Diposkan pada Chapters, KyuLa Couple (Kyuhyun Haneul)

You Make My Life Complete (Part 14 – END)

kyula88-5

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title : You Make My Life Complete
Type : Chapter
Genre : Romance, Drama. Life, Sad, Family, Friendship
Poster from :
http://minyullovefanfictions.wordpress.com

Cast :
– Cho Haneul
– Cho Kyuhyun
– Kwon Sohyun
– Kang JooHyun
– Super Junior’s members
– Kim Hyera

________________________________________________

Kyuhyun terduduk lemas dilantai koridor rumah sakit, tepat didepan ruang operasi Haneul. Masih terekam jelas dalam ingatannya wajah pucat Haneul dan tubuhnya yang bersimbah darah. Gadis itu kehilangan banyak darah. Ia sekarat…

Air mata Kyuhyun secara perlahan kembali mengalir dipipinya. Isakan kecil nan menyayat hati terdengar dari bibir namja itu. Kyuhyun tidak pernah sehancur ini sebelumnya. Bahkan disaat appa-nya dengan keras menentang dirinya untuk menjadi penyanyi, perasaan namja itu tidak sehancur ini. Member Super Junior yang lain hanya bisa memandang Kyuhyun dengan iba. Mereka bisa merasakan kesedihan yang sedang dirasakan oleh saudara mereka itu. Kejadian ini sendiri masih sulit dicerna oleh otak mereka. Rasanya mustahil jika Haneul sedang merenggang nyawa sekarang, mengingat bahwa beberapa saat yang lalu mereka masih bercengkrama dengan gadis manis itu.

Siwon sedang berpikir keras. Ingatannya melayang pada detik-detik kecelakaan Haneul. Mobil yang menabrak Haneul itu… entahlah, Siwon merasa ia kenal dengan mobil itu. Pria berlesung pipi itu mengerutkan dahinya, tanda bahwa ia sedang berpikir keras sekarang. Mobil dengan plat bernomor 1512 dan memiliki stiker biru bertuliskan Super Junior dibelakangnya itu terasa sangat familiar bagi Siwon.

DEG!

Jantung Siwon berdetak kencang tak kala ia mengingat siapa pemilik mobil itu. Yah, mobil itu terasa familiar baginya karena ia sering melihat mobil itu. Itu… mobil Kim Hyera!

Namun dalam hati Siwon mencoba untuk menepis pemikiran gilanya itu. ‘Ani, tidak mungkin Hyera noona yang melakukan itu. Ia stylist kami. Ia yeoja baik-baik.’ Siwon berperang dengan pikirannya sendiri, hingga Donghae datang dan membuyarkan pikirannya.

“Ada apa? Kau terlihat gundah.” Tanya Donghae. Pria itu berdiri disamping Siwon, memandang namja berlesung pipi itu dengan intens. Siwon menatap kosong lantai keramik yang dipijaknya. “Mobil yang menabrak Haneul tadi…” Siwon menarik napas pelan. “Itu mobil Hyera…” Ucap pria itu lirih. Meskipun sulit namun ia tidak bisa mengelak dari kenyataan. Mobil itu memang mobil Kim Hyera, stylist mereka.

Donghae terlonjak kaget. “Mwo?!” Pekiknya dengan volum suara yang kecil. Ia tidak ingin menarik perhatian member yang lain terlebih Kyuhyun. “Neo… bagaimana mungkin… Hyera…” Donghae berkata dengan terbata-bata. Terlihat sekali ia merasa sangat syok dengan pernyataan Siwon.

“Plat mobil bernomor 1512, stiker biru bertuliskan Super Junior. Apa ada kemungkinan lain selain Hyera?” Tanya Siwon sembari menatap Donghae. Donghae terdiam membisu. Itu memang mobil Hyera. Ia ingat dengan sangat baik nomor mobil gadis itu yang sama dengan ulang tahun hyungnya. Terlebih dengan stiker Super Junior yang tertempel dimobil gadis itu.

“Keunde wae? Kenapa dia tega melakukan ini?” Tanya Donghae lirih. Pandangan pria itu tertuju pada Kyuhyun yang masih senantiasa menunggu Haneul didepan ruang operasi. Siwon ikut menatap Kyuhyun. “Faktor cemburu, mungkin?” Tebaknya.

Donghae menatap Siwon bingung. “Hyera adalah ELF, lebih tepatnya Sparkyu sejati. Jadi, yah kau tahulah apa maksudku.” Jelas Siwon.

“Kejam sekali dia! Perbuatannya ini telah mencoreng nama ELF. Gadis itu… ia tak pantas disebut ELF!” Geram Donghae.

*****

_AT THE HOSPITAL_

3 jam lamanya Kyuhyun bersama teman-temannya menunggu operasi Haneul selesai. Lampu tanda operasi sudah dimatikan, menandakan bahwa operasi telah selesai. Sedari tadi baik Kyuhyun dan para member Super Junior tidak henti-hentinya memanjatkan doa untuk Haneul. Mereka tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada gadis itu.

