Diposkan pada Chapters, KyuYeon (Kyuhyun Jiyeon)

When Bad Boys Meet Good Girl (Part 2)

 

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title       : When Bad Boys Meet Good Girl
Type      : Chapters
Genre    : Friendship, Comedy, Romance

Cast :
– Park Jiyeon
– Yong Junhyung
– Jeon Boram
– Cho Kyuhyun
– BEAST

____________________________________

 

(Jiyeon’s POV)
Aku menatap Junhyung yang sedang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. Aku lega saat dokter berkata bahwa kondisi Junhyung baik-baik saja. Ia hanya mengalami luka ringan dan juga kelelahan. Dan dokter berkata bahwa ia akan segera sadar. Jujur, aku sangat takut jika sampai terjadi sesuatu yang buruk padanya.

Kami beruntung pada saat itu. Karena tak lama setelah pria itu memukul Junhyung, polisi datang. Mungkin warga disana yang kebetulan melihat kejadian itu yang menghubungi polisi. Untung saja polisi datang disaat yang tepat. Karena jika tidak…

…entah apa yang akan terjadi pada kami semua…

“Ya ketua kelas, kurasa kau lebih baik pulang sekarang. Lagipula kau sudah dengar sendiri kan dari dokter bahwa Junhyung tidak apa-apa.” Ujar Kikwang padaku. Aku menatap wajahnya sekilas. Banyak sekali terdapat luka di wajah tampannya itu. Aku jadi merasa kasihan.

“Ne.” Jawabku singkat.

“Biar aku saja yang mengantarmu pulang.” Tawar si imut Yoseob padaku.

“Hmm, tentu saja.”

(Jiyeon’s POV End)

 

*****

 

(Yoseob’s POV)

Huh, kami hampir saja mati disana! Tapi untungnya para polisi datang disaat yang tepat dan mereka menyelamatkan kami. Tapi yang aneh adalah…

Kenapa si Ketua kelas ini ada disana juga?!

Aku menolehkan kepalaku, menatap gadis cantik yang berada disebelahku ini. Ia adalah teman sekelasku dan juga merangkap sebagai ketua kelas. “Ya ketua kelas, coba jelaskan padaku mengapa kau bisa ada disana tadi?” Tanyaku penasaran. “Ani.. aku hanya tak sengaja lewat disana dan mendengar ribut-ribut. Karena penasaran, aku menghampiri asal suara itu. Dan yaah… seperti yang sudah kau tahu.” Jawab gadis itu.

Kami berdua duduk bersisian di dalam bus. Sebenarnya, ini adalah pertama kalinya aku berbicara dengannya. Dan ini juga pertama kalinya aku berada dalam jarak sedekat ini dengan dia. Yaah kalian jangan kaget! Karena meskipun kami ini adalah teman sekelas, tapi kami ini tidak pernah bertegur sapa satu sama lain. Persis seperti orang asing. Dan semua itu karena perbedaan yang sangat besar dan mencolok diantara kami. Gadis ini, Park Jiyeon, ia adalah seorang ketua kelas yang sudah pasti disiplin dan pintar. Sedangkan kami…

…Kami adalah TROUBLEMAKERS! Yah, itulah julukan kami!

—————————————–

_IN FRONT OF JIYEON’s HOUSE_

Kami berhenti tepat di depan rumah Jiyeon. “Terima kasih sudah mengantarku pulang.” Ujarnya padaku.

“Ne.”

Jiyeon ingin masuk kedalam rumah, tapi dengan sigap aku menahan lengannya.

“Chakkaman!” Dia menatapku bingung, “Waeyo?” Tanyanya bingung. Aku melepaskan peganganku pada lengannya seraya menatapnya. “Kau… tak akan melaporkan kami pada kepala sekolah, kan?” tanyaku ragu.

“Wae? Kau takut?”

“MWO?! TAKUT?? Aniyo! Aish jinjja! Asal kau tahu ya, tidak ada yang nama-nya TAKUT dalam kamus hidupku! Dan jika kau mau melaporkan kami, maka silahkan saja! Aku tidak peduli! Kau dengar itu?!” Seru-ku geram.

