Diposkan pada Chapters, KyuYeon (Kyuhyun Jiyeon)

When Bad Boys Meet Good Girl (Part 7)

 

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title     : When Bad Boys Meet Good Girl
Type    : Chaptered
Genre  : Romance, Friendship, Life, Drama

Cast :
– Park Jiyeon
– Yong Junhyung
– Cho Kyuhyun
– Jang Hyunseung
– Jeon Boram
– Lee Kikwang
– Yang Yoseob
– Son Dongwoon
– Yoon Doojoon

____________________________________

 

_AT THE PARK_

“Ini, minumlah!” Pria itu menyerahkan secangkir the hangat.

“Ne, gomawo.” Ucap Boram sembari menerima teh tersebut.

Bukannya meminum teh tersebut, Boram hanya menatap cangkir yang ada ditangannya dengan tatapan kosong. Jujur, gadis mungil itu masih merasa shock atas kejadian yang baru saja menimpa dirinya itu. Ia nyaris saja tewas tertabrak mobil… Boram tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi padanya jika pria itu tak ada disana untuk menolongnya.

…yeah, pria itu adalah penyelamat hidupnya…

“Kenapa tehnya tidak diminum? Kau tidak suka?” Tanya sang penyelamat tersebut.

“Ne? Aniyo… aku suka kok.” Boram langsung meminum teh yang berada ditangannya itu. Pria itu menatap Boram yang sedang meminum tehnya. “Apa yang kau pikirkan tadi? Truk itu nyaris menabrakmu.” Ujar pria itu seraya menatap Boram.

Ditanya seperti itu membuat Boram semakin terdiam. Ia menundukkan kepalanya. Tanpa disadarinya, air mata gadis itu mulai berjatuhan dari mata bulatnya. Dengan segera Boram menghapus air matanya. Ia tidak ingin menangis lagi. Ia sudah terlalu lelah untuk menangisi kehidupan percintaannya. Dan ia tidak ingin menjadi lelah hanya karena laki-laki itu. Hanya karena seorang Lee Donghae…

“A…aku…baru saja… putus dengan pacarku. Ia… menyukai gadis lain…” Ucap Boram dengan susah payah karena menahan tangisannya.

Pria itu hanya diam sambil mendengarkan cerita Boram. Sedikit pun ia tak menyela, karena ia tahu yang saat ini Boram butuhkan adalah seorang pendengar.

“Ah mianhe… seharusnya aku tak menceritakannya padamu.”

Pria itu hanya tersenyum tipis melihat ekspresi gugup Boram, membuat gadis mungil itu makin merasa gugup karena untuk pertama kalinya semenjak ia mengenal pria itu, ia melihat pria itu tersenyum.

“Gwenchana.”

“Hmm, ne… gomawo Junhyung-ssi…”

 

*****

 

_IN THE CLASS_

“Ya Boram-ah! Siapa yang sedang kau cari?” Tanya Jiyeon penasaran pada teman sebangkunya itu. Boram menolehkan kepalanya menghadap Jiyeon. “Ah ani…  aku sedang tidak mencari siapa-siapa.”

Sebenarnya Boram sedang mencari Junhyung.  Yeah, semenjak kejadian itu, Boram benar-benar mengagumi Junhyung. Baginya Junhyung adalah penyelamat hidupnya. Dan ia juga tidak tahu mengapa semenjak kejadian itu, setiap ia melihat Junhyung ia akan merasa sesuatu yang berbeda didalam hatinya. Perasaan itu adalah perasaan yang sama ketika dirinya masih bersama Donghae, mantan kekasihnya.

…Mungkinkah ini CINTA??

 

*****

 

(Jiyeon’s POV)

Aish jinjja! Kenapa dia lama sekali sih?!

Aku harap ia akan segera sampai…

TIN TIN…

Tiba-tiba saja sebuah mobil sedan berwarna hitam berhenti tepat didepanku. Aku penasaran siapa pengendara mobil ini, karena sepertinya aku tak mengenalnya. Hmm… tapi tunggu! Mobil ini terlihat tak asing bagiku. Ini seperti mobil…

“Apa yang sedang kau tunggu? Ayo masuk kedalam mobil!” Ujar Junhyung.
Yeah, persis seperti yang aku duga sebelumnya. Itu adalah mobil Junhyung.

“Hmm, mianhe. Aku sedang menunggu seseorang. Terima kasih atas tawarannya.” Ujarku sopan.

“Tapi ini sudah mulai gelap. Aku yakin sebentar lagi pasti akan turun hujan.” Tambahnya.

Dan tak lama kemudian, ucapan pria ini terbukti. Tetesan-tetesan Kristal air hujan mulai berjatuhan dari langit yang sekarang mendung.

Butiran-butiran Kristal itu semakin banyak turun dari langit. Tanpa pikir panjang, aku pun menerima tawaran Junhyung dan segera masuk kedalam mobilnya. Dan setelah itu, mobil pun bergerak menjauhi area sekolahku.

Suasana didalam mobil ini benar-benar canggung. Baik aku maupun Junhyung tak ada yang membuka suara. Aku sibuk memikirkan topic yang tepat untuk aku bicarakan dengan namja ini.

“Hmm bagaimana keadaan Haneul? Apakah kondisinya sudah membaik?” tanyaku yang akhirnya menemukan topic untuk dibicarakan.

“Yeah dia baik-baik saja sekarang. Dia benar-benar merasa sangat berterima kasih padamu. Sebenarnya ia ingin mengucapkan terima kasih secara langsung padamu. Keunde ia masih harus banyak istirahat.” Jawab Junhyung.

“Ne gwenchana.” Aku tersenyum padanya.

Tiba-tiba ponselku berbunyi, dari Kyuhyun oppa. Dengan segera aku menjawab telepon tersebut.

