Diposkan pada Chapters, The Daily Life Of Super Junior's Little Sisters

(Lee Boyoung’s Story) Where Are We?! (Part 2 End)

where-are-we-now

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title : The Daily Life of Super Junior’s Little Sisters
(Lee Boyoung’s Story – Where Are We?!)

Type : Twoshoot
Genre : Friendship, Family, Adventure, Life
Poster from : http://superita.wordpress.com

Cast :
– Lee Boyoung
– Lee Donghae
– Kim Jongin
– Park Chanyeol
– Cho Kyuhyun
– Super Junior’s members
– EXO’s members

 

_________________________________________

 

(Boyoung’s POV)

Ah, syukurlah perutku sudah tidak sakit lagi. Keunde sekarang aku malah jadi bosan. Kuputuskan untuk berjalan-jalan disekitar hotel ini saja. Donghae oppa dan juga oppadeul lain pasti sedang bersenang-senang sekarang. Lagipula kenapa aku harus sakit disaat penting seperti tadi sih? >.<”

“Boyoung?” Panggil seseorang. Kutolehkan kepalaku untuk melihat orang tersebut. Ternyata yang memanggilku tadi adalah Chanyeol. Kai juga ada disebelah namja jangkung itu, dan seperti biasa Kai menatapku tanpa ekspresi. Cih, sok sekali namja hitam ini!

Chanyeol berjalan menghampiriku diikuti oleh Kai. “Loh, kau tidak ikut dengan Donghae hyung?”

“Ani. Tadi aku agak sedikit tidak enak badan. Keunde, sekarang aku sudah baik-baik saja. Hmm, kalian sendiri?” Tanyaku bingung yang melihat mereka sekarang  berada disini.

Chanyeol tersenyum sembari menggaruk tengkuknya yang ku yakin tidak gatal. “Hehe, ada sedikit persoalan tadi.” Jawabnya. Aku hanya tersenyum menanggapinya.

“Kami ingin pergi berjalan-jalan sebentar. Kau mau ikut? Yah, daripada bosan berada di Hotel. Lagipula besok kita akan pulang, kan. Sayang sekali jika hari terakhir ini kita sia-siakan.”

Aku terdiam. Sebenarnya aku ingin ikut, keunde…

“Ayolah ikut saja.”

Mwo?! Apa tidak salah ini? Kai baru saja mengajakku untuk ikut bersama mereka? Ada angin apa ini?

“Eh?”

“Gwenchana. Ikut saja bersama kami.” Ujar Kai.

Aku yang masih heran dengan perubahan sikap Kai pun hanya bisa menganggukkan kepala, setuju dengan ajakan mereka. Yah, lagipula kami hanya berjalan-jalan disekitar sini saja.

“Johasso! Kajja!”

 

*****

 

“Ok, jadi kemana tujuan kita sekarang. Ada yang punya ide?” Tanya Chanyeol.

“Bagaimana jika kita ke Place de la Concorde saja? Aku belum sempat kesana. Tempat itu bagus sekali dan juga setahu-ku tempat itu tidak terlalu jauh dari sini.” Aku berkata seraya menatap kedua namja yang ada dihadapanku. Chanyeol tersenyum bocah. “Wah ide bagus. Kajja kajja, aku sudah tidak sabar.”Ujar Chanyeol kegirangan seraya merangkulku dan Kai yang berada di kanan dan kirinya.

(Boyoung’s POV End)

 

*****

 

 

_AT THE HOTEL_

Donghae panic bukan main. Pasalnya Boyoung, dongsaeng kesayangannya, tak dapat ditemukan dimanapun. Awalnya Donghae mengira jika Boyoung hanya berjalan-jalan disekitar hotel dan akan segera kembali. Namun meskipun matahari sudah mulai terbenam, sang adik masih belum kembali. Walhasil, namja tampan bersenyum manis ini semakin cemas.

Dibantu dengan member Super junior yang lain serta sang manager, mereka memulai pencarian mereka terhadap Boyoung. Tetapi hasilnya tetap nihil. Boyoung masih tidak dapat ditemukan!