Kyuhyun langsung menghampiri sang dokter begitu wanita berjas putih itu keluar dari ruang operasi. Kyuhyun cemas bukan main. Ia takut menghadapi kenyataan yang tidak diinginkannya. “Uisa, bagaimana keadaan Haneul?” Tanya Kyuhyun cemas. Uisa itu menghela napas pelan. Raut wajahnya yang sedikit muram membuat Kyuhyun dan member Super Junior lainnya menjadi semakin khawatir.

“Operasi berjalan dengan sukses. Namun, akibat adanya benturan keras dikepala gadis itu yang menyebabkan pendarahan hebat, dengan sangat terpaksa saya harus mengatakan bahwa Haneul sedang dalam keadaan koma.”

DEG!

Jantung Kyuhyun seakan diremas dan kemudian ditarik paksa. Sakit. Itu yang namja tampan ini rasakan saat mendengar penjelasan sang uisa. Koma… gadisnya sedang dalam keadaan hidup dan mati.

Kyuhyun menatap uisa dengan tatapan memelas. “Keunde… ia akan segera sadar dan kembali seperti sedia kala, kan?” Tanya Kyuhyun lirih. Pria itu mati-matian menahan tangisnya hingga menyebabkan suaranya bergetar. Kangin merangkul bahu Kyuhyun guna memberikan sang dongsaeng semangat.

Uisa itu menatap Kyuhyun iba. “Maaf, tapi untuk yang satu itu saya tidak bisa menjanjikan. Persentase kehidupannya sangat kecil. Ia kehabisan banyak darah dan juga mengalami luka dalam yang serius dibagian kepalanya. Meskipun operasi sukses dilakukan, namun saya tidak bisa memprediksikan kapan ia akan sadar dari komanya. Kami sudah melakukan yang terbaik. Sisanya mari kita serahkan kepada yang diatas.” Ujar sang dokter tersebut.

Tubuh Kyuhyun sudah melemas, beruntung Kangin dengan sigap menopang tubuhnya hingga ia tidak jatuh terduduk dilantai rumah sakit yang dingin. Sungmin memeluk dongsaengnya erat. Ia tahu bahwa ini merupakan pukulan yang sangat berat bagi Kyuhyun. Donghae, Eunhyuk dan Ryeowook sudah menangis sesegukan. Mereka tidak menyangka bahwa nasib buruk akan menimpa yeoja yang sudah mereka anggap sebagai dongsaeng mereka sendiri.

“Ottoke hyung?” Bisik Kyuhyun lirih.

“Kau harus sabar, Kyu. Haneul gadis yang kuat dan tegar. Ia pasti bisa menghadapi ini semua. Ingat, gadis itu sudah pernah selamat dari maut sebelumnya. Ia pasti akan selamat kali ini.” Sungmin menepuk punggung Kyuhyun pelan.

*****

(Kyuhyun’s POV)

Tak bosan-bosannya aku menatap gadis yang sedang terbaring lemah dihadapanku ini. Kenapa lagi-lagi aku harus melihatmu dalam keadaan seperti ini, eo? Ku pikir saat itu adalah pertama dan terakhir kalinya aku melihatmu dalam keadaan koma. Aku hancur melihatmu begini…

Aku mengecup punggung tangan Haneul. “Palli ireona… aku tidak suka melihatmu begini.” Lirihku. Untuk yang kesekian kalinya air mata kembali menetes dari mataku.

Aku pernah berada dalam posisi yang sama dengan gadisku ini beberapa tahun silam, tepatnya pada tahun 2007. Aku juga sempat koma. Saat itu aku tidak tahu bagaimana perasaan orang-orang yang menyayangiku. Tapi sekarang aku tahu bagaimana perasaan orang-orang yang menyayangiku dulu. Mereka pasti merasakan sakit yang sama seperti yang saat ini kurasakan. Rasa sakit, cemas dan khawatir. Semuanya bercampur menjadi satu.

Ku dengar suara pintu yang terbuka, menandakan ada orang yang masuk. Aku menoleh sekilas kearah pintu, ternyata Siwon hyung yang masuk. Sebagian hyungdeul yang lain sudah pulang, namun Siwon, Sungmin dan juga Donghae hyung tetap disini. Mereka bilang ingin menemaniku dan sekaligus membantu mengurus proses pemindahan Haneul ke Rumah Sakit yang lebih bagus dan juga lebih dekat dengan dorm kami agar aku lebih mudah untuk menjaga gadisku ini.

Siwon hyung menatapku lama. Ada gurat keseriusan diwajahnya. “Kyuhyun-ah…” Panggilnya.

“Ne, hyung?”

Siwon hyung terlihat ragu untuk berbicara. Ia menatap Haneul sebentar sebelum ia kembali menatap wajahku intens, membuatku semakin bingung. “Mengenai orang yang menabrak Haneul. Ku rasa aku tahu siapa orang itu.” Ucapnya yang sukses membuat jantungku seakan diremas.

“Nuguya hyung?!” Tanpa sadar nada suaraku meninggi. Aku sangat ingin tahu siapa orang yang telah mencelakai yeojaku. Nan… aku tidak akan pernah memaafkan orang itu!

Siwon mendesah pelan. “Dia Kim Hyera.” Jawab Siwon singkat.

“Mworago?!”

