Diposkan pada Chapters, KyuYeon (Kyuhyun Jiyeon)

When Bad Boys Meet Good Girl (Part 13)

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title     : When Bad Boys Meet Good Girl
Type    : Chaptered
Genre  : Romance, Friendship, Life, Drama

Cast :
– Park Jiyeon
– Yong Junhyung
– Cho Kyuhyun
– Jang Hyunseung
– Jeon Boram
– Lee Kikwang
– Yang Yoseob
– Son Dongwoon
– Yoon Doojoon

__________________________________________________

 

(Boram’s POV)

Jiyeon dan Junhyung terlihat semakin dekat belakangan ini. Tetapi ketika aku menanyakan perihal hubungannya dengan Junhyung, Jiyeon hanya tersenyum dan berkata jika mereka adalah teman baik. Keunde, aku merasa ada sesuatu yang lain… Mungkinkah jika Jiyeon sebenarnya juga menyukai Junhyung?

Aku bisa melihat keraguan yang terpancar dari Jiyeon. Ia pasti bingung antara harus memilih Junhyung atau Kyuhyun.

Huh… kenapa cinta harus rumit seperti ini?

“Jiyeon-ah, bagaimana jika nanti kita ke Rainbow café? Aku rindu dengan ice cream-nya.” Ajakku pada Jiyeon. Jiyeon terdiam dan terlihat berpikir. “Hmm mianhe, aku sudah punya janji.” Jawabnya.

“Ne gwenchana. Ehm, apa kau ada janji dengan Junhyung?” Tanyaku seraya menatapnya. Jiyeon balas menatapku dan dengan perlahan ia menganggukkan kepalanya.

“Mianhe…” Ujarnya dengan nada bersalah.

“Gwenchana.”

Jiyeon tersenyum padaku dan aku membalasnya, yah walaupun aku merasa agak sakit hati padanya. Jujur saja, aku sangat iri padanya. Aku duluan yang menyukai Junhyung tapi kenapa Junhyung justru malah menyukai Jiyeon dan bukannya aku? Ini semua tidak adil! Jiyeon selalu bisa mendapatkan apa yang ia inginkan. Ia memiliki Kyuhyun oppa yang sangat mencintainya, dia cantik, pintar dan popular. Dan sekarang… ia juga mendapatkan Junhyung…

Apa lagi selanjutnya?!

(Boram’s POV End)

 

 

*****

 

(Jiyeon’s POV)

“Ani, nan gwenchana. Jangan khawatir oppa… ne, lagipula aku bersama dengan temanku. Iya, aku bersama dengan Boram. Baiklah, sampai jumpa oppa…” Aku menutup teleponku dan meletakkannya di saku jas sekolahku. Ne, tadi memang Kyuhyun oppa yang menelponku. Dan untuk yang ketiga kalinya, aku terpaksa berbohong padanya. Ya, aku tahu, aku memang yeoja yang tidak tahu diri. Sudah mempunyai namjachingu yang baik, tapi aku malah tega membohonginya demi namja lain. Aku merasa buruk…

‘Jeongmal mianheyo, Kyuhyun oppa…’

“Sudah siap?” Tanya sebuah suara yang berasal dari arah belakangku. Sontak aku langsung membalikkan badanku. Aku tersenyum pada namja itu. Yah, itu Junhyung. Junhyung menggenggam tanganku dan tersenyum hangat. “Kajja!” Ajaknya.

Ya Tuhan! Bagaimana ini bisa terjadi?!

Kenapa aku bisa mencintai 2 orang yang berbeda dalam waktu yang bersamaan?! WAE?!!

 

 

*****

 

 

_AT THE SCHOOL_

“Mworago?!” Hampir semua member Beast berseru kaget, kecuali Junhyung, Hyunseung dan Doojoon. Kurasa diantara mereka ber-6 hanya Junhyung, Hyunseung dan Doojoon saja yang dewasa. Yang lainnya? Tidak! Mereka masih bertingkah layaknya bocah, apalagi Yoseob, namja itu hobi sekali melakukan aegyo dan juga tingkah abnormal lainnya.

“Yah Jiyeon-ah! Kau pasti bercanda kan?” Yoseob bertanya, lebih tepatnya membuat pernyataan. Wajahnya masih diliputi dengan kekagetan.

Aku tersenyum, menunjukkan sisi malaikatku yang bak anak bayi tak berdosa. “Ani, aku serius. Sangat serius. Tidak ada diantara kalian yang bisa pulang sebelum membantuku membersihkan gudang sekolah. Mengerti?!”

