Diposkan pada Chapters, KyuYeon (Kyuhyun Jiyeon)

When Bad Boys Meet Good Girl (Part 15 – End)

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title     : When Bad Boys Meet Good Girl
Type    : Chaptered
Genre  : Romance, Friendship, Life, Drama

Cast :
– Park Jiyeon
– Yong Junhyung
– Cho Kyuhyun
– Jang Hyunseung
– Jeon Boram
– Lee Kikwang
– Yang Yoseob
– Son Dongwoon
– Yoon Doojoon

______________________________________________

“Geumanhe, dia tidak akan datang!”

“Dia akan datang.”

“Junhyung-ah, jebal… jangan seperti ini. Kau pasti juga sudah tahu bahwa ia takkan datang, kan? Jangan membuang waktumu.”

Junhyung menatap gadis yang ada dihadapannya dengan tajam. Pria itu benar-benar tidak suka jika ada yang mencampuri urusan pribadinya, meskipun orang tersebut berniat untuk membantunya. Disisi lain ia juga benci pada fakta yang menunjukkan bahwa perkataan orang tersebut benar.

Jiyeon tidak akan datang…

Junhyung sudah mendapat firasat bahwa gadis itu tidak akan datang, tapi dengan naïf-nya ia tetap berharap bahwa gadis pujaannya itu akan datang.

“Junhyung!” Orang tersebut menarik tangan Junhyung.

“Ka! Aku tidak membutuhkan kehadiranmu Boram-ssi! Meskipun kita adalah teman, tapi bukan berarti kau bisa dengan seenak hatimu mencampuri urusanku. Sekarang pergilah!” Junhyung berkata dengan nada yang amat dingin. Boram terdiam membisu menatap pria yang ada dihadapannya. Tidak bisa dipungkiri bahwa Junhyung telah sukses menghancurkan hatinya. Dengan perlahan Boram beranjak pergi.

Ia menatap Junhyung dengan pedih. “Tidak bisakah kau melihatku sekali saja?” gumam Boram lirih.

Junhyung kembali menunggu Jiyeon dibawah guyuran air hujan yang masih setia membasahi kota Seoul. Ia sudah bertekad akan terus menunggu Jiyeon. Yah, ia akan menunggu gadis itu sampai datang. Itu adalah keputusan mutlaknya.

Junhyung mendongakkan kepalanya menatap  langit, membiarkan butiran air hujan membasahi wajahnya. Tubuh pria itu sudah menggigil kedinginan, namun ia masih berusaha untuk bertahan. Ia memejamkan matanya dan bergumam, “Aku tahu kau takkan datang. Keunde… tidak bisakah aku berharap bahwa kau akan datang?”

*****

(Jiyeon’s POV)

Aku terus berlari dan berlari. Aku tidak peduli dengan hujan deras yang sudah sedari tadi membasahi tubuhku. Yang sekarang ini sangat kuinginkan hanyalah bertemu dengannya sesegera mungkin. Bertemu dengan Kyuhyun oppa. Sekarang aku sadar dengan perasaanku yang sebenarnya. Hatiku hanya milik Kyuhyun oppa, dan itu takkan pernah berubah.

Langkah kakiku berhenti di taman kota yang sepi. Tidak ada seorang pun disini. Taman ini memiliki kenangan tersendiri bagiku dan Kyuhyun oppa. Di taman inilah pertama kalinya aku dan Kyuhyun oppa bertemu dan juga tempat ini menjadi saksi mata ketika Kyuhyun oppa menyatakan perasaannya padaku.

Aku menatap sekelilingku dengan panic. Kyuhyun oppa tidak ada disini. Jangan bilang bahwa ia sudah pulang karena aku terlambat!

Memikirkan hal tersebut membuat semakin panik dan galau. Tubuhku mulai menggigil kedinginan. Dengan sisa-sisa tenagaku, aku memanggil Kyuhyun oppa. “Kyuhyun oppa!” Panggilku dengan suara keras.

“Kyuhyun oppa!!”

“Kyu… Kyuhyun oppa…” Isakku tersedu-sedu.

Tiba-tiba saja ada seseorang yang menarikku kedalam pelukannya. Aku ingin memberontak, tetapi suara berat nan tenang milik orang tersebut membuatku terdiam. “Akhirnya kau datang… Kupikir kau takkan datang.” Bisik Kyuhyun oppa lirih ditelingaku. Kedua tangannya masih memeluk tubuhku dari belakang, membuatku merasa nyaman dan hangat.

