Diposkan pada Chapters

After The Storm (Part 5)

After The Storm

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title     : After The Storm
Type    : Chaptered
Genre  : Romance, Friendship, Family, Drama
POSTER : moonlight08 

Cast :
– Jin Seyeon
– Cho Kyuhyun
– Kim Woo Bin
– Kim Taeyeon
– Kim Jongin
– Jung Krystal

_________________________________

“Akan selalu ada pelangi setelah badai…”

Seyeon berpapasan dengan Krystal didepan ruang guru. Seyeon baru saja keluar dari ruang guru, sedangkan Krystal baru saja akan masuk ke dalam sana. Krystal menatap Seyeon dengan sebal. Sampai detik ini gadis itu belum rela jika Seyeon berpacaran dengan Kyuhyun.

large

“Ah, sudah kuduga akan bertemu denganmu disini. Kau pasti juga akan ikut lomba karya tulis itu, bukan?”

Seyeon menatap Krystal datar. “Ne. Wae? Kau takut bersaing denganku?”

Krystal terbelalak mendengar perkataan Seyeon. “Mwo?! Takut? Cih, jangan harap! Minggir, aku ingin lewat!” Ujar Krystal ketus. Seyeon tersenyum kecil dan kemudian beranjak pergi dari hadapan Krystal. Krystal menoleh dan menatap punggung Seyeon dengan penuh kekesalan. “Dasar yeoja gila!” geramnya.

 *****

 

Kyuhyun melempar buku-buku bisnis miliknya dengan frustasi. Pria itu merasa bosan dan jenuh mempelajari berbagai macam buku bisnis tersebut. Kyuhyun bahkan merasa heran dengan mereka yang betah membaca buku-buku seperti itu selama berjam-jam. Untung saja Kyuhyun dianugrahi otak yang cemerlang sehingga ia tidak perlu belajar dengan keras demi mendapatkan nilai yang bagus. Namun akhir-akhir ini, seiring dengan rasa jenuhnya yang semakin lama semakin meningkat, nilai-nilai Kyuhyun menampakkan penurunan hingga membuat sang appa murka.

Pikiran Kyuhyun teralih pada hari rapat tahunan nanti. Sebab dihari itu ayahnya akan mengumumkan secara resmi keterlibatan Kyuhyun sebagai salah satu pemegang saham terbesar di perusahaan Cho Corporation. Ini merupakan hal yang sulit bagi Kyuhyun, terlebih jika mengingat Siwon.

20121215_seoulbeats_kyuhyun

Tiba-tiba pintu kamar Kyuhyun terbuka, menampakkan sosok Hana yang berwajah sumringah. “Kyuhyun-ah!” serunya gembira. Kyuhyun menatap sang ibu dengan penuh tanda Tanya. “Wae?” Tanyanya.

Hana menatap Kyuhyun dengan senang. “Kenapa kau tidak pernah bilang pada ibu jika kau sedang menjalin hubungan dengan putri Han Eun Sang, eo?”

Kyuhyun terkejut dengan perkataan ibunya. “Eomma, dari mana kau mendapat berita itu?” Kyuhyun bertanya serius. Masih dengan tersenyum Hana menjawab, “Tentu saja dari Krystal. Tadi eomma ke rumah Krystal. Dia bilang kau berpacaran dengan Jin Seyeon, putri tunggal dari Han Eun Sang, pengusaha sukses itu.” Hana berkata dengan semangat.

“Kau mau eomma melamar Seyeon untukmu?” Tanya Hana yang  sukses membuat Kyuhyun terkejut. “Eomma bicara apa?! Tidak perlu melakukan hal seperti itu! Aku dan Seyeon tidak memiliki hubungan yang seperti itu. Itu hanya salah paham. Hubunganku dan Seyeon hanya sebatas sunbae dan hoobae.” Jelas Kyuhyun pada sang ibu. Namun sepertinya Hana tidak peduli. Ini merupakan kesempatan yang baik baginya untuk mendapatkan calon menantu idaman seperti yang dia inginkan.

