Diposkan pada Chapters

After The Storm (Chapter 3)

After The Storm cover

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title     : After The Storm
Type    : Chaptered
Genre  : Romance, Friendship, Family, Drama

Cast :
– Jin Seyeon
– Cho Kyuhyun
– Kim Woobin
– Kim Taeyeon
– Choi Siwon
– Kim Jongin
– Jung Krystal

_______________________________________

 

snsd_taeyeon1

Taeyeon tersenyum kecil ketika ia menatap fotonya bersama kedua orang sahabatnya, Kyuhyun dan Woobin, ketika mereka masih duduk dibangku sekolah menengah atas. Saat sedang membersihkan barang-barang lamanya, tanpa sengaja Taeyeon menemukan kotak berisi barang-barang kenangannya saat masih SMA dulu. Dan foto itu adalah salah satu dari sekian banyak barang kenangannya dimasa SMA.

Di foto itu mereka bertiga masih menggenakan seragam SMA. Foto itu diambil tepat ketika mereka selesai mengikuti ujian kenaikan kelas beberapa tahun silam. Sorot kegembiraan terlihat jelas dari raut wajah ketiga orang yang menjadi objek difoto tersebut. Tapi sungguh disayangkan, sebab semua itu hanyalah tinggal kenangan semata. Karena kenyataan yang ada sekarang sangat berbeda dengan masa lalu.

Terkadang Taeyeon berpikir, apa jadinya mereka sekarang jika kejadian saat itu tidak terjadi. Tentunya mereka masih bisa tertawa layaknya foto yang ada ditangannya tersebut. Taeyeon memang tidak bisa menyalahkan Woobin atas sikapnya pada Kyuhyun, sebab jauh dalam hatinya Taeyeon merasa bahwa Kyuhyun memang pantas mendapatkan perlakuan yang selama ini diterimanya setelah apa yang dilakukannya pada Woobin. Namun tak bisa dipungkiri bahwa Taeyeon ingin Woobin memaafkan Kyuhyun sehingga mereka bisa kembali bersahabat seperti dulu.

“Keunde, apakah mungkin jika kita bisa kembali seperti dulu, eo?” Bisik Taeyeon sembari meletakkan foto tersebut kembali kedalam kotak.

*****

_IN SEYEON’s ROOM_

Seyeon sedang duduk termenung diatas tempat tidurnya. Banyak sekali hal yang berkecamuk dikepala gadis berusia 18 tahun itu.

KREK!

“Kau harus menjelaskannya pada eomma!” Ibunda Seyeon datang dan langsung marah-marah pada putri semata wayangnya itu. Seyeon menatap datar wajah ibunya. “Mwo?” Tanyanya dengan nada malas.

Jin Eun Sang, ibunda Seyeon, menatap putrinya dengan murka. “Kenapa kau tidak ikut dalam perlombaan itu, eo? Wae?!”

Seyeon tersenyum tipis. “Karena aku tidak ingin.”

Eun sang menatap putrinya dengan tatapan tidak percaya. Bagaimana bisa putrinya menjawab dengan semudah itu. “Kau jangan main-main Seyeon-ah! Eomma bahkan sudah repot-repot memberikan bahan agar kau bisa belajar.”

Seyeon bangkit dari posisi duduknya, dan lantas ia berdiri tepat dihadapan ibunya. Gadis itu menatap ibunya dengan emosi. “Aku bahkan tidak pernah meminta bantuanmu untuk itu! Geurigo, soal yang kau berikan itu, dari mana eomma mendapatkannya? Soal itu sama persis dengan soal yang kemarin diuji. Eomma berusaha untuk menjerumuskanku, eo?!” Nada bicara Seyeon terdengar amat sangat kecewa. Mata gadis itu berair. “Kenapa eomma tega?”

“Menjerumuskanmu? Apa maksudmu? Justru kau seharusnya berterima kasih pada eomma. Eomma melakukan itu untuk kebaikanmu.”

“Cih, dengan eomma melakukan itu padaku, itu sudah menunjukkan bahwa eomma tidak percaya pada kemampuanku.”

“Kau benar-benar tidak tahu berterima kasih!”

Seyeon mengepalkan tangannya erat. “Arasso, jeongmal gomawoyo, eommonim.” Seyeon melangkahkan kakinya, berniat untuk segera menyingkir dari hadapan ibunya.

