Diposkan pada BrotherSister Couple, Chapters

It’s Our Turn (Part 2)

its-our-turn (1)

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title     : It’s Our Turn (Sequel from KDrama “The Heirs”
Genre  : Romance, Friendship, Drama
Type    : Chaptered
Poster From : http://kingdomfanfiction.wordpress.com/

Cast :
– Kim Ji Won as Yoo Rachel
– Kim Woo Bin as Choi Young Do
– Lee Minho as Kim Tan
– Park Shin Hye as Cha Eun Sang
– Krystal Jung as Lee Bona
– Kang Minhyuk as Yoon Chanyoung
– Park Hyun Shik as Joo Myung Soo
– Kim Suho

______________________________________

Rachel mendengus saat membaca pesan yang baru saja dikirimkan oleh ibunya. Pesan yang berisi pengingat bahwa ia harus menemui Kim Suho di restoran yang telah dipesankan ibunya seusai sekolah nanti. Rachel menyimpan ponselnya kembali kedalam saku jas seragamnya.

‘Bersiap-siaplah untuk menahan malu karena aku takkan datang.’ Batin gadis berparas cantik itu. Ia kembali menyibukkan diri dengan kegiatannya yang tadi sempat terhenti, yaitu mencari buku untuk tugas sekolahnya.

Rachel menemukan buku yang sedari tadi dicarinya, namun sayangnya buku itu terletak di rak paling atas. Dan Rachel yang mempunyai ukuran tubuh mungil, tentu saja kesulitan untuk menggapainya. Gadis itu terlalu gengsi untuk sekedar meminta pertolongan pada orang disekitarnya, meskipun orang itu akan dengan senang hati membantunya.

Disaat kebingungan melanda gadis itu, sebuah tangan terjulur untuk membantunya mengambil buku tersebut. Rachel langsung menoleh, dan seketika ekspresinya menjadi berkali lipat lebih dingin dari biasanya ketika ia melihat bahwa Kim Tan-lah orang yang membantunya itu.

“Ini buku yang kau inginkan, bukan?” Kim Tan menyerahkan buku berukuran tebal itu kepada Rachel. Rachel mengambil buku itu, karena ia memang amat sangat memerlukannya. Gadis itu langsung melenggang pergi dengan langkah angkuhnya, namun suara teguran Kim Tan menghentikan langkahnya.

“Apa sesusah itu untuk mengucapkan terima kasih pada orang yang sudah berbaik hati menolongmu?”

Rachel menghela napas, dan kemudian membalikkan tubuhnya menghadap Kim Tan. “Gomawo.” Ucapnya singkat dengan nada yang datar dan kemudian ia langsung beranjak pergi. Kim Tan memandang kepergian Rachel. Pria itu menyesali hubungan mereka yang hancur berantakan seperti ini. Ia sangat ingin bisa kembali bersahabat dengan Rachel. Karena selain Young Do, Rachel juga merupakan sahabat terbaik yang pernah ia miliki.

Tapi, apa mungkin semuanya kembali seperti dulu?

*****

_IN THE CLASS_

Nyaris semua murid mengeluh ketika sang guru sejarah Korea mengumumkan bahwa ia akan membentuk kelompok untuk mengerjakan tugas yang akan ia berikan. Tidak ada yang menyukai pelajaran sejarah Korea, kecuali Chanyoung tentunya. Pria berotak cerdas itu sangat menyukai segala macam jenis pelajaran. Yah, murid yang seperti Chanyoung memang sudah langka di zaman sekarang.

“Jangan mengeluh! Saya akan segera membacakan nama-nama anggota kelompok. Tiap kelompok akan terdiri dari lima orang anggota dan semuanya harus bekerja dengan baik untuk tugas ini, TANPA TERKECUALI!” Ujar sang guru dengan menekankan kata ‘Tanpa Terkecuali’ sembari melayangkan tatapan tajam kearah Kim Tan dan Young Do. Sebab terakhir kali ia memberikan tugas kelompok pada mereka berdua saat masih di kelas 2, tugas tersebut berakhir dengan Eun Sang yang mengerjakannya seorang diri.

