Diposkan pada Chapters

After The Storm (Part 6)

After The Storm

 

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title     : After The Storm
Type    : Chaptered
Genre  : Romance, Friendship, Family, Drama
POSTER : moonlight08 

Cast :
– Jin Seyeon
– Cho Kyuhyun
– Kim Woo Bin
– Kim Taeyeon
– Kim Jongin
– Jung Krystal

_________________________________

 

“Taeyeon-ah, jawab aku! Apa kau benar-benar mencintaiku?!” Woo Bin memegang kedua bahu Taeyeon sembari menatap gadis itu dengan intens. Taeyeon diam membisu. Gadis itu tidak ingin lagi berbohong, ia sudah terlalu lelah menutupi perasaannya selama ini. Akan tetapi ia juga tidak dapat mengatakan yang sebenarnya. Ia tidak bisa menyakiti Woo Bin.

“Woo Bin-ah, nan…”

“Cukup jawab pertanyaanku tadi.” Woo Bin semakin mendesak Taeyeon, dan gadis itu tetap bungkam. Melihat reaksi yang diberikan oleh Taeyeon membuat Woo Bin mengerti akan jawaban yang sebenarnya ingin gadis itu lontarkan.

RDRD2

Woo Bin tertawa pedih. “Aku mengerti sekarang…” Woo Bin menatap Taeyeon sendu, dan kemudian namja itu memutuskan untuk pergi guna untuk menenangkan dirinya yang tengah kalut.

 

 *****

make-change-promise-you-shoot-super-junior-kry-cho-kyuhyun_625421

Kyuhyun mendesah frustasi. Lagi-lagi sang ibu mendesaknya agar segera membawa Seyeon ke rumah mereka. Kyuhyun sudah berkali-kali menjelaskan bahwa ia dan Seyeon hanya sekedar teman, tidak lebih. Namun seakan tuli, Cho Hana tetap bersikeras ingin bertemu dengan Seyeon.

“Pokoknya dalam minggu ini kau harus membawanya ke rumah. Jika tidak, maka eomma sendiri yang akan menemuinya dan akan langsung melamarnya untukmu.” Tegas Cho Hana.

Kyuhyun menatap eommanya. “Kami hanya berteman. Seyeon bahkan lebih muda beberapa tahun dariku. Dia masih sekolah.” Ujar Kyuhyun.

Cho Hana tetap tak mau kalah. “Toh dia sebentar lagi lulus, jadi kurasa takkan masalah jika kita melamarnya.”

“Eomma…”

“Jangan membantah! Atau kau mau eomma yang turun tangan?” Hana menatap tegas kearah putra semata wayangnya itu. Kyuhyun menghela napas dan beranjak pergi menuju kamarnya.

“Jangan lupa untuk membawa Seyeon kesini secepatnya!” Seru Hana.

“Dasar anak zaman sekarang! Susah sekali sih disuruh mengenalkan yeojanya. Toh aku juga sudah mengenal ibu Seyeon, jadi kurasa akan baik-baik saja.”

 

 *****

 

_IN THE CAFÉ_

Seyeon menatap Kyuhyun tanpa berkedip. Gadis itu masih berusaha untuk mencerna perkataan Kyuhyun beberapa detik yang lalu. Yah, hari ini tiba-tiba Kyuhyun menjemput Seyeon di sekolah gadis itu hingga sempat membuat kegaduhan dan semakin menguatkan berita bahwa Seyeon memang sedang menjalin kasih dengan sang alumni popular sekolahnya itu. Dan beberapa detik yang lalu Kyuhyun berkata bahwa kedua orang tuanya ingin bertemu dengan Seyeon.

“Aku tidak salah dengar?” Seyeon masih kurang yakin.

Kyuhyun mengangguk. “Krystal berkata pada ibuku bahwa kita pacaran, dan eomma-ku sangat ingin bertemu denganmu. Dia juga kenal ibumu. Bahkan ia berniat untuk bertemu langsung dengan eomma-mu dan melamarmu.”

Kata “Melamar” benar-benar membuat Seyeon nyaris terjungkit dari kursinya. Gadis itu memandang cengo kearah Kyuhyun. “Melamar?!” Pekiknya.