“Aku tahu ini sulit untuk dipercaya. Keunde, Hyera noona memang pelakunya, Kyu. Aku ingat plat nomor kendaraannya serta stiker bertuliskan Super Junior yang ada dibelakang mobilnya. Itu memang dia, Kyu! Aku juga sudah melaporkan kejadian ini pada kantor polisi dan sebentar lagi kita akan tahu kepastiannya.”

Aku tertunduk lemas. Hyera noona? Andwae, rasanya sulit untuk dipercaya. Hyera noona adalah ELF dan Sparkyu. Kenapa dia tega melakukan ini pada Haneul? Menyakiti Haneul sama dengan menyakitiku. Apa karena hubunganku dengan Haneul hingga ia nekat dan tega berbuat begini?

“Ini semua karena aku, hyung… Andaikan aku tidak pernah masuk kedalam kehidupan Haneul. Ini semua pasti takkan terjadi. Aku benci dengan diriku sendiri, hyung…”

Siwon hyung berjalan mendekatiku. Ia memegang bahuku. “Jangan berkata begitu! Haneul takkan suka mendengarnya. Aku yakin, apapun yang terjadi Haneul tidak akan pernah menyesali dirinya yang bertemu denganmu. Karena baginya kau adalah penyelamat hidupnya. You make her life complete, Kyu…”

‘Jebal Haneul-ah… buka matamu. Jangan menyiksaku seperti ini…’

(Kyuhyun’s POV End)

*****

Wanita berambut sebahu itu terkejut ketika mendengar alasan kedatangan polisi ke kediamannya itu. Ia menutup mulutnya dengan tangan dan perlahan air mata terjatuh dari kedua kelopak matanya. Dengan berat hati ia mempersilahkan keempat polisi itu masuk kedalam rumahnya.

“Akan akan memanggilnya.” Ucap gadis itu lirih sebelum ia beranjak pergi guna untuk memanggil orang yang dimaksud.

Setiap langkah kaki wanita itu terasa berat. Masih sulit baginya untuk percaya bahwa sepupu kesayangannya telah melakukan perbuatan yang begitu keji. Langkah kakinya membawanya menuju sebuah kamar. Wanita itu terdiam didepan kamar tersebut. Ia menarik napas sebelum membuka pintu kamar tersebut.

“Hyera-ya…” Panggilnya pelan.

Hyera, gadis yang dimaksud, menolehkan kepalanya dari layar laptop yang sedari tadi ditekuninya. “Waeyo? Sepertinya ada yang datang, ya?” Hyera menatap sang sepupu.

“Ne. Keluarlah, mereka mencarimu.” Ucap wanita itu lagi. Hyera mengernyitkan dahinya. “Mereka? Nuguya?” Tanyanya.

“Temui mereka dan kau akan tahu.”

Hyera tidak berkata apa-apa lagi saat sang sepupu berkata demikian. Ia membereskan sedikit penampilannya dan kemudian melangkah keluar dari kamarnya. Satu persatu anak tangga dituruninya, hingga pada akhirnya ia sampai di ruang tamu yang telah dihuni oleh 4 orang polisi. Seketika Hyera menghentikan langkahnya. Ia menatap panik keempat polisi itu. Namun dengan sekejap ia berusaha merubah ekspresi kagetnya dengan wajah yang menunjukkan ketenangan.

“Nona Kim Hyera.”

“Ya?” Jawabnya dengan nada tenang.

Salah seorang polisi menyerahkan sebuah surat padanya. “Ini surat penangkapan anda. Kami harus menahan anda dengan tuduhan tabrak lari dan percobaan pembunuhan.” Ujar sang polisi tersebut dengan nada tegas. Ia dan beberapa orang polisi lainnya memegang tangan Hyera, ingin menahannya secara baik-baik. Namun Hyera langsung berontak.

“Lepaskan aku! Tuduhan ini tidak benar! Aku tidak melakukan hal yang kalian tuduhkan tadi!” Hyera menjerit histeris.

“Anda dapat menjelaskan semuanya di kantor, nona.” Para polisi itu tetap berusaha untuk membawanya secara baik-baik. Namun bukan Hyera namanya jika ia tidak berontak. Ia mencoba kabur dari polisi, namun naas-nya ia tidak memiliki celah dan para polisi itu terlalu cermat untuk dikelabui. Hyera meronta-ronta bak orang yang akan dieksekusi. Pada akhirnya para polisi itu terpaksa menggunakan cara yang agak kasar untuk membawa wanita itu pergi.

“Minji-ya tolong aku… aku tidak bersalah!” Hyera menjerit minta tolong pada sepupunya yang bernama Minji. Minji hanya menatapnya iba. “Kau harus mendapat hukuman atas apa yang telah kau perbuat. Aku kecewa padamu!” Ujar Minji.

“ANDWAE! AKU TIDAK BERSALAH!!!!”

*****

_AT THE HOSPITAL_

“Hyera sudah ditahan oleh polisi. Ia sedang menjalani pemeriksaan sekarang. Pengacaraku sudah mengurus semuanya. Kau tidak perlu khawatir. Hyera akan menerima ganjaran yang setimpal atas apa yang telah ia lakukan.” Ujar Siwon. Kyuhyun tersenyum kecil. “Gomawo hyung.” Ia menatap Siwon dengan wajah pucatnya.