“Pokoknya kau harus membawa Seyeon kesini dan mengenalkannya secara resmi pada eomma dan appa, arasso!” Ucapnya dengan nada yang tak ingin dibantah. Kyuhyun hanya diam. Namja itu benar-benar bingung dengan apa yang harus ia lakukan.

 *****

 

Woo Bin duduk tenang didalam mobil mewah milik keluarganya. Pria tampan itu sedang sibuk dengan ponselnya. Namun perhatiannya teralihkan pada jalanan yang sedang dilaluinya. “Ini bukan arah menuju rumah.” Ujar Woo Bin pada sang supir.

“Kita harus menjemput nona Jin Seyeon terlebih dahulu.” Jawab sang supir sopan. Woo Bin mengernyit heran. “Seyeon? Untuk apa kita harus menjemput gadis itu?”

“Tuan besar yang menyuruh saya untuk menjemput nona Seyeon di tempat klub musiknya.”

“Dasar pria tua itu!” Desis Woo Bin kesal. Sebenarnya hari ini dia sudah mempunyai rencana bersama salah seorang teman kampusnya, namun tiba-tiba saja supir keluarganya sudah menunggu didepan kampus. Dan itu cuma berarti satu… sang ayah ingin bertemu dengannya.

Mobil sedan hitam mewah itu sampai di depan gedung music tempat dimana Seyeon berada. Woo Bin menatap gedung yang menjulang tinggi dihadapannya. ‘Ah, jadi gadis itu seorang pemain musik.’ Batin Woo Bin.

Sang supir baru saja akan keluar dari mobil untuk mencari Seyeon, namun Woo Bin mencegahnya. “Biar aku saja yang mencari gadis itu. Lagipula kau pasti tidak tahu wajahnya seperti apa.” Ucap Woo Bin dan kemudian beranjak keluar dari mobil.

Woo Bin menjelajahi tempat klub music itu tanpa tahu dimana Seyeon berada. Namja itu mengintip satu persatu ruangan yang ada disana. Sampai pada akhirnya ia mendengar dentingan suara piano yang merdu yang sedang mengalunkan lagu favoritnya, Kiss The Rain. Woo Bin teringat jika dulu ibunya sangat senang memainkan lagu tersebut. Woo Bin tersenyum sedih jika mengingat itu. Ia merindukan ibunya.

heirs-young-do

Woo Bin mengintip kedalam ruangan tersebut, dan betapa terkejutnya ia ketika mendapati bahwa Seyeon-lah yang tengah memainkan lagu favoritnya itu. Jari-jari gadis itu bergerak lincah diatas tuts piano. Woo Bin mengamatinya dengan kagum.

tumblr_m9od81Zkga1rwimnfo1_500

___________________________________

Dengan menenteng tas tangannya, Seyeon berjalan menuju pintu keluar. Betapa terkejutnya gadis itu ketika mendapati Woo Bin yang sedang berdiri tepat didepan ruang musiknya.

“Annyeong sister.” Sapa Woo Bin sembari menyeringai kecil. Seyeon hanya menatapnya datar. “Sedang apa kau disini?” Tanya gadis itu.

“Menjemputmu, tentu saja. Orang tua kita sepertinya sedang merencanakan sesuatu yang hebat hingga mereka ingin bertemu dengan kita berdua.”

 *****

 

 _IN FRONT OF THE CLOTHES STORE_

Seyeon dan Woo Bin memperhatikan toko pakaian mewah yang ada dihadapan mereka. Sekilas mereka saling bertatapan sebelum pada akhirnya mereka berdua memutuskan untuk masuk kedalam toko tersebut.

Toko berinterior mewah itu dipenuhi dengan berbagai macam model pakaian pria dan wanita yang tentunya memiliki harga yang mahal, sesuai dengan para pengunjung yang merupakan orang-orang kelas menengah atas.

Seorang pelayan pria menyambut mereka dengan ramah dan sopan. “Silahkan lewat sini, kalian sudah ditunggu.” Ucap sang pelayan tersebut sembari membawa Seyeon dan Woo Bin ke tempat kedua orang tua mereka.

