Diposkan pada Chapters, KyuYeon (Kyuhyun Jiyeon)

When Bad Boys Meet Good Girl (Part 4)

 

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title       : When Bad Boys Meet Good Girl
Type      : Chapters
Genre    : Friendship, Comedy, Romance
WP         : Chohaneul88

Cast :
– Park Jiyeon
– Yong Junhyung
– Jeon Boram
– Cho Kyuhyun
– BEAST

________________________________________

 

(Jiyeon’s POV)

“KYU OPPA!!!”

“Jiyeon-ah, ada apa?” Tanya Hyomin eonnie seraya berjalan mendekat kearahku. Kemudian, ia pun duduk di pinggir tempat tidurku. Wajahnya menatapku intens. Tersirat sedikit rasa khawatir diwajahnya.

“Gwenchana… aku… aku hanya bermimipi buruk.” Jawabku pelan, masih merasa syok atas mimpiku barusan.

“Mimpi buruk?”

“Ne. Tentang Kyuhyun oppa. Aku tidak tahu mengapa, keunde aku mendapat firasat buruk tentangnya sekarang.” Ujarku pada Hyomin eonnie. Tanganku memegang dadaku. Rasanya sesak.

Hyomin eonnie mengusap rambutku pelan dan ia berkata, “ Gwenchana Jiyeon-ah, itu hanya mimpi buruk. Tidak ada yang terjadi pada Kyuhyun. Lagipula, kurasa ia sekarang sedang tidur dengan lelap di rumahnya. Jadi kau tidak perlu khawatir, ara!”Ujar Hyomin eonnie lembut seraya mengusap-usap kepalaku pelan. Aku hanya menganggukkan kepalaku, mencoba untuk mempercayai perkataan Hyomin eonnie. Meskipun masih tersirat rasa khawatir di benakku.

“Ne, aku harap ia baik-baik saja.” Gumamku pelan.

“Sekarang kau harus kembali tidur, ok!” Ujarnya lagi.

Aku membaringkan kembali tubuhku dan kemudian kakakku, Hyomin, menyelimuti tubuhku dengan selimut berwarna biru favoritku. Tak lupa Hyomin eonnie mengecup keningku singkat sebelum ia beranjak keluar dari kamarku.

“Tidur yang nyenyak, dongsaeng-i.” Ia tersenyum lembut sebelum menutup pintu, dan kembali ke kamarnya yang terletak tepat disebelah kamarku.

Aku benar – benar sudah tidak bisa kembali tidur lagi sekarang. Sekelebatan mimpi itu masih setia bermukim dipikiranku. Jujur, aku sangat takut jika terjadi sesuatu yang buruk pada Kyuhyun oppa.

Mimpi itu…

Terlihat sangat nyata bagiku…

‘Haruskah aku meneleponnya sekarang? Hanya untuk memastikan keadaannya saja. Tapi… Hyomin eonnie benar. Mungkin saja sekarang ia sedang tidur dengan nyenyak di kamarnya. Teleponku nanti hanya akan mengganggunya saja.’

“Hah… gwenchana Jiyeon-ah… Itu hanya mimpi! Tidak ada hal buruk yang terjadi padanya.”  Aku kembali menyakinkan diriku bahwa Kyuhyun oppa baik-baik saja. Dan setelah berperang lumayan lama pada pikiranku, akhirnya aku bisa kembali tertidur dengan nyenyak.

(Jiyeon’s POV End)

 

 

*****

 

(Kyuhyun’s POV)

Darah tak henti-hentinya keluar dari lubang hidungku. Berkali-kali aku menghapusnya, keunde darah itu semakin deras keluar, membuat kepalaku yang sudah sakit makin bertambah sakit seiring dengan mengucurnya darah-darah itu.

Tubuhku serasa remuk tak berdaya. Aku bahkan sudah mulai mengalami fase sulit bernapas sekarang. Dadaku terasa berat dan sakit kala kucoba untuk memompa oksigen ke paru-paruku. Dengan gontai aku berjalan menuju tempat tidurku. Tubuhku benar-benar lelah. Aku membaringkan tubuhku dengan pelan diatas tempat tidurku. Nyaris saja mataku terpejam jika aku tidak kembali mendengarkan teriakan kencang itu.

BUK BUK BUK

“YA KYUHYUN! CEPAT BUKA PINTUNYA! URUSAN KITA BELUM SELESAI.” Ujar suara itu lantang sambil menggedor-gedor pintu kamarku dengan kasar. Orang itu… ia adaah appaku…

Terkejut?! Tapi itulah kenyataannya…

Sebenarnya ini adalah hal yang umum terjadi di dalam keluargaku. Yeah, ayahku memang selalu bersikap brutal seperti ini padaku. HANYA PADAKU! Dia membenciku. Dia selalu beranggapan bahwa aku adalah penyebab kematian ibu. Yeah, mungkin ia memang benar. Aku mungkin memang penyebab kematian eomma. Eomma meninggal karena ia telah menyelamatkanku.

