Diposkan pada Chapters, KyuYeon (Kyuhyun Jiyeon)

I Think I’m In Love With You (Part 2 – END)

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title       : I Think I’m In Love With You
Type      : Twoshoot
Genre    : Romance, Fantasy, Life,

Cast :
– Jung Jessica (Jung Sooyeon)
– Lee Joon
– Park Jiyeon
– Cho Kyuhyun
– Lee Eunhyuk
– Kim Yesung
– Lee Jieun

_________________________________

 

SooYeon seperti tak kenal lelah untuk terus berusaha mendekati Kyuhyun. Padahal Kyuhyun telah terang-terangan menunjukkan ketidak-sukaannya terhadap SooYeon. Tapi SooYeon seakan dibutakan oleh ketampanan seorang Cho Kyuhyun, sehingga beberapa kalipun ia ditolak, ia tak akan menyerah dengan mudah.

‘Karena ia adalah soulmateku, maka aku harus memperjuangkannya!’ Batin SooYeon sambil menatap Kyuhyun.

Sedangkan Lee Joon… entahlah! Ia selalu merasa ada sesuatu yang berbeda saat ia berdekatan dengan Shin nye. Tapi ia pun tidak tahu apa yang ia rasakan itu. Maklum, ini pertama kalinya bagi seorang pangeran seperti dia untuk merasakan hal semacam ini.

 

*****

 

“Kyuhyun oppa, nanti siang kita makan siang bersama ya!” Ajak SooYeon dengan nada manja kepada Kyuhyun.

“Sirheo.” Jawab Kyuhyun singkat dan terkesan dingin.

“Ayolah oppa…” Ucap SooYeon manja. Ia mengikuti langkah Kyuhyun. Kyuhyun yang merasa diikuti pun menghentikan langkahnya dan menatap SooYeon tajam. Jika boleh jujur, SooYeon merasa sedikit takut kepada Kyuhyun. Seumur hidupnya, ia tak pernah berhadapan dengan orang sedingin Kyuhyun. Ini yang pertama baginya.

“Aku sudah bilang kalau aku tidak mau.” Ujar Kyuhyun dingin. Ia berjalan kembali, kemudian berhenti dan membalikkan badannya ke SooYeon. SooYeon tersenyum senang karena ia berpikir Kyuhyun akan menerima tawaran makan siangnya itu.

“Dan satu lagi, berhenti mengikutiku dan bersikap seolah-olah kau mengenalku dengan baik!” Kyuhyun pun kembali melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda, meninggalkan SooYeon yang masih terpaku ditempatnya.

“Nappeun namja…” Lirihnya.

 

 

*****

 

(Lee Joon’s POV)

Hah betapa melelahkannya hidupku ini…

Setiap hari terus melakukan hal yang sama secara berulang-ulang.
Harus selalu menjaga sikap didepan masyarakat.
Mengikuti perintah dan segala macam peraturan yang ada di istana.

Aku benar-benar jenuh!
Andai saja ada seseorang yang bisa membuang jauh beban berat yang kupikul ini…
Andai saja ada…

“Aish jinjja! Nappeun namja! Jeongmal nappeun namja!” umpat seorang yeoja yang kukenali sebagai Park SooYeon, teman barunya Jiyeon.

Aku tidak terlalu mengenalnya meskipun ia teman dekat Jiyeon. Yang kutahu hanya satu. Gadis ini tergila-gila kepada seorang Cho Kyuhyun!

Dia selalu berusaha untuk mendekati Kyuhyun. Bukannya aku tidak tahu, aku sangat tahu malah! Sebab aku sering memperhatikannya. Ia sering datang ke kelas Kyuhyun untuk sekedar menyapa ataupun mengajak Kyuhyun jalan-jalan bersama. Keunde, sudah pasti itu hanya akan membuang-buang waktu saja. Karena apapun yang terjadi, Kyuhyun tak akan pernah melihatnya. Sebab Kyuhyun sudah memiliki seseorang yang special dihatinya.

Bruk!

“Ouch!” rintihku.

“OMO! Mianhe pangeran! Jeongmal mianhe!” Ujar SooYeon. Ia membungkukkan badannya. Terlihat sekali ia benar-benar menyesal. Aigoo, wajah paniknya itu sangat lucu. Membuatku ingin tertawa.

“Gwenchana. Keunde lain kali, Jika ingin melempar kaleng soda, lihatlah sekitarmu agar tidak jatuh korban.”

“Ne, arasso.”

Hening. Tak ada yang mengatakan apapun setelah perkataan SooYeon tadi. Baik aku maupun SooYeon merasa canggung satu sama lain. Aish! Aku benar-benar membenci situasi canggung seperti ini. Membuatku terlihat seperti orang bodoh.

