Diposkan pada Chapters, The Daily Life Of Super Junior's Little Sisters

(Cho Jiyoung’s Story) In The Middle Of The Night (Part 2 – End)

kyula88-107

Author : Cho Haneul (KyuLa88)
Title       : The Daily Life Of Super Junior’s Little Sisters
(Cho Jiyoung’s Story – In The Middle Of The Night)
Type      : Twoshoot
Genre    : Horror, Mystery, Family
Poster  : http://ssoopuding.wordpress.com/

Cast :
– Cho Jiyoung
– Cho Kyuhyun
– Song Kwangso (OC)
________________________________________

 

“Rasanya oppa membayar terlalu mahal untuk hal seperti ini.” Jiyoung menatap Kyuhyun yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi. Pria itu mengenakan celana training hitam dan baju kaos yang berwarna biru gelap. Tak lupa ia juga mengenakan hoodie yang berwarna senada dengan celananya.

Kyuhyun meraih sebotol air mineral dari tangan Jiyoung dan menenggaknya sampai habis. “Disaat seperti ini harga bukanlah masalah. Yang terpenting kita dapat tempat untuk berteduh malam ini. Dan kamar ini cukup layak untuk ditempati, setidaknya lebih baik daripada harus tidur didalam mobil dengan resiko badanmu akan jadi kaku.” Ujar Kyuhyun sambil berbaring ditempat tidur. Jiyoung juga langsung membaringkan tubuhnya tepat disebelah sang oppa.

“Tapi… em… entah mengapa aku merasa ada yang aneh dengan rumah ini. Perasaanku tidak enak semenjak kita menginjakkan kaki disini.” Bisik Jiyoung pelan. Kyuhyun membalikkan badannya hingga ia langsung berhadapan dengan Jiyoung. Ditatapnya wajah cemas yang terpatri jelas diwajah cantik dongsaengnya. Tangan Kyuhyun melingkar dipinggang Jiyoung. “Itu wajar, Young. Rumah ini kan rumah tua. Perasaan seperti itu wajar kau alami. Tapi tenanglah, takkan ada hal aneh yang akan terjadi.” Kyuhyun mencoba meyakinkan Jiyoung.

“Sekarang pejamkan matamu.” Ujar Kyuhyun layaknya seorang ayah yang menyuruh putrinya untuk tidur.

“Oppa… apa kau tidak aneh dengan perkataan ahjussi tadi yang melarang kita untuk keluar dari kamar diatas jam 12 malam? Dan juga bunga-bunga serta lilin aneh itu. Untuk apa si ahjussi itu meletakkan benda-benda aneh itu dijendela dan juga disamping pintu?” Jiyoung masih bersikeras untuk menyuarakan pemikirannya. Gadis berusia 19 tahun itu menatap bunga-bunga serta lilin dan beberapa benda aneh yang tadi diletakkan oleh Jongdae ahjussi.

“Apa benda-benda itu semacam pengusir hantu, eo?” Jiyoung bergidik ngeri ketika mengatakannya.

“Aish sudahlah, jangan berbicara aneh-aneh. Ini sudah malam dan kita harus tidur. Aku sudah lelah dan kedinginan.” Ucap Kyuhyun sembari memejamkan matanya.

Jiyoung hanya diam dan menuruti perkataan Kyuhyun. Sebisa mungkin ia mencoba untuk menghapus segala macam pemikiran aneh yang muncul dikepalanya. Jiyoung  merapatkan tubuhnya dalam pelukan Kyuhyun. Malam ini suasana sangat dingin ditambah dengan hujan yang sedari tadi tidak berhenti membasahi bumi.

‘Yah, semoga saja memang tidak ada apa-apa…’ Batin Jiyoung.

 

*****

 

 

(Jiyoung’s POV)

Samar – samar aku mendengar suara anak kecil yang tertawa. Bulu kudukku langsung berdiri kala suara tawa itu semakin terdengar dekat. Aku mencengkram selimutku dengan sangat erat, hingga buku-buku jariku memutih.

Wuuusssh~

Angin malam yang dingin berhembus dengan sepoi-sepoi menerpa wajahku. Angin? Omo, bukankah jendelanya tadi tertutup?!

