Diposkan pada Chapters, KyuYeon (Kyuhyun Jiyeon)

When Bad Boys Meet Good Girl (Part 14)

uthor : Cho Haneul (Kyula88)
Title     : When Bad Boys Meet Good Girl
Type    : Chaptered
Genre  : Romance, Friendship, Life, Drama

Cast :
– Park Jiyeon
– Yong Junhyung
– Cho Kyuhyun
– Jang Hyunseung
– Jeon Boram
– Lee Kikwang
– Yang Yoseob
– Son Dongwoon
– Yoon Doojoon

____________________________________

Sikap Jiyeon berubah drastis semenjak Kyuhyun memutuskan hubungan mereka. Jiyeon berubah menjadi pendiam, murung dan juga penyendiri. Hal tersebut membuat Boram merasa iba pada sahabat terbaiknya itu. Melihat Jiyeon yang biasanya ceria dan bersemangat menjadi pemurung serta seperti kehilangan semangat hidupnya, membuat Boram secara tak langsung dapat ikut merasakan kepedihan yang sedang dialami Jiyeon.

Ini semua memang kesalahan Jiyeon. Gadis itu yang memulai semuanya. Dan Boram mengerti dengan tindakan Kyuhyun. Ia tak dapat menyalahkan pria itu, karena ia bisa mengerti bagaimana perasaan Kyuhyun saat mengetahui bahwa Jiyeon berselingkuh dibelakangnya.

_IN THE CLASS_

Boram menghela napas saat ia memasuki kelas dan mendapati Jiyeon sedang termenung menatap jendela. Entah apa yang dilihat gadis itu disana. Tapi yang pasti Boram tahu, bahwa sahabatnya itu sedang memikirkan Kyuhyun.

Duduk termenung sambil menatap kosong kearah jendela merupakan hobi terbaru Jiyeon. Gadis itu bahkan betah duduk berjam-jam hanya berdiam diri sambil menatap kearah jendela.

Boram menatap iba pada sahabatnya. “Jiyeon-ah…” Panggil Boram lembut seraya mengelus rambut panjang Jiyeon.

“Ne?” Jiyeon memaksakan dirinya untuk tersenyum.

“Jangan tersenyum jika kau tidak bisa. Kau terlihat menyeramkan dengan senyum anehmu itu.” Boram sengaja bergurau untuk membuat sahabatnya tersenyum. Ia tidak suka melihat sahabatnya bersedih. Ia ingin melihat Jiyeon yang dulu. Jiyeon yang selalu ceria dan bersemangat. Yah, ia merindukan sahabatnya yang dulu.

Jiyeon tersenyum kecil menanggapi gurauan sahabatnya. Dan tak lama kemudian gadis itu kembali memalingkan wajahnya menatap Jendela yang ada di sebelahnya. Boram menggenggam tangan Jiyeon dengan lembut, mencoba untuk membuat Jiyeon merasa lebih baik. Setidaknya ia tahu bahwa Boram akan selalu ada disisinya.

“Aku… merindukan Kyuhyun oppa…” Jiyeon berkata dengan lirih.

Boram tidak mengatakan apa-apa. Gadis mungil itu hanya membiarkan sahabatnya berbicara. Karena ia tahu bahwa yang saat ini sangat dibutuhkan oleh Jiyeon adalah seorang pendengar untuk tempatnya berbagi cerita.

“Rasanya amat sangat berbeda saat ia tak disisiku lagi.” Jiyeon menghela napas pelan. “Kyuhyun oppa benar-benar membenciku sekarang. Aku sudah mencoba untuk menghubunginya, baik telepon maupun mengirim pesan singkat. Keunde, Kyuhyun oppa sama sekali tidak menjawab telepon serta membalas pesanku. Tidak sekalipun. Aku rasa sudah tak ada kesempatan kedua lagi untukku. Semuanya sudah berakhir…” Air mata mulai berjatuhan dari kedua mata Jiyeon.

