Diposkan pada Chapters, KyuLa Couple (Kyuhyun Haneul)

You Make My Life Complete (Part 12)

kyula88-5

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title : You Make My Life Complete
Type : Chapter
Genre : Romance, Drama. Life, Sad, Family, Friendship
Poster from : http://minyullovefanfictions.wordpress.com

Cast :
– Cho Haneul
– Cho Kyuhyun
– Kwon Sohyun
– Kang JooHyun
– Super Junior’s members
– Kim Hyera

_________________________________________________

Haneul melangkahkan kakinya seraya menatap sekelilingnya dengan bingung. Pasalnya sejak ia menapakkan kakinya ke dalam gedung sekolah, ia merasa semua orang memandangnya. Bukan pandangan seperti biasa, tapi seperti ada sesuatu yang… ah entahlah, Haneul sendiri bingung. Yang jelas setiap ia berpapasan dengan murid lain, mereka akan menatapnya seakan ia alien yang nyasar ke Bumi.

Dari kejauhan tampak Sohyun berlari seperti orang kesetanan menuju tempat Haneul berdiri sekarang. Haneul berdiri diam menunggu Sohyun.

“Gawat!” Pekik gadis itu panic. Wajah manisnya sudah dibanjiri keringat akibat berlarian sedari tadi. “Ini benar-benar gawat!” Sohyun mencengkram kedua bahu Haneul.

“Tenanglah! Ada apa sebenarnya? Apanya yang gawat?” Tanya Haneul.

“Itu… dimading ada… ada fotomu dengan Kyuhyun oppa.”

“MWORAGO?!”

ranma-12-Yui-Aragaki

*****

 ranma-3

Bagai disambar petir disiang bolong! Haneul terpaku diam menatap fotonya dan Kyuhyun yang terpampang dimading. Sekarang ia mengerti arti tatapan tidak mengenakkan yang ia dapati sedari tadi. Itu semua karena foto ini.

“Ya Haneul-ssi! Apa itu benar? Apa kau pacaran dengan Kyuhyun Super Junior?!” Tanya seorang gadis dengan nada yang ketus pada Haneul. Haneul menelan ludahnya dengan susah payah. “Nan…”

Belum sempat Haneul meneruskan kalimatnya, Sohyun sudah menarik tangan gadis itu, dan akhirnya mereka berdua berlari kencang guna kabur dari murid-murid yang penasaran dan ingin tahu hubungan antara Haneul dan Kyuhyun.

“Yak! Jangan lari kau!”

“Ayo kejar mereka!”

Murid-murid itu mengejar Haneul bak polisi yang sedang mengejar buronannya. Tak jauh dari tempat itu, tepatnya dilantai 2 gedung sekolah tersebut, seorang gadis berambut hitam panjang sedang tersenyum senang. Gadis yang tak lain dan tak bukan adalah Joohyun itu tersenyum sumringah karena semuanya berjalan persis seperti yang ia inginkan. Yah, ini semua memang perbuatan Joohyun.

‘Sudah kubilang, kau pasti akan membayar semuanya, sayang…’ batin Joohyun yang kemudian diiringi dengan senyum sinisnya.

*****

 

(Kyuhyun’s POV)

“Cho Kyuhyun, ige mwoya?!” Tanya manager hyung seraya menatapku tajam. Ditangannya ada beberapa lembar foto yang sedang hebohnya dibicarakan saat ini. Foto itu adalah foto ku dan Haneul. Entah bagaimana bisa foto itu tersebar luas di dunia maya dan sekarang aku menjadi seperti seorang buronan yang dicari-cari wartawan maupun netizen.

20130206_01-1024x685

Manager hyung masih setia menatapku dengan tatapan tertajam yang dimilikinya. Aku mendesah pasrah. “Itu… aku juga tidak tahu bagaimana foto-foto itu bisa ada di internet.” Jawabku jujur.

“Kau berbohong padaku. Dulu kau bilang bahwa yeoja ini adalah sepupu-mu. Tapi ternyata ia adalah yeojachingu-mu. Kau benar-benar keterlaluan Kyu! Kau tahu kan apa dampak dari ini semua?!” Geram manager hyung.

Aku menundukkan kepalaku. Ini semua memang kesalahanku. Salahku yang tidak jujur dari awal. Tapi memangnya jika aku jujur ia akan mengizinkanku berhubungan dengan Haneul, apa?! Aish jinjja michigetda!

