannya geram. Ia paling benci dengan kekerasan. Dan sekarang, mendengar sahabat yang disayanginya menjadi korban bully teman-temannya yang tidak punya etika itu, membuat emosi Boyoung tersulut.

“Aish jinjja! Jika aku ada disana tadi, sudah dapat dipastikan mereka semua mendapatkan pelajaran berharga dariku. Kenapa tadi tidak menghubungiku saja, eo?”

“Sudahlah Boyoung. Lagipula tidak ada gunanya juga kan membalas perbuatan mereka. Toh itu hanya akan memperkeruh keadaan saja.” Balas Jiyeon.

Jiyoung yang sedari tadi hanya diam dan mendengarkan pembicaraan kedua temannya itu pun akhirnya angkat bicara. “Apa yang akan kau lakukan setelah ini? Ehm, maksudku sekarang mereka sudah tahu bahwa kau kenal dengan Myungsoo oppa, bahkan mereka curiga kalau kau punya hubungan khusus dengannya.”

Wajah Jiyeon mendadak lesu saat mendengar penuturan Jiyoung. “Nan molla. Ah, aku tidak menyangka semuanya akan menjadi rumit seperti ini.”

“Yah itulah resiko berpacaran dengan seorang artis.” Jawab Boyoung.

“Nan ara. Aku hanya takut kalau hal ini akan menyebar. Sebab ini akan menjadi masalah besar untuk Myungsoo oppa. Dan aku tidak ingin Myungsoo oppa menjadi susah hanya karena ku.”Ujar Jiyeon lesu. Kedua temannya langsung merangkulnya dan memberikannya semangat.

“Semuanya akan baik-baik saja. Yang terpenting kau harus hati-hati agar tidak sampai ketahuan.”

“Ne, Jiyoung benar, Yeonnie-ah.”

“Hmm… Jeongmal gomawo nae chingu!”

*****

(Jiyeon’s POV)

Annyeong haseyo! Joneun, Choi Jiyeon imnida.Yup, that’s right! I’m Choi Siwon’s little sister. Ne, Choi Siwon from Super junior. Tapi ini adalah rahasia. Tidak ada yang tahu mengenai ini termasuk teman-teman sekolah ku. Teman-temanku yang tahu tentang ini hanyalah Boyoung dan Jiyoung. Mengapa? Karena hal ini berlaku juga terhadap mereka. Ne, mereka juga adalah adik dari member Super Junior. Tepatnya Cho Kyuhyun dan Lee Donghae.

Dan hari ini yang membuat mood ku rusak adalah ulah dari beberapa teman-teman sekolah ku yang mengaku inspirits. Mereka melihatku dengan Myungsoo oppa atau yang biasa kalian ketahui sebagai L, di acara Music Bank. Jujur, aku sungguh tidak menyangka bahwa rahasia yang selama 2 bulan ini aku tutupi terancam terbongkar hanya karena itu.

Yeah, seperti yang bisa kalian tebak, aku adalah kekasih Myungsoo oppa. Sudah 2 bulan kami menjalin hubungan ini. Tentu saja secara rahasia. Aku tak ingin merusak karirnya. Sangking rahasianya, bahkan oppaku, Siwon saja tidak tahu mengenai hal ini. Aku sengaja tidak memberitahunya. Aku takut ia marah. Karena memang Siwon oppa menentangku untuk berpacaran. Alasannya klise, Belum Cukup Umur…

“Oppa!” Aku tersentak kaget saat melihat Myungsoo oppa sudah duduk didepanku. Sungguh, sangking asyiknya aku melamun, aku tidak menyadari kedatangan Myungsoo oppa.

“Serius sekali kau melamun. Waeyo?” Tanyanya lembut.

“Oppa, ini loh… ehm, temanku… mereka inspirits..”

“Lalu?”

“Mereka melihat kita berdua di backstage saat kau tampil di Music Bank. Sekarang mereka curiga  pada kita oppa. Aku hanya tidak ingin kabar ini menyebar dan nantinya akan merusak karirmu oppa…” Kataku dengan lesu.