“Apa kau sudah mencoba untuk menghubungi handphone-nya?” Tanya Kangin. Donghae menganggukkan kepalanya. “Sudah, tapi tidak diangkat. Dan saat kuhubungi lagi handphone-nya malah tidak aktif.” Donghae menjawab dengan lesu.

“Hyung, Chanyeol dan Kai juga menghilang. Sedari tadi para member EXO sudah mencari mereka, tetapi sampai sekarang mereka tidak ditemukan. Dan aku sudah bertanya pada salah satu pelayan disini, ia bilang bahwa melihat Boyoung pergi bersama 2 orang namja. Aku yakin kedua namja itu pasti Chanyeol dan Kai.” Ujar Kyuhyun.

Siwon menatap Donghae dengan kasihan. Ia tidak bisa membayangkan jika ia berada dalam posisi Donghae. Kehilangan adik di Negara orang. Apalagi di kota Paris yang sangat luas ini.

“Apa ada kemungkinan bahwa mereka tersesat?” Tanya Siwon hati-hati.

Jantung Donghae mencelos saat mendengar perkataan Siwon. ‘Tersesat?’ batin namja itu.

 

*****

 

 

Disisi lain, Boyoung, Chanyeol dan Kai merasa sangat panic. Seperti yang sudah dapat ditebak, yah mereka tersesat! Langit sudah berubah gelap tetapi mereka masih belum bisa menemukan jalan pulang menuju hotel.

“Aigoo, kenapa kita sial sekali sih? Ponsel-ku hilang saat di bus, sedangkan kalian berdua lupa membawa ponsel.”

“Aku bukan lupa, tapi ponselku sedang rusak.” Bantah Kai.

“Aish terserah lah, yang jelas kau juga tidak membawa ponsel, kan? Ottohke? Bagaimana bisa kita kembali. Kita saja tidak tahu sekarang berada dimana. Aku masih sangsi apakah kita masih berada di Paris. Kalian tahu, sepertinya kita sudah tersesat sangat jauh.”

Chanyeol terlihat memutar otak. “Apa kau tidak ingat nomor Donghae hyung?” Tanya Chanyeol.

Boyoung memandang pasrah. “Jangankan nomor Donghae oppa, nama hotel tempat kita menginap saja aku tidak ingat. Ingatanku payah.” Boyoung menjawab dengan lesu, kemudian ia mengalihkan pandangannya kearah Kai. “Bagaimana denganmu? Apa kau ingat nama hotel kita atau mungkin kau ingat alamatnya?”

“Jangan tanyakan pada Kai. Dia tidak tahu apa-apa selain dance dan makan. Kau tahu, ia bahkan baru tahu alamat dorm setelah seminggu tinggal di dorm. Parah bukan?”

“Omo, jinjja? Waah, ternyata kau lebih parah daripada aku ya.”

Kai memandang langit yang sudah sangat gelap. “Kita harus mencari hotel atau tempat penginapan sekarang.”

Chanyeol dan Boyoung menggangguk setuju. Mereka bertiga pun akhirnya memutuskan untuk mencari hotel atau penginapan untuk mereka berteduh. Dalam hati, masing-masing dari mereka masih merasa khawatir dan cemas. Dan tidak hanya mereka bertiga, tetapi semua teman-teman mereka juga merasa hal yang sama. Terlebih Donghae dan member EXO.

 

*****

 

 

(Boyoung’s POV)

“Mwo? Cuma ada satu kamar?!” Seruku kaget pada Chanyeol oppa. Chanyeol menganggukkan kepalanya.

“Andwae! Kajja, kita cari penginapan lain saja. Mana mungkin kita bertiga tidur dalam satu kamar.” Pintaku. Yah, mana mungkin aku tidur dalam satu kamar bersama 2 orang namja. Aku ini masih waras. Lagipula jika Donghae oppa tahu bisa-bisa aku digantung  olehnya.

“Tidak mungkin kita mencari penginapan lain. Dapat penginapan ini saja sudah bagus. Sudahlah kita ambil saja kamarnya. Kau tidak berpikir bahwa kami akan melakukan hal yang aneh-aneh padamu, kan?” Kai menatapku penuh selidik.

