Diposkan pada Chapters, KyuLa Couple (Kyuhyun Haneul)

You Make My Life Complete (Part 7)

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title      : You Make My Life Complete
Type     : Chapter
Genre   : Romance, Drama. Life, Sad, Family, Friendship

Cast :
– Cho Haneul
– Cho Kyuhyun
– Kwon Sohyun
– Super Junior’s members

_________________________________________

 

(Haneul’s POV)

Aku menyentuh bibirku secara perlahan. Bibir yang… ah… aku bahkan terlalu malu untuk mengatakannya >.< ku yakin kalian pasti sudah mengerti kan apa maksudku? Soal pernyataan Kyuhyun oppa, aku belum menjawabnya. Aku terlalu bingung dan shock saat itu. Lagipula Kyuhyun oppa memberikanku waktu untuk berpikir.

PLAK!

“Argh appo…” Aku mengelus-elus pipiku yang memang sengaja kutampar. Bukannya aku tidak waras, hanya saja aku ingin sekali lagi memastikan apa ini mimpi atau bukan. Rasanya… ini terlalu indah untuk menjadi sebuah kenyataan.

Aku ingin sekali menerima Kyuhyun oppa. Tapi… bagaimana dengan para fansnya? Mereka pasti akan sangat membenciku.

(Haneul’s POV End)

 

*****

(Kyuhyun’s POV)

“Aku sudah mengatakannya, hyung.” Ucapku pada Sungmin hyung. Sungmin hyung yang sedang sibuk dengan laptop miliknya segera melayangkan pandangannya kearahku. “Mengatakan perasaanmu?” Tanyanya antusias. Aku mengangguk sebagai jawaban.

“Omo daebak, Kyuhyun-ah!” Sungmin hyung mengancungkan kedua jempolnya padaku. “Tapi hyung… dia belum menjawabnya. Aku sengaja memberikan waktu untuknya berpikir. Aku hanya tak ingin jika ia salah mengambil keputusan dan akan menyesal belakangan.”

“Tenang saja Kyuhyun-ah! Aku yakin seratus persen bahwa Haneul pasti akan menerimamu.” Sungmin hyung tersenyum menenangkan. “Ne, aku harap juga begitu hyung…”

(Kyuhyun’s POV End)

*****

“Omo, lalu apa jawabanmu?!”

“Ssst… kecilkan sedikit suaramu! Kau mau orang lain tahu?” Tegur Haneul pada sang sahabat. Sohyun hanya tersenyum bocah. “Mianhe. Aku hanya terlalu bersemangat.” Ujar Sohyun.

Haneul menceritakan pada Sohyun perihal pernyataan cinta Kyuhyun padanya tempo hari. Sohyun jelas saja gembira mendengar hal tersebut. Gadis berambut sebahu itu tahu dengan sangat baik betapa sang sahabat sangat mengagumi ani, bahkan mencintai seorang Cho Kyuhyun.

“Aku… belum menjawabnya.” Jawab Haneul lesu.

“Wae? Bukankah kau juga mencintainya?” Tanya Sohyun bingung.

“Aku terlalu gugup pada saat itu dan lagipula… aku juga memikirkan fans-nya. Mereka pasti marah jika idola mereka berpacaran dengan gadis sepertiku.”

Sohyun menatap gemas pada Haneul. “Ya! Kenapa kau jadi merendah seperti ini sih? Kau tidak perlu memikirkan yang lain! Yang terpenting adalah kau mencintai Kyuhyun dan Kyuhyun mencintaimu. Jangan pikirkan yang lain, itu hanya akan membuatmu pusing.”

Haneul menatap Sohyun dengan lesu. “Jadi jawaban apa yang harus aku berikan?” Tanya gadis berambut coklat itu dengan lesu.

“Menurutmu?”

*****

BUG!