Myungsoo oppa menggenggam tanganku. Hangat…

“Tidak akan terjadi apa-apa. Justru sebaliknya, aku khawatir terhadapmu. Aku takut mereka melakukan yang aneh-aneh. Kau kan tahu aku tidak bisa selalu  memantaumu.” Balas Myungsoo oppa.

“Gwenchana oppa. Kalau soal itu kau tidak usah khawatir, kan ada Jiyoung dan Boyoung.”

Tidak lama pelayan café pun datang. Setelah memesan makanan, kami pun melanjutkan obrolan kami. Sungguh! Berada didekat Myungsoo oppa benar-benar membawa kebahagiaan tersendiri bagi ku. Serasa semua beban masalahku terangkat dan hilang tak bersisa.

“Oppa, aku ke toilet dulu ya.” Kataku sambil beranjak dari kursi menuju ke toilet.

(Jiyeon’s POV End)

*****

Saat Jiyeon sedang ke toilet, tiba tiba ponselnya yang tertinggal di meja berbunyi. Awalnya Myungsoo mengabaikan telepon tersebut dengan anggapan bahwa sebentar lagi Jiyeon akan kembali. Tapi akhirnya ia memutuskan mengangkat telepon tersebut karena telepon tersebut tidak berhenti berdering dan Jiyeon pun belum kembali dari toilet.

‘Sudahlah, mana tahu penting.’

“Yoboseyo…”

“Ah Jiyeon sedang di Toilet, mungkin sebentar lagi kembali. Apa ada yang bisa ku sampaikan?” Tanya Myungsoo terhadap si penelpon.

“Ah joneun? Myungsoo imnida.”

“Baiklah. Ne, annyeong haseyo.”

*****

(Siwon’s POV)

Myungsoo??

Siapa lagi bocah itu? Jangan bilang kalau dia namjachingu Jiyeon! Bukankah sudah kutegaskan pada Jiyeon bahwa ia belum boleh pacaran?!

Aish jinjja… anak remaja zaman sekarang!

“Wae hyung? Apa ada yang salah?” Tanya Kyuhyun.

“Tadi aku menelepon Jiyeon. Tapi yang mengangkat teleponnya adalah seorang namja. Aku curiga jangan-jangan itu namjachingunya Jiyeon lagi.” Kataku.

Kyuhyun melihatku dengan tatapan anehnya. “Wae hyung? Bukannya bagus kalau dongsaengmu itu memiliki kekasih? Itu artinya kan ia laku.” Kata Kyuhyun diselingi dengan tawa setannya.

“YA! Kau pikir yeodongsaengku dagangan apa? Pakai kata laku segala!” Umpatku pada si Evil Maknae ini.

“Kau sendiri melarang keras Jiyoung dekat dengan namja. Bahkan dengan hoobaemu sendiri, Jino.” Balasku. Kyuhyun terlihat kelabakan. Kena kau maknae!

“Yaah, itu kan… hanya saja si setan kecil satu itu belum cocok untuk berpacaran. Masih terlalu kecil.”

“Ah alasan saja!” Cibirku.

(Siwon’s POV End)

*****

(Jiyeon’s POV)

“Mati aku!”

“Wae?” Tanya chinguku, Boyoung.

“Tadi saat di café dengan Myungsoo oppa, aku kan pergi ke toilet sebentar. Aku lupa membawa hp-ku. Dan sialnya, pada saat itu Siwon oppa menelpon. Dan…”

“Myungsoo oppa yang mengangkatnya?” Tebak Jiyoung.

“Ne..” Jawabku lemas. “Whuaaa ottohke??!!” Aku benar benar panic sekarang. Aku yakin Siwon oppa pasti bertanya-tanya tentang Myungsoo oppa. Oh God, jangan sampai ia tahu kalau Myungsoo oppa adalah namjachinguku. Bisa panas kupingku karena diceramahinya nanti.

“Salahmu sendiri, sih! Kau sudah tahu dengan jelas bahwa Siwon oppa melarangmu berpacaran. Eh, tapi kau malah berpacaran. Dengan seorang artis pula! Benar-benar cari mati.” Ujar Jiyoung.

