Diposkan pada Oneshot, The Daily Life Of Super Junior's Little Sisters

(Lee Boyoung’s Story) Yeah, Lee Donghae Is My Brother! AND SO WHAT?!

 

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title       : The Daily Life Of Super Junior’s Little Sisters.
(Lee Boyoung’s story – Yeah, Lee Donghae is My Brother! And So What?!)
Type      : Oneshot
Genre    : Family, Life

Cast :
– Lee Boyoung
– Lee Donghae
– Kang Minho (Fictional)
– Choi Jiyeon
– Cho Jiyoung
– Super Junior’s Members

 

_________________________________________

 

Minggu yang tenang di apartemen ketiga yeoja manis, Jiyeon, Jiyoung, dan Boyoung, tiba-tiba berubah menjadi rusuh akibat teriakan kesal Boyoung. Adik bungsu Lee Donghae ini berteriak kesal akibat paket yang baru saja diterimanya. Boyoung melempar paket itu dengan kasar ke atas sofa.

“Wae geure?” Tanya Jiyeon yang baru saja keluar dari kamarnya. Boyoung menghela napas kesal seraya menunjukkan jarinya ke arah paket yang tadi dilemparnya ke atas sofa. Tanpa bertanya lebih jauh, Jiyeon sudah tahu alasan mengenai kejengkelan sahabatnya itu.

“Apa lagi yang kali ini dikirimkan oleh namja psycho itu?” Tanya Jiyeon.

“Seperti biasa. Dan lagi-lagi ia mengancamku jika aku tak menerima cintanya, maka ia akan membeberkan rahasia besarku.” Jawab Boyoung dengan kesal. Jiyeon menepuk bahu sahabatnya pelan, mencoba menenangkan hati temannya yang sudah sangat panas itu. “Apa menurutmu rahasia besarku yang diketahuinya itu adalah mengenai statusku dan Donghae oppa? Bahwa aku ini adik kandungnya?” Tanya Boyoung.

“Nan molla. Tapi semoga saja bukan itu. Kau tahu sendiri kan apa yang akan terjadi jika orang-orang tahu mengenai jati diri kita?”

“Ne. Hidup kita tak akan se-normal sekarang.”

Boyoung menghela napas dan mengalihkan pandangannya kearah paket itu. “Aku harus bagaimana?” gumamnya lesu.

 

 

*****

“Boyoung-ah, jebal… temani aku ke dorm oppadeul Suju.” Pinta Jiyeon manja. Boyoung menoleh malas kearah sahabatnya ini. Pasalnya, ia sedang dalam kondisi bad mood yang otomatis membuatnya malas melakukan apapun. Termasuk berkunjung ke apartemen oppa kesayangnya itu. “Sirheo! Kenapa tidak ajak Jiyoung saja? Dia pasti mau kok.” Tolak Boyoung.

“Jiyoung kan sedang pergi dengan Haneul dan Jemi. Bahkan katanya nanti ia akan menginap. Jadi kau mau ya? Masa kau tega melihatku tersiksa sendirian.” Ucap Jiyeon memelas. Ya, Jiyeon benar-benar panic sekarang. Sebab sang oppa, Choi Siwon ingin bertemu dengannya. Bukan pertemuan biasa pastinya, karena mendengar dari suara oppanya yang cukup serius tadi ditelepon sepertinya itu adalah hal yang serius. Dan Jiyeon tahu pasti apa yang ingin dibicarakan. Pasti soal hubungannya dan Myungsoo, visual dari Infinite.

“Sudahlah tidak usah panic! Mana tahu Siwon oppa sudah lupa dan dia memintamu datang karena ingin memberikan oleh-oleh dari Paris.”

“Aigoo, Siwon oppa tidak mungkin lupa. Lagipula pembicaraan itu sempat tertunda karena kesibukannya yang menggunung. Jadi, aku yakin saat ini ia pasti ingin membicarakan masalah itu kembali.”

“Ya sudah, pergi saja sendiri.” Ujar Boyoung acuh tak acuh, membuat Jiyeon geram mendengar jawaban yang terlontar dari mulut sahabatnya itu. Boyoung memang orang yang baik, setia, dan pengertian. Keunde, itu jika ia sedang dalam mood yang bagus. Tapi sebaliknya, jika sedang dalam kondisi mood yang buruk, beginilah jadinya! Boyoung akan menjadi sosok orang yang paling tak peka sedunia.

