Diposkan pada Chapters

After The Storm (Part 4)

After The Storm

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title     : After The Storm
Type    : Chaptered
Genre  : Romance, Friendship, Family, Drama
POSTER : moonlight08 

Cast :
– Jin Seyeon
– Cho Kyuhyun
– Kim Woo Bin
– Kim Taeyeon
– Kim Jongin
– Jung Krystal

_________________________________

“Akan selalu ada pelangi setelah badai…”

“Mianhe sunbae, aku sudah lancang mengaku sebagai pacarmu.” Ucap Seyeon sembari menatap Kyuhyun dengan penuh penyesalan. Kyuhyun tersenyum kecil. “Gwenchana. Aku duluan yang memulainya hingga membuat mereka menduga bahwa kita berpacaran.”

Seyeon mendesah pelan. Gadis itu merasa amat sangat tidak enak pada Kyuhyun. Gadis itu malu sekaligus merasa bersalah, meskipun Kyuhyun sudah berkata bahwa itu bukan kesalahannya.

“Namja yang tadi bersama Krystal itu… apa dia mantan pacarmu?” Kyuhyun bertanya dengan hati-hati, tidak ingin melukai perasaan Seyeon. Seyeon mengangguk pelan. “Kami baru putus dan dia sudah menggandeng gadis lain. Aku sakit hati. Ah keunde, kenapa Krystal bisa mengenal sunbae?”

“Kami masih ada hubungan saudara.”

“Ah geure…”

Mereka berjalan beriringan hingga sampai didepan mobil Kyuhyun. “Naiklah, aku akan mengantarmu pulang.” Kyuhyun membukakan pintu untuk Seyeon, mempersilahkan gadis itu masuk.

*****

Taeyeon sibuk dengan pikirannya sendiri, hingga gadis itu tidak menyadari bahwa sedari tadi Woo Bin berbicara dengannya. Pikiran gadis itu masih terpaku pada  kejadian beberapa jam yang lalu, ketika Kyuhyun menggenggam tangan Seyeon dengan erat dan juga pengakuan gadis itu tentang hubungannya dengan Kyuhyun. Taeyeon tahu bahwa tidak seharusnya ia merasa sakit hati seperti ini. Namun gadis itu tidak bisa memungkiri bahwa ia masih menaruh hati pada Kyuhyun meskipun statusnya sekarang sudah menjadi kekasih Woo Bin.

Woo Bin menoleh sekilas kearah Taeyeon karena sedari tadi tidak ada satupun perkataannya yang digubris oleh kekasihnya itu.

“Yak, kenapa malah melamun, eo?” Tanya Woo Bin. Namja itu masih fokus mengendarai mobilnya. Taeyeon agak kaget. Gadis itu menoleh menghadap Woo Bin. “Memangnya tadi kau berbicara padaku ya?” Tanya Taeyeon polos. Woo Bin mencibir gadis itu. “Ya Tuhan, berarti sedari tadi aku berbicara pada angin, eo?!”

Taeyeon tertawa. “Mian. Memang tadi kau bicara apa?” Gadis itu menggenggam tangan kiri Woo Bin yang berada dikemudi.

“Dwaeseo!”

“Yak jangan marah, eo.”

“Kau tahu aku paling tidak suka diacuhkan.”

“Ara ara, mianhe Woo Bin-ah.” Ucap Taeyeon berusaha membujuk kekasihnya tersebut. Taeyeon menatap Woo Bin dalam sebelum pada akhirnya ia menanyakan sesuatu pada namja tampan itu. “Gadis tadi… em… yang bernama Jin Seyeon. Dia itu calon adik tirimu kan?”

“Eo. Wae?”

“Emm… aku penasaran bagaimana ia bisa bertemu dengan Kyuhyun. Kau kan___”

“Jadi sedari tadi kau memikirkan namja brengsek itu, eo?!” Ujar Woo Bin kesal.