“Ehm, bagaimana jika aku mentraktirmu makan sebagai permintaan maafku?” Tanya SooYeon.

“Tak perlu.” Jawabku singkat.

“Ah tapi… tapi aku merasa tidak enak saja karena sudah tanpa sengaja melempari kepala seorang pangeran dengan kaleng soda. Aku tidak ingin dihantui perasaan bersalah.” Ujarnya lagi.

“Kau ini berlebihan sekali. Aku tidak apa-apa.”

Wajah SooYeon terlihat kecewa dengan penolakanku barusan. Dan entahlah! Aku bingung mengapa aku jadi merasa kasihan dan juga bersalah karena membuatnya kecewa. Dan tanpa sadar aku pun berkata. “Baiklah, aku terima tawaranmu. Lagipula aku belum makan.”

“Woaa jeongmal?” Tanyanya girang.

“Ne.”

‘Aigoo Lee Joon-ah, ada apa sebenarnya dengan dirimu. Ini pertama kalinya kau menerima tawaran makan dari seorang yeoja. Ah sepertinya benar dugaanku, kalau aku… aku menyukai gadis aneh ini…’

(Lee Joon’s POV End)

 

 

*****

 

(SooYeon’s POV)

_DI RESTORAN_

Jujur aku terkejut saat si pangeran dingin ini menerima tawaran makan siang dariku. Aku pikir dia tidak akan pernah mau menerima tawaranku. Kurasa aku bisa berbangga hati. Karena aku adalah gadis pertama yang diterima tawarannya untuk makan bersama, selain Jiyeon tentunya.

“Apa tidak apa-apa jika kau pergi tanpa pengawalan?” Tanyaku padanya. Karena sebelum pergi tadi ia memerintahkan para pengawalnya untuk tidak ikut sertaa bersama kami. Tentu saja pada awalnya mereka menolak. Keunde, apalah arti sebuah penolakan jika kau sedang berhadapan dengan pangeran super dingin yang bernama Jang Lee Joon? Dengan berat hati pun mereka akhirnya menuruti perintah tersebut.

“Gwenchana.” Jawabnya singkat.

“Apa orangtuamu tidak akan marah? Karena orang tuaku akan sangat marah besar jika aku pergi tanpa pengawalan.”

“Pengawal? Untuk apa?”

“Ya! Tentu saja untuk mengawalku, sebab aku kan putri kerajaan bulan.”

“Mwo?”

‘Mwoya??? Apa yang barusan kukatakan?? Aigoo jeongmal baboya! Bagaimana bisa aku mengatakannya secara gamblang seperti itu. Cari mati ini namanya…’

Disaat aku sedang sibuk merutuki kebodohanku sendiri, aku mendengarnya tertawa. Sontak aku menatap wajah tampan si pangeran ini. Aku menatapnya bingung. Apanya yang lucu?

“Apa ada yang lucu?” Tanyaku hati-hati, takut salah bicara lagi.

“Hahaha… kau ini ternyata memang aneh ya. Bisa bisanya kau mengaku menjadi putri bulan. Aigoo… benar-benar lucu!” Ucapnya sambil tertawa.

Ah syukurlah dia hanya menganggapku bercanda. Kalau tidak bisa mati aku!

Tapi tunggu dulu! Kenapa aku jadi deg-deg-an hanya karena melihat tawanya? Ya, kuakui memang jika namja satu ini tampan dan memiliki tawa yang menurutku mengagumkan. Tapi, ini aneh saja bagiku. Masa sih aku menyukai namja ini? Aku kan tidak terlalu mengenalnya.

Ani! Tidak boleh seperti ini! Soulmate-ku adalah Kyuhyun dan aku harus bisa mendapatkannya. Apalagi waktu ku tidak banyak, benar-benar terbatas. Jadi, secepat mungkin aku harus bisa mendapatkan cinta dari Kyuhyun oppa. Tapi… bagaimana? Sikapnya saja selalu dingin padaku. Padahal sudah seminggu ini aku dengan giat mengejarnya, tapi sama sekali tidak ada kemajuan.

Aku menatap pria didepanku ini. Seketika muncul ide dalam pikiranku.

‘Ah, kenapa tidak mengorek informasi dari dia saja?’

“Ehm… pangeran… kau sudah lama kan mengenal Kyuhyun oppa?” Tanyaku padanya.

Ia menghentikan makannya dan menatapku lalu mengangguk. “Ne. sudah dari kecil. Kenapa?”

“Ehm… apa kau tahu yeoja seperti apa yang disukanya?”

“Kau menyukainya?” Tanyanya tepat mengenai sasaran.