“Aa napeun chingu! Kau seharusnya menyemangatiku Jiyoung, bukannya malah semakin membuatku down.”

“Sudah sudah! Yeonnie-ah, kau tidak usah berkata apa-apa pada Siwon oppa. Tapi jika dia bertanya, ya kau bilang saja kalau ia hanya temanmu. Gampang kan?” Saran Boyoung sambil tersenyum menatapku. Aku memeluknya senang. Yah, aku rasa ide Boyoung cukup bagus.

“Gomawo Barbie-ya!” Aku memeluk Boyoung erat. Boyoung tersenyum senang saat aku memanggilnya dengan nama tokoh favoritenya, Barbie. Dari kecil sampai sekarang Boyoung memang gila Barbie. Tak heran ia akan sangat senang hanya dengan memanggilnya dengan sebutan Barbie.

(Jiyeon’s POV End)

*****

_AT THE SCHOOL_

Jiyeon yang sedang berjalan sendirian dikoridor sekolah dicegat oleh beberapa siswi. Jiyeon hafal betul dengan wajah-wajah mereka. Para Inspirits yang membully-nya tempo hari.

Tanpa babibu mereka menyeret Jiyeon dengan kasar ke sebuah ruang kelas kosong. Jiyeon tidak berusaha meronta-ronta. Toh ia sadar bahwa pada akhirnya ia juga akan kalah. Jadi daripada buang-buang tenaga, lebih baik ia mengikuti mereka dengan suka rela.

“Duduk!” Perintah Seohyun dengan nada judesnya.

Jiyeon duduk tanpa banyak bicara. Ia terlalu malas untuk meladeni para yeoja ini.

“Ada perlu apa kalian? Kalau masih ingin membahas soal yang waktu itu, maaf saja, aku tidak punya waktu.” Jiyeon berkata dengan dingin sambil menatap mereka satu persatu.

SREKK!!

Yeoja yang bernama Seohyun melemparkan foto-foto ke wajah Jiyeon. Dengan sigap Jiyeon mengambil foto-foto tersebut. Seketika matanya membulat sempurna saat ia melihat isi dari ke lima foto tersebut.
Foto-fotonya bersama Myungsoo saat kencan mereka di café kemarin…

“Kaget, huh?!” Tanya Eun soo sinis.

“Ya! Sekarang kau tidak bisa menyangkal lagi. Cepat katakan pada kami semua, ada hubungan apa kau dengan Myungsoo oppa?!” Bentak Jaekyung

“Uri… kami hanya berteman. Itu saja!”

“BOHONG!”

“Ne, jelas-jelas di foto ini kalian terlihat sedang berkencan. Ia bahkan menggenggam tanganmu dan mengelus kepalamu.”

“Apa itu salah? Memangnya salah ya jika ia menggenggam tanganku atau mengelus rambutku? Toh itu hal yang biasa dilakukan seorang oppa pada dongsaengnya. Sekali lagi ku tegaskan, hubunganku dan Myungsoo hanya teman! Kami sudah seperti dongsaeng dan oppa.”

“JANGAN BOHONG LAGI CHOI JIYEON! PALLI MARHAEBWA!” Bentak Seohyun. Sepertinya ia sudah kehilangan kesabaran. Wajahnya kelihatan menyeramkan sekali, membuat nyali Jiyeon agak sedikit menciut.

Jiyeon berusaha dengan tenang menghadapi mereka semua, meskipun dalam hati ia sudah sangat takut dan cemas.

“Terserah jika tak percaya. Toh tak ada untung atau ruginya terhadapku.” Jiyeon bangkit dari tempat duduknya. “Jika tak ada yang ingin disampaikan lagi, aku akan pergi. Kurasa ini hanya membuang-buang waktuku dan juga kalian. Permisi…”

BLAM

“AISH!” BRAKK!

Seohyun menendang dengan sekuat tenaga meja yang ada disampingnya, untuk meluapkan emosinya. “Kita beri yeoja manja itu pelajaran!” Seohyun berkata dengan nada dinginnya.

“Ne, aku setuju!” Jawab Eun soo dan dibalas dengan anggukan oleh teman-temannya yang lain.