“Ottohke Boram? Ottohke? Aku tidak bisa hidup tanpa Kyuhyun oppa… Aku menyesal sudah melakukan itu semua. Aku ingin ia kembali lagi padaku… Rasanya sangat sulit bernapas tanpa kehadirannya…”

Boram memeluk Jiyeon erat. Sesekali tangannya mengelus punggung Jiyeon, mencoba memberika ketenangan pada gadis yang sedang menangis tersedu-sedu dipelukannya itu.

“Sekarang kau sudah tahu siapa yang kau cintai, kan?”

“Ne…”

*****

(Boram’s POV)

“Dimana Jiyeon?”’ Tanya Junhyung padaku.

“Ia sudah pulang.”

“Junhyung-ssi!” Aku memanggilnya ketika ia akan keluar dari kelas. Junhyung membalikkan badannya dan menatapku dengan pandangan bertanya.

Aku menarik napas dan menghembuskannya dengan pelan. “Jebal… lepaskan Jiyeon… Apa kau tidak merasa bahwa ini semua terjadi karenamu? Jika saja kau tidak memaksa Jiyeon untuk menerima cintamu, segalanya pasti takkan berakhir seperti ini.” Aku berkata seraya menatap Junhyung tepat dimanik matanya. Jujur saja, sebenarnya saat ini aku benar-benar sangat gugup. Keunde aku tak punya pilihan lain. Aku mengatakan ini semua demi kebaikannya dan juga Jiyeon. Aku hanya ingin dia sadar bahwa keputusannya untuk menahan Jiyeon disisinya adalah keputusan yang salah, dan hanya akan menyakiti mereka berdua.

Junhyung menatapku dengan pandangan matanya yang dingin serta menusuk. “Kau tidak tahu apa-apa, lebih baik kau tutup mulutmu itu!”

BLAM!!

Junhyung membanting pintu kelas dengan keras. Aku menatap pintu yang tertutup itu dengan nanar.

“Sebenarnya… kaulah yang tidak tahu apa-apa…”

(Boram’s POV End)

*****

_AT BEAST’s PLACE_

Tidak ada satupun member Beast yang berani mengganggu Junhyung, bahkan hanya sekedar untuk menyapanya. Mereka hanya menatap Junhyung dan kemudian saling memberikan tanda, agar tidak mengganggu namja itu. Member Beast benar-benar tidak tahu ada apa dengan Junhyung hingga dia terlihat marah dan juga cemas disaat yang bersamaan.

“Ya, ada apa dengan Junhyung?” Bisik Yoseob pada Doojoon. Sang leader hanya menggelengkan kepalanya, pertanda bahwa ia sama clueless-nya dengan Yoseob.

Hyunseung yang duduk di samping mereka membuka suara. “Kurasa ini karena Jiyeon.” Ujar Hyunseung.

“Ne, kurasa juga begitu. Jiyeon juga bertingkah aneh belakangan ini.” Tambah Dongwoon sembari menatap teman-temannya.

“Aku ingin tahu, sebenarnya apa yang terjadi pada mereka. Mereka berubah menjadi aneh, padahal sebelumnya mereka baik-baik saja. Aish, aku jadi sangat penasaran!” Ujar Kikwang.

Yoseob menganggukkan kepalanya. “Nado, keunde kita tidak mungkin langsung bertanya pada Junhyung. Aku tidak ingin mati muda.” Yoseob melirik ngeri kearah Junhyung.

*****

(Kyuhyun’s POV)

“Sudahlah, jangan menyakiti diri sendiri lagi! Cepat kau telpon dia!” Sungmin menepuk bahuku pelan.

“Ani, aku tak bisa melakukannya.” Balasku dengan nada lesu.

“Wae? Apa karena kau masih marah padanya?”

“Ani… hanya saja… aku hanya ingin memberinya waktu untuk berpikir. Ia harus bisa memilih diantara aku dan namja itu.”