Woo Bin menghentikan mobilnya dipinggir jalan. Pria itu menatap tajam kearah Taeyeon, membuat gadis itu nyaris tak bernapas sangking takut akan tatapan yang sangat mengintimidasi itu. Dalam hati Taeyeon merutuki kebodohannya. Tidak seharusnya ia menanyakan hal tersebut pada Woo Bin. Woo Bin memang anti sekali mendengar nama Kyuhyun.

“Aniyo… kau jangan salah paham. Aku bukan memikirkan Kyuhyun, keunde aku hanya penasaran. Aku menanyakannya padamu karena aku tahu kalau kau mengenal Seyeon.”

“Aku tidak mengenal gadis itu. Kami baru sekali bertemu dan aku tidak mau peduli tentang dia ataupun namja brengsek itu.” Woo Bin berkata dengan emosi. Namja itu menghempaskan tubuhnya disandaran kursi kemudi. Woo Bin menutup matanya dan kemudian menghembuskan napas secara perlahan, guna untuk mengendalikan emosinya.

Taeyeon menjadi semakin tidak enak hati. “Jeongmal mianhe, aku sudah membuatmu marah. Aku janji tidak akan membicarakan dia lagi. Nan yaksokhae.” Ucap Taeyeon pelan. Woo Bin hanya diam tanpa berniat menjawab ucapan Taeyeon. Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan dalam keheningan.

*****

Cho Seungwan menatap putra sulungnya dengan intens. “Sampai kapan kau akan menyimpan kebencian pada dongsaengmu, hah?” Tanya pria tua itu. Siwon menatap sang ayah tajam. “Selamanya.” Jawab namja itu singkat.

shared-by-e79287-bless-siwon

Seungwan menggeleng pelan. Ia sangat kecewa dengan jawaban yang diberikan oleh putranya tersebut. Selama ini ia membiarkan semua sikap ketus Siwon pada Kyuhyun karena ia berpikir bahwa waktu akan merubah sifat Siwon tersebut. Namun nyatanya justru waktu semakin memperburuk keadaan. Kebencian Siwon terhadap Kyuhyun dan juga Hana sudah terlalu besar dan dalam. Seungwan sadar bahwa itu merupakan buah dari kesalahannya di masa lalu.

“Tapi Kyuhyun sangat menyayangimu. Dia sangat mengagumimu. Tidak bisakah kau mencoba untuk menerima kehadirannya? Ini sudah bertahun-tahun, Siwon-ah.”

“Bisakah kita tidak membicarakan masalah keluarga di kantor?” Siwon menatap sang appa. “Apa tujuanmu memanggilku kesini?” Tanya Siwon lagi. Pria itu memang selalu bersikap dingin pada appanya.

Cho Seungwan menyenderkan tubuhnya pada sandaran kursi. Pria tua itu mendesah pelan. “Aku berencana untuk memasukkan Kyuhyun dalam daftar pemegang saham.”

Siwon menatap gusar pada sang appa. Dia tidak terima akan rencana sepihak appanya tersebut. Siwon baru saja ingin protes, namun sebelum namja itu sempat membuka suara, Cho Seungwan sudah terlebih dahulu membuka suara. “Aku tidak meminta pendapatmu, jadi aku tidak ingin mendengar ada penolakan darimu. Semua persyaratan dan hal lainnya sedang diurus oleh sekretaris Kang. Begitu selesai, aku akan mengumumkannya pada rapat tahunan nanti.”

Siwon mengepalkan tangannya. Emosi pria itu sudah sampai diubun-ubun, siap meledak kapan saja. Persis seperti bom waktu. Siwon bangkit dari duduknya. “Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusanmu.  Aku permisi.” Ucap Siwon dan kemudian ia membungkuk sedikit pada ayahnya.

Cho Seungwan memandang kepergian putra sulungnya itu. Ia tahu dengan sangat baik bahwa Siwon sangat tidak ingin jika Kyuhyun ikut mengambil bagian di perusahaan. Maka dari itu dia sengaja memasukkan nama Kyuhyun secara sepihak, tanpa berunding dengan Siwon.