*****

Semenjak kejadian itu, Jiyeon jadi sering mendapatkan telepon misterius. Tidak hanya itu, Ia juga kerap sekali dikerjai oleh para penggemar Myungsoo, namjachingunya itu. Tapi Jiyeon masih sabar dalam menghadapinya. Sedikitpun ia tidak mengeluh ataupun mengadu kepada kedua sahabatnya maupun kepada oppanya, Siwon.

‘Api tidak boleh dibalas dengan api. Sebab nantinya hanya akan membawa keburukan.’

Itu yang selalu dikatakan oleh Jiyeon, tiap kali Boyoung atau Jiyoung menanyakan perihal aksi diamnya. Dan kata-katanya tersebut sukses membuat kedua temannya menggelengkan kepala mereka. Frustasi akan kebaikan teman mereka yang terlampau baik.

“Aish jinjja! Kau itu terlalu baik Yeonnie-ah. Kalau aku menjadimu, sudah habis mereka kuhajar!” Ujar Jiyoung.

“Kau kan memang evil.” Sambung Boyoung.

“YA!”

“Kekeke… mianhe. Aku kan hanya bercanda.” Boyoung berkata sambil merangkul bahu Jiyoung. Jiyeon tersenyum memandang kedua temannya yang tingkahnya seperti anak TK ini.

*****

(Jiyeon’s POV)

Lagi-lagi telepon misterius. Ah, sudahlah lebih baik memang tidak usah ku hiraukan. Daripada nantinya hanya akan membuatku pusing.

“Wae? Kenapa teleponnya tidak diangkat?” Tanya Siwon oppa padaku. Saat ini aku dan Siwon oppa sedang makan malam di restoran dekat dorm.

“Ah ani. Ini hanya orang iseng.” Jawabku bohong. Aku sengaja berbohong karena aku tidak ingin membuat Siwon oppa cemas. Dia sudah saat sibuk memikirkan urusannya, tidak perlu kutambahi dengan masalahku juga. Because you’re my oppa, that’s why I keep this from you…

*****

_AT THE SCHOOL_

Saat sedang jam pelajaran Lee Seonsangnim, handphoneku tiba-tiba saja bergetar, menandakan ada pesan masuk. Dengan diam-diam aku mengambilnya dari dalam laci mejaku. Ternyata itu adalah sebuah pesan gambar. Aku membuka pesan gambar yang dikirim oleh nomor tak dikenal itu. Dan seketika itu jantungku berpacu sangat cepat.

Itu adalah fotoku dan Siwon oppa!

AKU TAHU RAHASIAMU!!!

Itu pesan yang ditulis oleh si pengirim tersebut. Aku pun membalas pesan itu.

Siapa kau? Dan apa maumu?!

Tak lama pesanku dibalas.

Temui kami di gudang belakang sekolah seusai jam pelajaran. Ingat! Jangan membawa siapapun kesana. Termasuk 2 orang temanmu itu.

Ah, apa ini ulah para penggemar Myungsoo oppa? Ne, aku rasa iyaa…

(Jiyeon’s POV)

*****

Seusai pulang sekolah Jiyeon bergegas pergi ke gedung belakang sekolah seperti apa yang tertulis di pesan singkat itu. Dengan alasan pertemuan OSIS, Jiyeon pun selamat dari ribuan pertanyaan yang telah disiapkan oleh Jiyoung dan Boyoung.

Jiyeon masuk ke dalam gudang sekolah. Tapi hanya kesunyian dan kegelapan sematalah yang ia temukan. “Kemana sih mereka? Awas jika mereka hanya mempermainkanku!” Rutuk Jiyeon sambil memandang sekeliling gudang yang gelap dan juga pengap.

BRAAAKKK!!!

“YAA!!” Jiyeon refleks berlari kearah pintu gudang yang tertutup.

Braak brakk brakk “Jebal, buka pintunya!!” Teriak Jiyeon panic. Bagaimana tidak, ia terkunci di gudang gelap dan pengap. Terlebih lagi banyak desas desus yang mengatakan bahwa gudang ini banyak ‘penghuninya’.

