Diposkan pada Chapters, KyuLa Couple (Kyuhyun Haneul)

You Make My Life Complete (Part 11)

kyulacouple221

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title : You Make My Life Complete
Type : Chapter
Genre : Romance, Drama. Life, Sad, Family, Friendship

Cast :
– Cho Haneul
– Cho Kyuhyun
– Kwon Sohyun
– Kang JooHyun
– Super Junior’s members
– Kim Hyera

____________________________________________

_AT THE HOSPITAL_

“Sedang menulis apa, eoh?”

Haneul menutup buku diary berwarna biru yang tadi ditulisnya. “Biasa, curhat dengan diary-ku.” Jawab gadis itu seraya tersenyum manis pada sahabatnya, Sohyun. Sohyun menghampiri Haneul yang sedang duduk bersandar diranjangnya. Haneul masih harus dirawat di rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Padahal gadis itu sudah tidak betah berada di rumah sakit, namun apa boleh buat, ini toh demi kebaikannya sendiri.

Haneul memperhatikan sahabatnya yang masih menggunakan seragam sekolah mereka.”Mianhe, kau pasti lelah sekali dari sekolah harus datang menjagaku disini. Seharusnya kau pulang saja dulu. Aku tak apa kok.” Ujar Haneul tak enak.

Sohyun tersenyum. “Aigoo, jangan berkata seperti itu ah! Kita ini kan teman, sahabat sehidup semati. Jadi jangan berbicara seperti itu, arasso.” Ujar Sohyun yang kemudian dibalas dengan senyuman oleh Haneul.

“Ja, kau makan dulu ya. Biar aku suapi.” Sohyun mengambil makanan Haneul yang masih utuh diatas meja kecil yang ada disamping ranjang Haneul. Dengan sabar dan telaten ia menyuapi Haneul.

“Sohyun-ah…”

“Wae?”

Haneul menggigit kecil bibirnya dan dengan lirih ia bertanya, “Apakah aku begitu menyebalkan?”

Sohyun memandang sahabatnya dengan penuh iba. Ia tahu kemana arah pembicaraan Haneul. “Ani, kau tidak menyebalkan. Orang jahat itu saja yang iri padamu.”

“Jinjja?”

Sohyun menganggukkan kepalanya pasti. “Ne! Sudahlah, jangan pikirkan itu lagi. Aku dan para oppadeul akan menjaga dan melindungimu. Lagipula masalah ini sedang diusut oleh mereka.”

*****

 

 

_AT SUPER JUNIOR’s DORM_

Pagi-pagi sekali Kyuhyun sudah bangun dari tidurnya dan bersiap-siap untuk pergi. Padahal hari ini jadwal Super Junior kosong, begitu pula dengan jadwal pribadi Kyuhyun. Hyera yang kebetulan juga ada disana menatap Kyuhyun dengan bingung. Gadis itu meletakkan kain lap yang ada ditangannya dan kemudian menghampiri Kyuhyun.

“Pagi Kyuhyun-ssi, mau kemana pagi-pagi begini? Setahuku kalian tidak ada jadwalkan?”

“Aku ingin menjenguk teman yang sakit noona.” Jawab Kyuhyun seraya mengikat tali sepatunya. “Ja, aku pergi dulu ya noona. Annyeong!”

“Eh, kau tidak sarapan dulu?”

“Tidak usah, aku makan diluar saja.” Ujar Kyuhyun sebelum ia melangkah keluar dari dorm, meninggalkan Hyera yang mematung tepat didepan pintu.

‘Cih, pasti menjenguk gadis babo itu. Kenapa ia tidak mati saja sih?!’ Rutuk Hyera dalam hati. Ia malah jadi semakin kesal melihat Kyuhyun yang begitu khawatir akan keadaan Haneul. Rasanya ia ingin sekali menjambak atau bahkan mendorong Haneul dari atap gedung agar gadis itu mati sekalian.

*****

 

 

_AT CHOI’s RESIDENT_

“Hah? Jadi si anak pembawa sial itu sedang berada di rumah sakit sekarang? Ah, pantas saja sudah 2 hari ini aku tidak melihat tampang jeleknya itu.” Ujar Joohyun pada ibunya melalui telepon. Sekarang ini ibu Joohyun sedang berada di Amerika bersama suaminya, tuan Choi.

