Diposkan pada The Daily Life Of Super Junior's Little Sisters

(Cho Jiyoung’s Story) Missing You

 

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title       : The Daily Life Of Super Junior’s Little Sisters
(Cho Jiyoung’s Story – Missing You)

Type      : Oneshoot
Genre    : Family, life

Cast :
– Cho Jiyoung
– Cho Kyuhyun
– Choi Jiyeon
– Lee BoYoung
– Super Junior’s member

_____________________________________________

 

Jiyoung sedang menghabiskan waktu luang-nya di sore hari dengan berjalan-jalan di taman dekat apartemennya. Lelah setelah berjalan-jalan, gadis cantik berusia 17 tahun itu pun memutuskan untuk beristirahat sejenak. Jiyoung duduk dibangku taman dan mulai mengeluarkan hp-nya, sekedar untuk memeriksa pesan atau panggilan masuk. Ternyata ada satu pesan yang masuk.

 

From : Kyuhyun oppa

Annyeong saeng! Mian, sepertinya rencana makan malam kita nanti harus batal. Tiba-tiba saja ada pertemuan mendadak di SM. Jeongmal mianheyo… oppa harap kau mengerti. Oppa janji akan menebus makan malam kita yang tertunda ini..

Jiyoung hanya dapat menghela napas pelan. Jujur, ia merasa sangat kecewa atas datangnya pesan tersebut. Padahal ia sudah sangat menantikan makan malam bersama oppanya itu. Ia sudah sangat merindukan oppa-nya. Tapi apa mau dikata? Sang oppa bukannya orang biasa yang memiliki banyak waktu luang. Ia adalah Cho Kyuhyun, seorang superstar. Jadi mau tidak mau, Jiyoung harus bisa memaklumi keadaan oppanya itu.

“Oppa… aku lelah…”

“Lalu kau mau aku melakukan apa?”

“Gendong aku!”

“Mwo? Ah sirheo! Aku lelah.”

“Jebal oppa… aku lelah sekali.”

“Aish, sudahlah ayo naik!”

“Aaa gomawo nae oppa!”

Jiyoung tersenyum kecil melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Dihadapannya ada dua orang kakak beradik yang kira-kira masih berada di sekolah dasar sedang asyik bercengkrama. Sang oppa yang kira-kira lebih tua 3 tahun dari adiknya itu sedang menggendong sang adik dipunggungnya. Percakapan mereka acap kali diselingi oleh tawa dan canda. Seketika Jiyoung jadi teringat akan dirinya dan Kyuhyun ketika mereka masih kecil.

Sejak kecil, Jiyoung memang sudah sangat manja dan juga tergantung pada Kyuhyun. Terlebih karena umur mereka terpaut jauh, yaitu 6 tahun. Hal tersebut membuat Kyuhyun selalu memanjakan Jiyoung hingga membuat gadis itu bergantung padanya. Tapi semua berubah semenjak Kyuhyun memutuskan untuk menjadi trainer di SM, dan sampai pada akhirnya ia debut menjadi salah seorang personil Super Junior.

“Bogoshipo Kyuhyun oppa…” gumam Jiyoung lirih.

 

 

*****

_AT THE APARTEMENT_

“Tidak jadi pergi dengan Kyuhyun oppa?” Tanya Jiyeon heran. Sebab setahu gadis cantik itu, hari ini Jiyoung akan makan malam bersama sang oppa, Kyuhyun. Tapi yang membuat Jiyeon heran, Jiyoung masih dengan santainya berada didepan tv bukannya malah bersiap-siap pergi.

“Batal. Ada rapat mendadak di SM.” Jawabnya pelan.

Jiyeon menjadi sedikit iba pada temannya itu. Masih segar dalam ingatannya betapa bahagianya Jiyoung saat membicarakan rencana makan malamnya bersama Kyuhyun. Jiyeon tahu pasti perasaan Jiyoung saat ini. Gadis itu pasti merasa sangat kecewa pada oppanya.

Jiyeon menepuk pundak Jiyoung pelan. “Jangan bersedih, kan masih ada lain kali.”

“Ani, tidak ada lain kali. Oppa selalu membatalkan janjinya secara sepihak.” Setelah berkata demikian, Jiyoung pun segera masuk ke kamar tidurnya.

“Jiyoung mana?” Tanya Boyoung yang baru saja kembali dari dapur. Gadis itu menyerahkan sebungkus cemilan pada Jiyeon dan kemudian mengambil tempat disebelah sahabatnya itu. “Sudah masuk ke kamar. Sepertinya ia kecewa sekali pada Kyuhyun oppa.” Ujar Jiyeon.

