Diposkan pada BrotherSister Couple, Chapters

It’s Our Turn (Part 4)

its-our-turn (1)

 

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title     : It’s Our Turn (Sequel from KDrama “The Heirs”
Genre  : Romance, Friendship, Drama
Type    : Chaptered
Poster From : http://kingdomfanfiction.wordpress.com/

Cast :
– Kim Ji Won as Yoo Rachel
– Kim Woo Bin as Choi Young Do
– Lee Minho as Kim Tan
– Park Shin Hye as Cha Eun Sang
– Krystal Jung as Lee Bona
– Kang Minhyuk as Yoon Chanyoung
– Park Hyun Shik as Joo Myung Soo
– Kim Suho as Kim Suho
– Doo Hwe Ji as Park Shin Rin

_________________________________________

Kim_Ji_Won_Drama_Club_1

Rachel memandang Suho dengan seksama, membuat Suho agak merasa tidak nyaman dengan tatapan menyelidik Rachel yang dingin. Suho berdeham sejenak, guna untuk menetralkan suasana kaku diantara mereka berdua.

“Senang bertemu denganmu, Yoo Rachel.” Ujar Suho ramah. Tanggapan Rachel tetap dingin. “Oke, aku tahu kau menentang perjodohan ini. Dan asal kau tahu, aku juga menentang perjodohan ini. Jadi kita berada dipihak yang sama.” Ujar Suho. Sikap Rachel melunak begitu tahu bahwa Suho juga menolak perjodohan itu. Suho melirik kearah Shin Ri. Kebetulan gadis itu juga sedang melihat kearahnya. Shin Ri melambai seraya tersenyum manis.

“Kau lihat gadis itu?” Suho menatap kearah Shin Ri. Rachel ikut menoleh kearah gadis itu. “Aku sudah mempunyai gadis yang kusuka.” Ucap Suho.

“Lalu kenapa kau tidak mengatakan pada orangtuamu bahwa kau telah mempunyai yeojachingu?” Akhirnya Rachel membuka suara.

Suho mendesah pelan. “Aku tidak bilang bahwa ia adalah kekasihku. Aku hanya bilang bahwa aku menyukainya. Dan orang tuaku tidak akan mau repot-repot membatalkan perjodohan ini selama aku belum mempunyai kekasih.”

Rachel menatap Suho. “Itu gampang, kau tinggal menjadikan gadis itu sebagai pacarmu dan semua selesai.”

“Tidak semudah itu.”

Rachel dan Suho kembali terdiam. Suho menatap Rachel. “Kau sendiri begitu menentang perjodohan ini, berarti kau juga sudah memiliki kekasih, bukan?” Tebak Suho. Rachel memainkan cangkir cappuccino miliknya. “Aku menolak bukan karena sudah memiliki kekasih, tapi karena aku muak dengan semua rencana gila ibuku. Aku bisa mencari namja dengan usahaku sendiri.”

“Tapi ibumu tidak mau mendengarkan, bukan?”

Rachel menghela napas. “Yah, seperti yang sudah kau duga.”

“Kau tahu apa, kurasa kita harus membuat rencana cerdas untuk membatalkan perjodohan ini.” Usul Suho. Rachel menatap namja itu dengan tertarik dan sebuah senyuman kecil muncul diwajah gadis itu.

jiwon5

*****

 

Lagi-lagi suasana canggung menyelimuti kelompok yang beranggotakan Chanyoung, Bona, Rachel, Young Do dan Eun Sang. Untuk kedua kalinya mereka mengerjakan project mereka di rumah Bona. Beruntung Bona dan Chanyoung selalu berusaha untuk mencairkan suasana diantara mereka.

“Ah, tugas ini nyaris selesai. Betapa leganya aku.” Ujar Bona sembari merenggangkan kedua tangannya. Eun Sang tersenyum. “Nyaris. Belum tentu akan selesai hari ini.”

“Yak Cha Eun Sang, berpikirlah positif! Kita pasti akan bisa menyelesaikan ini secepat mungkin.”

tumblr_mw7uluLHos1qjp8d7o1_250

“Haha, arasso.”