Siwon mengusap lembut kepala Haneul. “Kau tidak pulang, Kyu? Sudah 2 hari kau disini menjaga Haneul. Kau bahkan belum tidur sama sekali. Pulang dan istirahatlah. Kau terlihat pucat.” Saran Siwon. Kyuhyun langsung menggelengkan kepalanya begitu mendengar kata pulang dari bibir Siwon.

“Aku ingin disini menemaninya.” Jawab Kyuhyun. Siwon tidak membantah. Toh ia tahu bagaimana tabiat dongsaeng-nya itu. Sekali ia berkata tidak maka takkan ada yang bisa merubahnya.

“Apa netizen tahu mengenai hal ini? Bagaimana dengan perusahaan?” Tanya Kyuhyun sembari menatap Siwon cemas.

“Untuk sementara situasi aman. Netizen tidak tahu mengenai hal ini karena aku sudah melarang pihak rumah sakit maupun polisi untuk membicarakan masalah ini pada pihak luar. Itu juga atas saran dari Soo Man ahjussi. Karena bagaimanapun juga Hyera adalah staff SM dan pastinya kasus ini akan merusak citra SM.” Jelas Siwon. Kyuhyun mengangguk mengerti. “Syukurlah kalau begitu. Saat ini aku sedang tidak ingin melayani wartawan. Aku ingin focus pada Haneul.” Kyuhyun menatap gadisnya sendu.

“Arasso. Keunde, kau tidak bisa lama-lama seperti ini. Netizen dan pastinya ELF tentu akan menanyakan keberadaanmu. Kau yang tidak ikut siaran Sukira saja membuat ELF bertanya-tanya. Kau harus tetap aktif, Kyu.”

“Akan kucoba. Tapi sulit, hyung… pikiranku akan terus berada disini.” Ujar Kyuhyun lirih. Ia mengeratkan genggaman tangannya pada Haneul.

“Kau sudah menghubungi orang tua Haneul?”

“Sudah. Orang tuanya sedang berada di luar negeri, yang ada hanya saudara tirinya. Aku sudah memberi tahu salah seorang pelayan di rumahnya, namun sampai detik ini tidak ada yang datang. Hanya Sohyun yang datang.” Jawab Kyuhyun seraya menatap Haneul dengan penuh kasih sayang. Ia merindukan gadisnya. Ia ingin melihat senyum Haneul. Ia ingin mendengar suara lembut gadis itu. Ia ingin gadisnya kembali…

*****

“Mwo?! Gadis itu sekarat?!” Pekik ibu tiri Haneul kaget.

“Ne, eomma. Keunde, aku belum melihatnya di rumah sakit. Aku malas.”

“Anak itu memang merepotkan. Dulu percobaan bunuh diri, lalu keracunan makanan dan sekarang apa lagi? Aish, kenapa tidak mati saja sih?!” Geram Nyonya Cho Miyoung. “Kau tidak perlu repot-repot menjenguknya. Tapi kalau kau mau silahkan, eomma tidak melarang.”

“Aku? Menjenguknya? Cih, lebih baik aku tidur seharian daripada melihat anak sialan itu.” Ketus Joohyun. Gadis itu terdiam dan kemudian berbicara dengan nada yang serius. “Bagaimana dengan appa? Apa perlu kita memberi tahunya? Lagipula cepat atau lambat pasti appa akan tahu.”

“Kau tenang saja jagiya, itu semua biar eomma yang mengurus. Besok lusa kami akan pulang dan yeah, mungkin akan langsung menuju ke rumah sakit. Ku sarankan kau juga ada disana. Nanti kirimkan eomma alamat rumah sakitnya ya.”

“Ne.”

Joohyun menutup pembicaraannya dengan sang eomma yang masih berada di Taiwan. Joohyun melempar tubuhnya ke atas ranjang. Ia meleguh pelan. “Kyuhyun oppa dan Super Junior oppadeul pasti ada disana.” Gumamnya pelan. “Dasar gadis brengsek! Kenapa sih dia selalu dikelilingi namja-namja tampan? Mati saja kau Cho Haneul!”

*****

(KYUHYUN’s POV)

Ini pertama kalinya aku bertemu langsung dengan ayah kandung Haneul. Ayah yang tega menelantarkan putri kandungnya sendiri demi istri dan anak barunya. Pria paruh baya itu sedari tadi hanya diam membisu bahkan setelah aku menjelaskan secara terperinci mengenai keadaan putrinya. Entahlah, aku tak tahu apa yang sedang ia pikirkan. Namun aku bisa melihat dari pancaran matanya bahwa ia sangat mengkhawatirkan keadaan Haneul.

Saudara tiri Haneul yang bernama Joohyun serta ibu tirinya juga berada disini. Yang jelas mereka tidak bersedih. Terlihat jelas sekali dari wajah munafik mereka itu. Sedari tadi Joohyun mencuri-curi pandang kearahku. Aku tahu dari Sohyun bahwa Joohyun adalah ELF dan juga Sparkyu. Namun aku tidak senang. Justru aku menyesal mempunyai fans seperti dia. Dia yang telah mengacaukan hidup yeojaku. Ia juga yang dengan jahatnya menyebarkan foto-fotoku dan Haneul hingga membuat kami berdua dalam masalah.