“Jebal Barbie-ya…” Jiyeon masih tak menyerah untuk membujuk sahabatnya ini. Malas mendengar ocehan Jiyeon yang hanya akan membuatnya tambah bad mood, akhirnya dengan terpaksa ia mengiyakan ajakan Jiyeon untuk ke dorm Super Junior.

“Ya sudah, aku temani.”

“Waa gomawo Barbie-ya!”

*****

_AT SUPER JUNIOR’s DORM_

“Ya fishy, ada apa dengan yeodongsaeng-mu itu? Auranya aneh sekali hari ini.”  Ujar Eunhyuk seraya memperhatikan Boyoung yang sedang duduk di sofa sambil menonton tv. Mendengar penuturan couple-nya itu membuat Donghae segera menghampiri adiknya, tak lupa dengan membawa hadiah ditangannya, oleh – oleh dari Paris.

Boyoung mengalihkan pandangannya dari arah TV ketika merasakan kehadiran seseorang disebelahnya. “Annyeong jagi-ya!” Sapa Donghae dengan senyum lembutnya. “Annyeong oppa.” Balas Boyoung seraya memeluk oppanya erat. Ia sangat merindukan oppa-nya yang cengeng ini rupanya.

Donghae tersenyum melihat sifat yeodongsaeng-nya yang kerap sekali manja padanya. “Ini, oleh-oleh untukmu.” Ujar Donghae seraya menyerahkan sebuah bungkusan. Boyoung menerimanya dengan senang hati. Gadis manis ini segera membuka bungkusan tersebut, dan ia nyaris berteriak histeris ketika melihat isi dari bungkusan yang ada ditangannya itu.

“I… ini… kan…” Boyoung tergagap sambil melihat oppanya. Ia masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Sebuah tas cantik bermerk Louis Vuitton tergeletak manis dipangkuan gadis berambut ikal tersebut.

“Wae? Kau tidak suka ya? Mianhe, oppa tidak tahu tas model apa yang kau suka. Jadi setelah bertanya-tanya dengan orang – orang disana, mereka memberi tahu bahwa tas model seperti itu sedang nge-tren di kalangan wanita. Ya sudah oppa beli saja. Mian kalau ternyata kau tidak suka.”

Boyoung segera memeluk oppanya erat. “Aniyo, justru aku suka sekali. Aku sudah sangat lama menginginkan tas ini. Keunde, berhubung harganya sangat mahal, yaah terpaksa aku menunda keinginanku untuk membelinya. Gomawo oppa! Jeongmal gomawo!” Ujar Boyoung seraya kembali memeluk oppanya itu.

“Aku juga mau dipeluk dong!” Ujar Eunhyuk tiba-tiba seraya merentangkan tangannya, minta dipeluk. Tapi tiba-tiba sebuah bantal sofa mendarat mulus di wajah Eunhyuk, membuat si pemilik wajah mendengus kesal. “Enak saja kau! Minta peluk sana sama noona-mu!” Donghae berkata seraya menatap tajam temannya itu.

“Sirheo! Enakkan dipeluk sama Boyoung. Badannya mungil sih.” Jawab Eunhyuk. Si pemilik senyum gusi ini sengaja membuat temannya kesal. Ada kesenangan tersendiri baginya saat melihat wajah kesal Donghae. Aneh memang, itulah Lee Hyukjae!

“Oh ya, ngomong-ngomong ada apa dengan pasangan kakak beradik perfect itu? Kelihatannya ada persoalan serius.” Tanya Eunhyuk.

“Biasa oppa, gara-gara Jiyeon ketahuan pacaran oleh Siwon oppa.” Jawab Boyoung santai. Eunhyuk menggelengkan kepalanya. “Benar-benar aneh si Siwon itu. Apa salahnya jika Jiyeon memiliki namjachingu? Justru disaat-saat seperti inilah cocok untuk mencari namjachingu.” Balas Eunhyuk. Donghae langsung protes saat mendengar penuturan dari Eunhyuk. Dia merasa tidak setuju dengan pendapat Eunhyuk, karena baginya Jiyeon, Boyoung, dan Jiyoung masih terlalu muda untuk berpacaran.

“Aku tak setuju dengan pendapatmu! Justru disaat-saat seperti ini mereka harus rajin belajar agar berprestasi, bukannya malah asyik pacaran.”