Eun Sang melirik kearah Kim Tan sambil tersenyum geli. Begitu pandangannya beralih kearah Young Do, pria itu langsung membuang muka. Eun Sang mendesah sedih.

large

Satu persatu nama dipanggil oleh sang seonsangnim. “Dan untuk kelompok yang selanjutnya terdiri dari Lee Bona, Yoon Chanyoung, Yoo Rachel, Choi Young Do dan Cha Eun Sang.” Ujar guru sejarah itu.

Bona langsung membalikkan badannya guna untuk melihat Chanyoung yang duduk dibangku tepat dibelakang gadis itu. “Chanyoung-ah, kita satu kelompok!” Ujarnya girang. Chanyoung tersenyum membalas perkataan yeojachingunya itu. “Ah, tapi sayang ada si pengganggu Choi Young Do dan si ratu es Yoo Rachel.” Keluh Bona sambil mengerucutkan bibirnya.

Young Do juga mengeluh dalam hati mengapa ia harus sekelompok dengan Cha Eun Sang. Ini akan menjadi rumit untuknya. Ia sih tidak keberatan dengan keberadaan Chanyoung, dan malah ia bersyukur dapat sekelompok dengan orang sepintar Chanyoung dan Rachel. Tapi keberadaan Eun Sang cukup mengusiknya. Diam diam Rachel melirik kearah Young Do. Ia dapat melihat bahwa namja itu tengah gelisah.

*****

“Aku tahu kau gelisah karena masalah kelompok itu. Keunde, bukankah ini saat yang tepat untuk menunjukkan pada Eun Sang bahwa kau baik-baik saja tanpanya. Dan bahwa kau sudah tidak menyukainya lagi. Yah, meskipun pada kenyataannya kau masih menyukainya.”

Young Do merangkul Rachel. “Wah, adikku yang satu ini. Kau sepertinya mengkhawatirkan oppamu ini, ya.” Ujar Young Do percaya diri. Rachel yang mendengus. Tiba-tiba gadis itu teringat akan rencana ibunya yang ingin mempertemukan dia dengan namja bernama Kim Suho itu. Rachel melihat dari kejauhan bahwa supir keluarganya tengah menunggu. Jika ia pulang bersama supirnya itu, pasti sang supir akan langsung mengantarnya ke restoran yang telah dipesan ibunya.

Rachel menghentikan langkahnya. “Mau membantuku?” Tanya gadis itu sembari menatap Young Do. Young Do mengangguk. “Tentu saja. Aku kan oppamu.” Jawabnya.

tumblr_mv7e9lOEzV1scm9d0o2_250

“Bawa aku pergi kemana saja, asal tidak pulang ke rumah.”

Young Do mengernyit bingung. “Wae?”

“Eommaku kembali berulah. Ia sudah menyiapkan calon tunangan untukku. Aku sudah muak menjadi bonekanya.” Ucap Rachel.

“Arasso. Aku tahu tempat yang pas. Kajja!”

*****

_AT THE RESTAURANT_

Seorang pria tampan, masih dengan menggunakan seragam sekolahnya, tengah duduk dengan gelisah disalah satu meja di restoran tersebut. Berkali-kali namja pemilik nama Kim Suho itu menoleh kearah jam tangan bermerk yang melingkari pergelangan tangannya itu. Pandangannya kembali menuju kearah pintu masuk restoran. Dalam hati namja itu mengumpat kesal.

‘Aku membuang-buang waktu berhargaku disini. Yeoja itu bahkan tidak ingin bertemu denganku.’ Batinnya kesal. Sebenarnya itu semua adalah rencana ibunya dan sahabat sang ibu untuk menjodohkan putra dan putri mereka. Suho sendiri tidak menyukai ide itu sebab ia telah mempunyai seorang gadis yang disukainya.