“Ah, kalian sudah datang. Ayo sini, eomma sudah memilihkan beberapa baju yang cocok untuk kalian. Cobalah, eomma ingin melihatnya.” Ucap Eun Sang pada Seyeon dan Woo Bin. Mereka berdua masih terdiam ditempatnya. “Untuk apa kalian menyuruh kami kesini?” Tanya Woo Bin sembari menatap Heung Soo dan Eun Sang.

“Lusa kita akan melakukan foto keluarga yang nantinya akan dipajang pada pesta pertunangan kami.” Jawab Heung Soo.

“Seyeon-ah, cobalah baju ini!” Ujar Eun Sang sembari menatap lekat sang putri tercinta. Seyeon mendesah pasrah dan kemudian menyambar baju yang tengah disodorkan oleh ibunya. Woo Bin juga melakukan hal yang sama.

Seyeon menatap pantulannya di cermin. Gadis itu tengah mengenakan gaun merah muda panjang dengan taburan mutiara disekitar dada dan pinggang baju tersebut. Seyeon terlihat cantik, namun gadis itu sama sekali tidak terlihat senang. Wajahnya justru terlihat muram.

“Seyeon-ah, apa kau sudah selesai? Eomma ingin melihatnya.” Ujar Eun Sang dari luar kamar ganti. Seyeon menyibak tirai yang menutupi kamar ganti tersebut.

“Omo, kau terlihat cantik sekali. Gaunnya benar-benar pas. Kajja, kita perlihatkan pada appa dan oppamu.” Eun Sang menarik tangan Seyeon pelan.

“Gaunnya terlihat cocok untukmu.” Ucap Heung Soo begitu melihat Seyeon. Tak berapa lama, Woo Bin keluar dari kamar ganti pria dengan memakai jas putih dengan kemeja berwarna merah muda sebagai dalamannya. Pakaian namja itu terlihat serasi dengan gaun yeng tengah Seyeon kenakan.

“Pas sekali dengan Woo Bin. Pilihanku tidak meleset. Kalian terlihat seperti kakak adik yang kompak.” Eun Sang berdecak kagum melihat pakaian yang dipilihnya terlihat cocok ditubuh Seyeon dan Woo Bin. Sedangkan Seyeon dan Woo Bin hanya memasang ekpresi datar andalan mereka. Tidak sedikitpun mereka menunjukkan ketertarikan pada semua rencana yang tengah kedua orang tua mereka susun.

 *****

 

“Biar aku bantu.”

“Kyuhyun?” Taeyeon menatap kaget kearah namja yang tengah berdiri disebelahnya itu. Kyuhyun tersenyum kecil, dan kemudian mengambil alih dua buah plastik besar yang ada ditangan Taeyeon. “Tidak usah repot-repot. Aku bisa sendiri.” Ujar Taeyeon yang hanya dianggap angin lalu oleh namja tampan itu.

Taeyeon menatap Kyuhyun intense. “Kenapa kau bisa ada disini? Rumahmu bahkan jauh dari sini.”

Kyuhyun tersenyum kecil. “Aku kebetulan lewat dan melihatmu disini. Hanya itu.”

Taeyeon tahu Kyuhyun berbohong dan sebenarnya namja itu memang tengah menunggunya sedari tadi. Namun Taeyeon memilih untuk diam. Ia terlalu malas untuk berdebat dengan Kyuhyun. Lagipula jika boleh jujur, Taeyeon sangat senang bisa bertemu Kyuhyun disini tanpa takut akan dilihat oleh Woo Bin.

Kyuhyun dan Taeyeon berjalan bersisian sembari mengobrol ringan. Sudah lama mereka tidak berbincang seperti itu. Baik Kyuhyun maupun Taeyeon terlihat amat bahagia. Mereka sengaja melangkahkan kaki mereka dengan lambat agar dapat lebih lama bersama. Udara malam kota Seoul yang dingin sama sekali tidak mengganggu kedua insan tersebut.

