Diposkan pada Chapters, KyuYeon (Kyuhyun Jiyeon)

When Bad Boys Meet Good Girl (part 6)

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title     : When Bad Boys Meet Good Girl
Type    : Chaptered
Genre  : Romance, Friendship, Life, Drama

Cast :
– Park Jiyeon
– Yong Junhyung
– Cho Kyuhyun
– Jang Hyunseung
– Jeon Boram
– Lee Kikwang
– Yang Yoseob
– Son Dongwoon
– Yoon Doojoon

_______________________________________

 

Junhyung bisa bernapas lega sekarang, pasalnya dokter berkata bahwa kondisi Haneul sudah mulai membaik. Dan semua itu berkat Jiyeon, karena gadis cantik itu telah mendonorkan darahnya dengan sukarela kepada Haneul.

“Aku harus pergi sekarang, ini sudah mulai larut. Telepon aku jika kau membutuhkan sesuatu.” Ujar Jiyeon pada Junhyung.

“Hmm.” Balas Junhyung dengan sebuah gumaman.

Jiyeon baru saja melangkahkan kakinya, ketika tiba-tiba Junhyung memanggil yeoja manis nan cantik itu. “Jiyeon-ah!” Panggil Junhyung. Jiyeon pun langsung membalikkan badannya, karena merasa dipanggil. Jiyeon menatap Junhyung dengan pandangan bertanya.

“Gomawo.” Ujar Junhyung lirih yang sukses membuat Jiyeon tersenyum sangking senangnya. Bagaimana tidak? Baru saja seorang Yong Junhyung mengucapkan terima kasih padanya. Hal yang sangat sulit untuk dipercaya.

“Ne, cheonmaneyo.” Jawab Jiyeon sebelum ia melangkahkan kembali kakinya menjauhi Junhyung. Junhyung tersenyum menatap punggung Jiyeon yang sudah semakin jauh dalam jarak pandangnya.

‘Jeongmal gomawo Jiyeon-ah…’

 

*****

 

(Jiyeon’s POV)

Aigoo… buku-buku ini benar-benar berat! Begitu teganya mereka membiarkanku membawa ini semua sendirian. Yeah yeah, aku tahu bahwa aku adalah ketua kelas, tapi itu bukan berarti mereka bisa memanfaatkanku seenaknya begini, kan?! Huh, nappeun chingudeul!

BRUUKK!!

“Aish jinjja!” Aku menghela napas kesal seraya menatap buku-buku yang berserakan dilantai koridor sekolah. Aku berjongkok dan mulai memunguti buku-buku itu satu persatu.

Aigoo, benar-benar melelahkan!

“Biar aku bantu sunbae.” Ujar sebuah suara lembut yang datang dari arah belakangku. Aku langsung membalikkan badanku, guna untuk melihat si pemilik suara tersebut.

“Jemi-ah…” Ujarku pada gadis yang ada dihadapanku. Itu adalah Song Jemi. Ia adalah hoobae-ku dan juga tetanggaku dulu, sebelum aku pindah rumah. Jemi membantuku untuk memunguti buku-buku yang berserakan dilantai. Dia bahkan juga membantuku untuk membawa sebagian buku ini ke perpustakaan sekolah. Kami berbincang-bincang selagi berjalan menuju ke perpustakaan.

“Umm… sunbae?” panggil Jemi pelan, nyaris seperti sebuah bisikan.

“Ne?”

“Hmm… aku lihat… hmm kau sangat dekat dengan Beast sekarang ini, terutama dengan Hyunseung sunbae. Hmm, apakah mungkin kau punya… hmm hubungan khusus dengannya?” Jemi bertanya padaku seraya menundukkan kepalanya. Wajahnya terlihat muram dan lesu.

“Aku dan Hyunseung? Yah, bagaimana mungkin kau bisa mempunyai pemikiran seperti itu? kami ini hanya berteman. Tidak lebih. Lagipula aku sudah punya namjachingu sekarang.” Ujarku pada Jemi.

Ajaib! Tiba-tiba saja, wajah Jemi yang tadinya muram dan lesu, mendadak menjadi cerah serta tampak sangat bersemangat ketika ia mendengar jawabanku.

“Jinjjayo sunbae?” Tanyanya dengan nada girang yang tak terelakkan.

“Ne.” Aku tersenyum manis pada hoobaeku ini.