“Cih, perjodohan! Mereka pikir ini zaman dinasti jeonseon apa?” Gumamnya sebal dan kemudian menenggak minumannya. Sudah 2 gelas minuman habis diminum oleh Suho, dan gadis yang ditunggunya belum juga menampakkan batang hidungnya. Yah, gadis yang diitunggunya memang tidak akan datang sebab gadis itu sedang menghabiskan waktu bersama “Oppanya”

*****

_AT PARADISE CAFÉ_

Rachel memperhatikan suasana café yang pada hari ini cukup ramai dikunjungi. Gadis itu sedang berada di café milik ibu Young Do. Ini sudah ketiga kalinya gadis berponi itu datang ke café ini, bersama Young Do tentunya.

“Ini.” Young Do datang sembari membawa minuman dan juga cheese cake untuk mereka berdua.

“Ibumu pasti mengamuk jika tahu kau tidak datang ke kencan buta itu dan malah disini bersamaku.” Ujar Young Do. Ia kemudian menyuapkan sesendok cheese cake kedalam mulutnya. Yah, Young Do memang tahu bahwa Esther tidak suka jika masih berhubungan dengan Rachel.

“Biar saja. Aku tidak peduli.” Jawab Rachel acuh. Gadis itu memilih untuk menikmati makanan favoritnya itu.

“Annyeong Rachel.” Sapa ibunda Young Do. Rachel bangkit dari duduknya dan kemudian membungkuk sopan. “Annyeong ahjumma.” Balas gadis itu ramah.

“Bagaimana kabarmu?”

“Baik. Ahjumma sendiri bagaimana?”

“Aku juga baik. Ah geure, lanjutkan makannya ya. Selamat menikmati.” Ujar ibunda Young Do, dan kemudian ia beranjak pergi untuk melayani pelanggan yang baru saja datang. Rachel menatap ibunda Young Do. Dalam hati ia berharap bahwa ibunya juga bisa bersikap seperti ibunda Young Do. Bersikap selayaknya seorang ibu.

Tapi Rachel sadar bahwa itu adalah keinginan yang mustahil. Ibunya berbeda dari ibu kebanyakan. Jika ibu rumah tangga lainnya lebih memilih untuk berkutat di dapur demi membuatkan berbagai makanan lezat nan bergizi untuk keluarganya, namun Esther malah memilih untuk berkutat dengan setumpuk berkas-berkas di kantornya. Rachel tersenyum miris.

“Wae?” Tanya Young Do sembari memperhatikan ekpresi Rachel. Gadis itu menggeleng. “Hanya sedang memikirkan sesuatu.”

“Jika kau mau, kau bisa menceritakannya padaku, jadi kita bisa memikirkannya bersama-sama. Bukankah itu hal yang sangat romantis, eo?” Canda Young Do. Rachel tersenyum kecil menanggapi celotehan Young Do.

*****

Tepat pukul 7 malam Rachel menginjakkan kaki di rumahnya. Gadis itu sudah siap untuk menerima amukan dari ibunya. Toh, ia sudah tidak peduli. Ini adalah keputusan yang diambilnya. Gadis itu hanya tidak ingin kembali terjerumus kedalam lubang percintaan yang menyakitkan. Cukup sudah 2 kali ia merasakan rasa sakit hati. Yang pertama pada Kim Won dan yang terakhir pada Kim Tan. Yah, sebanyak dua kali gadis itu merasakan sakit hati dan yang membuat miris adalah karena kedua namja itu adalah adik kakak.

“Dari mana saja kau?” Tanya Esther sembari menatap Rachel tajam. “Kenapa kau tidak datang, eo? Kau sudah membuat Suho menunggumu selama berjam-jam. Kau membuatku malu!” Bentak Esther.