“Aniyo!”

“Jangan bohong! Sudah terlihat dengan sangat jelas jika kau menyukainya.”

“Ne, kau benar! Aku memang menyukainya.” Ujarku jujur. Well, tak ada gunanya lagi kan untuk berbohong demi menutupi ini semua. Toh, si pangeran juga sudah tahu tanpa harus kuberitahu.

“Jadi, apa yang harus kulakukan untuk mendapatkannya?” aku menatapnya, menuggu jawaban yang akan diberikannya.

“Tidak ada.” Jawabnya singkat.

“Mwo?” Jawabannya tersebut membuatku mengernyitkan dahiku. Tidak ada katanya?

“Ya, tidak ada. Karena apapun yang akan kau lakukan tidak akan pernah bisa membuatnya menyukaimu.”

“Wae?”

“Karena dia sudah menyukai yeoja lain.”

Yeoja lain?? Oh tuhan! Jangan sampai Kyuhyun oppa diambil dariku, dia adalah soulmate-ku! Tanpa ragu aku pun kembali bertanya perihal mengenai yeoja yang disukai Kyuhyun oppa. Karena sejauh pengamatanku, Kyuhyun oppa sedang tidak dekat dengan yeoja manapun, kecuali Jiyeon tentunya.

“Nugu?”

“Jiyeon. Park Jiyeon.” Jawabnya santai. Sontak jawabannya tersebut membuatku membeku. Tidak mungkin! Tidak mungkin Kyuhyun menyukai Jiyeon! Mereka hanya bersahabat tidak lebih!

“Ya pangeran, Kau jangan bercanda! Jelas jelas itu adalah hal yang tak mungkin terjadi. Kyuhyun oppa dan Jiyeon hanyalah bersahabat, tidak lebih dari itu!”

“Aku yang lebih lama mengenal mereka. Jadi aku tahu bagaimana mereka. Kyuhyun benar benar menyukai Jiyeon, hanya saja ia terlalu malu untuk mengakuinya. Sedangkan Jiyeon, ia terlalu polos untuk menyadari bahwa Kyuhyun menyukainya dan begitupun dirinya, yang menyukai Kyuhyun. Apa kau tidak bisa melihat bagaimana cara Kyuhyun menatap Jiyeon? Cih, kurasa orang babo sekalipun dapat menyadarinya.”

“Tapi…”

“Hadapilah kenyataan bahwa kau tak bisa meraihnya! Ia terlalu jauh untukmu, Park SooYeon.”

(SooYeon’s POV End)

 

 

*****

 

_DI TAMAN BELAKANG KAMPUS_

“Jadi, namja yang eonnie sukai malah menyukai temanmu?”

“Ne, Jieun-ah. Ottohke? Aku benar-benar bingung sekarang. Waktuku tidak banyak lagi, hanya tinggal seminggu. Huh… apa yang dapat dilakukan dalam waktu seminggu?”

SooYeon benar-benar sudah bingung dan pasrah. Waktu yang diberikan ayahnya tinggal sedikit lagi, sedangkan ia sama sekali belum memenangkan hati sang pria idaman, Kyuhyun. Bukannya membaik, justru hubungannya dengan Kyuhyun malah semakin memburuk. SooYeon sudah kehabisan akal untuk menghadapinya.

“Sudah kubilang kan eonnie. Terima saja Pangeran Yonghwa, dia cukup tampan kok.” Ujar Jieun, sepupu SooYeon.

“Sirheo!” Tolak SooYeon tegas. Ia sudah bertekat bahwa sampai kapanpun tak akan mau untuk menerima perjodohan tersebut. Lebih baik mati daripada dijodohkan! Pikirnya.

“Ngomong-ngomong apa tidak apa-apa jika kau disini?” Tanya SooYeon sambil menatap sepupunya.

“Gwenchana eonnie. Lagipula aku penasaran dengan tempat yang kau sebut Bumi ini. Ternyata kau benar. Disini sangat menyenangkan, tak heran kau begitu betah disini. Dan juga, banyak sekali namja tampan disini. Aku harus menahan diri agar tidak menculik mereka.” Canda Jieun.

“Bagaimana keadaan di kerajaan Bulan? Apa ada hal menarik yang terjadi selama aku pergi?”

SooYeon dan Jieun pun larut dalam perbincangan mereka. Mereka tidak menyadari jika sedari tadi ada seseorang yang tanpa sengaja mendengar perbincangan mereka.

“Ah baiklah eonnie, sudah saatnya kembali.” Kata Jieun. Jieun bangkit dari bangku taman yang sedari atdi didudukinya. Ia bersiap-siap untuk memejamkan mata. “Tunggu!” Cegah SooYeon.