Dengan segera aku melayangkan pandanganku kearah jendela yang ada disampingku. Dan benar saja, ternyata jendela itu sudah terbuka dengan lumayan lebar. Aku terpaku menatap jendela itu. Entah mengapa aku merasa seperti ada yang mengintai kami dari luar jendela sana. Hujan sudah berhenti turun kira-kira 30 menit yang lalu. Sekarang yang tertinggal hanyalah rintik-rintik sisa hujan, genangan air, serta bau tanah yang lembab khas hujan. Jika biasanya aku sangat menikmati saat-saat seperti ini, namun kali ini berbeda. Bau tanah lembab khas hujan yang biasanya selalu bisa membuatku tenang, tapi kali ini justru malah membuatku merinding dan gelisah.

Aku menolehkan kepala kearah Kyuhyun oppa. Dalam keremangan ini dapat kulihat napasnya yang berhembus secara teratur. Ia tidur dengan sangat nyenyak rupanya. Dengan perlahan aku menjulurkan tanganku menuju dahinya. Ah, syukurlah badannya tidak panas. Aku sempat khawatir ia akan demam mengingat ia tadi berada dalam kondisi basah kuyup untuk waktu yang cukup lama.

Kreeek~

DEG!

Jantungku seakan melompat dari tempatnya. Suara itu… suara itu terasa sangat jelas sekali!

“Op…oppa…” Panggilku nyaris tak bersuara. Aku mengguncang tubuh Kyuhyun oppa dengan tanganku yang sudah berkeringat.

“Eung…” Leguhnya dengan nada malas. “Ada apa, eo?” Tanya Kyuhyun oppa dengan mata yang masih tertutup.

Aku menjawab dengan gemetaran. “Ada sesuatu diluar sana. Nan… aku mendengar suaranya tadi…”

“Tidak ada apapun diluar sana, jagi. Kalaupun ada, itu hanyalah tikus atau hewan menjijikkan lainnya. Kau tahu kan rumah ini sudah lama tak ditempati.”

“Atau mungkin itu hantu.” Balasku.

Kyuhyun oppa menatapku dengan sayu. “Tidak ada hantu. Sekarang tidurlah. Aku benar-benar sangat mengantuk, Young.” Setelah mengucapkan itu Kyuhyun oppa kembali terlelap. Aku kesal setengah mati sampai rasanya ingin menangis. Jelas-jelas memang ada sesuatu diluar sana! Haruskah aku keluar dan menyelidikinya sendiri?

Dan kemudian mati konyol karena hantu itu? Aish, sirheo!

Jika difilm-film horror yang biasa aku tonton, sang pemeran utama wanitanya pasti akan nekat menyelidiki sendiri suara-suara yang mengganggunya itu. Tapi sayangnya ini bukan film horror, dan aku cukup pintar untuk tidak melakukan hal bodoh seperti itu. Jadi yang selanjutnya aku lakukan adalah…

Tentu saja kembali tidur dan berpura-pura tidak ada yang terjadi! Ne, langkah yang cukup pintar, menurutku.

(Jiyoung’s POV End)

 

*****

 

(Kyuhyun’s POV)

Argh, ada apa diwajahku ini?!

Aku meraba-raba wajahku sendiri. Sedari tadi aku merasa seperti ada sesuatu yang menggelitik wajahku. Rasanya seperti ada rambut yang menerpa wajahku. Dan benar saja! Jari-jariku menyentuh sesuatu yang halus seperti rambut. Dengan susah payah aku membuka mataku.

DEG!

Tidak ada apa-apa!

Aku menoleh kesekelilingku untuk lebih memastikan. Ne, tidak kudapati sehelai rambutpun diwajahku. Kalau begitu yang tadi kuraba, apa?!

Kutolehkan kepalaku kearah Jiyoung. Yeodongsaengku ini sudah terlelap nyenyak. Yah, syukurlah dia bisa tidur dengan tenang jika mengingat bagaimana paranoidnya ia tadi. Jiyoung memang paling takut dengan hal-hal yang berbau horror. Jadi, aku sudah biasa menghadapi sikapnya yang seperti tadi.