Aku menggeleng cepat. “Aniya, aku tidak berpikir seperti itu kok. Aku kan tahu kalian orang baik. Hanya saja… rasanya agak aneh jika harus tidur sekamar dengan namja.”

Chanyeol menepuk kepalaku. “Yah, aku mengerti. Kami pun juga merasa tidak nyaman. Keunde kita tidak punya pilihan lain. Kau sendiri tahu jika kita sedang tersesat saat ini dan ini juga sudah larut malam, tidak mungkin kita mencari penginapan lain sedangkan kita tidak tahu dearah ini.” Jelas Chanyeol.

Kai menatapku. “Geuresso… otte?” Tanyanya.

Dengan ragu aku mengganggukkan kepalaku. “Baiklah, toh kita tidak punya pilihan lain kan.”

Chanyeol kembali menuju resepsionis penginapan ini. Dengan bahasa Inggris yang cukup fasih, namja Jangkung itu memesan sebuah kamar untuk tempat kami bertiga beristirahat malam ini. Ah, entah apa yang akan dilakukan Donghae oppa jika ia tahu ini.

Ah, Donghae oppa… neomu bogoshipo. Kau pasti sangat khawatir sekarang.

(Boyoung’s POV End)

 

*****

 

 

(Donghae’s POV)

Ingin mati saja rasanya…

Aku sudah gagal menjaga dongsaengku. Entah apa yang akan dikatakan oleh eomma dan Donghwa hyung, mereka pasti merasa sangat kecewa padaku.

Nan jeongmal baboya! Bagaimana mungkin aku bisa kehilangan dongsaengku di kota seluas Paris ini?!

“Kyuhyun-ah, bagaimana? Apa kau dapat kabar dari anak-anak EXO?” Aku langsung menyerbu Kyuhyun begitu ia memasuki kamar hotelku. Kyuhyun menatapku lesu dan seperti dugaanku, ia menggelengkan kepalanya dengan pelan.

“Mereka juga sama bingung dan cemasnya dengan kita. Sampai sekarang mereka belum mendapat kabar dari Chanyeol maupun Kai.”

“Tapi kalaupun mereka tersesat, seharusnya mereka kan bisa menelpon ataupun pulang dengan cara menanyakan jalan pulang pada orang sekitar.” Ujarku.

Kyuhyun duduk disebelahku, lalu ia menepuk pundakku pelan. “Handphone Chanyeol tertinggal di kamarnya, sedangkan handphone Kai sedang rusak. Mungkin karena itu mereka tidak bisa menghubungi kita. Dan bisa jadi mereka tidak tahu alamat hotel ini. Bahkan aku sangsi jika mereka ingat nama hotel ini.”

Aku mengangguk lesu mengingat bahwa Boyoung juga memiliki ingatan yang buruk. Yah, pasti mereka tidak tahu nama ataupun alamat hotel ini.

Ya Tuhan, bagaimana ini? Bagaimana aku bisa menemukan dongsaengku kembali?

(Donghae’s POV End)

 

*****

 

 

Boyoung, Chanyeol dan juga Kai memasuki kamar penginapan mereka. Kamar itu berukuran sedang, terdapat dua buah ranjang yang masing – masing pas untuk ditiduri oleh satu orang. Ada pula sebuah sofa berukuran sedang yang berwarna coklat yang ditempatkan disudut ruangan, tepat didepan sebuah jendela besar. Meskipun kamar itu tidak terlalu besar, tetapi kamar itu terkesan hangat dan nyaman, sehingga membuat siapa saja betah berada didalam kamar tersebut.

Boyoung meletakkan tasnya disofa, dan dengan canggung gadis manis bertubuh mungil itu mendudukkan tubuhnya disana. Sebaliknya, kecanggungan sama sekali tidak terlihat pada diri Chanyeol ataupun Kai. Kedua namja itu terkesan tak peduli pada kenyataan bahwa malam ini mereka harus menghabiskan malam bersama seorang yeoja.

Boyoung masih setia pada posisi amannya, yaitu duduk disofa. Gadis itu menyibukkan diri dengan berpura-pura asyik mengamati keadaan kota dari jendela. Padahal sebenarnya Boyoung sudah sangat lelah dan juga mengantuk. Kai tersenyum melihat Boyoung. Dengan segera ia menghampiri Boyoung.

