Diposkan pada Chapters, The Daily Life Of Super Junior's Little Sisters

(Choi’s & Lee’s Story) It’s You… (Part 2)

cats

Author : Kyula88 (Cho Haneul)
Title     : The Daily Life of Super Junior’s Little Sisters
(Choi’s & Lee’s Story – It’s You…)
Type    : Threeshot
Genre  : Romance

Cast :
– Lee Boyoung
– Kim Jongin/Kai
– Choi Jiyeon
– Cho Kyuhyun
– Choi Jiyoung
– Lee Donghae

_______________________________________________

Boyoung panik setengah mati saat wajah Kai semakin dekat kearah wajahnya. Gadis mungil itu bingung harus bersikap bagaimana. Disatu sisi ia gugup, namun disisi lain dia juga sangat ingin mendapat ciuman manis dari namja yang dicintainya itu. Dilemma melanda hati gadis itu.

Wajah Kai semakin mendekat. Boyoung dapat merasakan hembusan napas namja itu menerpa wajahnya, membuat wajah Boyoung bersemu merah.

“Kau wangi. Parfum apa yang kau pakai?”

“Eh?” Boyoung menatap Kai dengan wajah cengo-nya. Gadis itu sudah nyaris pingsan karena menahan kegugupan, dan namja ini ternyata hanya ingin menanyakan merk parfumnya?! Jeongmal Michigetda!

“A…aku pakai parfum Britney Spears edisi Summer.” Jawab Boyoung polos. Ia masih mencerna kejadian yang barusan dialaminya.

‘Ya Tuhan, Boyoung! Lekas jauhkan pikiran kotor itu dari dalam otakmu!’ Rutuk gadis itu. Dia langsung memalingkan wajah kearah jendela. Lebih baik menatap langit dan awan-awan yang bertebaran di langit daripada menatap sosok namja tampan disebelahnya. Ia terlalu malu untuk menatap wajah Kai.

*****

Rombongan SMTOWN sudah sampai di Beijing dan bergegas menuju ke Hotel tempat mereka akan menginap selama 2 hari kedepan. Sesampainya di Hotel, jamuan makan siang telah tersedia untuk rombongan SMTOWN.

Boyoung, Jiyeon, dan Jiyoung duduk dimeja yang sama dengan beberapa orang member Super Junior. Jiyeon duduk tepat disebelah Siwon. Gadis cantik itu sibuk mengambilkan makanan untuk sang oppa. Jiyeon memang selalu seperti itu. Ia sangat memperhatikan makanan apa saja yang dimakan oleh oppanya. Gadis itu sudah seperti ahli gizi pribadi Siwon. Siwon pun tampaknya sangat menikmati perhatian yang diberikan oleh Jiyeon.

“Aku mau yang itu juga, Yeon.” Siwon menunjuk sepiring cumi-cumi yang dimasak dengan bunga kucai. Jiyeon menyendokkan makanan tersebut ke piring Siwon.

Member Super Junior yang lain hanya bisa menatap iri. Mereka juga sangat ingin diperlakukan seperti itu oleh seorang yeoja. Melihat Jiyeon dan Siwon membuat mereka menjadi semakin ingin mempunyai pasangan hidup.

“Aku jadi ingin cepat-cepat menikahi Nari.” Ucap Shindong sembari memakan sup ayam yang ada dimangkuknya. Ryeowook menganggukkan kepalanya, merasa sependapat dengan Shindong. Namun sayangnya namja bersuara tinggi itu belum memiliki seorang yeojachingu yang dapat dinikahinya.

Heechul yang sedari tadi duduk dimeja yang sama dengan member SNSD pun kemudian ikut menggabungkan diri dengan mereka. Namja itu mendudukkan dirinya dikursi kosong yang ada disebelah kanan Boyoung. Meja persegi itupun semakin marak dengan datangnya Heechul.

“Boyoung-ah, ambilkan makanan untukku juga.” Pintanya dengan nada sok manis. Sebelum Boyoung menjawab, Donghae langsung menyelanya, “Ambil sendiri! Atau kenapa tidak menyuruh dua yeodongsaeng-mu itu, eo?” Ujar Donghae. Yang dimaksud kedua dongsaeng Heechul adalah Jessica dan Sulli.