Aku bangkit dengan perlahan dari tempat tidur, tidak ingin membuat Jiyoung terjaga. Kurenggangkan sedikit otot-otot tubuhku yang terasa sedikit kaku sebelum akhirnya aku berjalan menuju toilet yang masih terletak didalam kamar ini. Saat menuju ke toilet aku melewati segala macam benda-benda aneh yang tadi diletakkan oleh Jongdae ahjussi.  Jujur, sebenarnya aku juga heran mengapa benda-benda itu diletakkan disini.

Apa… jangan-jangan yang dikatakan oleh Jiyoung tadi benar?!

‘Aish, Cho Kyuhyun! Berhentilah berpikiran yang tidak-tidak!’ Batinku sembari mengacak rambut hitamku dengan asal.

(Kyuhyun’s POV End)

*****

 

 

Jiyoung mengeliat dalam tidurnya. Perlahan kedua mata gadis itu terbuka. Jiyoung langsung meraba sebelah kanannya, tempat sang oppa berbaring tadi. Namun seketika gadis itu terduduk diatas ranjang dengan wajah yang mulai pucat pasi karena tidak menemukan sosok sang oppa disebelahnya. Berbagai macam pikiran mulai muncul dibenak gadis itu.

‘Apa oppa meninggalkanku?’

‘Andwae! Oppa sudah berjanji tidak akan pergi kemana-mana tanpaku. Tapi kalau begitu, dimana dia sekarang?’

Jiyoung masih sibuk dengan pikirannya sendiri, ketika tanpa sadar matanya menoleh kearah pintu. Pintu itu terbuka. Pikiran bahwa Kyuhyun meninggalkannya pun semakin menguat dalam benak Jiyoung. Dengan sigap gadis itu berjalan menuju kearah pintu. Tepat sebelum ia melangkahkan kakinya keluar kamar, ia teringat pada peringatan yang diucapkan Kim Jongdae ahjussi bahwa mereka tidak dibenarkan untuk keluar kamar lewat tengah malam. Jiyoung melirik jam Baby G birunya. Pukul 12 malam lewat 10 menit.

Gadis itu mendesah pelan. Ini jelas sudah lewat tengah malam, dan berarti peringatan itu berlaku sekarang. Jiyoung kembali melirik Baby G birunya dan kemudian melirik lorong didepan kamarnya yang remang-remang. Sepintas gadis itu melihat Kyuhyun yang sedang berjalan menyusuri lorong. Tanpa pikir panjang Jiyoung langsung melangkahkan kakinya keluar kami demi mengejar sosok sang oppa tersebut.

Tapi yang menjadi pertanyaannya adalah…

Apakah sosok itu memang benar seorang Cho Kyuhyun?

 

*****

 

 

_IN THE BATHROOM_

Kyuhyun memutar keran air yang ada diwastafel. Air yang lumayan deras pun mengalir dari mulut keran air yang agak sedikit berkarat itu. Tepat ketika Kyuhyun mengangkat wajahnya guna untuk menatap cermin, pria tampan itu langsung tersentak kaget.

“Omona!” Seru Kyuhyun kaget tatkala ia melihat bayangan hitam yang berdiri tak jauh dibelakangnya. Tapi dalam hitungan detik bayangan itu sirna tak berbekas, bagai tak pernah ada apapun disana. Kyuhyun mengerjapkan matanya. Pria tampan itu yakin bahwa ia baru saja melihat sebuah bayangan, namun sebagian pikirannya mengatakan bahwa ia hanya salah lihat, mengingat bahwa ia masih dalam keadaan mengantuk.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya dan kemudian ia melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi. Namun langkah kakinya terhenti tepat didepan pintu ketika ia melihat sosok seorang wanita berbaju putih nan lusuh yang duduk ditempat tidur, tepat ditempat Jiyoung tadi.

“Jiyoung?” Panggil Kyuhyun pelan dengan agak ragu.

Sosok itu tetap diam ditempatnya, seakan tidak mendengar panggilan Kyuhyun. Kyuhyun pun semakin ragu jika sosok itu adalah Jiyoung. Ruangan yang minim penerangan membuat pria itu agak sulit mengenali sosok wanita tersebut. “Nuguya?” Panggil Kyuhyun lagi dengan nada yang agak sedikit tegas.