Rachel menanggapinya dengan tenang. “Kenapa kaget? Bukankah aku sudah mengatakan sebelumnya bahwa aku takkan datang?” Ucap Rachel dan kemudian gadis itu melangkah pergi menuju kamarnya. Esther mengikuti putrinya itu. “Eomma sudah mengatur jadwal pertemuan kalian. Dan eomma pastikan kali ini kau akan menemui Suho.”

Rachel menatap Esther geram. “Coba saja dan aku akan kembali membuatmu malu. Aku takkan berhenti sampai kau menyerah untuk mengatur kehidupanku.”

“Aku takkan menyerah. Apapun yang terjadi, kau akan tetap bertunangan dengan Suho.” Tegas Esther. Esther melangkah keluar dari kamar Rachel, dan tiba-tiba saja ia mengunci pintu kamar Rachel dari luar. Rachel spontan langsung memberontak. Ia menggedor-gedor pintu kamarnya. “Eomma, apa apaan ini! Cepat buka pintunya!” Teriak Rachel, namun Esther tetap diam dan lebih memilih untuk pergi meninggalkan Rachel.

“Eomma!”

Rachel mendengus kesal. Wajah gadis itu merah padam, pertanda bahwa ia benar-benar sudah amat sangat emosi. Kali ini ibunya sudah bertindak terlalu jauh.

“Geure, kalau ini yang kau inginkan.”

Dengan tergesa Rachel mengambil ponselnya di saku jas sekolah. Hanya ada satu nama yang terlintas dikepala gadis itu. Choi Young Do. Yah, hanya dia yang bisa Rachel andalkan untuk saat ini dan mungkin untuk selamanya.

“Yoboseyo?”

“Neo eodiseo?”

“Masih didaerah sekitar rumahmu, wae?”

“Jemput aku sekarang juga. Aku menunggumu di ujung jalan. Palli!”

“Kenapa?”

“Akan kujelaskan nanti.”

“Arasso. 7 menit lagi aku sampai.”

Rachel langsung bergegas mengemas beberapa barang-barangnya yang penting. Ini mungkin aksi ternekad gadis itu, namun ia tidak punya pilihan lain. Hanya ini satu-satunya cara agar bisa terbebas dari belenggu ibunya. Masih dengan menggunakan seragamnya, Rachel membawa koper berukuran sedang serta tas punggungnya menuju kearah jendela. Esther mungkin memang telah mengunci pintu kamar Rachel, tapi sepertinya ia lupa bahwa selain pintu jendela juga dapat digunakan sebagai akses keluar masuk.

Rachel melihat kebawah. Kamar gadis itu memang terletak dilantai dua, namun untung saja jarang antara lantai satu dan lantai dua tidak terlalu tinggi. Orang bisa dengan mudah melompatinya, apalagi didepan kamar Rachel ada sebuah pohon yang cukup besar yang dapat dijadikan alat bantu untuk turun kebawah. Terlebih dahulu Rachel melempar tas punggung dan koper sedangnya kebawah, dan kemudian ia menyusul dengan memanjat dahan pohon yang kuat dan cukup besar. Dengan perlahan Rachel turun dari pohon tersebut. Ternyata tidak terlalu susah baginya. Wajar saja, mengingat Rachel cukup mahir dalam berolah raga.

Dengan tergesa-gesa ia menyambar tas dan kopernya. Rachel tidak ingin mengambil resiko dengan melewati pagar depan rumahnya dimana ada beberapa orang penjaga disana, sebab ia yakin ibunya sudah mewanti-wanti mereka agar tidak membiarkannya meninggalkan rumah barang sejengkal saja. Dan lagi-lagi Rachel melakukan hal yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya. Jangankan melakukan, membayangkannya saja ia tidak pernah.

HUP!

Rachel baru saja melonjat dari tembok setinggi 1 meter. Kakinya sedikit terasa sakit, tapi gadis itu tidak menghiraukannya. Ia tetap melanjutkan rencana kaburnya itu.