BRUAAAK!!!

Pintu kamarku terbuka kasar seiring dengan bunyi dentuman keras yang disebabkan oleh pintu itu. Ayahku menendang pintu kayu kamarku hingga rusak parah. Aku masih terbaring diam diatas tempat tidurku. Tubuhku terlalu lemas untuk bergerak, bahkan untuk menyelamatkan diri sendiripun aku tak bisa. Yang kulakukan hanyalah menunggu…

…menunggu sesuatu yang akan ia lakukan padaku.

“AAARRRGHHH!!!”

(Kyuhyun’s POV End)

 

 

*****

 

_IN JIYEON’s CLASS_

Boram menatap sahabat sekaligus teman sebangkunya itu dengan khawatir. Bagaimana tidak? Jiyeon, objek yang sedari tadi diperhatikan oleh Boram, sedang terduduk lemah dibangkunya dengan tangan memegang dadanya. Wajahnya terlihat seperti sedang menahan sakit, dan ia juga merintih kesakitan. Boram semakin khawatir dibuatnya.

“Yah, apa yang terjadi denganmu?” Tanyanya panic.

“Ahh… molla.” Jawab Jiyeon lemah, ia sedang berusaha keras untuk menahan sakitnya. Entah mengapa dada gadis cantik itu terasa sangat sakit sedari tadi. Dan ujung-ujungnya pikiran Jiyeon kembali melayang pada satu nama. Cho Kyuhyun.

Apa rasa sakit itu adalah pertanda bahwa telah terjadi sesuatu yang buruk pada Kyuhyun? Entahlah, Jiyeon pun bingung dengan keadaannya.

“Kau membuatku khawatir. Apa kau mau jika aku menghubungi Hyomin eonnie untuk menjemputmu?” Tawar Boram.

“Aniya. Aku akan baik-baik saja. Rasa sakitnya perlahan pasti akan pergi. Kau tenang saja Boram-ah.” Jiyeon tersenyum lemah pada Boram, untuk meyakinkan sahabatnya bahwa ia baik-baik saja.

Di barisan bangku paling belakang, para member Beast sedang memperhatikan Jiyeon. Terlihat sekali raut khawatir yang terpatri jelas di wajah mereka. Mereka benar-benar mengkhawatirkan kondisi Jiyeon. Sebab ini pertama kalinya bagi mereka melihat Jiyeon merintih kesakitan seperti itu. Tapi mereka dengan sukses menutupi rasa khawatir mereka yang sudah membuncah itu dengan sikap yang biasa saja, seakan mereka tidak peduli. Tapi tetap saja… tidak ada satu orangpun yang mengalihkan pandangannya dari sang ketua kelas, Park Jiyeon.

“Yah, apa Jiyeon baik-baik saja?” Bisik Yoseob.

“Kurasa tidak. Lihat saja, sedari tadi ia terus merintih kesakitan.” Jawab Dongwoon yang duduk tepat disebelah Yoseob.

Junhyung tetap duduk diam dengan earphone yang terpasang dikedua telinganya. Ia berpura-pura tidak mempedulikan kondisi Jiyeon. Padahal sedari tadi ia terus mengawasi gadis itu dari tempatnya.

‘Aish jinjja! Kenapa aku jadi khawatir pada yeoja menyebalkan itu? Seharusnya aku tak usah peduli.’ Batin Junhyung.

 

*****

 

Ini sudah kesekian kalinya bagi Jiyeon untuk menelepon kekasihnya, Kyuhyun. Tapi sang kekasih tidak menjawab teleponnya, membuat gadis cantik itu semakin khawatir akan keadaan sang kekasih. Jiyeon takut jika telah terjadi sesuatu yang buruk pada Kyuhyun. Persis seperti mimpinya semalam.

“Kaja kita pulang Jiyeon-ah!” Ajak Boram seraya menatap Jiyeon. Gadis mungil itu sudah ingin bergegas untuk pulang kerumah setelah seharian menghabiskan waktu di sekolah untuk belajar. Jiyeon masih duduk dibangkunya, sementara tangannya tetap aktif menekan tombol-tombol keypad hp-nya.

“Hmm… aku masih ada urusan. Kau pulang duluan saja. Tidak apa-apa, kan?”

“Baiklah. Tapi apa kau yakin? Aku bisa menunggu jika kau mau.” Tawar Boram. Gadis mungil itu merasa tak enak jika harus meninggalkan sahabatnya seorang diri.

“Gwenchana Boram-ah! Lagipula, setelah itu aku ingin singgah ke rumah Kyuhyun oppa. Tak tahu kenapa perasaanku jadi tak enak. Aku hanya ingin memastikan keadaannya saja.”