Sungmin menghela napas dan kemudian ia duduk tepat dihadapanku. “Well, setidaknya kau harus melakukan sesuatu agar ia memilihmu. Kau mencintainya, bukan? Jadi kau harus berjuang untuk mendapatkan cintanya kembali! Lakukan sesuatu untuk memenangkan hatinya kembali!” Sungmin berkata dengan semangat. Aku hanya terdiam merenungi perkataannya tadi.

“Duduk diam disini tidak akan merubah keadaan.” Timpalnya lagi.

Yeah, kurasa Sungmin benar. Jika aku mencintai Jiyeon, aku harus melakukan sesuatu untuk membuatnya tetap disisiku. Aku harus memenangkan hatinya kembali. Harus!

Tapi, apa Jiyeon akan memilihku? Karena kau tahu bahwa ia juga memiliki rasa pada namja itu. Bagaimana jika pada akhirnya Jiyeon memilih untuk bersama namja itu dan ia akan melupakanku?!

Aish jinjja!! Hanya memikirkannya dapat membuat hatiku terasa sangat sakit.

(Kyuhyun’s POV End)

*****

Langkah Boram melambat kala ia melihat Junhyung yang sedang berjalan menuju kearahnya di koridor sekolah. Setelah kejadian itu, saat dimana Boram meminta Junhyung untuk melepaskan Jiyeon, baik Boram maupun Junhyung tak pernah bertegur sapa. Kentara sekali terlihat bahwa Junhyung masih marah pada Boram. Boram menarik napas, mengumpulkan oksigen untuk paru-parunya. Ia menyiapkan mental sebelum berjalan melewati Junhyung.

Sebenarnya Boram tidak perlu khawatir, karena Junhyung bahkan tak meliriknya sedikitpun. Namja itu tetap berjalan lurus dengan wajah dinginnya, seakan ia tak mengenal Boram.

‘Apa ia masih marah padaku? Dia bahkan tak melirik sedikit pun kearahku.’ Batin Boram sembari menatap punggung Junhyung yang semakin menjauh.

‘Kapan kau akan membuka matamu?’

*****

(Jiyeon’s POV)

Omo! Kalian tidak tahu betapa senangnya aku saat ini. Aku baru saja mendapat pesan dari Kyuhyun oppa. Akhirnya, ia membalas pesanku juga! Setidaknya ini menunjukkan bahwa ia sudah tak terlalu marah padaku lagi. Pertanda yang bagus, kurasa. Dipesannya tertulis bahwa ia ingin bertemu denganku sore ini di taman favorite kami.

Mungkin ia ingin melanjutkan hubungan kami.

Atau malah… ia ingin PUTUS?!

ANDWAE! Aku tidak akan membiarkan hubungan kami berakhir dengan sia-sia! Tidak akan pernah!

“Annyeong Yeonnie-ya!” Sapa Boram seraya tersenyum manis padaku. Aku menoleh dan memberikan senyum terbaikku padanya. Boram terkesiap.

“Omo! Akhirnya kau tersenyum lagi!” Ujarnya kegirangan.

“Ne, aku tersenyum lagi. Apa ada yang salah?”

“Ani. Hanya saja ku pikir kau sudah lupa bagaimana caranya tersenyum.”

Aku tertawa mendengar penuturannya. “Hahaha… aniyo. Ini, lihatlah!” Kataku seraya menunjukkan pesan yang Kyuhyun oppa kirim padaku.

“Kyuhyun oppa yang mengirim ini?”

Aku mengangguk. “Ne! Mungkinkah ini pertanda bahwa ia ingin melanjutkan hubungan kami kembali?” Tanyaku penuh harap. Boram tersenyum, menunjukkan gigi-giginya yang tersusun rapi. “Ne, aku yakin ia pasti akan melanjutkan hubungan kalian kembali. Kalian memang sudah ditakdirkan untuk bersama-sama.”