Ku sentuh tangannya yang melingkar ditubuhku dan mengelusnya lembut. Kyuhyun oppa melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuhku hingga kami saling berhadapan. “Saranghae…” Ucapnya.

“Nado oppa, nado… mianhe aku sudah mengecewakanmu. Jeongmal mianheyo…”

CHU~

Kyuhyun oppa mencium bibirku dengan lembut. Ciuman pertama kami yang sangat berkesan menurutku. Tak ada kesan menuntut dari ciuman ini. Yang ada hanyalah kehangatan dan luapan perasaan kami masing-masing. Kyuhyun oppa melingkarkan kedua tangannya dipinggangku, sedangkan aku melingkarkan kedua tanganku dilehernya.

Hujan masih setia mengguyur kami. Jika tadi aku merasa kedinginan karena hujan, keunde sekarang aku merasa hangat. Yah, itu semua karena ia ada sisiku. Aku berjanji pada diriku sendiri bahwa mulai sekarang aku tidak akan menyia-nyiakan namja yang ada dihadapanku ini lagi. Aku tidak akan lagi melakukan hal bodoh dan kekanakan yang nantinya hanya akan menyakiti diri kami sendiri.

Forever and always, Cho Kyuhyun…

(Jiyeon’s POV End)

*****

(Boram’s POV)

“Hah, namja itu masih disini. Benar-benar babo! Tidak tahukah ia bahwa ia hanya membuang waktunya menunggu seseorang yang sudah dipastikan tidak akan datang?” Gumamku sambil memperhatikan Junhyung secara sembunyi-sembunyi dari belakang pintu.

Aku sengaja tidak meninggalkannya disini sendirian, meskipun ia sudah berkata kasar dan juga mengusirku tadi. Aku hanya tak ingin meninggalkan namja labil ini sendirian dalam kondisi yang seperti ini. Karena aku tahu bahwa ia membutuhkanku.

Sudah 2 jam berlalu, keunde Junhyung masih tak beranjak dari tempatnya menunggu Jiyeon. Dan yang lebih parah, hujan masih juga turun, sama sekali tidak menunjukkan akan segera berhenti. Bisa kulihat tubuh Junhyung yang sudah menggigil kedinginan.

Gosh, apa sih yang ada dipikiran namja babo ini?! Apa dia mau mati membeku?!

Aku harus menghentikannya!

Akhirnya aku keluar dari tempat persembunyianku. Kulangkahkan kakiku dengan mantap kearah Junhyung. Masa bodoh jika ia akan mengusirku lagi.

“Junhyung-ah, bukankah sudah kukatakan padamu bahwa ia takkan datang? Ia sedang bersama Kyuhyun sekarang.” Ucapku pelan.

Junhyung hanya diam membisu, sedikitpun tak merespon ucapanku. Kepalanya masih tertunduk, matanya menatap intens pada lantai, entah apa yang menarik dari lantai ini. Sikapnya yang masih bungkam membuat kesabaranku habis. Ku tarik tangannya hingga membuat tubuhnya menghadapku.

“YA YONG JUNHYUNG, TERIMALAH KENYATAAN BAHWA IA TAKKAN DATANG!” Aku berteriak dengan keras tepat didepan wajah namja tampan ini. Aku sudah tidak peduli jika ia semakin marah dan bahkan benci padaku. Aku hanya ingin menyadarkannya. Aku ingin ia merelakan Jiyeon bersama Kyuhyun oppa. Ok, Jiyeon memang tidak memilihnya, keunde bukan berarti semuanya berakhir kan?

“Ara… ia tidak akan datang.” Junhyung berkata lirih dengan kepala yang tertunduk lemas.

Pada awalnya aku ragu harus melakukan apa untuk menenangkan dirinya, tapi kemudian dengan perlahan aku menariknya dalam pelukanku. Mungkin dengan pelukan ini bisa sedikit menenangkannya. Payung yang kupegang terjatuh ketika aku memeluknya. Dan sekarang tubuhku juga basah kuyup, keunde aku tak peduli sebab yang terpenting sekarang adalah menghibur Junhyung.