“Bersiap-siaplah, sebentar lagi kita akan makan siang dengan appa dan oppa-mu.” Ujar Eun Sang. Seyeon hanya dapat menghela napas pelan, tanpa mampu menolak perintah ibunya.

*****

_AT ZEUS HOTEL_

Woobin melangkah malas menuju meja yang tengah ditempati ayahnya. Hari ini, sesuai dengan janji, ayahnya akan mempertemukan ia dengan calon ibu dan adik tirinya. Jujur, Woobin tidak peduli dengan keinginan ayahnya untuk menikah lagi. Selama ayahnya tidak mencampuri urusan pribadinya, maka Woobin tidak akan keberatan dengan apapun yang ayahnya lakukan. Woobin tahu dengan pasti, pernikahan yang sedang ayahnya rencanakan bukanlah seratus persen dilandasi dengan cinta. Ada unsur bisnis dan materi didalamnya. Namja tampan itu bisa tahu dengan mudah, sebab wanita yang akan dinikahi oleh ayahnya juga seorang pengusaha sukses dibidang pariwisata. Tentunya ini akan memberikan pengaruh baik bagi bisnis perhotelannya. Lagipula Woobin tahu tipe macam apa ayahnya itu. Ayahnya tersebut tidak akan pernah puas hanya dengan satu orang wanita. Dengan kata lain, Kim Heung Soo adalah tipe namja yang hobi bermain dengan wanita.

“Ah, neo wasseo.” Ujar Heung Soo ketika Woobin duduk dikursi tepat disebelahnya. Woobin hanya menggumam singkat. Namja itu terlalu malas untuk memulai pembicaraan dengan sang appa.

“Jam berapa mereka akan datang? Aku tidak punya banyak waktu untuk hal yang tidak penting seperti ini.” Ucapnya.

24-Kim-Woo-Bin-Choi-Young-Do-The-Heirs-Korean-Drama-Fashion

Sang ayah menatapnya. “Mereka akan datang sebentar lagi. Bersabarlah. Dan jaga sikapmu didepan mereka nanti. Kau pastinya tidak ingin memberikan kesan buruk didepan keluarga barumu, kan?” Ujar sang ayah. Woobin menanggapinya dengan acuh.

“Maaf, kami agak sedikit terlambat.” Eun Sang bersama Seyeon memasuki ruang makan private tempat mereka akan melakukan makan siang bersama. Heung Soo bangkit dari duduknya dan memeluk Eun Sang sekilas. “Gwenchana, aku dan Woobin juga baru sampai.” Jawab Heung Soo.

“Perkenalkan, ini anakku Seyeon.” Eun Sang memperkenalkan Seyeon pada Heung Soo. Seyeon menunduk sopan pada calon appanya.

“Ini Woobin, anakku satu-satunya.” Heung Soo juga tak ketinggalan untuk memperkenalkan sang putra semata wayang. Reaksi Woobin tak jauh beda dari Seyeon. Setidaknya kedua remaja itu berusaha untuk bersikap sopan dan tidak mempermalukan orang tua mereka.

Berbagai macam makanan lezat nan menggugah selera terhidang dengan apik diatas meja makan, namun makanan-makanan tersebut tidak sukses untuk menggugah selera Seyeon maupun Woobin. Walhasil mereka berdua hanya memainkan makanan mereka tanpa minat untuk memakannya.

“Woobin lebih tua 3 tahun dari Seyeon, bukan? Kalau begitu berarti kau akan menjadi oppa bagi Seyeon. Aku harap kalian bisa menjadi pasangan adik kakak yang akur. Apalagi Seyeon sedari dulu memang sangat ingin mempunyai seorang oppa.” Eun Sang berkata sambil tersenyum manis pada Woobin.

Woobin hanya mengangguk singkat. Kemudian, namja itu menatap Seyeon, mengamati calon adik tirinya itu. Seyeon sendiri hanya menunduk, sedikitpun tidak ada niatan untuk ikut bergabung dalam pembicaraan.

“Seyeon-ah, kau bersekolah dimana?” Tanya Heung Soo. Seyeon mendongakkan kepalanya, “Aku bersekolah di Kirin High School.” Jawab Seyeon sopan.

