Diposkan pada Chapters, KyuYeon (Kyuhyun Jiyeon)

When Bad Boys Meet Good Girl (Part 9)

 

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title     : When Bad Boys Meet Good Girl
Type    : Chaptered
Genre  : Romance, Friendship, Life, Drama

Cast :
– Park Jiyeon
– Yong Junhyung
– Cho Kyuhyun
– Jang Hyunseung
– Jeon Boram
– Lee Kikwang
– Yang Yoseob
– Son Dongwoon
– Yoon Doojoon

_________________________________________

 

(Jiyeon’s POV)

“Ini, makan ini!”

“Ya chicken nerd! Neo baboya?! Apa kau tidak bisa melihat ini?” Ujarku seraya menunjukkan kedua tanganku yang terikat dengan erat.

“Jangan pernah memanggilku dengan sebutan itu lagi!” Ujarnya kesal. “Aku Onew. Ingat itu! ONEW bukan chicken nerd!” tambahnya lagi dengan nada keras.

Ok, kalian pasti mengira-ngira tentang hubunganku dan si Chicken nerd, atau yang harus kupanggil Onew ini, kan? Sebenarnya ia adalah teman sekelasku ketika di SMP. Dia sangat menyukai ayam dan ia juga dulunya adalah seorang yang culun. Maka dari itu orang-orang biasa memanggilnya Chicken nerd.

Aku benar-benar tidak menyangka akan bertemu dengannya dalam situasi yang seperti ini. Terlebih saat aku tahu bahwa ia merupakan bagian dari gangster yang menamai diri mereka SHINee. Ini benar-benar… UNBELIEVABLE!

“Huh, aku rasa aku memang tak punya pilihan lain sekarang.” Onew mulai membuka ikatan tanganku. “Finally! Aigoo… tanganku sakit sekali…” keluhku saat ikatan tali itu sudah terlepas dari kedua tanganku. Tanganku benar-benar sakit sekali. Kurasa ini akan meninggalkan memar.

“Onew, aku rasa kalian semua telah salah paham.” Ucapku padanya. Onew menatapku bingung. “Apa maksudmu?” tanyanya.

“Aku bukan yeojachingu Junhyung. Aku hanya teman sekelasnya saja.”

“Mwoya?!”

“Jebal… kau harus percaya padaku Onew-ssi…”

“Ta… tapi menurut informasi yang kudapat kau memang pacarnya Junhyung.” Ujarnya lagi.

“Aish jinjja! Aku jadi bingung sekarang!”

Persis seperti yang kutebak, Onew juga tidak percaya padaku. Tuhan, apa yang harus kulakukan sekarang? Aku benar-benar bingung.

Ketika aku ingin berbicara dengan Onew lagi, tiba-tiba pintu ruangan ini terbuka lebar. Dan yah… pria kurus itu lagi. Aku tidak tahu namanya, tapi kurasa dia adalah ketua disini karena semua orang sepertinya saat menghormatinya dan tunduk atas segala perintah pria ini.

“Annyeong honey…” Dia menyapaku dengan senyuman diwajahnya. Gosh! Jeongmal… ingin sekali ku pukul wajah sok tampannya itu. Benar-benar membuatku muak!

“Ready for the game?” Tanyanya sembari menyentuh rambutku dan menciumnya.

‘Aigoo, apalagi yang akan terjadi?’

(Jiyeon’s POV End)

 

 

*****

(Kyuhyun’s POV)

Ini sudah yang kesekian kalinya aku menghubungi Jiyeon. Keunde, tetap saja nomornya tidak aktif. Sebenarnya apa yang terjadi dengan yeojaku itu? Aku benar-benar sangat khawatir dengan keadaannya, sebab tidak biasanya ia menghilang tanpa kabar seperti ini.

