Diposkan pada Chapters, The Daily Life Of Super Junior's Little Sisters

(Cho Jiyoung’s Story) Please Stay (Part 1)

iPBnJvz

Author : Kyula88 (Cho Haneul)
Title     : The Daily Life of Super Junior’s Little Sisters
(Cho’s Story – Please Stay…)
Type    : Chaptered
Genre  : Romance, Friendship, Family
POSTER FROM arendelle 

Cast :
– Cho Jiyoung
– Kim Woo Bin as Choi Young Do
– Kris Wu
– Park Jiyeon
– Park Boyoung
– Cho Kyuhyun

______________________________

Jiyoung melangkah riang memasuki sebuah cafe bernuansa modern classic yang berlokasi di daerah Gangnam. Gadis itu menenteng sebuah tas karton berukuran sedang ditangan kanannya. Tas karton itu berisi barang titipan eommanya yang akan dia berikan pada si pemilik cafe yang merupakan teman ibunya.

“Annyeong ahjumma!” Sapa Jiyoung ramah. Ia memang sudah akrab dengan Ji Won, wanita paruh baya yang merupakan teman ibunya itu. Ji Won tersenyum ramah. Ia berjalan menghampiri Jiyoung.

“Mengantar titipan eomma-mu, eo?” Tanyanya. Jiyoung tersenyum sembari mengangguk. “Ne ahjumma, igo.” Jiyoung menyerahkan tas karton tersebut yang langsung diterima oleh Ji Won.

“Kau sedang tidak terburu-buru, kan?”

“Aniyo, wae?”

Ji Won tersenyum sembari mengajak Jiyoung duduk di meja yang berada disamping jendela. “Duduklah sebentar, ahjumma ada menu terbaru. Ahjumma ingin mendengarkan pendapatmu.” Ujar Ji Won. Jiyoung tersenyum girang. Gadis itu memang penggila makanan manis. “Ne ahjumma. Aigoo, ternyata keputusanku untuk datang hari ini adalah keputusan yang tepat.” Gurau Jiyoung sembari terkekeh geli. Ji Won tertawa kecil mendengar celotehan Jiyoung. “Arasso, tunggu sebentar ya.”

Jiyoung mengeluarkan ipadnya dari dalam tas dan mulai sibuk mencari berita-berita terbaru mengenai oppadeul tercintanya. “Aigoo, ige mwoya?” Jiyoung tertawa geli melihat selca Kyuhyun yang baru beberapa menit lalu di unggah di twitternya. Kyuhyun terlihat lucu dengan hidung khas badut yang berwarna merah, ditambah dengan senyuman lebarnya yang persis seperti bocah berusia 5 tahun. “Aish jinjja, semenjak jadian dengan Jiyeon kelakuannya semakin abnormal saja.” Gumam Jiyoung sembari menggelengkan kepalanya.

Iseng, Jiyoung mengetik nama Kris di kolom pencarian. Beberapa detik kemudian sudah bermunculan segala macam artikel mengenai Kris beserta foto-foto namja tersebut mulai dari yang lama sampai yang terbaru. Wajah Jiyoung berseri-seri kala ia menatap puluhan foto Kris. Diakuinya bahwa Kris memang tampan dan sangat berkarisma, bahkan melebihi karisma Kai ataupun Luhan.

“Ja, ini dia menu terbaru disini.” Ji Won meletakkan sebuah piring berukuran sedang yang berisi pudding coklat dengan berbagai macam topping diatasnya. Mata Jiyoung berbinar-binar begitu melihat pudding coklat tersebut.

“Kelihatannya ini sangat enak.” Ucap Jiyoung sembari menyuapkan sesendok pudding kedalam mulutnya. “Waah, jinjja mashita!” Jiyoung tersenyum senang.

“Ah jinjjayo? Syukurlah jika kau suka. Habiskan, ne.”

“Jangan khawatir ahjumma, tanpa disuruh pasti akan kuhabiskan.”

Ji Won menoleh kearah pintu cafe yang kembali terbuka. Wanita paruh baya itu tersenyum manis mendapati seorang namja tampan yang baru saja masuk ke dalam cafe tersebut. “Young do-ya!” Ji Won melambaikan tangannya pada namja tersebut.