“Kau tidur saja diranjang yang satunya, biar aku yang tidur disofa.” Ujar Kai. Boyoung tersenyum canggung. “Apakah tidak apa-apa?” Tanya gadis itu ragu. Kai tersenyum seraya mengangguk. “Jinjja gwenchana.” Balas namja itu lagi.

Boyoung pun segera berjalan menuju ranjang yang dimaksud Kai. Chanyeol sudah tertidur pulas, namja itu terlihat sangat kelelahan. Boyoung pun merebahkan dirinya diatas ranjang dan tak lama setelah itu ia terjatuh ke alam mimpinya.

 

*****

 

 

“Mwo? Micheosso? Kita tidak mungkin pulang sekarang. Bagaimana dengan Chanyeol, Kai dan juga adik Donghae hyung?” Protes Sehun ketika sang manager berkata bahwa hari ini mereka akan tetap pulang ke Korea.

“Arayo, keunde ini perintah dari Sooman sangjangnim. Toh kalian juga masih memliki banyak pekerjaan di Korea. Soal Chanyeol dan juga Kai kalian tenang saja, sebab orang-orang suruhan Sooman sangjangnim sedang mencari mereka. Kalian berdoa saja agar mereka berdua segera kembali dalam kondisi yang sehat.” Ujar manager EXO.

 

 

———————————————————–

 

 

“Apa pun yang terjadi aku akan tetap tinggal! Masa bodoh dengan segala macam pekerjaanku di Korea. Jika sudah menyangkut Boyoung, aku tidak peduli dengan hal lainnya.” Ujar Donghae. Namja itu bersikeras ingin tinggal saat sang manager menyuruhnya untuk ikut pulang ke Korea bersama rombongan SMTOWN yang lain.

Sang manager pun menghela napas pasrah. Ia sudah tahu bahwa jawaban seperti itulah yang akan diterimanya dari seorang Lee Donghae.

“Baiklah, aku akan mengatur ulang jadwalmu di Korea.” Ujar sang manager.

 

*****

 

 

Boyoung duduk dibangku yang ada di trotoar. Kai sedang membelikan sarapan untuk mereka bertiga, sedangkan Chanyeol sedang menayakan arah jalan pada penduduk sekitar. Boyoung menghela napas pelan. “Ah, kenapa liburan pertamaku di Paris malah jadi kacau begini? Seharusnya aku menuruti perintah Hae oppa untuk tidak berkeliaran tanpanya. Aish, ini pasti hukuman tuhan padaku karena aku durhaka pada oppaku sendiri.” Gumam Boyoung.

“Hey sweetie, you look lonely. Need someone to accompany you?” Tanya seorang pria Perancis pada Boyoung. Boyong mendapat firasat bahwa pria itu berbahaya dan ia harus segera menjauh dari pria tinggi berambut coklat itu. Namun, belum sempat Boyoung menjauh pria itu sudah menarik tangannya.

“Let me go!” pekik Boyoung panic. Pria itu hanya tersenyum mengejek. Cengkramannya menguat hingga menimbulkan rasa sakit pada Boyoung. “Aww… let me go! You’re hurting me!”

Kai yang baru keluar dari toko sehabis membeli sarapan tersentak kaget saat melihat Boyoung sedang ditarik oleh seorang pria Perancis berbadan tinggi dan kekar. Tanpa berpikir panjang Kai segera berlari menuju kearah Boyoung dan Pria itu.

BUGH!

Pria Perancis itu terjerembab ke tanah setelah Kai memukul pria itu dengan sebongkah balok yang ditemukannya dipinggir trotoar.

“Neo gwenchana?” Kai menatap Boyoung cemas. Boyoung menganggukkan kepalanya.

Belum sempat mereka bernapas lega, tiba-tiba terdengar sebuah seruan marah tak jauh dari tempat mereka berada. “Hey, qu’est-ce que tu fais?!” (Hey, what are you doing?!)