“Keke… tadinya aku berpikir bahwa sunbae berpacaran dengannya. Aigoo, babo-nya diriku ini…” Seru Jemi dengan senyum sumringah yang terpatri jelas diwajah manisnya itu. Hal ini semakin membuatku curiga. Ada apa dengan Jemi?

‘Hmm… I smell something fishy here… Ku rasa, Jemi menyimpan perasaan khusus terhadap Hyunseung.’

(Jiyeon’s POV End)

 

*****

 

(Kikwang’s POV)

“Ya! Ireona!!! Palli ireona!!”

Aish jinjja!! Siapa yang berani mengganggu tidurku?!

Aku membuka mataku dengan gusar. Aku benar-benar ingin memberi memberi pelajaran pada orang yang sudah nekat mengganggu tidurku. Pelajaran untuk TIDAK PERNAH MENGGANGGU TIDURKU LAGI! Tapi ternyata…

“Jiyeon-ah?”

PLETAK!

Aku hanya dapat meringis sakit sembari mengelus kepalaku yang baru saja mendapat bogem mentah dari kamusnya Jiyeon. Ne, Jiyeon memukul kepalaku dengan KAMUSNYA! Bayangkan saja bagaimana menderitanya kepalaku ini! Kurasa ini akan meninggalkan memar.

“Aish Jiyeon-ah, ada apa sih? Apa kau tidak lihat bahwa aku sedang tidur?” Tanyaku kesal pada Jiyeon.

“Ya, tentu saja aku melihatnya. Kau pikir aku buta?” Balasnya.

“Neo jinjja! Jika kau sudah tahu, keunde kenapa kau masih menganggu tidur nyenyakku, huh? Aku masih mengantuk.”

Jiyeon mengedarkan pandangannya ke sekeliling, “Dimana yang lainnya?” Tanyanya, tanpa menjawab pertanyaanku terlebih dahulu.

“Junhyung masih berada di rumah sakit, menemani Haneul. Tapi aku tidak tahu dimana yang lainnya.” Jawabku malas. “Wae?” Tanyaku seraya menatapnya penasaran.

Tapi sama seperti sebelumnya, Jiyeon mengabaikan pertanyaanku. Gadis ini malah menarik tanganku dengan buru-buru. Tidakkah ia sadar bahwa ini menyakitkan?! Huh, benar-benar yeoja yang bertenaga baja!

Jiyeon masih dengan giatnya menarik tanganku. Aku nyaris terjatuh akibat tarikannya yang super dahsyat itu. “Ya Park Jiyeon! Kau akan membawaku kemana, huh?”

“Tidak usah banyak bertanya! Kau akan segera mengetahuinya.” Jawab Jiyeon tanpa melihatku.

 

*****

_IN THE LIBRARY_

“YA IGE MWOYA?!!!”

“Ya! Jangan berteriak didekat telingaku! Aku masih memerlukan telingaku ini, babo!” Ujar Jiyeon.

Kalian pasti bertanya-tanya kenapa aku berteriak layaknya orang gila, bukan? Yah, itu semua karena perpustakaan ini. Ok, biar kuperjelas pada kalian semua…

Aku berteriak gara-gara perpustakaan yang SUPER BERANTAKAN INI!

“Apa yang telah terjadi disini?” Tanyaku pada Jiyeon seraya melihat sekeliling ruang perpustakaan ini. Tempat ini amat sangat berantakan. Bahkan bisa masuk rekor muri, kurasa. Buku-buku berserakan diatas lantai perpustakaan. Dan jangan lupa dengan debu-debu ini! Aigoo benar-benar membuat galau saja!

“Well, seperti yang kau lihat. Tempat ini benar-benar sangat berantakan. Ada sedikit kecelakaan yang terjadi.” Jiyeon berkata seraya menatapku dengan wajah sok polosnya itu.

“Mwo?! SEDIKIT kau bilang? Tidak salah?!”

Aku berdiri dengan cengo, tidak tahu apa yang harus kulakukan. Jiyeon mulai memunguti satu persatu buku-buku yang berserakan diatas lantai dan kemudian menyusunnya dengan rapi ke rak-rak yang sudah disediakan. Jiyeon seperti tersadar akan sesuatu, tiba-tiba saja gadis itu menghentikan kegiatannya dan sepertinya ia menyadari bahwa aku masih berdiri disini seraya menatapnya.