“Aku merindukan saat-saat seperti ini.” Ucap Kyuhyun tiba-tiba sembari memandang langit Seoul yang gelap dan dipenuhi bintang. Kyuhyun menoleh kearah Taeyeon. Tatapan mata pria itu sarat akan kerinduan. “Aku yang bodoh, karena ini semua adalah kesalahanku.”

Taeyeon hanya diam. Gadis itu tidak tahu harus berkata apa untuk membalas ucapan Kyuhyun. Satu belokan lagi, dan mereka akan sampai di rumah Taeyeon. Waktu mereka semakin terbatas. Tepat didepan pagar rumah Taeyeon, Kyuhyun menghentikan langkahnya.

“Gomawo sudah mengantarku dan membawa barang belanjaanku.” Ucap Taeyeon sembari mengambil alih dua buah plastik yang ada ditangan Kyuhyun. Kyuhyun menatap Taeyeon dalam diam. Rasa rindu sudah tidak terbendungkan lagi.

“Mianhe.” Dengan sekali tarikan, Taeyeon sudah berada dalam pelukan erat Kyuhyun. Plastik belanjaan Taeyeon terjatuh begitu saja ke aspal. Gadis itu kaget. “Kyuhyun-ah…” Bisiknya pelan.

“Biarkan seperti ini untuk sebentar saja. Aku benar-benar tidak bisa menahannya lagi.”

Mendengar suara Kyuhyun yang lirih membuat mata Taeyeon memanas. Gadis itu menangis dalam diam. Pelukan Kyuhyun semakin mengerat. “Aku menyesal semua menjadi seperti ini. Aku harap aku tidak pernah melakukan hal bodoh itu. Aku mencintaimu, Taeyeon-ah…”

“Kyuhyun-ah…”

“Kyaaa!”

Tiba-tiba tubuh Taeyeon tertarik kebelakang. Taeyeon menoleh dan menatap kaget kearah Woo Bin. Wajah Woo Bin sarat akan emosi. Pria berpostur tinggi itu menatap penuh emosi kearah Kyuhyun. Tangan Woo Bin masih mencengkram erat tangan Taeyeon. Namja itu bahkan terlalu emosi untuk menyadari bahwa ia telah membuat yeojachingu-nya kesakitan.

“APA YANG KAU LAKUKAN BRENGSEK?!”

BUGH!

Satu pukulan yang kemudian disusul dengan pukulan-pukulan lainnya mendarat diwajah Kyuhyun. Woo Bin benar-benar sudah tersulut emosi. Pria itu tidak menghiraukan teriakan Taeyeon yang memohon agar ia berhenti memukul Kyuhyun. Tendangan dan pukulan mendarat silih berganti diwajah dan tubuh Kyuhyun. Awalnya Kyuhyun diam, namun lama kelamaan ia pun ikut tersulut emosi. Gantian Kyuhyun yang melayangkan tendangan ke perut Woo Bin hingga membuat namja itu terjatuh.

“Geumanhe! Jebal geumanhe!” Teriak Taeyeon histeris. Seakan tuli, kedua namja itu sama sekali tidak memperdulikan Taeyeon.

Tak lama beberapa orang tetangga Taeyeon yang mendengar keributan keluar dari rumah mereka. Mereka berusaha melerai kedua pria muda yang tengah terbakar emosi.

“DASAR BRENGSEK!” Teriak Woo Bin sambil berusaha untuk kembali memukul Kyuhyun. Namun kedua lengan pria itu sudah ditahan oleh seorang pria tetangga Taeyeon.

“BUKANKAH AKU SUDAH MINTA MAAF PADAMU, EO?! KENAPA KAU MASIH BENCI PADAKU?”

“APA DENGAN MAAFMU KAU BISA MENGEMBALIKAN KONDISI TANGANKU?!”

Kini air mata bercucuran dari mata Woo Bin. Dengan lemah namja itu berkata, “Kau tahu kan bahwa tangan kananku ini adalah segala bagiku. Ini adalah masa depanku. Kau tahu bagaimana cintanya aku pada dunia melukis. Kau pasti juga tahu bahwa aku ingin jadi pelukis handal. Keunde… kenapa kau setega itu, eo? WAE?!”

tumblr_inline_mgzxr7bong1qmdw3f

Dan Kyuhyun pun terdiam seribu bahasa.

