Diposkan pada Chapters, KyuYeon (Kyuhyun Jiyeon)

When Bad Boys Meet Good Girl (Part 10)

 

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title     : When Bad Boys Meet Good Girl
Type    : Chaptered
Genre  : Romance, Friendship, Life, Drama

Cast :
– Park Jiyeon
– Yong Junhyung
– Cho Kyuhyun
– Jang Hyunseung
– Jeon Boram
– Lee Kikwang
– Yang Yoseob
– Son Dongwoon
– Yoon Doojoon

_____________________________________________

 

_IN THE HOSPITAL_

“Junhyung-ah, mianhe… andai saja aku tidak pernah masuk dalam kehidupanmu, pasti semua tidak akan menjadi seperti ini. Jeongmal mianhe…” Ucap Jiyeon lirih pada sosok namja yang sedang terbaring lemah dihadapannya. Namja itu tak lain dan tak bukan adalah Junhyung, Yong Junhyung.

Wajah Junhyung dipenuhi luka memar, dan ia juga kehilangan banyak darah. Beruntung ia segera ditangani oleh dokter. Dan menurut dokter, sekarang keadaannya sudah mulai membaik. Ia hanya membutuhkan istirahat untuk memulihkan tenaganya.

Hal ini membuat Jiyeon teringat akan kenangan perdananya bersama para member Beast. Saat ia tanpa sengaja memergoki mereka sedang berkelahi, hingga ia ikut terlibat didalamnya. Ia juga ingat sekali bagaimana para member Beast, terutama Junhyung berusaha untuk melindunginya. Dan karena dia jugalah pada saat itu Junhyung terpaksa harus masuk rumah sakit.

Dan saat ini situasinya sama seperti saat itu. Junhyung lagi-lagi harus masuk rumah sakit gara-gara menolongnya. Hal ini membuat Jiyeon merasa amat bersalah terhadap Junhyung.

‘Lagi-lagi aku membuatmu terluka seperti ini. Mianhe… karena aku kau harus terluka…’

“Jiyeon-ah, jangan menyalahkan dirimu lagi! Ini semua bukan karenamu.” Ujar Doojoon lembut seraya menepuk bahu Jiyeon pelan. Jiyeon menyeka air matanya yang bercucuran. “Ne arasso… tapi tetap saja… ini semua memang salahku kan. Dan… aku tak bisa jika harus melihatnya seperti ini.” Isak Jiyeon.

“Dia akan baik-baik saja, Jiyeon-ah. Dia namja yang kuat.” Ujar Doojoon menenangkan Jiyeon. “Lebih baik sekarang kau pulang saja. Kau terlihat sangat lelah. Biar Junhyung kami yang menjaga.”

Jiyeon menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Ia menatap Junhyung dan menyentuh tangan namja yang sedang terbaring lemah itu. Perlahan, Jiyeon mendekatkan wajahnya ke wajah Junhyung. “Wake up soon, ok…” bisiknya tepat ditelinga Junhyung.

 

 

*****

 

_AT THE SCHOOL_

Hyunseung membaringkan tubuhnya dibangku taman belakang sekolah. Ia merasa sangat lelah dengan berbagai macam peristiwa yang belakangan ini terjadi. Hyunseung pun memejamkan kedua matanya, mencoba untuk tidur sejenak. Tapi tak lama kemudian, ia merasa sesuatu yang lembut menyentuh wajahnya, lebih tepatnya membelai wajahnya.

Hyunseung baru saja ingin membuka matanya ketika kemudian ia mendengar suara seorang gadis.

“Oppa…”

“Bisakah aku memanggilmu demikian? Oppa…”

“Hah, aku benar-benar babo, bukan? Aku hanya berani berbicara padamu dalam keadaan yang seperti ini. Aku ingin tahu apa kau masih mengingatku. Kau pernah menolongku dulu. Apa kau masih mengingatnya?” Tanya gadis itu lirih.

Gadis berambut hitam panjang itu adalah Song Jemi…

Jemi tersenyum sedih sembari menatap wajah Hyunseung yang dikiranya sudah tertidur. Dia sadar bahwa ia sedang berkelakuan layaknya orang yang tidak waras, berbicara pada orang yang sedang tidur. Tapi inilah satu-satunya kesempatan bagi Jemi untuk berbicara pada Hyunseung.