Manager hyung mencampakkan foto-foto itu keatas meja dan kemudian ia duduk dikursi. “Bersiaplah, karena begitu berita ini sampai ketelinga Lee Soo Man, maka kau pasti akan dipanggil untuk menghadapnya. Dan aku yakin kau tahu apa yang selanjutnya akan terjadi…”

Aku terpaku diam ketika mendengar kalimat yang diucapkan oleh manager hyung tadi. Yah, aku tahu pasti apa yang akan terjadi ketika Lee Soo Man tahu mengenai hal ini. Dan pastinya itu bukanlah hal yang baik.

(Kyuhyun’s POV End)

*****

 

(Haneul’s POV)

Disinilah aku, di atap sekolah. Tempat yang cocok untuk bersembunyi. Aku terpaksa harus bersembunyi layaknya buronan karena foto-foto tersebut. Dalam sekejap sekolah menjadi tempat yang tidak aman bagiku. Sungguh dahsyat dampak dari seorang Cho Kyuhyun Super Junior. Ah ani, aku sama sekali tidak menyalahkan Kyuhyun oppa. Ini semua bukan kesalahannya. Orang-orang itu saja yang terlalu berlebihan dalam menanggapi berita ini. Mereka terlalu mencintainya, mungkin.  Atau malah mereka yang terlalu membenciku?

“Igo, makanlah.” Sohyun menyodorkan sebungkus roti berisi coklat padaku. Aku mengambil roti itu dan tersenyum manis pada sahabat setiaku ini. “Gomawo Sohyun-ah.”

Sohyun duduk tepat disebelahku. Ia menatap langit biru yang menghampar bagai permadani indah itu dengan tatapan kosong. “Joohyun benar-benar keji.” Ucap Sohyun tiba-tiba. Aku yang sedang mengunyah rotiku terdiam mendengar ucapannya tadi. Dengan susah payah kutelan roti yang ada didalam mulutku.

“Apa maksudmu?” Tanyaku dengan suara yang mulai serak.

“Tanpa harus kukatakan, kau pasti sudah mengerti maksudku, kan?”

Aku menundukkan kepalaku. “Jadi… Joohyun memang adalah orang yang telah menyebarkan foto-foto itu?” gumamku lirih. Seharusnya aku tak perlu kaget lagi. Dari awal aku sudah menduga bahwa ini adalah perbuatannya. Tapi separuh diriku menolak tuduhan itu, karena bagaimanapun Joohyun adalah saudara tiriku. Ku pikir ia takkan setega itu padaku. Keunde, aku melupakan satu hal… kenyataan bahwa Joohyun amat sangat membenciku…

“Nan eottohke? Bagaimana jika Kyuhyun oppa mendapat masalah besar gara-gara foto-foto itu? Kau tahu sendiri bagaimana dunia-nya, bukan?”

Sohyun memelukku dan mengusap punggungku lembut. “Semua akan baik-baik saja. Aku akan selalu ada disampingmu untuk membelamu. Jadi kau jangan bersedih lagi, ne.”

(Haneul’s POV End)

*****

 

 

_IN THE CLASS_

BRAK!!!

Joohyun dan ketiga orang temannya menoleh kaget akibat gebrakan meja yang dilakukan oleh Sohyun. Joohyun langsung memasang wajah angkuhnya yang membuat Sohyun semakin tak sabar ingin menghajar wajah sombong dan angkuh gadis itu.

“Mau apa kau?” Tanya Joohyun sinis.

“Kau benar-benar manusia tak berhati, ah ani, kau punya hati, tapi hati iblis!” Geram Sohyun.

“Yak! Jaga bicaramu!” bentak Soojung, salah seorang teman Joohyun.

“Diam kau Soojung! Aku tak ada urusan denganmu.” Ujar Sohyun geram. Gadis berambut sebahu itu kembali melayangkan tatapan marahnya kearah Joohyun. “Kutanya padamu, apa salah Haneul padamu, hah? Kenapa kau selalu mencari masalah dengannya? Suka atau tidak, dia tetap saudara tirimu. Tidak seharusnya kau menyakitinya sampai seperti ini.”

“Sampai matipun aku tak sudi mengakui dia sebagai saudara-ku, meskipun itu hanya sebagai saudaran tiri.” Joohyun berkata dengan nada dingin. Mendengar itu, amarah Sohyun semakin memuncak. Ia kembali menggebrak meja yang ada dihadapannya.