“Wae eonnie?” Tanya Jieun bingung saat melihat wajah panic SooYeon.

“Ya, kau tidak berencana untuk mengeluarkan sayapmu dan kemudian terbang, kan?”

“Tentu saja iya. Memangnya kau pikir dengan cara apa aku kembali ke kerajaan bulan? Aigoo, kenapa eonnie-ku jadi babo.”
SooYeon tidak meladeni candaan Jieun. Ia menatap Jieun dengan cemas. “Lebih baik jangan! Bahaya jika ada orang yang melihatnya.” Ujar SooYeon.

Jieun melihat sekeliling. “Lihatlah! Tidak ada siapa-siapa selain kita berdua disini. Sudahlah eonnie, kau jangan terlalu cemas! Ja, aku harus pergi sekarang.”

SooYeon hanya bisa memandang Jieun pasrah saat Jieun mengeluarkan sayapnya guna untuk terbang pulang ke Kerajaan Bulan. Sesekali ia mengedarkan pandangannya keseliling taman, untuk memastikan bahwa tak ada yang melihat.

Tapi ternyata ia keliru. Di balik sebuah pohon besar yang tak jauh dari tempat mereka berada, seseorang melihat semua adegan yang terjadi dengan perasaan kaget bukan main. Orang tersebut tak dapat mengerjabkan mata saat melihat pemandangan luar biasa di depannya.

Bagaimana mungkin ada orang yang bersayap dan dapat terbang?

Ini benar-benar diluar nalar manusia…

 

 

*****

 

(Jiyeon’s POV)

‘Omo! Aku… aku tidak salah lihat??? Benarkah yeoja itu memiliki sayap???’ Jeritku dalam hati. Aku masih memandang tidak percaya akan pemandangan yang ada dihadapanku sekarang. Benar benar ajaib!

Tiba-tiba SooYeon membalikkan badannya. Ia terlihat sangat terkejut melihatku yang sekarang tepat berdiri dibelakangnya.
“Jiyeon-ah!” Serunya kaget.

——————————-

“Sekarang jelaskan padaku, siapa kau sebenarnya?” Pintaku padanya. Sekarang kami sedang duduk berdampingan dibangku taman kampus.

SooYeon pun akhirnya menceritakan perihal tentang jati dirinya padaku. Sumpah! Benar benar sulit dipercaya! Ternyata SooYeon adalah putri dari kerajaan Bulan. Ya tuhan! Aku pikir hal seperti ini hanya terjadi didalam novel atau komik. Ternyata… ini nyata!
Ia juga bercerita mengenai alasannya datang ke bumi. Yaitu untuk menemukan soulmate-nya serta menghindari pertunangannya.

“Jadi, apa kau sudah menemukan soulmate-mu itu?”

SooYeon menatapku dan kemudian ia mengangguk. Aku pun menjadi antusias. “Nugu?” Tanyaku.

SooYeon tidak langsung menjawab. Ia menatapku lama. Seperti berat untuk mengatakannya. “Nugu?” Tanyaku lagi.

“….Kyuhyun…”

“Kyuhyun oppa?”

“Ne.”

Entah kenapa aku merasa sesak saat ia menyebut nama Kyuhyun oppa. Aku merasa tidak rela. Ini benar benar aneh!

“Kau… tidak menyukai Kyuhyun oppa kan?” Tanya SooYeon sambil menatapku dalam. Sontak aku terkejut dengan pertanyaan-nya tersebut. Dan entah mengapa aku tiba tiba menjadi gugup.

“Ani… tentu saja tidak. Kami kan hanya berteman.” Jawabku pada akhirnya.

“Jinjja?” Tanyanya senang. Aku hanya menganggukkan kepalaku sebagai jawaban. “Baiklah! Aku butuh bantuanmu. Tolong bantu aku agar mendapatkan Kyuhyun oppa.”

DEG!

(Jiyeon’s POV End)

 

 

*****

 

(Lee Joon’s POV)

“Sedang mencari apa?” Tanya Eunhyuk padaku. Aku menolehkan pandanganku kearahnya.

“Tidak ada.”

Eunyuk tersenyum, memperlihatkan gusinya. “Mencari SooYeon, kan?” Tebaknya. Dan tebakannya tersebut tepat mengenai sasaran.

Belum sempat aku membantah, ia sudah memotongnya. “Jangan membantah! Aku tahu kalau kau memang mencarinya.” Kali ini aku hanya diam, malas untuk memperbincangkan hal ini lebih jauh.

“Jika memang suka, maka dekatilah dia. Jangan sampai kehilangannya.”

“Dia menyukai Kyuhyun. Tidakkah kau melihatnya?” Tanyaku.

