Diposkan pada Chapters, KyuYeon (Kyuhyun Jiyeon)

I Think I’m In Love With You (Part 1)

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title       : I Think I’m In Love With You
Type      : Twoshoot
Genre    : Romance, Fantasy, Life,

Cast :
– Jung Jessica (Jung Sooyeon)
– Lee Joon
– Park Jiyeon
– Cho Kyuhyun
– Lee Eunhyuk
– Kim Yesung
– Lee Jieun

____________________________________

 

_IN THE MOON KINGDOM_

“Appa, sudah kubilang bahwa aku tidak ingin dijodohkan dengan siapa pun. Bahkan dengan pangeran matahari sekalipun!” Ujar si putri bulan dengan gusar. Ditatapnya wajah sang ayah tanpa rasa takut. Ini menyangkut kehidupannya. Tidak ada seorang pun yang bisa mengatur hidupnya, termasuk sang ayah sekalipun.

“Sooyeon, sudahlah jangan membantah lagi. Ini sudah menjadi keputusan ayah dan ibu. Kami sudah memikirkan hal ini dengan matang sebelum memutuskannya.” Ujar ratu bulan, yang tak lain adalah ibu dari Sooyeon, dengan lembut.

“Ne, lagipula kau juga tidak memiliki pasangan kan? Apa salahnya menerima perjodohan ini?”

“Tapi ayah, aku tidak mencintainya. Jangankan mencintai, kenal pun tidak.”

Sang raja bulan menatap putrinya dengan sayang. Dibelainya rambut panjang dan halus Sooyeon. “Cinta itu datang dengan sendirinya. Cinta itu tumbuh karena terbiasa. Appa yakin, lama kelamaan kau pasti akan mencintai Donghae. Semuanya hanya masalah waktu saja.”

Sooyeon berpikir dengan keras cara untuk menghindar dari perjodohan yang tidak ia inginkan ini. Setelah memutar otak cukup lama, ia pun angkat bicara. “Appa, bagaimana jika kita membuat perjanjian?” tawarnya.

Ayahnya mengerutkan kening mendengar penuturan dari putri semata wayangnya itu. “Perjanjian? Perjanjian yang bagaimana maksudmu, Sooyeon?” Tanya sang raja.

“Berikan aku waktu untuk mencari jodohku sendiri. Tapi jika aku tidak mendapatkannya aku akan menyerah… dan aku juga akan menerima perjodohan ini.”

Raja berpikir sejenak. Kemudian ia menganggukkan kepala, pertanda bahwa ia menyetujui ide tersebut. “Baiklah, appa beri kau waktu 1 bulan untuk mencari jodohmu itu, otte?” Tanya sang raja.

“Baiklah, satu bulan kurasa cukup. Gomawo appa.” Ujar Sooyeon senang sambil memeluk appanya.

 

 

*****

_IN SHINHWA UNIVERSITY_

Suara-suara teriakan para yeoja sudah mulai terdengar seiring dengan kedatangan seorang namja tampan yang terkesan dingin. Ia tidak lain dan tidak bukan adalah Lee Joon, seorang pangeran muda nan tampan yang berasal dari kerajaan korea. Teriakan para yeoja itu bukanlah hal yang asing bagi Lee Joon. Ia sudah terbiasa mendengar teriakan para yeoja yang mengagumi serta meng-elu elukan dirinya bak malaikat yang turun dari langit.

Berlebihan? Mungkin, Tapi itulah fakta yang ada.

Lee Joon berjalan santai memasuki kawasan kampusnya dengan beberapa orang pengawal yang selalu siap sedia untuk menjaganya dari segala macam bahaya.

“Annyeong oppa!” Sapa seorang yeoja kepada Lee Joon.

“Annyeong Yeonnie-ya!” Balas Lee Joon, dan tanpa ragu ia merangkul Jiyeon. Sontak tindakannya tersebut membuat para yeoja pemujanya menjadi histeris. Mereka iri melihat pangeran idola mereka sedang merangkul gadis lain. Mereka iri dengan keakraban Jiyeon dan Lee Joon, serta melihat perubahan sikap Lee Joon yang biasanya selalu dingin menjadi hangat dan menyenangkan.

