Diposkan pada Chapters

After The Storm (Part 1)

After The Storm


Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title      : After The Storm
Type     : Chaptered
Genre   : Romance, Drama, Family

Cast :
– Jin Seyeon
– Cho Kyuhyun
– Choi Siwon
– Kim Jongin
– Kim Taeyeon
– Krystal Jung

________________________________

 

“Akan selalu ada pelangi setelah badai…”

Seyeon melangkah dengan gontai memasuki kamarnya.  Gadis itu menyandarkan tubuhnya pada pintu kamar. Matanya menatap sekeliling kamarnya yang luas dan besar. Kamar bernuansa biru dan putih itu terlihat begitu kosong dan terkesan hampa, sama seperti perasaan yang tengah melanda si pemilik kamar. Seyeon meletakkan tas punggungnya dengan asal dilantai kamar dan dengan kasar membanting tubuhnya keatas tempat tidur nan empuk miliknya. Lagi-lagi gadis itu menatap menerawang pada langit-langit kamar.

“Putuskan namja itu! Bukankah eomma sudah mengatakan berulang kali padamu bahwa eomma tidak suka kau bergaul dengan orang macam itu, hah? Kau seharusnya fokus pada sekolahmu, bukannya malah asyik bermain dan pacaran. Kau harus belajar dengan keras agar dapat masuk ke universitas pilihan eomma.”

Kata-kata sang eomma kembali terngiang dibenak Seyeon. Sang eomma yang sangat otoriter dan selalu ingin agar keinginannya terpenuhi tanpa peduli dengan perasaan Seyeon. Gadis itu membenci sifat sang eomma yang selalu seenaknya. Bukannya tidak ingin memberontak, sudah berkali-kali Seyeon mencoba untuk memberontak. Bahkan yang paling parah gadis itu pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan meminum obat tidur dengan dosis yang berlebihan hingga membuat gadis itu terkapar di rumah sakit.

Namun sikap sang eomma bukannya berubah, namun malah semakin overprotektif dan otoriter. Seyeon sudah kehabisan akal untuk memberitahu pada ibunya bahwa ia lelah dengan kehidupannya.

Appa?

Entahlah, Seyeon sendiri tidak tahu dimana keberadaan sang appa. Appa dan eommanya sudah bercerai 3 tahun yang lalu dan semenjak itu Seyeon tidak pernah bertemu dengan appanya. Namun gadis itu tidak merasa kehilangan ataupun merindukan appanya, sebab baginya sang appa tidak lebih dari seorang namja kejam yang acuh pada keluarga. Ada tidak adanya sosok seorang ayah tidak akan berpengaruh banyak pada dirinya.

“Kehidupan apa yang sebenarnya sedang kujalani sekarang? Nan neomu himdeuro. Aku muak pada ini semua…”

 

 *****

 

“Kyuhyun-ah, jangan lupa malam ini kita ada acara makan malam dengan relasi bisnis appamu dan keluarganya. Jangan pulang terlambat, ara!” Ujar Nyonya Cho sembari menaruh makanan kedalam piring sang suami. Putranya, Cho Kyuhyun, hanya mengangguk pelan.

“Bagaimana kuliahmu, Kyuhyun-ah?” Tanya Tuan Cho pada putranya tersebut. Kyuhyun mengangkat wajahnya yang sedari tadi menunduk. “Baik-baik saja.” Jawabnya singkat dan terkesan dingin. Tuan Cho menyadarinya, namun ia tidak mau ambil pusing.

“Appa harap nilai-nilaimu akan jauh lebih baik daripada kemarin. Kau tidak mau membuat appa dan eomma kecewa, bukan?” Tuan Cho menatap Kyuhyun intens. Kyuhyun hanya diam tanpa membalas sepatah katapun. Namja tampan berpostur tubuh tinggi itu malah bangkit dari kursinya dan kemudian mengambil ransel yang terletak dikursi sebelahnya.