Ep.119 Jin Seyeon

“Omo, ini benar-benar gawat! Bagaimana mungkin kebohongan kita ditanggapi terlalu serius seperti ini?” Ucap Seyeon frustasi. Kyuhyun menghela napas pelan. Pria itu memandang Seyeon dengan tatapan memohon. “Aku tahu ini akan sangat merepotkan, keunde bisakah kau menemui ibuku? Yah, sebelum dia dengan nekatnya bertemu ibumu dan… yah, kau tahulah.”

“Arasso. Onje?”

“Besok?”

Seyeon tersenyum kecil. “Baiklah. Besok jemput aku di klub music ya.”

Seyeon dan Kyuhyun kemudian melanjutkan percakapan mereka mengenai hal-hal lainnya, bukan tentang hubungan sandiwara mereka tentunya. Mereka hanya membincangkan hal-hal kesukaan mereka, seperti film, musik atau sekedar bernostalgia. Tiba-tiba Seyeon teringat akan perkataan Woo Bin beberapa hari yang lalu. Gadis itu menatap ragu kearah Kyuhyun. Ia ingin bertanya tapi ia bingung harus bagaimana menanyakannya. Sebab dari yang gadis itu bisa lihat, ia tahu bahwa ada sesuatu yang terjadi diantara Woo Bin, Kyuhyun dan gadis yang bernama Taeyeon itu.

‘Apa ini semacam cinta segitiga?’ Tebak Seyeon dalam hati.

“Wae? Ada yang kau ingin tanyakan?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba.

Seyeon tersenyum kecil. “Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan, keunde maaf jika ini terkesan tidak sopan. Beberapa hari yang lalu Woo Bin mengatakan sesuatu yang tidak mengenakkan tentangmu. Dia terlihat sangat marah dan ini… em… juga menyangkut Taeyeon eonni. Sebenarnya apa yang terjadi diantara kalian?” Seyeon bertanya dengan hati-hati.

Kyuhyun terdiam. Pria itu menundukkan kepalanya. Ia tahu bahwa ia memang harus menjelaskan ini pada Seyeon. Terlebih, ia sudah menyeret Seyeon kedalam masalahnya dengan berpura-pura sebagai kekasih Seyeon demi membuat gadis yang dicintainya cemburu.

“Ah, maaf aku tidak bermaksud untuk lancang.” Ujar Seyeon tidak enak.

“Gwenchana. Toh, kau memang berhak untuk tahu karena secara tidak langsung aku sudah menarikmu kedalam masalahku.” Kyuhyun menarik napas sebelum ia melanjutkan ucapannya. Seyeon menunggu dengan sabar. “Jika kau berpikir ini mengenai cinta segitiga, maka kau benar. Aku dan Woo Bin dulu bersahabat, namun kami menyukai gadis yang sama… dan… persahabatan kami hancur.” Jelas Kyuhyun singkat. “Dan Woo Bin tahu bahwa aku masih mencintai Taeyeon dan masih berusaha untuk mendekatinya, maka dari itu dia murka.” Tambah Kyuhyun lagi.

Seyeon mengangguk mengerti. “Yah, dia terlihat sangat marah. Membuatku takut.” Ucap Seyeon.

Kyuhyun tersenyum kecil. “Yah, kenapa kau takut padanya? Toh sebentar lagi ia akan menjadi oppa-mu, bukan? Aigoo, kau pasti senang sekali sebentar lagi akan mempunyai seorang oppa.” Canda Kyuhyun sambil terkekeh geli. Seyeon mengerucutkan bibirnya. “Sudah puas?”

“Hahaha, mian mian. Ne, aku sudah puas.”

“Sepertinya sunbae senang sekali melihatku menderita, eo?”

“Sedikit. Ani ani, aku hanya bercanda!” Kyuhyun tertawa kecil. “Woo Bin adalah pria yang baik. Keunde, jika dia sudah mulai berbuat ulah maka ia akan berubah menjadi orang yang sangat merepotkan. Jika itu terjadi, jangan sungkan untuk meminta bantuanku, oke!”

Seyeon mengangguk. “Pasti.” Gadis itu tersenyum manis.