“Ah jinjjayo? Woobin dulu juga sekolah disana. Kau sudah tahun ketiga, kan? Itu berarti tahun depan sudah akan masuk universitas. Apa kau sudah tahu akan masuk ke universitas mana?”

“Aku memikirkan akan masuk ke universitas Kyunghee atau Shinhwa.”

“Geure. Hmm, lebih baik kau masuk ke Shinhwa saja. Woobin kuliah disana, jadi dia akan bisa menjagamu.”

Woobin mendesis pelan, “Dia bukan anak berusia 5 tahun yang harus ku jaga.” Gumamnya yang meskipun pelan, namun dapat didengar oleh orang-orang disana. Seyeon menatap Woobin datar. Gadis itu sudah memprediksi bahwa ia akan mengalami masa-masa sulit dengan calon oppanya itu.

Innocent South Korean actress Jin Se Yeon picture (009)

Melihat situasi yang menjadi semakin canggung, Eun Sang langsung membelokkan pembicaraan. Tak lama, Eun Sang dan Heung Soo sudah terlarut dalam pembicaraan mereka yang kebanyakan tentang bisnis dan rencana pernikahan mereka.

 *****

Jari-jari Seyeon bergerak dengan lincah diatas tuts piano. Gadis itu terlihat larut dalam hobi bermusiknya itu. Tepat ketika permainan pianonya selesai, sebuah suara tepuk tangan mengalihkan konsentrasi gadis itu. Seyeon menoleh dan langsung tersenyum senang ketika mendapati Kyuhyun tengah berdiri didepan pintu ruang musik. Rupanya sedari tadi namja itu tengah menonton permainan piano Seyeon.

five-fingers-actress-jin-se-yeon-will-show-off-her-piano-skills

“Kyuhyun sunbae, sejak kapan kau ada disana?”

Kyuhyun berjalan menghampiri Seyeon. “Sejak awal. Kau sangat serius hingga tidak menyadari kedatanganku.” Jawab Kyuhyun sambil tertawa kecil. Seyeon tersenyum manis pada sunbae-nya itu. “Sudah lama sekali sunbae tidak pernah datang kesini. Kedatanganmu benar-benar sebuah kejutan.”

20120716_kyuhyun_2

“Aku sangat sibuk, jadi setelah sekian lama baru bisa berkunjung sekarang.” Ujar Kyuhyun. Namja itu duduk dikursi yang menghadap jendela. Seyeon membalikkan tubuhnya agar bisa menghadap Kyuhyun dengan jelas.

“Apa sunbae ada keinginan untuk masuk ke klub musik ini lagi?” Tanya Seyeon penasaran.

Kyuhyun tersenyum kecil, dan kemudian namja itu menggelengkan kepalanya. “Meski aku ingin, tapi sepertinya tidak bisa. Aku benar-benar sibuk.”

“Ah ne, sunbae-kan salah satu penerus Cho Corporation, jadi pasti amat sibuk.”

Kyuhyun tertawa kecil. “Ah, kau mengingatkanku pada hal yang menyebalkan itu lagi.” Ujar Kyuhyun.

Seyeon tersenyum kecil melihat ekpresi sunbae-nya tersebut. Seyeon memang tahu bahwa Kyuhyun sama sekali tidak ingin mengambil bagian dalam perusahaan sang appa. Kyuhyun dan Seyeon memang lumayan dekat semenjak Seyeon bergabung dengan klub musik Melody of Angel. Namun sayangnya 2 tahun yang lalu, namja tampan ini memilih keluar dari klub musik tersebut.

“Orang-orang banyak yang berkata bahwa kita amat sangat beruntung karena terlahir dari keluarga yang hebat dan terpandang. Keunde, kenapa aku tidak merasa demikian ya? Aku justru merasa terbebani.” Ujar Seyeon dengan nada kecil sembari memandang menerawang ke jendela yang ada dihadapannya. Kyuhyun tertegun mendengar perkataan hoobae-nya itu. Karena jujur, ia juga merasakan hal yang sama.

“Hah, mungkin mereka bisa mengatakan demikian karena mereka hanya melihat kita dari luarnya saja dan mereka hanya mengira-ngira tanpa tahu yang sebenarnya.”