“Apa eomma sudah memberitahukan ini pada appa?” Tanya gadis itu sambil memelintir rambutnya dengan menggunakan jari telunjuknya.

“Belum. Dan eomma tidak akan memberitahukan hal ini pada ayahmu. Eomma tak ingin liburan kami terganggu gara-gara bocah sialan itu. Yah, walaupun eomma yakin bahwa appa-mu sudah tidak peduli lagi pada anaknya itu. Tapi tetap saja… untuk berjaga-jaga.”

Joohyun tersenyum senang mendengar jawaban dari eomma-nya. “Aku setuju eomma. Lebih baik eomma nikmati saja liburan romantis eomma bersama appa.”Ujar Joohyun dengan suara manjanya. “Oh ya eomma, ngomong-ngomong dimana yeoja babo itu dirawat?” Tanya Joohyun.

“Mwo? Kau ingin menjenguknya?” Tanya nyonya Choi dengan kaget.

“Aku hanya ingin tahu ia sakit apa. Dimana ia dirawat?”

“Ehmm… kalau tidak salah teman lelakinya bilang kalau ia dirawat di Health Hospital.”

“Chakkamanyo! Teman lelaki?” Tanya Joohyun kaget. Karena setahunya Haneul tidak punya teman lelaki yang dekat. Gadis itu bahkan terlihat jarang mengobrol dengan namja. Sempat terbesit dipikiran gadis berambut hitam legam itu bahwa namja tersebut adalah Jaebum. Tetapi dengan segera ditepisnya pikiran itu, mengingat bahwa Jaebum sekarang sedang berada diluar kota guna untuk mengikuti pertandingan basket. Jadi jelas bukan Jaebum namja yang dimaksud.

‘Kalau bukan Jaebum, jadi siapa?’ Pikir Joohyun bingung.

*****

 

 

 

(Kyuhyun’s POV)

“Ini, makanlah.” Aku menyodorkan buah apel yang sudah kupotong pada Haneul. Ia memakannya dengan lahap, membuatku tanpa sadar tersenyum. Entah mengapa setiap hal yang Haneul lakukan, bahkan hal terkecil yang tak penting sekalipun, selalu bisa membuatku tersenyum. Dan dari situlah aku menyadari bahwa yeoja yang ada dihadapanku ini adalah sumber kebahagiaanku sekarang.

“Oppa, bilang pada oppadeul yang lain agar mereka tidak usah repot menjagaku. Aku sudah baik-baik saja sekarang. Aku tidak enak jika merepotkan kalian semua.” Ujar Haneul sambil mengerucutkan bibirnya.

Yah, memang semenjak Haneul masuk rumah sakit aku beserta hyungdeul-ku bergantian menjaganya. Kami hanya tidak ingin mengambil resiko jika ada orang yang ingin mencelakainya lagi. Meskipun rumah sakit ini sangat aman, keunde tidak ada salahnya jika berjaga-jaga, bukan? Aku tidak mau kecolongan lagi.

“Mereka tidak akan mendengarkan. Lagipula itu adalah keinginan mereka dan juga usaha mereka dalam menjagamu. Sudahlah, tidak usah terlalu dipikirkan. Toh, itu memang keinginan mereka.” Jelasku sembari tersenyum menatap wajah cantiknya yang masih agak pucat.

Haneul menghela napas, “Ah, arasso…”

“Yah, kenapa sedih begitu, hah?” ku cubit kedua pipi chubby-nya dengan pelan. “Seharusnya kau senang dijaga oleh namja-namja tampan seperti Super Junior. ELF saja tidak mendapat perlakukan special macam ini.”

Haneul menatapku tanpa ekspresi. “Geumanhe oppa. Kau membuatku semakin sakit.” Cibirnya.

“Omo, sejak kapan kau bisa mencibir seperti itu, eo?”

“Sejak aku jadi yeojamu?” Balasnya sambil terkekeh geli. Ku cubit kedua pipinya dengan gemas. “Aaa! Appo oppa!” Omelnya sembari mengerucutkan bibirnya.