“Mwoya?!! Kenapa harus kami?! Aku ada kencan hari ini.” Protes Kikwang. Ia menatapku dengan puppy eyes-nya, berharap aku akan berubah pikiran. Cih, yang benar saja!

“Kenapa kalian? Itu karena kalian belum memiliki tugas apa-apa. Teman-teman yang lain sudah mendapat tugas masing-masing, hanya kalian saja yang belum. Sudahlah, lagipula ini kan juga demi sekolah.” Ujarku membujuk mereka.

Ya, aku meminta bantuan mereka untuk membersihkan gudang sekolah, atau lebih tepatnya ruang kelas yang sudah lama tidak dipakai. Sekolah kami akan menyelenggarakan acara amal dan kami membutuhkan banyak ruangan untuk acara tersebut. Maka dari itu kami memutuskan untuk menggunakan ruang kelas yang sudah merangkap gudang tersebut.

Lagipula kondisi ruangan ini masih bagus, hanya tinggal perlu dibersihkan saja. Aku adalah salah satu panitia, maka ini sudah merupakan tanggung jawabku. Dan untuk membantuku dalam tugas ini, aku sudah memilih Beast untuk menjadi pesuruhku selama sehari. Hahaha :D

“Tapi…”

“Tidak ada tapi-tapi! Ini untuk acara amal. Berbaik hatilah sedikit!”

“Kurasa ini bukan masalah besar. Kita hanya perlu membersihkan ruangan itu dan kemudian pulang. Kencanmu takkan terganggu.”

Semua member Beast menatap shock kearah Junhyung. Jangankan mereka, aku saja juga shock setengah mati. Apa benar kalimat itu keluar dari mulut si dingin Junhyung? Yong Junhyung dengan sukarela mau membantu membersihkan gudang sekolah??! Wow that’s amazing!

Mulut Yoseob masih terbuka lebar, beruntung Doojoon segera menutupnya sebelum lalat atau hewan kecil lainnya masuk kedalam mulut namja yang penuh aegyo itu.

“Wae? Apa ada yang aneh?” Junhyung bertanya seraya menatap kami semua secara bergantian.

“Aniya. Tapi apa kau yakin ingin membantu? Neo… kau tidak sakit kan?” Tanya Kikwang ragu. Dongwoon langsung meletakkan telapak tangannya di dahi Junhyung guna untuk memeriksa temperature namja itu.

Aku terkekeh geli melihat tingkah aneh mereka. Tiba-tiba ponselku berdering. Ternyata Jemi yang menelponku.

“Yoboseyo Jemi-ya…”

“Oh benarkah? Baiklah, aku akan kesana  sekarang. Gomawo.” Ucapku sebelum  menutup telepon.

“Kajja! Temanku sudah menunggu kita.”

“Ayo!”

Langkahku langsung terhenti kala mendengar seruan yang sarat akan semangat itu. Dan kali ini bukan berasal dari mulut Junhyung, tetapi Hyunseung! Dia terlihat bersemangat sekali. Ini aneh… ah tunggu! Jemi? Hahaha… yah kurasa karena gadis itu. Aigoo… cinta itu benar-benar dahsyat sekali kan? Pria yang tadinya cuek dan dingin seperti Hyunseung bisa mendadak berubah menjadi hangat dan perhatian.

(Jiyeon’s POV End)

 

*****

 

_IN SCHOOL’s BARN_

Hyunseung terus menatap Jemi secara diam-diam. Sedikit pun ia tak bisa mengalihkan pandangannya dari gadis manis berambut sebahu itu, seakan ada magnet yang menariknya untuk terus menatap gadis itu. Segala sesuatu tentang Jemi terasa menarik baginya. Rambut, mata, bibir dan senyuman gadis itu… Yah, ia menyukai segala yang ada pada diri Jemi.

“Hati-hati!” Dengan sigap Hyunseung segera mengambil alih meja yang dipegang oleh Jemi. Gadis itu baru saja mengangkat meja tersebut seorang diri, tapi sayangnya meja itu terlalu berat untuk diangkat oleh-nya, hingga membuat ia hampir terjatuh. Beruntung Hyunseung segera menolongnya.

“Ne, gomawo sunbae.” Ujar Jemi malu-malu.

Jiyeon memperhatikan mereka secara diam-diam. Ia tersenyum kala melihat betapa perhatian dan peduli-nya Hyunseung terhadap Jemi. Ia juga merasa senang karena semua member Beast bersedia membantunya untuk membersihkan gudang sekolah ini. Jiyeon tidak menyangka bahwa member Beast akan membantunya sampai sejauh ini, mengingat pada awalnya mereka mati-matian menolak untuk membantu. Tapi sekarang justru mereka bekerja lebih giat dan semangat daripada dirinya.

