Diposkan pada Chapters

After The Storm (Part 2)

After The Storm cover

 

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title      : After The Storm
Type     : Chaptered
Genre   : Romance, Drama, Family

 

Cast :
– Jin Seyeon
– Cho Kyuhyun
– Kim Woobin
– Choi Siwon
– Kim Taeyeon
– Kim Jongin
– Krystal Jung
________________________________

 

“Akan selalu ada pelangi setelah badai…”

 

_KIRIN HIGH SCHOOL_

Jongin menatap foto-fotonya bersama Seyeon dengan tatapan pedih. Setelah berperang cukup lama dengan perasaannya sendiri, namja berkulit coklat itu pun menyentuh tulisan delete yang terdapat diponsel layar sentuhnya. Dalam hitungan detik semua foto-fotonya bersama Seyeon hilang tak berbekas. Jongin tersenyum sedih. Pria itu sadar bahwa ia harus mulai mencoba untuk melupakan mantan kekasihnya itu.

“Neo jinja nappeun namja, Kim Jongin…” Gumam Jongin pada dirinya sendiri. Namja itu menghembuskan napas sembari menutup kedua matanya.

_____________________________________________

 

Jongin sedang menuruni tangga berniat untuk kembali kedalam kelasnya, ketika ia berpapasan dengan yeoja cantik bernama Jung Krystal. Gadis itu tersenyum manis pada Jongin.

Hyungsik_1384567143_20131115_Heirs_1

“Ingin kembali ke kelas?” Tanyanya. Jongin mengangguk. “Eo.” Jawabnya singkat.

Krystal tersenyum senang. Tanpa canggung ia langsung mengapit lengan Jongin. “Ayo kita kembali ke kelas bersama!” Krystal langsung menarik tangan Jongin, sedangkan namja itu hanya diam tanpa berniat untuk menolak ajakan gadis itu. Toh seberapa sering ia menolak, namun Krystal tidak pernah menyerah untuk mendekatinya meskipun gadis itu tahu bahwa ia sudah memiliki Seyeon.

Seyeon?

‘Ah, bukankah kami sudah berakhir?’

“Apa kau benar-benar telah putus dari Seyeon, eo?” Krystal bertanya sembari menatap Jongin penuh minat. Jongin hanya menggumam. “Wae?” Tanya Krystal lagi. Jongin terdiam, namun tak lama namja itu kembali membuka suara. “Kami tidak cocok.”

Langkah mereka berdua terhenti ketika melihat Seyeon yang tepat berdiri dihadapan mereka. Seyeon baru saja ingin masuk kedalam kelas, akan tetapi pemandangan kedua sejoli yang ada dihadapannya telah mengurungkan niat gadis itu. Seyeon menatap Jongin dengan sendu. Arah tatapan gadis itu terfokus pada lengan Krystal yang tengah bertautan dengan lengan mantan namjachingu-nya itu. Sadar bahwa keadaan menjadi canggung, Krystal pun melepaskan tautan tangannya.

“Aa…  aku masuk kedalam kelas dulu. Sampai bertemu nanti.” Krystal tersenyum manis pada Jongin, lalu gadis itupun melangkahkan kakinya masuk kedalam kelasnya yang tepat berada disamping kelas Jongin dan Seyeon.

Tanpa berkata apa-apa, Seyeon pergi meninggalkan Jongin. Gadis itu butuh waktu untuk sendiri dan toilet adalah satu-satunya tempat yang tepat untuk itu.

 

*****

 

_AT VICTORY RESTAURANT_

“Ne, aku rasa proyek kerjasama kita akan berjalan dengan lancar dan mencapai kesuksesan seperti proyek-proyek lainnya.”

“Ah ne, ini semua karena adanya campur tangan Tuan Cho dan juga putramu, Cho Siwon. Siwon benar-benar bekerja dengan sangat cermat. Persis sepertimu Tuan Cho.” Ujar Im Young Do, salah seorang relasi bisnis Cho Seunghwa. Keluarga Cho dan Im tengah menikmati makan malam mereka sembari membicarakan bisnis kerjasama yang tengah mereka rintis.