“Alah! Bilang saja kau takut jika yeodongsaengmu berpacaran, ya kan?”

“A…Aniyo!” Jawab Donghae kelabakan. Boyoung hanya bisa menghela napas melihat kelakuan oppanya yang cenderung overprotective.

*****

(Boyoung’s POV)

Aku menatap geram surat yang ada ditanganku. Yeah, seperti yang kalian bisa tebak. Surat itu dari si psycho gila itu! Kang Minho! Sebenarnya namja sableng itu dulunya adalah sunbae-ku. Keunde, sekarang ia sudah lulus dari Shinhwa High School, sekolah tempat-ku menuntut ilmu sekarang. Ia memang sudah lama suka padaku. Tapi aku selalu menolaknya. Tidak kusangka ia akan menggunakan cara psycho seperti ini. Bayangkan saja, setiap hari ia selalu mengirimi-ku surat yang full dengan kata-kata gombalnya. Tak lupa dengan sedikit ancaman jika aku menolaknya.

Aish jeongmal! Rasanya ingin menghilang dari bumi saja!

“Surat lagi?” Tanya Jiyoung yang baru masuk kedalam apartemen. Aku hanya mengangguk kesal sambil meremas surat yang ada ditanganku ini. “Surat apa?”

“Eh, Kyuhyun oppa?” Ujarku kaget saat mendapati Kyuhyun oppa yang melangkah masuk ke ruang santai apartemen kami. Sepertinya ia baru pulang dari jalan-jalannya bersama Jiyoung.

“Surat apa?” Ia kembali bertanya. Terpaksa aku menceritakan semuanya pada si evil maknae ini. Ia mendengarkan ceritaku dengan serius, tanpa menjedanya sedikitpun. Sepertinya Kyuhyun oppa terlihat tertarik dengan ceritaku ini.
“Aigoo, kau seperti artis saja sampai punya penggemar.” Ia tertawa bocah setelah mengucapkan kalimat itu padaku. “Ne, penggemar gila!” Tambahku sebal.

“Oppa, jangan menggoda Boyoung!”

“Hehehe mianhe dongsaeng.”  Kyuhyun oppa mengacak rambutku pelan. “Donghae hyung sudah tahu?” Tanyanya lagi.

“Belum. Sebenarnya kemarin saat ke dorm oppadeul aku ingin mengatakannya. Keunde, karena terlalu senang saat mendapat oleh-oleh, aku jadi lupa.”

“Secepatnya beritahu Donghae. Biar dia yang menyelesaikannya. Ia kan oppamu.”

“Ne, arasso. Nanti juga akan kuberitahu.”

*****

Aku menatap dingin namja urakan yang ada dihadapanku ini. Melihat dari gayanya saja kita sudah tahu bahwa dia adalah namja yang tidak benar.

“Mau kau memaksaku sampai ketitik penghabisan pun, aku tak mau menjadi yeojachingu-mu!” Kataku ketus dan disambut oleh cengiran setannya. Demi apapun aku bersumpah, cengiran setan Kyuhyun oppa jelas jauh lebih baik daripada cengiran setan namja ini!

“Kau yakin mau menolakku?” Ia berkata dengan nada angkuhnya. Sungguh! Membuatku ingin menendang wajahnya!

“Sangat yakin.”

Dia terdiam sejenak dan menatapku intense. Dia tersenyum setan sebelum melanjutkan kalimatnya yang sempat tertunda. “Meskipun aku tahu mengenai rahasia besarmu?”

DEG!

Jantungku mencelos saat ia mengatakan hal itu padaku. Rahasia terbesarku?! Oh Tuhan, jangan sampai rahasia yang dimaksud adalah…

“Kau adalah adik Lee Donghae kan? Personil Super Junior itu.”

Great! Hebat sekali namja psycho ini. Seakan-akan ia bisa membaca pikiranku. Aku menatapnya dengan dingin, berpura-pura tidak peduli walaupun jauh di dalam hatiku, aku sudah panic tingkat dewa. Masa sih gara-gara namja tak berotak ini, rahasia yang sudah ku simpan bertahun-tahun terancam terbongkar?!

“Bagaimana?”

“Bagaimana apanya?” Tanya-ku masih sok tak peduli.

“Kau adiknya Lee Donghae, kan?”

“Ya, And so what?”