Aish jinjja yeoja ini! Benar-benar menyebalkan dan tak bisa dipercaya! Bagaimana mungkin ia berniat melaporkan kami setelah kami menyelamatkan hidupnya? Ahh, aku pikir dia berbeda. Tapi kurasa, aku sudah salah menilainya. Yeah, seharusnya dari awal aku sadar bahwa gadis ini pasti akan melaporkan kami. Apalagi dengan jabatannya sebagai ketua kelas, itu sudah tidak diragukan lagi.

“Ya! Jangan salah sangka dulu! Aku tidak akan melakukannya! Lagipula, kalian kan sudah berbaik hati menyelamatkanku tadi. Jadi, tidak perlu khawatir, arasso!” Jiyeon berkata seraya tersenyum manis padaku.

Aku nyaris melompat kegirangan saat mendengar perkataannya itu. “Jinjja?! Kau tak akan melaporkan kami?!”

“Ne!” ia menganggukkan kepalanya.

“Wooah gomawo, ketua kelas! Kau tahu, kau adalah ketua kelas terbaik sepanjang masa!”

“Ya ya! Aku ini punya nama. Park Jiyeon. Jadi jangan memanggilku dengan embel-embel ketua kelas lagi! Itu terdengar sangat aneh.”

“Ne ne… gomawo Jiyeon-ssi.”

“Ne, cheonmaneyo.” Jiyeon tersenyum manis padaku. Aigoo aigoo… Uri prefect is so pretty and nice :D

(Yoseob’s POV End)

 

 

*****

 

_IN THE CLASS_

Jiyeon sedang asyik membaca novelnya ketika kawanan Beast memasuki kelas. Jiyeon yang melihat mereka datang langsung menutup novel yang sedari tadi dibacanya, dan ia bergegas menuju meja Beast yang berada di deretan belakang.

“Annyeong, Junhyung-ssi! Bagaimana keadaanmu hari ini?” Tanya Jiyeon, tak lupa dengan senyum manis yang terpantri di wajah cantiknya itu. Tapi yang membuat Jiyeon kaget adalah sikap Junhyung yang sangat tidak bersahabat padanya. Junhyung bahkan langsung beranjak keluar kelas, tanpa menatap Jiyeon sedikitpun. Hal tersebut sontak membuat Jiyeon kebingungan. Tak lama, anggota Beast yang lainpun mengikuti jejak sang ketua. Satu persatu mereka beranjak keluar dari kelas. Tapi sebelumnya, Yoseob mendatangi Jiyeon dan menepuk pundaknya pelan. “Jangan khawatir. Keadaan Junhyung sudah baikkan sekarang. Dia hanya sedang berada dalam mood yang tidak bagus saja.”

“Yah, apa itu?!” Seru seseorang di belakang Jiyeon, yang nyaris membuat gadis cantik itu melompat kaget. “Ya Boram-ah! Jangan mengejutkanku seperti itu!” Jiyeon mengerucutkan bibirnya.

“Yah, apa benar yang kulihat tadi? Kau menyapa Beast?” Tanya Boram kaget. Ia menatap Jiyeon, menanti jawaban yang akan terlontar dari bibir mungil gadis itu.

“Ne. Yang kau lihat itu benar.”

“Mwo?!”

“Aigoo jinjja! Jangan memasang wajah aneh begitu! Itu menyeramkan. Lagipula ada yang aneh jika aku menyapa mereka?” Ujar Jiyeon sembari melangkah menjauhi Boram.

“Ya tunggu dulu!”

 

*****

 

Jiyeon berjalan memasuki kelasnya, tapi seketika ia terkejut saat melihat situasi kelasnya yang ramai dan ribut. Semua orang terlihat heboh membicarakan sesuatu. Hal tersebut membuatnya penasaran.