“Ya Seohyun! Aku tahu ini ulahmu dan teman-temanmu kan! Palli, cepat keluarkan aku dari sini. Asal kau tahu, ini sama sekali tidak lucu, Seohyun-ssi.”

Brak brak brak! Jiyeon terus memukuli pintu gudang itu dengan tangannya, hingga menyebabkan kedua tangannya memerah.

BYURRR!

“YA! Ini benar-benar sudah keterlaluan!” Geram Jiyeon. Jiyeon benar-benar emosi sekarang. Mereka telah jelas-jelas mempermainkannya. Pertama ia dikunci dalam gudang dan sekarang, tubuhnya diguyur oleh air yang berasal dari jendela yang berada tepat diatas pintu gudang.

“Jika berani, hadapi langsung diriku! Jangan melakukan hal yang childish seperti ini!”

*****

Boyoung dan Jiyoung boleh panic sekarang. Ini sudah malam, tapi masih belum ada tanda-tanda akan kepulangan Jiyeon ke rumah. Semenjak mereka berpisah di sekolah sampai sekarang, mereka sama sekali tidak mendapat kabar dari Jiyeon. Bahkan ponsel Jiyeon pun tidak aktif, membuat kedua gadis cantik itu makin khawatir.

“Aigoo… aku sudah khawatir tingkat dewa nih! Kemana sih dia?” Ujar Boyoung sambil berjalan mondar mandir di depan pintu masuk apartemen mereka.

“Ne, ini sudah jam 8 malam. Tidak biasanya ia seperti ini. Lagipula kalaupun ada rapat OSIS, tidak akan selama ini kan?” Ucap Jiyoung.

“Apa dia bersama Siwon oppa?” Tanya Boyoung. Hal itu ditanggapi gelengan oleh Jiyoung.

“Tidak mungkin. Siwon oppa kan sedang syuting sekarang. Jiyeon mana mungkin ada di tempat syuting yang penuh dengan wartawan dan elf itu.”

“Ah benar juga! Lalu bagaimana ini? Aku punya firasat buruk tentangnya. Kalau sampai ia diculik bagaimana?”

“Ya boyoung, jangan menakutiku seperti itu dong!”

TING TONG!

Bunyi bel menghentikan perbincangan dua sahabat ini. Mereka saling memandang satu sama lain, dan sedetik kemudian mereka lari berhamburan kearah pintu.

“YA CHOI JI…”

“Siwon oppa….”

Siwon memandang sahabat-sahabat dongsaengnya ini dengan heran. Wajah kedua gadis itu terlihat cemas dan resah sekali. Membuat Siwon mau tak mau merasa ada keganjilan yang sedang terjadi.

“Waeyo?” Tanya Siwon sambil memandang kedua gadis itu bergantian.

“Oppa masuk dulu.” Boyoung mempersilahkan Siwon untuk masuk.

“Sebenarnya ada apa sih? Kenapa kalian terlihat cemas? Oh ya, Jiyeon eodisso?” Siwon menatap sekeliling, menyadari bahwa dongsaeng kesayangannya tidak berada disitu.

“Itu dia oppa masalahnya… Jiyeon… dia belum pulang sedari tadi.”

“Mwo?!”

“Ne oppa. Terakhir kami melihatnya disekolah. Saat ingin pulang bersama seperti biasa ia menolak, karena katanya ada pertemuan OSIS. Maka dari itu, kami berdua pun memutuskan pulang tanpanya. Keunde, hingga sekarang ia belum pulang oppa. Dan handphonenya juga tidak aktif.” Jelas Jiyoung.

“Sudah mencoba untuk menghubungi teman-temannya yang lain?” Tanya Siwon. Suara Siwon sarat akan kecemasan.

“Sudah oppa. Tapi mereka bilang jika Jiyeon tidak ada bersama mereka.”

“Baiklah, oppa akan mencari Jiyeon disekolah.” Kata Siwon seraya berjalan menuju pintu apartemen.

“Chakkaman oppa! Aku ikut!” Ujar Jiyoung.

“Nado!” Timpal Boyoung.

“Salah satu dari kalian harus tinggal, karena mana tahu Jiyeon nanti pulang.”