Perlahan, sosok wanita yang sedang duduk ditempat tidur itupun menolehkan kepalanya. Jantung Kyuhyun nyaris melompat dari tempatnya ketika ia melihat rupa wanita tersebut. Wajah pucat dan bibir yang membiru. Serta ada beberapa luka sayatan diwajahnya yang mengeluarkan darah yang berwarna merah kecoklatan. Kyuhyun tidak bisa berkata apa-apa. Bibirnya seakan terkunci dan pita suaranya seakan tercekat hingga ia tidak bisa mengeluarkan suara, bahkan hanya sekedar bisikan kecil.

Sosok itu menyeringai lebar dan itu membuat perut Kyuhyun bergejolak ingin muntah. Bagaimana tidak? Dari dalam mulut wanita itu mengalir darah segar dan juga cairan menjijikkan lainnya. Dan yang lebih parahnya lagi mulut wanita itu robek hingga kerahangnya.

Kyuhyun langsung mengambil langkah seribu sebelum sosok hantu wanita itu menghampirinya. Dan yang ada dipikiran namja itu cuma satu. Keselamatan Jiyoung.

 

*****

 

 

“Oppa! Geumanhe!” Seru Jiyoung seraya berusaha mengimbangi langkah panjang sesosok namja yang dikiranya Kyuhyun. Tapi tentu saja namja itu bukanlah sang oppa. Jiyoung yang masih belum mengetahui itu pun, masih terus mengikuti namja yang menyerupai Kyuhyun itu. Namja itu menaiki anak tangga satu persatu dengan langkah yang lumayan cepat. Kali ini Jiyoung berhasil mengimbangi langkah namja asing tersebut.

“Kau jahat sekali meninggalkanku di kamar. Oppa kan sudah berjanji takkan pergi kemanapun tanpa diriku.” Jiyoung bersungut kesal. Gadis itu tepat berada dibelakang sang namja. Tidak ada reaksi yang berarti dari namja itu. Meski begitu Jiyoung tidak merasa heran sedikitpun. Gadis itu bahkan kembali membuka suaranya yang tentu saja takkan direspon orang yang dimaksud.

“Oppa, kau mau kemana?” Tanya Jiyoung bingung. Melihat tak ada respon dari namja tersebut membuat Jiyoung semakin kesal. Namun ia tidak mengatakan apa-apa dan memilih untuk tetap mengikuti langkah kaki namja yang menyerupai Kyuhyun itu.

Namja itu melangkah dengan pasti menuju ke sebuah ruangan yang sangat gelap dan terkesan pengap dengan sarang laba-laba yang bergelantungan dilangit-langitnya. Mendadak Jiyoung menjadi panic. Belum lagi sedari tadi gadis itu merasa bulu romanya berdiri. Jiyoung menatap dengan liar sekelilingnya, namun tak ada yang ditemukannya disana.

“Oppa… apa yang akan kau lakukan disini, eo?” Tanya Jiyoung takut. Sosok itu berdiri diam layaknya sebuah patung. Jantung Jiyoung semakin berdebar keras. Mati-matian ia menahan rasa takutnya. Secara tiba-tiba namja yang menyerupai Kyuhyun itu membalikkan badannya. Dan… tampaklah wajah asli namja tersebut yang kontan saja membuat Jiyoung berteriak ngeri.

“AAAAA…!!!!”

Jiyoung langsung memalingkan wajahnya saat matanya menatap wajah pria yang sudah hancur dihadapannya itu. Gadis itu langsung mengambil langkah seribu, namun belum jauh ia berlari, tepatnya diujung lorong yang gelap tersebut, Jiyoung melihat seorang wanita yang melayang menuju kearahnya dengan sebilah pisau ditangannya. Jiyoung kontan saja menjadi semakin panik. Gadis itu langsung berlari berlawanan arah dengan arah datangnya hantu wanita tersebut.

Sambil berlari tak henti-hentinya Jiyoung menoleh kebelakang. Hantu wanita itu sudah tak terlihat dibelakangnya, entah kemana perginya dia. Jiyoung kembali memalingkan wajahnya kedepan. Dan…

“AAAAAA…!!!”