Siwon yang sedari tadi mendapat pujian dari rekan ayahnya tersebut tersenyum tipis menanggapi segala pujian yang ditunjukkan padanya. Namja tampan berlesung pipi itu memang seorang pebisnis handal, persis seperti ayahnya. Jika sudah soal pekerjaan, Siwon tidak akan tanggung-tanggung untuk mengerjakannya dan mengorbankan segala hal yang ia punya, termasuk waktu istirahatnya. Yah, namja itu memang workaholic.

“Kau memiliki dua orang putra yang tampan-tampan. Dan kudengar Kyuhyun-ssi juga sedang meneruskan pendidikannya di Shinhwa University dengan jurusan bisnis.” Kali ini Nyonya Im yang membuka suara. Wanita paruh baya yang terlihat anggun dengan rambut panjang hitamnya itu tersenyum menatap Kyuhyun dan Siwon.

Nyonya Cho tersenyum senang mendengar kedua putranya mendapat pujian. “Ah ne, ghamsamnida.”

“Oh, jinjjayo? Wah, berarti ada satu lagi yang akan mengikuti jejakmu.” Tambah Tuan Im.

Kyuhyun sedari tadi hanya diam sembari menundukkan kepala, berpura-pura sibuk dengan makanan yang ada dipiringnya. Kyuhyun sangat membenci suasana yang seperti ini. Terlebih jika mereka sudah membahas perihal dirinya yang akan menjadi penerus sang appa. Kyuhyun benar-benar tidak ingin untuk menjadi penerus sang appa. Namja itu sama sekali tidak ada keinginan untuk menjadi pebisnis. Ia lebih tertarik untuk menjadi seorang pemusik. Apalagi Kyuhyun tahu bahwa selama ini Siwon sangat tidak ingin jika ia ikut masuk kedalam perusahaan. Jangankan untuk masuk kedalam perusahaan, hanya sekedar untuk tahu mengenai keadaan perusahaan pun Siwon tidak pernah mengizinkan. Baginya Kyuhyun hanyalah benalu yang akan menjadi rintangannya dan harus segera disingkirkan.

“Kau pasti tidak sabar ingin Kyuhyun cepat lulus agar ia juga dapat segera ikut membantu di perusahaan.” Ujar Tuan Im.

“Ah ne, tentu saja. Kyuhyun juga tak kalah berbakat dari Siwon. Aku ingin segera melihat hasil belajarnya selama 2 tahun belakangan ini.” Tuan Cho melirik Kyuhyun penuh arti. Siwon terdiam mendengar perkataan sang appa.

Kemarahan itu kembali muncul dalam hatinya. Tangannya menggengam sendok dan garpu dengan amat erat, seakan ingin meluapkan emosinya. Ia melirik Kyuhyun yang tengah duduk disebelahnya dengan tatapan tajam, berharap sang adik akan terintimidasi dengan tatapannya itu.

 

*****

Kim Taeyeon, gadis itu tersenyum ketika mendapati seorang namja tengah menunggunya didepan kelas. Taeyeon yang pada hari itu terlihat cantik dengan dress biru tua dipadukan dengan cardigan putih itu pun langsung menghampiri namja yang sedari tadi menunggunya.

“Woobin-an!” Serunya senang sembari menghampiri namja yang tengah bersandar ditembok.

tumblr_inline_mi5kz16Qe31qz4rgp

Kim Woobin, namja tampan yang dipanggil pun tersenyum manis ketika mendapati Taeyeon sudah berdiri dihadapannya. “Chukkae.” Ucap Woobin. “Kau memang pantas mendapatkan peran itu.” Tambahnya lagi seraya mengacak rambut Taeyeon dengan lembut.