“Hmm… baiklah, aku saja yang tinggal. Nanti kalian akan ku kabari jika Jiyeon pulang.” Ucap Boyoung.

Jiyoung dan Siwon pun bergegas ke Shinhwa high school dengan menggunakan mobil Siwon. Hanya ada satu harapan mereka, yaitu agar segera menemukan Jiyeon.

‘Tuhan lindungilah, Jiyeon…’

‘Semoga kau baik-baik saja saengi-ya…’

*****

_AT THE SCHOOL_

“Sudah hening. Tidak ada suara apa-apa lagi.” Kata Jaekyung seraya menempelkan telinganya pada pintu gudang.

“Kau serius? Aigoo… jangan-jangan terjadi hal yang buruk lagi pada Jiyeon.” Sahut Eun soo cemas.

“Ya Seohyun, kurasa permainan kita kali ini sudah kelewatan. Ia pasti menggigil kedinginan di dalam sana. Apalagi tadi tubuhnya kita guyur air, kan. Aku jadi tak tega.” Kata Jaekyung sambil memandang Seohyun. Sedangkan Seohyun hanya diam sambil menatap pintu gudang, dengan senyum sinis terlukis di wajahnya.

“Gwenchana. Kita akan lepaskan dia sebentar lagi. Biarkan aku bermain-main sebentar lagi dengan yeoja pembohong ini.”

“Huh, aku benar-benar tidak menyangka jika gadis babo itu kenal dengan Myungsoo dan juga Siwon. Aku penasaran, ada hubungan apa ia dengan kedua namja itu?” Tanya Seohyun.

“Nan molla…”

*****

“Uhuk…uhuk…”

Jiyeon bersandar dengan lemas pada dinding gudang. Ia mendekap tubuhnya erat karena kedinginan. Dan yang lebih parahnya lagi, penyakit asma-nya kumat. Itu makin memperparah keadaan fisik Jiyeon. Perlahan air mata Jiyeon jatuh dipipinya. Ia sudah tidak kuat lagi. Ia merasa sulit bernapas. Seakan-akan ada batu besar yang menghimpit dadanya.

“Jebal… keluarkan aku dari sini..” Ucap Jiyeon lemas, nyaris seperti bisikan.

KREAAK…

Jiyeon menoleh lemah kearah pintu yang terbuka. Ia memincingkan matanya, ketika melihat ketiga sosok yang berdiri di depan pintu.

“Choi Jiyeon!” Seru seorang gadis sambil berlari cemas kearah Jiyeon. Itu Eun soo… Jiyeon tanda sekali dengan suara manja yeoja itu.

“Omo… kau kenapa?” Tanya Eun soo cemas. Seohyun dan Jaekyung pun segera menghampiri Eun soo dan Jiyeon setelah mendengar seruan panic Eun soo.

“A… asma…ku… kambuh. Jebal… tolong…a…ku.”

“Ottohke??!!!”

“Je…jebal…”

“JIYEON!!!!”

*****

(Siwon’s POV)

Aku menggendong tubuh lemah dongsaengku sambil berjalan cepat menuju mobil. Ia pingsan karena asmanya kambuh. Aku sangat panic dibuatnya, karena sudah lama sekali asma Jiyeon tidak kambuh. Beruntung tadi aku dan Jiyoung sampai disana tepat pada waktunya.

Saat kutemukan tadi keadaan Jiyeon benar-benar sangat memprihatinkan. Wajahnya pucat nyaris seperti mayat, kuku dan bibirnya membiru kedinginan. Napasnya juga terputus-putus. Yang lebih parahnya, ia sendirian di tempat itu! Tidak ada seorang pun yang berada di sekitar tempat itu.

Sungguh! Aku tidak akan tinggal diam. Begitu Jiyeon sadar, aku akan meminta dia untuk mengatakan siapa dalang di balik semua ini. Dan tentu saja, orang itu akan langsung kuberi pelajaran berharga. Agar lain kali tidak menyentuh dan menyakiti dongsaengku lagi.

(Siwon’s POV End)

*****

(Jiyeon’s POV)

Aku membuka mataku perlahan.