Aku mengeratkan pelukanku tak kala aku mendengar isakan kecil yang keluar dari bibirnya.Yah, sekarang harus kuakui bahwa cinta itu benar-benar menakjubkan. Bagaimana tidak? Cinta sudah berhasil membuat seorang namja dingin seperti Yong Junhyung menjadi hancur seperti ini. Sulit dipercaya bahwa cinta dapat mengubah seseorang perlahan namun pasti.

LOVE IS GREAT…

LOVE IS AWESOME…

But don’t forget that LOVE IS ALSO PAINFUL…

(Boram’s POV End)

*****

_IN JUNHYUNG’s HOUSE_

BUGH!

“Oppa!” Haneul berseru kaget seraya berlari kearah oppanya. Tapi dengan segera sang ayah menarik tangan anak gadisnya tersebut, ia kemudian melayangkan tatapan tajamnya kearah Haneul.

“Jangan coba-coba untuk menolongnya. Ia pantas mendapatkannya.” Ujar sang ayah dengan nada tegas.

“Tapi appa…”

“Tidak ada alasan! Cepat masuk ke kamarmu sekarang!” Perintah sang ayah.

Haneul menatap Junhyung dengan air mata yang sudah berlinang. Junhyung tersenyum kecil pada adiknya, mencoba untuk membuat gadis remaja itu merasa sedikit tenang. Ia memberi tanda pada adiknya agar gadis itu menuruti perintah ayah mereka.

“Aku akan baik-baik saja.” Ucap Junhyung tanpa suara.

Dengan sedikit ragu, akhirnya Haneul memutuskan untuk mengikuti saran sang oppa. Gadis itu berjalan pelan menuju kamarnya yang terletak dilantai 2. Selepas Haneul pergi, Junhyung bangkit dari posisi terduduknya dilantai. Namja itu tersenyum kecil pada ayahnya, atau lebih tepatnya menyeringai.

“Apa kau berpikir dengan memukulku akan membuat eomma merasa senang? Kau salah. Eomma justru akan merasa sangat sedih jika kau terus saja bersikap kekanakan seperti ini.” Junhyung berkata dengan nada mengejek.

Wajah ayah tiri Junhyung merah padam karena emosi. Tanpa dapat menahan emosinya lagi, ayah Junhyung kembali memukul namja itu dengan kuat, seakan Junhyung terbuat dari besi hingga ia takkan merasa sakit. Kali ini Junhyung hanya diam. Ia sama sekali tidak melakukan apapun untuk melindungi dirinya sendiri. Ia hanya membiarkan lelaki paruh baya itu memukulnya. Mungkin jika ia menerima pukulan tersebut, setidaknya itu bisa membuatnya lupa dengan rasa sakit yang ada dihatinya.

*****

(Kyuhyun’s POV)

“Oppa, aku harus masuk sekarang atau orang tuaku akan mengamuk.” Ujar Jiyeon sambil tersenyum.

Dengan terpaksa aku melepaskan pelukan kami, dan kemudian kukecup keningnya lembut. “Ne arasso. Keunde aku masih merindukanmu.” Ucapku manja. Jiyeon tersenyum manis dan kemudian ia mengecup bibirku singkat. Aku dibuat terpana dengan kecupannya tersebut.

“Hahaha aigoo… jangan bersikap seperti bocah oppa. Sumpah, itu tidak cocok untukmu. Kau jadi terlihat aneh.”

Aku menatap Jiyeon.“Aku senang karena pada akhirnya kau kembali padaku. Yah, meskipun aku harus menerima kenyataan pahit bahwa aku bukanlah ciuman pertamamu.”

Aku nyaris tertawa saat melihat ekspresi penyesalan diwajah Jiyeon. Gadis ini terlihat sangat merasa bersalah padaku, padahal niat awalku hanya ingin menggodanya saja.

“Ya, jangan bersedih begitu. Aku hanya bercanda. Tidak penting apakah aku ini ciuman pertamamu atau bukan, sebab yang terpenting adalah aku telah memenangkan hatimu.” Aku membelai rambut Jiyeon dengan lembut dan kemudian mencium keningnya lagi.

“Gomawo oppa…” Bisiknya lembut.

