Diposkan pada Chapters, KyuLa Couple (Kyuhyun Haneul)

You Make My Life Complete (Part 6)

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title      : You Make My Life Complete
Type     : Chapter
Genre   : Romance, Drama. Life, Sad, Family, Friendship

Cast :
– Cho Haneul
– Cho Kyuhyun
– Kwon Sohyun
– Super Junior’s members

 

_______________________________________________________

 

(Haneul’s POV)

Aku hanya bisa menangis tersedu-sedu sekarang. Aku tak habis pikir pada appa, mengapa ia tega menuduhku mencelakai Joohyun? Sebenci apapun aku pada Joohyun, takkan mungkin aku tega mencelakainya, karena bagaimana pun juga ia adalah saudaraku.

Semua itu berawal saat di sekolah tadi. Joohyun kembali berulah padaku. Sepertinya ia ingin mengerjaiku, dan membuatku terjatuh dari tangga sekolah. Tapi sepertinya Tuhan melindungiku, karena entah bagaimana bukannya aku yang terjatuh tapi malah Joohyun. Yah, senjata makan tuan kurasa.

Tapi karena itu juga Joohyun jadi menuduhku yang tidak-tidak. Dengan seenak hatinya ia menuduhku yang telah mendorongnya hingga ia jatuh dari tangga, yang menyebabkan kakinya cedera. Appa jelas langsung marah padaku saat mendengar penuturan Joohyun. Tanpa mau mendengar penjelasan dariku, appa langsung memarahiku. Dan yang lebih membuatku sakit hati, disaat aku mati-matian berusaha untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya dan sekaligus untuk menyuarakan pembelaanku, appa malah menamparku. Rasanya sakit… ani, bukan sakit fisik, melainkan hati ini yang sakit.

Apa appa sudah tidak menyayangiku lagi?

Jika itu memang benar, apa yang harus aku lakukan? Hanya appa yang kumiliki sekarang…

(Haneul’s POV End)

*****

Kyuhyun menatap miris terhadap seorang gadis yang sedang duduk termenung didepannya tersebut. Haneul sudah menceritakan duduk perkaranya pada Kyuhyun. Entahlah, Haneul bisa merasa sangat nyaman dan percaya pada Kyuhyun hingga ia mau menceritakan tentang persoalan pribadinya pada pria yang baru dikenalnya beberapa bulan itu.

Kyuhyun masih menatap lekat Haneul. Dalam hati ia ikut merasakan kesedihan yang dialami gadis itu. Ia sendiri juga heran pada dirinya yang selalu bisa ikut merasakan kesedihan yang dialami oleh gadis itu. Hatinya ikut terasa sakit saat melihat betapa hancurnya gadis yang ada dihadapannya ini. Dan keinginannya untuk melindungi Haneul seakan semakin kuat dan tak terbendung lagi.

Pria tinggi berkulit pucat itu bangkit dari duduknya, dan kemudian ia berlutut tepat didepan Haneul. Haneul mendongakkan kepalanya, menatap pria yang sedang berlutut dihadapannya.

“Jangan bersedih, kau masih punya aku. Bukankah sudah pernah kukatakan padamu bahwa kau selalu bisa mengandalkanku. Jadi kau jangan merasa sendiri lagi. Kau punya aku, Sohyun, dan member Suju yang lain. Mereka juga sangat menyayangimu.” Kyuhyun berkata panjang lebar seraya menatap lekat gadis manis yang ada dihadapannya. Haneul menatap Kyuhyun sendu. Hatinya terasa hangat saat Kyuhyun mengucapkan kalimat tersebut.

Perlahan tapi pasti, senyuman manis mulai terukir diwajah cantiknya. “Gomawo.” Ucapnya tulus. Kyuhyun tersenyum. Dalam hati namja itu merasa sangat bersyukur karena bisa melihat senyum Haneul lagi. Entah sejak kapan senyuman Haneul sudah menjadi candu untuk namja berkulit pucat itu. Kehilangan senyum Haneul sama dengan kehilangan penyemangat hidupnya.  Hal kecil yang tanpa disadarinya sudah berdampak begitu besar bagi kehidupannya.

*****

(Kyuhyun’s POV)

_AT SUPER JUNIOR’s DORM_

“Hyung!” Panggilku pada Sungmin hyung yang sedang asyik memainkan gitarnya.