“Apa salah Haneul padamu sehingga kau sangat membencinya? Asal kau tahu, seharusnya Haneul yang patut membencimu. Kau dan ibumu telah merebut semua perhatian appa Haneul, bahkan ibumu yang jahat dan licik itu sudah mencuci otak ayah Haneul, hingga ayahnya sendiri sudah tak peduli pada Haneul.”

“Ya! Tutup mulutmu!” Bentak Joohyun seraya bangkit dari kursinya.

“Wae? Kau takut aku membeberkan semua kebusukanmu dan ibumu didepan teman-temanmu, eo?” Sohyun tertawa meremehkan. “Setelah kau dan ibumu merebut semua yang dimiliki Haneul, bahkan perhatian ayahnya. Apa pernah Haneul berlaku kasar padamu atau menjahatimu? APA PERNAH, EO?!”

Joohyun diam tak bisa membalas semua perkataan Sohyun, karena apa yang semua gadis itu katakan adalah fakta.

“Tidak pernah kan? Haneul tidak pernah jahat padamu. Tapi kenapa kau melakukan ini semua padanya? Kali ini kau sudah bertindak terlalu jauh.” Sohyun menatap Joohyun tajam sebelum gadis itu berjalan menjauhi ruang kelas itu. Sepeninggal Sohyun, Joohyun terdiam begitupun dengan teman-teman Joohyun. Mereka cukup bingung dengan semua perkataan Sohyun karena semua perkataan gadis itu berbanding terbalik dengan apa yang telah Joohyun katakan mengenai Haneul pada mereka semua.

*****

 

(Kyuhyun’s POV)

“Mianhe sanjangnim, aku benar-benar menyesal.” Ucapku seraya membungkukkan badanku. Ku dengar Lee Soo Man sanjangnim menghela napas. “Duduklah.” Suruhnya. Aku menurut dan langsung duduk dikursi, tepat didepan CEO SM ini.

Lee Soo Man menatapku intens, sebelum pada akhirnya ia membuka suara. Jujur, aku sangat gugup sekarang. Aku takut dengan perkataan yang akan dikatakannya. Aku takut jika ia menentang hubunganku dengan Haneul dan memintaku untuk meninggalkan Haneul, persis seperti yang ia pernah lakukan pada Jonghyun dan juga Leeteuk hyung.

“Aku sangat kecewa padamu, Kyuhyun-ah. Kau sadar dengan apa yang telah kau lakukan? Kau bisa merusak karirmu yang sedang menanjak dan juga Super Junior. Apa kau tidak berpikiran sejauh itu sebelum kau memutuskan untuk menjalin hubungan dengan gadis itu, hah?”

473789769

“Mianhe sanjangnim, tapi aku… aku mencintai gadis itu. Aku tahu aku salah, tapi aku tidak bisa melakukan apapun untuk mencegah ini semua. Aku bersedia jika kau ingin memberikan sangsi padaku, selama itu tak berpengaruh pada Super junior dan juga hyungdeul-ku. Mereka tidak ada sangkut pautnya dengan hal ini.” Ujarku sambil menatap Lee Soo Man sanjangnim.

“Aku tahu cepat atau lambat hal seperti ini akan kembali terjadi. Aku sadar, peraturan yang kubuat sungguh tak manusiawi, tapi kau juga harus tahu bahwa aku melakukan ini semua untuk kebaikan kalian semua juga. Aku hanya ingin kalian focus pada karir kalian. Hanya itu.” Soo Man sanjangnim kembali terdiam setelah mengatakan hal tersebut, membuatku semakin panas dingin karena gugup dengan apa yang akan dikatakannya setelah ini.

Lee Soo Man kembali membuka suara. “Jika kusuruh kau untuk meninggalkan gadis itu, kau pasti takkan mau, kan?” Ia menautkan kedua tangannya yang diletakkan diatas meja dan menatapku tepat dikedua bola mataku.

Aku membeku seketika mendengarnya. Secara tak langsung ia ingin aku mengakhiri hubunganku dengan Haneul. Persis seperti yang kubayangkan tadi.

“Sanjangnim, aku…”

“Sudahlah. Jangan salah paham, aku tak bermaksud untuk menyuruhmu untuk meninggalkannya. Aku tak ingin menjadi orang bengis yang kerjanya hanya bisa menghancurkan hidup seseorang. Aku yakin kau memang benar-benar mencintai gadis itu. Sebab jika tidak, mana mungkin kau mau menghadapi resiko seperti ini hanya demi bersama gadis itu.”