Jiyeon yang merasa ditatap dengan puluhan tatapan sinis pun hanya dapat menundukkan kepalanya. Sudah berkali-kali ia berkata kepada sahabatnya yang satu ini agar tidak melakukan skinship dengannya jika didepan umum. Tapi semua perkataan Jiyeon hanya dianggap angin lalu oleh si pangeran dingin satu ini.

“Oppa, harus berapa kali kukatakan agar tidak melakukan skinship jika didepan mereka.” Bisik Jiyeon sambil mencoba melepaskan rangkulan Lee Joon.

 Bukannya melepaskan, Lee Joon malah makin mempererat rangkulannya. “Wae? Kau tidak suka? Seharusnya kau bersyukur bisa dirangkul oleh seorang pangeran. Ini mimpi setiap yeoja, neo ara?!”

“Aish jinjja! Aku masih sayang nyawaku oppa. Tidakkah kau melihat tatapan mereka terhadapku. Mereka seakan-akan ingin menerkamku.” Ujar Jiyeon.

“Tenang saja. Jika mereka berani macam-macam padamu aku sendiri yang akan memberikan pelajaran pada mereka.” Ucap Lee Joon guna menenangkan sahabat kesayangannya itu.

*****

(Sooyeon’s POV)

_IN THE MOON KINGDOM_

“Mworago?” Teriak sepupuku, Jieun dengan suara yang cukup lantang. Sontak aku menutup kedua telingaku akibat suara merdunya tersebut.

“Ya! Aku masih ingin mendengar dengan baik, neo ara!” ujarku dengan nada yang kubuat sekesal mungkin, hanya ingin mengerjainya saja. Sebab sepupu-ku yang satu ini sangat mudah untuk dikelabui. Tuh kan benar! Hanya dengan nada kesal-ku, wajahnya sudah terlihat sangat menyesal. Kena kau Lee Jieun! 😀

“Eonnie, mianhe. Aku hanya kaget saja makanya bereaksi agak berlebihan seperti tadi.” Ucapnya dengan nada memelas, bagai anak kucing yang dibuang oleh pemiliknya.

“Agak berlebihan? Tidak salah?”

“Eonnie….”

“Wae?”

“Mianhe.” Ujarnya dengan nada aegyo.

“Baiklah.” Jawabku pada akhirnya. Jieun segera berlari ke arahku dan memelukku erat. Aigoo… benar-benar drama queen sekali sih bocah ini -___-“

“Eonnie, kau benar-benar akan pergi?”

“Ne.”

“Wae? Nanti aku kan akan menjadi kesepian jika kau pergi. Lagipula mengapa kau harus menolak perjodohan itu sih? Donghae itu kan tampan, sangat tampan malah, dan ku dengar ia juga sangat baik serta dermawan.” Oceh dongsaengku ini panjang lebar. Ciih, benar-benar membuat telingaku panas!

“Terserah apa katamu. Mau tampan atau jelek, aku tetap tidak mau dijodohkan. Apalagi aku tahu bahwa ini semua juga untuk kepentingan kerajaan.”

“Tapi…”

“Kalau kau suka, kenapa tidak kau saja yang minta dijodohkaan dengannya?” Tanyaku sambil menatapnya.

“Maunya sih juga begitu. Keunde, orang tuaku sudah menjodohkanku dengan namja lain.”

Aku hanya tertegun mendengar ucapannya. PERJODOHAN… itu bukanlah hal yang asing. Hampir semua putri di kerajaan-kerajaan pasti tidak luput dari yang namanya perjodohan. Bahkan ayah dan ibuku juga adalah korban perjodohan. Tapi untung saja mereka sudah saling kenal sebelumnya, jadi tidak ada masalah saat dijodohkan. Tapi aku? Ciih, kenal pun tidak. Jadi jangan harap aku mau mengikuti jejak orang tuaku, ataupun putri-putri yang lain. Naega sirheo!

“Apa kau akan berhasil menemukan namja yang tepat hanya dalam waktu 1 bulan?” Tanya Jieun sambil menatapku cemas.