Namja yang dipanggil Young Do itu langsung berjalan menuju meja yang tengah ditempati Ji Won dan Jiyoung. Tadinya Jiyoung tidak terlalu memperhatikan namja tersebut, namun saat matanya menatap wajah tampan Young Do, Jiyoung langsung terpana. Bahkan sampai Young Do berdiri dihadapannya, gadis itu masih menatapnya dengan penuh kagum.

“Annyeong eomma.”

“Annyeong Young Do-ya.” Ji Won tersenyum hangat pada putranya. “Ah, Jiyoung-ah, kenalkan ini putra ahjumma.”

Jiyoung mengulurkan tangannya. “Annyeong, Cho Jiyoung imnida.” Jiyoung memperkenalkan diri. Young Do menyambut uluran tangan Jiyoung. “Choi Young Do imnida.” Ucapnya.

Ji Won bangkit dari kursinya. “Duduklah disini, eomma akan mengambilkan minuman dan pudding untukmu.” Ucap Ji Won. Young Do mengangguk dan kemudian duduk dibangku yang baru saja ditinggalkan sang eomma.

Jiyoung menjadi agak gelisah sebab gadis itu tidak terbiasa duduk semeja dengan orang yang baru dikenalnya. Young Do sendiri bersikap acuh. Namja itu sibuk dengan ponselnya dan sesekali menatap ke arah luar jendela. Sesekali Jiyoung mencuri pandang kearah Young Do, mengagumi wajah tegas yang dimiliki oleh namja tersebut.

25-Kim-Woo-Bin-Choi-Young-Do-The-Heirs-Korean-Drama-Fashion-450x366

Ponsel Jiyoung berdering. Gadis itu buru-buru menjawab panggilan tersebut ketika melihat nama sang oppa tertera dilayar ponselnya.

“Yoboseyo oppa?”

“Neo jigeum eoddiya?”

“Di cafe Ji Won ahjumma. Aku mengantarkan titipan eomma.”

“Ah ne. Cepat pulang dan buatkan aku makanan. Aku nyaris mati kelaparan disini. Ah, jeongmal baegopa!”

“Jangan gunakan nada manja seperti itu! Oppa terdengar menyeramkan. Lagipula, kenapa tidak makan di dorm saja?”

“Aku mau makan masakanmu, jagiyaaa…”

“Ara ara, aku pulang sekarang. Dasar manja!” Cibir Jiyoung yang dibalas dengan tawa puas dari sang oppa. Jiyoung memasukkan ponselnya kedalam tas, dan saat gadis itu mendongakkan kepalanya ia baru sadar bahwa Young Do masih duduk tenang dihadapannya. Wajah Jiyoung memerah karena malu, sedangkan Young Do hanya menatapnya dalam diam.

Suasana menjadi kaku. Beruntung Ji Won datang sembari membawa makanan dan minuman untuk putranya. Jiyoung langsung beranjak pamit. “Ahjumma, aku harus pulang sekarang. Terima kasih atas pudingnya. Neomu mashita.” Jiyoung tersenyum manis hingga memunculkan eye smile-nya yang sukses membuat siapa saja merasa terpukau, tak urung dengan Young Do.

Namja itu semakin terpukau dengan kecantikan Jiyoung. Sebenarnya sudah sedari awal Young Do merasa tertarik dengan Jiyoung, namun namja itu tak ingin menunjukkannya begitu saja. Dan senyuman indah Jiyoung benar-benar sudah membuatnya terpukau.

“Annyeong ahjumma, annyeong Young Do-sshi.” Jiyoung membungkuk sopan dan kemudian beranjak pergi. Young Do menatap kepergiaan gadis itu sampai gadis itu menghilang dari pandangannya.

‘Nice smile…’

24-Kim-Woo-Bin-Choi-Young-Do-The-Heirs-Korean-Drama-Fashion

*****

_AT SJ’s SISTERS APARTEMENT_

Kyuhyun makan dengan sangat lahap. Ternyata namja itu benar-benar kelaparan. Jiyoung terkekeh geli melihat cara makan oppanya yang seperti sudah 2 hari tidak diberi makan.

“Aigoo, selapar itu kah?” Gadis itu menggelengkan kepalanya.