 

 *****

 

Hubungan Woo Bin dan Taeyeon semakin hari kian merenggang pasca pertengkaran hebat mereka seminggu yang lalu. Baik Woo Bin maupun Taeyeon masih berusaha untuk mempertahankan ego mereka masing-masing. Namun Woo Bin tidak dapat memungkiri bahwa ia merindukan gadis yang notaben masih kekasihnya itu.

Mata Woo Bin beralih kearah setelan jas hitam yang akan digunakannya pada pesta pertunangan ayahnya beberapa hari lagi. Woo Bin mendesah frustasi. “Brengsek!” Umpat namja itu kesal.

Woo Bin mengambil jaket dan kunci motornya. Pria itu bergegas beranjak pergi.

Woo Bin mendapati Seyeon tengah duduk di lobby hotelnya. Pria itu mengerutkan dahinya sebelum akhirnya ia memutuskan untuk menghampiri calon adik tirinya itu.

“Sedang apa kau disini?” Tanyanya tanpa basa basi.

Seyeon mendongak dan kemudian menjawab, “Eommaku sedang berada disini, menemui appamu. Dan sepertinya sebentar lagi mereka akan mengajak kita makan malam.” Ujar Seyeon.

Woo Bin terdiam sebentar, sebelum akhirnya sebuah ide gila terlintas di kepalanya. “Mau kabur bersama? Aku sedang tidak ingin beramah tamah layaknya seorang anak yang baik.”

78-Choi-Young-Do-Kim-Woo-bin-The-Heirs-Kdrama-Fashion1

“Kau memang tidak pernah bersikap ramah tamah.”

“Mau ikut tidak?” Woo Bin kembali bertanya.

Seyeon bangkit dari duduknya. “Yeah, kenapa tidak?”

________________________________

 

Woo Bin membawa nampan yang berisi dua cangkir minuman coklat dan dua piring cheese cake serta tiramisu. Ia meletakkan nampan yang dibawanya itu diatas meja, dan kemudian duduk tepat didepan Seyeon. Mereka duduk dalam diam, sibuk dengan makanan dan minuman mereka sendiri. Perhatian Seyeon langsung teralih kearah sebuah Piano yang tengah dimainkan begitu ia mendengar lagu favoritnya sedang mengalun dengan merdu. Lagu itu adalah Kiss The Rain by Yiruma.

Tak jauh berbeda dengan Seyeon, Woo Bin pun juga memusatkan perhatiannya kearah pianis tersebut. Sebab lagu itu juga merupakan lagu favoritnya yang dulu kerap dimainkan oleh sang ibu. Woo Bin memang bukan penikmat musik klasik, namun lagu Kiss The Rain ini adalah pengecualian baginya.

“Aku baru tahu bahwa ternyata kau penikmat musik klasik juga.” Seyeon membuka suara.

Woo Bin menoleh dan kemudian kembali memakan tiramisu-nya. “Aku bukan penikmat musik klasik, namun lagu ini adalah pengecualian.” Ujar Woo Bin.

“Lagu favorit?”

“Ya. Ibukun yang membuatku menyukai lagu ini. Ia dulu sering memainkan lagu ini. Ini adalah lagu kesukaannya.” Ucap Woo Bin. Wajah pria itu mendadak menjadi sendu ketika ia membicarakan sang ibu. Dan Seyeon menyadari itu, akan tetapi gadis itu memilih untuk tidak bertanya.

“Waktu itu aku melihatmu memainkan lagu ini. Apa ini juga lagu favoritmu?” Woo Bin bertanya. Seyeon mengangguk. “Wah, kita memang kakak adik yang kompak. Bahkan lagu favorit kita sama.” Ujar Woo Bin sambil tertawa.

Seyeon tersenyum. “Sepertinya kau sudah tidak sabar ingin menjadi oppa-ku, eo?” Gadis itu menatap Woo Bin sambil tersenyum. Dan yang aneh, tanpa mereka sadari suasana canggung yang tadinya menyelimuti mereka menghilang dan malah berubah menjadi suasana hangat, layaknya seorang teman.

“Berhubung aku sudah membawamu kabur dari makan malam horror itu, maka kau harus memberiku imbalan.”

Seyeon mengernyit. “Kau yang mengajakku kesini, bukan aku yang meminta. Geure, berhubung aku ini orang baik, maka aku tidak keberatan. Kau mau apa?” Tanya Seyeon.