‘Gomawo…’

“Mianhe aku terlambat!” Boram berlari dengan napas terengah-engah menuju Jiyeon.

“Ne, gwenchana. Ayo kita bekerja!” Seru Jiyeon dengan nada yang sangat bersemangat.

Mereka bekerja keras dan saling membantu. Mereka semua dapat melihat bagaimana dekatnya hubungan Jiyeon dan Junhyung, seakan dunia ini hanya milik mereka dan hanya ada mereka didalamnya.

Tapi mereka tidak sadar, bahwa telah ada hati yang hancur akibat mereka…

Yeah Boram… Gadis itu hanya menatap pemandangan yang ada dihadapannya dengan tatapan sendu. Tak ada satu orang pun yang menyadari perubahan ekspresi gadis mungil itu. Tak ada satu orang pun yang menyadari bahwa hatinya telah terluka…

Berkali-kali Boram mencoba untuk mengabaikan rasa sakit yang mendera hatinya, tapi semakin ia mencoba untuk mengabaikannya, semakin sakit pula rasa yang diterimanya.

Akhirnya pekerjaan mereka pun selesai. Semua terlihat sangat puas dengan hasil pekerjaan mereka yang cukup memakan waktu lama.

“Ayo, kuantar kau pulang.” Ajak Junhyung seraya menarik tangan Jiyeon dan menggenggamnya.

“Hmm…”

“Boram-ah!” Panggil Jiyeon ketika ia melihat Boram yang akan keluar dari ruangan tersebut. Boram menghentikan langkahnya dan berbalik menatap sang sahabat. Ia menatap Jiyeon dengan pandangan bertanya.

“Ne? Ada apa?”

“Ayo pulang bersama-sama! Ini sudah malam.” Ajak Jiyeon seraya menatap Boram. Tanpa pikir panjang Boram segera menolak tawaran Jiyeon.

“Tidak usah, aku pulang sendiri saja.” Tolaknya halus.

“Wae? Ini kan sudah malam dan lagipula rumah kita searah.”

Boram melirik kearah Junhyung yang sedang berdiri tepat disebelah Jiyeon. Jiyeon yang menyadari hal tersebut pun menyenggol pelan lengan Junhyung. Junhyung terlihat mengerti dengan maksud Jiyeon. Namja itu pun menatap Boram dan menawarkan untuk pulang bersama.

“Jiyeon benar. Ini sudah malam, akan lebih baik jika pulang bersama-sama.” Ujar Junhyung. Boram terlihat berpikir sebelum pada akhirnya ia menganggukkan kepalanya, setuju dengan tawaran Junhyung. Jiyeon tersenyum senang dan menarik tangan Boram. “Kajja!”

 

 

*****

 

_IN JUNHYUNG’s CAR_

Boram dan Junhyung hanya tinggal berdua, setelah mereka menurunkan Jiyeon didepan rumah gadis itu. Hening… tak ada satupun diantara mereka yang membuka suara guna untuk memulai percakapan. Justru mereka terlihat nyaman dengan keheningan yang tercipta diantara mereka.

“Neo… apa kau benar-benar menyukai Jiyeon?” Tanya Boram lirih. Ia tidak tahu mengapa ia bertanya demikian pada Junhyung. Rasanya mulutnya bergerak sendiri tanpa dikomando.

“Ne, aku menyukai Jiyeon.” Jawab Junhyung, sementara matanya masih terfokus pada jalan.

“Jangan khawatir, aku takkan menyakitinya.”

Boram menoleh menghadap Junhyung. Dipandanginya namja tersebut dengan sendu. “Ne, aku percaya padamu, Junhyung-ssi…”

 

 

*****

 

(Jiyeon’s POV)

_IN FRONT OF JIYEON’s HOUSE_

Aku dan Junhyung baru saja sampai didepan rumahku. Kami baru saja menonton film di bioskop. Yeah, bisa dibilang itu kencan rahasia kami. Aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri bahwa dari hari ke hari aku semakin merasa nyaman berada didekat Junhyung. Tapi aku belum bisa memutuskan siapa yang akan kupilih diantara Kyuhyun oppa dan Junhyung.

Ya tuhan, kenapa aku bisa plin plan seperti ini?!

“Jiyeon-ah.”

“Ne?”