Eunhyuk tertawa kecil. “Sepertinya ada yang cemburu nih!” Sindirnya padaku. “Begini ya, kalau menurutku, perasaan SooYeon terhadap Kyuhyun hanya sebatas perasaan kagum, tidak lebih. Jadi kurasa, kesempatan masih terbuka lebar untukmu.”

“Aku tidak menyukainya!”

“Aish terserahlah! Satu pesanku, jangan membohongi dirimu sendiri, ara!” Ujarnya sambil menepuk bahuku pelan. Aku terdiam mendengar perkataannya tersebut.

(Lee Joon’s POV)

 

 

*****

 

“Neo! Bukankah sudah kukatakan untuk berhenti mendekatiku?!” Kyuhyun berkata dengan nada dingin sambil menatap SooYeon tajam. SooYeon pun hanya bisa menundukkan kepalanya. Dia berusaha keras untuk menahan air matanya yang sudah mendesak keluar.

“Mi…mianhe…” Ucapnya pelan.

“Aku tak butuh maafmu! Yang kubutuhkan adalah agar kau menjauh dari hidupku.”

“Tapi aku menyukaimu, Kyuhyun oppa.”

“Tapi sayangnya aku tidak menyukaimu! Jujur, aku sangat terganggu atas kehadiranmu disekelilingku.”

Pertahan SooYeon pun runtuh. Ia menangis dengan tersedu-sedu dihadapan Kyuhyun. Seumur hidupnya, ia tak pernah merasakan rasa sakit yang seperti ini. Harga dirinya sebagai seorang yeoja seperti sudah diinjak-injak.

Bukannya minta maaf, Kyuhyun malah meneruskan kalimatnya yang tajam seperti silet itu. “Sikapmu yang mengejar-ngejarku seperti ini seakan menggambarkan dirimu. Nyaris seperti tidak punya harga diri!”

“YA CHO KYUHYUN!”

Kyuhyun mengalihkan pandangannya kesamping. Disana ia melihat Lee Joon sedang menatapnya dengan amarah. Lee Joon berjalan dengan langkah yang lebar kearahnya. Sementara SooYeon, ia masih menangis tersedu-sedu. Hatinya sudah terlalu sakit.

BUGH!

“Itu balasan atas sikapmu yang seperti pria tak punya hati! Tega-teganya kau bersikap dan berkata kasar kepada yeoja yang menyukaimu.” Ujar Lee Joon emosi. Kyuhyun bangkit berdiri dan mengusap sudut bibirnya yang berdarah akibat pukulan dari Lee Joon.

“Kurasa ini bukan urusanmu.” Jawab Kyuhyun dingin. Lee Joon yang sudah naik darah pun ingin melancarkan pukulannya kembali. Tepat saat ia ingin memukul wajah Kyuhyun, Jiyeon datang dan melerainya.

“Geumanhe oppa! Jebal, jangan seperti ini…” Pinta Jiyeon.

Lee Joon hanya menatap Kyuhyun dingin. “Sekali lagi kau memperlakukan SooYeon seperti tadi, aku tak akan segan-segan untuk memberikanmu pelajaran lebih dari ini!” Lee Joon pun pergi dari tempat itu, tak lupa membawa SooYeon bersamanya.

 

 

*****

 

“Ya! Kenapa tadi kau memukul Kyuhyun?!”

“Mwoya? Kau masih mau membela namja dingin itu, setelah apa yang telah dilakukannya padamu?” Tanya Lee Joon tak percaya.

“….aku sadar aku yang salah. Dan bagaimana pun, kau tidak boleh memukulnya seperti itu. Kalian kan sahabat. Aku tak ingin persahabatan kalian rusak hanya karena-ku. Untung saja tadi tak ada orang lain selain kita, jadi tak ada yang melihat tindakan nekatmu tadi. Apa coba kata orang jika seorang pangeran berkelakuan seperti tadi?”

“Kau sepertinya benar-benar menyukainya.”

SooYeon hanya diam, tidak berniat untuk membalas pernyataan Lee Joon. Mereka saling terdiam, tak tahu harus berbuat atau mengatakan apa. Sampai akhirnya SooYeon sadar bahwa ia sama sekali belum mengucapkan terima kasih kepada Lee Joon karena sudah membelanya.

“Gomawo karena tadi kau sudah membelaku.” Ucap SooYeon tulus.

“Cheonmaneyo.”

“Hmm… kenapa kau menolongku?” Tanya SooYeon penasaran.

“Perlukah sebuah alasan untuk menolong orang lain?” Lee Joon balik bertanya.

“Ne, kau benar. Tidak diperlukan sebuah alasan untuk menolong seseorang.”

