Diposkan pada Chapters, KyuYeon (Kyuhyun Jiyeon)

When Bad Boys Meet Good Girl (Part 12)

 

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title     : When Bad Boys Meet Good Girl
Type    : Chaptered
Genre  : Romance, Friendship, Life, Drama

Cast :
– Park Jiyeon
– Yong Junhyung
– Cho Kyuhyun
– Jang Hyunseung
– Jeon Boram
– Lee Kikwang
– Yang Yoseob
– Son Dongwoon
– Yoon Doojoon

_______________________________________

 

_AT THE SCHOOL’s ROOFTOP_

Gadis itu duduk dengan damai seraya menutup kedua matanya. Ia terlihat sangat menikmati desiran angin yang menerpa wajah putihnya. Rambut panjangnya yang berwarna hitam pekat menerpa wajahnya akibat dari tiupan angin yang sepoi-sepoi. Tetapi gadis itu sama sekali tidak terlihat terganggu dengan itu. Tanpa gadis itu sadari, seorang pria juga berada disitu dan pria itu sedang menatapnya intens, mengagumi wajah tenang gadis itu.

Gadis itu tidak menyadarinya sampai pada akhirnya pria itu berdeham.

“Ehem…”

Jemi, nama gadis itu, dengan segera membuka kedua matanya dan betapa terkejutnya ia ketika menemukan pria yang sudah tak asing lagi baginya itu sedang duduk tak jauh darinya.

“Maaf jika aku mengganggu waktu tenangmu.” Ujar Hyunseung memecahkan keheningan diantara mereka.

“Ne, gwenchana sunbae.” Jawab Jemi sopan sambil tersenyum kecil.

Mereka terdiam, sama sekali tidak tahu apa yang harus dibicarakan. Dan situasi tersebut membuat mereka merasa semakin canggung satu sama lain, terlebih Jemi. Tapi disisi lain, gadis itu juga merasa senang dan gugup. Ia meremas-remas tangannya guna untuk meredamkan perasaan gugup dan senang yang menyelubungi dirinya.

“Kenapa kau menghindariku?” Tanya Hyunseung secara tiba-tiba, membuat jantung Jemi berdebar dengan sangat keras. Malah nyaris melompat dari tempatnya.

“Aku tidak menghindarimu.”

“Ya, kau menghindariku.” Tegas Hyunseung.

Jemi menundukkan kepalanya. Gadis itu terlalu takut untuk menatap Hyunseung secara langsung. Jemi bisa merasa bahwa Hyunseung masih setia menatapnya, mungkin menunggu jawaban yang akan ia keluarkan. Tapi Jemi bersikap seakan-akan ia tidak menyadari arti dari tatapan tersebut. Melihat itu, Hyunseung hanya bisa menghela napas pasrah.

“Aku tidak tahu kesalahan apa yang telah kulakukan padamu. Aku juga tidak tahu kenapa saat kau menghindari-ku aku merasa… ehm… benci… “

Jemi mendongakkan kepalanya dan menatap Hyunseung dengan kaget, tidak menyangka bahwa kata-kata tersebut keluar dari mulut namja yang ada disebelahnya.

‘Seorang Jang Hyunseung menjadi resah hanya karena aku menghindarinya??’

Jemi sangat tahu bagaimana tabiat namja yang ada disebelahnya ini. Hyunseung adalah tipe namja yang keren, cuek dan juga pendiam. Dia bukan tipe orang yang peduli akan keadaan sekitarnya, terutama dalam hal yeoja.

Jadi jelas saja ini agak mengherankan untuk Jemi, sebab untuk pertama kalinya seorang Jang Hyunseung merasa resah hanya karena seorang perempuan. Terlebih perempuan itu adalah DIRINYA SENDIRI!

“Jebal…” Jemi menatap Hyunseung, menunggu lanjutan kalimat dari namja itu.

“Jangan pernah melakukan itu lagi padaku. Kau tahu, aku sangat benci ketika kau menghindariku, arasso!”

“N..ne… sunbae… mianhe… jeongmal mianhe…”

Hyunseung bangkit dari posisi duduknya dan ia mengulurkan tangannya pada Jemi. “Kajja! Bel sudah berbunyi.”
Jemi menerima uluran tangan itu dengan ragu-ragu, tetapi dengan sigap Hyunseung menggenggam tangan gadis itu dan menariknya pelan. Mereka pun berjalan dengan tangan yang masih saling bertautan. Sepertinya Hyunseung sama sekali tidak memiliki niat untuk melepaskan tangan mereka  jika Jemi tidak berinisiatif untuk melepaskannya terlebih dahulu.