Ya, jujur sih aku juga kurang yakin dengan keputusanku ini. Masalahnya sebulan itu bukanlah waktu yang lama dalam mencari pasangan. Orang lain malah membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mencari pasangan hidup mereka.

“Hmm… nan molla. Makanya kau doakan eonnie-mu ini ya, agar bisa mendapatkan namja yang tepat.”

“Tenang saja eonnie! Tanpa kau suruh pun aku pasti akan mendoakanmu.” Balas Jieun dengan senyuman lebar di wajahmanisnya itu.

‘Soulmate-ku, dimana pun kau berada aku pasti akan menemukanmu. Tunggu aku, ok!’

(Sooyeon’s POV End)

*****

_IN SHINHWA UNIVERSITY_

Lee Joon dan 4 temannya (Kyuhyun, Yesung, Eunhyuk, dan Jiyeon) sedang duduk di taman dekat kantin kampus mereka. Mereka terlalu malas untuk makan di kantin dikarenakan oleh fans-fans Lee Joon yang terkadang amat sangat mengganggu. Sebenarnya tidak hanya Lee Joon yang memiliki banyak fans, ke-4 temannya pun juga memiliki fans yang terbilang lumayan banyak.

Kyuhyun, ia terkenal akan kepintarannya dalam hal pelajaran terutama matematika. Ia pernah menjuarai olimpiade matematika. Selain itu, ia juga memiliki suara dan bakat acting yang bagus. Kyuhyun juga anak dari seorang duta besar di Korea. Oleh karena itu, untuk kekayaan ia sudah tidak diragukan lagi. Memiliki wajah yang tampan, segudang bakat serta prestasi, dan memiliki kekayaan, membuat ia memiliki banyak penggemar terutama para yeoja. Nyaris sempurna memang. Tapi ada satu kekurangannya, ia terlalu dingin terhadap orang-orang di sekitarnya terutama para yeoja.

Yesung, hampir seluruh orang korea mengenalnya. Ia adalah seorang penyanyi yang sangat terkenal di Korea, bahkan ia sudah masuk dalam jajaran penyanyi internasional. Selain tampan, ia juga sering meraih penghargaan karena suara mengagumkannya itu. Yesung juga berkepribadian hangat, ramah, dan humoris. Sehingga membuat dia memiliki banyak penggemar.

Eunhyuk, siapa sih yang tidak mengenal si master dance ini? Hampir semua orang mengenalnya dengan julukan ‘dancing machine’. Ya, seperti namanya, Eunhyuk memang seorang dancer professional. Ia sering menjuarai lomba dance dan juga sering tampil di luar negeri. Dan yang lebih fantastisnya, si pemilik senyum gusi ini juga adalah sepupu dari Lee Joon, si pangeran Korea. Otomatis dia adalah salah satu dari kerabat kerajaan.

Jiyeon, si cantik yang jenius. Itulah julukan yang diberikan oleh teman-temannya. Jiyeon tidak hanya cantik, tapi ia juga sangat pintar serta ramah. Ia juga berasal dari keluarga terpandang. Banyak sekali namja yang tergila-gila kepadanya. Tapi sayang, disamping itu Jiyeon juga memiliki musuh yang banyak. Ani, bukan karena ia jahat, menyebalkan ataupun yang lainnya. Semua itu disebabkan karena ia dekat dengan Lee Joon, Kyuhyun, Yesung, dan Eunhyuk. Hal itulah yang membuat para yeoja menjadi iri terhadap Jiyeon dan berakhir dengan memusuhi Jiyeon. Sepele memang!

“Permisi…”

Sontak ke 5 remaja yang sedang asyik mengobrol itupun menolehkan kepala mereka kearah si pemanggil. Si pemanggil yang ternyata adalah seorang yeoja pun menundukkan kepalanya karena malu dan juga gugup.

“Ne, ada apa?” Tanya Jiyeon ramah sambil tersenyum manis kepada yeoja itu.

Yeoja itu menggangkat wajahnya dan menatap Jiyeon serta yang lainnya dengan wajah yang bersemu merah. “Hmm… annyeong haseyo! Joneun, SeoHyun imnida.” Gadis tersebut memperkenalkan dirinya dengan gugup.