“Ya ya! Jangan mengacak rambutku! Aish!” Gerutu gadis berambut coklat terang itu sembari membenarkan tatanan rambutnya. Woobin tertawa kecil melihat ekspresi yang sedang ditunjukkan oleh Taeyeon.

“Kajja! Aku ingin mentraktirmu.” Woobin menarik tangan Taeyeon dengan pelan.

“Assa! Aku mau makan spaghetti, ara!”

“Ne ne. Apapun yang kau inginkan.”

Kedua sejoli itu berjalan sambil sesekali diiringi dengan gelak tawa. Terlihat sekali mereka menikmati kebersamaan mereka. Taeyeon diam-diam memperhatikan ekspresi yang sedari tadi dikeluarkan oleh namjachingu-nya. Dalam hati gadis itu merasa senang melihat Woobin bisa tertawa lepas seperti saat ini. Semenjak kejadian itu, kejadian yang telah merubah keadaan dan kehidupan mereka, Woobin seperti kehilangan semangat hidup dan senyumannya. Taeyeon mati-matian melakukan segalanya agar dapat  mengembalikan senyuman itu kembali, meskipun pada akhirnya ia harus mengorbankan perasaannya sendiri.

Tawa Woobin mendadak berhenti. Taeyeon menoleh heran melihat ekspresi namjachingu-nya yang mendadak menjadi dingin. Rahang Woobin mengeras, menunjukkan bahwa dirinya tengah menahan emosi. Taeyeon menoleh, ingin melihat objek apa yang tengah dilihat oleh kekasihnya tersebut. Setelah melihat objek yang menjadi titik permasalahan, ekspresi Taeyeon juga berubah. Namun bukan ekspresi marah atau kesal yang ditunjukkan, melainkan ekspresi sendu dan sarat akan kerinduan.

“Sedang apa si brengsek itu disini, fakultasnya bahkan berada jauh dari sini.” Ujar Woobin dengan geram. Tanpa pikir panjang Taeyeon langsung menarik tangan namjanya untuk menjauh. “Kajja, kita pergi.” Ajak gadis itu setengah membujuk. Ia hanya tidak ingin jika terjadi keributan.

Sebelum beranjak pergi, Woobin sempat memberikan tatapan penuh kebenciannya terhadap Kyuhyun. Yah, objek yang menjadi titik masalahnya adalah Kyuhyun. Kyuhyun hanya dapat diam pasrah melihat pemandangan menyakitkan yang sudah selama 1 setengah tahun ini dilihatnya. Namun Kyuhyun sadar, bahwa ialah yang terlebih dahulu menyulutkan api diantara mereka. Namja itupun sadar bahwa ini semua adalah hal yang memang patut untuk diterimanya atas apa yang telah ia lakukan dimasa lalu.

 

FLASHBACK

“Neo… ottohke? Kenapa kau tega melakukan ini padaku, eo? Kau tahu kalau aku menyukai-nya sejak lama. Kau tahu bagaimana perasaanku padanya. Padahal kau yang selama ini mendukungku untuk mendekatinya, keunde kenapa semua menjadi begini, eo?!”

“Miane Kyuhyun-ah, aku tahu aku brengsek. Tapi aku tidak dapat menutupi perasaan ini lagi. Aku… aku mencintai Taeyeon…”

BUGH! BUGH!

“Kau anggap apa persahabatan kita selama ini BRENGSEK?! Aku menyesal telah mengenal orang sepertimu! AISH!”

BUGH! BUGH!

“ARRRGGGHH!”

“Woobin-ah!”

FLASHBACK END

*****

 _IN SEYEON’s BEDROOM_

“Ige mwoya?” Seyeon menatap lembaran-lembaran kertas yang sedang disodorkan oleh sang eomma. Sang eomma tersenyum manis. “Kau pelajari ini untuk perlombaan besok. Eomma ingin kau menang dan menjadi perwakilan untuk sekolahmu.”