“Sudah mau berangkat? Kau bahkan baru makan sedikit.” Nyonya Cho menatap putranya agak sedikit cemas. “Apa perutmu sakit lagi, eo?” Tanya wanita paruh baya itu. Kyuhyun menggeleng. “Aniyo, aku baik-baik saja. Aku ada tugas jadi harus berangkat lebih cepat.” Jawab Kyuhyun.

“Ah, anak eomma benar-benar rajin, eo. Eomma bangga. Ya sudah, kau berangkatlah sekarang. Selamat belajar Kyu.”

Kyuhyun membungkukkan tubuhnya sedikit dan kemudian bergegas pergi dari ruangan yang nyaris membuatnya frustasi. Bukan ruangan itulah yang menjadi penyebabnya, namun kedua orang yang berada didalam ruangan itu. Tuan dan Nyonya Cho, kedua orang tuanya.

Kyuhyun berpapasan dengan kakak tirinya tepat setelah ia melangkah keluar dari ruang makan yang bernuansa klasik Eropa itu. Kakak tirinya yang bernama Cho Siwon melirik Kyuhyun sekilas dan kemudian tanpa berkata apa-apa ia melewati Kyuhyun begitu saja, layaknya orang yang saling tidak mengenal. Kyuhyun yang sudah terbiasa dengan sikap dan perlakuan sang hyung pun hanya bisa diam membisu sembari memperhatikan punggung Siwon yang semakin lama semakin menjauh dari pandangannya.

Cho Kyuhyun, namja berusia 20 tahun yang tengah duduk dibangku universitas. Ia putra kedua dari Cho Seunghwa, seorang pengusaha perhotelan sukses yang terkenal di Korea Selatan serta Taiwan dan Jepang. Ibu Kyuhyun, Cho Hyena adalah istri kedua Cho Seungwan. Sedangkan Cho Siwon merupakan anak Cho Seungwan dari istri pertamanya yang telah meninggal akibat serangan jantung saat mengetahui bahwa suami yang sangat dicintainya berselingkuh dengan sekretaris yang sudah dianggap seperti keluarga sendiri. Yah, sekretaris itu adalah Park Hyena, atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama Cho Hyena.

 

 

*****

 

_AT KIRIN International School_

Seyeon menghentikan langkahnya di rooftop. Gadis itu terdiam memperhatikan seorang namja berkulit kecoklatan yang tengah berdiri membelakanginya. Namja itu terlihat asyik memandang pemandangan dari atas rooftop. Dengan perlahan Seyeon berjalan mendekati namja tersebut. Sadar akan kehadiran seseorang, namja itu pun membalikkan badannya. Ia menatap datar kearah Seyeon.

“Jongin-ah…”

Kim Jongin, namja bertubuh kekar dan berkulit kecoklatan itu hanya tersenyum samar. Sangat samar, nyaris tak terlihat. Seyeon meremas ujung jas seragamnya. “Jongin-ah, aku…”

“Kita sudahi saja ini semua. Ibumu benar. Orang sepertiku tak pantas berhubungan dengan orang sepertimu.” Ucapan yang terucap dari mulut Jongin sukses memporak-porandakan hati Seyeon. Gadis itu mengerjapkan matanya, masih berusaha untuk mencerna perkataan yang baru saja diucapkan oleh namjachingunya itu.

Dengan bibir yang bergetar Seyeon berusaha untuk meminta penjelasan dari Jongin. “Jo…Jongin-ah… kenapa begini, eo? Kau bilang kau mencintaiku, bukan? Seharusnya kau mempertahankan hubungan kita, bukannya malah mengakhirinya. Eommaku… dia tidak bermaksud untuk… jebal Jongin-ah… hiks…” Seyeon menangis tersedu-sedu. Gadis itu menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

Jongin menatap nanar pada gadis yang beberapa detik lalu telah dia putuskan. Jauh dilubuk hatinya, namja itu masih sangat mencintai Seyeon. Namun ia sadar posisinya. Sampai kapanpun ia takkan pernah pantas bersanding dengan gadis itu. Seorang gadis dari keluarga terpandang dan juga terkenal seantreo Seoul.