“Halo oppa…”

“Jiyeon-ah, mianhe aku tidak bisa menjemputmu sebab ada sesuatu hal yang harus aku urus.” Ujar Kyuhyun oppa padaku. Dari nada suaranya aku bisa tahu bahwa ia merasa sangat bersalah karena tak bisa menjemputku seperti janjinya.

“Ne gwenchana. Lagipula aku sudah dalam perjalanan pulang bersama temanku.” Balasku.

“Oh ne, syukurlah.  Sekali lagi mianhe Jiyeon-ah. Aku harus pergi sekarang. Bye.” Ucapnya mengakhiri pembicaraan singkat kami.

“Ne oppa.”

“Nugu?” Tanya Junhyung padaku. Aku menolehkan kepalaku. “Oh itu tadi…”

Ia memotong kalimatku. “Namjachingumu?” tanyanya tanpa melihatku.

“Ne.”

“Oh.”

Hanya itu yang keluar dari mulutnya.  Entah mengapa aku merasa bahwa nadanya terdengar sinis dan juga kecewa. Apa jangan-jangan dia cemburu? Aish jinjja Jiyeon-ah! Berhentilah berpikiran yang tidak-tidak! Itu jelas saja mustahil. MUSTAHIL!

(Jiyeon’s POV End)

 

*****

 

(Hyunseung’s POV)

_AT THE SCHOOL’s YARD_

“Argh…!!!”

Aku segera berlari menuju kearah datangnya suara erangan tersebut. Ketika aku sampai disana, aku melihat sekelompok gadis-gadis sedang membully salah seorang temannya. Gadis itu, yang sedang dibully oleh teman-temannya, hanya dapat terduduk di tanah sembari menangis. Pakaiannya kotor dan juga basah. Aku yakin teman-temannya itu pasti yang melakukannya.

PLAKK

Ya tuhan! Kelakuan gadis-gadis itu semakin brutal saja. Ini sudah tidak bisa dibiarkan!

“Hentikan!” Ujarku lantang pada mereka.

Mereka langsung menolehkan kepala mereka dan langsung terkejut ketika mendapatiku yang sedang berdiri di belakang mereka.

“Oppa…”

“Tinggalkan ia sekarang!” Aku berkata dengan nada dingin seraya menatap mereka tajam.

“Hyunseung oppa, tapi dia…”

“Apa kau tidak dengar apa yang kuucapkan barusan?!” Tanyaku tajam. Gadis yang bernama Seohyun itu pun terdiam, takut melihat ekspresiku sekarang.

Tanpa berkata apa-apa lagi, Seohyun dan teman-temannya langsung pergi meninggalkan tempat ini. Mereka berjalan dengan tergesa-gesa, nyaris berlari malah!

Kulirik gadis yang masih terduduk di tanah dengan kepala menunduk itu. Aku berjalan mendekatinya dan mengulurkan tanganku. Gadis itu mendongak, ia terlihat ragu sebelum akhirnya ia memegang tanganku.  Aku membantunya berdiri.

“Ghamsahamnida sunbae.” Ia berterima kasih padaku.

“Ne. Neo gwenchana?” tanyaku.

“Ne.” Jawabnya tersipu. Lucu sekali melihat wajahnya yang mulai memerah itu.

“Jika mereka melakukan hal buruk padamu lagi, kau harus melawan mereka ok! Jangan biarkan mereka melakukan hal seperti tadi padamu lagi!” Saranku pada gadis yang ternyata adalah hoobaeku ini.

“Ne sunbae.”

Aku membalikkan badanku dan bergegas untuk pergi, ketika tiba-tiba saja gadis itu memanggilku. “Sunbae…”

“Ne?”

“Sekali lagi terima kasih banyak! Aku tak tahu apa jadinya diriku ini jika tadi kau tidak ada.  Hmm… dan… namaku adalah Song Jemi.” Ujar gadis itu memperkenalkan dirinya.

“Hyunseung… Jang Hyunseung…”

(Hyunseung’s POV End)

 

*****

 

Jemi masih menatap Hyunseung selepas namja itu pergi. Ia tak bisa menahan senyuman yang muncul di wajah manisnya itu kala ia mengingat kejadian yang baru saja ia alami, Hyunseung telah menolongnya. Jemi benar-benar merasa sangat senang. Sangking senangnya sampai-sampai untuk pertama kali dalam hidupnya ia bersyukur bahwa teman-temannya telah membully-nya tadi.

‘Ah… aku rasa aku sudah gila sekarang. Yeah, I go crazy because of you Sunbae…’

 

*****

 

“Apa kau yakin gadis ini orangnya?” Tanya seorang namja bersuara berat. Tangannya memegang selembar foto seorang yeoja.

“Ne, aku yakin.”

“Hmm… cantik juga yeoja ini.” Ucap namja itu dengan seringaian yang terpatri jelas diwajahnya.

“Siapa namanya?” Tanya namja itu lagi.

“Jiyeon. Park Jiyeon. Ia juga seorang murid di Kirin High School.” Jawab teman namja itu.

“Hmm… such a pretty girl with a pretty name…”

“Kapan rencana ini akan dijalankan?” Tanya seorang namja yang baru saja masuk kedalam ruangan bernuansa hitam itu.

“As soon as possible…” Jawab namja pemilik suara berat itu dengan senyuman licik diwajahnya.

 

 

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

2 tanggapan untuk “When Bad Boys Meet Good Girl (Part 7)

  1. boram diselamatkan sma junhyung, apa nantinya boram akan suka sma junhyung? Jemi suka sma hyunseung. Rencana, maksudnya rencana apa? Dan siapa mereka? Kenapa mereka nyebut nma jiyeon?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s