“Yah, kalau aku jadi dia, pasti aku juga akan begitu.”

*****

(Kyuhyun’s POV)

Kalau boleh jujur, daripada harus mendengar pembicaraan yang tidak menarik ini, aku lebih memilih untuk makan malam bersama yeodongsaeng-ku. Keunde, apa yang bisa kulakukan selain menuruti perintah atasan? Aku yakin Jiyoung pasti merasa sangat kecewa padaku. Ini sudah yang kesekian kalinya aku membatalkan janji secara sepihak.

“Baiklah, rapat hari ini selesai. Aku mengharapkan yang terbaik dari kalian.” Ucap Pak Lee Soo Man mengakhiri acara pertemuan kami.

“Waeyo Kyu? Kau terlihat sangat tak bersemangat.” Tanya Sungmin hyung saat kami baru keluar dari ruang pertemuan.

“Lagi-lagi aku membatalkan janji secara sepihak pada Jiyoung.” Aku menghela napas pelan. “Ia pasti sangat marah padaku.” Lanjutku lagi.

“Minta maaflah padanya. Aku yakin ia tak benar-benar marah padamu. Mungkin ia hanya merasa kecewa, itu saja.”

“Huft… yah, kuharap juga begitu. Hyung kan tahu sendiri bagaimana tabiat yeodongsaeng-ku itu. Jika sudah marah, ia akan susah sekali baiknya.”

*****

Tuh kan, benar perkiraanku! Jiyoung ternyata marah besar padaku. Sudah berkali-kali aku berusaha untuk membujuk dongsaeng-ku ini agar mau memaafkanku. Keunde, semua sepertinya sia-sia. Sedari tadi Jiyoung hanya menatapku dingin dan sama sekali tidak mengubris ucapanku.

“Jiyoung-ah, maafkan oppa ya…”

Jiyoung hanya diam, ia malah menutup wajahnya menggunakan selimut biru kesayangannya. “Aigoo, nanti kau tidak bisa bernapas, jagi.” Ujarku sembari menarik selimutnya. Aku mengambil tempat disebelah Jiyoung dan kemudian berbaring sambil memeluk tubuh rampingnya. “Mianhe. Oppa tahu oppa salah. Kau pasti kesal setengah mati pada oppa. Iya kan?”

“Jiyoung-ah…” ia masih tidak merespon ucapanku. “Ah, bagaimana jika kita pergi ke taman hiburan saja? Otte? Kita sudah lama kan tidak bermain bersama di taman hiburan.”

Jiyoung membalikkan badannya, sehingga kami saling berhadapan sekarang. Wajahnya masih cemberut, menandakan bahwa ia masih kesal padaku. “Jangan bercanda.” Ujarnya.

“Mwo?”

“Jika oppa ingin mengajakku ke taman bermain, itu sama dengan membunuhku secara perlahan. Oppa tahu-kan bahwa kau ini seorang superstar? Bagaimana jika dilihat oleh orang-orang? Pasti semuanya akan lebih runyam.”

Aku mengecup pipi dongsaengku, “Kau tahu yang namanya penyamaran, kan?” Aku menaikkan alisku. Jiyoung hanya diam tanpa ada niat untuk menyuarakan protesnya lagi.

“Ok, kalau begitu besok kita pergi ke taman hiburan.”

“Lupakan saja! Paling-paling oppa akan membatalkannya lagi.” Ucapnya lirih. Aku mengelus kepalanya. “Aniya, aku berjanji bahwa kali ini kita akan benar-benar pergi.” Ucapku bersungguh-sungguh padanya.

“Jinjja?”

“Ne.” Kupeluk tubuh dongsaengku ini erat. Sungguh! Aku sangat merindukannya. Aku sangat merindukan moment-moment kami yang seperti ini.

(Kyuhyun’s POV End)

*****

(Jiyoung’s POV)

_AT AMUSEMENT PARK_

Sudah satu jam setengah aku menunggu Kyuhyun oppa di sini. Yah, Kyuhyun oppa tiba-tiba menelponku dan menyuruhku untuk pergi ke sini duluan karena ia masih ada pekerjaan. Keunde, sudah satu jam lebih aku menunggu, aku masih tak melihat batang hidungnya disini. Apa mungkin ia lupa akan janjinya padaku? Huft…

……………………………..

Ok, that’s it! Oppa pasti lupa. Sudah lewat 2 jam dari waktu yang dijanjikan, dan ia masih belum muncul. Ah, lebih baik aku pulang saja!

Aku pun sudah bangkit dari tempat dudukku. Keunde, bagaimana jika Kyuhyun oppa terlambat datang? Dan ketika ia sampai disini, aku malah sudah tidak ada. Aish jinjja! Aku benci sekali berada didalam kondisi seperti ini!