Eunhyuk terkekeh. “Mana mau si Ice Princess itu melakukan hal seperti itu.”

“Aish, ribut sekali kau Lee Hyukjae!” Heechul menatap sebal kearah Eunhyuk.

Kyuhyun tidak mempedulikan keadaan disekitarnya. Pandangan namja itu terus terarah pada Jiyeon yang duduk didepannya. Namja itu tersenyum kecil melihat bagaimana perhatiannya Jiyeon pada sang oppa.

‘Enak sekali jika punya yeoja yang perhatian seperti Jiyeon.’ Batin Kyuhyun tanpa sadar.

Jiyeon yang merasa diperhatikan, menoleh kearah Kyuhyun. Wajah gadis itu langsung bersemu merah begitu tatapan matanya bertumbukan dengan tatapan mata Kyuhyun. Jiyeon langsung berpura-pura sibuk dengan makanan yang ada dipiringnya guna untuk mengalihkan rasa gugup. Tak jauh beda dengan Jiyeon, Kyuhyun pun sebenarnya juga merasa gugup, namun namja tampan itu dapat dengan lihai menutupi kegugupannya tanpa harus terlihat salah tingkah.

*****

(Boyoung’s POV)

“Kami akan rehearsal untuk acara besok. Kami mohon dengan sangat agar kalian bertiga tidak melangkahkan kaki kalian keluar dari hotel ini. Walaupun jika kalian hanya ingin pergi ke pusat perbelanjaan, setidaknya kalian harus menunggu sampai kami kembali.” Donghae oppa berbicara panjang lebar. Yah, lagi-lagi dia mengeluarkan berbagai petuahnya yang membuatku gerah. Bayangkan saja, aku ini sudah menjadi mahasiswi tapi Donghae oppa memperlakukanku layaknya aku ini bocah yang masih duduk dibangku sekolah dasar.

“Ne. Pokoknya aku tidak ingin ada tragedy tersesat lagi.” Tambah Siwon oppa. Aku dan kedua sahabatku ini hanya  dapat mengangguk pasrah walaupun sebenarnya kami amat sangat ingin memberontak. Tapi ya sudahlah…

“Jiyeonnie, karena kau yang paling bijaksana diantara kedua bocah labil ini, maka oppa menyerahkan tanggung jawab padamu.” Ucap Donghae oppa. Aku dan Jiyoung langung protes. Enak saja kami berdua disebut sebagai bocah labil.

“Yak oppa! Aku ini mahasiswi! MAHASISWI. Jangan seenaknya menyebutku bocah labil, eo!” Jiyoung mengerucutkan bibirnya, pertanda jika gadis itu sedang kesal. Donghae oppa hanya nyengir sembari mengacak pelan rambut Jiyoung.

Sepeninggal ketiga oppadeul yang protektif itu, aku, Jiyeon dan Jiyoung memutuskan untuk bersantai di kamar hotel kami yang luas dan mewah ini. Siwon oppa memang daebak. Dia yang membayar kamar hotel super mewah ini.

Aku duduk disamping Jiyeon, sedangkan Jiyoung sedang ke toilet. Jiyeon menggonta-ganti channel televisi tanpa ada minat sedikitpun untuk menonton. Kemudian ia menyerahkan remote televisi tersebut padaku.

“Waeyo?” Tanyaku yang heran melihat sikapnya yang seperti ini. Jiyeon hanya menggeleng dan kemudian menyandarkan kepalanya dibahuku. Ia memeluk bantal kursi dengan erat, seakan melampiaskan emosinya.

“Aku…” Jiyeon terdiam dan kemudian menghembuskan napas pelan. “Kyuhyun oppa akan berduet lagi dengan Seohyun. Naega sirheo!” Ucap Jiyeon jujur. Gadis itu memukul pelan bantal coklat yang ada dipelukannya.

“Mereka akan berduet lagi? Kupikir mereka sudah mengganti susunan duetnya. Bukankah selama SMTOWN tahun ini pasangat duet Kyuhyun oppa selalu Changmin? Kenapa berubah lagi?”