“Sudah saatnya kau mengalah dan memberi kesempatan pada adikmu.”

*****

 _AT KIRIN HIGH SCHOOL_

Krystal dan Jongin sedang berada di taman belakang sekolah. Ada beberapa bangku yang ditempatkan dibawah pohon rindang besar, sehingga tempat tersebut menjadi tempat favorit bagi para murid untuk sekedar duduk sembari mengobrol guna untuk menghabiskan waktu. Krystal berjalan mondar mandir didepan Jongin, sedangkan namja itu duduk dengan tenang.

“Aish, aku masih tidak bisa percaya bahwa gadis itu berpacaran dengan Kyuhyun oppa. Bagaimana mungkin bisa, eo? Kapan mereka saling mengenal dan, ya Tuhan, ini memang gila!”

Jongin hanya diam. Ingatan pria itu melayang pada kejadian tadi malam. Dengan pasti Seyeon mengatakan bahwa dia berpacaran dengan namja bernama Kyuhyun itu. Hati Jongin terasa sakit, namun namja itu mencoba untuk berlapang hati merelakan gadis yang dicintainya itu. Lagipula ini yang memang ia inginkan. Mengakhiri hubungannya dengan Seyeon dan membiarkan gadis itu mendapatkan namja yang jauh lebih baik.

“Yak, kau tidak mendengarkanku, eo?!” Ujar Krystal kesal.

large

Gadis itu mengambil tempat tepat disebelah Jongin. “Wae? Ah, aku tahu, kau pasti sedih kan? Aku juga tidak menyangka jika Seyeon bisa secepat itu berpacaran dengan namja lain.” Krystal menatap Jongin prihatin.

“Aniya, aku tidak sedih. Aku justru bersyukur karena dia sudah menemukan namja yang lebih baik.” Jawab Jongin.

Krystal menatap Jongin. “Apa kau sudah benar-benar tidak ada perasaan padanya, eo?” Tanya Krystal penasaran. Jongin mendesah. “Kau sudah pernah menanyakannya dan aku sudah pernah menjawabnya. Kurasa tak perlu ditanyakan lagi.” Jawab Jongin dan kemudian pria itu bangkit dari duduknya dan beranjak pergi. Ia tidak mempedulikan Krystal yang tengah memanggil namanya.

“Yak Jongin-ah!”

 *****

Seyeon tengah berada sendirian didalam kelas. Pelajaran olah raga baru saja usai dan semua murid berbondong-bondong menyerbu kantin untuk beristirahat dan mengisi tenaga. Gadis itu berdiri didepan jendela, menatap pemandangan taman yang hijau dan indah. Angin sepoi-sepoi menerpa wajahnya, membuat gadis itu merasa tenang dan nyaman.

KREK

Seyeon menoleh kearah pintu kelas ketika mendengar suara pintu kelas yang dibuka. Tubuh gadis itu menegang ketika ia mendapati bahwa Jongin lah yang membuka pintu tersebut. Reaksi Jongin tak jauh berbeda dengan Seyeon. Namja itu hendak beranjak pergi ketika dengan tiba-tiba Seyeon memanggilnya.

“Jongin-ah!”

Jongin berbalik. “Wae?” Tanyanya datar. Seyeon menatapnya dalam. “Seharusnya aku yang bertanya kenapa. Kenapa kau selalu menghindariku, eo? Bukankah kau sendiri yang pernah mengatakan jika kita masih bisa menjadi teman meskipun kita sudah putus? Keunde, kenapa kau yang malah menjilat ludahmu sendiri?”

Jongin terdiam. Dia tahu bahwa apa yang dikatakan oleh Seyeon itu memang benar. Bukannya tidak mau, sebenarnya Jongin sangat ingin berteman dengan Seyeon seperti dulu sebelum mereka berpacaran, namun sayangnya ia tidak sanggup. Ia masih menyimpan perasaan pada gadis itu.

“Mianhe. Aku pikir kau tidak ingin berteman denganku lagi.”Ucap Jongin pada akhirnya.