“Ya, apalagi yang kau tunggu? Sebuah undangan?” Tanya Jiyeon dengan nada kesal.

“Mwo? Aku tidak mengerti. Untuk apa sebenarnya kita kesini?”

“Kau tidak bisa melihat apa yang sedang aku lakukan?”

Ok, jangan bilang kalau aku harus…

“Yup! Let’s clean up this room!” Jiyeon berseru riang, seakan bisa membaca pikiranku. Gadis itu tersenyum lebar padaku dan kemudian mulai melanjutkan aktivitasnya kembali, yaitu memunguti buku-buku yang berserakan dan menyusunnya di rak.

“MWO?!”

 

*****

 

_AT THE PARK_

“Sepertinya, hubungan kita sampai disini saja Boram-ah…”

Senyum Boram yang tadinya terlukis jelas diwajah manisnya, perlahan sirna dan hilang tak berbekas. Dia menatap kekasihnya, atau yang sekarang resmi menjadi MANTAN KEKASIHNYA, dengan tatapan tak percaya.

“Oppa waeyo?” Tanyanya lirih dengan wajah yang sendu. “Apa aku telah melakukan sebuah kesalahan?” Tanya gadis mungil itu lagi seraya berusaha dengan keras untuk menahan airmatanya yang siap meluncur bebas.

“Mianhe, tapi aku rasa kita sudah tidak bisa bersama-sama lagi.”

Pertahanan Boram akhirnya runtuh. Air mata yang sedari tadi ditahannya, akhirnya mulai berjatuhan dari kedua mata gadis berbadan mungil itu. Boram segera menghapus airmatanya, sementara kepalanya tertunduk menatap sepatunya. Ia tidak ingin menatap langsung wajah sang kekasih. Terlalu menyakitkan untuknya.

“Mianhe…” Hanya kata itulah yang mampu diucapkan oleh seorang Lee Donghae, namja berwajah tampan yang sekarang menyadang status sebagai mantan kekasih Boram.

“Oppa, kumohon jawablah pertanyaanku ini! Apakah… ada orang lain?”

“Ne?” Donghae terbelalak kaget mendengar pertanyaan yang Boram ajukan padanya. Ia menatap Boram dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Lidah Donghae terasa kelu kala ia ingin menjawab pertanyaan dari Boram.

“Apa ini karena gadis itu? Gadis yang kita temui di pesta Siwon oppa.” Tanya Boram lagi.

“……………………………………………..”

“Mianhe…” Ucap Donghae lirih.

“Aku rasa jawabannya adalah iya.” Boram terisak pelan. Ini benar-benar hal yang menyakitkan baginya. Bagaimana tidak? Namjachingu-nya tega memutuskan hubungan mereka hanya karena wanita lain! Dada-nya terasa sesak, seperti ada batu yang menghimpit.

 

*****

 

Boram melangkahkan kakinya dengan gontai. Tatapan gadis itu kosong, seakan jiwanya juga hilang entah kemana. Boram berjalan tak tentu arah. Ia hanya membiarkan kakinya berjalan tanpa tahu arah yang pasti, karena yang sangat ini dibutuhkannya adalah kedamaian.

Dia merasa hancur…

Dia merasa sedih…

Ia masih sulit menerima kenyataan ini. Berkali-kali Boram memohon pada Tuhan agar semua yang sedang dialaminya ini hanyalah mimpi belaka. Dan ketika ia bangun tidur nanti, ia akan mendapati semuanya berjalan dengan baik, seperti biasa.

“Donghae oppa… saranghae…” Gumam Boram sambil berjalan gontai.

Ia sudah bersiap ingin menyebrangi jalan, tapi sayangnya ia tidak menyadari bahwa ada bahaya besar yang sedang menantinya. Sebuah truk yang cukup besar sedang melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi kearah-nya. Sedangkan Boram, ia masih sibuk memikirkan kisah cintanya bersama namja bernama Donghae yang kandas ditengah jalan. Ia memikirkan kenangan-kenangan manis mereka kala mereka masih bersama-sama.

…TAP…TAP…TAP…

Perlahan, gadis bertubuh mungil itu mulai menyebrangi jalan.

“AWAS!!!” Teriak orang-orang yang ada dilokasi itu, berusaha untuk memperingatkan Boram akan bahaya yang sedang menanti.

BRAAAAKKK…

 

 

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

3 tanggapan untuk “When Bad Boys Meet Good Girl (part 6)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s