“A…aku ingin berbicara de…dengan pangeran Lee Joon.”

Seohyun menunggu bagaimana reaksi si pangeran dingin tersebut. Tetapi seperti yang sudah-sudah, Lee Joon hanya membalas dengan sikap dinginnya itu. Ia hanya menatap Seohyun dingin, tanpa ekspresi. Hal tersebut membuat nyali Seohyun menciut. Pada akhirnya ia kembali menundukkan kepalanya, terlalu takut untuk menatap langsung Lee Joon.

“Oppa, jangan begitu!” Tegur Jiyeon pelan.

“Apa yang kau ingin bicarakan padaku? Marhaebwa!”

“Emm… bi..bisakah kita bicara berdua saja?” Tanya Seohyun pelan.

“Disini saja.”

“Tapi….”

“Kalau tidak mau kau bisa pergi. Jangan membuang-buang waktu!”

“Baiklah… Aku menyukaimu pangeran. Ini, terimalah coklat buatanku!” Ujar Seohyun. Ia menyodorkan coklat buatannya yang baru diambil dari dalam tas tangannya kepada Lee Joon. Bukannya mengucapkan terima kasih, Lee Joon malah menolaknya dengan tegas.

“Mian, aku tidak suka makanan manis.” Ucapnya sebelum ia beranjak dari tempat tersebut diikuti oleh Yesung, Eunhyuk, dan Kyuhyun. Jiyeon hanya bisa memandang miris ke arah Seohyun. Ia sudah tahu pasti akan seperti ini hasilnya. Lee Joon terlalu dingin dan sukar untuk didekati.

“Mianhe. Dia sedang bad mood hari ini, makanya sikapnya agak tidak sopan seperti tadi. Aku harap kau tidak memasukkannya kedalam hati.” Jiyeon berkata sembari menepuk bahu Seohyun pelan.

“Ne, gwencahana. Gomawo Park Jiyeon-ssi.”

“Ne, cheonmaneyo.”

*****

(Lee Joon’s POV)

Jiyeon dari tadi terus saja menasehatiku. Ya, ini gara-gara sikapku terhadap yeoja yang bernama Seohyun itu. Jiyeon bilang sikapku terlalu kasar dan dingin. Sangat menyakitkan hati. Padahal, menurutku itu adalah hal yang biasa. Jiyeon saja yang terlalu berlebihan.

Hah, apa semua yeoja memang berlebihan seperti ini?!

“Oppa, bayangkan jika kau berada di posisi gadis itu dan kau diperlakukan sedingin tadi. Apa kau tidak akan sakit hati? Well, aku tahu kau memang tidak suka makanan manis, tapi tidak ada salahnya kan kau menerima coklat pemberiannya. Hargailah sedikit jerih payahnya!” Ucap Jiyeon panjang lebar.

“Aish sudahlah! Jangan menceramahiku lagi!” Kataku gusar. Jiyeon hanya dapat menghela napas, kelihatannya ia sudah pasrah dalam menghadapi sikapku ini.

“Hati-hati oppa, sebab karma itu berlaku.”

‘Ciih, terserahlah ia mau bilang apa. Aku tidak peduli!’ Batinku

(Lee Joon’s POV End)

*****

(Sooyeon’s POV)

Huh, akhirnya aku bisa juga merasakan yang namanya sebuah kebebasan. Kebebasan… aigoo, kata-kata itu terdengar sangat indah ditelingaku.

Aku sedang berjalan di sebuah taman di bumi. Ne, akhirnya aku memutuskan untuk mencari jodohku di bumi. Karena menurut cerita yang sering kudengar dari Jieun maupun teman-temanku yang lainnya, di bumi itu banyak namja yang tampan dan juga keren. Aku yakin soulmate-ku pasti ada di antara mereka. Tak mungkin kan, masa diantara namja-namja itu tak ada soulmate-ku.