“Babo.” Seyeon berkata dengan suara yang parau. Jongin tersentak melihat mata gadis itu yang berkaca-kaca. “Neo jeongmal baboya!” Ucap Seyeon lagi.

“Mianhe. Nan jeongmal mianhe.”

*****

_CHO’s HOUSE_

Kyuhyun mengetuk pintu kamar Siwon dengan pelan. Setelah mendengar jawaban dari Siwon, Kyuhyun pun masuk kedalam kamar hyung-nya itu. Siwon menatap Kyuhyun tajam.

“Mau apa kau?”  Tanyanya ketus.

Kyuhyun menunduk. “Mianhe. Aku baru tahu jika apa memasukkan namaku dalam daftar pemegang saham.” Kyuhyun berkata dengan pelan, terlihat sekali jika ia benar-benar merasa tidak enak dan merasa bersalah pada hyungnya itu. Siwon masih tidak bereaksi.

“Aku janji kalau aku_____”

“Aku tidak perlu janjimu!” Ujar Siwon agak kasar. Siwon bangkit dari duduknya dan berdiri tepat dihadapan Kyuhyun. “Neo… kau memang perusak segalanya. Sepertinya kau sangat ingin membuatku marah, eo. Chukkae, kau telah berhasil membuatku semakin membencimu.” Siwon berkata dengan sinis. Namja itu melangkah pergi meninggalkan Kyuhyun, namun dengan sigap Kyuhyun menahan lengan Siwon.

198010062l

“Harus berapa kali aku tegaskan bahwa aku tidak berminat menjadi pewaris! Aku sama sekali tidak berniat untuk merebut posisimu. Jeongmal hyung!”

“Kalau begitu…” Siwon menoleh dan menatap Kyuhyun tajam. “Bisakah kau membuat appa merubah pikirannya? Kalau kau bisa mungkin kebencianku padaku akan berkurang.”

BLAM!

Siwon masuk ke dalam kamar mandi yang terletak didalam kamarnya, meninggalkan Kyuhyun yang masih berdiri mematung disana.

kyuhyun__break_down__by_ladyhee-d5t5ezo

*****

_AT THE RESTAURANT_

H1avi_001263830

Untuk yang kedua kalinya keluarga Jin dan Kim makan bersama layaknya keluarga. Suasana makan malam itu terasa tidak jauh berbeda dengan saat pertama kali mereka makan bersama. Dingin dan kaku. Baik Seyeon maupun Woo Bin masih bersikap dingin pada keluarga mereka. Mereka tidak akan berbicara jika tidak ditanya dan mereka berdua terlalu malas untuk memulai percakapan.

“Em, Seyeon-ah, ku dengar dari eommamu bahwa kau mengikuti lomba karya tulis.” Heung Soo berkata sambil tersenyum kecil pada Seyeon.

“Ne.” Jawab Seyeon singkat.

“Ah, eommamu juga bilang bahwa kau sudah sering memenangkan perlombaan dibidang akademik. Nilai-nilai sekolah mu juga bagus. Kau benar-benar anak yang sangat membanggakan.” Puji Heung Soo. Pria itu berusaha untuk mengambil hati Seyeon agar gadis itu mau menerimanya sebagai seorang ayah.

“Ah ne, ghamsahamnida.” Seyeon tersenyum sopan. Gadis itu terlihat canggung.

“Woo Bin juga murid yang berprestasi. Nilai-nilainya selalu memuaskan.” Puji Heung Soo untuk putranya.

“Wah, jinjayo? Omo, kalian benar-benar anak yang membanggakan. Heung Soo-ya, kita benar-benar beruntung karena memiliki putra putri yang tampan dan cantik serta cerdas seperti mereka.” Ujar Eun Sang sembari tersenyum senang.

Makan malam telah usai, namun kedua keluarga itu masih berbincang-bincang satu sama lain. Lebih tepatnya hanya Heung Soo dan Eun Sang yang saling berbincang. Ponsel Heung Soo berbunyi. Pria itu menjawab telepon tersebut yang ternyata berasal dari salah satu koleganya.