Aku terperangah mendengar perkataan pria paruh baya yang ada dihadapanku ini. Apakah ini berarti bahwa ia menyetujui jika aku menjalin hubungan dengan Haneul?

(Kyuhyun’s POV End)

*****

 

(Haneul’s POV)

537095762010011919110806_640

Ini sudah yang ketiga kalinya aku mencoba untuk menghubungi Kyuhyun oppa, tetapi dari tadi tak ada satu panggilan pun yang dijawab. Bahkan pesan singkat yang satu jam lalu ku kirim pun juga belum dibalas oleh Kyuhyun oppa.

Apa ia baik-baik saja? Ia tidak mendapat masalah gara-gara foto-foto itu, kan?

Ah, pikiranku jadi berkecamuk. Aku khawatir akan nasib Kyuhyun oppa. Aku takut jika ini akan mempengaruhi karirnya. Demi tuhan, aku takkan pernah memaafkan diriku sendiri jika karir Kyuhyun oppa jadi hancur hanya karena masalah ini.

Tanpa sadar kugigiti kuku tangan kananku, kebiasaanku jika sedang gundah. “Haneul ponselmu berbunyi!” Ujar Sohyun yang baru kembali dari toilet. Aku tersentak dan langsung menoleh kearah ponselku yang terletak diatas meja. Senyumku langsung mengembang begitu kutahu bahwa Kyuhyun oppa-lah yang sedang menelponku. Tanpa banyak kata aku langsung menjawab panggilan tersebut.

“Yoboseyo oppa.”

“Eo, Haneul-ah. Neo gwenchana?”

“Ne, nan gwenchana. Oppa sendiri bagaimana? Kau tidak mendapat masalah kan gara-gara foto-foto itu?”

“Yah, memang ada sedikit masalah tadi. Hmm… tapi kau jangan khawatir, aku akan baik-baik saja.”

Aku menghembuskan napas lega. “Oh, syukurlah.” Ucapku penuh kelegaan.

“Kau sendiri bagaimana? Pasti hari ini hari yang berat untukmu, eo? Tapi kau tidak mendapatkan terror atau semacamnya , kan? Jika kau mendapat terror atau semacamnya, lekas hubungi aku!  Arasso!” Ucap Kyuhyun oppa panjang lebar.

“Ne oppa, kau tenang saja. Emm… di sekolah memang agak sulit tadi, teman-teman sepertinya marah padaku. Eh, tapi kau tenang saja sebab ada Sohyun yang akan selalu menjagaku. Tadi saja ia yang membelaku dari amukan teman-teman.” Aku terkekeh kecil guna untuk mencairkan suasana.

Hening sejenak sampai akhirnya Kyuhyun oppa meminta maaf padaku. “Mianhe…” Ucapnya lirih. Aku tertegun mendengarnya.

“Jangan meminta maaf oppa, kau tidak salah. Siapa yang tahu bahwa hal ini akan terjadi.” Aku menenangkannya.

Kudengar helaan napas lelah diujung sana. “Sepertinya untuk sementara kita tidak bisa bertemu dulu. Suasana masih belum aman. Fans masih ada dimana-mana dan aku takut jika mereka mengikutiku ketika kita akan bertemu.”

Omo, tidak bertemu dengan Kyuhyun oppa untuk waktu yang tidak ditentukan? Ige mwoya?! Ah, kenapa hatiku jadi sedih sekali ketika mendengarnya? Ini kan bukan berarti aku takkan bisa bertemu dengan Kyuhyun oppa. Ini hanya sementara, Haneul-ah! Ayo kuatkan dirimu! Jangan buat Kyuhyun oppa semakin khawatir.

Dengan berat hati akupun menjawab, “Ne, aku mengerti oppa. Untuk saat ini, itu memang yang terbaik.”

“Aku tutup dulu ne teleponnya. Nanti kuhubungi lagi.”

“Ne, annyeong.”

BIP

Aku menatap layar ponselku dengan penuh sendu. Sampai kapan semuanya akan begini?

“Kenapa kau bohong pada Kyuhyun oppa, hah?” Ujar Sohyun sembari menatapku intens.

“Aku hanya tak ingin semakin membuatnya repot. Lagipula ini masih tergolong dalam kategori aman.” Jawabku sembari menatap sebuah kotak yang berisi boneka terkoyak-koyak yang dilumuri dengan cat merah.