BRUK!

 

*****

 

 

Disisi lain, Kyuhyun yang sedari tadi sibuk berlarian mencari keberadaan Jiyoung tiba-tiba mendengar suara teriakan yang ia yakini seratus persen bahwa itu adalah teriakan adiknya. Tanpa pikir panjang Kyuhyun langsung berlari dengan langkah yang lebar-lebar menuju kearah datangnya suara. Beruntung lampu menyala dibeberapa tempat meskipun nyalanya redup, sehingga lebih memudahkan ia untuk melihat keadaan sekeliling.

Napas Kyuhyun sudah terengah-engah dan peluh juga sudah membanjiri wajah tampannya ketika ia menapakkan kakinya pada anak tangga yang terakhir. Yah, namja itu sudah sampai dilantai 2 tempat ia mendengar suara teriakan Jiyoung.

“Jiyoung-ah, neo oddiseo?!” Teriak Kyuhyun nyaring. Mata tajam namja itu menelusuri sekitar lorong gelap tempatnya berdiri sekarang.

“ANDWAE! OPPA!!!”

“Jiyoung!”

Kyuhyun langsung melesat menuju arah datangnya suara. Sesampainya disana, mata Kyuhyun membulat kaget. Dengan mata kepalanya sendiri ia melihat dongsaeng-nya sedang berusaha keras mempertahankan dirinya yang tengah diseret oleh seorang wanita bertampang seram. Hantu wanita itu adalah hantu wanita yang tadi ditemuinya di kamar.

Jiyoung mempertahankan dirinya sedari tadi dengan cara memeluk pilar rumah yang kokoh dengan kedua tangannya. Beruntung gadis cantik itu sempat menyambar pilar yang ada didekatnya ketika hantu wanita tersebut menarik pergelangan kakinya hingga membuat ia jatuh tertelungkup.

Tepat sebelum pegangan Jiyoung terlepas, Kyuhyun sudah menyambar sebelah tangan gadis itu dan menggenggamnya erat. Hantu wanita itu menatap Kyuhyun dengan murka, namun seakan sudah tidak mengenal rasa takut lagi, Kyuhyun malah balas menatap hantu tersebut sembari tangannya tetap berusaha menarik Jiyoung dari cengkraman hantu wanita tersebut.

“Oppa, tolong aku… hiks…” Jiyoung menangis tersedu-sedu. Dari jarak dekat Kyuhyun dapat melihat memar yang cukup besar didahi sang dongsaeng. Mungkin akibat terjatuh tadi.

“Bertahanlah, Young!” Seru Kyuhyun.

Sayangnya kekuatan hantu wanita tersebut lebih unggul daripada Kyuhyun. Setidaknya hantu wanita tersebut sukses menarik tubuh Jiyoung hingga setengah tubuhnya masuk kedalam cermin tua yang beberapa waktu lalu Jiyoung lihat. Kyuhyun semakin panik. Tubuh pria itu pun juga ikut tertarik sedikit demi sedikit.

“Argh! Setan biadab kau! Lepaskan kami!” Amuk Kyuhyun. Wajah pria itu sudah memerah karena marah dan juga lelah.

Dengan sisa-sisa tenaga yang ia kerahkan, sedikit demi sedikit tubuh Jiyoung yang tadinya masuk kedalam cermin keluar dengan perlahan. Melihat itu semangat Kyuhyun semakin terpacu. Dengan satu tarikan yang amat sangat kuat, ia berhasil menarik Jiyoung keluar dari cermin. Tubuh Jiyoung jatuh kepelukan Kyuhyun.

“Oppa!” Isak Jiyoung sembari memeluk Kyuhyun erat.

“Kajja! Kita tidak punya banyak waktu.” Kyuhyun menarik tangan Jiyoung dan mereka berdua pun lari secepat mungkin guna untuk keluar dari rumah angker yang penuh misteri itu.

“Oppa, itu!” pekik Jiyoung takut ketika melihat ada seorang nenek tua dengan wajah yang sudah amat sangat keriput sedang duduk disebuah kursi goyang, tepat disamping tangga.

“Tidak usah dilihat! Kajja!”