Kulihat tangan ayah Haneul yang bergetar tatkala ia menyentuh wajah Haneul dengan perlahan. Andai Haneul melihat ini, ia pasti akan senang sekali.

Ponselku bergetar, tanda bahwa ada panggilan yang masuk. Aku mengambil ponselku yang berada disaku celanaku. Sungmin hyung yang menelpon. Aku keluar dari ruang rawat Haneul dan kemudian menjawab panggilan Sungmin hyung.

“Yoboseyo.” Sapaku.

“Kyuhyun-ah, netizen sudah tahu mengenai kabar kecelakaan Haneul dan sekarang wartawan sedang ramai menunggumu di halaman rumah sakit.”

Ya tuhan, secepat inikah mereka tahu?

“Arasso hyung. Terima kasih. Aku akan berusaha agar tidak bertemu mereka. Aku sedang tidak ingin memberikan penjelasan apa-apa.” Ujarku lelah.

“Ne. Kututup dulu telponnya, dan jangan lupa bahwa jam 8 nanti kau ada jadwal MC di Mammamia.” Sungmin hyung mengingatkanku.

“Ne, arasso hyung.”

Aku baru saja berniat untuk pergi ketika kudengar seseorang memanggil namaku. Aku menoleh dan seketika mood-ku menjadi semakin jelek ketika melihat bahwa Joohyun-lah orang yang tadi memanggilku. Ia tersenyum lebar seraya berjalan kearahku.

“Kyuhyun oppa. Naneun Joohyun imnida. Senang bertemu denganmu. Aku tak menyangka bahwa aku dapat bertemu dengan artis pujaanku. Rasanya seperti mimpi.” Ujar gadis itu bersemangat. Senyuman lebar masih terpatri diwajahnya. Aku hanya menanggapinya dengan datar. Aku tak ingin berurusan dengan manusia licik seperti dia.

“Aku sudah tahu siapa dirimu. Sohyun sudah bercerita banyak tentangmu, termasuk tentang semua perbuatanmu pada Haneul dan juga… soal penyebaran foto-fotoku dan Haneul di internet.” Aku berbicara dengan nada dingin seraya menatapnya setajam mungkin. Gadis ini mendadak pucat pasi ketika mendengar perkataanku.

“Oppa, aku_”

“Jangan memanggilku oppa. Aku tak suka mendengar panggilan itu keluar dari mulutmu.” Aku menatapnya tajam dan kemudian beranjak pergi dari hadapan gadis ini.

(KYUHYUN’s POV End)

*****

Satu bulan berlalu semenjak kejadian naas tersebut. Hyera sudah ditetapkan sebagai pelaku dan ia mendapat hukuman 15 tahun penjara atas perbuatannya tersebut. Sedangkan Haneul, gadis itu masih betah dalam tidur panjangnya. Tidak ada yang bisa memprediksikan kapan ia akan membuka matanya. Semua hanya bisa berharap bahwa keajaiban akan datang menghampiri Haneul dan membuat gadis itu tersadar dari komanya.

Kyuhyun?

Namja itu masih melakukan aktivitasnya sebagai member Super Junior seperti biasa. Hari-harinya diisi dengan kesibukan syuting, menyanyi, MC dan masih banyak lagi. Dari luar namja itu terlihat baik dan tanpa beban. Namun siapa yang sangka dibalik semua tawa dan canda yang ia perlihatkan didepan kamera tersimpan sebuah kecemasan dan juga rasa sakit yang sangat mendalam. Gadisnya masih bertahan dalam kondisi komanya. Hal tersebut membuat Kyuhyun hancur secara perlahan. Untungnya member Super Junior selalu berada disampingnya untuk menguatkan Kyuhyun, begitu juga dengan keluarga Kyuhyun yang sudah mengetahui mengenai hubungan Haneul dan Kyuhyun. Dan yang membuat namja itu semakin tegar untuk menghadapi hari-harinya adalah berkat dukungan ELF dan Sparkyu. Meskipun pada awalnya mereka menolak dan menentang kehadiran Haneul disisi Kyuhyun, namun semenjak kecelakaan itu terjadi, perlahan mereka berubah menjadi mendukung Haneul.

Bahkan tak jarang Kyuhyun mendapati fans-nya yang mengirimi Haneul bunga ataupun surat yang berisi doa dan juga semangat untuk Haneul. Sepertinya para fans Kyuhyun sadar bahwa kehadiran Haneul amat sangat penting bagi sang maknae tersebut. Minggu pertama Haneul koma, Kyuhyun sempat mogok untuk beraktivitas dan ia hanya duduk disamping Haneul, menunggu gadis itu sadar. Ia bahkan tidak peduli dengan kondisi kesehatannya sendiri. Mengetahui bahwa sang idola menjadi hancur dan merana membuat para fans Kyuhyun ikut dapat merasakan kesedihan dan penderitaan yang dialami oleh namja tampan itu. Hingga pada akhirnya mereka mengambil satu keputusan. Yah, keputusan bahwa mereka merestui Kyuhyun bersama Haneul.