Akhirnya dengan berat hati aku pun memutuskan untuk kembali menunggu Kyuhyun oppa. Yah, semoga saja ia cepat datang…

2 jam kemudian~

Cukup sudah! Aku sudah 4 jam menunggunya disini. Kesimpulanku cuma satu. Kyuhyun oppa melupakan janjinya padaku! Seharusnya aku sadar bahwa kali ini akan berakhir sama seperti biasanya. Dan seharusnya aku tidak mempercayai Kyuhyun oppa begitu saja.

Tanpa terasa air mataku mulai meleleh. Aku tidak repot-repot untuk menghapusnya. Biarlah seperti ini… aku sudah terlalu lelah dengan semuanya. Aku sangat kecewa. Tidak pernah aku merasa sekecewa ini terhadap orang, apalagi ia adalah oppaku sendiri.

Tiba-tiba lantunan lagu Paparazzi dari SNSD yang berasal dari ponselku membuyarkan lamunanku. Apakah Kyuhyun oppa?!

Harapanku sirna seketika saat aku melihat ID caller si penelpon. Ternyata yang menelpon adalah Ryu, sahabat sekaligus teman sebangku-ku di sekolah.

“Ryu-ya…”

“Yah, ada apa dengan suaramu? Kenapa parau begitu? Apa kau  sedang menangis?” Tanya namja itu tanpa henti, bak rentetan kereta api.

“Ryu-ya~” Aku pun mulai terisak bagai anak kecil yang ditinggal ibunya.

“Wae? Kau kenapa? Jangan membuatku panic! Dimana kau sekarang?”

“Aku di taman bermain. Bisakah kau menjemputku, Ryu? Ini sudah mulai gelap dan aku takut…” lirihku.

“Ok, kau tunggu aku ya. Setengah jam lagi aku akan sampai disana.”

Aku menatap sekelilingku. Orang-orang yang berlalu lalang dihadapanku terlihat sangat bahagia. Bertolak belakang sekali denganku. Ah… aku iri dengan kebahagiaan mereka…

(Jiyoung’s POV End)

*****

Jiyoung baru saja menapakkan kaki di dalam apartemennya, ketika dengan tiba-tiba Jiyeon menghampirinya. Jiyoung mengeryitkan dahi, merasa heran dengan wajah panic Jiyeon.

“Wae?” Tanya Jiyoung penasaran.

“Kyuhyun oppa sakit.”

DEG!

‘Kyuhyun oppa sakit?’ Batin Jiyoung. Gadis cantik berambut panjang itu mulai merasa sangat khawatir. Hampir semua orang tahu bagaimana ringkihnya tubuh Kyuhyun. Terlebih setelah kecelakaan yang nyaris merenggut nyawanya.

“Baiklah, aku akan segera ke dorm mereka sekarang.” Jiyoung segera beranjak keluar dari apartemennya dengan tergesa-gesa. Sirna sudah segala kekesalannya terhadap sang oppa. Sekarang yang tersisa adalah rasa khawatir yang sangat besar terhadap oppanya.

“Chakkaman! Aku ikut young-ah!”Ujar Jiyeon. Dan akhirnya kedua gadis remaja itu pun segera meluncur menuju apartemen sang oppadeul.

*****

_AT SUJU’s DORM_

“Badannya panas, dan sedari tadi ia menggigil kedinginan. Dokter bilang Kyuhyun terlalu kelelahan, ditambah dengan tubuhnya yang memang lemah.” Ujar Sungmin pada Jiyoung. Jiyoung duduk dipinggir kasur Kyuhyun seraya menatap oppanya iba. Sungguh, ia tak sanggup harus melihat oppanya terbaring lemah tak berdaya seperti ini. Ini membuatnya tersiksa.

Sungmin pun keluar dari kamarnya bersama sang maknae, meninggalkan Jiyoung yang sekarang sedang telaten mengganti kompres dikepala Kyuhyun.

“Aigoo… panas sekali.” Gumam Jiyoung saat ia menyentuh dahi Kyuhyun.

“’Argh…” Erangan kecil terlontar dari bibir pucat Kyuhyun. “Apa yang sakit oppa?” Tanya Jiyoung cemas. Kyuhyun membuka matanya perlahan, ia tersenyum menatap dongsaengnya. “Dadaku agak sedikit sakit.” Jawab Kyuhyun. Jiyoung meletakkan tangannya dengan pelan didada Kyuhyun. “Disini?” Tanyanya seraya mengelus lembut dada Kyuhyun, seakan namja yang ada dihadapannya ini sangat rapuh.