“Hmm?” Respon Sungmin hyung. Perhatiannya masih tertuju sepenuhnya pada gitar yang ada dipangkuannya. Biasanya aku akan protes dan merasa kesal jika mendapat respon seperti itu dari Sungmin hyung. Tapi untuk kali ini justru aku malah merasa bersyukur dia tidak terlalu focus padaku. Karena jujur saja, hal yang akan aku bicarakan padanya ini memang agak sedikit… hmm… memalukan mungkin?

“Ada apa Kyuhyun-ah?”

Aku menghembuskan napas perlahan. “Hmm… begini… kurasa… aku… aku mulai menyukai Haneul. Hmm… menyukai dalam artian… yah, kau tahu lah hyung.” Ujarku gugup.

Sekarang seluruh perhatian Sungmin hyung tertuju padaku. Ia memindahkan gitar yang sedari tadi berada dipangkuannya ke atas ranjang, tepat disebelahnya. Kemudian ia menatapku lekat. “Aku sudah tahu.” Ucapnya singkat.

“Mwo? Ottohke?” Tanyaku kaget.

“Tidak usah kaget begitu! Bukan hanya aku saja yang tahu, keunde semua member juga sudah tahu kok. Bahkan kami sudah tahu sebelum kau menyadari perasaanmu itu.” Jelas Sungmin hyung yang sukses membuatku cengo. Yang benar saja! Bagaimana mungkin mereka sudah tahu duluan bagaimana perasaanku bahkan sebelum aku, si pemilik perasaan, mengetahuinya. Ini benar-benar aneh! Mereka yang terlalu pintar atau aku yang terlalu babo?! -__-

Aku menatap Sungmin hyung. Dan seakan bisa membaca pikiranku, ia berkata. “Terlihat jelas pada dirimu bahwa kau memang tertarik dan menyukai Haneul. Hanya saja kau telat menyadari perasaanmu itu.”

Aku terdiam mendengar penuturan dari Sungmin hyung. Yah, ia memang benar! Kurasa aku memang sudah lama memiliki rasa pada Haneul, hanya saja aku terlalu babo untuk menyadarinya.

“Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?” Tanya Sungmin hyung seraya menatapku. Aku mengeluarkan senyum andalanku. “Tentu saja aku akan menjadikannya milikku.” Jawabku sambil tersenyum.

“Hahaha… aigoo, dongsaengku sudah dewasa ternyata.” Aku terkekeh pelan mendengar gurauan hyungku yang satu ini. Tapi kemudian ekspresinya berubah dengan serius. “Bagaimana dengan perusahaan? Kau tahu kan larangan itu? Dan juga bagaimana dengan Elf terlebih Sparkyu? Pasti akan heboh nantinya. Dan jika sudah seperti itu, ujung-ujungnya pasti akan berdampak buruk pada Haneul.”

Aku terdiam mendengar pernyataan yang terlontar dari mulut Sungmin hyung. Yah, aku tidak ingat akan semua itu. Akan bagaimana reaksi perusahaan kelak, juga bagaimana tanggapan Elf serta Sparkyu. Tapi… rasa ingin melindungi dan memiliki Haneul sudah terlalu besar hingga aku tak sanggup membendungnya.

“…Kurasa aku akan terpaksa main petak umpat jika diperlukan…”

“Mwo?! Itu berarti kau akan menjalani hubungan backstreet dengan Haneul?”

“Yup! Tepat sekali!”

“Nekat.”

“Memang.” Balasku sambil tertawa. Sungmin hyung menggelengkan kepalanya, mungkin ia merasa tidak habis pikir dengan aksi nekatku ini.

“Tapi aku salut padamu.” Ucapnya sambil tersenyum. “Cinta itu memang patut diperjuangkan.” Tambahnya lagi. Aku tersenyum menatap hyungku yang satu ini. Ia memang selalu mengerti diriku.

“Jangan sungkan untuk meminta bantuanku, ok!”

“Ne, itu sudah pasti! Dan yang kubutuhkan sekarang adalah doa darimu hyung. Doakan aku akan Haneul juga memiliki perasaan yang sama denganku dan ia mau menerima cintaku.”

“Tanpa kau minta pasti akan kulakukan. Good luck, maknae!”