*****

_SS5 SINGAPORE_

Lagu Daydream mengalun dengan merdunya. Para ELF terpukau dengan penampilan apik Super junior dalam membawakan lagu tersebut. Bahkan tak jarang ada ELF yang menangis terharu. Super Junior membawakan lagu tersebut dengan sepenuh hati, terlebih Kyuhyun. Pria itu bahkan meneteskan airmatanya. Lagu ini adalah lagu favorit Haneul. Haneul selalu ingin melihat mereka menyanyikan lagu ini secara live, namun sampai sekarang keinginan gadis itu belum terwujud.

mqdefault crying-kyuhyun-2

Menjelang akhir lagu Storm tangis Kyuhyun sudah tidak dapat dibendung. Ia sudah cukup lama menahan perasaannya, menutupi kesedihannya. Namun sekarang adalah puncaknya. Lagu ini membuat semua kenangannya akan Haneul terkuak kembali. Saat ia pertama kali menemukan buku harian gadis itu dan tanpa sengaja membacanya. Pertemuan tak terduga di Rumah Sakit, sampai akhirnya mereka menjadi akrab. Saat pertama kalinya ia mendengar gadis itu bernyanyi dengan suara merdunya. Dan… first kiss mereka. Kyuhyun sudah tidak kuasa menahan semuanya. Ia menangis terisak sampai Sungmin harus menyanyikan bagian Kyuhyun karena namja itu sudah tidak bisa menyanyi lagi.

Para ELF ikut menangis pilu. Mereka tidak kuasa melihat sang idola menderita. Begitu music berhenti para ELF langsung bertepuk tangan meriah. Mereka berteriak memberi dukungan kepada Kyuhyun.

“KYUHYUN OPPA WE LOVE YOU!” Teriakan membahana memenuhi stadiun berukuran besar yang menjadi tempat konser Super Junior itu.

“CHO KYUHYUN, CHO HANEUL, WE LOVE YOU!”

7zrdxl

Kyuhyun terharu melihat para ELF yang mendukungnya. Ia membaca spanduk-spanduk yang bertuliskan doa dan harapan untuk kesembuhan Haneul. Kyuhyun membungkukkan badannya 90 derajat. Ia benar-benar merasa sangat bersyukur karena mempunyai fans yang sangat mencintainya dan selalu mendukungnya dalam keadaan apapun seperti ELF.

“Ghamsahamnida! I don’t know what to say… but… I’m so touch by your action and I’m so proud to have you all as my fans. You are the best ELF!” Ujar Kyuhyun dengan bahasa Inggrisnya yang cukup fasih. Para ELF berteriak haru dan bertepuk tangan untuk Kyuhyun.

‘Andai kau bisa melihat ini. Mereka mencintaimu Haneul. Mereka menerimamu. Maka dari itu, Ku mohon kembalilah… Aku membutuhkanmu…’

*****

Jari-jari Haneul perlahan bergerak. Sohyun yang sedari tadi menemani Haneul sambil membaca novel tidak menyadari bahwa Haneul perlahan sudah mulai sadar. Gadis berambut sebahu itu baru menyadarinya saat ia mendengar suara serak Haneul yang memanggil namanya. Sontak Sohyun langsung bangkit dari sofa dan menghambur kearah Haneul.

“Omo Haneul-ah, kau sudah sadar rupanya!” Pekik Sohyun girang. “Chakkaman, aku panggilkan dokter dulu.” Sohyun langsung berlari keluar guna untuk memanggil dokter. Sangking senangnya, gadis itu sampai lupa bahwa ada tombol untuk memanggil suster disamping tempat tidur Haneul sehingga ia tidak perlu repot-repot menghampiri meja jaga suster.

Sepeninggal Sohyun, Haneul menatap langit-langit ruang rawatnya dalam diam. Ia tidak tahu berapa lama ia sudah tertidur. Yang terakhir ia ingat adalah detik-detik saat kecelakaan itu terjadi dan… wajah frustasi Kyuhyun yang penuh air mata kala meneriakkan namanya.

“Kyuhyun oppa…” Bisik Haneul lemah.

Haneul merasakan sekujur tubuhnya yang kaku dan sulit untuk digerakkan, mungkin akibat anggota tubuhnya tidak digerakkan selama sebulan lebih. Kepala gadis itu masih pusing. Ia memejamkan matanya untuk menahan rasa pusing yang menderanya.

Tak lama Sohyun datang bersama seorang dokter beserta seorang suster dan juga seorang laki-laki paruh baya yang dikenalnya dengan amat baik.

“Appa…” Haneul memanggil sang ayah dengan lemah. Sang ayah menatap penuh kelembutan seraya tersenyum hangat pada putrinya. “Appa senang kau sudah sadar. Kau membuat appa cemas.” Ujar sang appa membuat Haneul tersenyum kecil. Ia senang mendengar fakta bahwa ayahnya mencemaskannya.

“Bagaimana perasaanmu Haneul? Apa sudah lebih baik?” Tanya dokter yang menangani Haneul dengan ramah.

“Sudah lebih baik. Tapi tubuhku sulit untuk digerakkan. Kepalaku juga masih terasa sangat sakit.” Jawab Haneul lemah.

“Itu wajar, mengingat bahwa kau koma selama nyaris dua bulan. Tapi kau tidak perlu khawatir, dengan sedikit terapi keadaanmu akan kembali pulih.” Ujar sang Uisa.