 

*****

(Jiyeon’s POV)

Aku sedang asyik membaca novelku, ketika dengan tiba-tiba Boram masuk ke kamarku. Aku sempat tertegun dengan kedatangannya, sebab belakangan ini ia bersikap sangat dingin padaku dan aku tak tahu kenapa. Benar-benar membingungkan, bukan?!

Boram tersenyum manis padaku dan ia duduk ditempat tidurku, tepat disebelahku.

“Boram-ah, aku kaget dengan kedatanganmu yang tiba-tiba.”

“Wae? Aku rasa ini hal yang normal. Bukankah aku sering datang kesini?” Ia tersenyum. Aku menghela napas lega. Sepertinya ia sudah kembali seperti Boram yang biasanya. Ia tak marah lagi padaku. Aku pun memutuskan untuk menanyakan alasan dari sikap anehnya belakangan ini. Karena jujur saja, itu sangat membuatku frustasi!

“Boram.” “Jiyeon.” Ujar kami bersamaan, yang menyebabkan kami tertawa geli.

“Ok, kau duluan.” Kataku padanya.

“Hmm… aku mendengar percakapanmu dengan Junhyung ketika kau sedang mengunjunginya di rumah sakit. Dia bilang bahwa dia menyukaimu, kan? Lalu… apa jawabanmu?” Tanya Boram hati-jati padaku.

Tunggu dulu! Apa katanya barusan?!

Omo! Itu artinya dia tahu tentang Junhyung dan aku?! Gosh, sepertinya aku tahu alasan Boram bersikap cuek dan dingin padaku. Itu semua karena dia CEMBURU!

Yeah, aku yakin bahwa itu memang alasannya.

‘Aigoo neo jeongmal baboya, Jiyeon-ah! Bagaimana bisa kau tidak peka pada perasaan sahabatmu?’

“Hey, jangan salah paham ok! Aku tidak bermaksud apa-apa kok. Percayalah!” Ujar Boram meyakinkanku.

“Aniya… aku hanya… hanya kaget saja karena kau tahu soal itu. Dan soal jawabanku, tentu saja aku menolaknya. Aku kan sudah punya Kyuhyun oppa, aku sangat mencintainya. Jadi tak mungkin aku akan berpaling dari Kyuhyun oppa.” Jawabku. Boram menganggukkan kepalanya ketika ia mendengar jawabanku.

“Tapi… kelihatannya ia benar-benar sangat menyukaimu. Ah ani… bukan hanya suka, tapi kurasa ia sangat MENCINTAIMU.” Boram menekankan kata MENCINTAIMU, dan lagi-lagi membuatku bimbang.

“Merasa bimbang, hah?” Tanya Boram yang sukses membuatku terkejut. Kelihatannya ia bisa membaca pikiranku sekarang, jika tidak bagaimana ia bisa tahu?

“Aku bisa lihat dari wajahmu kalau kau merasa bimbang sekarang.” timpalnya lagi.

Wow she’s great! Kurasa ia bisa menjadi cenayang sekarang O.O

Boram menggenggam tanganku dengan lembut. “Ikuti kata hatimu, ok! Dan kau akan segera menemukan jawabannya.” Boram tersenyum manis padaku

‘Cho Kyuhyun atau Yong Junhyung?’

(Jiyeon’s POV End)

*****

“Sedang mencari siapa, Boram-ah?” Tanya salah seorang teman sekelas Boyoung. Ia merasa penasaran karena sedari tadi Boyoung melayangkan pandangannya pada seluruh kelas, seperti sedang mencari sesuatu atau lebih tepatnya seseorang.

“Hmm… kau tahu dimana Junhyung?”

“MWO?! Kau mencarinya?!” Tanya teman Boram tidak percaya.

“Ne.Wae?”

“Ani… hanya saja sedikit aneh.”

Boram tahu bahwa Junhyung sudah keluar dari rumah sakit dan juga ia datang ke sekolah hari ini. Tetapi Boram tidak dapat menemukan namja itu. Tidak di dalam kelas dan tidak dimana pun. Yang ditemukannya hanya tas ransel Junhyung yang memang sengaja ditinggalkan oleh sang pemilik diatas meja.

Bertanya pada member Beast? ANDWAE! Ia terlalu malu untuk melakukannya.