Jongin menarik tangan Seyeon yang masih menutupi wajahnya. “Mianhe… aku tahu aku brengsek. Tapi ini adalah yang terbaik. Kau akan menemukan namja yang jauh lebih baik dan juga yang lebih pantas bersanding denganmu. Lagipula kita harus fokus pada sekolah.” Jongin berkata dengan nada lirih. Ia menghapus airmata Seyeon. “Kita masih bisa menjadi teman.” Ujarnya lagi.

Seyeon menggelengkan kepalanya. “Sirheo! Aku tidak ingin kita berakhir. Tidak bisakah kau mencoba untuk bertahan? Aku akan mencoba untuk meyakinkan eomma___”

“Seyeon! Lihat aku!” Jongin menangkup wajah Seyeon dengan kedua tangannya sehingga mereka saling bertatapan secara intens. Airmata Seyeon masih mengalir. Gadis itu menatap sendu kearah Jongin. “Ini demi kebaikan kita berdua. Mian aku tidak bisa bertahan. Kau tahu kan bagaimana sifat eommamu? Ia takkan tinggal diam jika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya. Aku tak ingin membuat keluargaku susah. Kami sudah cukup susah tanpa harus dibebani dengan masalah ini. Aku mencintaimu, Yeon. Tapi terkadang cinta tidak harus memiliki. Terkadang kau harus merelakan cinta itu pergi… karena itu yang terbaik…”

Jongin memeluk Seyeon. Hanya sebentar namun sangat berarti bagi kedua insan tersebut. Jongin mengecup dahi Seyeon dengan lembut, sebelum pada akhirnya namja itu melangkahkan kakinya pergi meninggalkan rooftop dan juga meninggalkan Seyeon sendiri disana.

Seyeon jatuh terduduk sepeninggal Jongin. Gadis itu menangis tersedu-sedu, berharap Jongin akan luluh dan kembali merengkuhnya. Namun hingga bermenit-menit kemudian, namja itu tetap tidak kembali. Dan saat itu juga Seyeon tahu bahwa mereka memang benar-benar sudah berakhir.

 

*****

 

_AT SHINHWA UNIVERSITY_

Suara seorang gadis mengalun dengan sangat merdu, membuat siapa saja akan terenyuh mendengar nyanyian merdunya yang bagaikan suara dari surga. Kim Taeyeon, nama gadis yang sedang bernyanyi itu, mendapat respon yang sangat meriah dari orang-orang yang sedari tadi mendengar suara merdunya itu. Taeyeon tersenyum ramah pada teman-temannya, namun senyuman itu mendadak meredup kala tatapan mata gadis itu bertumbukan pada tatapan tajam nan meneduhkan seorang namja. Sorotan mata namja itu membuat Taeyeon merasa canggung.

Menyadari kedatangannya agak sedikit mengganggu Taeyeon, namja itu pun memutuskan untuk beranjak pergi menjauh, seperti yang selalu dilakukannya selama setahun terakhir ini. Taeyeon menatap nanar namja yang baru saja beranjak pergi dari ruang latihan musiknya itu.

‘Cho Kyuhyun….’

 

-To Be Continued-

Ulalaa~ saya datang membawa FF baru.  Belakangan ini aku memang udah jarang nulis FF dikarenakan kesibukan kampus sama mentok inspirasi. Tapi setelah menonton beberapa drama, film dan juga dengerin beberapa lagu, akhirnya muncullah ide untuk nulis FF ini. Aku harap kalian suka dgn FF baru ini 😀 Please leave some comment, so i can improve :DD Annyeong guys!

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s