Aku memberhentikan langkahku saat mendengar sebuah suara. Suara itu sangat indah! Seakan terhipnotis, aku pun mengikuti suara tersebut. Sampai akhirnya langkahku terhenti saat aku melihat seorang namja yang sedang duduk di bawah pohon yang besar. Terdapat sebuah gitar ditangan namja tersebut. Aku terus memperhatikannya yang sedang bernyanyi. Jinjja… neomu daebak!

DUGEUN DUGEUN DUGEUN…

Aku menyentuh dadaku. Jantungku berdetak dengan kencang saat melihat namja itu. Omo! Jangan-jangan ia adalah soulmate-ku!

Aku memutuskan untuk mendekati namja itu dan mencari tahu tentangnya lebih banyak. Karena aku yakin, sangat yakin… bahwa ia adalah soulmate-ku. Dan aku tidak akan membiarkannya lari dari-ku!

“Oppa!”

Aku menoleh-kan kepalaku kearah asal suara yeoja tersebut. Hanya ada satu kata yang dapat menggambarkan yeoja tersebut. CANTIK. Rambutnya yang panjang dan berwarna coklat digerai dengan indah, sehingga membuat rambutnya berterbangan akibat ditiup angin. Tapi justru hal tersebut membuat yeoja itu terlihat semakin cantik. Keunde, bukan itu masalahnya. Yang jadi masalah adalah…

Karena ia dekat sekali dengan soulmate-ku!

Aish jinjja! Bahkan mereka tertawa bersama. Dan omo! Bahkan sekarang soulmate-ku menyanyikan sebuah lagu untuknya. ANDWEEE! Aku tidak akan membiarkan siapapun merebut soulmate-ku.Tidak akan!

(Sooyeon’s POV End)

*****

(Jiyeon’s POV)

Aigoo bagaimana aku bisa lupa sih mengambil pesanan kue eomma. Untung eomma tidak tahu bahwa aku lupa. Huft, kalau tidak, sudah dapat dipastikan aku akan mendapatkan siraman rohani akibat dari kelalaianku ini.

Sangking terburu-burunya aku sampai tidak memperhatikan jalan saat ingin menyebrang. Terakhir yang kulihat, lampu lalu lintas masih berwarna merah. Maka dari itu tanpa pikir panjang aku pun langsung menyebrang. Aku benar-benar tidak tahu bahwa lampu sudah berganti warna menjadi hijau tepat saat kaki-ku menyentuh zebra cross.

“Agasshi awas!!” Teriak orang-orang padaku. Sesaat aku terpana saat melihat truk besar yang melaju dengan sangat kencang kearahku. Tubuhku seperti kaku, tidak bisa bergerak sama sekali.

“YA HATI-HATI!!”

BRUK!!!

Saat detik-detik terakhir, aku merasa seseorang menarik tubuhku kearah belakang. Aku dan si penyelamat itu pun terjatuh.

“Hey, apa kau baik-baik saja?” Tanya si penyelamat itu dengan cemas. Ternyata ia adalah seorang yeoja. Aku tidak menjawab pertanyaannya itu. Aku masih syok dengan insiden tadi. Tubuhku terasa lemas, begitu juga dengan mataku, terasa sangat berat. Tanpa dikomando pun kesadaranku perlahan hilang dan akhirnya hanya kegelapan yang tersisa.

“Ya agashi!!”

(Jiyeon’s POV End)

*****

_IN THE HOSPITAL_

“Gwenchana, ia sudah tidak apa-apa. Ia hanya mengalami syok pasca kecelakaan tadi. Sebentar lagi ia pasti akan sadar.” Ujar sang dokter. Setelah itu, sang dokter pun mohon diri karena masih banyak pasien yang menantinya. Tak lupa Sooyeon membungkukkan badannya kepada sang dokter, begitupun sebaliknya.

Sooyeon memandang wajah gadis yang sedang tertidur didepannya. Gadis itu hampir saja kehilangan nyawanya jika ia tidak segera menolongnya tadi.

‘Untung saja kau selamat agashi…’ Batin Sooyeon.

‘Tunggu dulu! Kenapa wajahnya terlihat familiar bagiku? Apa aku pernah bertemu dengan yeoja ini sebelumnya? Kalau iya, kapan?’ Berbagai macam pertanyaan terlontar di pikiran Sooyeon. Diamatinya wajah cantik gadis itu dengan seksama. Ia seperti pernah melihat gadis ini sebelumnya.