“Aku sudah memperingatkanmu, kan? Jadi, mulai sekarang belajarlah untuk melupakan Kyuhyun dan membuka hatimu untuk namja lain. Toh namja di dunia ini tidak cuma dia kan?”

“Ne. Akan kucoba!” Jawab SooYeon dengan senyuman diwajahnya.

 

 

*****

 

_DI APARTEMEN KYUHYUN_

Jiyeon membersihkan darah kering yang terdapat di sudut bibir Kyuhyun. Ia menatap Kyuhyun lama, membuat Kyuhyun agak merasa risih.

“Wae?” Tanya Kyuhyun.

“Kenapa kau bersikap seperti tadi? Itu terlalu menyakitkan oppa.”

“Aku tidak suka sikap agresifnya. Dan jujur Jiyeon, aku merasa keberatan dengan caramu untuk mendekatkan aku dan dia.” Jelas Kyuhyun yang berhasil membuat Jiyeon terkejut.

“Kau tahu?” Tanya Jiyeon terkejut.

“Ne. Dan aku tidak suka jika kau menjodoh-jodohkanku dengan yeoja lain.” Tukas Kyuhyun dingin sambil menatap Jiyeon tajam.

“Wae?”

“Karena aku sudah menyukai yeoja lain.” Jawab Kyuhyun, masih sambil memandang Jiyeon. Tapi bedanya, kali ini ia memandang Jiyeon dengan tatapan lembutnya. Jantung Jiyeon berdetak kencang dibuatnya.

“Nugu?”

“Neorago, Jiyeon-ah…”

 

 

*****

 

(SooYeon’s POV)

_APARTEMEN SOOYEON_

Semenjak kejadian itu, hubunganku dan si pangeran dingin alias Lee Joon menjadi dekat. Kami sudah menjadi teman akrab sekarang. Sedangkan Kyuhyun? Huh, entahlah… sudah seminggu ini aku tidak bertemu dengannya dan aku pun tak ingin bertemu dengannya lagi, sebab hal itu hanya akan membuatku kembali sakit hati. Lagipula, saat ini aku sedang berusaha keras untuk melupakannya.

“SooYeon…”

“Eomma…”

Aku langsung menghambur kepelukan eommaku. Jeongmal, aku benar-benar merindukan eommaku. Eomma balas memelukku sambil mengusap lembut kepalaku.

“Kau tidak lupa janjimu kan sayang?” Tanya eomma. Aku jadi tersadar akan sesuatu. Waktuku hanya tinggal SEHARI lagi. Benar-benar tinggal SEHARI LAGI! Ottohke?

“Tentu tidak eomma.” Jawabku lesu.

“Apa kau masih belum bisa menemukan namjamu?”

“Ne. Ah sudahlah, tak usah membahas soal ini! Eomma tenang saja, aku bukan tipe orang yang senang ingkar janji, kok.” Kataku pada eomma. Eomma membelai lembut kepalaku. “Ne, eomma tahu itu.” Jawab eomma lembut dengan senyuman diwajah cantiknya.

‘Ottohke? Apa aku harus menyerah??’

(SooYeon’s POV End)

 

 

*****

 

(Lee Joon’s POV)

“Kenapa kau berbicara seakan-akan kau akan pergi jauh dan takkan kembali?” Aku bertanya pada SooYeon yang sedang duduk disampingku. Ia hanya tersenyum sambil menatap bintang –bintang yang bertebaran di atas langit yang gelap.

“Karena aku memang akan pergi. Dan… mungkin tak akan kembali.” Jawabnya lirih.

“Jangan bercanda!” Tukasku tak suka. Aku benar-benar tak ingin kehilangannya. Yeoja yang kucintai… yah, aku akui sekarang bahwa aku mencintainya. Dia adalah satu-satunya yeoja yang bisa membuatku luluh. Dan aku tak ingin kehilangannya!

“Ya Park SooYeon, pokoknya apapun yang terjadi, kau tidak boleh pergi dariku ya!”

“Wae?”

“Karena aku… aku….”

“Permisi… maaf pangeran, kita harus pergi sekarang.” Ujar salah seorang pengawalku.

‘Aish jinjja! Benar-benar datang disaat yang tidak tepat!’ Rutukku dalam hati.

Aku pun akhirnya beranjak pergi dengan tidak rela. SooYeon melambaikan tangannya padaku. Ia tersenyum, tapi tidak seperti senyumannya yang biasa. Kali ini ia tersenyum sedih. Aku benar-benar takut jika ia serius akan pergi jauh. Aku hanya berharap bahwa tadi ia hanya bercanda.