Rachel masih sibuk dengan laptopnya, sedangkan Young Do sedari tadi hanya diam. Pria itu merasa tidak enak badan. Salah seorang pelayan di rumah Bona datang dan memberitahu bahwa makanan sudah siap tersaji. Bona bangkit dari duduknya. “Ja, ayo kita makan malam dulu. Pasti kalian semua sudah lapar.” Ajak gadis itu.

“Eh, tidak apa-apa dengan orangtuamu?” Tanya Eun Sang.

“Mereka sedang berada di luar negeri.” Jawab Bona. “Ayo ayo!” Ajak gadis itu lagi.

Mereka semua bangkit berdiri dan berjalan menuju ruang makan.

“Kalian duluan, aku ingin ke toilet dulu.” Ucap Young Do, dan kemudian berjalan menuju arah yang berlawanan.  Rachel menatap kepergian Young Do. Rasa khawatir muncul dibenak gadis itu. Tanpa berkata apa-apa Rachel berjalan mengikuti Young Do, meninggalkan tanda tanya pada teman-temannya.

“Aigoo, mereka itu benar-benar! Bahkan ke toilet juga harus berdua? Bahkan kita berdua saja tidak seperti itu.” Ujar Bona sembari menggeleng-gelengkan kepalanya. Eun Sang tertawa kecil. “Memangnya ada sesuatu diantara mereka?” Tanyanya.

Bona menatapnya kaget. “Yak, masa kau tidak tahu? Mereka kan sedang menjadi bahan gossip yang paling hot bulan ini. Kurasa tinggal menunggu waktu sampai kita mendengar kabar bahagia dari mereka berdua.” Bona memperhatikan ekspresi Eun Sang. “Yak, kau tidak mungkin cemburu, kan? Sebab ini akan menjadi gila jika tiba-tiba kau menyukai Young Do.”

b77d5c06-d184-4d43-abd9-04a67e555c5a

Eun Sang tertawa kecil. “Tentu saja tidak. Aku hanya menyesalkan hubunganku dan Young Do yang menjadi seperti sekarang. Aku harap kami berdua bisa berteman baik. Young Do adalah orang yang baik.” Ujar Eun Sang.

“Jika dia sudah seratus persen bisa melupakanmu, maka aku yakin hubungan kalian akan membaik dan bahkan kalian bisa menjadi sahabat.” Ujar Chanyoung, berusaha untuk menghibur sahabatnya itu.

“Ne, aku setuju dengan nae Chanyoungie. Dan jika kau perhatikan, sikap Rachel padamu juga sudah semakin membaik. Dia sudah tidak terlalu membencimu lagi. Kurasa dia sudah mulai bisa melupakan kejadian beberapa bulan lalu itu.”

Eun Sang tersenyum kecil sembari menatap makanan dihadapannya. “Yah, kuharap begitu.”

_____________________________________

 

Young Do keluar dari dalam toilet dengan wajah yang pucat dan juga keringat dingin yang menetes didahinya. “Sedang apa kau disini?” Tanya Young Do begitu melihat Rachel tengah berdiri tegak dihadapannya. Rachel tidak menghiraukan pertanyaan Young Do. Gadis itu melangkah maju dan menyentuh leher dan kemudian dahi Young Do. “Demam mu cukup tinggi. Apa tidak sebaiknya kita pulang?” Tanya Rachel sembari menatap Young Do.

Young Do dapat melihat sinar kekhawatiran dimata gadis itu, dan dia cukup terpana dengan perhatian yang ditujukan Rachel padanya. Perhatian yang selama ini nyaris tidak pernah ia dapatkan. Young Do dan Rachel sempat saling bertatapan intens selama beberapa detik, sebelum mereka akhirnya tersadar dan kembali bersikap normal.

“Gwenchana sister, aku baik-baik saja. Ja, ayo kita makan.”

 

*****

 

“Katakan padanya jika kau menyukainya. Itu tidak susah.” Ujar BaekHyun sembari menepuk bahu Suho. Suho masih menatap gadis yang tengah membaca buku disamping jendela itu. Pemandangan itu adalah pemandangan favoritnya. Ia paling suka melihat seorang gadis yang membaca buku didekat jendela, sehingga membuat sinar matahari fokus menyorot gadis tersebut. Itu terkesan anggun. Terlebih ketika gadis itu menyematkan helaian rambutnya dibelakang telinga.

