Diposkan pada Chapters, KyuYeon (Kyuhyun Jiyeon)

When Bad Boys Meet Good Girl (Part 5)

 

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title       : When Bad Boys Meet Good Girl
Type      : Chapters
Genre    : Friendship, Comedy, Romance
WP         : Chohaneul88

Cast :
– Park Jiyeon
– Yong Junhyung
– Jeon Boram
– Cho Kyuhyun
– BEAST

_______________________________________

 

Tanpa mereka sadari, sepasang mata tengah menatap mereka tidak jauh dari lokasi tersebut. Terlihat jelas sekali bahwa orang itu cemburu atas perlakuan special Hyunseung terhadap Jiyeon. Ia terus menatap kedua insan itu, hingga mereka menghilang di belokan koridor.
“Hyunseung oppa…” bisik gadis itu pilu seraya menatap nanar kearah belokan koridor yang baru saja dilewati oleh Hyunseung dan Jiyeon.

*****

 

(Jiyeon’s POV)

Apa kalian tahu hal yang paling menyakitkan? Atau pernahkan kalian merasakan rasa sakit itu?

…Kurasa aku pernah. Ya, aku tahu bagaimana rasanya…

Rasanya sangat menyakitkan sampai aku ingin menangis histeris akibat rasa sakit dan menyesakkan yang ditimbulkan ini. Aku benar-benar benci merasakan hal seperti ini. Naega sirheo! Apalagi aku hanya bisa memandang wajah letihnya tanpa bisa melakukan apapun. Aku merasa seperti orang yang sangat amat tidak berguna di dunia ini.

Tanganku terangkat, menyentuh wajah tampannya yang sedang tertidur dengan lembut agar tidak membangunkannya. Wajahhya terlihat sangat pucat. Bibir tebalnya yang biasa berwarna merah muda itu pun, kini terlihat sangat kering. Tak bisa kusangkal bahwa aku merindukan namja yang ada dihadapanku ini.

Aku rindu senyumnya…

Aku rindu bibir pink dan lembutnya yang selalu mengecup dahiku lembut…

“Kyuhyun oppa… jeongmal mianhe… Aku tidak bisa melakukan apa-apa untukmu. Kau tahu? Aku merasa tidak berguna sekarang.” ujarku lirih seraya menatap wajah lelapnya itu.

“Tidur yang nyenyak, ok.” Tambahku lagi dan kemudian mengecup dahinya pelan, seperti yang biasa ia lakukan padaku.

KREEK…

Pintu kamar rawat yang berwarna putih bersih ini terbuka pelan, hingga menghasilkan bunyi derit pelan yang membuatku langsung menolehkan kepalaku kearahnya. Tak lama kemudian masuklah Jung ahjumma. Wanita paruh baya itu adalah pelayan kepercayaan keluarga Kyuhyun oppa. Ia adalah orang yang merawat Kyuhyun oppa dari saat Kyuhyun oppa masih kecil hingga sekarang, saat ibu kandung Kyuhyun oppa meninggal. Ia menyayangi Kyuhyun oppa selayaknya anak kandung sendiri. Begitu pula dengan Kyuhyun oppa. Baginya, Jung ahjumma sudah seperti pengganti ibunya yang sudah meninggal.

Jung ahjumma berjalan menuju ranjang Kyuhyun oppa. Ia tersenyum ramah saat menyapaku. “Apa kabar Jiyeon-ah? Ahjumma senang bisa bertemu denganmu disini.” Ucapnya ramah.

“Aku baik-baik saja ahjumma. Terima kasih sudah memberitahukanku perihal Kyuhyun oppa. Karena jika tidak, mungkin sampai sekarang aku masih tidak tahu apa-apa mengenai keadaannya.” Ujarku sangat berterima kasih. Wanita paruh baya itu tersenyum lembut padaku. Tangan keriputnya menyentuh serta mengelus rambutku lembut. “Ne, gwenchana. Jangan khawatir, sebab Kyuhyun akan baik-baik saja. Ia adalah namja yang kuat. Ia hanya merasa sedikit lelah saja dengan semua ini.”

“Ne ahjumma.”

Kyuhyun oppa…
Lekaslah bangun! Aku berjanji bahwa mulai sekarang, aku akan selalu berada disisimu dan takkan pernah meninggalkanmu. TIDAK AKAN PERNAH!