“Ada apa?”’ Tanya Jiyeon penasaran kepada Krystal, salah seorang teman sekelasnya. Gadis berambut hitam pekat yang bernama Krystal itu pun menjawab. “Ini tentang Beast, Jiyeon-ah. Mereka telah dikeluarkan dari sekolah.” Jawab Krystal. Jiyeon membelalakkan matanya, kaget atas jawaban Krystal.

“Mworago?! Jeongmal??”

Jiyeon benar-benar tidak percaya bahwa ini semua terjadi. Ok, mungkin jika ini terjadi beberapa hari yang lalu ataupun beberapa minggu yang lalu, maka ia takkan peduli. Malah ia akan merasa senang jika Beast dikeluarkan. Karena seperti yang ia pikirkan dulu, Beast are NOTHING but TROUBLES!

Tapi sekarang semuanya telah berbeda. Sekarang ia tahu bahwa Beast tidak seburuk yang ia bayangkan sebelumnya. Mereka sebenarnya adalah anak-anak yang baik, hanya saja mereka membutuhkan seseorang untuk merubah mereka dari Bad Boys into Good Boys.

“Wae, Jiyeon-ah? Kau terlihat kaget dengan berita ini.” Tanya Krystal. “Bukannya kau membenci mereka, ya?” tambah gadis cantik itu lagi. Ia menatap Jiyeon lama.

Jiyeon mengambil tempat disebelah Krystal. “Aniya, aku tidak membenci mereka, kok. Ok, mungkin dulu. Tapi itu semua sebelum aku menyadari bahwa mereka tidak seburuk yang kupikirkan.” Jelas Jiyeon. Krystal hanya mengangguk mengerti.

“Bagaimana mereka bisa dikeluarkan?” Tanya Jiyeon.

“Seperti biasa, mereka ketahuan berkelahi. Dan kali ini sepertinya serius, karena sampai melibatkan polisi!”

‘Aish jinjja ottohke?! Aku rasa aku harus melakukan sesuatu untuk menolong mereka.’ Batin Jiyeon.

 

*****

 

(Junhyung’s POV)

Dikeluarkan??

Siapa yang peduli soal itu?! Jika kepala sekolah ingin mengeluarkan kami, maka lakukanlah! Aku sama sekali tidak peduli! Malah aku akan merasa sangat senang jika itu terjadi. Karena NO SCHOOL means NO STRESS!

Tidak ada diantara kami yang sedih karena keputusan itu. Yeah, karena seperti yang kukatakan tadi, kami TIDAK PEDULI soal ini!

“Huh, finally no school!” Teriak Yoseob riang, gayanya itu membuatnya terlihat seperti anak sekolah dasar. Benar-benar kekanakan.

“Yah, aku juga sebenarnya senang. Keunde, bagaimana dengan orang tua kita? Apa yang akan kita katakan pada mereka? Aku yakin, orangtua-ku pasti akan marah besar jika mengetahui ini. Aku sudah berjanji untuk berubah pada mereka.” Ujar Dongwoon pada kami semua.

“Aigoo… kau benar-benar anak yang penurut yaa.” Ejek Kikwang

“Jika kau takut, temui saja si kakek tua itu dan mengemislah padanya agar kau diizinkan untuk kembali ke sekolah.” Ujar Doojoon sambil tertawa mengejek.

“Ya! Jangan mengejekku! Memangnya kalian tidak takut dengan kemarahan orang tua kalian?” tanya-nya sembari menatap kami semua.

Kami saling berpandangan, dan dengan serentak menjawab, “Aniyo!” Jawaban kami sukses membuat wajah Dongwoon berubah keruh. Ia menekuk-kan wajahnya, merasa kesal atas jawaban kami.

 

*****

 

_JUNHYUNG’s HOUSE_

“JUNHYUNG!!” Teriak ayahku dengan suara yang sangat keras. Aku menolehkan wajahku ke arahnya, tetapi aku tetap bungkam, sama sekali tidak berniat untuk meladeninya. Aku malah menatapnya tanpa ekspresi. Menantang memang, tapi yah itulah yang kulakukan sekarang.

