Diposkan pada Chapters, KyuYeon (Kyuhyun Jiyeon)

When Bad Boys Meet Good Girl (Part 8)

 

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title     : When Bad Boys Meet Good Girl
Type    : Chaptered
Genre  : Romance, Friendship, Life, Drama

Cast :
– Park Jiyeon
– Yong Junhyung
– Cho Kyuhyun
– Jang Hyunseung
– Jeon Boram
– Lee Kikwang
– Yang Yoseob
– Son Dongwoon
– Yoon Doojoon

 

________________________________________

 

(Jiyeon’s POV)

“Ya! Keluarkan aku dari sini!” Jeritku.

Kalau boleh jujur, aku sangat takut sekarang. Bagaimana tidak? Saat ini aku sedang berada disebuah tempat yang sangat asing bagiku. Aku tidak tahu dimana aku sekarang dan aku juga tidak tahu siapa yang membawaku kesini. Yang bisa kulihat hanyalah kegelapan, tak ada yang lain…

Tubuhku diikat dengan kuat disebuah kursi. Ikatannya sangat kuat hingga aku tidak bisa menggerakkan tubuhku barang sedikitpun. Sungguh! Ini benar-benar membuatku frustasi!

‘Tuhan, kumohon selamatkan aku…’

Kreeeek…

“Wow, ternyata tamu kita sudah datang.” Ujar seseorang yang tak kukenal. Mendengar dari suaranya, bisa kutebak bahwa ia adalah seorang namja. Ia bertepuk tangan seraya berjalan mendekat kearahku.

TING! Lampu pun menyala sehingga menyebabkan ruangan yang tadinya gelap gulita menjadi terang benderang. Spontan, aku langsung menutup mataku kala kurasakan sinar lampu itu menyilaukan mataku.

Dapat kulihat dengan jelas keadaan disekitarku sekarang. Ada banyak sekali namja disekelilingku. Mereka berbadan besar dan tinggi, tak lupa dengan ekspresi sangar yang terpatri jelas di wajah mereka. Tetapi, namja yang tadi berbicara padaku berbadan kurus meskipun ia yang paling tinggi diantara yang lain.

“Wow, kau terlihat jauh lebih cantik dari yang difoto.” Namja itu memujiku sambil menyunggingkan senyuman menjijikkannya. Ia membelai wajahku dengan jemari kurusnya.

“Ya! Keluarkan aku dari sini! Aku tak memiliki masalah dengan kalian. Kenal pun tidak. Tolong biarkan aku pergi!”

“Kau mungkin memang tidak memiliki masalah dengan kami, keunde pacarmu memiliki masalah dengan kami.” Ujar pria kurus itu lagi.

‘Apa maksudnya? Kenapa Kyuhyun oppa bisa memiliki masalah dengan mereka?’

“Nae namjachingu?” Tanyaku pelan.

“Yup! Junhyung. Kau disini karenanya. Jadi, jika kau ingin menyalahkan seseorang atas peristiwa ini, maka salahkanlah namjachingumu itu!”

“Mworago?! Ya! Aku rasa kau salah paham. Aku bukan pacar Junhyung! Aku hanya temannya. Jadi aku tak ada urusan dengan semua ini, arasso!” Aku berkata dengan keras. Enak saja mereka menyekapku disini karena mereka pikir aku pacar Junhyung! Pacarku itu Kyuhyun, bukan Junhyung!

Para namja berandalan ini tertawa keras, layaknya orang yang sedang menonton acara komedi. Salah seorang namja yang berambut kuning mendatangiku. “Aigoo, sudahlah baby, kau tidak perlu berbohong. Kami semua tahu bahwa kau memang yeojachingu Yong Junhyung.” Namja itu terkekeh geli.

“Tapi…”

Braak! Pintu ruangan ini terbuka dengan cukup keras.

“Ya Minho! Aku sudah menelpon Junhyung dan mengatakan padanya bahwa yeojachingunya ada pada kita. Sekarang kita hanya membutuhkan sebuah tempat untuk memulai permainan kita ini.”

“Ara.”

Aku hanya bisa menundukkan kepalaku saat mendengar percakapan mereka. Huh, betapa sialnya aku! Bagaimana bisa mereka salahpaham dengan mengira bahwa aku adalah yeojachingu Junhyung?

Aish eomma ottohke?! Anakmu sedang dalam bahaya T__T

“Dimana gadis itu? Aku belum melihatnya sama sekali.” Ucap namja yang baru saja memasuki ruangan ini. Aku bisa mendengar derap langkah kakinya yang semakin lama semakin mendekat padaku. Hingga akhirnya suara itu berhenti tepat dihadapanku. Dengan perlahan dan agak sedikit takut, aku pun menegadahkan kepalaku. Dan ternyata…

“YAA NEO! THE CHICKEN NERD!!”

“YAA PARK JIYEON??!!”

(Jiyeon’s POV End)

 

 

*****

Jemi berlari secepat yang ia bisa. Ia tidak mempedulikan tatapan orang-orang yang memandangnya aneh. Yang ia inginkan sekarang hanyalah pergi sejauh mungkin dari mereka, Hyunseung dan Hyuna…

Ia tidak pernah merasa sesakit ini sebelumnya…

Dan sekarang gadis manis itu percaya dengan apa yang sering dikatakan oleh orang-orang. PATAH HATI adalah hal yang paling MENYAKITKAN!  Gambaran kejadian yang baru saja disaksikan oleh Jemi, kembali berseliweran dikepalanya. Hyunseung dan Hyuna BERCIUMAN! Yeah, ia menyaksikan kejadian itu dengan mata kepalanya sendiri.

‘Oppa… kenapa kau tega padaku? Tidak tahukah kau bahwa ini menyakitiku?”