“Ne, kurasa juga begitu.” Seyeon tersenyum kecil. Gadis itu menoleh menatap Kyuhyun. “Sunbae, mau memainkan lagu bersama? Lagu favorit kita dulu.” Ajak Seyeon. Kyuhyun terdiam sejenak. Sudah lama sekali namja itu tidak menyentuh tuts-tuts piano. Terakhir kali ia memainkan piano adalah setahun lalu saat pesta ulang tahun ibunya.

Aniya, bukan karena ia malas atau terlalu sibuk untuk memainkan piano. Tapi Kyuhyun mempunyai alasan lain. Alasan yang hanya dirinya sendiri yang tahu. Bahkan karena alasan itu pulalah Kyuhyun memutuskan untuk meninggalkan klub music yang begitu disenanginya.

“Sunbae?”

“Oh oke. Ayo kita mainkan lagu favorit kita itu!”

 *****

Lonceng Bell berbunyi kala Woobin memasuki sebuah gallery lukisan. Yah, pria satu ini memang sangat menyukai seni lukis. Ia bahkan dulu juga seorang pelukis yang handal. Yah, itu dulu… sebelum kejadian itu terjadi dan merubah segalanya.

Woobin mengamati lukisan-lukisan tersebut dengan seksama. Tak bisa dipungkiri bahwa ia merindukan saat-saat ia memegang  kuas ditangannya dan menorehkan goresan-goresan indah diatas kanvas. Tak ingin berlama-lama terlarut dalam masa lalu, Woobin memutuskan untuk pergi dari galeri itu. Namja tampan itu termenung. Ia menatap tangan kanannya yang dulu selalu ia banggakan, sebab dari tangan itulah lukisan-lukisan indah dihasilkan. Tetapi sekarang tangan itu tak lebih dari sekedar tangan kanan biasa, tanpa ada kelebihan apapun. Malah sekarang tangan yang dulu menjadi kelebihannya, justru sekarang menjadi kekurangannya.

C0C1C18DC790B4E4E14131121HDTVx264720p-LTEmp4_002713544

Woobin tidak akan pernah bisa melupakan kejadian kelam tersebut. Kejadian yang membuat tangan kanannya menjadi lemah sehingga tidak bisa ia pakai untuk melukis lagi. Jangankan untuk melukis, untuk menulis saja tangan kanannya sudah tidak mampu hingga memaksanya untuk menggunakan tangan kirinya.

Dan itu semua adalah hasil dari perbuatan mantan sahabatnya, Cho Kyuhyun.

“Dasar brengsek kau Cho Kyuhyun! Kau membuatku menjadi seperti ini.” Geram Woobin sembari mengepalkan tangan kanannya.

 *****

 _IN KYUHYUN’s ROOM_

Kyuhyun memandangi foto-fotonya bersama Woobin dengan pandangan sendu. Kenangan demi kenangan datang silih berganti kedalam pikirannya. Kyuhyun amat sangat menyesali perbuatannya dulu. Jika saja ia bisa mengontrol emosinya dengan baik, pasti kejadian itu tidak akan terjadi. Pasti sekarang semuanya akan baik-baik saja.

Pandangan mata Kyuhyun beralih kearah lukisan yang berukuran besar yang tergantung didinding kamarnya. Lukisan itu Woobin yang memberikannya, dan dia sendiri yang melukisnya. Air mata Kyuhyun terjatuh ketika ia menatap lukisan yang selalu dirawatnya itu. Karena dirinyalah sekarang Woobin kehilangan hal yang paling berharga dalam hidupnya.

Pintu kamar Kyuhyun terbuka dan menampakkan sang eomma yang tengah membawa nampan berisi makanan untuk Kyuhyun. Dengan terburu-buru Kyuhyun langsung menghapus air matanya dan namja itu berpura-pura tengah sibuk dengan buku-buku kuliahnya.

“Aigoo, uri Kyuhyunnie benar-benar rajin, eo. Bahkan dihari libur begini kau masih belajar. Ini, ibu bawakan cemilan untukmu dan juga ada suplemen untuk kesehatanmu.” Ujar sang ibu sembari meletakkan nampannya diatas meja belajar Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum kecil. “Gomawo eomma.” Ucapnya.