(Lee Joon’s POV End)

 

 

*****

 

(Jiyeon’s POV)

Aku mengelus pelan kepala Kyuhyun oppa yang ada dipangkuanku. Aku tersenyum melihatnya yang tertidur pulas dipangkuanku. Ne, sekarang status kami sudah berubah. Bukan hanya sahabat, tetapi sekarang kami adalah sepasang kekasih.

Awalnya aku memang kaget saat ia menyatakan perasaannya padaku. Tapi kemudian aku dapat melihat kejujuran yang terpancar dimatanya. Dan jujur, sebenarnya aku juga memendam perasaan yang sama. Hanya saja aku terlalu malu untuk mengakuinya.

“Egh…” Gumam Kyuhyun oppa dalam tidurnya. Dan tak lama, ia pun membuka matanya. Sudah bangun ternyata.

“Tidurmu nyenyak oppa?” Tanyaku.

“Ne. Sangat nyenyak.” Ia tersenyum lembut padaku.

Tiba-tiba hp-ku berbunyi. Kyuhyun oppa bangkit dari posisi tidurnya, kemudian ia mengambilkan hp-ku yang terletak diatas meja dan menyerahkannya padaku. Tertera nama SooYeon dilayar ponselku.

“Yoboseyo?”

“Mwo? Pamitan?” Tanyaku kaget.

“Ya SooYeon, jangan bercanda padaku!”

“Kenapa tiba-tiba? Ah begini saja, aku akan segera ke apartemenmu sekarang.Tunggu aku,ara!” Ujarku sebelum memutuskan sambungan telepon.

“Oppa aku harus ke apartemen SooYeon.”

“Biar aku antar!” Ujarnya. Aku pun mengangguk dan kami berdua pun bergegas pergi meuju apartemen SooYeon.

(Jiyeon’s POV End)

 

 

*****

 

_RUMAH JIYEON_

Lee Joon kalang kabut mencari Jiyeon. Pada akhirnya ia menemukan Jiyeon di perpustakaan rumahnya, sedang membaca buku.

“Jiyeon… SooYeon… dimana… dimana dia?” Tanya Lee Joon terengah-engah, masih berusaha untuk mengumpulkan seluruh napasnya.

“Oppa… SooYeon, dia sudah pergi.”

“Mworago? Jadi. Dia benar-benar telah pergi?”

Jiyeon menatap Lee Joon kasihan sembari menganggukkan kepalanya. Jiyeon menghampiri Lee Joon dan menepuk pundaknya pelan. Ia tahu, Lee Joon pasti sangat merasa kehilangan SooYeon, sama halnya seperti dirinya sendiri.

SooYeon… apa aku memang tidak ditakdirkan untuk jujur kepadamu? Jujur bahwa aku sangat mencintaimu. Aku… aku sangat membutuhkanmu, SooYeon… bisakah kau kembali padaku sekarang?’

 

 

*****

 

_KERAJAAN BULAN_

Semua orang tampak sibuk dan antusias dalam mempersiapkan pesta pertunangan SooYeon dengan seorang pangeran bernama Yonghwa. Meskipun pertunangan itu masih akan diadakan seminggu lagi, tapi para penghuni Kerajaan Bulan sudah dari jauh hari mempersiapkan segala kebutuhan pesta pertunangan tersebut. Semua orang ingin agar pesta tersebut berjalan lancar dan sempurna.

Tapi lain halnya dengan SooYeon, sang putri Bulan. Ia justru tampak lesu dan tidak bersemangat. Ia kerap sekali menyendiri, seperti bukan SooYeon yang biasanya. Raja dan Ratu Bulan pun menyadari keanehan yang ada pada putri mereka.

“Yeobo, aku rasa kita sudah keterlaluan pada SooYeon. Lihatlah! Dia terlihat sangat tidak bahagia dengan semua ini. Meskipun ia tertawa dan tersenyum, keunde aku tahu bahwa jauh di dalam hatinya ia merasa tersiksa.” Ujar Ratu Bulan kepada suaminya. Ia menatap putri semata wayangnya kasihan.

“Ne, aku juga merasa begitu. Tujuan kita ingin membuatnya bahagia justru malah membuatnya tersiksa.”

“Yeobo, apa sebaiknya jika….”

“Ne, arasso.” Sambung Raja Bulan seperti bisa membaca pikiran sang istri.

 

 

*****

 

(Lee Joon’s POV)

_2 MINGGU KEMUDIAN_

Aku benar-benar merindukannya…
Aku harap ia akan kembali…

Aku sedang berjalan di taman kampus. Kampus sudah sepi karena banyak mahasiswa atau mahasiswi yang sudah pulang ke rumah masing-masing. Aku sengaja masih disini. Ingin mengenangnya… yah itulah yang aku lakukan.