Young Do sendiri penasaran dengan apa yang sedang terjadi pada Rachel. Kenapa gadis itu tiba-tiba menyuruhnya untuk menjemput. Young Do yakin seratus persen bahwa ini ada hubungannya dengan perjodohan itu. Young Do mempercepat laju motornya.

Young Do sampai lebih awal dari Rachel. Namja itu menunggu dengan agak cemas. Dan ia baru bisa merasa lega saat melihat Rachel muncul dari ujung jalan. Young Do mengernyit heran melihat koper berukuran sedang yang sedang diseret oleh Rachel.

“Koper? Untuk apa?” Tanya Young Do bingung.

“Ibuku mulai bertindak gila. Ia mengurungku didalam kabar, tapi untung aku bisa kabur. Sekarang aku butuh bantuanmu. Aku butuh tempat tinggal untuk sementara ini.” Ujar Rachel.

“Kajja!” Young Do mengisyaratkan Rachel untuk naik keatas motornya. Koper berukuran sedang milik Rachel diletakkan didepan. “Ya sister, kau sunggu nekat, apa kau sadar itu?”

“Nan ara. Aku tidak punya pilihan lain. Aku harus memperjuangkan hidupku, bukan?”

Young Do tersenyum kecil mendengar perkataan Rachel. Yah, kita memang harus bisa memperjuangkan nasib kehidupan kita sendiri. Tidak ada yang bisa memaksa kita melakukan sesuatu yang kita tidak inginkan, termasuk orang tua kita sendiri.

“Aku bisa membayangkan wajah murka ibu mu sekarang, persis seperti saat ia bertemu dengan selingkuhan appaku saat hari pengambilan gambar keluarga.” Young Do tertawa kecil kala mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu itu. Saat ia dengan suksesnya mengacaukan hari foto keluarga. Esther sangat murka saat itu. Dan kini Young Do yakin bahwa ekspresi Esther tidak jauh berbeda dengan hari itu.

*****

“Yoo Rachel, neo…”

Esther terdiam melihat kamar Rachel yang kosong melompong. Wanita paruh baya itu segera berlari menuju kamar mandi. Ia mengetuk pintunya, namun karena tak kunjung mendapat jawaban Esther langsung membukanya.

KOSONG!

Lagi-lagi Esther hanya bisa menggeram marah. “Yoo Rachel, kau benar-benar sudah keterlaluan!” gerammnya. Dan kemudian bergegas pergi guna untuk mencari keberadaan putri semata wayangnya itu.

-To Be Continued-

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

10 tanggapan untuk “It’s Our Turn (Part 2)

  1. Annyeong ^_^
    Aku reader baru nih, mian baru meninggalkan jejak di part 2. Hehe
    Aku suka critanya eonni apalagi main castnya Young Do sama Rachel.
    Next part jgn lama-lama yaa, penasaran nih. 🙂

  2. kiraen yg ngmbilin buku young do scra dya tinggi’a se tiang antena #plakkk kkk coba tu yg ngmbln buku young do kn lbh sweettttt…hah kshn rachel ibu’a ktrlaluan..mau di bwa kmnakah ma young do???next chapppppp smkn suka chingu ^^

  3. annyeong unnie.. saya absen nih^^ beh.. ini mah eommanya si rachel nyebelin banget.. gogogo duo kim, kalian cocok bangett^^

  4. Ibunya rachel emg keterlaluan ,pantesan aja rachel pilih kabur dr rmh. Tp sekolahnya gmn yaa? Kira2 rachel disembunyikan do young dimana? Sbnrnya dr awal ntn the heirs ,yg bikin aku suka sm rachel dan do young .mereka punya sifat mirip sbnrnya. Suka memandang rendah orang lain,dingin, suka merintah,Cocok pokoknya😅😅

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s