“Eo.” Jawab Kyuhyun singkat dengan mulut yang penuh makanan. “Jinjja mashita!” Ucap namja itu lagi. Jiyoung tersenyum senang dan kemudian memeluk oppanya dari belakang. CUP. Sebuah kecupan sayang mendarat dipipi Kyuhyun. “Gomawo oppa-ku yang tampan.” Ucap Jiyoung senang karena masakannya dipuji.

“Sepertinya kau sudah akrab dengan Kris, eo?” Kyuhyun menatap dongsaengnya dengan tatapan menyelidik. Jiyoung mendesah pelan. ‘Aish, mulai lagi overprotektifnya.’ Batin gadis itu sebal.

“Memangnya salah jika aku akrab dengan Kris?”

“Tidak salah memang. Tapi kau menyukainya, itu yang jadi masalah.” Ucap Kyuhyun terus terang. Jiyoung mengerucutkan bibirnya. “Wae?” Tanyanya sebal.

“Kuliah yang benar, dan perbaiki nilai-nilaimu yang abstrak itu terlebih dahulu. Contoh oppamu ini yang selalu mendapatkan nilai sempurna disetiap ulangan maupun ujian.”

Jiyoung mencibir Kyuhyun. “Cih, oppa sendiri berpacaran dengan Jiyeon yang masih kuliah. Apa bedanya coba?”

GLEK! Kyuhyun mati kutu akibat ucapan dongsaengnya itu. Walhasil, Kyuhyun hanya bisa tersenyum tiga jari menunjukkan wajah polosnya.

*****

Jiyoung sedang mengobrol dengan kedua sahabatnya, Boyoung dan Jiyeon. Gadis itu membicarakan pertemuannya dengan Choi Young Do, dan betapa gadis itu ingin bertemu dengan namja tampan itu lagi.

“Aigoo, sebenarnya yang kau sukai itu siapa, eo? Kris atau namja yang bernama Choi Young Do itu?” Tanya Boyoung bingung. “Tidak konsisten sekali sih!” Tambah gadis bertubuh mungil itu lagi.

Jiyeon ikut membuka suara. “Kau bahkan baru sekali bertemu dengan Choi Young Do. Bagaimana mungkin kau bisa menyukainya?”

Jiyoung membenamkan wajahnya ke bantal kursi yang tengah dipeluknya. “Ah, nan molla! Aku bingung!” Gumam gadis itu frustasi.

“Apa kau sangat ingin bertemu dengan Young Do lagi?” Tanya Jiyeon.

“Ne. Aku sangat ingin.”

“Ja, kalau begitu kenapa kau tidak datang lagi ke café Ji Won ahjumma? Mana tahu kau bisa bertemu dengan Young Do disana.” Saran Jiyeon. Jiyoung langsung tersenyum sumringah. “Kau benar!” Ucapnya girang. Boyoung menggelengkan kepalanya. “Ternyata kau memang masih bocah labil.” Ucapnya yang kemudian mendapat hadiah lemparan bantal dari Jiyoung.

“Yak dasar Barbie jelek!” Pekik Jiyoung sebal.

“Mwoya?!” Jerit Boyoung tak mau kalah.

Jiyeon menghembuskan napas pasrah. Jika sudah begini gadis itu malas ikut campur. Dengan amat sangat pelan Jiyeon beranjak pergi dari kedua sahabatnya dan gadis itu langsung masuk ke dalam kamar.

tumblr_m3cyd5zs8t1r4invvo1_500

“Daripada mendengarkan suara cempreng mereka berdua, lebih baik aku mendengarkan suara merdu Kyuhyun oppa.”

*****

Sore itu Jiyoung menjalankan misinya. Yah, gadis itu mengikuti saran Jiyeon untuk kembali berkunjung ke café Ji Won ahjumma. Gadis itu amat sangat berharap bahwa Young Do juga ada disana. Dengan penuh harap dan tak lupa memanjatkan doa, Jiyoung mendorong pintu kaca café dan beranjak masuk. Jiyoung menatap sekeliling café dan… BINGO!

Di pojok Café, tepat di tempat duduknya tempo hari, seorang namja yang mengenakan jaket hitam tengah duduk disana sembari menyeruput Coffee latte-nya.

‘Assa, hari ini memang hari keberuntunganku!’ Ujarnya girang dalam hati.