Jiyeon menegakkan tubuhnya. “Biasa. Para fans menyebalkan itu protes karena duet SeoKyu couple dihilangkan. Mereka ingin agar Kyuhyun oppa dan Seohyun kembali berduet.” Kentara sekali nada kesal yang keluar dari mulut Jiyeon. Aku sangat mengerti bagaimana perasaannya karena aku juga merasakan hal yang sama. Para fans EXO acap kali memasangkan Kai dengan Krystal F(X). Bahkan mereka sudah punya nama couple! KaiStal. Itu nama couple mereka.

Sebal?

Bukan sebal lagi, keunde aku sudah terbakar emosi! Pokoknya tidak akan ada KaiStal couple! Yang ada hanyalah JoYoung couple. Arasso!

(Boyoung’s POV End)

*****

Jiyoung memasukkan beberapa cemilan kedalam keranjang belanjaannya. Gadis itu sedang berbelanja di mini market yang berlokasi didalam hotel.

“Jiyoung-ssi?” Panggil sebuah suara berat. Jiyoung langsung menoleh kearah datangnya suara tersebut, sebab ia merasa tidak asing dengan suara namja itu. Jiyoung tersenyum manis, menampakkan eyesmile-nya begitu ia mengetahui bahwa namja yang tadi menyapanya adalah Kris EXO.

Namja keturunan Canada-China itu tengah menenteng sebuah keranjang belanjaan layaknya keranjang yang sedang ditenteng oleh Jiyoung.

“Sendiri juga?” Namja itu bertanya sembari mengambil 3 buah minuman kaleng yang berada disebelah Jiyoung.

“Ne. Aku kalah taruhan, jadi aku yang harus berbelanja cemilan untuk kedua ratu evil itu.” Jiyoung memasang tampang muram yang justru membuatnya tampak imut. Kris tertawa kecil menanggapi perkataan Jiyoung.

“Kau juga sendirian? Apa kalah taruhan juga?” Tanya Jiyoung polos.

Kris tertawa, “Haha, aniya. Aku bukannya kalah taruhan, tapi sengaja mengalah. Aku kan leader jadi harus bisa mengalah.” Jawab Kris.

“Aigoo, benar-benar leader yang bertanggung jawab.”

Kris tersenyum kecil menanggapi pujian dari Jiyoung. Jiyoung dan Kris akhirnya berbelanja bersama-sama sembari mengobrol ringan. Mereka mengobrol hingga mereka telah sampai dilantai 10, tempat kamar mereka berada.

“Kalian di kamar nomor berapa?” Tanya Kris sembari menoleh sekilas kearah Jiyoung.

“Kamar 108.” Jawab Jiyoung. Gadis itu diam-diam mencuri pandang kearah namja jangkung disebelahnya itu. Kris memang sangat tinggi. Tinggi Jiyoung bahkan tidak lebih dari bahu namja tampan itu. “Kau tinggi sekali Kriss-si.” Ujar Jiyoung.

“Haha, keluargaku memang semuanya bertubuh tinggi. Jadi wajar kalau aku setinggi ini. Kau juga tinggi untuk ukuran yeoja.”

“Jinjja?” mata Jiyoung berbinar-binar mendengar penuturan dari Kris.

Kris mengangguk ringan. “Ne. Kau jauh lebih tinggi dari Boyoung.”

Jiyoung tertawa geli mendengar penuturan Kris. “Aigoo, jangan samakan aku dengan Boyoung. Wajar dia cebol begitu, liat saja oppanya. Donghae oppa kan juga termasuk yang pendek diantara oppadeul SJ.”

“Eh, tapi aku kaget loh saat tahu bahwa Luhan ternyata lebih tua daripada kau. Wajahnya benar-benar menipu. Apa karena itu ya makanya kau yang ditunjuk untuk menjadi leader?”

Kris menatap Jiyoung. “Maksudmu mukaku tua, eo?” Kris menyipitkan matanya. Jiyoung langsung kelabakan. “Aniya aniya!” Gadis itu mengibaskan tangannya sembari menggeleng cepat, membuat Kris tertawa kecil melihat reaksi Jiyoung.