Dan entahlah… tiba-tiba saja aku merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan Jiyeon. Perasaanku berkata bahwa Jiyeon sedang berada dalam bahaya…

_AT JIYEON’s SCHOOL_

Aku memutuskan untuk ke sekolah Jiyeon. Jujur saja, aku sudah sangat merindukan gadisku itu. Aku sengaja menunggunya di depan gerbang sekolahnya seperti biasa. Satu persatu murid-murid yang ada di sekolah Jiyeon sudah mulai keluar dari gerbang. Tiba-tiba saja aku melihat Boram, sahabat Jiyeon. Tanpa pikir panjang aku pun langsung memanggil gadis itu.

“BORAM-AH!” Panggilku agak keras. Boram menolehkan kepalanya kearahku. Sesaat, gadis itu tampak kaget atas kehadiranku.

“Annyeong Kyuhyun oppa…”

“Annyeong Boram-ah. Jiyeon eodisseo?” Aku bertanya pada Boram. Ini agak sedikit aneh. Biasanya Jiyeon selalu bersama Boram. Mereka selalu pergi bersama-sama, nyaris seperti anak kembar. Tapi hari ini aku hanya melihat Boram sendirian, tanpa Jiyeon disisinya.

“A….Oppa… Jiyeon… dia….”

DEG! Tak tahu mengapa, keunde aku merasa bahwa telah terjadi sesuatu yang buruk pada Jiyeon.

‘Tuhan kumohon…’

“Jiyeon diculik oppa…”

“MWORAGO?!!”

(Kyuhyun’s POV End)

*****

Jiyeon hanya bisa melihat pemandangan yang ada dihadapannya dengan rasa takut yang tak terkirakan. Orang-orang itu berubah menjadi sangat menyeramkan malam ini, lebih menyeramkan dari yang biasa. Seakan mereka sudah tak sabar ingin membantai para member Beast. Untunglah member Beast ada disana untuk menyelamatkan Jiyeon. Awalnya Jiyeon berpikir bahwa member Beast tidak akan mempedulikan dirinya, terutama Junhyung. Tapi ternyata pemikirannya tidak terbukti benar.

Karena pada kenyataannya…

Mereka semua ada disini untuk menyelamatkan dirinya…

“Minho, biarkan dia pergi! Dia tidak ada sangkut pautnya dengan permasalahan kita.” Ujar Junhyung pada namja tinggi yang ternyata bernama Minho.

“Hahaha… kau pikir aku akan semudah itu percaya pada omong kosongmu? Tentu saja dia ada sangkut pautnya dengan kita. Terlebih ia adalah yeojachingu-mu.” Balas Minho dengan seringai licik diwajahnya.

“Kami tidak ingin ada perkelahian disini. Jadi lebih baik kau lepaskan yeoja itu sekarang dan semua akan segera berakhir.” Ucap Doojoon.

Minho dan teman-temannya tertawa mendengar penuturan Doojoon. “Wow, benarkah aku baru saja mendengar perkataan itu keluar dari mulut seorang Leader Beast? Kalian tidak menginginkan adanya perkelahian? Omo, that’s so silly you know!” Ujar Minho masih sambil tertawa geli.

“Not so fast dude!” tambah pria berambut Kuning yang bernama Jonghyun.

“Ok, let’s not wasting more time again!”

Dan dengan itu, perkelahian yang sengit pun dimulai…

Jiyeon menutup matanya erat. Keringat tak henti-hentinya keluar dari tubuh gadis itu. Ia benar-benar ketakutan sekarang.

‘Tuhan, kumohon… tolong buat mereka berhenti. Aku takut…’

*****

Jiyeon menangis histeris ketika melihat Junhyung yang sudah bersimbah darah. Darah keluar dari kepala dan hidung namja itu. Tak hanya Junhyung, member Beast yang lain pun juga terluka.

Yoseob datang menghampiri Jiyeon dan membuka ikatan gadis itu. Kemudian, ia menarik tangan Jiyeon dengan tergesa-gesa. “Kajja! Kita harus sesegera mungkin pergi dari sini!” Ujar Yoseob sembari menarik tangan Jiyeon.

“Bagaimana dengan yang lainnya?” Jiyeon semakin terisak saat membayangkan nasib para member Beast yang lainnya.

“Mereka akan baik-baik saja.”

