Diposkan pada Chapters, KyuLa Couple (Kyuhyun Haneul), The Sibuna Club

The Sibuna Club (Case 2 ) [Part 1]

the sibuna club2

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title       : The Sibuna Club
Type      : Series
Genre    : Mystery, Action, Friendship, Life

Cast :
– Cho Haneul
– Cho Kyuhyun
– Ana Mulvoy Ten as Amber Weasley
– BurkelyDuffield as Eddie Watson
– Jade Ramsey
– Brad Kavanagh as Brian Lewis
– Eugene Simon as Jerry Adams
– Lee Donghae as Aiden Lee

__________________________________________

_IN SIBUNA’s DORM_

Kesibukan terlihat didalam sebuah kamar bernuansa pink ungu di asrama Sibuna. Kedua orang gadis yang menempati kamar tersebut terlihat sibuk mengepak barang-barang mereka. Aiden, Amber, Haneul dan Kyuhyun mendapat tugas dari Mr.Smith untuk memata-matai sebuah rumah produksi yang dianggap mencurigakan.

Dan untuk itu pula keempat member Sibuna ini menyamar menjadi trainer baru di perusahaan tersebut. Beruntung keempat anak didik Kirin Internasional High School ini tergolong berbakat dalam bidang seni. Aiden yang memukau dengan dance-nya, Amber yang menggemaskan dengan aktingnya sebagai gadis manja ala metropolitan, serta Haneul dan Kyuhyun yang mencengangkan para juri audisi dengan duet mereka yang mengagumkan.

Amber_scarf

“Ah, aku benar-benar sudah tidak sabar ingin pergi kesana! Rasanya masih tidak percaya bahwa aku telah lolos audisi itu dengan mudah. Hanya dengan sebaris kalimat sederhana yang ku kutip dari Sharpay Evans (High School Musical) aku bisa lolos dengan mudah. Ah, bakat alami memang tidak bisa ditipu.” Amber berkata dengan riang sembari menyusun beberapa potong pakaiannya kedalam koper pink miliknya. Haneul hanya tertawa kecil melihat reaksi antusias teman sekamarnya itu.

“But don’t forget that we go there for work.” Haneul mengingatkan.

“Yeah yeah, I know that baby. Huft, sayang sekali Eddie tidak bisa ikut. Salahnya juga yang tidak bisa acting sebagus dan seapik diriku.” Ujar gadis blonde itu lagi.

Yah, memang pada awalnya Eddie dan Jade juga ikut audisi di rumah produksi itu. Namun apa daya, minimnya kemampuan mereka dalam bidang seni membuat kedua remaja itu tidak dapat lolos dalam audisi.

“Yah, tapi setidaknya Aiden dan Kyuhyun akan ada bersama kita. Karena jujur saja dalam kasus ini kehadiran mereka berdua sangat diperlukan.” Ujar Haneul sembari menutup kopernya. Amber mengangguk setuju. “Yah, kau benar. Mereka berdua bisa menjaga kita jika seandaikan dugaan itu benar.” Balas Amber.

Kasus mereka kali ini adalah mengenai sebuah rumah produksi yang diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap beberapa orang trainer-nya. Kasus ini mencuat setelah salah seorang trainer dari perusahaan bernama Generation Entertainment itu ditemukan meninggal akibat bunuh diri dengan cara mengiris pergelangan tangannya dengan sebilah pisau. Korban yang bernama London bright itu meninggalkan catatan harian yang menceritakan tentang bagaimana ia telah dilecehkan secara seksual selama masa training-nya di Generation Entertainment.

Selain itu juga diketahui bahwa belakangan ada seorang trainer dari perusahaan itu yang dinyatakan hilang. Maka dari itu, Mr Smith mengutus beberapa orang muridnya untuk menyelidiki rumah produksi tersebut. Kasus ini terbilang cukup berbahaya bagi Amber dan Haneul, karena secara tidak langsung mereka berdua telah dijadikan perangkap dalam penyelidikan kasus pelecehan seksual ini. Salah-salah mereka berdua bisa ikut menjadi korban. Tapi untungnya Aiden dan Kyuhyun juga akan ada disana untuk menyelidiki kasus serta untuk menjaga kedua teman se-tim mereka ini.

*****

“Ok, jadi semua sudah beres? Lalu kapan kalian akan pergi?” Tanya Jade seraya menatap keempat orang temannya yang akan melakukankan penyelidikan.

“Besok pagi kami akan berangkat.” Jawab Amber.