Jemi merasa semua yang selama ini ia rasakan dan ia lakukan adalah hal yang sia-sia belaka. Dia sudah menyukai Hyunseung sejak lama. Tetapi, ia hanya menyimpannya dalam hati. Ia terlalu takut untuk menunjukkan perasaannya secara terang-terangan pada Hyunseung, tidak seperti gadis-gadis yang lain. Disaat yeoja lain bisa berdekatan dengan Hyunseung, Jemi hanya bisa memandang pria idamannya itu dari kejauhan.

Ia selalu berharap agar suatu saat nanti Hyunseung akan melihatnya dan menyadari kehadirannya. Dan juga mereka akan bersatu. Tetapi sekarang semua harapannya itu hancur berserakan hanya dalam hitungan detik.

Jemi sadar bahwa ia harus menyerah sekarang. Karena apapun yang akan dilakukannya, tak akan bisa membuat Hyunseung melihatnya. Tetap bertahan hanya akan membuat gadis itu semakin terluka.

Perlahan air mata berjatuhan di pipi mulus Jemi. ‘Time to give up now…’

*****

_AT BEAST’s PLACE_

Para member Beast sedang berdiskusi tentang Jiyeon. Mereka merasa khawatir akan keselamatan gadis yang sekarang sedang diculik oleh musuh mereka itu. Terbesit rasa bersalah mereka terhadap Jiyeon. Sebab secara tidak langsung, merekalah penyebab Jiyeon diculik. Andai saja gadis itu tidak mengenal atau memiliki hubungan dengan mereka, ia pasti takkan diculik oleh kawanan berandal itu.

Junhyung sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi. Dengan segera ia bangkit dari posisi duduknya, membuat member yang lain agak sedikit terkejut.

“Kau ingin pergi kemana?” Tanya Doojoon.

“Aku akan menyelamatkan Jiyeon.” Balas Junhyung singkat sebelum ia beranjak pergi. Hyunseung menarik lengan Junhyung. “Jangan tergesa-gesa! Kita harus membuat rencana terlebih dahulu.”

“Rencana apa, huh?!” Amuk Junhyung. “Apa kita harus menunggu sampai terjadi sesuatu yang buruk pada Jiyeon? Ya begitu?!” Junhyung meluapkan emosinya.

“Junhyung-ah! Kau tidak perlu marah-marah dengan Hyunseung, sebab apa yang dikatakan Hyunseung benar. Kita harus membuat rencana jika kita ingin menyelamatkan Jiyeon. Dan asal kau tahu, tidak hanya dirimu saja yang khawatir padanya. Kami pun juga merasa khawatir. Sama sepertimu.” Ujar Kikwang.

Setelah terdiam sejenak, akhirnya Junhyung duduk kembali ditempatnya. “Apa rencana kita?”

*****

(Boram’s POV)

“Mworago?! Jiyeon diculik?” Teriakku kaget. Pantas seharian ini aku tidak melihat Jiyeon. Tidak di sekolah dan bahkan aku tidak dapat menemukannya dirumahnya. Rumahnya kosong ketika aku pergi kesana.

“Ta…Tapi kenapa?” Aku bertanya pada Yoseob dengan suara parau. Ya, aku sedang berusaha keras untuk menahan tangisku. Bukannya menjawab, Yoseob malah menundukkan kepalanya. “Mianhe.” Ujarnya lirih. “Ini semua terjadi karena… karena kami.” Yoseob menghela napasnya pelan.

“Ne?”

“Mereka menyekap Jiyeon karena kami. Mereka pikir Jiyeon adalah yeojachingu Junhyung. Mereka salahpaham akan itu. Kami sudah menegaskan pada mereka bahwa Jiyeon bukanlah yeojachingu Junhyung, dan ia tidak ada sangkut pautnya dengan masalah kami. Keunde, mereka tetap tidak mempercayai kami.” Jelas Yoseob.

Aku menyentuh bahu Yoseob. “Gwenchana. Ini semua bukan kesalahan kalian. Aku yakin Jiyeon juga berpikiran sama.”

Yoseob menatapku dan tersenyum kecil. “Gomawo.” Ujarnya yang kubalas dengan seulas senyuman.

“Keunde, apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan Jiyeon? Aku takut jika mereka akan melakukan sesuatu hal yang buruk padanya.”

“Kau tidak perlu khawatir. Aku dan yang lainnya sudah membuat rencana guna untuk menyelamatkan Jiyeon. Percayalah pada kami!”

“Ara, aku percaya. Huft, untuk saja orang tua Jiyeon sedang berada di Jepang. Jika tidak, aku tak dapat membayangkan akan seperti apa reaksi mereka jika tahu bahwa putri semata wayang mereka sedang diculik.”

(Boram’s POV End)

*****

BRAKK!

“Auuch..!”

Jemi meringis menahan sakit akibat bertabrakan dengan seseorang. Gadis muda itu mendongakkan kepalanya untuk melihat orang yang baru saja bertabrakan dengannya. Dan ternyata… orang itu adalah Hyunseung!

Lagi-lagi Jemi merasa sakit hati saat melihat Hyunseung. Ia mengingat kejadian tempo lalu, ketika Hyunseung berciuman mesra dengan Hyuna.

“Mianhe.” Hyunseung mengulurkan tangannya untuk membantu Jemi. Tapi Jemi mengacuhkannya. Gadis itu langsung berdiri dan kemudian berjalan pergi, membuat Hyunseung merasa sedikit kaget akan reaksi dingin gadis itu.

‘Ada apa dengan gadis itu?’ Batin Hyunseung bingung sambil menatap Jemi yang sudah berjalan jauh didepannya.

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

Satu tanggapan untuk “When Bad Boys Meet Good Girl (Part 8)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s