“Kau harus memutuskan siapa yang akan kau pilih!” Ujar Junhyung sembari menatapku dalam. Oh god! Apa yang harus ku katakana?!

“Hmm… aku…”

“Saranghae… neomu saranghae…”

Belum sempat aku menjawab pernyataanya, ia sudah mencium dahiku. Ciumannya turun, dari dahi menuju hidung dan terakhir…. Ia mencium bibirku! Ciumannya terhenti dibibirku. Ia melumatnya pelan, hingga mau tidak mau aku turut membalas ciumannya yang sekarang terkesan menuntut itu.

Ciumannya membuatku merasa nyaman.

Dan kalian tahu? Ini adalah ciuman pertamaku!

Kaget? Yeah, aku dan Kyuhyun oppa tidak pernah berciuman, meskipun kami sudah lama berpacaran. Ia hanya menciumku di dahi, mata, hidung dan pipi. Tidak pernah lebih dari itu.
Dengan perlahan kami melepaskan bibir kami yang semula bertautan. Junhyung tersenyum lembut padaku yang sukses membuatku tersipu malu.

“Jiyeon-ah…”

DEG!

Jantungku seakan dicabut secara paksa saat mendengar suara berat nan lembut itu. Itu…. suara Kyuhyun oppa…
Aku membalikkan tubuhku dan mendapatinya yang berdiri tidak jauh dariku dan Junhyung. Ia memandangku dengan tidak percaya. Aku tahu ia pasti sangat marah dan kecewa padaku. Itu semua terlihat jelas dari wajahnya. Aku benar-benar brengsek!

Ia mengepalkan tangannya erat untuk menahan luapan emosinya yang sudah membuncak dan akan meledak kapan saja. Ia masih menatapku lekat. Tidak ada kemarahan ditatapannya, yang ada hanyalah kekecewaan dan juga kesedihan. Hatiku hancur melihatnya yang seperti ini, terlebih karena semua ini kesalahan ku.

Perlahan Kyuhyun oppa membalikkan badannya dan berniat pergi. Dengan spontan aku berlari mengejarnya. “Oppa!” Aku menahan tangannya. Air mataku meluncur bebas dari kedua mataku, sudah tidak bisa kubendung lagi. Dadaku terasa sakit dan sesak, sampai rasanya sangat susah untuk bernapas secara normal.

“Oppa… mi..mianhe… jeongmal mianhe…” isakku pedih.

Kyuhyun oppa hanya menatapku tanpa mengatakan apapun. Dan itu membuatku tambah sakit. Aku benci situasi ini! Aku lebih memilih jika ia memarahiku daripada ia mendiamkanku seperti ini.

“Oppa…”

Dia melepaskan tanganku dari tangannya. Tapi dengan sigap aku memegang tangannya lagi, dan kali ini lebih erat daripada yang sebelumnya. Aku hanya tak ingin ia pergi. Aku tak mau kehilangannya!

“Jika kau menyukainya… kau bisa pergi bersamanya. Mungkin… kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama.” Ucapnya lirih.

“Ani oppa! Ani… aku hanya ingin kau!” Ujarlu sambil menangis. Sungguh! Demi apapun aku sangat takut kehilangan namja ini. Aku… aku mencintainya…

“Kau menyukaiku tapi kau juga menyukainya, Jiyeon-ah. Aku memberikanmu waktu untuk mu berpikir tentang siapa yang kau pilih antara aku dan namja itu. Dan sampai saat itu… kurasa akan lebih baik jika kita tidak usah bertemu dulu.”

Kyuhyun oppa melepaskan tanganku yang sedari tadi memegang tangannya dan dia pun beranjak pergi tanpa bisa kucegah lagi. Aku menangis tak terkontrol sekarang.

“Kyuhyun oppa…” Tangisku. Aku tidak pernah merasa sehancur ini sebelumnya. Rasanya seluruh kehidupanku hancur tak berbekas.

“Jiyeon-ah…” Junhyung memelukku untuk menenangkanku. Tapi pelukannya sama sekali tidak membuatku tenang, justru malah membuatku semakin bersalah dan sakit.

‘Kyuhyun oppa… jebal kembalilah padaku… aku membutuhkanmu…’

(Jiyeon’s POV End)

 

 

 

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

2 tanggapan untuk “When Bad Boys Meet Good Girl (Part 13)

  1. harusnya jiyeon dari awal harus bisa menetapkan pilihannya, jiyeon bersikap seperti itu pda akhirnya malah menyakiti dirinya sendiri, kyu, junhyung sma boram. Dan sepertinya jiyeon bner2 ga mau kehilangan kyu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s