Seyeon menatap ragu lembaran-lembaran yang tengah disodorkan padanya. Ibunya meletakkan lembaran-lembaran yang berisi soal-soal itu dimeja belajarnya. Seyeon menatapnya tanpa minat. Pandangan gadis itu berpindah kearah ibunya. “Dari mana eomma mendapatkan ini?” Tanya gadis itu dengan nada curiga.

“Kau belajar yang rajin, jangan kecewakan eomma. Eomma benar-benar berharap agar kau bisa mewakili sekolah untuk olimpiade itu.” Sang ibu berkata tanpa menjawab pertanyaan Seyeon, membuat gadis itu semakin curiga.

“Eomma…” Panggil Seyeon lirih.

“Wae?”

“Bagaimana jika aku tidak terpilih?” Gadis itu memandang eommanya sendu.

“Maka dari itu kau harus mempelajari soal-soal itu agar kau dapat terpilih. Sudahlah, kau fokus saja pada belajarmu. Eomma harus pergi sekarang.” Ibu Seyeon berjalan menuju pintu kamar putrinya. Tepat sebelum ia membuka pintu, sang ibu kembali menoleh untuk menatap putrinya. “Kau sudah memutuskan namja itu, bukan?”

Seyeon terdiam. Matanya sudah mulai berair, namun dengan segera gadis itu menutupi ekspresi sedihnya itu. Seyeon menoleh sekilas kearah eommanya yang masih berdiri didepan pintu. “Ne, kami sudah tidak ada hubungan apa-apa. Sesuai dengan yang kau inginkan.” Gadis itu berkata dengan nada dingin. Ibunya tersenyum senang mendengarnya, tanpa peduli dengan perasaan sedih yang tengah melanda hati putrinya. “Geurom, eomma senang mendengarnya. Ja, lanjutkan belajarmu, eo. Ah, dan satu lagi, eomma dengar 2 minggu lagi akan ada lomba menulis. Kau harus ikut, ara!”

“Keunde…”

“Jangan membantah! Bukankah kau bilang kau suka menulis? Eomma akan pastikan kau ikut dalam lomba itu.” Ujar sang ibu. Nadanya mengatakan bahwa ia sama sekali tidak ingin dibantah. Begitu sang eomma keluar dari kamarnya, Seyeon langsung membaringkan kepalanya diatas meja belajar dengan buku-buku sebagai alasnya.

TES

Setetes air mata jatuh dari mata gadis itu. Ia benar-benar lelah menghadapi kehidupannya yang serba diatur oleh sang eomma. Ia hanya gadis biasa berusia 18 tahun yang ingin mendapatkan kebebasan layaknya remaja seusianya.

*****

 

Kyuhyun memandang pantulannya dikaca mobil. Namja itu terlihat semakin tampan dengan setelan jas berwarna hitam yang tengah membalut tubuhnya. Kyuhyun merasa agak sedikit gugup. Pasalnya hari ini sang ayah memintanya untuk menemani Siwon mendatangi acara makan siang bersama para relasi bisnis yang berasal dari luar negeri. Kyuhyun memang sama sekali tidak tertarik dengan itu, namun bukan hal itu yang membuatnya gugup ataupun risau. Kyuhyun takut dengan reaksi yang akan Siwon berikan, sebab namja itu tahu dengan pasti bahwa Siwon sangat tidak ingin wilayah kekuasaannya dimasuki oleh Kyuhyun. Namun apa daya, Kyuhyun sama sekali tidak bisa menolak perintah sang appa.

“Gwenchana Kyuhyun-ah, paling-paling kau akan segera diusir dari sana.” Gumamnya sebelum melangkahkan kaki menuju taman belakang restoran tempat acara berlangsung.

 

_____________________________________

 

“Apa yang kau lakukan disini?” Pertanyaan bernada sinis itu keluar dari mulut Siwon. Tepat seperti dugaan Kyuhyun, begitu Siwon melihatnya ia langsung menarik Kyuhyun menjauh dari keramaian, tanpa membiarkan ia bertemu dengan para relasi bisnis perusahaan Cho Corporation.