Haneul melempar majalah yang baru saja dibacanya ke lantai. Ia menatap kesal pada sebuah lembar halaman yang terbuka tanpa sengaja saat ia melempar majalah tersebut. Di halaman tersebut terpampang jelas berita mengenai kesuksesan SM TOWN Seoul yang kemarin baru saja diadakan di kota kelahirannya tersebut. Yang menjadi masalah bukanlah berita tersebut, Haneul justru senang akan berita kesuksesan SM TOWN.

Keunde, yang menjadi masalah baginya adalah foto yang ada di majalah tersebut. Foto tersebut menampakkan seluruh member SM TOWN yang sedang berada di atas panggung pada saat akhir konser. Dan difoto tersebut terlihat jelas Kyuhyun yang berdiri bersisian dengan YoonA SNSD. Bahkan dibeberapa foto lainnya terlihat mereka yang sepertinya sedang bersenda gurau. Hal tersebut membuat perasaan gadis berusia 17 tahun itu campur aduk, antara gelisah, kesal, marah, dan sedih.

“Menyebalkan!” Gumamnya dengan mata yang sudah berair. Secepat kilat Haneul menghapus air matanya. Ia tidak ingin menangis hanya karena hal sepele. Terlebih ia sadar bahwa Kyuhyun bukan miliknya.

“Annyeong Ha…neul?” Sohyun tanpa sengaja menginjak majalah yang tadi dilempar oleh Haneul. Gadis manis berambut sebahu itu tersenyum kecil kala ia melihat gambar yang terpampang jelas disana. Diambilnya majalah tersebut, dan kemudian Sohyun mengambil tempat disebelah Haneul.

Sohyun melirik sang sahabat. Ia tak bisa menahan senyumnya saat melihat ekspresi cemburu yang sangat terpatri jelas di wajah cantik Haneul. “Kau tahu kan bahwa kau tidak bisa cemburu saat melihat ini. Kau kan…”

“Arasso. Aku memang bukan siapa-siapanya.” Potong Haneul, masih dengan raut wajah khas orang yang sedang cemburu. Sohyun tertawa. “Haha, kalau begitu, jadikanlah ia milikmu! Kau tinggal mengatakan YA padanya, dan… cling! Ia akan menjadi milikmu.” Ujar Sohyun.

Haneul terdiam mendengar penuturan Sohyun. Yah, hanya se-simple itu dan pria yang selama ini dia idamkan akan menjadi miliknya. Apa lagi yang harus ditunggu-nya?

Haneul bangkit dari duduknya dan berjalan masuk kedalam kamarnya. Ia mengambil ponsel-nya yang terletak diatas meja rias. Dipandangi-nya ponsel Samsung berwarna hitam tersebut dengan lekat. Terbesit sedikit keraguan dihatinya.

‘Haruskah aku melakukan ini? Tapi…’

Pada akhirnya, dengan bermodalkan tekad dan nekat, Haneul pun memencet beberapa tombol angka yang sudah ia hafal diluar kepala.

“Yoboseyo?”

“Yoboseyo. Oppa… ehm… bisakah kita bertemu hari ini?”

Sohyun yang ternyata diam-diam menguping pembicaraan Haneul tersenyum sangat senang. ‘Akhirnya kau mengambil keputusan yang tepat, Haneul-ah…’ Batin Sohyun.

*****

_AT THE PARK NEAR HANEUL’s APARTEMENT_

Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, dan itu berarti sudah setengah jam Haneul menunggu Kyuhyun sendirian di taman itu. Gadis remaja itu bolak balik melihat jam putih yang melingkar manis dipergelangan tangan kirinya. Wajahnya terlihat gelisah. “Ah, kenapa lama sekali?” gumam Haneul yang sudah kedinginan. Udara malam Seoul yang cukup berangin membuat gadis itu sedikit kedinginan. Haneul melihat ponselnya, barang kali saja ada pesan masuk dari Kyuhyun. Tapi nihil! Tak ada satu pun pesan dari namja itu.