“Erg…”

“Eh, kau sudah bangun?”

Gadis tersebut perlahan membuka matanya. “Aku dimana?” Tanyanya.

“Kau sedang di rumah sakit. Tadi kau hampir saja tertabrak oleh truk.”

“Oh ne! Kau pasti yang telah menolongku, kan?”

“Ne.”

“Ah jeongmal gomawo. Aku tidak tahu akan seperti apa diriku, jika tadi kau tidak menolongku.” Ucap Jiyeon tulus dengan senyuman di wajahnya.

“Gwenchana.” Balas Sooyeon, tidak lupa dengan senyuman manis di wajahnya.

“Hmm ngomong-ngomong siapa namamu? Namaku Park Jiyeon.” Jiyeon memperkenalkan diri dengan ramah sembari mencoba untuk duduk. Dengan sigap Sooyeon membantunya untuk bersandar dikepala ranjang.

“Annyeong, Jung Sooyeon imnida!” Jawab Sooyeon tak kalah ramah. “Oh ya, kau mau aku untuk menghubungi keluargamu?” Tanyanya kemudian.

“Tidak usah Sooyeon-ssi. Lagipula aku tidak apa-apa, hanya lecet sedikit saja. Kau sendiri tidak apa-apa kan?”

“Nan gwenchana. Hanya lecet sedikit juga, sama sepertimu.” Jawab Sooyeon sambil menunjukkan perban yang ada dilengannya.

Baby can’t you see that look in my eyes..
seulpeum e bbajin nae du nuneul bwa, Oh Oh…
bulgeun taeyang boda deo tteugeob ge…
sarang haetdeon nareul ullijima, Ah Ah…

“Ah handphone-ku…”

Sooyeon membantu Jiyeon untuk mengambil tasnya, sebab handphone Jiyeon berada di dalam tas. “Gomawo.” Ucap Jiyeon. Dengan segera ia melihat ID caller yang terpampang jelas di layar handphonenya.

“Yoboseyo.”

“Ah aku sedang berada di rumah sakit Seoul Internasional sekarang.”

“Nan gwenchana, hanya mengalami kecelakaan kecil saja.”

“Eh? Oppa? Yoboseyo???”

“Aish jinjja!”

“Sepertinya orang itu sangat panic ya. Aku yakin sekarang ia pasti sedang bergegas untuk kesini.”

“Hahaha… sepertinya sih begitu, Sooyeon-ssi. Ia ini memang orang yang terkadang suka gegabah dalam mengambil tindakan.”

“Neo namjachingu?” Tanya Sooyeon.

“Ani. Hanya teman dekat yang sudah seperti oppa sendiri.”

*****

Brakk!

Jiyeon dan Sooyeon yang sedang asyik mengobrol segera menghentikan obrolan mereka dan serentak menoleh kearah pintu kamar rawat yang dibuka secara tiba-tiba. Bola mata Sooyeon membulat sempurna saat melihat seorang namja tampan dan tinggi yang sedang berdiri dengan napas terengah-engah di depan pintu. Kelihatan sekali bahwa namja itu baru saja berlari.

‘Soulmate-ku…’ Ujar Sooyeon dalam hati, masih menatap wajah tampan namja tadi tanpa berkedip sedikit pun, takut jika ia berkedip kemudian namja itu akan menghilang.

“Kyuhyun oppa…”

*****

(Sooyeon’s POV)

Kyuhyun…
Aigoo nama yang bagus untuk namja yang tampan. Benar-benar sempurna! Aku berani bertaruh bahwa si pangeran matahari itu pun masih kalah tampan dengan soulmate-ku, Cho Kyuhyun. Dan menurut informasi yang kudapat dari Jiyeon, Kyuhyun adalah teman dekatnya, ia juga kuliah ditempat yang sama dengan Jiyeon. Shinhwa University. Ne, itu adalah nama tempatnya.