“Sayang sekali kalian tidak bisa ikut bersama kami.” Ujar Haneul. Jade mendesah pelan. “Yah, mau bagaimana lagi, kami berdua memang tidak berbakat dalam hal seni.” Ujar gadis berambut merah itu, membuat Eddie yang duduk tepat disebelahnya berdeham pelan. “Excusme? Mungkin yang kau maksud adalah dirimu sendiri. Asal kau tahu, aku ini punya bakat seni yang tinggi dalam music. Orang-orang itu saja yang buta nada.”

640px-Interested-huh-house-of-anubis-eddie-miller-30870654-767-431

“Yeah yeah, whatever!” Balas Jade acuh.

*****

 RoyalMailPaddingtonSortingOfficeLondon0110904002a

Keempat remaja itu menapakkan kakinya didepan gedung Generation Entertainment. Bangunan bertingkat 3 itu bernuansa klasik khas Inggris. Amber tidak bisa menyembunyikan senyum diwajahnya kala ia menatap gedung yang ada dihadapannya. “I’m so excited!” Pekik Amber kegirangan. Haneul tersenyum kecil melihat tingkah sahabatnya itu.

ab823ffd

“Don’t forget that we’re here for work.” Haneul kembali mengingatkan Amber.

“Ya ya, I know that.”

Aiden menarik koper hitamnya. “Ayo kita masuk!” Ajak pria itu sembari menyeret koper hitamnya yang berukuran sedang. Amber, Haneul dan Kyuhyun mengikuti Aiden untuk masuk kedalam bangunan yang akan menjadi tempat investigasi mereka.

Bangunan ini cukup luas dan juga memiliki fasilitas yang lengkap sehingga memudahkan para trainers yang tinggal disini. Lantai satu digunakan untuk lobby, tempat makan, dan beberapa tempat penyimpanan barang-barang. Lantai dua digunakan untuk tempat latihan, ruang meeting dan juga ruang rekaman. Sedangkan lantai tiga digunakan untuk tempat tinggal para trainers. Para trainers memang diharuskan untuk tinggal ditempat ini agar mereka lebih focus untuk latihan.

“Sekian perkenalan dariku, semoga kalian betah menjadi trainer disini. Sekali lagi ku ucapkan selamat datang pada trainers baru.” Mr. Tom Knight mengakhiri pidato singkat penyambutannya. Pria yang bernama lengkap Thomas Knight ini adalah CEO di Generation Entertainment. Pria yang berumur sekitar 30-an ini, berparas tampan dan juga bertubuh tegap layaknya model. Banyak para trainers yang sedari tadi berbisik-bisik mengagumi sosok yang ada didepan mereka ini.

Ada 30 orang trainer baru yang diterima di Generation Entertainment, termasuk Amber, Aiden, Haneul dan Kyuhyun. Mereka, para trainer baru, langsung diarahkan untuk menuju lantai tiga, tempat dimana mereka akan tinggal dimulai dari sekarang. Asrama laki-laki dan perempuan dipisah. Asrama laki-laki terletak disebelah barat gedung, sedangkan asrama perempuan disebelah selatan gedung.

Satu kamar ditempati oleh 3 atau 4 orang. Amber dan Haneul mendapatkan kamar yang sama dan mereka berbagi kamar dengan 2 orang trainer lainnya, yaitu Joyce dan Perry.

“Hi, I’m Joyce.” Joyce memperkenalkan dirinya dengan ramah. Gadis yang memiliki tubuh langsing yang ideal, rambut coklat yang indah, dan juga wajah cantik ini bersifat ramah dan mudah bergaul.

“I’m Haneul.”

“Amber.”

“My name is Perry.” Ucap gadis berambut ikal pirang sambil tersenyum agak canggung. Sepertinya ia tipe gadis pemalu yang agak sulit bergaul.

“Apa kau orang Cina? Oh, atau mungkin Jepang?” Tanya Joyce sambil menatap Haneul penuh selidik. Haneul tertawa kecil. “semua tebakanmu salah. Aku orang Korea.”Jawab Haneul.

Joyce menganggukkan kepalanya. “Apa pria tampan bernama Kyuhyun itu juga berasal dari Korea? Kalau tidak salah saat audisi kau berduet dengannya, kan?”

“Yeah, dia juga berasal dari Korea, sama sepertiku. Dan… eum… actually, he’s my boyfriend.” Ucap Haneul tersipu.

“Ah, I knew it! Sudah kuduga kalian adalah sepasang kekasih. Kalian serasi.” Joyce tersenyum lebar.