Langkahku sontak terhenti saat samar-samar aku mendengar suara nyanyian yang sangat merdu. Aku menajamkan pendengaranku untuk memastikan pemilik suara merdu itu.

“SooYeon…” Gumamku. Tanpa menunggu banyak waktu, aku pun berlari kearah asal suara tersebut. Tubuhku membeku saat aku mendapati seorang gadis yang amat sangat kukenal dengan baik. Gadis yang sangat kurindukan. Ia sedang duduk dibangku taman sambil bernyanyi. Ia terlihat mengagumkan dengan dress putih selutut serta cardingannya yang juga berwarna putih. Rambut hitam panjang bergelombang miliknya ia biarkan terurai indah.

“SooYeon…” Panggilku ku lirih. Ia membalikkan badannya dan tersenyum sangat manis kearahku. “Annyeong oppa!”

Aku merengkuhnya dalam pelukanku. Sungguh, aku sangat merindukan yeoja ini! Ia membalas pelukanku dan menepuk punggungku pelan.

“Bukankah sudah kukatakan padamu agar jangan pernah pergi dariku?” Kataku masih sambil memeluk tubuh langsingnya.

“Ne. Mianhe… keunde mulai sekarang aku berjanji untuk tidak akan pergi lagi.”

Aku melepaskan pelukan kami “Ah, bagaimana dengan pertunanganmu? Jiyeon sudah mengatakannya padaku.” Ujarku saat mengingat perkataan Jiyeon tempo hari.

“Dia… dia menceritakan semuanya?” Aku mengangguk. “Termasuk…”

“Termasuk tentang jati dirimu sebenarnya. Kau seorang putri dari kerajaan Bulan kan?” sambungku.

“Mianhe aku sudah tidak jujur.”

“Gwenchana. Lalu, bagaimana dengan pertunangan itu?”’ Tanyaku.

“Batal.” Jawabnya santai.

“Mwo? Kenapa bisa?” Tanyaku lagi.

“Orang tuaku sadar bahwa aku tak bahagia dengan perjodohan itu, maka dari itu mereka membatalkannya. Lagipula… aku sudah menemukan soulmate baruku sekarang.” Ujarnya riang.

Hatiku mencelos saat mendengar penuturannya. Ternyata ia sudah punya lelaki yang disukainya. Huh, aku memang tidak akan pernah memiliki kesempatan.

“Mau tahu orangnya?”

Aku hanya diam, tidak mengubrisnya. Hatiku masih sakit akibat penuturannya tadi. SooYeon mendengus kesal karena tidak mendapat respon dariku.

“Ya, mau tahu tidak?!”

“Nugu?” Tanyaku pada akhirnya.

Dia mengisyaratkan agar aku mendekatinya. Kemudian ia berbisik lembut di telingaku. “The person is you! I think I’m in love with you, oppa…”

 

 

-The End-

Annyeong chingu! well, akhirnya selesai juga FF twoshoot pertama-ku. FF ini juga aku publish di MissFanfiction, tp beda cast. Klo di Miss Fanfiction castnya bukan Jessica ama Lee Joon, tp Park Shin Hye ma Jang Geun Suk.

Aku harap kalian suka ma cerita aku yang super gaje ini.

jangan lupa komen yaa 🙂

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

11 tanggapan untuk “I Think I’m In Love With You (Part 2 – END)

    1. yaay hidup Kyuyeon!! *plakk*
      iyaa nih chingu, aku gi demen bgt ama Kyuyeon ^^
      ok deh chingu, sering2 mampir yoo 🙂
      gomawo juga krna dh baca + komen 🙂

  1. Anyeon chingu q dah baca part 1 skalgus part end ny tpi comenny q satuin y,g papa kan!! ;>
    q sukaaaa ff_ny,,palgi d dlamny da kyuyeon couple jdi tmbah sukaaa sangat…hehehe
    ayo chingu bwt lbih bnyak lgi ff kyuyeon_ny….! ;>

    1. ne, gk papa kok chingu 🙂 yg penting komen *plaak*
      Iyaa, sengaja emang ditambahin bumbu Kyuyeon, soalnya pasti pada suka 😀
      ok, ntr pasti aku bkalan nulis lebih byk FF Kyuyeon.
      sering2 mampir yaa 🙂

    1. jangankan kmu, aku sendiri juga bingung chingu! -__- #gubrraaak *Author tak bertanggung jawab*
      mian ya klo ceritanya rada aneh, abis ak ngga jago bikin FF fantasy 😦

  2. ceritanya baguss…. tapi kenapa bukan KyuSica ??????? aku lebih suka kalau ceritanya kyusica,, buat dong ff kyusica jebal…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s