Semenjak kejadian aku menolong Jiyeon, kami berdua menjadi akrab. Dan aku sangat lega saat tahu bahwa Kyuhyun itu hanya sahabat Jiyeon, bukan namjachingu-nya seperti yang pernah aku pikirkan. Dan yang lebih fantastiknya… ternyata Kyuhyun itu masih SINGLE! Omo! Sepertinya ia memang takdirku.

Maka dari itu, disinilah aku sekarang… SHINHWA UNIVERSITY! Aku melakukan ini semua agar dapat selalu berdekatan dengan Kyuhyun. Apalagi aku ini kan dekat dengan Jiyeon, jadi otomatis itu akan memudahkan jalanku untuk mendekati Kyuhyun.

Haha, tidak kusangka aku akan semudah ini menemukan soulmate-ku!

(Sooyeon’s POV End)

*****

(Lee Joon’s POV)

“Yoboseyo, Kyuhyun-ah neo odisso?” Tanyaku pada Kyuhyun melalui telepon.

“Studio lantai 2 bagian selatan.” Jawabnya.

“Baiklah, tunggu aku. Aku akan segera kesana.” Kataku sebelum mengakhiri telepon.

Aku sudah sampai di lantai 2 bagian selatan. Sekarang tinggal menuju ke ruangan yang Kyuhyun sebutkan saja. Tidak terlalu susah mencari ruangannya, sebab aku sudah sering datang kemari. Jadi aku tahu mana studio yang sering dipakai latihan oleh chingu-ku, Kyuhyun.

Samar-samar aku mendengar suara dentingan piano dan juga suara seorang yeoja yang sedang bernyanyi. Sungguh! Demi apapun, suara itu adalah suara terindah yang pernah aku dengar. Aku pun memutuskan mengikuti suara itu untuk melihat siapa gerangan si pemilik suara emas tersebut.

~Namjachinguga sengimyon hago shipdon il nomuna mana nan nul kumul guwoso
Chot bonje kilgorieso kisuhe bogi du bonje marya chunchonheng sebyok kicha
Se bonje sopung gagi ne bonje dunge ophigi dasot bonje kopulingun kibon
Boo boo boo jongmal dalkomhal koya ~
(If I Had A Lover – Yoseob ft Gayoon)

Aku mengintip lewat jendela kecil yang ada dipintu. Disitu aku melihat seorang yeoja cantik berambut panjang yang sedang bernyanyi sambil memainkan jari-jarinya dengan lincah diatas piano. Aku seakan tersihir oleh nyanyiannya. Dan, entahlah… sangat mendengar nyanyiannya, aku merasa sangat… bahagia… Jujur, aku merasa ini sangat aneh!

‘Apa aku menyukai yeoja ini? Tapi bagaimana bisa? Tidakkah ini terlalu cepat?’

(Lee Joon’s POV End)

*****

_IN THE CAFÉ_

“Uri maknae eodisso?” Tanya Yesung sebelum menyeruput hot cappuccino miliknya. Eunhyuk yang sedang sibuk dengan Ipadnya menolehkan kepala kearah Yesung dan menjawab pertanyaannya tersebut. “Tadi Jiyeon bilang ia akan sedikit terlambat karena masih ada kelas. Oh ya, dia juga bilang kalau dia akan mengajak serta teman yeojanya.” Ucap Eunhyuk bersemangat. Jika menyangkut soal yeoja, maka orang pertama, atau malah jadi satu-satunya orang yang paling semangat diantara mereka adalah Eunhyuk.

“Teman yeojanya? Nugu? Apa Luna?” Tanya Yesung lagi.

“Ani. Aku juga tidak tahu siapa. Mudah-mudahan saja temannya itu yeoja cantik dan seksi.” Ujar Eunhyuk. Ketiga temannya hanya menatapnya tanpa ekspresi. Terlalu malas untuk meladeni sisi maniak Eunhyuk tersebut. Ne, ia memang maniak yeoja.

———-

“Annyeong oppadeul! Mian lama. Tadi dijalan agak macet.” Jiyeon berkata sembari menarik kursi disebelah Kyuhyun. Tapi baru saja ia ingin menduduki kursi tersebut, seseorang telah selangkah lebih maju darinya. Tanpa permisi Sooyeon duduk disamping Kyuhyun. Kyuhyun melihatnya dengan tatapan sinis, pertanda tidak suka.