“Appa yang menyuruhku kesini. Ia ingin aku bertemu dengan para relasi bisnis dan para pemegang saham.”

Siwon menatap Kyuhyun tajam. Wajah yang biasanya tersenyum ramah didepan orang-orang kini mendadak menjadi dingin, sedingin es yang berada di kutub. “Bukankah aku sudah pernah mengatakan padamu bahwa aku tidak suka jika wilayahku diganggu? Apalagi kau yang mengganggu.” Siwon berkata dengan nada rendah namun sarat akan amarah.

Wajah Kyuhyun berubah sendu. “Sampai kapan kau akan membenciku seperti, eo? Aku menyayangimu Hyung, meskipun kita bukan saudara kandung.” Ucap Kyuhyun lirih.

“Sampai kapan kau akan terus mengganggu hidupku, eo?!” Siwon bertanya tanpa mau menjawab pertanyaan Kyuhyun terlebih dahulu.

“Hyung, apa yang harus kulakukan untuk membuatmu tidak membenciku?” Tanya Kyuhyun sembari menatap Siwon.

Siwon tersenyum sinis. “Kau ingin aku tidak membencimu? Maka menjauhlah dari hidupku. Pergi ke Amerika dan jangan pernah kau kembali.” Ucap Siwon yang sontak membuat hati Kyuhyun berdenyut perih. Setelah berkata demikian Siwon meninggalkan Kyuhyun begitu saja. Kyuhyun sendiri masih berdiri terpaku ditempatnya. Setetes air mata jatuh dari mata Kyuhyun, namun dengan sigap namja itu langsung menghapusnya. Ia mendesah pasrah, berusaha untuk tidak mengambil hati omongan dari hyung-nya tersebut.

 

*****

 

_AT KIRIN HIGH SCHOOL_

Seyeon menatap lembaran soal yang baru saja diterimanya dengan pandangan nanar. Gadis itu mengeluarkan lembaran yang semalam diberikan oleh eommanya, dan ternyata kedua lembaran itu sama persis tanpa ada perbedaan sedikit pun.

“Hah, eomma…” Desis Seyeon kesal.

Gadis itu langsung beranjak dari tempatnya, tak lupa membawa tas dan lembaran soal yang didapatnya dari sang eomma semalam.

“Jin Seyeon, mau kemana kau? Perlombaan akan segera dimulai.” Ujar salah seorang guru yang menjadi pengawas.

“Jesonghamnida seonsaengnim, keunde aku berubah pikiran.” Jawab Seyeon dengan suara yang bergetar. Gadis itu membungkuk sopan pada sang guru dan kemudian bergegas beranjak pergi tanpa menghiraukan tatapan aneh dari murid-murid yang lain.

Seyeon meremas lembaran yang ada ditangannya. Gadis itu benar-benar sangat ingin meluapkan emosinya sekarang. Bagaimana bisa ibunya sendiri menjerumuskannya dalam hal yang seperti ini? Seyeon benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran ibunya.

Seyeon menghentikan langkahnya saat melihat supir keluarganya yang selalu menunggu dirinya didepan gerbang sekolah. Seyeon memutuskan untuk keluar dengan cara memanjat tembok belakang sekolah, hal yang seumur hidup tidak pernah dilakukannya. Gadis itu sengaja ingin membuat ibunya panik jika tidak mendapati dirinya di sekolah.

 

 *****

 

_ AT Yeouido Park_

Langkah kaki Seyeon membawa dirinya menuju ke sebuah taman kota. Suasana taman pada saat itu tidak terlalu ramai, terkesan sepi dan tenang. Sesuai dengan yang Seyeon inginkan. Seyeon mendudukkan tubuhnya disalah satu bangku taman. Pepohonan yang rindang membuat keadaan taman menjadi sejuk dan segar. Seyeon menutup matanya dan menghembuskan napas secara perlahan. Kepulan asap akibat cuaca yang dingin keluar dari mulut gadis itu kala ia menghembuskan napasnya.