Ruangan serba putih? Ah, sepertinya aku sedang berada di rumah sakit sekarang…

“Sudah sadar rupanya.” Ujar seseorang yang baru keluar dari kamar mandi.

“Siwon oppa…” Sapaku lemas.

Siwon oppa berjalan mendekati ranjangku dan kemudian duduk dikursi samping ranjangku. Ia mengelus wajahku lembut.

“Omma dan appa sedang dalam perjalanan menuju SEOUL. Mungkin nanti sore mereka akan sampai.” Ujar Siwon oppa.

“Ne oppa..”

“Kenapa kau tidak bilang bahwa kau diteror oleh teman-temanmu, huh?”

“Oppa tahu?” Tanyaku terkejut.

Siwon oppa menggangguk. “Ne, tadi oppa membaca pesan-pesan di handphonemu. Kenapa tidak jujur saja pada mereka, jika kita bersaudara?” Tanya Siwon oppa lagi.

“Ah ani… aku hanya tidak ingin membuat kehebohan…”

“Tapi kalau kau jujur semua tidak akan begini kan? Kau tahu, kau sukses membuatku jantungan tadi.”

Aku menatap Siwon oppa tidak enak. Ah, lagi-lagi aku membuatnya susah. Padahal aku kan sengaja melakukan semuanya sendiri agar ia tidak repot. Eh, ternyata malah begini juga akhirnya.

“Mianhe…”

“Gwenchana. Keunde, lain kali katakan padaku jika ada masalah. Jangan seperti ini lagi.”

“Ani.”

“Wae?” protes Siwon oppa karena aku menolak tawarannya.

“Because you’re my oppa, and I don’t want to be a burden for you…” Jawabku lirih.

“Sudah sepantasnya kau merepotkanku, because I’m your oppa.” Ucap Siwon oppa seraya tersenyum lembut, tak lupa menunjukkan lesung pipinya yang selalu sukses membuat para yeoja melayang.

“Oh ya, ngomong-ngomong, kau punya hubungan apa dengan Myungsoo Infinite? Sebab dari pesan yang kubaca di hp-mu, mereka juga menyebut-nyebut nama Myungsoo infinite. Dan oh! Aku juga ingat kalau seminggu yang lalu saat aku meneleponmu, seorang namja yang menjawabnya. Namja itu bernama Myungsoo. Nugu?” Tanya Siwon oppa sambil menatapku. Ia terlihat penasaran sekali dengan Myungsoo oppa.

‘Ah, apa ini waktu yang tepat untuk mengatakan yang sejujurnya??’

“Ehmm… oppa… sebenarnya, Myungsoo oppa itu adalah…”

“Adalah??”

“…nam…namjachingu-ku.” Jawabku pada akhirnya.

“Oh, namjachingu-mu toh….”

“….MWOYA?! NAMJACHINGU-MU???!!”

Aish jinjja, berlebihan sekali tanggapannya! Tahu begini lebih baik aku bohong saja tadi. Aigoo… nan jinjja baboya!

“YA YA! Jelaskan padaku semuanya sekarang, palli!!”

“Oppa… jangan berisik! Ini rumah sakit. Sudahlah aku lelah oppa…”

“Ayo ceritakan padaku!”

“Oppa….”

“Ya Jiyeon! Jangan pura-pura tidur! Palli ceritakan pada oppa!”

-The End-

sumpah, gk jelas bgt ya critanya 😛
Maklum lagi krisis ide soalnya. Jd maaf2 aja ya klo critanya gk nyambung, alur kecepatan, ending gaje, dll…

Oh ya, jgn lupa komen juga ya! Pengen tau gmn pendapat kalian soalnya 😀

gomawo udh bca! ^^ Annyeong!