Jiyeon pun akhirnya mengalah dan mengambil tempat disamping Yesung. “Oh ya, perkenalkan ini temanku, Jung Sooyeon. Ia juga berkuliah di Shinhwa, jurusan arsitektur sama sepertiku.” Terang Jiyeon. Sooyeon pun memperkenalkan diri dengan senyuman indah diwajahnya, berharap Kyuhyun akan sedikit meliriknya.

“Lee Joon oppa eodisso?” Tanya Jiyeon yang baru menyadari bahwa Lee Joon tidak ada diantara mereka.

“Sedang ditoilet. Nah, itu dia!” Sahut Eunhyuk.

“Ah Sooyeon, itu dia satu lagi temanku. Ia adalah pangeran Korea.”

“Ah kau sudah disini Yeonnie-ya. Sudah lama?”

“Ani, baru saja. Oppa perkenalkan ini temanku, yeoja yang pernah kuceritakan padamu tempo hari.”

Sooyeon bangkit dari kursinya, ingin memperkenalkan diri kepada Lee Joon. Sejenak Lee Joon terdiam saat mereka saling bertatapan. Wajah ini… terlihat familiar baginya.

Nyanyian…

Ah, sekarang ia ingat! Gadis yang ada dihadapannya sekarang adalah gadis yang sama dengan yang ditemuinya di studio kemarin. Gadis yang telah berhasil membuatnya merasa kagum, atau… lebih dari itu?

“Annyeong haseyo, Park Sooyeon imnida.”

“Lee Joon imnida.”

Mereka saling bersalaman. Lee Joon benar-benar tidak bisa memalingkan pandangannya dari Sooyeon. Terlalu sayang untuk dilewatkan. Saat tangan mereka saling bersentuhan, Lee Joon merasakan hal yang lain terhadap Sooyeon. Hal yang tidak pernah ia rasakan terhadap yeoja manapun, bahkan Jiyeon sekalipun!

Rasanya seperti… ingin memiliki dan tak melepaskannya lagi. Yaah, seperti itu lah rasanya. Lee Joon benar benar awam untuk masalah yang seperti ini.

Dilain sisi, Sooyeon pun merasakan hal yang tidak biasa saat bersentuhan dengan Lee Joon.

‘Perasaan apa ini? Tidak mungkinkan aku menyukai namja ini. Dia bahkan bukan soulmate-ku! Aigoo ada apa denganku sebenarnya??’

-To Be Continued-

JANGAN LUPA COMMENT YA CHINGU! ^^
PLEASE DON’T BE A SIDER!!

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

18 tanggapan untuk “I Think I’m In Love With You (Part 1)

  1. chinguya… ini kyuyeon kan?? jangan bilang kyuhyun oppa sama jessica…
    kyuyeon aja ya..hehehe
    jessica sama joon oppa aja, trus yesung oppa sama aku boleh banget… muahahahahaha…
    update sooooooonnnnn chingu… ^^

  2. baru pertama kali baca FF T-Ara :p
    Donghae oppa mau dijodohkan sama Sooyeon? andwae…kalo Sooyeong gak mau Donghae oppa buat aku ajah ya 😀 wah…dia jadi pangeran matahari…hot dong kekeke…

    1. oh boleh boleh.. klo gitu kyuhyun oppa buat aku yaa! hehehe 😀
      iyaa nih, sangking hot-nya yeoja2 smpe meleleh dibuatnya *lebay* 😛
      Anyway, gomawo ya udh baca + komen 🙂

  3. kyuyeon…..please…jessika ama leejoon yah,,,yah,,,yah,,,#bujuk author..
    tapi kenapa sih sooyeon memperalat jiyeon buat deket ama kyuppa,,,igh sebel deh..

    1. tenang tenang! ini Kyuyeon kok 🙂
      yaah namanya juga demi cinta. semua cara bklan dilakuin buat dapetin namja yg disuka *sok tau*
      gomawo udh baca eon 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s