Aku senang melihatnya seperti ini. Ia terkesan lebih hidup dan bahagia. Haneul-ah, aku berjanji bahwa aku akan selalu membahagiakanmu dan juga melindungimu. Itu janjiku padamu…

(Kyuhyun’s POV End)

*****

 

 

 

Hyera meremas kedua tangannya hingga membuat buku-buku jarinya memutih. Terdengar bunyi gemeletuk dari mulut gadis itu. Marah. Ya, gadis itu merasa sangat marah sekarang. Dari celah pintu tempatnya berdiri sekarang, ia bisa melihat dengan jelas bagaimana Kyuhyun memperlakukan Haneul. Sangat lembut dan perhatian. Dan ia tidak suka dengan fakta tersebut.

“Haneul-ssi, kau benar-benar telah membangunkan setan yang ada ditubuhku.” Desis Hyera tajam.

*****

 

 

 

(Haneul’s POV)

Aku sedang asyik membaca novel ketika pintu kamar rawatku terbuka. Awalnya ku kira yang datang adalah Sohyun atau member Super Junior. Keunde seketika senyumku lenyap ketika aku melihat siapa yang datang.

“Joohyun?”

Saudara tiriku ini tersenyum sinis. Ia berjalan mendekati ranjangku, kemudian ia mengamatiku dalam diam. Cukup lama ia mengamatiku, sebelum pada akhirnya ia membuka suara.

“Kau sakit apa?” Tanyanya.

“Keracunan.” Jawabku singkat. Joohyun malah tertawa renyah mengejekku.

“Ah, ternyata keracunan. Kenapa tidak mati saja sekalian, eoh?” Ujarnya yang sukses membuatku sakit hati. Aku tetap diam tidak mengubris gadis gila ini. Toh percuma. Hanya membuang tenagaku saja.

Tiba-tiba ponselku berdering dan yang membuatku kaget adalah sang penelpon tersebut adalah Kyuhyun oppa. Aku tidak mungkin menjawab telepon ini, sebab disini sedang ada Joohyun. Tapi jika aku tidak menjawab panggilan ini Kyuhyun oppa pasti akan panic dan khawatir. Aku jadi serba salah. Kutatap ponselku dengan penuh dilemma.

“Kenapa tidak dijawab?” Tanya Joohyun seraya memincingkan mata sipitnya. Aku hanya diam tidak mengubris omongan Joohyun. “Aish!” Umpat Joohyun dan kemudian dengan sekali tarik, ia merampas handphone-ku.

“Yak! Kembalikan!” pekikku panic.

“Panik sekali sih. Memangnya siapa yang menelpon. Kurasa juga bukan orang…”

Ucapan Joohyun terhenti saat melihat ID caller yang terpampang dilayar ponselku. Tertera jelas sekali tulisan “Kyuhyun Oppa” dilayar tersebut. Seketika amarah Joohyun melonjak. Ia menatapku tajam.

“Ige mwoya? Kyuhyun oppa?”

“Itu…”

“APA INI KYUHYUN SUPER JUNIOR?!” Amuknya. Aku tetap bungkam. “JAWAB!” Bentak Joohyun.

Entah dapat keberanian dari mana aku berani menjawab perkataan Joohyun. “Kalau itu memang Kyuhyun Super Junior kau mau apa? Mau marah, hah?” Ujarku tenang. Aku benar-benar sudah jengah dengan kelakuan iblis gadis ini.

Joohyun mengangkat tangannya, bersiap-siap ingin memukulku. “DASAR BRENGSEK KAU!”

Tangan Joohyun terhenti diudara kala kami mendengar suara pintu kamar rawatku dibuka dari luar. “Ah, annyeong haseyo.” Sapa seorang suster ramah. Kami membalas senyum tersebut dengan senyum paksa agar suster tersebut tidak curiga.

“Kalian saudara ya? Wajah kalian ada sedikit kemiripan.” Ujar suster tersebut sambil mengganti botol infusku. Baru saja aku ingin membuka mulut untuk menjawab pertanyaan suster ini, tetapi Joohyun lebih dahulu membantah. “Ani. Kami bukan saudara.” Jawab gadis itu datar sembari menatapku sinis. Dan setelah itu ia keluar dari kamarku dengan wajahnya yang masam. Aku yakin ia pasti kesal karena tidak berhasil menamparku tadi.

(Haneul’s POV End)

*****

 

 

 

Haneul sudah keluar dari rumah sakit. Kondisi gadis remaja itu sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Dan semenjak kejadian itu pula, Kyuhyun menjadi sangat overprotektif pada Haneul. Namja itu takut jika gadisnya sampai terluka lagi.

