Diposkan pada Chapters, KyuLa Couple (Kyuhyun Haneul)

You Make My Life Complete (Part 4)

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title      : You Make My Life Complete
Type     : Chapter
Genre   : Romance, Drama. Life, Sad, Family, Friendship

Cast :
– Cho Haneul
– Cho Kyuhyun
– Kwon Sohyun
– Super Junior’s members

_____________________________________________

 

Ruangan bernuansa putih yang sedari tadi sunyi kini mendadak ramai. Yah, pasalnya ruangan tersebut sedang dipenuhi oleh rombongan pria-pria tampan yang menamai diri mereka SUPER JUNIOR. Haneul jelas merasa sangat terkejut dan juga senang atas kunjungan mendadak dari member-member boyband favoritnya itu. Tak henti-hentinya senyum indah terpatri jelas di wajah cantiknya itu.

Keunde, berbeda dengan Haneul, Kyuhyun justru merasa sebaliknya. Ia merasa terganggu atas kedatangan hyungdeulnya tersebut. Ani, bukannya ia tak suka jika hyungdeul-nya menjenguk Haneul. Hanya saja waktunya bersama Haneul jadi terganggu akibat kedatangan mereka.

Dan yang lebih membuat Kyuhyun kesal, kedatangan hyungdeulnya sukses untuk mengalihkan perhatian Haneul darinya. Dan sang maknae tidak suka akan kenyataan itu. Ia ingin menjadi satu-satunya namja yang dekat dengan Haneul.

“Wae Kyuhyun-ah? Sedari tadi kuperhatikan kau diam saja.” Tanya Leeteuk yang kebetulan sedang berdiri disamping Kyuhyun, menghadap kearah Jendela. Kyuhyun mengalihkan padangannya dari jendela ke Leeteuk. “Aniyo.” Balas namja berperawakan tinggi kurus itu singkat. Leeteuk tersenyum kecil. “Hahaha, kurasa aku tahu apa penyebabnya.”

“Mwo?”

“Kau merasa terganggu atas kedatangan kami kan? Gara-gara kami kau jadi tidak bisa berduaan dengan Haneul.” Kata Leeteuk dengan nada menggoda. Sontak Kyuhyun langsung membantahnya. “ANIYO!” Ujarnya dengan keras, membuat semua orang yang ada diruangan itu menatap heran padanya.

“Yah ada apa sih?” Tanya Shindong ingin tahu.

“Ani!” Jawab Kyuhyun singkat.

Haneul tersenyum melihat wajah Kyuhyun yang sedang kesal. Baginya Kyuhyun terlihat sangat menggemaskan jika sedang dalam keadaan cemberut seperti itu.

“Oh ya Haneul, siapa bias-mu di Super Junior selain Kyuhyun?” Tanya Ryeowook. Haneul langsung menatap Ryeowook, dan sambil tersenyum ia berkata, “Biasku setelah Kyuhyun oppa adalah Donghae oppa.”

“Wooah jinjja?!” Seru Donghae kegirangan.

“Wae? Kenapa kau pilih si ikan cengeng ini? Jelas-jelas aku lebih keren!” Ujar Eunhyuk tak terima. Padahal sedari tadi sang dancing machine ini sudah sangat berharap bahwa ia akan dipilih oleh Haneul. Tapi sayangnya, Haneul justru lebih memilih couple-nya ketimbang dirinya.

“Ya ya! Hormatilah pilihan Haneul! Ia sudah memilihku. Jadi kau tidak usah banyak protes.” Donghae berkata dengan bangga. Ia menatap Haneul dan kemudian tersenyum manis, membuat Haneul jadi tersipu malu serta salah tingkah.

Kyuhyun sudah merasa sangat jengah melihat pemandangan yang ada dihadapannya itu. “Ya hyung! Tidak usah terlalu senang seperti itu. Toh kau hanya bias kedua. Aku yang bias pertama saja bersikap biasa, tidak berlebihan.” Ujar Kyuhyun dengan ekspresi wajah yang sulit untuk diartikan, antara marah, kesal, dan… cemburu mungkin?

Para member Super Junior lainnya tersenyum sambil saling melirik. Sepertinya tebakan mereka benar. Kyuhyun telah jatuh cinta pada Haneul.

 

 

*****

(Haneul’s POV)

Semua member Super Junior sudah berpamitan pulang padaku. Semua, kecuali Kyuhyun oppa. Dia masih disini bersamaku. Entah apa yang ditunggunya. Keunde, aku merasa senang jika ia disini bersamaku. Hmm, dan kalau bisa… aku ingin ia untuk terus ada disampingku.

Egois? Yah, mungkin.