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

28 tanggapan untuk “(Choi Jiyeon’s Story) Because You’re My Oppa

  1. Anyeong chingu q reader bru dsini,,,d bwt sequelny donk,,,msh nanggung crtany y!!
    O’y blh minta tlong g ff kyuyeon yg pke bhs inggris d translate donk k bhs indo,q g ngerti…hehehe
    pdahal q ska bnget couple kyuyeon,y chingu mhon d pertmbangkan permintaan q…hehe
    mian ngerepotin!!
    Gumawo sebelum_ny..
    Q tUnggu ff jiyeon karya mu slanjtny tpi yg brbhasa indo y alnya law bhs inggris q g ngerti… Hehehe 😎

    1. annyeong chingu! 🙂
      iyaa ntr ini juga ada sequelnya kok, tp masih dalam proses jd mungkin agak lama. hmm klo soal translate sih masih aku pikir2 dlu chingu, soalnya masih byk ff yg blum selesai sih. tapi bkalan aku usahain kok 🙂

      gomawo ya udh baca + komen ^^

  2. Ne,pasti q tunggu sequelny!!
    Untuk ff kyuyeon translate ny jga q tunggu…palagi yg jdulny pa y law g salah nie y yg jdulny Engade,,!oh no..law g salah tu dah end kan y crtany!!q pengen bca tpi g ngerti jd g bca dech..!hehe
    makasih y sblumny!!q tUnggu pokokny!!
    O’y kmu da fb kah!!law da blh minta id_ny??
    Law g add punya q namany Dini dezztianti truzz inbox dech k aku..
    Ya ya ya chingu..! ;>

      1. Anyeon,,,
        dah lama q g coment”dsini…
        Pdahal q ampir tiap hari loch mampir ksini,,cma skdar liat da ff kyuyeon/jiyeon yg bru pag…tpi g da jdi pa daya q g bsa ksh coment,,hehe
        mianhe… ;>
        chingu ktanya ff nie da sequelny!!kok g datang”sich sequelny…
        Q tUnggu y…
        Faigthing… B-)

  3. Hallo,q reader bru di sni..!smga bisa brtman baik,,hehehe
    dsini kbnyakan ff_ny berbhasa ingris y!!g ngerti q,,,pdahal dsini lmayan bnyak y ff jiyeon q ska bnget ma dy,,tpi syangny berbhasa inggris…di translate dong chingu,.!hehehe#reader bru bnyak mau ny#
    q tunggu dech y ff jiyeon berbhasa indonesia karyamu slanjtny.. Alny law bhasa inggris q g bsa baca,g ngerti…!!hehehe ;>

    1. annyeong! salam kenal ya 🙂
      Iya, soalnya selain publish disini, aku juga publish di asianfanfics. jadi mau gk mau mesti bhs inggris. tp ntr klo ada waktu bkalan aku translate kok ^^

  4. Hallo hallo hallo q bru dsini,mhon bimbingan_ny..!
    Q kyuyeon shipper…hehe B-)
    dsini lmyan bnyak ff kyuyeon tpi kok bhs inggris y,sdih g bisa baca… T_T
    bnyakin ff kyuyeon yg pke bha indonesia y!!pasti q rajin maen ksini…!hehehe ;>

    1. gomawo udah mampir chingu 🙂
      Iyaa, ntr klo ada waktu aku bkalan translate-in kok ^^
      Ok, ntr aku banyakin deh FF Kyuyeon yg bhs indo..
      sering2 mampir ya chingu..

      1. Aaach gumawo chingu,,q tunggu ff kyuyeon translate_ny… ;>
        y donk q pasti sering”mampir ksini law da ff kyuyeon tntuny yg bhs indonesia…hehehe
        law perlu q ajak dech temen”and sdra q yg kyuyeon shipper jg berkunjung ksini…Kkk
        q tUnggu y ff kyuyeon_ny…
        Azza azza faigthing :->

  5. @Dezztidini : Iya gwenchana 🙂
    he’eh chingu! aku emang udh rencana mau buat sequel. tp sayangnya lagi gk da ide 😦 bahkan yang Lee family aja smpe skrg blm dibuat. Mian ya dh lama nunggu. tp bkalan kuusahain secepatnya kok 😀

    1. Ne,pasti q tUnggu kok…nanti law dah da yg bru ff jiyeon trus q g kbru maen ksini kabrin q ya d fb q…hehehe ;>

  6. kyaa keren >< suka bnget sma ffnya 😀 fansnya myung berlebihan bnget sih -__- aah siwon perhatian bnget sma dongsaengnya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s