“Aman katamu? Neo micheosso?! Mereka sudah tahu tempat tinggalmu. Ini berbahaya, Haneul-ah! Berbahaya.” Sohyun menekan kata-katanya, membuatku terdiam membisu.

‘Nan ottohke?’

(Haneul’s POV End)

*****

 

_DORM SUPER JUNIOR_

“Yak! Lihat ini!” seru Kangin sembari menyerahkan Ipad-nya kepada Kyuhyun. Mata Kyuhyun membulat sempurna ketika membaca komentar-komentar tak layak yang semuanya ditujukan untuk gadisnya, Cho Haneul. Amarah Kyuhyun memuncak ketika pria itu mengecek twitter sang kekasih dan menemukan banyak sekali cacian dan makian yang ditujukan pada Haneul. Member Super Junior yang lainnya sedikit banyak juga merasakan hal yang sama. Mereka tidak terima bahwa gadis yang sudah mereka anggap adik diperlakukan seperti ini.

“Apa-apaan sih mereka?! kenapa harus memakai cara busuk seperti ini?! Brengsek!” Umpat Kyuhyun emosi. Donghae menepuk punggung Kyuhyun pelan. “Tenangkan dirimu, Kyu. Bagaimanapun juga mereka adalah fans kita. Mereka hanya terlalu mencintaimu.” Ujar Donghae.

“Tapi tidak begini caranya, hyung. Menyakiti Haneul sama dengan menyakitiku. Aku membenci mereka!” Kyuhyun beranjak pergi dan masuk ke kamarnya.

BRAK!

Bantingan pintu yang berasal dari kamar Kyuhyun membuat para member terdiam. Mereka tahu bagaimana kacaunya Kyuhyun sekarang. Mendapat kecaman dari berbagai pihak dan bahkan tidak bisa bertemu dengan gadisnya untuk sementara waktu.

“Aku khawatir pada Haneul.” Ujar Shindong dengan wajah cemas.

“Untung Lee Soo Man tidak ikut bertindak dalam hal ini. Sebab jika ia bertindak, sudah pasti nasib Kyu akan seperti Jonghyun dan Leeteuk hyung.” Ujar Ryeowook.

“Kira-kira bagaimana keadaan dongsaeng kita itu sekarang? Apa ia baik-baik saja? Ia kan hidup sendiri.”  Donghae bertanya dengan lirih sembari menyandarkan punggungnya disofa.

*****

 

Jaket biru langit lengkap dengan penutup kepala, itulah gaya Haneul saat ini. Ini sudah hari ketiga dan berita itu bukannya mereda, tapi malah jadi semakin panas. Hal tersebut pula yang menyebabkan Haneul berdandan layaknya seorang buronan. Keadaan di sekolah juga tak kunjung membaik. Setiap hari harus mengendap-endap jika di sekolah dan setiap hari pula sebelum bel berbunyi ia harus segera meninggalkan kelas dan bersembunyi. Karena jika tidak, mungkin ia takkan bisa lagi merasakan hangatnya matahari esok hari.

“Mianhe, gara-gara aku kau harus ikut-ikutan berangkat sepagi ini ke sekolah.” Ujar Haneul.

“Ah, santai saja. Aku juga menikmatinya kok. Lagipula lebih asyik berangkat sepagi ini, sebab bis-nya tidak penuh dan juga sekalian bisa merasakan udara pagi Seoul yang sehat. Bagus bukan?” Sohyun tersenyum manis.

“Eommaku ingin kau tinggal di rumah kami untuk sementara. Kau tahu, beliau sangat khawatir saat kuceritakan tentang keadaanmu saat ini.” Sohyun menatap Haneul. “Ayolah, tinggallah di rumahku selama beberapa waktu ini.”

“Dan merepotkan keluargamu?” Sambung Haneul. “Ani, terima kasih banyak. Tapi aku tak ingin merepotkan keluargamu. Bayangkan saja jika para fans fanatik itu menyambangi rumahmu dan membuat keributan. Ah, andwae! Memikirkannya saja sudah membuatku merinding.” Haneul bergidik ngeri.

“Tapi setidaknya di rumahku akan ada keluargaku yang menjagamu.”

“Nan gwenchana, Sohyun-ah. Lagipula bukannya tetanggamu itu rata-rata ELF, ya? Bahkan tetangga samping rumahmu itu Sparkyu, kan? Ah, bayangkan saja jika aku tinggal di rumahmu.”