“Hyungdeul-ku pasti membuatmu kewalahan kan? Tingkah mereka memang aneh layaknya seorang bocah.” Ujar Kyuhyun oppa padaku. Aku menatapnya sambil tersenyum. “Ani.” Aku menggelengkan kepalaku. “Justru aku sangat senang oppadeul datang menjengukku. Mereka adalah orang-orang yang sangat menyenangkan. Dan ternyata aku tidak salah menilai kalian. Kalian memang sangat baik serta menyenangkan. Aku tak menyesal sudah mengidolakan kalian.” Ungkapku panjang lebar.

Kyuhyun oppa tersenyum dan mengacak rambutku pelan.

“Oh ya, kapan kau akan keluar dari rumah sakit?” tanyanya.

Aku berpikir sejenak sebelum menjawab. “Hmm, mungkin lusa. Besok masih ada pemeriksaan.” Jawabku. Kyuhyun oppa terdiam menatapku. Ia terlihat ingin mengatakan sesuatu keunde ia merasa ragu.

“Waeyo oppa?”

“Hmm… bo… boleh aku… minta nomor ponselmu?” Tanyanya yang sukses membuat jantungku jumpalitan. Bayangkan saja, seorang Cho Kyuhyun meminta nomor ponselku?! Omo, aku tidak mimpi kan?

“Tidak boleh ya?”

“Eh.. tentu saja boleh.”

Aku mengambil ponsel Kyuhyun oppa dan mengetikkan nomorku disana. Kyuhyun oppa juga melakukan hal yang sama. Ia juga mengetikkan nomor ponselnya di ponselku.

Ah, siapa sangka bahwa hari ini akan berakhir indah seperti ini? 😀 Aku tukaran nomor dengan Kyuhyun oppa? Dalam mimpi-pun aku tak pernah mengalaminya.

(Haneul’s POV End)

*****

(Kyuhyun’s POV)

“Kyuhyun-ah?”

“Ne Sungmin hyung. Wae?”

“Kau belum mengantuk?” Tanya Sungmin hyung seraya menatapku. Aku merubah posisi tidurku menjadi miring, agar bisa melihatnya. “Belum.” Balasku singkat.

“Gadis itu… hmm dia sangat menyenangkan. Cukup cantik dan juga imut. Sayang umurnya masih terlalu muda. Lebih cocok untuk menjadi adikku ketimbang yeojachingu-ku.” Ucap Sungmin hyung. Aku terkejut mendengarnya. Mungkinkah dia…

“Aniya, aku tidak menyukai Haneul kok. Kau tenang saja.” Ujar Sungmin hyung sambil tertawa, seakan ia bisa membaca pikiranku. “Ayo jujur padaku! Kau menyukai Haneul, kan?” Tanyanya lagi.

“Aku…”

“Jujur. Jangan bohong!”

“Nan molla… Mungkin ya dan mungkin juga tidak. Aku masih bingung hyung.” Jawabku pelan. Sungmin hyung tersenyum. “Kurasa kau menyukainya.” Ujarnya singkat. Aku menatapnya bingung.

“Aku bisa melihatnya dari caramu menatap gadis itu. Kau juga memperlakukannya dengan special. Itu adalah sesuatu yang takkan kau lakukan kecuali dengan orang yang kau suka.”

Setelah berkata demikian Sungmin hyung langsung membalikkan badannya, seperti ia sudah tidur. Tinggal-lah aku disini, masih merenungkan ucapannya tadi. Apa benar aku menyukai Haneul?

(Kyuhyun’s POV End)

*****

_KIRIN HIGH SCHOOL_

Semua pasang mata yang ada didalam kelas tertuju pada Haneul, tepat ketika gadis itu menginjakkan kakinya ke dalam kelas. Mereka semua memandang Haneul seakan-akan ia adalah orang asing yang tidak mereka kenal. Sayup-sayup terdengar suara bisikan-bisikan dari teman-teman sekelas gadis itu. Merasa sedang menjadi pusat perhatian, Haneul pun hanya dapat menghela napas dan menundukkan kepalanya.

Seharusnya ia sudah mengira ini semua akan terjadi. Cepat atau lambat, teman-teman sekelasnya pasti akan tahu apa yang sebenarnya telah terjadi padanya.

‘Haneul babo! Seharusnya kau sudah mempersiapkan dirimu untuk ini.’ Rutuk Haneul pada dirinya sendiri.

“Aigoo, hidupku ini terasa sangat melelahkan… Semua terasa sulit. Ottohke?”

“Hmm, bunuh diri saja, otte?”