Saranghae oppa…

(Jiyeon’s POV End)

 

 

*****

 

(Junhyung’s POV)

Apa-apaan ini?! Ini sulit dipercaya! Bagaimana bisa gadis ini menjadi sangat dekat dengan teman-temanku?!

Yeah, aku sedang membicarakan soal ketua kelas kami yang sok dan menyebalkan itu. Park Jiyeon. Aku melihatnya tertawa lepas bersama teman-temanku. Bahkan Hyunseung dan Doojoon pun ikut tertawa bersamanya! Mereka terlihat sangat nyaman dan senang dengan kehadiran yeoja itu.

Aku berjalan menuju mejaku yang berposisi paling belakang. Setelah meletakkan tasku ke meja, aku berencana untuk pergi dari kelas ini. Terlalu muak untuk melihat gadis itu lebih lama. Tapi baru saja aku ingin keluar, mereka memanggilku dan mengajakku untuk bergabung bersama mereka.

“Junhyung-ah! Kau mau kemana? Ayo bergabunglah dengan kami! Jiyeon baru saja menceritakan pengalaman liburannya yang sangat lucu pada kami.” Seru Kikwang masih dengan sisa-sisa tawanya. Tanpa merespon ajakan mereka, aku langsung memerintahkan kakiku untuk berjalan keluar kelas.

(Junhyung’s POV End)

 

 

*****

 

Reaksi Junhyung yang secara terang-terangan menunjukkan rasa tidak sukanya terhadap kehadiran Jiyeon, sukses membuat gadis cantik berambut hitam legam itu merasa sedikit sedih serta kecewa.

“Apa itu karenaku?” gumam Jiyeon.

“Ne?” Tanya Yoseob yang kebetulan mendengar gumaman Jiyeon.

“Aniya Jiyeo-ah. Tidak usah terlalu dipikirkan, ok!” Ujar Kikwang seraya tersenyum manis kearah Jiyeon. Jiyeon pun jadi merasa sedikit lega kala namja pemilik eyes smile itu menghiburnya.

Percakapan dilanjutkan kembali. Jiyeon berusaha keras untuk mengikuti saran Kikwang, yaitu untuk tidak memikirkan sikap Junhyung barusan. Tapi semakin ia berusaha untuk melupakannya, semakin ingat pula ia akan sikap Junhyung yang tidak bersahabat itu.

‘Apakah aku sangat menyebalkan?’  Tanya Jiyeon dalam hati.

 

******

_AT BEAST’s PLACE_

Junhyung duduk diam sedari tadi, sibuk dengan pikirannya sendiri. Hal tersebut membuat kelima temannya merasa bingung atas sikapnya tersebut. Doojoon yang paling dekat dengan Junhyung pun berinisiatif untuk menanyakan kondisi sobatnya itu.

“Neo gwenchana?” Tanya Doojoon sambil menatap intens Junhyung. Junhyung hanya bergumam sebagai jawaban atas pertanyaan Doojoon. Dan tanpa berkata apa-apa, namja yang terkenal akan sikap dinginnya itu beranjak pergi dari tempat perkumpulan mereka. Sikapnya yang aneh itu meninggalkan tanda tanya besar terhadap anggota Beast yang lainnya.

“Ya, apa dia baik-baik saja? Dia terlihat aneh belakangan ini.” Ujar Yoseob. Mata namja imut itu masih terpaku kearah pintu yang baru saja dilalui Junhyung.

“Aish molla.”

“Hmm hyung! Aku ingin bertanya sesuatu. Apa boleh?” Dongwoon bertanya seraya menatap wajah Hyunseung. Sontak member yang lain langsung mengarahkan pandangan mereka pada sang maknae, penasaran dengan apa yang akan ditanyakan.

“Tentang apa?” Tanya Hyunseung.

“Jiyeon. Apa kau menyukainya?” Tanya sang maknae tanpa basa-basi.

Yeah, Dongwoon memang merasa penasaran akan perasaan Hyunseung terhadap Jiyeon. Terlebih sekarang sikap Hyunseung sudah mulai berubah. Ia sudah mulai menerima kehadiran Jiyeon ditengah-tengah mereka.

“Wae? Kau suka padanya?” Hyunseung balik bertanya.

“Ani. Aku hanya ingin tahu jawabanmu saja. Karena sikapmu sudah mulai berubah pada Jiyeon. Kau mulai bersikap baik padanya. Yah, aku hanya penasaran saja.” Jawab Dongwoon.

“Ok, biar kuperjelas untukmu. AKU TIDAK MENYUKAI JIYEON!” Hyunseung menekankan ucapannya.