Mereka melihat segerombolan orang yang menatap mereka marah. Penampilan gerombolan itu tak jauh beda dengan pria Perancis yang tadi mengganggu Boyoung. Boyoung mencengkram lengan Kai dengan panic ketika gerombolan itu berjalan mendekati mereka. “Ottohke? Jangan-jangan mereka teman orang ini.” Ujar Boyoung panic.

Kai pun tak kalah panic. Ia memang cukup jago dalam ilmu bela diri, tapi jika keadaannya seperti ini tentu saja ia akan kalah hanya dalam hitungan detik.

“Kita tidak punya pilihan lain, dalam hitungan ketiga kita lari. Arasso!”

“Arasso!”

“Hana… tul… set!” Kai langsung menarik tangan Boyoung. Secepat kilat mereka berlari menghindar dari gerombolan yang sekarang sedang mengejar mereka. Tak mereka hiraukan tatapan aneh dari orang-orang yang berlalu lalang. Yang ada dibenak mereka cuma satu, yaitu terbebas dari gerombolan bandit Perancis itu.

 

*****

 

 

(Boyoung’s POV)

Kai menarikku menuju sebuah gang sempit. Gang ini sangat gelap dan pengap. “Kita bersembunyi dibalik dinding itu saja.” Ujar Kai sembari menunjuk sebuah dinding kotor yang dipenuhi oleh berbagai macam gambar dan tulisan yang tak kutahu apa artinya. Aku hanya menurut. Toh saat ini hanya Kai yang bisa kuandalkan.

“Ssst… mereka datang.” Bisik Kai tepat ditelingaku, membuat bulu kudukku berdiri. Aku memejamkan mataku ketika samar-samar kudengar derap langkah kaki gerombolan itu yang semakin lama semakin terasa dekat. Dapat kurasakan pelukkan Kai dipinggangku yang semakin erat.

‘Omo, chakkamanyo! Pelukan Kai?’

Segera kutolehkan kepalaku menuju pinggangku. Dan benar saja, aku mendapati kedua lengan Kai yang dengan protektif memelukku. Jika keadaannya tidak seperti ini, aku pasti sudah jumpalitan karena senang dan deg-deg-an, keunde situasi yang gawat ini tidak memungkinkanku untuk merasa seperti itu.

Beberapa pria Perancis itu terlihat sedang bercakap-cakap, sebelum pada akhirnya mereka berjalan menjauhi tempat persembunyian kami. Aku menghela napas lega ketika gerombolan bandit itu benar-benar sudah pergi dari gang ini.

Aku dan Kai keluar dengan perlahan dari tempat persembunyian kami setelah untuk sekian kalinya kami memeriksa apakah bandit-bandit itu sudah pergi atau belum. Aku menoleh menatap Kai dengan penuh rasa berterima kasih. Kalau bukan karena namja ini aku pasti tidak akan selamat dari tangan namja jahat tadi.

“Waeyo?” Tanya Kai yang sepertinya merasa bahwa sedari tadi aku menatapnya. Aku tersenyum padanya. “Gomawo Kai, kau telah menyelamatkanku tadi.”

“Cheonmaneyo. Lagipula memang sudah seharusnya aku melindungimu. Sekarang ini, kau adalah tanggung jawabku dan Chanyeol, arasso.” Jawab Kai.

Aku tersenyum mendengar jawaban yang keluar dari mulut namja ini. “Kajja, kita pergi!” Ajakku.

Baru beberapa langkah aku berjalan, seseorang dengan kuat menarik tanganku. “KYAAAA!” Teriakku panic.

“Ya! Ini aku, Chanyeol!”

“Oppa, kau mengagetkanku!” Seruku kesal.

“Seharusnya aku yang berkata seperti itu. Kalian tidak tahu betapa kagetnya aku tadi saat melihat kalian dikejar oleh segerombolan preman. Apa yang terjadi sih?” Chanyeol oppa menatap kami penasaran.

“Ceritanya sambil jalan saja. Kajja!”