Mereka berhenti tepat didepan kamar Boyoung, Jiyeon dan Jiyoung. “Jah, kita sudah sampai.”

Jiyoung menatap Kris sambil tersenyum semanis mungkin. “Gomawo Kris-ssi, kau sudah membayar belanjaanku. Aku jadi tenang enak. Seharusnya kau tidak melakukannya.”

Yah, memang saat dikasir tadi Kris langsung membayar belanjaan Jiyoung dengan kartu kredit miliknya. Padahal Jiyoung sudah menolaknya, namun Kris tetap bersikeras untuk membayar belanjaan gadis cantik itu.

“Gwenchana. Itu bukan hal yang besar. Sekali-kali mentraktir teman tidak masalah kan?” Kris tersenyum kecil. “Oh ya, mulai sekarang kau panggil aku oppa saja, seperti kau memanggil Chanyeol, Baekhyun dan Suho.” Pinta Kris. Jiyoung memang hanya memakai panggilan oppa pada Baekhyun, Chanyeol dan Suho saja. Sebab ia hanya dekat dengan ketiga namja itu ditambah dengan Kai.

Jiyoung nyaris berteriak kegirangan, namun untuk gadis berusia 18 tahun itu masih dapat menahan dirinya. “Ne, oppa!” Ujarnya bersemangat.

*****

(Boyoung’s POV)

“Yak, kau mau kita tersesat lagi, eo?”

Kai menghentikan langkahnya. “Kau pikir aku begitu bodoh sampai akan mengulang kejadian itu lagi?” Kai menatapku datar. “Tenang saja, aku sudah pernah ke Beijing belum lama ini, jadi aku masih mengingat beberapa tempat yang pernah aku kunjungi. Lagipula aku hanya ingin mengajakmu makan malam di restoran mie yang terkenal disini. Lokasinya tidak jauh kok. Hanya 15 menit dengan berjalan kaki.” Jelas Kai.

Jujur, terkadang aku merasa Kai juga memiliki perasaan yang sama denganku. Sebab ia sering mengajakku pergi ke tempat-tempat favoritnya hanya berdua saja dengannya. Ia tidak mengajak member EXO yang lainnya. Tak salah kan jika aku menjadi sangat berharap padanya?

“Kenapa kau hanya mengajakku?” Tanyaku penasaran.

“Aku hanya ingin mengobrol berdua denganmu saja. Lagipula member EXO yang lainnya tidak mau ikut, mereka lebih memilih tinggal di kamar hotel. Kau sendiri tidak  mengajak Boyoung dan Jiyeon?” Kai malah balik bertanya padaku.

“Kau tidak menyuruhku untuk mengajak mereka.”

“Kenapa harus aku menyuruhmu? Kau bisa inisiatif untuk mengajak mereka toh kau tahu aku takkan keberatan.”

“Yak! Neo jinja! Benar-benar menyebalkan.” Sungutku kesal dan kemudian berjalan cepat meninggalkan Kai.

“Ya ya! Kenapa kau marah eo?” Kai berjalan cepat menyusulku.

____________________________________

Aku dan Kai duduk dilantai 2 restoran mie. Kai memang benar. Restoran ini kelihatan terkenal, terbukti dengan banyaknya pengunjung yang mendatangi restoran ini. Aku dan Kai bahkan harus mengantri untuk mendapatkan meja. Beruntung kami tidak perlu mengantri lama. Dan beruntungnya juga tidak ada yang mengenali Kai disini. Semua orang sibuk dengan mangkuk mie ada dihadapan mereka.

Aku menikmati pemandangan kota Beijing yang serba hiruk pikuk dan sangat padat. “Kota ini terlalu padat.” Ucapku. Kai mengangguk sembari membenarkan letak topi hitam yang ada dikepalanya.

Tak lama mie pesanan kami datang. Kai dengan semangat langsung melahap mie-nya. “Ah, jinjja mashita!” ujarnya.

“Ne, mie ini benar-benar enak.” Balasku. “Tak heran pengunjungnya banyak sekali. Hampir menyaingi acara fan meeting kalian.” Candaku sembari menyeruput pelan kuah mie. Kai tidak terlalu menggubrisku. Dia terlihat asyik melahap mie yang ada dihadapannya.