*****

Kyuhyun berjalan dengan langkah pasti menuju kamar rawat Haneul. Pria tampan ini masih belum diberitahu mengenai kondisi Haneul. Padahal hyungdeul-nya sudah mendapatkan kabar dari Sohyun, namun mereka merahasiakan ini dari Kyuhyun atas permintaan Haneul sendiri. Gadis itu ingin memberikan kejutan pada Kyuhyun.

Kyuhyun menghembuskan napasnya sebelum ia meraih gagang pintu dan menggeser pintu tersebut. Namja itu melangkah masuk sembari menundukkan kepalanya. Ada sebuket mawar putih ditangan kanan namja itu.

“Akhirnya kau datang oppa…”

DEG!

Kyuhyun tersentak dan langsung menoleh kearah ranjang yang ditiduri oleh yeojanya. Kyuhyun mendapati gadisnya telah sadar dan sedang tersenyum lembut padanya. Kyuhyun masih terdiam. Ia mencubit tangannya sendiri untuk memastikan bahwa ini bukanlah mimpi.

“Ya, kenapa masih berdiri disana? Oppa tak merindukanku?” Tanya Haneul dengan wajah cemberut. Kondisi gadis itu sudah kelihatan lebih baik meskipun wajahnya masih pucat dan masih terdapat perban yang melilit kepalanya.

Kyuhyun langsung berlari dan memeluk Haneul erat. Ia bahkan menjatuhkan buket bunganya begitu saja. “Aku senang kau sudah sadar. Aku merindukanmu…” Lirih Kyuhyun sambil sesekali mengecup puncak kepala Haneul. Gadis itu membalas pelukan Kyuhyun tak kalah eratnya.

“Aku juga senang dapat bertemu denganmu lagi.” Balas gadis itu.

“Kenapa tak ada yang mengabariku bahwa kau sudah sadar, eo?”

Haneul terkekeh kecil. “Aku yang meminta. Aku ingin memberikan kejutan untukmu.”

“Dan kau berhasil sayang. Kau membuatku amat sangat terkejut.”

Kyuhyun melepaskan pelukannya dan kemudian menatap Haneul intens. Tersirat kerinduan yang amat sangat besar dalam tatapannya. Kyuhyun memajukan wajahnya dan sedetik kemudian bibir mereka saling menempel dengan lembut. Kyuhyun melumat bibir Haneul dengan lembut. Pria itu agak sedikit memiringkan kepalanya agar mendapat posisi yang nyaman. Begitu juga dengan Haneul. Ciuman mereka terlepas ketika masing-masing dari mereka nyaris kehabisan oksigen.

Kyuhyun menangkupkan kedua tangannya dipipi Haneul. Dahi mereka saling bersentuhan. Haneul tersenyum lembut seraya bertanya, “Apa ada banyak hal yang telah ku lewatkan selama koma?”

“Eo, tentu saja ada. Banyak sekali malah. Dan kurasa kau akan senang mengetahui apa saja yang telah kau lewati.” Kyuhyun tersenyum manis dan kemudian mengecup dahi Haneul pelan.

*****

(Haneul’s POV)

23

Air mataku tak henti-hentinya mengalir. Ini bukan air mata kesedihan, melainkan air mata kebahagiaan. Dengan mata kepalaku sendiri aku melihat bagaimana ELF dan Sparkyu memberikan dukungan pada kami, aku dan Kyuhyun oppa. Oppadeul menunjukkan berbagai rekaman ELF dan Sparkyu yang menunjukkan dukungan mereka padaku. Ternyata mereka sudah mulai bisa menerima keberadaanku disamping Kyuhyun oppa.

Dalam hati aku tak henti-hentinya mengucapkan syukur atas anugerah indah ini.

“Nah, kalau yang ini adalah rekaman saat Super Show di Singapore beberapa hari yang lalu.” Sungmin oppa memutarkan video yang lain. Aku kembali merasa terharu saat mereka para ELF Singapura itu meneriakkan bahwa mereka mencintaiku. Bahkan aku melihat beberapa dari mereka membawa spanduk bertuliskan namaku.

“Kau lihat sendiri kan bagaimana para ELF sangat menyayangimu seperti mereka menyayangi kami?” Siwon oppa yang duduk disebelahku mengusap rambutku dengan lembut.

“Ne. ELF memang daebak. Mereka sangat baik.” Ucapku sambil tersenyum. Kyuhyun oppa yang duduk dipinggir ranjang rawatku menatapku dengan senyuman hangatnya. Senyum favoritku. Tangannya yang besar menggenggam tanganku, membuatku bisa merasakan kehangatan yang mengalir dari tangannya.

“Omo, kau sudah menjadi tenar sekarang! Lihatlah hadiah-hadiah ini. Ck ck ck…” Sohyun menggelengkan kepalanya. Gadis itu menatap takjub pada setumpuk hadiah pemberian dari ELF untukku.

“Wae? Kau mau tenar juga? Ja, ayo kita buat skandal yang heboh!” Ajak Eunhyuk oppa dengan bersemangat. Sohyun mengambil bantal yang ada dibalik punggungnya dan yup! Bantal itu mendarat dengan sukses diwajah Eunhyuk oppa.

“Yak!” Pekiknya.

Sohyun menyipitkan matanya. “Mwo? Kau pikir aku yeoja gampangan, hah?”