Sohyun terdiam. “Emm… benar juga sih. Kalau sudah seperti ini memang tempat yang paling aman adalah apartemenmu. Setidaknya disana mereka tidak akan berani bertindak terlalu jauh karena banyak penjagaan.”

*****

 

PLOK!

“Aww!” Haneul meringis ketika lagi-lagi sebutir telur mendarat mulut diatas kepalanya. Ini sudah yang kedua kalinya. Haneul menegadahkan kepalanya keatas, mencari si pelaku yang ia yakini tadi berada dilantai 2 sekolah itu. Tapi tak didapatinya siapapun diatas sana.

BYURR!

Baru 2 langkah Haneul berjalan ia sudah disirami seember air. Kali ini si pelaku tidak langsung pergi seperti yang pertama, ia malah tertawa geli seakan perbuatannya tadi adalah hal yang sangat menghibur.

“Omo, kau menyiramnya?!” Pekik Joohyun yang baru datang. Ia mendatangi si pelaku yang merupakan siswi kelas 3. “DAEBAK Hyun-ah!” Joohyun tersenyum girang sembari melakukan high five dengan yeoja yang bernama Hyun itu. Haneul hanya menatap mereka tanpa ekspresi. Merasa membuang-buang waktu, Haneul pun beranjak pergi untuk membersihkan diri.

“Yak! Aku menepati janjiku, kan?” Joohyun tersenyum sinis. “Aku akan membuatmu menderita. Bahkan mungkin bisa yang lebih parah dari ini.” Lanjutnya sambil tersenyum manis yang menjijikkan, membuat Haneul rasanya ingin menghantamkan sepatu-nya ke wajah saudara tirinya itu.

*****

 

_IN HANEUL’s APARTEMENT_

BEEP!

Pintu apartement Haneul terbuka. Seorang pria masuk kedalam apartement mewah itu dengan pelan, takut jika sang pemilik apartement terbangun dari tidurnya. Langkah pria itu terhenti ketika ia melihat gadis yang sangat ia rindukan sedang tidur disofa, tepat didepan TV, dengan TV yang masih menyala dengan suara yang pelan.

Kyuhyun, sang pria tersebut, duduk dilantai sembari menatap dengan penuh rindu pada Haneul. Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajah Haneul. Dipandanginya wajah cantik nan teduh milik yeojanya dengan seksama. Kemudian dengan lembut Kyuhyun mengesekkan hidung mancungnya pada hidung mancung Haneul, guna untuk membangunkan gadis itu.

“Eung..” leguh Haneul yang mulai merasa tidurnya terusik. Kyuhyun terus menggesekkan hidungnya, sampai pada akhirnya Haneul membuka kedua matanya dengan susah payah. Gadis itu terkaget ketika melihat Kyuhyun yang ada dihadapannya. Kyuhyun tersenyum manis. “Annyeong.” Sapa namja tampan itu.

Haneul mendudukkan tubuhnya. “Oppa… kenapa bisa ada disini? Bagaimana jika ada yang mengikutimu?”

Kyuhyun duduk disebelah Haneul. Dipeluknya tubuh Haneul sembari mengecup puncak kepala yeoja itu dengan penuh sayang. “Ini sudah tengah malam. Jadi kemungkinan itu sangat kecil. Lagipula aku sangat merindukanmu. Sudah 5 hari kita tidak bertemu dan besok lusa aku harus berangkat ke Thailand untuk syuting iklan.” Ujar Kyuhyun.

“Eh, ngomong-ngomong dari mana oppa tahu password apartemenku? Setahuku aku tak pernah memberitahumu soal itu.” Tanya Haneul yang dibalas cengiran oleh Kyuhyun.

“Aku meminta Sohyun untuk memberitahuku. Awalnya tidak diberikan karena ia takut aku melakukan hal yang aneh-aneh padamu, tapi setelah kubujuk dan sedikit ku sogok baru ia mau memberitahuku.” Kyuhyun berkata sembari mengeratkan pelukannya pada Haneul. “Lagipula seharusnya ia tak perlu khawatir, sebab mana mungkin aku akan melakukan hal yang tidak-tidak padamu. Aku ini laki-laki yang menjunjung tinggi martabat wanita.” Ungkapnya yang membuat Haneul tertawa kecil.