Ku amati namja yang ada dihadapanku ini. Sungguh, demi apapun aku sangat ingin tahu bagaimana perasaanya padaku. Apakah ia memiliki perasaan yang sama dengan yang kurasakan?

“Kai… apa kau sedang menyukai seseorang saat ini?” Tiba-tiba saja pertanyaan bodoh itu terlontar dari bibirku.

Kai tertegun menatapku. “Wae?” Tanyanya datar. Persis seperti yang aku bayangkan.

“Ani, hanya ingin tahu. Orang-orang memasangkanmu dengan Krystal dan Sulli.”

“Dan kau berpikir aku menyukai mereka?” Kai menatapku.

Aku mengedikkan bahu, bersikap seolah aku tak terlalu peduli. “Entahlah. Mungkin? Mereka kan cantik dan kalian se-profesi.”

Kai menatapku lama, membuatku salah tingkah dan juga risih. Lumayan lama kami terdiam sebelum akhirnya Kai memecah keheningan yang tercipta diantara kami.

“Ne. Aku memang menyukai seseorang saat ini.”

DEG!

“Nuguya?”

Kai menatapku dengan pandangan menyelidik. “Kenapa kau ingin tahu?” Tanyanya yang sontak membuatku terdiam seribu bahasa. Aku sadar bahwa aku tidak memiliki jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaannya.

“Kalau kau tak ingin, kau tidak perlu memberi tahukan padaku.” Jawabku lirih. Aku kembali berkutat dengan mangkuk mie yang ada dihadapanku. Mie didalam mangkuk tinggal sedikit lagi, namun aku sudah tidak berselera untuk menghabiskannya.

“Kau benar-benar ingin tahu ya?”

“Tidak usah memberitahuku jika kau tidak ingin. Aku tidak memaksa.”

“Apa kau bisa menebak siapa orang yang ku suka?” Kai bertanya sembari tersenyum manis padaku. Aku menjawab sekenanya. “Krystal?”

“Ah, kenapa semua orang selalu menyangka aku menyukai Krystal? Aku dan Krystal hanya berteman dekat. Seperti Kyuhyun hyung dengan Victoria noona atau seperti Sungmin hyung dengan Sooyoung noona.”

“Mungkin karena kalian tampak serasi. Sama-sama visual. Kalian seumuran. Dan yang jelas Krystal itu tipe yeoja ideal mu, bukan?” Aku memainkan sumpit yang ada ditanganku.

Kai menghela napas pelan. “Secara visual dia memang tipeku. Tapi jujur saja, yeoja yang kusukai saat ini bukan dia ataupun Sulli. Bukan YoonA noona juga! Pokoknya ia gadis biasa, bukan dari kalangan artis.”

Ah, jadi dia menyukai teman sekolahnya, eo?

“Bukan teman SMA ataupun kuliahku.” Bantahnya seakan bisa membaca pikiranku. Aku terdiam. Jika bukan Krystal ataupun teman SMA dan kuliahnya, lalu siapa yeoja itu?

“Jadi siapa yeoja itu?” Aku memberanikan diri untuk bertanya lebih lanjut. Kai menatapku dalam diam. Tatapan matanya yang tajam seakan bisa menembus jiwaku. Aku nyaris dibuat melayang oleh tatapan matanya tersebut.

“Yeoja itu…”

Aku menanti sebuah nama yang akan terlontar dari mulut Kai dengan perasaan yang tak dapat ku deskripsikan. Yang jelas aku gugup.

“Dia…”

“Siapa dia?” Tanyaku tak sabar.

“Dia…. Dia seorang gadis yang menarik.”

“YAK KIM JONGIN!”

(Boyoung’s POV End)

*****

(Jiyeon’s POV)

Kyuhyun oppa dan Siwon oppa memasuki kamar kami. Dari gelagatnya mereka berdua terlihat habis minum. Yah, walaupun tidak sampai mabuk, tapi wajah mereka berdua terlihat agak memerah, apalagi Siwon oppa.

Siwon oppa berbaring diranjangku dan Boyoung. “Ah, aku mual.” Ujarnya lemas.