Woo Bin tersenyum. “Berjanjilah kau akan memainkan lagu Kiss The Rain kapanpun aku minta.”

“Hanya itu?” Tanya Seyeon yang kemudian dibalas anggukan oleh Kyuhyun. Seyeon tersenyum manis. “Baiklah, bukan masalah.”

nlwwo

 

*****

 

_IN KYUHYUN’s HOUSE_

Seyeon terlihat amat sangat gugup. Yah, pasalnya ia sedang bertamu ke rumah keluarga Kyuhyun, dan parahnya kedua orang tua Kyuhyun menganggap bahwa ia adalah kekasih namja itu meskipun ia Kyuhyun sendiri sudah berulang kali membantahnya.

“Jangan gugup.” Kyuhyun menepuk punggung Seyeon pelan. Seyeon menoleh. “Kalau orang tuamu bertanya yang aneh aneh bagaimana? Aku harus jawab apa?” Seyeon mendadak panik. Kyuhyun tersenyum kecil. “Aku yang akan menjawabnya. Kau hanya perlu duduk manis, ara!”

Seyeon menggangguk. Kyuhyun dan Seyeon pun melangkah menuju ke ruangan dimana kedua orang tua Kyuhyun tengah menunggu mereka. Begitu Seyeon masuk, kedua mata Cho Hana menatapnya penuh binar. Ia senang mengetahui bahwa Kyuhyun menepati janjinya untuk membawa Seyeon.

“Aigoo, kau cantik sekali. Jinja neomu yeppeo.” Puji Cho Hana, sedangkan Cho Seungwan hanya tersenyum ramah pada gadis yang dikiranya adalah yeojachingu Kyuhyun itu.

“Ah, ghamsahamnida. Annyeong haseyo.” Seyeon tersenyum ramah pada kedua orang tua Kyuhyun.

“Silahkan duduk, ayo kita berbincang bincang.” Ucap Cho Hana. Kyuhyun hanya bisa menggeleng pasrah melihat keantusiasan ibunya itu. Entah akan bagaimana jadinya jika Hana tahu bahwa Seyeon sebenarnya bukanlah kekasih Kyuhyun.

Seyeon amat bersyukur bahwa baik Tuan dan Nyonya Cho tidak mengungkit hubungannya dengan Kyuhyun. Sedari tadi mereka hanya memperbincangkan hal hal kecil, termasuk mengenai hubungan bisnis yang dulu sempat dijalin oleh Tuan Cho dengan ibunda Seyeon.

“Aku berencana ingin melamarmu untuk Kyuhyun.” Ujar Cho Hana tiba-tiba. Wanita paruh baya itu memang sudah tidak sabar untuk meresmikan hubungan Seyeon dan Kyuhyun ke jenjang yang lebih serius. Ia takut bahwa sewaktu-waktu hubungan kedua insan itu akan kandas di tengah jalan.

Perkataannya tentu saja mengagetkan Kyuhyun dan Seyeon. “Ah… itu…”

“Eomma, aku rasa itu terlalu cepat. Kami masih perlu waktu untuk saling memahami lebih dalam dan Seyeon juga masih sekolah. Ia ingin fokus pada sekolahnya dulu.” Ujar Kyuhyun.

“Tapi kalian masih tetap bisa menjalankan aktivitas normal kalian bahkan setelah pertunangan itu.”

Seyeon meremas tangannya sendiri. Gadis itu panik bukan kepalang. Kyuhyun tetap bersikeras untuk menolak pertunangan itu dengan berbagai macam alasan yang terlintas dikepalanya. Dan untung saja Tuan Cho setuju dengan alasan-alasan Kyuhyun tersebut. Hana hanya bisa mendesah pasrah saat idenya itu ditolak oleh semua pihak, termasuk suaminya sendiri.

 

 *****

 

Pagi-pagi Jiyeon sudah sibuk mencari Seyeon. Pasalnya gadis itu sudah tidak sabar ingin menyampaikan sebuah kabar baik pada temannya itu. Dan begitu melihat mobil Seyeon memasuki perkarangan sekolah, tanpa pikir panjang Jiyeon langsung berlari menghampiri mobil mewah tersebut.