“Baiklah kalau begitu. Aku duluan ya! Sampai jumpa besok!” Boram melambaikan tangannya sebelum beranjak keluar kelas.

 

*****

 

(Hyunseung’s POV)

_AT THE SCHOOL_

Aish jinjja! Bagaimana mungkin aku bisa lupa dengan telepon genggamku?!

Jeongmal baboya!

Tanganku yang sudah terjulur kearah kenop pintu langsung terhenti, saat dengan tiba-tiba pintu ruang kelas terbuka dari dalam. Tumben masih ada orang di dalam kelas pada jam seperti ini.

“Hyunseung-ssi.” Sapa orang yang baru keluar itu kaget saat mendapatiku yang sedang berdiri didepan pintu.  “Apa yang sedang kau lakukan disini?” Tanya orang itu lagi. Membuatku jengah saja!

“Ya ketua kelas! Aku rasa ini bukan urusanmu!” kataku dingin seraya berjalan melewati gadis menyebalkan itu.

Yup! Gadis itu adalah ketua kelas kami, Park Jiyeon. Atau mungkin lebih tepat jika aku menyebutnya Gadis MENYEBALKAN, “PARK JIYEON.”

Aku berjalan menuju mejaku, yaitu meja yang terletak dideretan paling belakang. Tanganku mulai meronggoh laci mejaku, berharap bahwa hp-ku masih berada disana.

Hah found it!

Aku tersenyum kecil seraya menatap hp-ku dan kemudian menyimpannya dalam saku jas sekolahku. Kurasa lain kali aku harus lebih teliti, agar kejadian ini tidak terulang lagi. Hah, benar-benar merepotkan saja!

BRUUAAAKKK

Suara debuman itu terdengar jelas ditelingaku, terlebih dengan suasana sekolah yang sudah kosong melompong seperti ini. Penasaran dengan suara tersebut, aku pun berlari dengan cepat menuju kearah suara tersebut. Suara itu… seperti ada sesuatu yang jatuh…

Aku terkaget saat mendapati gadis menyebalkan yang tak lain adalah ketua kelas kami, sedang terduduk lemas di lantai koridor. Wajahnya menunduk seperti menahan sakit.

Kelihatannya ia tidak main-main. Gadis itu tak henti-hentinya mendesah kesakitan, dan bahkan sampai menangis!

Tanpa dikomando aku langsung menghampiri Jiyeon dan langsung menggendongnya dengan gaya ala bridal style. Jiyeon kelihatan terkejut dengan tindakanku. Jangankan dia, aku sendiri pun terkejut dengan apa yang kulakukan sekarang. ini… sungguh sulit dipercaya!

“Yah, turunkan aku Hyunseung-ssi! Aku baik-baik saja.” Ujar gadis yang berada di gendonganku ini gugup. Kentara sekali dari suaranya yang terdengar gemetar. Seakan angin lalu, aku tetap bungkam dan terus menggendongnya hingga keluar dari gedung sekolah.

(Hyunseung’s POV End)

 

 

*****

 

Tanpa mereka sadari, sepasang mata tengah menatap mereka tidak jauh dari lokasi tersebut. Terlihat jelas sekali bahwa orang itu cemburu atas perlakuan special Hyunseung terhadap Jiyeon. Ia terus menatap kedua insan itu, hingga mereka menghilang di belokan koridor.

 

 

-To be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

11 tanggapan untuk “When Bad Boys Meet Good Girl (Part 4)

  1. aku ud baca ff ini yg bhs inggris smpe tamat. hehe
    tp ak blm comment , jd commen disini aj yh. hehe
    ak suka ff ini!! daebak!!
    =3
    tp minta ff kyuyeon yg baru dongggg *ala ibu kos nagih utang*
    ditunggu ff lainnya yahh
    hwaiting!!

  2. hehe
    gumawo *bow*
    btw , umurny brp? biar tau bisa manggil eon , chingu ato dong saeng
    intro dlu deh. hehe
    ak erica, umur 16 mnju 17.
    salam kenal~
    oh ya, ak jg ada lyat fanfic kyuyeon yg di youtube
    dae~bak
    bisa pas gitu
    ditunggu karya yg selanjutnya n ff kyuyeon baru yg buaaanyaakkk

    1. Aku 17 sekarang 🙂 Kyk-nya kita seumuran deh. kmu kelahiran 95 jg kan?
      Salam kenal juga yaa 🙂

      Waah jinjja? keke makasih ya atas pujiannya ^^ bkalan semangat buat bikin FF kyuyeon lgi nih! 😀

  3. siapa yg liatin jiyeon sma hyunseung?
    Apa yg terjadi sma kyu? Dan kenapa appa kyu kyk gtu? Apa kyu baik2 aja? Jiyeon seperti punya kontak batin sma kyu, dan ternyata jiyeon adalah kekasih kyu 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s