(Kyuhyun’s POV End)

*****

Haneul sedang duduk termenung di taman belakang sekolah. Tiba-tiba saja Joohyun datang dan seperti biasa, gadis itu mulai mencari masalah dengan Haneul. Pada mulanya Haneul tidak peduli dan juga tidak menanggapi ocehan Joohyun.

Tapi lama kelamaan kesabaran Haneul habis. Tanpa gadis itu dapat menahan emosinya, tangannya yang sedari tadi terkepal sempurna disisi tubuhnya, kini mendarat dengan sempurna dipipi Joohyun hingga meninggalkan bekas merah.
Joohyun terlihat kaget dengan tamparan Haneul. Ia tidak menyangka bahwa Haneul berani menamparnya seperti tadi.

“NEO!” geram Joohyun kesal sembari memegang pipinya yang sudah memerah.

“Wae? Kau mau mengadu pada eomma-mu? Silahkan! Aku tidak peduli!” Tantang Haneul. “Aku memang selalu diam menghadapi kelakuanmu yang menjijikkan itu. Tapi bukan berarti aku takut. Aku hanya malas meladeni manusia yang tak berguna macam kau dan ibumu itu.” Ujar Haneul dingin.

Joohyun tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejutnya. Dia hanya dapat terdiam sambil memandangi Haneul. Sedangkan Haneul, dalam hati gadis itu merasa sangat senang saat melihat ekspresi terkejut Joohyun. Rasanya ia ingin tertawa keras-keras melihat wajah Joohyun yang perlahan tapi pasti sudah mulai pucat pasi. Yah, Haneul sangat menikmati ini…

“Kuperingatkan padamu, sekali lagi kau mencari masalah denganku, jangan harap kau bisa hidup tenang. Arasso!” Ancam Haneul, dan setelah itu ia pergi meninggalkan saudara tirinya yang masih termanggu ditempatnya.

*****

_IN HANEUL’s ROOM_

Kedua gadis remaja itu, Haneul dan Sohyun, sedang berbaring bersisian diatas ranjang Haneul. Keduanya menatap langit-langit kamar bernuansa biru itu dengan intens, seakan ada tontonan menarik disitu.

“Seperti apa rasanya kematian? Apa itu sakit?” Tanya Haneul memecahkan keheningan diantara mereka. Sohyun mengeryitkan dahi. Ia agak merasa sedikit aneh dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh sahabatnya tadi. “Kenapa kau bertanya seperti itu?” Sohyun balik bertanya seraya menatap Haneul. Haneul tidak menjawab. Gadis itu malah menghela napasnya dan kemudian ia memejamkan matanya.

“Ya neo…”

“Tenang saja. Aku takkan melakukan tindakan babo itu lagi. Aku sudah jera.” Ujar Haneul seakan bisa membaca pikiran sahabatnya itu.

“Syukurlah… aku takut kau akan bertindak babo seperti itu lagi.”

“Tidak akan. Aku menyesal sempat melakukannya. Lagipula untuk apa aku buang-buang diri demi orang tak berhati macam mereka.”

“Maksudmu, Joohyun dan eomma-nya?” Tanya Sohyun.

“Ne, tentu saja! Siapa lagi orang tak berhati yang ada dikehidupanku? Cuma mereka.”

“Wooaah sudah ada kemajuan!” Sohyun terkekeh geli. “Ini pertama kalinya kau berbicara seperti itu tentang mereka. Aku mulai menyukai perubahanmu sekarang.”

Haneul hanya tertawa kecil melihat reaksi berlebihan dari sang sahabat.

“Tadi aku malah menampar Joohyun.”

“Wooah jinjja?!” Tanya Sohyun tak percaya. Bagaimana tidak? Selama ia mengenal Haneul, tak pernah ia melihat Haneul menampar orang. Berkata kasar saja ia jarang, apalagi kekerasan fisik? Haneul yang dikenalnya adalah seorang gadis berhati lembut yang sabar dan pendiam. Bila Haneul kesal, marah atau sedih gadis itu hanya akan diam dan menyendiri. Maka dari itu, mendengar Haneul menampar orang itu merupakan suatu berita yang menghebohkan.

“Ne. Dan kau tahu, setelah melakukannya aku malah merasa lega. Aneh sekali, bukan?”