“Annyeong!” Sapa Seyeon begitu melihat Jiyeon yang masih ngos-ngosan.

Jiyeon langsung menarik tangan Seyeon. “Kajja! Kau harus segera melihat ini!” Seru Jiyeon.

“Melihat apa sih?”

“Palli Palli!”

Seyeon tersenyum puas melihat namanya terpampang di mading sekolah sebagai perwakilan sekolah untuk lomba karya tulis. Itu berarti gadis itu telah melewati tahap pertama dalam perlombaan tersebut. Beberapa orang memberi selamat pada Seyeon. Krystal yang juga mengikuti perlombaan tersebut hanya memandang kesal kearah Seyeon. Gadis itu merasa bahwa seharusnya dialah yang mendapatkan kesempatan itu.

“Apa apaan sekolah ini, jelas-jelas karyaku jauh lebih bagus dan berguna daripada miliknya itu.” Gumam Krystal kesal.

“Seyeon-ah, chukkae!” Ujar Jieun, salah seorang teman Seyeon.

“Gomawo.”

“Kau memang pantas menang. Karya tulismu mengenai tanaman pengobat kanker itu sungguh jenius.” Ujar Jieun sambil tersenyum tulus. Seyeon membeku. “Tanaman pengobat kanker?” Gadis itu bertanya dengan bingung.

Gantian Jieun yang memandangnya bingung. “Loh, kau memang menulis itu kan? Jujur aku kaget loh, sebab setahuku kau akan menulis tentang kebudayaan Korea. Ternyata diam-diam kau menggantinya, ya.” Jieun tersenyum.

Seyeon benar-benar bingung. Sebab seingatnya ia memang menulis tentang kebudayaan Korea, dan tulisan itu pula yang dikirimnya untuk perlombaan tersenyum. Namun kenapa temannya ini mengatakan bahwa karyanya yang menang merupakan tentang obat kanker? Ini aneh!

Seyeon berjalan cepat menuju kantor kepala sekolah. Hanya kepala sekolah yang tahu ada apa dibalik ini semua.

 

______________________________

 

Air mata Seyeon nyaris menetes. Ternyata benar dugaannya bahwa itu semua adalah hasil dari perbuatan ibunya sendiri. Ibunya yang meminta sang kepala sekolah yang merupakan teman dekatnya untuk mengganti karya tulis Seyeon.

“Aku benar-benat tidak tahu bahwa karya tulis itu bukan milikmu, sebab ibumu bilang kau sendiri yang ingin menggantinya.” Oh Hani, sang kepala sekolah, menatap Seyeon prihatin. Seyeon masih terdiam, layaknya patung yang tidak memiliki nyawa. Dengan perlahan, Seyeon beranjak pergi. Ia bahkan tidak mengucapkan salam kepada orang yang paling dihormati di sekolah itu. Hatinya sudah terlalu sakit.

Sumpah, demi apapun, kali ini ibunya sudah bertindak terlalu jauh. Lagi-lagi ibunya mengingkari janji yang dibuatnya sendiri.

‘Apa aku harus kembali melakukan hal bodoh itu?’ Batin Seyeon sambil terisak pedih.

Krystal yang ternyata mencuri dengar pembicaraan Seyeon dengan Kepala Sekolah masih berdiri kaku ditempatnya. Gadis itu menatap Seyeon. Ada sedikit rasa iba muncul dihatinya. Ia tahu bahwa saat ini pasti perasaan Seyeon sangat hancur, namun rasa egois mengikis rasa iba dihatinya itu.

large

*****

 

_AT THE PARK_

“Jadi… kau dan Woo Bin…” Kyuhyun menggantungkan perkataannya. Taeyeon sepertinya mengerti kemana arah pembicaraan Kyuhyun. Gadis itu menggelengkan kepalanya. “Aku masih berstatus sebagai kekasih Woo Bin.” Ucap gadis itu. Kyuhyun Nampak kecewa, namun ia tak ingin terlalu menunjukkannya.

Taeyeon menatap Kyuhyun. “Kau sendiri… dengan adik tiri Woo Bin… sudah berapa lama kalian berpacaran?” Taeyeon bertanya dengan nada pelan.