 

*****

 

 

(Jiyoung’s POV)

Rasanya kedua kakiku sudah tidak bisa kupakai untuk berlari lagi. Aku sudah terlalu lemas ditambah dengan rasa takut yang menyelimuti diriku. Aku hanya ingin keluar dari rumah hantu ini.

“Oppa, kenapa kita kembali ke kamar ini? Seharusnya kita segera keluar dari rumah ini!” Tanyaku histeris ketika Kyuhyun oppa menarik tanganku menuju kamar yang tadi kami tiduri dan bukannya menuju pintu keluar.

“Kunci mobilku masih didalam kamar. Begitu juga dengan handphone dan lainnya. Kita bisa keluar lewat jendela. Tak ada teralis besinya.” Jawab Kyuhyun oppa.

Sesampainya di kamar, baik aku maupun Kyuhyun oppa langsung bergegas mengambil barang-barang kami, terutama barang yang paling penting yaitu kunci mobil dan handphone.

“Oppa palli!” Teriakku bagai orang kerasukan tatkala suara-suara mengerikan itu kembali terdengar. Yah, suara tawa seorang wanita -lebih tepatnya hantu wanita- yang sangat menyakitkan gendang telingaku.

Kyuhyun oppa bergegas membuka jendela yang ada didalam kamar ini. Sayangnya jendela ini menghadap halaman belakang, sehingga kami masih harus mengitari halaman rumah demi bisa sampai ke mobil kami. Tak apalah, asal kami bisa pergi dari tempat terkutuk ini.

Kyuhyun oppa mengangkat tubuhku agar aku bisa lebih mudah memanjat keluar dari jendela. Setelah aku menapakkan kakiku dengan selamat ditanah, Kyuhyun oppa bergegas memanjat keluar dari jendela. Aku menatap sekelilingku dengan was was. Aku takut jika aku harus bertemu hantu-hantu itu lagi.

TAP

Kyuhyun oppa mendarat dengan sukses, tepat disebelahku. Tanpa membuang banyak waktu lagi, aku dan Kyuhyun oppa bergegas berlari mengitari halaman ini menuju mobil kami. Beberapa kali aku nyaris jatuh terjerembab ke tanah, namun untungnya Kyuhyun oppa selalu sigap menahan tubuhku.

Tanpa sengaja mataku menoleh keatas beranda, dan betapa terkejutnya aku ketika melihat ada kaca yang akan jatuh menimpa kami. Sepertinya Kyuhyun oppa juga sadar, karena tepat beberapa detik sebelum kaca itu jatuh menimpa kepala kami, Kyuhyun oppa menangkisnya dengan tangan kirinya hingga membuat tangan kirinya berdarah akibat goresan kaca yang tajam.

“Palli palli!” Kyuhyun oppa berseru dengan panik sambil sesekali meringis menahan sakit akibat luka ditangannya.

Kami berdua langsung bergegas masuk kedalam mobil. Tangan Kyuhyun oppa dengan gemetar berusaha memasukkan kunci mobil kedalam lubangnya. Begitu kunci diputar, mesin pun menyala. Tanpa memakan waktu banyak, Kyuhyun langsung menginjak pedal gas hingga mengeluarkan suara decitan yang cukup memekakkan telinga. Dengan gaya layaknya pembalap F4, Kyuhyun oppa memacu mobilnya dengan kecepatan penuh. Bahkan kurasa ia sudah melupakan fakta bahwa ban mobilnya tengah dalam kondisi yang kritis. Tapi jika dalam keadaan seperti ini siapapun tak akan peduli.

Aku menolehkan kepalaku kebelakang, menatap rumah angker yang baru saja kami tinggali itu. Disana, tepat di beranda depan rumah itu, berdiri hantu wanita yang tadi mengganggu kami dan juga seorang pria yang wajahnya rusak. Ani, bukan hanya mereka berdua! Diberanda lantai 2 ada seorang nenek yang sedang duduk dikursi goyang serta seorang anak kecil yang wajahnya pucat tak dialiri darah. Rumah itu… benar-benar sarang hantu!