‘Hah, kurasa aku harus mencarinya lagi. Tapi dimana? Aku sudah mencarinya diseluruh tempat yang ada di sekolah ini, bahkan di perpustakaan! Yah, meskipun aku tahu bahwa kemungkinan ia berada disana sangat kecil. Yeah, everywhere except for…’

‘ATAP!’

Boram tersenyum senang dan dengan segera gadis itu pergi menuju atap sekolah. Temannya hanya menatapnya tanpa sempat bertanya apapun.

———————————————————————

_AT THE ROOFTOP_

“Kenapa kau membolos lagi?” Tanya Boram seraya mengambil tempat duduk disebelah Junhyung.

“Aku malas.” Jawab namja itu singkat.

Keheningan pun tercipta diantara mereka. Boram kehabisan bahan pembicaraan, begitu pula Junhyung. Boram berusaha keras untuk mencari topic pembicaraan yang bagus agar suasana canggung diantara mereka sirna. Tapi sepertinya sia-sia, sebab gadis mungil itu merasa sangat gugup bahkan disaat ia hanya duduk bersebelahan dengan Junhyung.

Braaak!

“Ah, kau disini rupanya.” Ujar Kikwang.

“Woaah, Boram-ssi?!” Dongwoon tidak dapat menyembunyikan ekspresi kagetnya. Ia benar-benar kaget saat melihat Junhyung dan Boram yang sedang duduk berduaan. Tak lazim rasanya. Dia tidak pernah tahu sebelumnya bahwa Junhyung dan Boram dekat.

“Aku tidak tahu bahwa kalian saling dekat.” Pria itu berkomentar. Yoseob menganggukkan kepalanya, merasa setuju dengan komentar Dongwoon.

“Kami tidak dekat. Kami hanya sedang berbicara.” Jawab Junhyung dengan nada dinginnya. Boram menolehkan kepalanya menghadap Junhyung. Terbesit sedikit rasa sedih dihatinya saat mendengar jawaban Junhyung. Tetapi kemudian ia sadar bahwa apa yang Junhyung katakan adalah benar. Mereka memang tidak dekat. Itu kenyataannya! Tapi sedikit banyak ia berharap agar…

‘Aish jinjja Boram-ah! Jangan seperti ini! Terimalah kenyataannya!’ ujar Boram dalam hati.

“Jika Jiyeon tahu bahwa kau bolos lagi, kupastikan kau takkan selamat dari amukan singa betina itu.” Ujar Yoseob. Junhyung terlihat cuek dan sama sekali tidak mempedulikan hal tersebut.

“Kau tidak sadar bahwa kau juga sedang membolos?” Junhyung menatap Yoseob. Yoseob tersentak kaget, matanya membulat sempurna. Member Beast yang lain sampai tertawa terpingkal akibat melihat ekspresi cengo dan panic Yoseob. Sangat Lucu! Semua kecuali Junhyung. Pria itu hanya tersenyum kecil melihat tingkah teman se-gengnya itu.

“OMO!!! Ottohke?!! Aku masih ingin hidup. Aku tak ingin mati!” Yoseob sangat panic.

“Gwenchana, kita aman untuk kali ini sebab Jiyeon sedang ada rapat OSIS.” Ujar Boram.

“Ahh… jinjja?!”

“Ne.”

“Ah… sudah lama sekali kita tidak membolos pelajaran.” Ujar Dongwoon. Namja jangkung itu merentangkan tangannya sembari menutup mata, menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya.”

“Yah, aku juga merindukan saat-saat seperti ini. Kurasa kita harus melakukan ini lebih sering.” Komentar Kikwang sembari mengikuti Dongwoon.

“Yup! Dan kita akan mati muda jika kita sering-sering membolos kelas.” Timpal Doojoon sambil tertawa.

Boram tersenyum geli melihat tingkah pola para member Beast. Ia tidak pernah tahu bahwa menghabiskan waktu bersama Beast akan se-asyik ini. Mereka ternyata sangat baik dan juga lucu. Benar-benar berbeda sekali dengan mereka yang biasanya. Jika biasanya mereka akan bersikap kasar, menyebalkan, dan malas, tetapi kali ini mereka menunjukkan sisi yang berbeda dari diri mereka masing-masing. Sisi yang baik tentunya.