“Chakkamanyo!” Ujar Kyuhyun saat Haneul hendak menyuapkan makanan kedalam mulutnya. Haneul menatap Kyuhyun dengan bingung, tapi sedetik kemudian gadis itu tersenyum lembut setelah ia melihat Kyuhyun yang sedang mencicipi makanan miliknya.

“Aku hanya tidak ingin kejadian yang kemarin terulang lagi.” Ujar Kyuhyun singkat.

“Gomawo. Tapi ku rasa oppa tidak perlu khawatir. Café ini kan milik Yesung oppa, sudah pasti akan aman.”

“Tapi tetap saja… lagipula tidak ada salahnya kan untuk berjaga-jaga. Sudahlah, lanjutkan makanmu. Dan aku minta mulai sekarang kau harus selalu berhati-hati. Jangan makan sembarangan dan juga jangan memakan makanan pemberian orang asing. Kau juga tidak boleh berkeliaran sendirian tanpa teman. Arasso?” Pinta Kyuhyun dengan wajah yang serius. Haneul menghela napas pelan sebelum pada akhirnya gadis remaja itu menganggukkan kepalanya.

hanami10

Yesung yang diam-diam memperhatikan dongsaeng-nya sedari tadi tersenyum kecil. Ia senang melihat perubahan yang terjadi pada Kyuhyun. Kyuhyun yang dulunya adalah tipikal orang yang cuek, egois, dan acap kali bersikap kekanakan, sekarang telah berubah menjadi Kyuhyun yang dewasa dan penuh perhatian. Dan namja itu menyadari bahwa Haneul-lah yang telah merubah sifat dongsaeng-nya itu. Dalam hati ia sangat berterima kasih pada Haneul.

*****

 

 

 

PLAK!

“Ya!” Teriak Haneul geram sembari menyentuh pipinya yang baru saja ditampar oleh Joohyun. Joohyun menatap gadis itu dengan penuh emosi. Emosi yang selama beberapa hari ini ia tahan mati-matian menguap begitu saja, ketika dengan mata kepalanya sendiri ia melihat Kyuhyun yang keluar dari apartemen Haneul dan kemudian namja itu mengecup dahi Haneul sebelum ia pergi. Joohyun merasa dibohongi dan sakit hati. Gadis berambut hitam panjang itu sudah tidak dapat lagi menahan emosinya.

“BIADAB KAU!” Teriak Joohyun

PLAK!

Sekali lagi Haneul harus merasakan tamparan keras dari saudara tirinya. Haneul tentu saja tidak tinggal diam. Ia juga membalas perbuatan saudara tirinya tersebut. Didorongnya tubuh Joohyun hingga gadis itu terjatuh dilantai.

“Kau pikir hanya dirimu yang bisa berbuat kasar dan seenaknya? Aku juga bisa!” Haneul menatap dingin pada Joohyun.

Joohyun bangkit dari lantai. Dengan suara yang tertahan karena meredam emosi, Joohyun berbisik tepat ditelinga Haneul. “Kita lihat siapa yang pada akhirnya akan menangis…” Joohyun berkata dengan nada sinis, membuat Haneul sempat termangu ketika mendengar kalimat itu.

1

Dengan nanar ditatapnya punggung Joohyun yang baru saja melangkah keluar dari apartemen miliknya. “Mianhe Joohyun…  Aku tahu kau pasti sakit hati. Aku tahu bahwa kau juga sangat menyukai Kyuhyun oppa. Keunde mianhe… mianhe karena aku takkan bisa melepaskannya, meskipun untuk dirimu.”

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

15 tanggapan untuk “You Make My Life Complete (Part 11)

  1. makin bnyk aja saingan haneul -__- ada hyera, skrg ada joohyun. kyu emg hrs protektif X-( demi keselamatan hanuel. si hyera ini nih yg bikin was2, kyknya lbh menyeramkan dr joohyun

    1. Namanya juga pacaran ma artis chingu, pasti byk saingan. Iya, itu Hyera emang nyeremin. Udh mirip psikopat. Gomawo udh setia baca FF gaje ini XD hehe

  2. untunglah haneul mau bersikap egois untuk yg ini joohyun memang hrs diberi pelajaran .
    thor jangan heran y kalau nanti ak komen lompat2 part

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s