Jiyoung berjalan sambil mencari meja yang kosong untuk gadis itu tempati. Beruntung, meskipun café lumayan ramai, tapi masih ada tersisa beberapa meja yang kosong. Dan salah satu meja tersebut berada berseberangan dengan meja yang tengah di tempati Young Do. Dengan perasaan girang Jiyoung langsung menempati meja tersebut. Gadis itu meminum milkshake coklatnya dengan perlahan dan sesekali melirik kearah Young Do.

tumblr_inline_mn1rzhVl981qz4rgp

Merasa ada yang memperhatikan, Young Do menolehkan kepalanya dan tepat saat itu ia memergoki Jiyoung yang sedang memandangnya. Jiyoung langsung panik. Gadis itu meminum milkshake coklatnya dengan terburu-buru guna untuk menghilangkan rasa gugupnya. Young Do tersenyum kecil melihat tingkah polos gadis itu.

‘Mati kau Cho Jiyoung! Mati kau Cho Jiyoung! Dia memergokimu! Aigoo eomma…’

Tak henti-hentinya Jiyoung merutuki dirinya yang begitu bodoh. Gadis itu benar-benar malu. Bahkan untuk mendongakkan kepalanya ia sudah tidak sanggup. Rasanya ia ingin menghilang saja dari sana.

“Kau suka padaku ya?”

“Eh?” Jiyoung sontak langsung mendongakkan kepalanya begitu mendengar seseorang berbicara padanya. Wajah gadis itu langsung  panic ketika mendapati Young Do yang sedang duduk tepat dikursi didepannya.

“Mwo?” Tanya Jiyoung.

Young Do menyeringai, “Kau suka padaku?”

“Aniyo.”

“Kalau tidak suka kenapa sedari tadi kau terus mencuri pandang kearahku, eo? Untung saja ketampananku tidak luntur.” Ucap Young Do percaya diri. Jiyoung mendengus kesal, tepatnya pura-pura kesal. “Cih, siapa juga yang mencuri pandang kearahmu. Tadi aku sedang memandang pemandangan yang ada diluar jendela.”

“Alasan!”

“Terserah!” Balas Jiyoung ketus. Gadis itu melayangkan pandangannya kearah televisi yang berada tak jauh dari tempatnya. Gadis itu langsung tersenyum sumringah ketika melihat EXO yang sedang tampil di acara TV tersebut. Ketika kamera menyorot Kris, Jiyoung langsung tersenyum girang. Kelihatan sekali yeoja itu begitu menyukai EXO, atau mungkin lebih tepatnya menyukai Kris.

Young Do ikut menoleh kearah televisi. “Kau seperti tidak pernah bertemu dengan artis saja. Padahal oppamu sendiri adalah artis terkenal.” Ujar Young Do. Jiyoung terkaget dan langsung menatap Young Do. “Da.. dari mana kau tahu kalau oppaku artis?” Tanya Jiyoung penasaran sembari menatap Young Do dengan penuh tanda tanya.

“Eomma yang mengatakannya. Dia bilang kau adiknya Cho Kyuhyun Super Junior.”

Jiyoung tersenyum sembari menatap Young Do. “Omo, kau mencari tahu tentangku dari eomma-mu? Yak, jangan – jangan kau yang menyukaiku!” Ujar Jiyoung.

Young Do hanya tertawa kecil tanpa membalas perkataan Jiyoung. Entah mengapa namja itu menjadi semakin tertarik pada gadis yang ada dihadapannya ini. Ia jadi ingin mengenal Jiyoung lebih jauh.

Ponsel Jiyoung berbunyi.

“Eo Jiyeon-ah, wae geure?”

“Yak, Flashdisk kita tertukar!” Suara Jiyeon terdengar panic.

“Omo jinjja?” Seru Jiyoung kaget. Gadis itu buru-buru mengambil flashdisk miliknya yang disimpan didalam tas. Dan benar saja, gantungan yang ada di flashdisk berbentuk smurf itu berwarna hijau, sedangkan miliknya berwarna biru muda.

“Tolong antarkan ya! Aku ada presentasi satu jam lagi dan semua bahannya ada didalam flashdisk itu.” pinta Jiyeon.

“Ah ne, aku akan antarkan sekarang juga.”

“Gomawo.”

Jiyoung menyeruput minumannya dengan cepat dan kemudian gadis itu bergegas beranjak dari tempat duduknya.

“Mau kemana?” Tanya Young Do.