“Kau tidak takut aku membocorkan rahasiamu?” Dia bertanya sambil menatapku. Aku pun membalas tatapannya itu, dan dengan tegas menjawab. “Ani! Kalaupun harus terbongkar, yah mungkin memang sudah saatnya.”

Haha! Kena kau namja sableng!

Sekarang si Kang Minho itu hanya bisa terdiam menatapku. Mungkin dia tidak menyangka dengan jawabanku barusan. Aku tersenyum sinis menatapnya. “Jika tak ada yang mau dibicarakan lagi, aku pergi.”

Aku pun beranjak pergi dari tempat ini, meninggalkan namja sableng + psycho itu dibelakangku. Keunde, ada satu yang mengganjal di hatiku. Bagaimana jika ia benar-benar akan membongkar jati diriku??

(Boyoung’s POV End)

*****

_AT THE APARTEMENT_

“Waah kau berkata seperti itu padanya? Neomu daebak!” Jiyoung berkata dengan kagum sambil menatap Boyoung. Ia merasa sangat kagum akan keberanian Boyoung menghadapi Kang Minho, namja psycho yang menyukainya itu. Berbeda dengan Jiyoung, justru Jiyeon tampak khawatir. “Waeyo Jiyeon-ah?” Tanya Jiyoung.

Jiyeon menatap Boyoung cemas. “Justru aku khawatir kalau dia benar-benar akan membongkar rahasia-mu.” Perkataan Jiyeon sontak membuat Boyoung terdiam seribu bahasa. Karena jujur, jauh di dalam hatinya ia juga merasakan kecemasan yg sama dengan Jiyeon. Hanya saja ia berusaha keras untuk menutupinya.

“Ah iya ya… kalau dia serius, bagaimana dengan kelangsungan hidupmu? Gantian Jiyoung yang cemas akan keadaan sahabatnya mendatang. Boyoung menghela napas lelah, “Nan molla…” Jawabnya lirih.

*****

(Donghae’s POV)

Aku menatap namja yang ada dihadapanku ini sembari menahan emosiku yang sudah memuncak. Bagaimana tidak emosi? Namja satu ini sudah mengancam dongsaengku agar menerimanya menjadi namjachingu dongsaeng-ku. Catat itu, MENGANCAM!

Aku sengaja mengajaknya untuk bertemu karena ingin membicarakan masalahnya dengan Boyoung, adikku. Enak saja dia memaksa adikku untuk menjadi yeojachingu-nya! Sampai matipun aku tak rela!

“Apa apa kau ingin menemuiku?” Tanyanya angkuh. Sungguh! Demi apapun, aku sangat ingin meninju wajah tengilnya itu!

“Aku ingin membahas perihal masalahmu dengan Boyoung.” Jawabku. Ia tertawa sinis. “Sudah kuduga kau menemuiku karena ingin membicarakan masalah itu.”

“Aku tidak setuju kau berpacaran dengan dongsaengku.” Kataku to the point.

“Aku tak butuh restumu.”

“MWO?!”

“Walaupun kau oppa-nya Boyoung, bukan berarti kau berhak untuk mengatur hidupnya, kan?”

Aku menatap namja brengsek ini tajam. Aku yakin, jika ia berhadapan dengan Kyuhyun, pasti ia sudah dihabisi oleh si evil maknae itu! Keunde, demi menjaga nama baikku, terpaksa aku harus menahan emosiku yang sudah di ubun-ubun ini.

“Dia dongsaeng-ku. Tentu aku berhak untuk mengatur hidupnya, terlebih ia masih dibawah umur. Dan neo!” Aku menatapnya tajam. “Aku melarangmu keras untuk mendekati yeodongsaeng-ku! Jika kau masih berani mendekatinya, maka aku takkan segan-segan untuk memberimu pelajaran.”

“Waah sekarang seorang LEE DONGHAE sudah berani mengancam orang? Cibirnya meremehkan. Aku hanya tersenyum sinis menatapnya. “Ne. Apa kau takut?”

“Ani! Justru aku ingin bertanya padamu. Apa kau tidak takut jika aku membeberkan rahasia mengenai hubunganmu dan Boyoung ke public? Bisa dipastikan hidupnya tidak akan setenang sekarang karena ulah para fans, antis ataupun media.”

Ciih, si babo ini berniat untuk mengancamku rupanya. Ancam saja! Memangnya kau pikir aku takut dengan bocah ingusan macam dirimu itu?!