“Thanks.” Balas Haneul sambil ikut tersenyum.

*****

_AT DANCING CLASS_

Latihan pertama dimulai. Aiden yang sedang berada dalam ruang latihan dance mengamati keadaan disekitarnya dengan seksama. Ia mengamati satu persatu orang yang ada disana, baik sang pelatih dance, staff, maupun para trainer lainnya.

‘Sepertinya semua normal.’ Batin Aiden ketika tidak menemukan sesuatu yang aneh atau mencurigakan disana.

-Donghae-lee-donghae-18940947-700-1000

_________________________________________

_AT ACTING CLASS_

Amber tidak bisa melepaskan pandangannya dari Mr.Durbin, sang pelatih acting. Pria itu masih muda sekitar berumur 28 tahun dan juga sangat ramah kepada para trainer, khususnya pada trainer perempuan. Meskipun tidak terlihat dengan jelas, namun Amber sadar bahwa sikap gurunya ini agak sedikit mencurigakan. Beberapa kali Amber dapat melihat bagaimana liarnya tatapan Mr.Durbin pada para trainer perempuan termasuk dirinya. Pria itu menatap mereka dengan tatapan yang… yeah, kau tahulah… tatapan pria hidung belang, mungkin?

Tapi gadis berambut pirang ini masih belum berani mengambil kesimpulan. Sebab masih terlalu dini baginya untuk menarik kesimpulan bahwa Mr.Durbin adalah pria yang mereka cari. Amber berusaha tenang dan menepiskan pikirang buruknya.

‘Yah, siapa tahu pria ini memang tipe namja yang seperti itu. Tapi bukan berarti bahwa ia adalah orang yang kami cari, kan?’

_________________________________

_AT SINGING CLASS_

Suara-suara merdu terdengar dari dalam ruang latihan vocal. Semua perhatian sedang tertuju pada gadis cantik berambut coklat gelap yang  sedang menunjukkan kebolehannya dalam olah vocal. Gadis itu adalah Joyce, teman sekamar Amber dan Haneul. Gadis itu telah membuat semua orang terkagum-kagum atas keindahan suaranya yang bisa membuat siapapun terlena.

Kyuhyun sesekali melayangkan pandangannya pada sekitar, mencari keganjilan yang ada disana. Begitu pun dengan Haneul, yang meskipun perhatiannya tertuju pada Joyce tapi tidak sedikitpun lengah pada keadaan sekitarnya.

“Tidak ada yang aneh.” Gumam Haneul sembari menatap Kyuhyun.

“Masih ada banyak waktu untuk melakukan penyelidikan.” Balas Kyuhyun.

41035_420658517050_294291922050_5416986_586122_n

*****

Latihan sudah selesai sekitar satu jam yang lalu. Sekarang para trainers bebas untuk melakukan aktivitas mereka. Udara malam kota London yang sejuk membuat keempat murid Kirin High School ini memutuskan untuk duduk bersantai di atas atap gedung. Mereka sengaja memilih tempat itu agar tidak ada yang mencuri dengar pembicaraan mereka.

“Tidak ada yang aneh dengan orang-orang di kelas dance. Bagaimana dengan kalian?” Tanya Aiden sembari meminum coffee latte-nya.

“Kelas vocal juga tidak menunjukkan keanehan.” Jawab Haneul.

“Emm… sebenarnya ada sedikit hal yang mencurigakan di kelas acting. Pelatih acting yang bernama Mr. Durbin… emm… bagaimana ya mengatakannya… but, I think he’s weird.” Amber berkata dengan nada yang agak ragu. Kyuhyun langsung merespon ucapan gadis berambut blonde itu. “Aneh yang bagaimana?” Tanyanya.

“Cara dia menatap para trainer perempuan itu seperti… yah, kau tahulah.”

“Pria hidung belang?” sambung Aiden. Amber mengangguk. “Bahkan dia beberapa kali mencoba untuk melakukan skin ship dengan para trainer perempuan. Yah, dengan alasan keperluan acting tentunya. Tapi entahlah, aku tidak tahu apakah ia orang yang kita cari atau bukan.” Amber mengedikkan bahunya, kemudian gadis itu menyesap susu coklat favoritnya.

“Pantau terus Mr.Durbin. Aku juga akan ikut memantaunya untuk memastikan ucapanmu.” Ujar Kyuhyun datar, ciri khas seorang Cho Kyuhyun.

*****

 d030fbbc

“Looks like Mr.Durbin is really popular among the people here.” Ucap Haneul sembari menatap teman-temannya yang sedang berkerumun disekitar Mr.Durbin. Mereka terlihat asyik berbincang dan juga bersenda gurau.