*****

bilitis25

Seyeon berdiri dipinggir lapangan, menonton beberapa orang siswa yang sedang bermain sepak bola. Jongin termasuk ke dalam beberapa orang siswa yang sedang bermain sepak bola. Jiyeon menepuk bahu temannya itu pelan. “Kau baik-baik saja?” Tanya gadis cantik itu yang dijawab dengan anggukan oleh Seyeon.

“Jangan terlalu memikirkan dia. Aku yakin kau akan menemukan yang lebih baik. Hmm… seperti Cho Kyuhyun, mungkin?”

Seyeon menoleh kearah Jiyeon. “Yeon, aku sudah bilang kan bahwa aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Kyuhyun sunbae. Aku spontan mengatakan hal bodoh itu karena aku cemburu. Jadi jangan mengungkit itu lagi, eo!” Pinta Seyeon. Dan kemudian gadis itu kembali menoleh kearah lapangan. “Aku heran bagaimana berita itu bisa menyebar luas. Aku jadi merasa semakin tidak enak.” Ucap Seyeon.

Jiyeon merangkulnya. “Gwenchana, aku bisa mengerti perasaanmu. Lagipula, selama tidak ada yang tahu bahwa kau hanya berpura-pura menjadi pacar Kyuhyun, kurasa situasi akan aman. Pastikan saja Krystal tidak bertindak yang aneh-aneh karena kau berpacaran dengan oppa favoritnya itu.”

Kai-p1

Jongin dapat melihat dari sudut matanya bahwa Seyeon tengah menonton dirinya yang sedang bermain sepak bola. Namun seperti biasa, Jongin berrusaha untuk tidak menghiraukan keberadaan Seyeon.

thumb

“Masih berusaha untuk menarik perhatian Jongin? Kau bahkan sedang berpacaran dengan Kyuhyun oppa.” Krystal berkata dengan nada sebal. Gadis itu menatap sinis kearah Seyeon. Seyeon tersenyum kecil. Ia tahu bahwa Krystal bersikap demikian karena ia cemburu mengetahui Kyuhyun berpacaran dengan dirinya. “Sebegitu cemburu kah kau karena aku berpacaran dengan Kyuhyun oppa?”

“Mwoya?!”

Seyeon tertawa kecil. “Tenang saja, aku sedang tidak berusaha untuk menarik perhatian Jongin. Lagipula, untuk apa aku melakukan hal yang seperti itu jika aku sudah memiliki namjachingu yang jauh lebih tampan, eo?” Seyeon tersenyum manis. “Aku pergi dulu. Kajja Jiyeon!” Seyeon menggandeng tangan Jiyeon dan beranjak pergi meninggalkan Krystal yang sudah kesal bukan kepalang.

*****

 

Hari pemotretan untuk foto keluarga pun tiba. Sudah sejak satu jam yang lalu Eun Sang berkutat dengan segala macam pernak-pernik riasnya, dibantu dengan dua orang make up artist. Meskipun ini hanya foto keluarga dan bukannya foto pre-wedding, namun Eun Sang ingin agar semuanya sempurna.

“Ya Tuhan! Apa yang terjadi denganmu? Kenapa wajahmu luka-luka seperti ini?” Pekik Eun Sang panic sembari menyentuh wajah Woo Bin, yang langsung ditepis oleh namja itu.

“Setelah sekian lama dia kembali berbuat ulah.” Jawab Heung Soo sembari melirik sekilas kearah putranya itu.

“Untunglah lukanya tidak terlalu parah. Ini masih bisa ditutupi dengan polesan make up.” Ujar Eun Sang.

Seyeon memandang wajah Woo Bin, dan kemudian Woo Bin balas menatap Seyeon dengan tajam. Seyeon mengernyit bingung, merasa aneh dengan tatapan Woo Bin yang menghujamnya.

Seyeon baru saja keluar dari toilet dan mendapati Woo Bin sedang berdiri tak jauh darinya. Seyeon berjalan melewati Woo Bin. “Apa kau benar berpacaran dengan Cho Kyuhyun?” Tanya Woo Bin. Seyeon menghentikan langkahnya dan menoleh. “Apa urusanmu?”