“Ah ne, sampai bertemu nanti.” Ucap Heung Soo dan kemudian menutup teleponnya. Heung Soo menatap Eun Sang. “Park Jinyoung ingin bertemu dengan ku. Kau mau ikut?” Tanyanya. Eun Sang mengangguk dan kemudian menoleh kearah Seyeon. “Eomma akan pergi dengan Heung Soo ahjussi. Kau pulanglah duluan.”

Seyeon mengangguk. “Ne.”

“Ah, bagaimana jika kita pergi dengan mobilmu saja dan biarkan Seyeon pulang bersama Woo Bin. Aku jamin Woo Bin akan mengantarnya dengan selamat sampai di rumah. Lagipula mereka butuh waktu untuk saling mengenal. Toh, tak lama lagi mereka akan menjadi saudara.” Ujar Heung Soo.

“Ide bagus. Baiklah, kau akan pulang bersama oppamu.”

Eun Sang dan Heung Soo pun meninggalkan restoran tersebut, meninggalkan kedua anak mereka dalam situasi yang canggung.

*****

_IN THE CAR_

Seyeon melirik kearah Woo Bin dan mendapati namja itu tengah asyik menatap keluar jendela.

“Apa kau tidak keberatan dengan rencana pernikahan ini?” Tanya Seyeon sembari menatap Woo Bin. Woo Bin menoleh kearah gadis yang berada disebelahnya. “Aniyo. Selama ini tidak merugikanku maka aku tidak akan keberatan.” Jawab Woo Bin yang membuat Seyeon terdiam.

Woo Bin balas bertanya pada gadis itu. “Wae? Kau menentang ini?”

“Ne. Aku tidak ingin masuk ke dalam drama pernikahan lagi.” Jawab Seyeon.

Woo Bin tersenyum kecil. “Drama?”

“Hem. Kau pikir kedua orang kita menikah karena mereka saling mencintai? Aniya, mereka bahkan sama sekali tidak pernah memikirkan cinta. Yang ada diotak mereka hanyalah bisnis. Bagaimana caranya agar bisnis mereka semakin maju. Dan pernikahan ini adalah salah satu cara yang efektif. Saling menguntungkan, itulah mereka.”

Woo Bin menatap Seyeon. Dalam hati namja itu membenarkan perkataan Seyeon barusan. Tanpa diberitahupun ia sudah tahu dengan pasti alasan sang appa ingin menikah lagi. Woo Bin bisa melihat dari ekspresi gadis itu bahwa ia sangat tidak suka dengan rencana pernikahan kedua orangtua mereka.

“Jika kau tidak suka maka hentikanlah selagi belum terlambat.”

Seyeon menatap Woo Bin. “Jika bisa aku sudah melakukannya dari jauh hari. Keunde, aku tidak bisa melakukannya sendiri.”

Jawaban Seyeon membuat Woo Bin menyeringai. “Geure, apa itu berarti secara tidak langsung kau meminta bantuanku?” Pria itu memiringkan kepalanya.

“Jika kau bisa kenapa tidak. Lagipula kurasa kau tidak senang akan memiliki seorang yeodongsaeng.”

“Aku tidak pernah bilang aku tidak ingin memiliki yeodongsaeng.  Dan neo, bukankah ibumu mengatakan kalau kau ingin memiliki seorang oppa?”

“Dan kau percaya begitu saja?” Seyeon menatap Woo Bin datar, menyebabkan namja itu terkekeh kecil.

Woo Bin menopang dagunya menggunakan tangan kirinya. Pria itu menatap Seyeon sambil tersenyum kecil. “Setelah kupikir-pikir, tidak ada salahnya memiliki seorang dongsaeng.”

*****

BRUK!

Beberapa buku yang dibawa Taeyeon jatuh ke lantai ketika seseorang menabrak gadis itu. Orang tersebut bahkan tidak menoleh dan meminta maaf atas perbuatannya. Taeyeon mendesah kesal sembari melayangkan tatapan tajamnya kearah namja tersebut.