“Ehmm…” Kyuhyun menggigit bibirnya untuk menahan rasa sakit yang sedang mendera dadanya. “Bisa tolong ambilkan obatku?”

“Ini!” Jiyoung membantu Kyuhyun untuk meminum obatnya. “Apa masih sakit?”

“Sudah tidak. Gomawo saeng…” Jiyoung hanya tersenyum menatap sang oppa. Diarahkannya tangan kanannya untuk menghapus peluh yang ada didahi Kyuhyun. “Mian, pasti kau sudah menunggu oppa terlalu lama, kan?” Kyuhyun menatap sang adik dengan tatapan bersalah.

“Gwenchana. Yah, memang mengesalkan sih. Keunde aku mengerti keadaan oppa kok. Kan bukan kemauan oppa jika harus sakit hingga membatalkan janji kita lagi.”

“Berbaringlah disini!” Ajak Kyuhyun pada dongsaengnya. Awalnya Jiyoung menolak karena kasur yang ditiduri oleh Kyuhyun adalah single bed, sedangkan Kyuhyun sekarang sedang sakit. Ia pasti membutuhkan tempat yang nyaman untuk beristirahat. “Ayolah, oppa sangat merindukanmu.” Bujuk Kyuhyun lagi.

Kyuhyun agak menggeser tubuhnya, sehingga Jiyoung bisa ikut berbaring disebelahnya. Dipeluknya tubuh adiknya itu dengan erat. “Bogoshipo…” gumam Kyuhyun. “Nado oppa…”

“Kau tahu, aku sangat merindukan moment-moment kita yang seperti ini.”

“Aku juga oppa. Sudah lama sekali kita tidak seperti ini. Sepertinya tradisi ini sudah nyaris kita lupakan.” Jiyoung terkekeh geli. Yah, Kyuhyun dan Jiyoung memang memiliki tradisi yang unik. Dulu saat mereka masih kecil, jika ada salah satu diantara mereka yang sedang sakit, pasti yang satunya akan tidur disebelah yang sakit  sambil memeluknya. Kebiasaan itu berlanjut hingga Kyuhyun duduk dibangku SMA. Namun, kebiasaan unik itu pun harus berakhir saat Kyuhyun akhirnya menjadi seorang Trainer di SM dan harus pindah dari rumah guna untuk tinggal di dorm.

“Ne, setelah sekian lama akhirnya aku kembali merasakan tradisi kita dulu.” Ucap Kyuhyun sambil mengelus pelan rambut sang adik. “Eh, ngomong-ngomong kau bertambah gendut ya sekarang?”

“Oppa!” Jiyoung memukul lengan Kyuhyun pelan. “Aku tidak gendut!” Ujar gadis cantik itu tak terima. Kyuhyun tertawa melihat reaksi dongsaengnya. “Arasso, kau tidak gendut. Hanya bertambah gemuk saja.”

“Ah, itu sama saja oppa babo!”

“Hahaha… sudahlah, sekarang diam! Aku sangat lelah dan ingin beristirahat.” Gumam Kyuhyun seraya mengeratkan pelukannya pada sang dongsaeng. Jiyoung hanya diam tak membantah. Ia membenamkan wajahnya didada bidang sang oppa, menikmati  wangi tubuh sang oppa yang sudah sangat ia rindukan.

“Good night oppa…”

“Good night saeng…”

-The End-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

5 tanggapan untuk “(Cho Jiyoung’s Story) Missing You

  1. Hwaaaa….anyeong saeng unNi datang kmbli..hehe
    mian nich bru mampir ksini lg… ;>
    ech dah da lnjtan dri cho sibling’s
    so sweet bnget critany…
    Yg choi sibling’s kpan da lnjtany??heuheu
    unN tnggu y,,bwt se so sweet mungkin ne saeng… B-)

    1. annyeong eonnie! iya nih udh lama eonnie ngga keliatan. kekeke masa sih sweet? Aku pikir ini malah alay loh XD
      kkk oke deh, ntr yg Choi sobling bkakalan aku usahain se-sweet mgkn, klo bisa smpe ngalahin sweet-nya gula XD

      1. Ne,maklum unN lg sibuk”ny nyiapin skripsi,,ampe pusing,jdi jrang maen kdunia ff dech..#nah loch kok curhat# ;>
        y tuch law bsa nglahin gula jga g papa..hehe
        pokokny unN tnggu loch choi story_ny… ;>
        yg jiyeon ma nak”beast jga pa y jdulnya unN lpa,,hehe
        kpan d lanjut!!
        Faigthing dech pokoknya… B-)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s