Aku baru saja ingin masuk kedalam mobilku, ketika tiba-tiba Jiyeon memanggilku. Aku membalikkan badanku dan melihat Jiyeon sedang tersenyum lebar.

“Saranghae oppa!” Ujarnya sambil membuat tanda hati dengan menggunakan kedua tangannya yang diletakkan diatas kepala. Aku sontak tertawa melihatnya seperti itu. Ah, kurasa aku adalah namja paling beruntung malam ini.

(Kyuhyun’s POV End)

*****

_AT BORAM’s HOUSE_

Junhyung tidak mengerti mengapa ia bisa sampai di rumah Boram. Setelah bertengkar dengan ayah tirinya, Junhyung memutuskan untuk pergi dari rumah. Ia ingin menenangkan pikirannya. Yang ia tidak mengerti adalah… kenapa ia harus ke rumah Boram? Ia bisa saja pergi ke rumah member Beast yang lainnya, tapi justru langkah kakinya malah membawanya kesini, rumah Boram.

Junhyung menatap dalam diam rumah yang ada dihadapannya.

“Junhyung-ah…” Boram terlihat kaget melihat Junhyung yang sedang berdiri tepat didepan rumahnya. Gadis itu berlari menghampiri Junhyung. Boram semakin terkesiap kaget saat melihat penampilan Junhyung yang kacau, ditambah dengan beberapa memar diwajah tampan pria tersebut.

“Apa yang terjadi padamu?” Tanya Boram bingung. Junhyung hanya menatap Boram tanpa ekspresi. Dan tiba-tiba…

BRUK!!

“Junhyung-ah!” Boram segera menangkap tubuh Junhyung sebelum tubuh namja itu menghantam aspal. Tapi dikarenakan tubuh Junhyung yang jauh lebih besar dan berat dari Boram, mereka berdua akhirnya terjatuh diatas aspal. Boram masih memeluk tubuh Junhyung yang lemas dan panas.

“Eomma, tolong bantu aku!” Teriak Boram panic.

Tak lama setelah itu, Ibu Boram pun keluar dari dalam rumah. Betapa terkejutnya beliau ketika melihat anak perempuannya sedang memeluk seorang pria yang pingsan.

“Omo chagi, ini siapa?”

“Ini temanku eomma. Namanya Junhyung. Ia demam tinggi. Tolong bantu aku membawanya kedalam.”

“Ah ne, ayo.”

*****

_IN BORAM’s ROOM_

Boram meletakkan handuk yang sudah dibasahi air dingin didahi Junhyung. Ia mengelus pipi Junhyung dengan perlahan. Gadis bertubuh mungil itu bertanya-tanya dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Junhyung hingga membuat namja itu menjadi seperti ini. Digenggamnya tangan Junhyung dengan lembut dan mengelusnya pelan. Ketika Boram akan beranjak pergi, Junhyung menahan pergelangan tangannya, membuat Boram terkaget.

“Argh… kajima…jebal kajima…” Junhyung mendesah lemah dalam tidurnya.

Boram pun mengurungkan niatnya untuk pergi. Gadis itu kembali duduk dipinggir ranjang dan kemudian ia mengelus rambut Junhyung dengan lembut. “Ne, aku takkan meninggalkanmu.” Bisiknya ditelinga Junhyung.

*****

~ 5 YEARS LATER ~

“Reuni?”

“Ne, kau akan datang kan? Jebal, pokoknya kau harus datang!”

“Ne, tentu saja aku akan datang. Aku kan sudah kembali ke Korea sekarang.”

“Whooa jeongmal?”

“Hahaha ne…”

“Aish nappeun chingu! Kenapa kau tidak bilang bahwa kau telah kembali dari USA, eo?”

“Kekeke mianhe Boram-ah. Lagipula aku juga sudah berencana akan mengabarimu, keunde kau sudah menelponku duluan.”

“Ya sudah, aku harus pergi sekarang. See you at the reunion, Yeonni-ah! Oh, dan satu lagi, jangan lupa untuk mengajak Kyuhyun oppa ya.”

“Ne arasso…”

Telpon pun ditutup. Jiyeon meletakkan ponselnya diatas meja. Mata gadis itu tertuju pada sebuah bingkai foto. Itu adalah foto kelulusannya bersama sahabat-sahabatnya saat di SMA, Beast dan Boram. Sudah 5 tahun berlalu semejak terakhir kali gadis itu bertemu dengan sahabat-sahabatnya, sebab Jiyeon melanjutkan sekolahnya ke USA. Tapi sekarang yeoja itu kembali. Ia memutuskan untuk kerja di Seoul, kota kelahirannya.