“Apa namja sopan sudah punah, eo?”

Taeyeon memunguti buku-bukunya yang berserakan. Gerakan tangan gadis itu terhenti ketika ada tangan lain yang ikut memunguti buku-bukunya. Taeyeon mendongak dan terkesiap ketika mendapati Kyuhyun berada beberapa senti dihadapannya. Taeyeon dan Kyuhyun bangkit dan mereka saling berdiri berhadapan, saling menatap satu sama lain, menciptakan suasana canggung diantara mereka.

Kyuhyun tersadar dan segera menyerahkan buku-buku Taeyeon yang ada ditangannya. Taeyeon menatap Kyuhyun sebelum ia mengambil buku-bukunya tersebut. “Gomawo, Kyuhyun-ah.” Ucap Taeyeon pelan.

Kyuhyun tersenyum kecil. Sudah lama ia tidak mendengar namanya keluar dari mulut Taeyeon. Kyuhyun melihat Taeyeon agak kesusahan membawa buku-buku yang berukuran lumayan tebal tersebut.

“Perlu bantuan? Kau terlihat kesulitan membawanya.”

Taeyeon menggigit bibir bawahnya. “Gomawo, tapi tidak usah nanti___”

“Kau takut Woo Bin marah?” Tanya Kyuhyun langsung.

“Aniyo, geunyang___”

“Tidak perlu mencari alasan, cukup katakan yang sebenarnya.”

Taeyeon tidak ingin membuat kontak mata dengan Kyuhyun. Sedari tadi gadis itu menatap kearah lain arah yang berlawanan dengan mata Kyuhyun.

“Taeyeon-ah, aku tahu kesalahanku besar. Keunde, bisakah kau memaafkanku? Aku melakukan itu tanpa sengaja. Kau tahu bagaimana perasaanku, bukan?”

“Kyuhyun-ah, keumanhe. Kau tidak perlu minta maaf padaku. Minta maaflah pada Woo Bin karena kau telah menghancukan hidupnya.”

“Taeyeon-ah!” Panggil Woo Bin sembari melangkah lebar-lebar kearah Taeyeon. Namja itu mengambil alih buku-buku yang ada ditangan Taeyeon. “Kaja.” Ajaknya tanpa mau menoleh dan mempedulikan Kyuhyun.

Kyuhyun menahan lengan Woo Bin, dan langsung ditepis oleh Woo Bin. “Bukankah aku sudah pernah bilang untuk jangan mengajakku berbicara lagi, eo?!”

“Mianhe, aku benar-benar menyesal atas perbuatanku dulu. Aku bodoh, aku brengsek. Tapi aku benar-benar menyesal.”

Woo Bin menatap Kyuhyun tajam. Namja itu menggeram penuh emosi. Buku-buku yang ada ditangan Woo Bin jatuh berserakan dilantai ketika tangan namja itu mencengkram kerah baju Kyuhyun. “Kau pikir maafmu akan bisa mengembalikan kondisi tanganku lagi, eo? KAU PIKIR TANGANKU BISA KEMBALI SEPERTI DULU?!” Teriak Woo Bin penuh emosi hingga mengundang perhatian dari mahasiswa-mahasiswi yang ada disana.

Taeyeon berusaha menenangkan Woo Bin. “Woo Bin-ah, jangan begini.” Taeyeon menarik Woo Bin hingga cengkraman tangan namja itu dikerah Kyuhyun terlepas. “Semua sedang memperhatikan kita.”  Bisik Taeyeon.

Taeyeon melihat salah seorang teman dekatnya diantara kerumunan orang-orang tersebut. “Yuri-ya, tolong bawakan buku-buku ini ke kelas, eo. Jebal.” Pinta Taeyeon pada temannya itu. Sedangkan gadis itu langsung menyeret Woo Bin pergi dari sana.

Tinggalah Kyuhyun disana, menatap kepergian dua orang yang sangat disayangi dan dirindukannya itu dengan pandangan sedih.

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s