‘Apa Kyuhyun oppa lupa?’ Batin gadis berambut panjang itu. Dengan sigap, jari-jari panjangnya menekan tombol yang ada diponselnya. Lama Haneul menunggu, tapi telepon tersebut tidak diangkat oleh sang pemilik. Haneul menghela napas kesal sekaligus pasrah. ‘Seharusnya ia bilang padaku jika tidak bisa bertemu. Jadi aku tidak menunggu seperti orang babo disini.’

*****

(Kyuhyun’s POV)

“Hyung, kau tidak bisa begini padaku! Jadwalku kan memang sudah selesai, kenapa aku harus menggantikan jadwal Siwon hyung? Kenapa tidak menyuruh yang lain saja?” Protesku pada hyung manager. Seenaknya saja ia menahanku untuk pulang dan malah melimpahkan pekerjaaan Siwon hyung padaku. Naega sirheo!

“Kyu, kau kan tahu jadwal Siwon agak terbengkalai belakangan ini. Bantulah hyungmu! Toh kau sudah tak ada jadwal lagi, kan?” Manager hyung masih berusaha untuk membujukku.

Bukannya aku tak mau membantu, jika hari lain mungkin aku takkan keberatan. Tapi jangan hari ini! Aku ada janji dengan Haneul. Dari gelagat bicaranya tadi, sepertinya ini menyangkut soal pernyataan cintaku padanya tempo hari. Dan aku sudah tak sabar ingin mendengar jawabannya. Aku melirik kearah jam yang melingkar dipergelangan tanganku. Gosh, ini sudah jam 7 malam! Sudah telat setengah jam dari waktu yang dijanjikan. Ottohke?!

“Hyung, biar aku saja yang menggantikan jadwal Siwon. Kyuhyun ada keperluan mendadak, jadi dia tidak bisa membantu.” Ujar sebuah suara yang berasal dari samping kananku. Sontak aku langsung menoleh dan mendapati Sungmin hyung yang tersenyum manis padaku. “Sudah sana pergi! Kau tidak ingin membuatnya menunggu lebih lama, kan?” Bisiknya padaku.

Aku tersenyum pada hyungku yang satu ini. Dia memang hyung kesayanganku. Dia selalu mengerti diriku. “Ne, gomawo.” Ucapku tulus.

‘Haneul-ya, wait for me ok!’

___________________________________________

_AT THE PARK_

Kosong!

Taman ini benar-benar kosong. Apa Haneul sudah pulang?

Aku melirik kearah jam tanganku. Yah, kurasa gadis itu sudah pulang. Sekarang sudah pukul 9 malam, tidak mungkin ia masih menungguku disini. Huft… gara-gara jalanan yang macet, aku sampai disini lebih telat dari yang seharusnya. Aish, jinjja! Kutendang kerikil yang ada dihadapanku seraya mengacak rambutku dengan gemas.

“Apa oppa tidak punya jam?” Tanya sebuah suara yang sangat familiar bagiku. Aku membalikkan badanku, dan benar saja, itu adalah suara Haneul. Wajahnya terlihat kusut. Jelas saja, aku sudah membuatnya menunggu selama berjam-jam, akan lebih aneh jika ia tidak merasa kesal padaku.

“Mianhe, manager hyung menghambat kepergianku tadi.”

“Kenapa tidak menjawab teleponku?”

“Ah, kau menelepon-ku?!” Tanyaku agak kaget. “Periksa saja!” Sahutnya masih dengan nada yang kesal. Aku mengambil ponselku yang berada didalam saku jaket. Ah benar! Dia memang meneleponku tadi. Ada 5 panggilan tak terjawab yang semuanya berasal dari Haneul.

Aku menatapnya dengan perasaan bersalah. “Mianhae… ponselku sengaja ku silent, maka dari itu aku tak mendengar saat kau meneleponku tadi.”

“Ya sudah lah, tak apa. Aku marah pun percuma. Lagipula yang terpenting oppa sudah berada disini sekarang.” Haneul tersenyum kecil padaku.

“Gomawo.” Ucapku.

“Lalu… apa yang ingin kau bicarakan padaku?”