Sulit dipercaya bahwa mereka memiliki sifat seperti ini dalam diri mereka. Kupikir mereka hanyalah orang yang kasar, malas, dan menyebalkan. Seperti yang biasa mereka tunjukkan pada orang-orang. Tetapi sekarang… mereka bersikap layaknya orang normal pada umumnya.’ Batin Boram sambil menatap para member Beast dengan senyuman yang terpatri jelas diwajah baby face-nya.

*****

(Junhyung’s POV)

“Jadi, apa jawabanmu?”

Jiyeon menundukkan kepalanya dalam-dalam, ia tidak berani menatapku secara langsung. Hah… kurasa aku tahu apa jawab yang akan ia berikan. Dia benar-benar mencintai namja itu. Benar-benar  pria yang beruntung. Cho Kyuhyun…
Masih belum ada tanda-tanda bahwa Jiyeon akan menjawab pertanyaanku. Aku menghela napas dengan berat. Rasanya kesal, kecewa, dan marah.

“Arasso… aku rasa ini harus segera dihentikan. Mian sudah membuatmu tertekan. Anggap saja tak ada yang terjadi, dan aku janji bahwa mulai sekarang aku takkan menganggu hidupmu lagi.” Aku membelai rambut panjang Jiyeon.

Dan setelah itu aku pun beranjak pergi. Cinta… rasanya aku sudah tak percaya cinta lagi. Tidak ada cinta untuk orang sepertiku!

“Chakkaman!”

Langkah kakiku terhenti ketika mendengar seruan Jiyeon. Masih dengan posisi membelakangi Jiyeon, aku dapat mendengar derap langkah kakinya yang berjalan semakin mendekat kearahku. Hingga akhirnya Jiyeon berhenti tepat dihadapanku. Jiyeon menatap mataku intens dan dengan perlahan ia memegang tanganku.

“Apa aku bisa percaya padamu?” Tanya gadis itu dengan pandangan sendu.

“Tentu saja.”

“Hmm… ini hanya kencan biasa kan, tidak lebih?” Tanyanya untuk memastikan.

“Ne. Ini hanya sekedar menonton film saja, bahkan jika kau ingin kau bisa menganggap ini bukan kencan. Jadi… bagaimana?”

Jiyeon terlihat ragu-ragu sebelum akhirnya ia menjawab dengan menganggukkan kepalanya. Senyumanku merekah tak tertahankan saat mendapat jawaban darinya. Aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan membahagiakanmu, Jiyeon-ah. Dan juga…

Aku akan segera menjadikanmu MILIKKU!

(Junhyung’s POV End)

*****

(Kyuhyun’s POV)

Argh!

Tiba-tiba saja jantungku terasa sakit, seakan diperas. Dan tiba-tiba saja pikiranku melayang pada Jiyeon. Apa ada sesuatu yang buruk terjadi??? Aku tidak tahu kenapa, keunde aku merasa bahwa ada hal buruk yang akan terjadi. Gosh, rasa sakit ini benar-benar menggangguku. Aku bahkan kesulitan bernapas sekarang.

“Ya Kyunnie, neo gwenchana?” Tanya Changmin cemas.

“Ne…ne… nan gwenchana.” Jawabku sambil menahan sakit.

“Ada yang sakit?” Tanyanya lagi sambil menatapku dengan cemas. Aku hanya menggelengkan kepalaku. “Obseo, don’t worry nan gwenchana.”

‘Jiyeon-ah…’

‘Kenapa aku merasa bahwa kau akan meninggalkanku?
Jebal jangan pernah berpikiran untuk melakukan itu! Don’t leave me, Yeonnie-ya…
Saranghae…’

(Kyuhyun’s POV End)

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

4 tanggapan untuk “When Bad Boys Meet Good Girl (Part 12)

  1. Haaa andweee,maldo andweee…
    Jiyi jangan tinggalin kyuppa..!
    Jngan ampe kyuppa tau law jiyi kncan junghyun…
    Kyu hebat y, kontak btin_ny kuat bnget jiyi… ;>
    lanjut…
    Saeng kok g d post d PJYFF, wae?? B-)

    1. udh laah eon, ngga papa. Kan Kyuppa masih punya aku *kedip mata* gomawo udh komen ^__^
      iya, ntr jg di post di PJYFF kok eon, semalam soalnya udh keburu ngantuk, jd cuma sempet ngepost disini (:

  2. apa jiyeon akan berpaling dari kyu untuk memilih junhyung?
    Ya ampun kontak batin antara kyu sma jiyeon kuat bnget 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s