“Itu artinya kau telah mendapatkan kepuasan batin. Hah, sayang sekali aku tidak menyaksikan kejadian bersejarah itu.”Ujar Sohyun sambil berpura-pura memasang wajah kecewa. Haneul terkekeh geli. “Baiklah, lain kali akan kurekamkan khusus untukmu.” Ujar gadis itu lagi sambil tertawa.

Dan akhirnya, kedua gadis remaja itu menghabiskan waktu mereka dengan berbincang-bincang sepanjang hari. Gelak tawa kerap menyelingi perbincangan mereka.

*****

Kyuhyun mengajak Haneul pergi ke sebuah taman yang terpencil. Taman tersebut terletak dipinggiran kota dan agak tersembunyi, sehingga jarang ada orang yang mengunjungi taman tersebut. Taman tersebut sangat indah dan nyaman. Haneul sendiri sampai dibuat terpukau pada saat ia menjejakkan kakinya di taman itu.

 Kyuhyun mengajak Haneul untuk duduk dibawah pohon. Dari situ mereka bisa melihat danau yang terletak tak jauh didepan mereka. Danau yang tak seberapa luas itu dikelilingi pepohonan yang rimbun, hingga menambah kesan teduh dan asri yang ada di taman itu.

Haneul duduk seraya menekukkan lututnya kedepan dadanya, kemudian ia meletakkan dagunya disana. Semilir angin yang bergulir membuatnya terlena. Gadis cantik itu pun memejamkan matanya, merasakan semilir angin yang menerpa wajah mulusnya. Kyuhyun tersenyum menatap gadis yang ada disebelahnya. Hatinya lega dan senang kala ia melihat kebahagian yang terpancar jelas dari wajah gadis yang diam-diam dicintainya itu.

 DEG!

Jantung Haneul berdebar – debar tak karuan akibat Kyuhyun yang tanpa permisi langsung menyandarkan kepalanya dibahu Haneul. Tapi Haneul hanya diam. Dalam hati gadis itu terus berdoa agar namja yang sedang menyandar padanya itu tak bisa mendengar debaran jantungnya yang menggila itu.

“Aku lelah…”

Haneul menolehkan kepalanya menghadap Kyuhyun. “Kalau lelah seharusnya oppa beristirahat, bukannya malah mengajakku kesini.” Ucap Haneul lembut. Kyuhyun mendongakkan wajahnya, hingga ia bisa menatap jelas gadis yang ada disebelahnya. Jarak mereka yang sangat dekat membuat Haneul menjadi lebih gugup. Dan semburat merah pun muncul diwajah putihnya itu. “Aku sedang istirahat sekarang.” Ujarnya.

“Hah, maksud oppa?”

Kyuhyun menegakkan tubuhnya kembali. “Inilah caraku beristirahat. Keberadaanmu membuatku nyaman.” Ujar namja itu seraya tersenyum lembut, membuat Haneul semakin terpukau terhadap pria tampan yang ada dihadapannya. Haneul sengaja mengalihkan pandangannya pada seisi taman.

“Haneul-ah…” Panggil Kyuhyun. Haneul menolehkan kepalanya karena panggilan tersebut.

CHU~

Mata Haneul terbelalak kaget. Ia menyentuh bibirnya pelan. Matanya menatap kosong pada Kyuhyun. “Oppa…” lirihnya.

“Ke…kenapa kau… menciumku?”

“Kau ini babo sekali! Memangnya apa alasan seorang namja mencium seorang yeoja?”

“Karena namja itu menyukai sang yeoja. Keunde tak mungkin kan kalau kau…”

“Apanya yang tidak mungkin?” Potong Kyuhyun.

“Oppa tidak mungkin kan menyukaiku… aku…” Haneul terdiam seribu bahasa. Ia tak bisa menemukan kata-kata yang tepat untuk diucapkan dalam situasi yang seperti ini.

“Apa aku harus menciummu lagi agar kau percaya?” Kyuhyun menatap intens pada Haneul tepat dimanik mata gadis itu.

“Jadi oppa… neo…”

“Ne, aku menyukaimu ah ani, lebih tepatnya aku mencintaimu…”

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

13 tanggapan untuk “You Make My Life Complete (Part 6)

  1. waah. .daebak,tamparan telak bgt tuh. .kekeke
    asyik ni kalo bisa liat mukanya joohyun. .haha

    ceritanya makin seru:D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s