(Boyoung’s POV End)

 

*****

 

 

2 jam berjalan tanpa arah membuat ketiga remaja berkebangsaan Korea itu kelelahan. Boyoung yang pertama kali menyuarakan kelelahannya, hingga akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk beristirahat di Taman yang mereka tidak ketahui namanya. Taman itu kecil, tetapi bersih, rindang dan indah, hingga membuat siapa saja betah untuk duduk berlama-lama disana. Boyoung mendudukkan tubuhnya yang lelah disalah satu bangku taman yang ada.

“Aigoo, kakiku rasanya mau putus.” Keluh gadis yang berpostur tubuh mungil itu. Chanyeol mengambil tempat tepat disebelah Boyoung, dan kemudian disusul oleh Kai.

“Aku mulai merasa putus asa… kita… apa kita bisa kembali ke Korea?” Chanyeol bergumam. Terdengar nada lelah dari perkataannya. Kai yang duduk tepat disebelah namja jangkung itu menepuk pundak Chanyeol pelan. “Jangan putus asa, aku yakin kita pasti akan segera kembali ke Korea. Entah kenapa, aku punya firasat baik hari ini.”

“Tapi, bukankah hari ini kita seharusnya kembali ke Korea? Bagaimana jika mereka pulang tanpa kita?” Boyoung berkata dengan Panik.

“Tidak mungkin.” Bantah Kai. “Mereka tidak mungkin pulang tanpa kita. Jika pun harus, pasti mereka sudah menyuruh orang-orang untuk mencari kita. Jadi jangan berpikiran yang tidak-tidak. Santai saja, ok!” Ujar Kai. Boyoung menganggukkan kepalanya dengan lesu. Dalam hati gadis itu membenarkan apa yang dikatakan oleh Kai.

‘Donghae oppa pasti tidak akan meninggalkanku. Ia pasti sekarang sedang mencariku.’ Batin Boyoung.

“Jogiyo, apakah kalian Kai dan Chanyeol EXO?” Sapa seorang gadis remaja Perancis dengan bahasa Koreanya yang tidak terlalu bagus.

Kai dan Chanyeol menatap sang gadis yang tidak dikenal dengan bingung. “Emm… ne, aku Chanyeol dan dia Kai. Neo nugu? Apa kami mengenalmu?” Tanya Chanyeol.

Gadis itu tersenyum. “Ah ternyata dugaanku benar! Ani, kalian tidak mengenalku. Keunde aku mengenal kalian. Aku Kimberly, aku fans EXO.” Jawab gadis itu malu-malu.

“Wah jinjja?! Omo gomawo! Senang bertemu denganmu.” Chanyeol langsung menjabat tangan gadis itu dengan semangat. Chanyeol memang selalu bersemangat jika bertemu dengan fans EXO. Gadis yang bernama Kimberly itu tersenyum manis. Tetapi sedetik kemudian ia memandang Chanyeol dan Kai dengan tatapan bingung.

“Kenapa kalian bisa ada disini? Bukannya seharusnya hari ini kalian pulang ke Korea? Dan menurut berita yang kubaca tadi, pesawat kalian sudah berangkat sekitar 4 jam yang lalu.”

“Kami tersesat.”

“Mworago?!”

*****

 

 

“Oppa!”

“Omo Boyoung!!!”

Donghae langsung mendekap adiknya dengan erat, takut jika tiba-tiba adiknya kembali menghilang. Mati-matian namja tampan itu menahan air matanya agar tidak jatuh dari pelupuk matanya. Mau taruh dimana mukanya jika ia menangis didepan orang banyak.

“Oppa kan sudah bilang agar kau jangan berkeliaran sendirian, apalagi di tempat asing yang tidak kau kenal.”

“Ne, arasso. Mianhe oppa… aku memang babo…” Isak Boyoung. Donghae mengeratkan pelukannya.

“Jadi, bagaimana kalian bisa kembali pulang?” Tanya manager EXO pada Chanyeol dan Kai. Kedua namja itupun menceritakan secara singkat dari awal mereka tersesat hingga mereka bisa kembali pulang.

Kimberly, yang notaben-nya adalah fans mereka, membantu mereka untuk pulang. Gadis itu ternyata memang fans EXO. Ia hafal nama hotel tempat para rombongan SMTOWN menginap dan juga ia tahu dimana letak hotel tersebut. Dan dengan senang hati gadis itu mengantar Boyoung, Chanyeol dan juga Kai kembali ke hotel mereka.