“Katakan saja!” Ujar suara yang berada di belakangku. Aku pun reflex membalikkan badanku. Ternyata Boyoung sudah berdiri di sana seraya tersenyum manis saat melihatku. Ia berjalan kearah kami, dan berdiri tepat disampingku. “Lee Donghae memang oppaku, and so what?! Jika kau mau, kau bisa mengatakannya pada seluruh dunia. Toh kami juga tidak keberatan. Ia kan oppa?” Serunya manja padaku. Aku pun merangkul yeodongsaeng-ku yang imut ini. “Ne. Kami tidak keberatan!” Tegasku.

Minho hanya bisa menatap kami cengo. Mungkin ia sudah kehabisan akal untuk memaksa Boyoung. Ciih, dia pikir Lee bersaudara akan kalah hanya karena ancaman tak bermutunya itu? Jangan harap!

(Donghae’s POV End)

*****

Boyoung bergelayut mesra dilengan kokoh oppanya, Donghae. Mereka sedang menikmati waktu luang mereka dengan bersantai di dorm Super Junior seraya menonton DVD. Eunhyuk, Yesung, dan Ryeowook hanya dapat menatap pasangan bersaudara itu dengan iri. Mereka juga ingin punya yeodongsaeng yang imut dan manis seperti Boyoung.

“Boyoung-ah…” Panggil Eunhyuk lirih.

“Ne?”

“Disini saja duduknya. Aku kan juga ingin diperlakukan seperti Donghae.” Ujar Eunhyuk manja, yang langsung di-iyakan oleh Yesung dan Ryeowook. “Kami juga mau!” Balas mereka serentak.

“Ara, keunde jangan memasang wajah sedih seperti itu.”

“Andwee!” Larang Donghae saat Boyoung sudah ingin bangkit dari duduknya. “Ini waktu santaiku dengan Boyoung. Jangan mengganggu kesenangan Lee bersaudara! Sana, cari dongsaeng kalian sendiri!”

“Ya ikan! Kau pelit sekali sih!” Gerutu Yesung kesal. Boyoung pun hanya dapat melemparkan tatapan maaf-nya pada ketiga oppadeul-nya itu. “Mian.” Ujarnya tanpa suara.

Tak lama, alunan lagu Y dari Super Junior mengalun lembut. Suara itu berasal dari dalam tas bermerk Louis Vuitton milik Boyoung, pemberian dari Donghae. Donghae yang sedang memperhatikan dongsaengnya, membelalak kaget saat melihat ID caller yang terpampang jelas di layar ponsel Boyoung.

‘KANG MINHO’

Belum sempat ia bertanya lebih lanjut, Boyoung sudah mengangkat panggilan tersebut. “Yoboseyo.”

“Naega? Ah, aku ada di Dorm Suju oppadeul.”

“Mwo? Besok pagi?”

“Ah, baiklah. Keunde, aku mengajak Jiyoung dan Jiyeon ya!”

“Baiklah.”    

BIIP

Telepon pun sudah dimatikan. Tapi sedikitpun Donghae tidak mengalihkan pandangannya dari Boyoung, membuat si gadis mungil ini mengeryitkan dahi, heran dengan kelakuan oppanya yang tiba-tiba berubah.

“Wae?” Tanya Boyoung.

“Aku tak salah lihat?”

“Ne?”

“Kang Minho. Ada perlu apa ia meneleponmu?! Bukankah kalian sudah tidak ada urusan lagi? Aku juga sudah memperingatkannya untuk tidak mendekatimu, kan?” Tanya Donghae sudah mulai emosi.

“Oppa, jangan emosi dulu! Sekarang kami ini sudah berteman.” Jawab Boyoung ringan, dan sukses membuat Donghae jantungan. “Mwo?! Berteman?? Dengan namja psycho itu??? Neo micheosso?!” Teriak Donghae.

“Ya ikan, tenanglah sedikit! Jangan membentak Boyoung.” Tegur Ryeowook yang hanya dianggap angin lalu oleh Donghae.