“Ne ne… we got it, bro!” Balas Kikwang.

“Kekekekeke…”

Suara kekehan senang yang berasal dari mulut Yoseob membuat semua mata tertuju pada namja lucu itu. Tawa Yoseob makin menggila. Sudah nyaris seperti orang yang gila. Ia terus tertawa, tidak menyadari bahwa ruangan sudah menjadi sunyi dan semua pasang mata menatap lurus kearahnya.

“Yah! Berhentilah tertawa seperti orang gila! Kau tahu? Sikapmu itu membuat kami takut.” Seru Kikwang dan diikuti oleh anggukan setuju dari Dongwoon, Hyunseung, dan Doojoon.

Masih dengan sisa tawanya Yoseob berkata, “Kekeke… itu berarti masih ada kesempatan bagiku untuk mendapatkan Jiyeon.” Ucap Yoseob. Jawabannya sontak membuat yang lain berseru kaget.

“MWORAGO??!! KAU MENYUKAINYA??!!”

Yoseob yang menyadari bahwa ia telah mengambil langkah yang salah, bergegas mengambil langkah seribu guna untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.

“YA YANG YOSEOB! KEMBALI KAU CEBOL!”

 

*****

 

(Jiyeon’s POV)

_AT SEOUL HOSPITAL_

Sudah merasa baikan? Atau oppa menginginkan sesuatu?” Tanyaku perhatian pada Kyuhyun oppa. Aku sangat senang karena sekarang kondisi Kyuhyun oppa sudah jauh lebih baik daripada kemarin. Wajahnya sudah tidak pucat lagi dan bahkan ia sudah bisa berjalan sekarang.

“Ani, aku sedang tak ingin apa-apa.” Jawabnya diiringi dengan senyum khasnya. Senyum yang selalu bisa membuatku tenang.

Aku menyentuh wajahnya perlahan dengan jari-jariku. Rasa senangku tak terkirakan melihat kondisinya yang sudah membaik. Akhirnya, aku dapat kembali melihat senyum indahnya dan juga dapat mendengar tawanya kembali. Jujur, aku sangat takut pada saat itu. Aku terlalu takut untuk kehilangan namja yang ada dihadapanku ini.

“Ini sudah larut. Kau masih harus sekolah kan besok? Lebih baik kau pulang dan beristirahat sekarang.” Ujarnya lembut seraya mengusap pelan rambutku. Ia menatapku lembut. “Tak usah khawatir, aku akan baik-baik saja.” Tambahnya lagi.

“Andwe oppa! Aku masih ingin disini bersamamu.”

“Jiyeon-ah jebal. Aku sudah baik-baik saja sekarang. Lagipula sebentar lagi Jung ahjumma akan datang dan menemaniku malam mini.” Ujarnya masih bersikeras menyuruhku untuk pulang.

“Tapi…”

Belum dapat aku menyelesaikan kalimatku, pintu ruang rawat Kyuhyun oppa terbuka, dan munculah Jung ahjumma. Seperti biasa, Jung ahjumma menyapaku dan kemudian beralih menuju Kyuhyun oppa untuk memeriksa keadaan namjachingu-ku itu.

“Lihatkan? Jung ahjumma sudah ada disini. Kau tidak perlu khawatir lagi.”
Akhirnya aku menyerah dan memilih untuk pulang kerumah, seperti suruhan Kyuhyun oppa. Lagipula masih ada tugas sekolah yang belum aku kerjakan. “Hah, baiklah oppa. Aku pulang dulu. Aku akan kembali lagi kesini sepulang dari sekolah.” Ujarku. Bibirku masih mengerucut, tanda bahwa aku kurang puas. yah, sebenarnya aku masih ingin sekali berada disini dan menemani Kyuhyun oppa.

“Ya, jangan memasang wajah seperti itu! kau terlihat menakutkan, loh!” Candanya.

“Oppa…”

Kyuhyun oppa terkekeh geli melihatku yang semakin menekukkan wajahku.

‘Hah, tidak tahukah kau betapa senangnya aku dapat melihat senyummu lagi?’

(Jiyeon’s POV End)

 

 

*****

 

(Junhyung’s POV)

_AT SEOUL HOSPITAL_

“Haneul-ah… jebal ireonna… jebal…” Aku sudah tidak dapat menahan air mataku lagi. Aku benar-benar takut sekarang. Aku takut jika terjadi sesuatu yang buruk pada Haneul. Aku tak ingin kehilangannya. Naega sirheo!