Kyuhyun terdiam. Haruskah ia mengatakan yang sebenarnya?

“Ah, mian. Aku tahu ini bukan urusanku.”

“Kami tidak pernah berpacaran. Itu semua hanya sandiwara. Seyeon hanya ingin membuat mantan kekasihnya cemburu, itu saja.”

Taeyeon kaget dan jujur saja, ia merasa amat senang. “Jinjja?”

Kyuhyun mengangguk. “Ne.”

Mereka kembali diam. Kyuhyun kembali menyeruput hot chocolate-nya. “Lalu, bagaimana kelanjutan kau dan Woo Bin? Apa kau akan tetap bersamanya?”

“Maksudmu?”

Lotte-Fansign-Taeyeon-taeyeon-snsd-36001958-1280-853

Kyuhyun menghela napas. “Berhenti berpura-pura, Tae. Aku tahu perasaanmu padanya sudah berubah, atau mungkin memang sedari awal rasa cinta itu tidak pernah ada. Kau hanya simpati padanya, begitu kan?”

“Aku…”

“Jujurlah padaku, Tae…” Pinta Kyuhyun memelas sambil menatap Taeyeon dalam.

“Aku tidak tahu, Kyu… aku bingung…”

 

*****

 

BRAK!

“Jin Seyeon, apa-apaan kau masuk tanpa ada sopan seperti itu? Dimana tata krama-mu?” Bentak Eun Sang pada putrinya. Seyeon hanya diam sembari menatap tajam kearah ibunya. Bibir gadis itu bergetar, namun sekuat tenaga ia menahan agar tidak ada sedikitpun isak tangis yang keluar dari bibirnya. Gadis itu tidak ingin tampak lemah dihadapan ibunya.

“Kenapa kau mengganti karya tulisku?”

Eun Sang menatap putrinya. “Jadi kau sudah tahu. Aku hanya berusaha untuk membuatmu menang. Ibu hanya___”

“DEMI TUHAN, AKU TIDAK BUTUH ITU SEMUA!” teriak Seyeon histeris. “Aku bisa melakukan semuanya dengan usahaku sendiri. Jadi kumohon, jangan pernah campuri urusanku lagi.”

“Ibu melakukan ini untukmu.”

“OMONG KOSONG! Kau hanya terobsesi! Kau harus tahu bahwa aku ini juga adalah seorang manusia yang punya perasaan. Aku bukan boneka yang bisa seenaknya kau mainkan.”

“JAGA BICARAMU JIN SEYEON!”

“EOMMA YANG HARUS MENJAGA KELAKUAN EOMMA!”

PLAK!

Satu tamparan mendarat dipipi Seyeon. Eun Sang menatap tangannya kanannya dengan kaget. Ia tak menyangka bahwa ia baru saja menampar putri kesayangannya itu. Seyeon menatap nanar kearah ibunya. Air mata sudah tidak dapat ia bendung. “Eomma… apa aku harus melakukan hal bodoh itu lagi agar bisa membuatmu mengerti?” Lirih gadis itu.

“Seyeon-ah, eomma…”

Belum selesai Eun Sang berbicara, Seyeon sudah terlebih dahulu meninggalkan ruang kerja sang ibu. Gadis itu bahkan tidak mempedulikan tatapan aneh para karyawan perusahaan ibunya yang melihatnya menangis histeris seperti itu.

Sepeninggal Seyeon, Eun Sang langsung memerintahkan orang-orang untuk menahan Seyeon agar gadis itu tidak pergi. Ia takut jika Seyeon akan kembali melakukan perbuatan bodoh yang beberapa waktu lalu sempat dilakukannya. Perbuatan yang nyaris menghilangkan nyawa anak gadisnya itu. Percobaan bunuh diri.

“Mwo? Dia sudah pergi? Bagaimana kalian ini! Masa untuk mengejar satu orang gadis saja kalian tidak becus?! Cepat cari Seyeon! Aku tidak mau tahu, pokoknya kalian harus menemukan anakku secepatnya!” Eun Sang membanting telepon kantornya.

“Ya Tuhan, Seyeon! Tolong jangan buat ibumu ini panik!”

 

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

Satu tanggapan untuk “After The Storm (Part 6)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s