“Tapi…”

“Jangan membantah Jiyeon! Ini perintah dari Junhyung. Ia ingin aku membawamu pergi dari sini.” Ujar Yoseob.

Akhirnya, Jiyeon dan Yoseob pun melarikan diri dari tempat tersebut. Mereka berlari secepat mungkin, takut jika ternyata kawanan tersebut mengejar mereka. Yoseob menggenggam tangan Jiyeon erat, tak sedetik pun ia melepaskan genggamannya tersebut. Sementara Jiyeon, pikiran gadis itu melayang akan member Beast yang masih tertinggal disana. Ia khawatir akan keselamatan mereka, terutama Junhyung.

‘Tuhan, kumohon lindungi mereka! Jangan biarkan terjadi sesuatu yang buruk pada mereka…’  Jiyeon terus berdoa didalam hatinya untuk keselamatan para member Beast.

*****

(Jiyeon’s POV)

_IN FRONT OF JIYEON’s HOUSE_

“Yeonnia-ah!” Kyuhyun oppa berlari menghampiriku. Ia memelukku erat dan berkali-kali mengecup puncak kepalaku. Aku balik memeluknya erat, tak ingin melepaskan pelukan hangat ini. Aku tak bisa menahan tangisanku. “Oppa…” isakku. Kyuhyun oppa semakin mengencangkan pelukannya dan kembali mengecup puncak kepalaku.

“Neo Gwenchana?” Tanyanya setelah melepaskan pelukannya. Ia mengamatiku dengan teliti untuk memastikan bahwa aku baik-baik saja. Bisa kulihat dengan jelas bahwa ia merasa sangat khawatir.

“Nan gwenchana oppa…”

Kyuhyun oppa menghapus air mataku dan dengan lembut ia mencium kedua kelopak mataku. Sentuhannya membuatku merasa tenang, nyaman, dan terlindungi. “Syukurlah kau tidak apa-apa. Aku sangat khawatir padamu.”

Tiba-tiba saja ponsel Yoseob berbunyi. Ah, aku baru sadar jika ia masih ada disini. Aku terlalu senang bisa bertemu dengan Kyuhyun oppa lagi.

“Doojoon-ah, neo gwenchana?”

Ternyata Doojoon yang menelpon Yoseob. Aku harap mereka semua baik-baik saja. Aku takut jika terjadi sesuatu yang buruk pada mereka. Jika itu sampai terjadi, kupastikan aku akan merasa amat sangat bersalah.

“Mworago?” Suara Yoseob terdengar panic. “Ne, arasso!” Sambungnya lagi sebelum menutup telponnya. Aku menatapnya ingin tahu, sedangkan Yoseob menatapku sayu.

Apa yang sebenarnya terjadi?!

Yoseob berjalan mendekatiku dan Kyuhyun oppa. Belum sempat aku bertanya, Yoseob berkata. “Jiyeon-ah… Junhyung… dia…”

DEG!

‘Ya Tuhan… kumohon agar ini semua tidak nyata. Jebal… ini tak mungkin terjadi padanya…’

-To Be Continued-

Ya ya, aku tahu part ini memang pendek bgt. Tapi jujur aja ya, aku udh rada males buat ngepost FF ini. Ani, bukan karena masalah Jiyeon itu. Aku tetep ngefans kok sm dia 😀

Ini lebih ke Silent Reader 😦 sumpah bikin aku sebel! Jadi yaah, klo ternyata silent reader masih pada bertebaran, ada kemungkinan aku bkalan makin lama ngepost-nya atau malah ngga bkalan dilanjutin. Mianheyo chingudeul T__T Aku harap kalian ngerti ^^

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

6 tanggapan untuk “When Bad Boys Meet Good Girl (Part 9)

  1. Ya ya ya saeng kok udah TBC lg..
    Semangat saeng jngan berhnti post ff nie donk,,satau unN d PJYFF lmayan bnyak dech pembca ff nie…
    Jdi tetap smangat y bwt lanjtin ff nie,unN tetap mendukung mu saeng,,ok… ;>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s