Aku tersenyum senang mendengar perkataan Boram. Yah, semoga saja itu memang benar.

“Aigoo… aku jadi iri denganmu, Yeonnie-ya.”

__________________________________________

Bel tanda pulang baru saja berbunyi.  Dengan terburu-buru aku mengemasi barang-barangku. Bahkan ada beberapa buku yang ku masukkan secara asal kedalam tas, tak peduli buku itu nantinya akan terlipat atau robek. Yang jelas, aku sudah tak sabar sekali ingin bertemu dengan Kyuhyun oppa. Sudah seminggu berlalu sejak kejadian itu. Aku amat sangat merindukannya.

Tanpa sengaja mataku melirik kearah bangku paling belakang. Bangku seorang namja yang bernama Yong Junhyung. Bangku itu sudah kosong sejak tadi pagi. Aku ingin tahu dimana dia sekarang…

“Hey, ponselmu berbunyi.” Ujar Boram padaku.

Aku melihat ID caller yang terpampang jelas di layar ponselku. Ternyata Junhyung yang menelponku. Ku tekan tombol hijau yang ada diponselku dan kemudian meletakkannya ditelingaku.

“Yoboseyo?”

“Jiyeon-ah… kita perlu bicara.”

“Bicara saja, aku mendengarkanmu.”

“Ani, tidak lewat telpon. Aku ingin bertemu langsung denganmu. Datanglah ke atap sekolah sekarang! Ada hal penting yang ingin kukatakan padamu.”

“Mianhe, tapi aku tidak bisa sekarang. Bagaimana jika…”

“Aku akan menunggumu sampai kau datang.”

“Yoboseyo??”

Junhyung sudah duluan menutup telponnya. Aku menghela napas mengingat bahwa ia ingin bertemu denganku di atap sekolah sekarang juga.

Haruskah aku datang??

Keunde, bagaimana dengan Kyuhyun oppa??

Tapi Junhyung bilang bahwa ia akan menunggu sampai aku datang. Bagaimana jika ia serius?

(Jiyeon’s POV End)

*****

(Junhyung’s POV)

_AT THE ROOFTOP_

Aku tahu ia akan datang…

Aku akan menunggu sampai dia datang…

Untuk kesekian kalinya aku kembali melihat jam tanganku dan kemudian mengalihkan pandanganku arah pintu masuk atap. Sudah setengah jam aku menunggu disini, tapi belum ada tanda-tanda kedatangannya. Keunde aku yakin bahwa ia akan datang.

TES TES TES…

Aku menatap kearah langit yang mendung. Tetes-tetes hujan mulai berjatuhan dari sana. Aku memejamkan mataku dan dengan sengaja membiarkan hujan secara perlahan membasahiku. Aku tidak repot-repot mencari tempat berteduh. Karena mungkin saja hujan dapat membawa pergi semua masalahku…

Babo?

Ne, aku memang namja babo…

Aku masih memejamkan mataku dan menikmati air hujan yang membasahi tubuhku, ketika tiba-tiba aku mendengar suara pintu yang dibuka. Samar-samar aku juga mendengar derap langkah kaki yang semakin lama semakin mendekatiku. Senyuman kecil pun muncul dari bibirku. Aku tahu ia pasti datang.

Langkah kaki itu tepat berhenti dibelakangku. Seiring dengan itu, aku bisa merasakan bahwa hujan sudah tidak mengguyur tubuhku lagi. Dengan perlahan aku membuka mataku dan melihat ada paying tepat diatas kepalaku.

“Aku tahu kau akan datang.” Ujarku. Posisiku masih memunggungi-nya.

Tapi senyumanku mendadak hilang seiring dengan posisiku yang sekarang sudah berhadapan dengan gadis ini.

“Mianhe…”

(Junhyung’s POV End)

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

2 tanggapan untuk “When Bad Boys Meet Good Girl (Part 14)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s