“Oppa, jangan emosi dulu! Biarkan aku menjelaskan semuanya!” Boyoung menarik napas sebentar sebelum ia menjelaskan semuanya kepada oppa kesayangannya ini. “Awalnya aku juga kesal terhadapnya, keunde setelah kulihat-lihat lagi ternyata ia namja yang cukup baik. Lagipula, ia juga sudah berjanji untuk tidak membeberkan rahasiaku. Dia melakukan itu semua karena ia sangat menyukaiku. Yaa, tidak ada salahnya kan kalau aku menghargai perasaanya? Berhubung aku tak mungkin berpacaran dengannya, jadi aku memutuskan untuk menjadikannya temanku. Tidak salah, kan?”

“Aku setuju dengan cara pemikiran Boyoung.” Sambung Ryeowook yang sedari tadi mendengarkan duduk perkara antara Boyoung, Donghae, dan namja yang bernama Kang Minho itu. Ia salut akan cara pemikiran yeoja manis nan mungil yang ada dihadapannya ini.

“Ne, aku juga.” Tambah Yesung.

“Tapi… tapi…” Donghae tergagap.

“Tidak ada tapi-tapi Donghae-ya! Hargailah keputusan yeodongsaeng-mu itu! Bahkan jika kulihat-lihat, sifat dan sikap Boyoung jauh lebih dewasa dibandingkan dengan dirimu.” Ujar Eunhyuk dengan senyum mengejek yang terpantri jelas diwajahnya. Donghae yang merasa sudah kalah pun, hanya bisa mengalah.

“Ya sudah, aku takkan melarangmu untuk berteman dengannya. Asalnya dengan satu syarat.”

“Apa oppa?”

“Kau harus bisa menjaga diri. Kalau dia macam-macam padamu, jangan lupa langsung katakan pada oppa ya!” Ujar Donghae bak sedang mengajari anak TK untuk hati-hati terhadap orang yang tak dikenal. Boyoung tersenyum melihat tingkah oppanya yang cenderung overprotektif padanya. Tapi walaupun begitu, ia sangat menikmatinya. Ia menikmati segala macam perhatian yang diberikan oleh oppanya.

“Gomawo oppa.” Ujar Boyoung sembari mengecup pipi Donghae.

“Kami juga mau!!” Seru Eunhyuk, Yesung, dan Ryeowook serentak.

“Enak saja! Sana kalian cium si ddangkoma saja!”Donghae berkata sambil menarik tangan Boyoung.

“YA DASAR IKAN PELIT KAU!”

-The End-

Yaay akhirnya LEE FAMILY STORY kelar juga! 😀 *tabur bunga bareng SUJU oppadeul*
Mian ya klo isi ceritanya ngga mutu atau amburadul. Maklum laah, lagi krisis ide :p
Tapi meskipun aneh, gaje + amburadul, aku harap kalian masih sudi untuk baca juga komen 🙂

Ya udh deh chingu., smpe ketemu di FF-ku yang lain yaa 😀

Annyeong! ❤

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

14 tanggapan untuk “(Lee Boyoung’s Story) Yeah, Lee Donghae Is My Brother! AND SO WHAT?!

    1. Annyeong dongsaeng! 😀
      Makasih yaa udh baca FF gaje-ku + ninggalin jejak ^^
      Oh ya, gk papa kn ak panggil km dongsaeng?

      nice to meet you too, chingu 🙂

      1. gpp kok eon. secara pasti eonnie lebih tua dariku kan? kkkk~
        iya sama” kali eon. kan gk enak jadi siders.. kasian yg udh susah” bikin ceritanya^^.

  1. kocak dah itu kelakuan donghae yg mmg lbh kekanak2an dibanding adiknya sendiri..hehehe btw itu kang minho astaga, saking cintany smpe ky gt tp untg ga jd nyebarin, selamatlah lee bersaudara itu..tp ga kebayang klo kang minho itu minho (shinee)..wkwkwk lucu dah kayanya

  2. ide ceritanya udah bagus dan pengemasannya juga enak, dibacanya ga bosen. tapi, klimaks ceritanya kurang nampol. pas ada konflik antara lee bersaudara dan kang minho itu rasanya menggantung gitu aja. tapi, overall bagus banget. aku suka 😀

  3. ya ampun pengen bnget punya oppa kyk mreka ^^ hhaha dasar donghae bner2 overprotectiv bnget sma boyoung. Wkwk endingnya kocak bnget thor xD

  4. keren……
    bru prtma nemu ff kyak gni
    slma ni ff nya klo kakak bradik jg sma tetep kyuhyun sm donghae anak bntot atau klau gga anak tunggal
    keren ffnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s