Jiyeon mendapati seseorang tengah memeluknya erat dari belakang. Yeoja itu tak perlu menoleh untuk tahu siapa orang tersebut. Karena hanya ada satu orang yang bisa melakukan itu padanya. Pria itu mengecup pipi mulus Jiyeon singkat. Ia meletakkan dagunya dipundak Jiyeon seraya menghirup wangi mawar yang menguar dari rambut panjang yeoja itu.

“Morning Mrs.Cho.” Sapa laki-laki yang tengah memeluk Jiyeon. Ia masih enggan untuk melepaskan pelukannya.

“Mrs.Cho?” Jiyeon mengernyitkan dahinya.

“Wae? Kau tidak suka? Keunde kau adalah istriku sekarang.” Ujar Kyuhyun seraya mengerucutkan bibirnya, persis seperti bocah.

Jiyeon tertawa dan mengecup bibir Kyuhyun singkat. “Ani, nan neomu joa.”

“Lalu, apa yang bisa kita lakukan sekarang? Aku merasa bosan.”

Jiyeon terlihat berpikir untuk beberapa saat sebelum pada akhirnya Kyuhyun menjawab pertanyaannya sendiri. “Ah, aku tahu! Bagaimana jika kita melakukan ini saja?” Dengan cepat Kyuhyun menempelkan bibirnya dibibir Jiyeon. Ia mencium bibir Jiyeon dan memeluk tubuh ramping Jiyeon hingga jarak mereka semakin dekat.

Kyuhyun membawa tubuh Jiyeon dengan ala Bridal Style. Bibir mereka masih saling bertautan, seakan enggan untuk melepaskan lagi. Kyuhyun mendorong pintu kamarnya yang memang setengah terbuka dengan kakinya, dan kemudian…

BLAM!

Kyuhyun menutup pintu tersebut dengan menggunakan kakinya.

*****

(Jiyeon’s POV)

_AT THE REUNION_

Semua orang berkumpul disini pada hari ini. Aku, Kyuhyun oppa, Boram, Yoon Ae (yeojachingu Kikwang) dan para anggota Beast. Oh ya, aku lupa menyebut Jemi! Yah, ia juga ada disini. Penasaran kenapa? Ah simple saja, itu semua karena ia adalah yeojachingu Hyunseung sekarang. Aku sama sekali tidak kaget saat Jemi mengatakan bahwa ia menjalin hubungan dengan Hyunseung, sebab dari awal aku sudah tahu bahwa mereka saling menyukai dan aku punya firasat yang bagus tentang mereka.

Sudah 5 tahun lamanya kami tidak saling bertemu dan mengobrol secara langsung. Selama ini kami hanya berhubungan melalui email, telpon, dan situs jejaringan sosial. Tidak ada yang berubah dari kami. Kami masih berteman baik dan selamanya akan selalu begitu.

Aku dan Junhyung?

Yah, meskipun kami pernah terlibat dalam persoalan yang rumit, keunde kami berdua bisa mengatasinya dengan baik. Aku dan Junhyung berteman baik sekarang. Kami sudah tutup buku untuk permasalah yang waktu itu. Lagipula Junhyung sudah menemukan soulmate-nya sekarang.

It’s Boram! 😀

Aku ikut senang mengetahui bahwa mereka bersama sekarang. Mereka berdua adalah sahabat baikku. Aku hanya mengharapkan yang terbaik untuk mereka berdua. Aku harap mereka akan selalu bersama, karena aku tahu bahwa mereka memang sudah ditakdirkan bersama.

“Oppa, Minyeon eonnie dimana?” Tanya Yoon Ae pada Doojoon.

“Ne, aku ingin sekali bertemu dengan tunanganmu itu.” Timpalku sambil menatap Doojoon, menunggu jawaban dari namja tersebut.

“Dia sedang ada di Busan. Halmoni-nya sakit, maka ia terpaksa batal ikut kesini.”