Tak sengaja mata ibu Kyuhyun menangkap foto-foto lama Kyuhyun yang bertumpuk diatas meja. “Kau merindukannya?” Tanya ibu Kyuhyun. Kyuhyun hanya diam, tak berniat untuk menjawab. Sebab ia yakin tanpa perlu menjawab sang ibu pasti sudah tahu jawabannya.

“Kemarin ibu bertemu dengan Taeyeon di pusat perbelanjaan. Dia tambah cantik sekarang.”

Kyuhyun mendongak menatap sang ibu. “Apa dia mengatakan sesuatu pada ibu?”

Nyonya Cho mengangguk. “Ne. Kami sempat mengobrol sebentar.” Jawab Nyonya Cho. Ia menatap putranya itu, “Apa hubunganmu dan Taeyeon belum membaik? Tidak seharusnya dia ikut memusuhimu seperti ini. Yang ada masalah itu kan kau dan Woobin, bukan dengan Taeyeon.”

“Bukan dia yang memusuhiku, keunde aku yang menjauhinya. Kesalahanku terlalu besar, aku… aku pantas mendapatkan ini…”

 *****

 

145147060

Seyeon terlihat mempesona dengan dress hitam pendek yang dikenakannya. Rambutnya yang dikepang menambah kesan elegan pada penampilan gadis itu. Ia sedang berada di pesta pertunangan teman sekolahnya yang diselenggarakan disebuah hotel ternama di Seoul. Sebenarnya Seyeon tidak datang sendiri. Ia datang bersama Kim Min Ji, teman sekolahnya. Karena Min Ji sedang berbincang dengan kekasihnya, maka dari itu Seyeon memutuskan untuk berjalan sendiri sembari mencari teman-temannya yang lain.

“Seyeon!” Panggil Jiyeon. Seyeon menghampiri teman sekelasnya yang terkenal centil itu dan mereka sempat berbincang-bincang sebelum Jinri menghampiri mereka.

“Ah, kau disini! Apa kau tahu Jongin juga disini?” Tanya Jinri. Seyeon menggelengkan kepalanya. Gadis itu merasa sedikit aneh begitu tahu bahwa Jongin juga berada di pesta tersebut. Bukan karena status sosial mereka yang berbeda, namun seingat Seyeon, Jongin sangat anti dengan pesta ala high class seperti ini.

“Dia bersama dengan Krystal.” Ucap Jinri lagi yang sukses membuat Seyeon kaget. “Krystal?” Ulangnya. Berharap bahwa pendengarannya salah. Namun anggukan dari Jinri telah melenyapkan harapannya tersebut. Dengan perasaan gundah Seyeon menatap sekitarnya. Gadis itu berharap agar ia tidak perlu bertemu dengan Jongin dan Krystal. Sudah cukup gadis itu mendengar nama mereka tanpa perlu melihat wajah mereka.

____________________________________________

Seyeon baru saja keluar dari toilet tepat ketika pintu toilet pria terbuka. Posisi toilet wanita dan pria yang berhadapan membuat Seyeon mau tak mau berpapasan dengan pria yang baru saja keluar dari dalam toilet tersebut.

“Kyuhyun sunbae?”

“Annyeong! Kita bertemu lagi. Seoul sangat sempit rupanya.” Ucap Kyuhyun seraya tertawa kecil. Seyeon ikut tertawa mendengar gurauan sunbae-nya tersebut.

Kyuhyun meneliti penampilan Seyeon yang jujur sangat memukau baginya. “Pesta?” Tanya Kyuhyun.  Seyeon mengangguk. “Sunbae juga ada pesta disini?” Gadis itu balik bertanya.

“Ne. Temanku mengadakan pesta pertunangan.”

“Eh, kenapa bisa sama ya? Temanku juga mengadakan pesta pertunangan disini. Ah, chakkaman! Jangan bilang teman sunbae itu Lee Jonghyun?!”

“Ah, sayangnya iya.” Kyuhyun tertawa. “Kalau begitu berarti kau temannya Kim Ji Won, bukan?”

“Ne. Ji Won teman sekelasku.”

“Sendirian saja?”

Seyeon tersenyum kecil. “Yah, kurasa begitu. Temanku terlalu sibuk dengan namjachingunya. Sunbae sendiri juga sepertinya kesepian, eo?” Canda gadis itu, membuat tawa Kyuhyun meledak.