“Oppa… saranghae…” Ucap Jemi lagi.

Tubuh Hyunseung seakan membeku sejenak saat ia mendengar pengakuan cinta dari Jemi. Jantungnya berdetak sangat kencang, seakan-akan ia sedang berlari dengan sangat kencang. Ini aneh! Sebab Hyunseung tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya. Padahal ini bukan pertama kalinya ia mendengar pengakuan cinta dari seorang gadis. Jika biasanya ia akan bersikap cool, cuek dan terkesan tidak peduli, tapi kali ini semua berbeda…

…benar-benar sangat berbeda…

 

 

*****

 

(Kyuhyun’s POV)

Jiyeon benar-benar sangat mengkhawatirkan keadaan namja yang bernama Junhyung itu. Dan jujur saja, hal itu membuatku sedikit cemburu. Cemburu? Yaah.. kuakui aku memang cemburu.

Aku tahu, tidak seharusnya aku seperti ini. Terlebih Junhyung menjadi seperti ini dikarenakan ia telah menolong Jiyeon, yeojaku. Seharusnya aku berterima kasih padanya, karena kalau bukan karena dia, entah bagaimana nasib Jiyeon sekarang. Tapi jujur saja, aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri.

“Oppa…”

“Ne Yeonnie-ya.”

“Kau kenapa?” Tanya Jiyeon lembut.

“Ani, nan gwenchanayo.” Jawabku sambil tersenyum.

“Jeongmal?” Tanyanya lagi. Sepertinya ia tidak yakin dengan jawabanku. Aku menganggukkan kepalaku dan kemudian tersenyum pada Jiyeon.

“Ok, kajja!” Ajak Jiyeon sembari menarik pelan tanganku.

 

_AT THE HOSPITAL_

Lagi-lagi aku harus merasakan yang namanya CEMBURU. Bagaimana tidak? Dengan mata kepalaku sendiri aku menyaksikan yeojachingu-ku sedang menyuapi namja lain. Tak hanya aku, pasti semua namja di dunia ini akan merasa cemburu jika berada dalam posisiku saat ini.

‘Aish jinjja! Kau harus tenang Kyuhyun-ah! Jaga emosi-mu!’

“Cukup. Aku sudah kenyang.” Ujar Junhyung pada Jiyeon. Jiyeon tersenyum menatap Junhyung. “Ok, ini minumnya!” Ujar Jiyeon sembari menyerahkan segelas air mineral pada Junhyung.

Aku hanya duduk sembari menatap mereka dengan pandangan tidak suka. Tapi apa yang bisa kulakukan? Tidak mungkinkan aku menarik Jiyeon dan membawanya pergi dari sini. Cih, itu kekanakan sekali!

(Kyuhyun’s POV End)

 

 

*****

 

Ini sudah 3 hari semenjak Junhyung dirawat di Rumah Sakit. Kondisi namja itu sudah mulai membaik. Jiyeon juga selalu menyempatkan diri untuk menjenguk Junhyung setiap hari. Rupanya gadis cantik itu masih merasa bersalah dan menganggap bahwa semua adalah kesalahannya. Seringnya Jiyeon mengunjungi Junhyung ternyata juga berdampak pada Kyuhyun. Yeah, namja itu menjadi semakin cemburu kala melihat betapa telatennya Jiyeon merawat Junhyung.

Jiyeon membuka pintu kamar rawat Junhyung secara perlahan. Dilihatnya Junhyung masih tertidur pulas diatas ranjang rumah sakit. Jiyeon berjalan mendekati ranjang tersebut dan kemudian gadis itu duduk dikursi yang ada disebelah ranjang Junhyung. Tangan Jiyeon menyentuh rambut Junhyung secara perlahan.

‘Halus sekali.’ Pikir gadis itu.