(Jiyoung’s POV End)

 

*****

 

 

“Omo, kalian menginap di rumah itu? Aigoo… rumah itu memang angker sekali. Aish jinjja, tak kusangka Jongdae akan setega itu pada kalian berdua.”

Pada akhirnya Kyuhyun beserta Jiyoung kembali ke bengkel yang tadi mereka singgahi. Untungnya sang pemilik bengkel itu masih berada disana, ia sepertinya baru akan menutup bengkel kecilnya itu. Sang ahjussi yang ternyata bernama Song Kwangso pun menyambut mereka dengan ramah. Pria paruh baya itu begitu kaget ketika Cho bersaudara menceritakan pengalaman horror yang baru saja mereka alami. Bahkan tubuh Jiyoung masih bergetar ketakutan. Gadis itu tak membiarkan tautan tangannya dilengan Kyuhyun terlepas barang sebentar saja. Dan Kyuhyun memaklumi hal tersebut.

“Kurasa Jongdae melakukan ini semua karena ia sangat membutuhkan uang.” Ucap Kwangso ahjussi sembari menyerahkan kotak P3K ketangan Kyuhyun.

“Tapi bukan berarti dia bisa seenaknya saja menjerumuskan kami ke rumah angker itu. Bagaimana jika nyawa kami melayang? Aish!” Geram Kyuhyun. Jiyoung hanya diam sembari dengan telaten mengobati luka ditangan Kyuhyun.

“Ne, dia memang salah. Aku akan memintanya untuk mengembalikan uang yang telah kalian berikan.” Ujar Kwangso ahjussi, tetapi Kyuhyun langsung menolaknya. “Sudahlah, biarkan saja uang itu. Aku ikhlas memberikannya. Aku hanya tidak suka dengan caranya yang seenaknya menjerumuskan kami.” Jawab Kyuhyun.

Pada akhirnya baik Kyuhyun maupun Jiyoung selamat dari gangguan hantu-hantu yang berada di rumah kosong tersebut. Kyuhyun maupun Jiyoung sama sekali tidak tahu apa alasan hantu-hantu itu menganggu mereka dan kejadian apa yang menyebakan rumah itu menjadi hunian para hantu seperti sekarang. Mereka tidak tahu dan sama sekali tidak berniat untuk tahu. Kejadian ini, sebisa mungkin mereka akan coba untuk lupakan.

Malam itu, Kyuhyun dan Jiyoung terpaksa menghabiskan sisa malam mereka dibengkel kecil milik Kwangso ahjussi yang berbaik hati menawarkan tempat itu untuk mereka berteduh. Setidaknya tempat itu berkali-kali lipat lebih baik dibandingkan rumah kosong yang penuh dengan segala macam jenis hantu itu.

Pagi-pagi Kwangso ahjussi datang sembari membawa ban mobil yang dari semalam mereka butuhkan. Setelah ban tersebut terpasang sempurna dimobil Kyuhyun, kedua kakak beradik Cho itupun melanjutkan perjalanan mereka menuju Gwangju.

“Kau berhutang banyak penjelasan pada eomma dan appa.” Ucap Jiyoung sembari menatap oppanya.

“Alasan bohong atau jujur?”

Jiyoung terdiam sejenak sebelum akhirnya gadis itu membuka suaranya. “Kurasa lebih baik alasan bohong. Yah, mungkin lebih masuk akal.” Gadis itu menatap sang oppa. Kyuhyun mengangguk. “Geure, kau karanglah alasan yang rasional atas keterlambatan kita ini.”

“Ara. Aku akan mengarang alasan yang rasional, dan sementara itu kau mengemudi yang benar. ingat, yang BENAR! Aku tak ingin jadi mainan para hantu lagi.”

“Arasso nona Cho!” Jawab Kyuhyun sembari memberi hormat pada Jiyoung. “Emm… tapi kita harus belok kemana, kiri atau kanan, ya?”

“OPPA!”

 

-The End-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

2 tanggapan untuk “(Cho Jiyoung’s Story) In The Middle Of The Night (Part 2 – End)

    1. Aku nyoba2 nulis ff horror. Tp akhirnya ttp stick nulis ff romance aja wkwkwk… scene nya sih berdasarkan pengalaman pribadi, tp minus yg dikejar2 setan hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s