“Yeah, I have to admit that. Lagipula dia memang pribadi yang menyenangkan kok. Kecuali yah, sifat anehnya itu.” Jawab Amber. Namun kemudian pandangan gadis itu terpaku pada seorang gadis. Gadis yang merupakan salah satu trainer lama di Generation Entertainment itu diketahuinya bernama Lucy. Yang membuat Amber tertarik adalah tatapan Lucy terhadap Mr.Durbin. Bukan tatapan memuja atau kagum seperti kebanyakan para trainer, tetapi tatapan tajam yang sarat akan kebencian. Dan jujur, Amber penasaran dengan hal tersebut.

‘Apa pernah terjadi sesuatu diantara mereka?’ Pikir gadis berambut blonde itu.

amber1

_________________________________________________

“Yeah, I know that. Don’t worry Eddie, everything will be alright. Kyuhyun dan Aiden akan melindungiku dan juga Haneul.”

Perhatian Amber tidak lagi sepenuhnya pada pembicaraannya dengan Eddie, bahkan ia sudah tidak mendengarkan perkataan Eddie. Kini perhatiannya sudah sepenuhnya tertuju pada dua sosok manusia yang baru saja masuk kedalam ruangan latihan yang kosong.

‘Siapa mereka? Setahuku tidak ada jadwal latihan malam.’ Batin Amber seraya menatap dengan ingin tahu pada ruangan yang baru saja dimasuki oleh dua orang itu.

“Eddie, kututup teleponnya dulu ya. Nanti dilanjutkan lagi.”

“Ok baiklah, good night babe.”

Amber menyimpan handphone-nya disaku cardigan pink-nya. Dengan perlahan dan hati-hati gadis itu melangkahkan kakinya menuju ruang latihan dance yang baru saja dimasuki oleh kedua orang tak dikenal itu. Semakin dekat dengan ruangan itu, Amber samar-samar dapat mendengar suara-suara kecapan dan juga desahan dari dalam ruangan remang-remang itu.

‘Gosh, suara desahan? Jangan-jangan…’

Tangan Amber sudah memegang handel pintu dan dengan hati-hati didorongnya pintu yang memang tidak ditutup rapat itu. Mata Amber terbelalak kaget ketika dengan mata kepalanya sendiri ia melihat Mr.Durbin –sang guru favorit- sedang bercumbu mesra dengan salah seorang trainer. Amber terpaku menatap pemandangan panas yang ada dihadapannya. Semakin kuatlah dugaannya bahwa Mr.Durbin adalah orang yang mereka cari.

‘Sekarang tinggal mencari bukti-bukti untuk menguatkan dugaanku.’ Ucap Amber dalam hati.

Ia terpaksa tidak mengambil foto Mr.Durbin dan trainer itu. Takut tertangkap basah oleh mereka. Lagipula ruangan itu terlalu gelap untuk difoto.

*****

 tumblr_m8wh8l45fI1rbe02ro1_1280

“Berarti dia benar-benar orang yang kita cari?” Bisik Haneul kaget.

“Yes, definitely him. Aku sudah bertanya-tanya pada para trainer, baik trainer lama maupun baru dan aku menemukan fakta menarik.” Amber menarik napas sebelum melanjutkan perkataannya. “Mr.Durbin sering membuat pesta tertutup bersama para trainer. Tak hanya trainer, beberapa artis jebolan Generation Entertainment pun juga sering ikut dalam pesta liarnya itu.

“Wait! Pesta liar? Pesta liar seperti apa?” Tanya Haneul penuh ingin tahu.

Amber menolehkan kepalanya kekiri dan kekanan untuk memastikan bahwa tidak ada orang lain selain mereka di kamar itu. “Yah, kau tahulah pesta seperti apa yang kumaksud. Alkohol, mabuk, sexy dance dan bermacam-macam lagi.” Jelas Amber.

“Apa ia sering mengadakan pesta seperti itu?” Tanya Haneul lagi.

“Yah, lumayan sering. Pesta itu selalu diadakan di rumah mewahnya yang berada di Beverly Hills.”

“Hmm… bisa jadi ia melakukan pelecehan terhadap murid itu saat pesta berlangsung. Kau tahu, dipesta liar penuh alcohol seperti itu apapun bisa terjadi. Bisa saja ia meletakkan obat bius dalam minuman korbannya. Bukan hal yang mustahil, kan?”