“Aku harus mengantarkan flashdisk ini pada temanku.” Jawab Jiyoung.

“Butuh tumpangan?” Tanya Young Do. “Aku membawa motorku. Akan lebih cepat jika menggunakan motor.” Tambah Young Do lagi, berusaha untuk meyakinkan Jiyoung. Jiyoung membenarkan ucapan namja itu. “Ah ne, kau benar. Keunde, gwenchana?”

“Tentu saja tidak apa-apa. Jika tidak aku takkan mungkin berbaik hati menawarimu tumpangan.”

*****

_IN FRONT OF THE CAMPUS_

“Yah, jadi namja itu yang bernama Choi Young Do?” Tanya Jiyeon dengan suara kecil sambil mencuri pandang kearah Young Do yang sedang duduk diatas motor besarnya. Jiyoung mengangguk. “Tampan bukan?” Tanya Jiyoung. Jiyeon mengangguk. “Ne. Dia bisa menjadi model dan artis terkenal dengan wajah dan tubuhnya itu.” Jiyeon memandang kagum kearah Young Do.

“Jadi, kenapa bisa datang bersamanya?” Jiyeon menatap sahabatnya itu dengan pandangan menyelidik.

“Nanti aku ceritakan di rumah. Ja, ini flashdisk mu.” Jiyoung menyerahkan flashdisk milik Jiyeon dan begitu juga sebaliknya dengan Jiyeon.

“Nah, sampai bertemu di rumah, oke!” Jiyoung melambaikan tangan.

“Eo. Hati-hati, dan ingat kau berhutang penjelasan padaku!”

“Arasso! Annyeong!”

*****

Young Do menepikan motornya dihalaman depan kantor SM. Jiyoung beranjak turun dari motor Young Do. Namja itu membantu Jiyoung melepaskan helm yang dipakainya. “Gomawo.” Ucap Jiyoung sambil tersenyum manis.

“Tidak masalah. Keunde, ini tidak gratis.”

“Mwo? Jadi aku harus membayarnya?”

“Tentu saja.” Jawab Young Do. Namja itu menyilangkan kedua lengannya sambil tersenyum kearah Jiyoung. “Tidak ada yang gratis di dunia ini. Kau seharusnya tahu itu.”

“Ara ara, berapa yang harus kubayar?” Jiyoung sudah akan membuka tasnya, tetapi kemudian Young Do menyodorkan ponselnya kearah Jiyoung. “Berapa nomor ponselmu?” Tanyanya tanpa basa-basi. Jiyoung menatap namja itu cengo, namun kemudian gadis itu mengambil ponsel Young Do dan memasukkan nomornya disana. Kemudian gadis itu menyerahkan ponsel tersebut kembali pada Young Do. Pria itu tersenyum puas.

Ponsel Jiyoung berdering.

“Itu nomorku. Jangan lupa disimpan.” Ucap Young Do. Namja itu tersenyum manis sebelum menutup kaca helm-nya dan kemudian melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Jiyoung tak dapat menyembunyikan senyuman bahagia yang terpatri jelas diwajahnya. Gadis itu merasa berbunga-bunga.

Tanpa Jiyoung sadari sedari tadi Kris menyaksikan pemandangannya bersama Young Do. Namja itu kemudian berjalan mendekati Jiyoung. “Nugu?” Tanya Kris yang spontan membuat Jiyoung panik. “Oh oppa, kau disini. Aku baru saja akan menelponmu.” Jiyoung tersenyum canggung.

59fcfe42a743577f5a5f19cd41f0a8f0_screen2

“Siapa namja tadi?”

-To Be Continued-

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

9 tanggapan untuk “(Cho Jiyoung’s Story) Please Stay (Part 1)

  1. Lucu banget si jiyoung hahaha
    Yaampun dua”nya ganteng jadi bingung -_-
    Pas kyuhyun nongol jadi inget sekarang dia lagi sakit 😦

  2. woobin kris woobin kris!!!
    huaaaaa
    kedua_ny nammja q…Kkkk
    Ji yong ma woobin ja dech…heuheu
    choi’s story,,,???hehehe

  3. ok saeng…
    eon psti akan sbar menanti kok..
    kapan pun itu…
    FAIGTHING saeng… 😉
    saeng ada pin???
    minta dooonk,,heheh
    inbox eon ya d fb…Kkkk
    🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s