“Geureu, bagaimana jika kau menemani namja yang kesepian ini, eo?”

kyuhyun-cho-kyuhyun-32792879-896-702Jin_Se-yeon_at_the_press_conference_of_KBS2_Bridal_Mask_(2)

“Dengan senang hati.”

*****

Woobin dan Taeyeon berjalan berdampingan menuju aula tempat acara sedang berlangsung, dengan tangan Taeyeon yang tengah melingkar dilengan Woobin. Langkah pasangan kekasih itu terhenti ketika mereka berpapasan dengan Kyuhyun dan Seyeon. Tak jauh berbeda dengan Woobin dan Taeyeon, Kyuhyun dan Seyeon juga spontan menghentikan langkah mereka. Woobin menatap Kyuhyun dengan tajam, seperti yang biasa namja itu lakukan jika bertemu dengan mantan sahabatnya itu. Sedangkan Taeyeon, gadis itu menatap penasaran kearah Seyeon.

cuoc_cham_tran_cang_thang_giua_lee_min_ho_va_kim_w_2

Taeyeon merasa belum pernah bertemu dengan Seyeon sebelumnya, jadi ada kemungkinan bahwa gadis itu bukan berasal dari kampus yang sama dengan mereka.

‘Apa dia yeojachingu Kyuhyun?’ Batin Taeyeon sedih.

Lotte-Fansign-Taeyeon-kim-taeyeon-36001847-1280-720

Kyuhyun sendiri menatap sedih kearah tangan Taeyeon yang melingkar dilengan Woobin, menunjukkan bahwa mereka adalah sepasang kekasih. Mengingat hal tersebut membuat perasaan Kyuhyun menjadi tidak karuan.

adaf2edda3cc7cd9508b9d2a3901213fb90e919b

Seyeon merasa hawa yang tidak enak diantara ketiga orang itu. Namun tak lama gadis itu tersentak kaget ketika ia menyadari bahwa ada wajah tak asing disana. Kim Woobin. Yah, gadis itu mengingat wajah calon kakak tirinya itu. Seyeon hanya diam, tanpa ada niatan untuk menyapa calon kakak tirinya itu. Tapi sepertinya Woobin sudah menyadari bahwa gadis yang berdiri disamping Kyuhyun adalah calon adik tirinya.

“Wah, kita bertemu lagi, eo.” Ujar Woobin. Kyuhyun dan Taeyeon menatap Woobin dan Seyeon silih berganti. Mereka penasaran bagaimana Woobin dan Seyeon bisa saling mengenal, terlebih Kyuhyun.

“Kalian saling kenal?” Taeyeon membuka suara. Woobin tersenyum. “Ne, dia calon adik tiriku.” Jawab Woobin yang sontak membuat Kyuhyun agak kaget. Taeyeon mengangguk paham, sebab gadis itu memang sudah tahu mengenai rencana pernikahan ayah Woobin.

Taeyeon tersenyum ramah pada Seyeon. “Annyeong, aku Kim Taeyeon.”

“Annyeong, Jin Seyeon imnida.” Balas Seyeon.

Taeyeon menatap Seyeon dan Kyuhyun bergantian. Ada keingintahuan yang besar dibenak gadis itu. “Kalian… berpacaran?” Tanpa sadar kalimat itu sudah terlontar dari bibirnya. Seyeon baru saja ingin membantah, namun genggaman tangan Kyuhyun yang tiba-tiba membungkam mulut gadis itu. Ia hanya bisa terdiam kaget. Taeyeon sendiri bisa melihat tangan Kyuhyun yang menggenggam erat tangan Seyeon. Dan tanpa perlu bertanya lebih lanjut, gadis itu tahu apa jawabannya.

“Omo, Seyeon-ah, kau berpacaran dengan Kyuhyun oppa?!” Pekik Krystal kaget.

Seyeon menoleh kaget dan tak jauh dari posisinya, ia mendapati Jongin dan Krystal tengah berdiri tak jauh darinya. Tangan Krystal melingkar mesra dilengan Jongin, dan Jongin sendiri sama sekali tidak keberatan dengan hal tersebut hingga membuat perasaan Seyeon menjadi semakin hancur.

Tanpa berpikir panjang gadis itu langsung menjawab, “Ne, kami berpacaran.”

 

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

Satu tanggapan untuk “After The Storm (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s