Tak jauh dari bangku yang diduduki Seyeon terdapat seorang namja tampan yang mengenakan setelan jas hitam. Namja tersebut adalah Kyuhyun. Kyuhyun duduk dibangku yang tak jauh dari Seyeon. Tak beda jauh dengan Seyeon, Kyuhyun pun juga bertujuan untuk menenangkan dirinya disana. Namja itu menutup mata sembari menghembuskan napas. Kilasan kejadian yang satu jam lalu dialaminya masih berbekas sangat jelas diingatan namja tersebut, ketika bagaimana dengan seenaknya Siwon memintanya untuk pergi dari Korea.

Nyaris 2 jam lamanya kedua insan tersebut duduk dibangku taman dan sibuk dengan pikiran mereka masing-masing tanpa peduli dengan keadaan sekitar. Udara dingin yang menusuk tubuh menyadarkan kedua anak manusia itu bahwa mereka sudah cukup lama berdiam diri disana. Dengan serentak Seyeon dan Kyuhyun bangkit dari duduk mereka. Begitu membalikkan badan, tatapan mereka saling bertemu. Mereka berdua terdiam, saling mencermati sebelum pada akhirnya Seyeon membuka suara.

“Kyuhyun sunbae…”

 

*****

 

_AT SEYEON’s HOUSE_

“Ya Tuhan Seyeon! Dari mana saja kau? Eomma dari tadi berusaha untuk menghubungimu. Supir Jang bilang kalau kau tidak ada di sekolah. Yak, kau membuat eomma cemas!”

“Aku pulang bersama sunbae-ku. Geokjonghajima.”

Ibu Seyeon menahan lengan gadis itu. “Wae geure?” Tanyanya.

“Aniyo.” Jawab Seyeon malas. Gadis itu sedang tidak ingin berdebat dengan ibunya. Ia benar-benar sangat lelah dengan semuanya. “Aku lelah.” Tambahnya sebelum  menaiki tangga.

“Seyeon-ah, eomma ingin berbicara sebentar.”

“Nanti saja aku le…”

“Ini mengenai Kim Heung Soo.” Ujar sang eomma, membuat langkah Seyeon terhenti dianak tangga kelima. Gadis itu membalikkan badan dan kemudian kembali turun untuk menghampiri ibunya.

Seyeon duduk disofa tepat didepan ibunya. “Ada apa dengan pria itu?”

“Bukan pria itu, tapi calon appa baru-mu.”

“Mworago?!” Pekik Seyeon kaget. “Eomma! Bukankah aku sudah bilang bahwa aku tidak ingin mempunyai ayah baru? Seberapapun kayanya pria itu, aku tetap tidak mau! Aku takkan pernah mengizinkan eomma untuk menikah lagi!”

041

“Seyeon-ah, kenapa kau sangat egois, eo? Eomma bahagia bersamanya. Ia pria yang baik. Dia akan menjadi appa yang terbaik bagimu.”

“Eomma…”

“Besok kita akan makan siang bersama Kim Heung Soo dan putra laki-lakinya. Kau dengar itu? Putra lelaki. Itu berarti kau juga akan memiliki seorang oppa. Bukankah selama ini kau ingin merasakan bagaimana rasanya memiliki seorang oppa?” Ibu Seyeon berusaha untuk membujuk putrinya. Seyeon yang sudah merasa sangat kesal pun langsung berlari menuju kamarnya tanpa peduli dengan teriakan sang ibu yang memanggil namanya.

“AAAAAAA!!!!”

BRAK!

Pecahan bola Kristal bertaburan dilantai kamar Seyeon. Gadis itu terduduk dilantai dan dalam sekejap ia sudah menangis terisak-isak, layaknya seorang anak yang ditinggal mati ibunya.

‘Ya Tuhan, jebal bantu aku… aku sudah tidak kuat lagi…’

 

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

Satu tanggapan untuk “After The Storm (Part 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s