(Kyuhyun’s POV End)

*****

(Haneul’s POV)

“Lalu… apa yang ingin kau bicarakan padaku?”

Aku menggigit bibirku. Entah mengapa tiba-tiba aku dilanda kegugupan yang sangat besar, padahal tadi tidak seperti ini. Ku remas kedua tanganku dengan agak kuat, pertanda bahwa aku sangat gugup sekarang. “Hmm… ini… mengenai hal yang waktu itu…” Jawabku pelan. Kyuhyun oppa menatapku dan tersenyum lembut. “Sudah kuduga. Lalu, apa jawabanmu?”

“Tapi sebelum aku menjawab, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu, oppa?”

“Apa itu?” Tanyanya sambil duduk dikursi taman yang tadi kududuki. Aku pun mengambil tempat disebelahnya. “Kenapa kau bisa menyukaiku? Aku ini kan… yah, kau tahulah…”

“Perlukah sebuah alasan?” Tanyanya tanpa menjawab pertanyaanku terlebih dahulu. Ia menatapku dengan tatapan teduhnya, membuatku merasa sangat nyaman. “Aku tidak peduli kau ini orang yang seperti apa, atau apa latar belakangmu. Yang aku tahu hanya… bahwa aku menyukaimu.”

“Sejak kapan?”

“Entahlah. Mungkin sejak aku tanpa sengaja membaca diary-mu. Karena itu aku menjadi sangat tertarik padamu, terlebih saat aku melihatmu di rumah sakit.” Terang Kyuhyun. Aku terdiam mendengar jawabannya. Jujur, aku merasa sangat tersentuh dengan kata-katanya. Meskipun perkataannya itu terkesan biasa saja, tapi aku dapat merasakan dengan sangat jelas ketulusan hatinya saat ia mengatakan hal tersebut.

“Lalu bagaimana dengan perusahaan dan para fans-mu?” Tanyaku lagi.

“Aigoo… kenapa kau jadi cerewet seperti ini sih? Tadi kau bilang hanya ingin menanyakan sesuatu padaku. Tapi ini sudah lebih dari dua pertanyaan, neo ara?” Ia mengerucutkan bibirnya. Aku tersenyum melihat tingkah yang seperti bocah ini.

“Jawab saja!” Pintaku.

“Ehm… mungkin untuk sementara kita akan backstreet dulu sampai keadaan memungkinkan kita untuk go public. Kuharap kau mengerti posisi-ku. Aku hanya tak ingin terjadi keributan besar yang ujung-ujungnya hanya akan menyakitimu.”

Kami terdiam setelah itu. Aku sendiri masih bingung dengan jawaban yang akan aku berikan padanya. Ne, aku memang mencintai-nya. Keunde, aku takut… aku takut jika hubungan kami nantinya hanya akan membawa kehancuran bagi diri kami sendiri.

“Oppa…”

“Hmm ne?” Ia menatapku seraya tersenyum hangat.

“Nado saranghae… “

Kyuhyun oppa tersenyum senang. Tangannya terulur kearah kepalaku dan mengusapnya dengan lembut. “Gomawo.” Ucapnya tulus, masih disertai dengan senyuman hangatnya. “Ne, cheonmaneyo oppa.”

Hangat…

Jiwaku terasa hangat karena-nya. Gomawo oppa… kau telah membuat hidupku lebih berarti. Aku merasa menjadi yeoja yang sangat beruntung karena telah dicintai oleh orang sepertimu. Jeongmal gomawo…

“Kajja kita pulang! Ini sudah malam dan kau sudah mulai kedinginan.” Ujarnya sambil menarik tanganku pelan. Dengan bergandengan tangan, kami berjalan berdampingan menyusuri taman yang sudah gelap ini. Sesekali perjalanan kami diselingi dengan canda dan tawa.

‘Kuharap ini akan kekal…’

‘Tuhan, bolehkah aku berharap demikian?’

(Haneul’s POV End)

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

14 tanggapan untuk “You Make My Life Complete (Part 7)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s