PLAAKKK!!!

Pipiku panas serasa dibakar. Yeah, seperti yang sudah kuduga. Ayahku menampar pipiku keras.

“Bukankah sudah kutegaskan padamu agar jangan membuat masalah lagi?!” Bentaknya. “Tapi apa sekarang? Aku mendengar dari kepala sekolah bahwa kau telah dikeluarkan dari sekolah. Bisa kau jelaskan padaku?”

“Tidak ada yang harus dijelaskan.” Jawabku dengan nada dingin. Tanpa menunggu respon darinya, aku langsung berjalan menjauh. Tepat saat aku akan menaiki tangga, ayahku  menarik tanganku dan ia kembali menampar pipiku.

“Appa jebal hentikan!” Adikku berlari menghampiri kami. “Dia pantas mendapatkannya!” Ujar ayahku geram.

“Keunde, bukan begini caranya appa. Kumohon, hentikanlah…” Haneul memohon pada ayah. Air mata sudah membanjiri wajah manis dongsaeng-ku ini. Ayahku hanya menatapku tajam, dan kemudian ia beranjak pergi meninggalkan aku dan Haneul di ruangan ini.

“Oppa gwenchana?” tanya Haneul cemas. Ia menyentuh pipiku dengan kedua tangan halusnya. Wajahnya sarat akan kecemasan. “Gwenchana.”

“Oppa pasti lelah, kan. Istirahatlah oppa.” Ujarnya. Aku menganggukkan kepalaku dan melangkah menuju kamarku yang berada di lantai 2.

Sesampai di kamar, aku menutup pintu dan menyadarkan tubuhku di pintu kamar. Perlahan tubuhku merosot hingga aku terduduk lemas di lantai. Tanpa aku sadari, air mata telah membasahi pipiku. Untuk kali ini aku tak ingin menahannya. Aku sudah terlalu lelah…

Aku meronggoh saku-ku, mengambil sebuah foto yang selalu kubawa kemana pun aku pergi. Itu adalah foto ibuku, yeoja yang sangat kusayangi…

“Omma… neomu geuriwo…” Bisikku sambil menatap foto itu.

(Junhyung’s POV End)

 

*****

 

Jiyeon berjalan mengelilingi kamarnya berkali-kali. Tingkahnya itu sukses membuat Boram pusing tujuh keliling. “Yah! Tidak bisakah kau duduk dan mengerjakan PR-mu? Kau membuatku jengkel, kau tahu itu?”

Bukannya menjawab, Jiyeon malah masih sibuk berjalan memutar-mutar. Ia sama sekali tidak mengubris ocehan sahabatnya yang sudah nyaris naik pitam itu. Boram menarik napas panjang dan…

“YA PARK JIYEON!” teriaknya nyaring.

“YA! Aku ini tidak tuli, babo!” Seru Jiyeon kesal.

“Mianhe. Lagipula salahmu sendiri tidak mengubrisku tadi. Apa sih yang sedang kau pikirkan? Kau bahkan tidak focus mengerjakan tugas kita.”

“Aku memikirkan soal Beast.” Jawab Jiyeon pelan.

Mata Boram membulat sempurna saat ia mendengar jawaban yang tak terduga dari mulut Jiyeon. “Mwo? Kau memikirkan soal Beast? Aku tak salah dengar?” tanya Boram masih tak percaya.

“Ne. kurasa aku harus menolong mereka, Boram-ah. Ne, aku harus!”

Boram menatap Jiyeon bingung. “Keunde, bagaimana caranya?”

“……………………………………………….”

 

 

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

9 tanggapan untuk “When Bad Boys Meet Good Girl (Part 2)

  1. Mungkin alasan junhyung menjadi bad boy karena dia ada masalah dengan ayahnya karena ibu nya..

    Huaaa anggota beast senang di keluarkan dari sekolah tapi jiyeon berusaha untuk membuat mereka balik hahaha..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s