Amber menganggukkan kepalanya. “Aku juga berpikiran seperti itu. Apalagi melihat betapa liarnya ia semalam. Iih, sungguh membuat bulu kudukku berdiri.” Ucap Amber membayangkan adegan tak pantas yang dilihatnya semalam.

“Come on, kita harus melaporkan ini pada Kyuhyun dan Aiden.” Ajak Haneul sembari mengandeng tangan Amber.

*****

Rencana pertama pun dimulai. Amber yang notaben-nya adalah murid dari Mr.Durbin harus memulai perannya untuk menggoda pelatih aktingnya itu. Cara ini adalah satu-satunya jalan untuk menyelidiki Mr.Durbin saat ini. Memang berbahaya, tapi meskipun begitu Amber tidak terlalu khawatir sebab ia tahu bahwa teman-temannya akan selalu melindunginya.

“Scott, ayo tunjukkan perasaanmu!” Seru Mr.Durbin yang saat ini sedang melatih muridnya dalam berperan. Mr.Durbin maju menggantikan posisi Scott, berniat ingin langsung mempraktekkan adegan yang sedang mereka pelajari.

“Amber, kemarilah!” Panggilnya. Amber tersenyum manis dan langsung maju kedepan menghampiri pelatihnya itu.

“Baiklah, aku akan mempraktekkan adegan nomor 14. Watch and learn!” Ucapnya.

Amber bergidik tidak nyaman saat kedua tangan kekar Mr.Durbin merengkuh pinggangnya mendekat kearah pria itu. Jarak mereka yang terlampau dekat membuat Amber dapat merasakan deru napas Mr.Durbin, yang jujur saja membuat dia gugup setengah mati. Berbeda dengan Amber, Mr.Durbin terlihat sangat menikmati situasi tersebut. Ia menatap Amber intens dengan kedua matanya yang tajam. Bibirnya menunjukkan senyuman yang mirip seringaian.

“Don’t be nervous.” Ucapnya pelan. Amber tersenyum canggung sebagai balasan.

“Kau tahu, kau adalah wanita terindah yang pernah kutemui. Aku tidak pernah bisa melupakanmu sejak pertemuan kita di taman. Aku rasa aku mencintaimu… yah, aku sangat mencintaimu.” Mr.Durbin mengucapkan dialognya dengan lancar. Wajahnya semakin mendekat ke wajah Amber, sementara kedua lengan pria itu masih setia merengkuh pinggang Amber.

“A…Aku juga… aku juga tidak pernah bisa melupakanmu…”

‘Oh no!’ Batin Amber ngeri ketika wajah Mr.Durbin semakin mendekat kearahnya. Bibir mereka hanya berjarak 5 cm sekarang. sedikit saja dorongan akan membuat kedua bibir itu menyatu dengan sempurna.

‘Oh shit! Ini tidak ada dalam naskah.’ Rutuk Amber.

Semakin dekat…. Dan….

“And that’s how you do it.” Mr.Durbin menjauhkan wajahnya dari wajah Amber dan kemudian menatap murid-muridnya. Seketika Amber bernapas lega. Rasanya seperti menemukan air di gurun sahara. Sungguh melegakan.

“Good job!” Seru Mr.Durbin sembari menepuk bahu Amber pelan.

“Thanks.” Balas gadis itu sambil tersenyum manis.

“Mind to have coffee with me?” Ajak Mr.Durbin ramah. Amber pura-pura terlihat berfikir sambil memperhatikan ekspresi Mr.Durbin. Dan seulas senyum pun merekah dibibirnya. “Sure.”

Dan Amber sadar bahwa Mr.Durbin secara perlahan telah masuk dalam perangkapnya.

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

4 tanggapan untuk “The Sibuna Club (Case 2 ) [Part 1]

  1. wahh ceritanya tentang penyelidikan ya~

    Kyuhyun sama haneul sepasang kekasih ya? Ko kgk ada scene romantisnya kkkk~

    Kyuhyun haneul momentnya dikit banget,kurang puas aku :p

    Aiden gk ada pasangannya? Gimana kalo sama aku aja wkwkwk
    #dihajarElfishy

    1. iya chingu. sekali kali pengen nyoba yang beda 😀
      haha iya, mereka pacaran. memang untuk part ini memang ngga ada, tp bkalan aku usahain di next partnya. lagian ini kn FF misteri, jd romance-nya ga terlalu keliatan 😀
      hihi, belum ada nih. abang Aiden masih menjomblo :p Oh, boleh2, sm kamu aja chingu. aku udh punya abang Kyu kok XD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s