Beberapa orang suster mendorong ranjang Haneul dan membawa tubuh lemahnya itu menuju emergency room. Aku hanya dapat melihat mereka membawa tubuhnya masuk kedalam ruangan itu tanpa bisa melakukan apapun. Rasanya tubuhku lemas, tak sanggup membayangkan kemungkinan buruk yang akan terjadi pada yeodongsaeng-ku itu. Nyaris saja aku terjatuh, jika tak ada tangan seseorang yang dengan sigap menahan tubuh limbungku.

Aku langsung membalikkan badanku, untuk melihat si penolong itu. Mataku membulat sempurna kala aku melihat si penolong tadi. “Jiyeon…” desisku kaget. Sungguh, aku tak menyangka akan bertemu dengannya dalam kondisi yang seperti ini.

Jiyeon menarik tanganku pelan, dan kemudian membawaku menuju kursi terdekat. Setelah duduk, aku dan Jiyeon hanya terdiam satu sama lain. Aku menundukkan kepalaku dalam-dalam, karena aku tak ingin Jiyeon melihatku dalam kondisi yang lemah dan hancur seperti ini. Kami tetap terdiam, sampai kemudian aku mendengar suara seseorang. Seseorang yang amat sangat kubenci…

“Dimana Haneul? Apa dia baik-baik saja?” Tanya pria itu sambil menatapku. Pria itu adalah… AYAH TIRIKU!

Aku menatap tajam kearah pria paruh baya itu. “Kau pikir?! Ini semua karena kesalahanmu!” Aku menyalahkannya.

Aku bangkit dari dudukku dan berjalan kearahnya yang berdiri 4 langkah didepanku. Ku cengkram kerah bajunya. “Jika sesuatu yang buruk terjadi padanya, aku bersumpah akan membuatmu membayarnya!”

“YAH JUNHYUNG! Bagaimana bisa kau berbicara sekasar ini padaku, ayahmu sendiri?!”

“AYAH TIRI!” Koreksiku seraya menatapnya setajam yang kubisa.

Jiyeon hanya duduk diam dikursi. Wajah gadis itu menyiratkan kebingungan yang mendalam. Ia pasti bingung dengan semua yang sedang terjadi.

“Harusnya aku yang menyalahkanmu! Dia menjadi seperti ini karena ulahmu. Kau tahu apa? Kau hanyalah pembawa masalah bagi orang-orang disekitarmu. Pertama ibumu, dan sekarang adikmu? Cih!” Ujar pria itu yang sukses menohok hatiku. Pria itu menatapku sinis, tak lupa dengan seringaian yang terpatri di wajah tuanya itu.

“Permisi, apa kalian adalah keluarga dari pasien yang bernama Haneul?” Tanya seorang dokter pada kami. Aku langsung menghampiri dokter tersebut, ingin segera tahu bagaimana keadaan yeodongsaeng-ku itu.

“Apakah ia baik-baik saja?”

“Hmm… maaf saya harus mengatakan ini. Tapi, kondisi Haneul sangat kritis dan pasien juga kehilangan banyak darah. Ia juga mengalami geger otak yang cukup parah akibat benturan keras yang dialaminya.” Jelas dokter muda itu, sukses membuatku merasa semakin hancur.

“Haneul membutuhkan donoh darah sesegera mungkin. Apakah ada diantara kalian yang mempunyai golongan darah AB? Persediaan darah kami tidak mencukupi.” Tambah dokter muda yang bernama Jung Sooyeon itu.

‘Tuhan, apa yang harus kulakukan? Golongan darahku adalah A. Tidak mungkin aku mendonorkan darahku pada Haneul. Tolong tuhan… tolong selamatkan adikku… dia satu-satunya keluarga yang kumiliki sekarang. Jebal… jangan ambil ia dariku. Aku mohon Tuhan…’

Disaat aku sudah kehilangan harapanku, ia datang dan menjadi penyematku…

“Golongan darahku juga AB. Mungkin aku bisa menolongnya.” Ujar seseorang dibelakangku. Ia adalah JIYEON!

Jiyeon tersenyum manis padaku sebelum ia beranjak mengikuti sang dokter menuju keruang tranfusi darah.

‘Jiyeon-ah…’

(Junhyung’s POV End)

 

 

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

5 tanggapan untuk “When Bad Boys Meet Good Girl (Part 5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s