“Wah ide yang cemerlang! Tapi kusarankan lebih baik melompat dari atap gedung saja, sebab sudah terbukti efektif. Ketimbang kau minum obat tidur sampai overdosis, mati tidak malu iya.”

“Whahahaha…”

Haneul semakin menundukkan kepalanya kala ia mendengar sindiran yang tengah dilontarkan oleh beberapa orang teman sekelasnya itu. Dalam hati ia merasa sakit, sangat sakit. Teman-temannya bisa menghinanya seperti itu karena mereka tidak tahu bagaimana rasa sakit yang ia rasakan. Terlalu menyesakkan dan menyakitkan.

Joohyun, salah seorang gadis yang mengolok-olok Haneul tadi menghampiri meja Haneul. Ia menatap Haneul dengan tatapan merendahkan, seakan-akan Haneul adalah makhluk paling hina yang ada di bumi ini. Joohyun memang sudah lama membenci Haneul, lebih tepatnya semejak mereka menjadi saudara.

Ne, Joohyun adalah saudara tiri Haneul. Ia adalah anak dari istri kedua Mr.Cho, ayah kandung Haneul. Tapi sama seperti ibunya, Joohyun pun sangat membenci Haneul. Baginya Haneul adalah benalu yang harus disingkirkan.

“Masih punya muka kau untuk datang kesini.” Ujar Joohyun sinis. Ia menatap Haneul dengan senyum melecehkan yang terpatri diwajah putih mulusnya. “Kalau aku jadi kau, mungkin aku takkan pernah berani untuk menapakkan kaki di sekolah ini lagi. Kau tahu bahwa kau sudah membuat aib bagi sekolah kita dan juga keluarga kita??”

Haneul meremas tangannya geram. Ingin rasanya ia menjambak rambut hitam legam milik Joohyun, keunde ia masih menggunakan akal sehatnya. Ia tak ingin menambah masalah dalam hidupnya. Sudah cukup dengan semua beban yang dipikul oleh dirinya saat ini.

“Ternyata kau juga jadi bisu sekarang?” Joohyun tertawa melecehkan. Gadis berperawakan tinggi putih itu masih senantiasa untuk memancing emosi Haneul. “Aku heran, kenapa tuhan tidak membiarkanmu mati saja? Toh itu adalah keinginanmu kan?”

“Ya! Jangan mengganggu Haneul lagi!” seru Sohyun emosi. Gadis imut itu merasa sangat tidak senang melihat teman baiknya diganggu seperti itu. Joohyun menatap Sohyun datar. “Aku juga malas berurusan dengan orang labil macam dia!” Joohyun mengibaskan rambutnya dengan gaya angkuh khasnya, dan ia pun beranjak pergi menjauhi meja Haneul.

Sohyun mengambil tempat disebelah Haneul. Ia menatap iba pada sahabatnya yang sedang menundukkan kepalanya saat ini. “Tenang saja. Ada aku yang akan selalu membelamu.” Ucap Sohyun sambil menggenggam tangan Haneul pelan. Haneul mendongakkan kepalanya dan dengan lirih ia berkata, “Gomawo sudah mau membelaku.”

*****

(Kyuhyun’s POV)

Hari ini Super junior akan tampil di New York, Amerika. Ini semua dalam rangka tour SMTown tahun 2012. Well, sebenarnya aku sangat menikmati perjalanan kami ini. Apalagi tujuan kami datang adalah untuk menghibur para penggemar kami yang ada di Amerika. Keunde, sesuatu telah membuatku berat untuk meninggalkan Korea, bahkan untuk beberapa hari saja.

‘Haneul-ah, nan neomu geuriwo…’

Aku menghempaskan tubuhku yang lelah ini di dalam bus. Yah, aku beserta rombongan SMTown yang lainnya baru saja sampai di Amerika, tepatnya di New York. Sekarang kami sedang dalam perjalanan menuju hotel tempat kami akan menginap selama beberapa hari ini.

“Kau diam sekali hari ini.” Ujar Donghae hyung padaku. Kami menatapnya sekilas sebelum kembali memejamkan mataku. “Kalian aneh. Aku ribut salah, diam juga salah.”

“Aniyo, bukan begitu maksudku. Diam-mu kali ini, hmm terlihat seperti tidak bersemangat.”

“Wae?” tanyanya padaku. “Ah! Aku tahu!” Serunya. Aku membuka mataku dan menatapnya ingin tahu. “Tahu apa, hyung?” Tanyaku penasaran. Bukannya menjawab, Donghae hyung malah menatapku sambil tersenyum tidak jelas. Ia mendekatkan mulutnya ke telingaku.

“Kau pasti merindukan Haneul, kan?” Bisiknya.