“Itu memang bukan urusan ku, keunde jika namja brengsekmu itu sudah mengganggu hidupku, tentu itu akan menjadi urusan ku.” Woo Bin memasukkan tangannya kedalam kantung celana. “Tidak tahukah kau bahwa namjachingumu itu masih suka menggoda yeojachinguku? Apa kau tidak bisa menjaga namja babo-mu itu agar tidak mendekati yeoja-ku?”

Seyeon terdiam. “Apa kau begitu karena berkelahi dengan Kyuhyun?” Tanya Seyeon.

Woo Bin berdecak. “Hanya namjachingu brengsek-mu itu yang bisa membuatku lepas control.”

Woo Bin berjalan mendekati Seyeon. “Sekali lagi si brengsek itu mendekati Taeyeon, aku benar-benar akan menghancurkannya. Sampaikan itu pada namjachingu-mu!”

Seyeon memandang kepergian Woo Bin dalam kebingungan. Gadis itu tidak mengerti ada masalah apa diantara sunbae-nya dan calon oppa tirinya itu. Dan Seyeon cukup terkejut saat tahu bahwa lebam-lebam yang ada diwajah Kyuhyun adalah hasil dari perbuatan Kyuhyun. Rasanya sulit dipercaya jika Kyuhyun yang melakukannya.

*****

 

“Aku tidak ingin melihatmu bertemu si brengsek itu lagi.” Ucap Woo Bin dengan nada yang tegas.

Taeyeon mengernyit tidak suka. “Aku bahkan tidak pernah berusaha untuk bertemu dengannya. Pertemuan kami tidak disengaja.” Bela Taeyeon.

Woo Bin mendesis. “Cih, tidak disengaja? Jelas-jelas dia selalu tahu dimana kau berada. Dan kau tidak pernah menolak kehadirannya. Itu yang namanya tidak disengaja?” Woo Bin menatap Taeyeon tajam.

Heirs

“Sepertinya kebencian sudah menyelimuti hatimu, eo. Kau tahu, selama 2 tahun ini aku menghindari Kyuhyun. Hal yang seharusnya tidak perlu aku lakukan. Namun aku melakukannya demi dirimu. Karena aku ingin menjaga perasaanmu. Tapi sekarang aku sadar, bahwa aku telah melakukan hal salah.” Mata Taeyeon berkaca-kaca. Ia meraih tangan Woo Bin dan menggenggamnya. “Woo Bin-ah, kita sudah menghukumnya terlalu lama. Tidak bisakah kau memaafkannya?”

Rahang Woo Bin mengeras. Terlihat sekali bahwa namja itu merasa sangat emosi mendengar perkataan Taeyeon.

“Woo Bin-ah…”

“Bagaimana bisa kau berkata seperti, eo?! Kau lihat tangan ini?” Woo Bin menunjukkan tangan kanannya. “Tangan ini menjadi cacat karena perbuatannya. Dan kau memintaku untuk memaafkannya begitu saja? Ah, aku tahu. Kau mencintainya, bukan?”

“Woo Bin, aku…”

“KAU MENCINTAINYA KAN?!” Teriak Woo Bin kalap. Taeyeon terdiam. Gadis itu benci jika seseorang berteriak padanya dan ini pertama kalinya Woo Bin berteriak padanya. “Jika aku yang berada diposisi Kyuhyun. Jika seandainya aku yang membuat tangannya cacat sehingga ia tidak bisa bermain piano lagi. Apa kau akan membelaku seperti kau membela dia?” Tatapan Woo Bin berubah menjadi sendu.

Sebenarnya sudah sejak lama Woo Bin menyadari bahwa Taeyeon tidak benar-benar mencintainya. Namun namja tampan itu selalu berpikir positif. Tapi sepertinya ia tidak bisa terus berpikiran positif disaat kenyataan yang menyakitkan telah terkuak dihadapannya.

536788_337770772979265_927877224_n

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s