“Cih, kau ini kasar sekali. Sikapmu menyebalkan persis Heechul hyung.”

“Gomawo, aku anggap itu pujian. Heechul oppa memang panutanku.” Balas Sohyun dengan wajah datarnya. Oppadeul tertawa geli melihat tingkah mereka berdua, begitu juga denganku.

Aku senang sekarang semuanya berjalan dengan baik. Respon ELF dan Sparkyu terhadapku dan juga sikap appa yang perlahan mulai kembali seperti yang  dulu, seorang appa yang pengertian dan sangat menyayangi putrinya. Yah, walaupun hubunganku dengan eomma dan Joohyun masih sama seperti dulu. Tapi itu bukan masalah bagiku. Toh, aku mendapatkan kasih sayang appaku kembali. Ada Sohyun yang selalu setia disampingku. Dan juga ada oppadeul Suju yang menyayangiku layaknya aku ini adalah dongsaeng kandung mereka. Dan yang semakin melengkapi hidupku adalah cinta dari Kyuhyun oppa. Namja yang selama bertahun-tahun aku cintai.

Cho Kyuhyun, you really make my life complete…

(Haneul’s POV End)

*****

Super Junior mendapat libur pasca tour dunia Super Show 5 mereka. Maka dari itu mereka memutuskan untuk mengisi liburan mereka dengan berlibur di Villa Siwon yang berada di pulau Jeju. Dan yah, disanalah mereka sekarang. Di pulau eksotis yang indah bernama Jeju.

Full_Housetumblr_lln18aUjAT1qedj9l

Haneul dan Kyuhyun duduk diteras villa, sedangkan member Super Junior yang lain dan juga Sohyun masih asyik dengan kegiatan barbekyu mereka. Haneul memandangi kesibukan oppadeul Suju dan juga sahabatnya dengan senyum yang terpatri jelas diwajah cantiknya. Sesekali gadis itu tertawa kecil melihat tingkah lucu yang dilakukan oleh member Super Junior. Terlihat jelas sekali bahwa gadis itu merasa sangat bahagia. Kyuhyun yang sedari tadi berdiri disamping Haneul tak kalah bahagianya. Sedari tadi namja itu mencuri-curi pandang kearah yeojanya. Hatinya terasa sangat senang dan juga lega karena melihat Haneul bahagia. Semenjak ia mengenal Haneul, hanya ada satu yang ia sangat ingin lakukan. Yaitu membahagiakan Haneul.

Sekarang keinginan itu sudah terwujud. Ia sudah berhasil membahagiakan gadisnya. Dalam hati Kyuhyun bertekad akan selalu menjaga senyum diwajah Haneul. Takkan dibiarkannya senyum itu memudar ataupun menghilang.

‘Kau telah melengkapi hidupku dengan kehadiranmu. Aku berjanji akan selalu menjagamu. Aku sangat menyayangimu…’ Batin Kyuhyun sembari menatap Haneul lembut.

Haneul menolehkan kepalanya. Manik matanya bertumbukan dengan manik mata Kyuhyun. Mereka saling melempar senyuman hangat. Haneul menggenggam tangan Kyuhyun. “Gomawo oppa, because you make my life complete…”

Kyuhyun menarik tubuh Haneul kedalam pelukannya. Dikecupnya puncak kepala gadis itu. Kyuhyun membenamkan wajahnya dilekukan leher Haneul dan menghirup aroma tubuh gadis itu yang manis. Begitu pun dengan Haneul, gadis itu menghirup aroma mint yang menguar dari tubuh Kyuhyun. Keduanya berpelukan cukup lama sampai akhirnya teriakan Shindong menyadarkan mereka.

“Yak duo maknae, ayo makan!” Teriak Shindong seraya mengancungkan setusuk daging panggang.

“Ne, sudahi dulu lovey dovey kalian. Nanti setelah makan baru lanjutkan lagi.” Seru Zhoumi sambil membantu Ryeowook memanggang daging. Member yang lain tertawa geli menanggapi ocehan Zhoumi.

Kyuhyun berdecak kesal. “Ck, mengganggu saja. Kajja!” Namja itu menarik tangan Haneul pelan dan bergabung bersama member Super Junior serta Sohyun.

Malam yang panjang itu dihabiskan dengan suka cita oleh mereka semua. Setelah masalah yang  silih berganti menghampiri mereka, akhirnya semuanya bisa terselesaikan dan berakhir dengan baik. Sekarang tidak ada yang perlu mereka khawatirkan. Asalkan bersama, semua masalah pasti akan dapat dilalui dengan baik.

 

-The End-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

14 tanggapan untuk “You Make My Life Complete (Part 14 – END)

  1. happy ending
    Jiahaha kenapa sohyun kgk sama hyukjae aja pasti seru tuh kkkk~
    Pengen jadi haneul u,u jadi tenar gegara pacarnya kyuhyun nanti saingan sama kyu wkwk lol

  2. Huwaa seneng merwka akhirnya bahagia ,, walaupun masih gregetan sama appanya haneul yang belum tau sifat jahat istri dan anak tirinya ,, tapi dibakik semua itu merasa lega karena mereka bersatu tanpa ada gangguan dari para fans

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s