“Ara ara…”

“Hey, ada apa dengan pelipismu?” Tanya Kyuhyun ketika menyadari bahwa terdapat sedikit luka pada pelipis Haneul.

“Bukan apa-apa, hanya gara-gara kecerobohanku.” Ucap Haneul terpaksa berbohong.

“Kau pasti mengalami hari yang berat belakangan ini. Aku benar-benar minta maaf karena tidak bisa melakukan apapun untukmu.”

“Gwenchana, aku tidak apa-apa. Lagipula hal yang mereka lakukan masih dapat aku atasi. Jadi oppa tenang saja, ne. Emm… oppa sendiri bagaimana? Apa yang akan dilakukan oleh pihak SM?”

“Opseo. Untuk kali ini pihak SM tidak ingin ikut campur. Ini masalahku dan harus aku juga yang menyelesaikannya. Pihak SM hanya akan memberikan klarifikasi seperlunya saja. Tidak ada yang lebih.” Ungkap Kyuhyun membuat gadis disebelahnya menghembuskan napas lega.

“Berarti… eung… kita tidak harus… berpisah kan?” Tanya Haneul hati-hati sembari memperhatikan raut wajah Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum hangat. “Tentu saja tidak. Dengarkan aku, apapun yang terjadi hubungan kita takkan berakhir begitu saja. Apalagi hanya karena masalah ini. Kau tidak perlu mendengarkan pendapat mereka tentang kita. Mereka tidak tahu apa-apa tentang kita.”

“Ne, aku tahu itu.”

*****

 

_IN SUPER JUNIOR’s VAN_

Super Junior baru saja selesai mengisi acara di sebuah stasiun TV swasta. Beberapa member memutuskan untuk mengistirahatkan tubuh mereka sejenak, sedangkan beberapa lagi sibuk dengan gadget mereka atau hanya sekedar mengobrol untuk menghilangkan bosan.

“Bagaimana denganmu dan Haneul?” Bisik Siwon yang duduk tepat disamping Kyuhyun. Kyuhyun yang awalnya memejamkan matanya, kemudian membuka kedua matanya perlahan. “Maksud hyung?” Tanyanya bingung.

“Kapan kau akan menjelaskan statusmu dan Haneul pada netizen? Kau tidak bisa selamanya diam seperti ini, kan? Ini tak hanya akan mempengaruhi dirimu tetapi juga Haneul.”

“Arasso, hyung. Sebenarnya aku sudah memikirkan soal ini. Hmm… aku berencana untuk go public. Toh Lee Soo Man sanjangnim sudah menyerahkan keputusan padaku sepenuhnya. Ia takkan ikut campur.” Ujar Kyuhyun.

Siwon menganggukkan kepalanya. “Aku setuju. Mungkin pada awalnya akan sulit, tapi kuyakin perlahan tapi pasti semuanya akan kembali normal.” Siwon menepuk tangan Kyuhyun pelan. “Kapan kau akan melancarkan aksi go public mu?” Tanya namja berlesung pipi itu lagi.

“Secepatnya. Emm… mungkin setelah aku pulang dari Thailand. Aku akan membawa Haneul ke lokasi pemotretan kita dan yah, sekalian membuat pernyataan tentang kejelasan hubungan kami. Lagipula aku sudah tidak tahan melihat mereka berbicara yang tidak-tidak tentang Haneul.” Jawab Kyuhyun.

“Ah arasso. Kau tenang saja, kami semua akan mendukungmu.” Ujar Siwon sembari tersenyum.

Tanpa mereka sadari, pembicaraan mereka tadi telah didengar oleh Hyera. Gadis itu, yang ternyata duduk dibelakang Kyuhyun dan Siwon, tersenyum sinis mendengar pembicaraan Kyuhyun dan Siwon tadi.

“Kau kenapa, eung?” Tanya Kimi, salah seorang stylist Super Junior. Gadis itu duduk disamping Hyera dan mengernyitkan dahinya bingung ketika melihat Hyera tersenyum sendiri.

“Ah ani, hanya sedang mengingat hal yang lucu saja. Tidak ada yang penting.” Gadis itu tersenyum manis pada Kimi.

‘Just wait for your present Cho Haneul…’

 

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

8 tanggapan untuk “You Make My Life Complete (Part 12)

  1. huh.. .berat bgt jadi haneul,selalu dibully dan jadi orang yang diiriin. .ckck*miris

    apa lagi yg dilakuin hyera yah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s