Aku mengalihkan pandanganku kearah Boram dan Junhyung. Aku tersenyum kecil saat menyadari Junhyung yang sedari tadi melirik Boram secara diam-diam, seakan takut jika yeoja-nya akan menghilang secara tiba-tiba. Ahh, dia benar-benar sedang jatuh cinta sekarang. Aku senang sekali melihatnya. Kami semua telah menemukan kebahagiaan kami masing-masing.

“Ini.” Boram menyerahkan sebuah undangan padaku.

“Undangan apa ini?” Tanyaku sambil memandang Boram. Gadis itu hanya tersenyum malu. Aku yang penasaran pun segera membuka undangan tersebut dan berniat membacanya.

“Yak, kalian berdua akan segera menikah?!” Seru Yoseob keras, membuatku membatalkan niatku membaca undangan tersebut. Aku menatap Boram dan gadis itu mengangguk, mengiyakan perkataan Yoseob tadi.

Aku memeluk Boram dengan spontan. “Chukkae nae chingu. I’m happy for ya…” Ucapku tulus.

“Gomawo Jiyeon-ah. Jeongmal gomawo…”

Aku melepaskan pelukanku dan tersenyum bahagia menatap kedua sahabatku yang akan segera menikah. Tak lupa pula aku mengucapkan selamat pada Junhyung dan berpesan padanya agar ia selalu menjaga Boram dan takkan pernah menyakitinya.

“Whoooa let’s cheer for Boram and Junhyung!” Seru Kikwang dengan nada riang seraya mengangkat gelas minumnya tinggi-tinggi.

“CHEERS!”

Kami saling berbincang diselingin tawa renyah yang kebayakan disebabkan oleh kelakuan ajaib Yoseob dan Kikwang. Yah, mereka memang duo lawak 😀

“Bagaimana dengan kalian berdua?” Tanya Kyuhyun pada Yoseob dan Dongwoon.

“Hah?” Yoseob menatap Kyuhyun bingung.

“Maksudku, kami semua sudah memiliki pasangan, kecuali kalian berdua. Tidakkah kalian ingin punya pasangan juga?” Tanya Kyuhyun oppa lagi seraya menatap kedua namja itu.

“Yah, jangan katakan kalian itu…”

“YAK! KAMI INI BUKAN GAY TAHU!” Yoseob dan Dongwoon berseru dengan serentak, membuat kami semua tertawa terpingkal-pingkal. Kikwang menyeringai pada mereka. “Hahaha… ku pikir kalian…” Kikwang menggoda kedua namja itu dan mendapat hadiah berupa death glare dari kedua namja tersebut.

Lagi-lagi kami semua tertawa terpingkal ketika melihat Kikwang yang dengan sengaja memanasi serta menggoda Yoseob dan Dongwoon. Jujur saja, aku tidak pernah menyangka bahwa semua akan berakhir seperti ini. Beast yang pada awalnya sangat kubenci, sekarang malah menjadi sahabatku. Kyuhyun dan aku yang nyaris putus, sekarang adalah pasangan hidup.

Ah, kebahagiaanku benar-benar membuncah sekarang, hingga tak dapat ku ungkapkan dengan kata-kata. Aku harap kami semua akan selalu seperti ini.

Aku merasakan kehangatan menjalar ditanganku. Ternyata Kyuhyun oppa sedang menggenggam tanganku dengan lembut. Ia tersenyum lembut padaku. “Saranghae…” Bisiknya.

“Nado oppa…”

(Jiyeon’s POV End)

-The End-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

7 tanggapan untuk “When Bad Boys Meet Good Girl (Part 15 – End)

  1. Aaaach saeng jeongmal memuaskan…. ;-D
    eon tnggu ff kyuyeon yg lain_ny… ;>
    saeng bwt yg genre yg life marriage donk,yg romantisan”getoch…heuheu 😉
    eon tnggu…

    1. wooah jinjja?! Gomawo eonnie *peluk* >.<
      Siip deh eon, ntr pasti aku bakalan nulis KyuYeon lgi kok 😀 Hmm life marriage ya? Ntr bakalan aku coba tulis, soalnya aku ga gitu ahli sm genre kyk gitu.

  2. aaa seneng bnget liat akhir dari kisah mereka >< pada akhirnya mereka mempunyai kebahagiaan masing2 ^.^
    apalagi jiyeon akhirnya bisa bersama kyuhyun 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s