Tangan Jiyeon bergerak, dari rambut Junhyung menuju ke hidung mancung namja tersebut. Dan terakhir, tangan Jiyeon terhenti di bibir tebal Junhyung. Seketika Jiyeon tersadar dengan apa yang sedang dilakukannya. Jiyeon sadar apa yang sedang dilakukannya adalah salah. Benar-benar salah!

Tanpa pikir panjang Jiyeon segera menarik tangannya yang sedari tadi menjelajahi wajah Junhyung.

“Kenapa berhenti?” tanya sebuah suara yang sukses membuat jantung Jiyeon jumpalitan.

“Junhyung-ah…”

Junhyung bangkit dari tidurnya dan kemudian duduk dengan bersandar pada kepala tempat tidur. Junhyung menarik tangan Jiyeon, hingga gadis itu terduduk dipinggir ranjang dengan posisi berhadapan dengan Junhyung.

“Aku tanya, kenapa kau berhenti?” Junhyung mengulangi pertanyaannya tadi. Jiyeon terdiam, tidak tahu harus berkata apa pada namja yang ada dihadapannya ini. Rasanya seperti ada yang tersangkut ditenggorokannya hingga membuat ia susah untuk berbicara.

Junhyung menggenggam tangan Jiyeon pelan. Didekatkannya tangan Jiyeon ke bibirnya, dan dengan perlahan diciumnya tangan Jiyeon. Jiyeon tersentak kaget mendapat perlakuan demikian dari Junhyung. Gadis itu hanya menatap kaget pada namja yang ada dihadapannya tersebut. Belum selesai keterkagetan Jiyeon, Junhyung kembali mencium-nya. Tapi kali ini bukan ditangan, melainkan di dahi gadis itu!

Jiyeon sontak langsung berdiri. Masih tersirat rasa kaget diwajah cantiknya. “Wae? Kenapa kau melakukan itu padaku?” tanya Jiyeon antara bingung dan gugup.

“Tentu saja karena aku menyukaimu. Ah ani, bukan hanya suka, keunde aku mencintaimu.”

“Ya! Jangan bercanda! Itu tidak lucu.”

Junhyung menatap Jiyeon intens. “Apa aku terlihat bercanda?” tanyanya. Jiyeon menelan ludahnya gugup. “Aku serius Jiyeon-ah. Saranghae…” Ujar Junhyung lagi.

“Tapi…”

“Aku tahu kau sudah memiliki namjachingu. Tapi… tak bisakah kau memberiku satu kesempatan? Aku bisa menjadi namjachingu yang lebih baik darinya.” Ujar Junhyung.

‘Ya Tuhan, bagaimana ini? Apa yang harus kukatakan? Aish… aku bisa gila jika seperti ini!’

 

 

*****

 

 

(Boram’s POV)

Apakah ini nyata?!

Rasanya aku akan menangis sebentar lagi…

Aku tidak percaya dengan apa yang baru saja kulihat. Junhyung… dia mengecup dahi Jiyeon? Ya Tuhan, ada apa lagi ini? Aku harap ini semua hanya mimpi. Aku harap ini tidak nyata…

Tapi kemudian, pengakuan cinta Junhyung membuatku sadar bahwa ini adalah NYATA! Junhyung memang benar-benar menyukai Jiyeon! Dan untuk kedua kalinya aku harus kembali merasakan sakitnya patah hati. Aku tidak bisa membantah bahwa aku mulai menyukai Junhyung. Aku menyukainya semenjak dia menjadi pahlawan penyelamat hidupku.

Tapi melihatnya mengungkapkan cinta pada Jiyeon membuatku sadar bahwa aku sudah tidak memiliki kesempatan. Karena hatinya hanya untuk Jiyeon…

Akhirnya aku memilih untuk pergi dari depan pintu kamar rawat Junhyung. Aku sudah tidak sanggup untuk masuk kedalam dan melihat mereka berdua. Hatiku sudah terlalu sakit dan kecewa.

Sepertinya aku harus mulai belajar untuk menghapus rasa sukaku terhadap Junhyung. Keunde, bagaimana bisa?
Tuhan, kumohon bantu aku. Apa yang harus kulakukan sekarang?!

(Boram’s POV End)

 

 

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

3 tanggapan untuk “When Bad Boys Meet Good Girl (Part 10)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s