“Habis minum ya? Sudah tahu sedang tidak enak badan, malah memaksakan untuk minum.” Gerutuku sebal. Siwon oppa menatapku memelas. “Setidaknya khawatirlah sedikit pada oppamu ini.” Ucapnya.

“Aku khawatir padamu oppa.” Aku mengelus kepala Siwon oppa dengan lembut.

Tak lama Kyuhyun oppa ikut berbaring diatas ranjang, tepat disebelah Siwon oppa. “Kemana Boyoung?” Tanyanya.

“Pergi bersama Kai.”

“Mereka berpacaran, eo?” Tanya Kyuhyun oppa.

“Aniyo, tapi berdoa saja semoga Kai menyadari perasaan Boyoung padanya. Kai itu benar-benar namja yang tidak peka. Padahal Boyoung sudah mati-matian menunjukkan perasaannya. Masa dia harus mengungkapkan perasaannya terlebih dahulu sih? Itu kan tugas seorang namja.” Ujarku panjang lebar. Aku agak sedikit kesal pada namja tak peka seperti Kai.

“Mungkin saja sebenarnya Kai sadar, namun dia belum bisa mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya. Lagipula mungkin dia bukan tipe namja yang bisa dengan gampang mengumbar kata cinta.”  Kyuhyun oppa berkata sembari menatap langit-langit kamar hotel. Aku tertegun mendengar perkataannya dan dengan lirih aku berkata, “Keunde, setiap yeoja pasti butuh kepastian…”

(Jiyeon’s POV End)

*****

Boyoung dan Kai berjalan bersisian dalam diam. Terlihat sekali dari wajah gadis bertubuh mungil itu bahwa ia masih merasa kesal dengan Kai. Kai yang sesekali mencuri pandang kearah Boyoung tersenyum kecil. “Masa kau marah hanya karena masalah sepele?” Namja itu terkekeh kecil. Boyoung bersikap acuh.

Kai menarik tangan gadis itu hingga tubuh mungilnya membentur tubuh Kai. Kai menatap Boyoung intens. “Kenapa kau sangat marah eo? Apa itu begitu penting bagimu?”

Boyoung tidak menjawab. Gadis itu balas menatap wajah Kai. “Ada yang ingin kukatakan.” Ucap Boyoung. Ia menarik napas dalam-dalam. Tangan gadis itu mengepal dengan erat dan tatapan matanya focus menatap mata tajam Kai. “Aku ingin membuat pengakuan padamu, Kai. Aku menyukai…”

“Arasso.” Potong Kai sambil tersenyum kecil. Boyoung menatapnya cengo. “Ne? Kau sudah tahu?” Gadis itu bertanya bingung.

“Kau pikir aku namja yang tidak peka, eo?”

“Kalau begitu kenapa kau selalu bersikap seakan kau tidak sadar, hah?” Pekik Boyoung.

Kai berkata dengan tenang. “Aku hanya belum yakin.”

Boyoung terdiam mendengar perkataan Kai. Gadis itu bingung harus bereaksi seperti apa.

“Tapi sekarang aku sudah yakin.” Ucap Kai tiba-tiba. Jantung Boyoung berdegub amat kencang, seakan ingin melompat keluar. “Jadi… apa yang kau rasakan?” Boyoung bertanya dengan nada ragu.

Kai tersenyum manis. Digenggamnya tangan kanan Boyoung dan dengan lembut Kai mengecup punggung tangan gadis itu. Boyoung terkesiap kaget. Gadis itu nyaris tak berkedip.

“Sudah jelas kan?” Tanya Kai masih dengan senyum manisnya. Boyoung tersipu malu. Dalam hati gadis itu berteriak sekencang-kencangnya.

Well, tidak semua perasaan itu harus diungkapkan dengan kata-kata, kan? Tindakan akan jauh lebih berarti dibandingkan dengan kata-kata.

“Jadi… kita sekarang ini… emm… berpacaran?” Boyoung bertanya dengan nada malu-malu. Kai tertawa kecil. “Menurutmu?” Namja itu menaikkan alisnya dan sedetik kemudian bibir tebalnya telah menempel dengan pasti dipipi chubby Boyoung, membuat gadis itu nyaris pingsan sangking kaget dan senangnya.