“Syukur kalian bertemu dengan gadis itu. Jika tidak… aigoo… entah apa yang dapat aku katakan pada keluarga kalian. Lagipula kalian ini benar-benar keterlaluan, masa kalian tidak ingat alamat dan bahkan nama hotel ini. Ponsel pun juga tidak bawa. Aish jinjja!”

“Aigoo hyung, jangan mengomel begitu. Sudah syukur kami pulang dengan selamat.” Ujar Chanyeol.

Donghae menatap adiknya dengan gemas seraya mencubit kedua pipi Boyoung yang chubby. “Masih ingin berpergian tanpaku?” Tanya Donghae yang langsung dijawab dengan gelengan oleh Boyoung.

“Sirheo! Aku sudah kapok. Pokoknya mulai sekarang aku akan selalu mendengarkan perkataan oppa. Aku tidak mau kualat lagi.”

“Johasso! Keputusan yang tepat sekali.” Donghae mengacak rambut Boyoung.

“Yaa jangan acak rambutku!”

 

-The End-

Ya ya… aku tahu, FF ini emang jauh bgt dari kata bagus. Jujur, aku sendiri kecewa sama endingnya yg ga jelas dan ceritanya yg ga ada klimaksnya sama sekali. sebenernya aku ragu mau post ini atau ga. tapi ya udhlah, toh udh terlanjur jadi. sayang kalo ga di post *plak* Mian klo lanjutannya lama. aku lagi sibuk bgt sama sekolah + kerjaanku sebagai admin collab di youtube. Come and check it out sometimes StarGeneration Entertainment

Ok deh, ga ush banyak omong lagi. aku sudah cukup mengecewakan kalian TT___TT
Oh ya, aku sekalian mau kasih info *ga penting* kalo aku mungkin bakalan hiatus nulis FF. Masih mungkin loh yaa :p
Jadi ga ush terlalu ditungguin FF-nya yaa. Annyeong & Gomawo :DD

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

10 tanggapan untuk “(Lee Boyoung’s Story) Where Are We?! (Part 2 End)

  1. aku udah nungguin cerita The Daily Life of Super Junior’s Little Sisters akhirnya keluar jugaaa…. thor, jangan berhenti bikin cerita ttg SJ’s little sister jeballlllllllll……

    1. duh mian ya lama nunggunya. dh gitu hasilnya ga maksimal lagi *nangis di pojokkan*

      Ga berhenti kok, cuma hiatus sementara aja. lagipula otak juga lagi buntu ide soal FF. Jadi istirahat skaligus nyari wangsit XD Gomawo udh baca FF-ku yg abstrak ini 🙂

  2. aigo aigo ternyata dah publish part 2_ny????
    eon ketigalan… 😥
    heuheu kai ma boyoung akur juga ternyata…Kkkk
    next saeng suju sibling’s nya pa lagi yang Choi sibling’s…heuheu
    ok ok eon tunggu, ampe Hiatus kmu selesei…hehehe
    Btw Hiatus_ny jangan lama”ya say…hehehe

    FAIGTHING….. 😀

    1. eh ada eonnie rupanya :DD kekeke kirain dh bosen nunggu cerita aneh bin ajaib ini. Mian ya hasilnya ga maksimal 😦
      Aigoo, eonnie tahu aja yg ada dipikiran aku 😀 aku emg rencana pengen buat yg Choi sibling nih! cuma lgi nyari ide buat jalan ceritanya aja. Oce deh eon! Aku usahain buat kembali secepat kilat *lebay* soalnya aku jg ga betah lama2 hiatus 😀

  3. ne, eon disini saeng…Kkkk
    gak akan donk eon gak akn bosen bwt nunggu ff kmu pa llhi yang da jiyi_ny…hehehe
    aaaaaach jeongmal saeng!!!kmu mau buat choi sibling’s?????????????????
    hwaaaaaaaaaaa g sabar nunggu,,, eoon tunggu ya ya sampai masa HIATUS kmu selesai…… 😀
    FAIGTHING… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s