Aku tersentak mendengar perkataannya. Bagaimana ia bisa tahu isi hatiku? Apa terlihat jelas sekali?!

“Nanti sesampainya di Hotel, teleponlah dia. Dengan begitu akan membuatmu lebih lega.” Sarannya padaku. Aku hanya diam, tak merespon ucapannya barusan. Dan Donghae hyung sudah terlihat sibuk sendiri dengan ponselnya, mungkin mengirim pesan pada ibunya.

Menelpon Haneul? Hmm, bukan saran yang buruk!

(Kyuhyun’s POV End)

*****

(Haneul’s POV)

Aku tersenyum mengingat kenangan-kenangan-ku bersama Kyuhyun oppa. Sekarang ia sedang berada di New York untuk SMTown. Huh, baru 2 hari tidak mendengar kabar darinya aku sudah sangat merindukannya seperti ini. Aku sebenarnya ingin sekali menghubungi Kyuhyun oppa, sekedar untuk mengetahui kabarnya saja. Keunde, aku takut mengganggu-nya apalagi aku yakin ia pasti sangat sibuk dengan segala macam latihan sekarang.

Dering lagu OPERA yang melantun dari ponselku membuat pikiranku akan Kyuhyun oppa terhenti sejenak. Aku beranjak dari jendela apartemen menuju ke tempat tidurku, sebab aku meletakkan ponselku disana.

Kyuhyun Oppa Is Calling…

Senyum merekah dari bibirku saat aku melihat nama penelpon yang tertera di ponselku.

“Yoboseyo?”

“Yoboseyo, Haneul-ah.”

“Ne oppa. Kau sudah sampai di New York?”

“Ne. Sekarang aku sudah berada di hotel.”

“Oh. Kapan mulai latihan?”

“Besok pagi kami akan memulai latihan. Sebab lusa kami sudah akan tampil.”

“Aigoo, sayang sekali aku tidak bisa menontonnya.”

“Hahaha gwenchana. Kan masih ada lain waktu. Ehm, kau sedang apa sekarang? Di Korea masih siang kan?”

“Ya, disini memang masih siang. Aku baru saja pulang dari sekolah.”

“Bagaimana hari-mu di sekolah?”

“…hmm, biasa saja.”

“Tidak baik, huh?” Tanyanya lembut, yang sukses membuatku kaget.

“O..ottohke arasso?” Aku bertanya dengan bingung sekaligus gugup.

“Entahlah, aku bisa merasakannya hanya dengan mendengar suaramu.”

“Jinjja?”

“Ne… Haneul-ah?”

“Waeyo oppa?”

“Apapun yang terjadi kau harus ingat bahwa kau tidak sendiri. Kau masih punya Sohyun dan aku… ah dan juga para member Super Junior yang lainnya. Mereka terlihat sangat senang denganmu. Mereka bilang kau gadis yang menyenangkan. Oh ya, hyungdeul juga titip salam padamu.”

“Gomawo oppa. Sampaikan salam balikku untuk mereka. Dan… terima kasih atas perkataanmu tadi. Kau baik sekali padaku.”

“Ya akan kusampaikan. Haneul-ya, tidak usah terlalu memikirkan sikap mereka. Aku yakin, lambat laun semua akan kembali normal.”

Aku tersenyum mendengar perkataannya. Sungguh! Perkataannya ini membuatku merasa sangat tenang. Dan sekarang aku yakin. Aku yakin sekali bahwa orang yang dimaksud eomma itu adalah dia, Kyuhyun oppa…

(Haneul’s POV End)

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

16 tanggapan untuk “You Make My Life Complete (Part 4)

  1. Annyeong..
    Ahak ahak ahak.. Kyuuu kau sudah jatuh cinta spertinya..
    Iisssh itu sodara tirinya haneul minta dilempar panci ramen eo??!! Menyebalkan..
    *elus dada sabaaarRr sabaarrrRrrrwww
    Hehehehe

  2. wahh haneul bias kita sama,kyuhyun dan donghae
    #tos xD

    Ah kasian banget haneul waktu di olok2 temannya tapi untung masih ada sohyun yang membelanya,pengen deh punya sahabat kaya sohyun ToT

  3. kirain haneul bakal tenang di sekolah tau y tetep ngak krn ada saudara tiri y…
    kyuhyun ngak ngaku aja klo dia dah suka ma haneul…

  4. Ya ampun hidup hanuel miris banget ya T.T untung ada kyu dan member dan jga tmn nya yg sellau support dia , huftt aigo itu sodara tiri haneul ga tau diri bner yeth ngejelekin haneul seprti itu ck

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s