“Kajja! Shall we continue our date?”

-To Be Continued-

Karena banyak yg mempertanyakan kelanjutan Kyuyeon dan Jiyoung, maka aku bkalan lanjutin ke part 3. So, endingnya bkalan di part 3, bukan 2. Mian for the trouble, geurigo Ghamsahamnida yeorobun! 🙂

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

20 tanggapan untuk “(Choi’s & Lee’s Story) It’s You… (Part 2)

  1. Eoh? End? Koq udahan sih? Choi’s story eotthkae? Kyuyeon eotthkae ? ? ? Padahal aq udah nungguin bnget berharap kyuyeon jadian !!

  2. Hua katanya bnyk moment kyuyeon .omg gak ada moment mreka sm skali loh :’
    Jiyeon pdhal udh nyindir kyuhyun tpi kyuhyun sok cuek .huaaaaaaaa . Klo jiyeon dkt sm yg lai bru nyadar x ya kyuhyunnya .huaaaaa
    Siwon sm jiyeon so sweet bgt sih .sumpah ikut iri juga hehehe

  3. Ad beberapa typo thor tp keren ceritany manis walau agak bete jg sma kai, knp hrs boyoung duluan yg blg.
    Btw, jiyoung ny gmana ni thor?
    Boyoung sma Kai, jiyeon nampakny jg lg dkt2ny sma kyu. Jiyoung masih abu2 blm jelas

    1. Mian, tadi gk terlalu aku check, trus langsung main ngepost aja XD
      Jiyoung emang blm aku bikin ceritanya soalnya masih bingung sm pairingnya *author labil* pokoknya mengenai kelanjutan hub Kyuyeon bakalan dijelasin di Choi story. Gomawo atas komennya 😀

  4. miannnnn….. baru sempet baca ff ini… btw knp wp ini jadi susah di buka lewat hape ya.. eon harus buka dr PC 😦

    masih bersambung kan?? coz baru 1 cerita yg selesai, jiyeon dan jiyoung masih ngegantung….
    suka banged sama kalimat ” tidak semua perasaan itu harus diungkapkan dengan kata-kata, kan? Tindakan akan jauh lebih berarti dibandingkan dengan kata-kata.”

    Jiyoung sama kris atw chanyeol?? penasaran sama story mereka.. cie cie jiyeon cemburu ya gara2 kyu duet sama seo kkkkk duhhh makin ngegemesin aja nih fanfict..

    di tunggu lanjutannya ya 😀 😀

    1. Wah, aku ngga tau tuh eon kenapa jd susah di buka dr hp. soalnya aku juga udh jarang buka WP dr hp.

      Iya, tadinya mau selesai pas part 2, eh tapi baru sadar klo cerita Kyuyeon couple belum beres. Klo Jiyoung mungkin ngga diselesaikan di FF ini, soalnya kan harus ada proses pendekatan dulu sama namja yg dimaksud 😀

      Gomawo bgt buat komennya 😀 sering2 mampir ya eon! ^^

      1. ada ubah tema mungkin di wp kamu? jadi rada berat buka nya kkkk 😀

        story nya jiyoung bakal terpisah kali ya… eon penasaran nih sama cerita kyuyeon heheheheee

        bakal sering mampir koq,,, tenang aja… tapi mian eon cuma baca ff jiyeon aja kkkk coz klo cast nya yeoja lain ga dpt feelny #bow

      2. iya, mungkin karena bru ganti tema kali ya. Iya, soalnya di part 3 bkalan fokus sm Kyuyeon 😀

        haha, iya aku ngerti kok. aku jg klo baca FF tergantung castnya. Klo bukan kyuppa, gk bakalan dpt feelnya ^^

  5. Kyaaaaaaa…Aku suka part ini ,,Kai ngeGEMEZin dsni ahh …pengen ngejitak kai XD
    Tpi sneng deh mereka jadian juga ..JoYoung couple hahayy
    Dtggu yaaah part selanjutnya …
    Dtggu jga kisah kyuyeon ama Krisji :DD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s