Suho menggeleng pelan. “Tidak semudah itu. Lidahku selalu terasa kelu setiap aku ingin mengungkapkan perasaanku. Lagipula yang kudengar Shin Ri menyukai Kim Jongin.” Nada bicara Suho menjadi lesu.

“Dan kau mau menyerah begitu saja? Aigoo, kemana perginya Kim Suho yang selalu optimis, hah?”

Suho hanya diam. BaekHyun menghela napas, tidak habis pikir dengan jalan pikir sahabat karibnya itu. Sebelum pergi BaekHyun sempat berpesan. “Lakukanlah sebelum terlambat. Penyesalan selalu datang belakangan.” BaekHyun menepuk bahu Suho sebelum namja itu melangkah pergi.

Dalam hati Suho membenarkan perkataan temannya itu, namun ia sendiri tidak bisa dengan mudah menyatakan perasaannya. Ia takut ditolak. Atau lebih parahnya, Shin Ri akan menjauhinya.

03d5603050cfcb3630e8a8e33cf02190

*****

 

1897206478_75580347

“Chanyoung-ah, igo, makanlah yang banyak.” Ujar Bona manja seraya menaruh beberapa lauk dipiring Chanyoung. Chanyoung tersenyum manis pada Bona. “Gomawo.” Ucapnya.

Eun Sang tersenyum kecil melihat kemesraan pasangan itu. Ia sudah maklum dengan semua sikap manja Bona pada Chanyoung. Rachel sendiri tidak terlalu peduli dengan adegan lovey dovey itu. Gadis itu sedari tadi melirik cemas kearah Young Do.

“Young Do-ah, apa kau sakit? Wajahmu terlihat pucat.” Tanya Bona sembari memperhatikan wajah Young Do. Eun Sang ikut memperhatikan Young Do. Young Do berdeham kecil. “Aku hanya sedikit tidak enak badan. Tidak apa-apa.”

“Tapi jika kau benar-benar sudah tidak kuat, kau pulang saja. Lagipula tugas kita sudah hampir selesai.” Ujar Chanyoung.

“Ne.”

Tanpa sengaja tatapan Young Do dan Eun Sang bertumbukan. Eun Sang menatap sendu kearah Young Do, berharap setidaknya namja itu mau berbicara dengannya. Namun nihil. Tidak sepatah katapun Young Do keluarkan untuknya. Namja itu telah menutup dirinya dari gadis yang bernama Cha Eun Sang.

screen-shot-2013-11-24-at-3-48-06-pm

 

 *****

 

Ditengah jalan, motor yang dikendarai Young Do dihadang oleh 2 buah mobil sedan mewah. Beberapa orang pria berjas hitam turun dari mobil tersebut. Firasat Rachel sudah tidak enak dan gadis itu merasa bahwa ini semua ada sangkut pautnya dengan ibunda tercinta.

“Maaf nona Rachel, kami ditugaskan untuk membawamu kembali ke rumah.” Ujar salah seorang pria berjas hitam tersebut.

“Aku tidak mau.” Sahut Rachel dingin.

“Maaf nona, tapi kami diizinkan memakai cara paksaan jika anda tetap bersikeras menolak untuk pulang. Ini sudah menjadi perintah.”

Rachel diam. Gadis itu sebenarnya ingin melawan, namun ia juga tidak ingin menyebabkan keributan dijalan, terlebih dengan kondisi Young Do yang tengah sakit seperti ini. Rachel sudah berniat akan turun dari motor, namun genggaman tangan Young Do mengisyaratkan agar gadis itu mengurungkan niatnya. Young Do membuka helm-nya.

“Kami juga diizinkan untuk memakai kekerasan pada siapa saja yang menghalangi pekerjaan kami.” Ujar salah seorang suruhan Esther ketika melihat gelagat Young Do. Young Do tersenyum mengejek. “Dan kalian pikir aku takut?”

“Hentikan! Aku tidak ingin kau terlibat masalah lagi. Aku akan menyelesaikan masalah bodoh ini secepat mungkin.” Rachel turun dari motor Young Do. Para orang suruhan itu langsung memegang kedua lengan Rachel. Rachel mendengus. “Aku bukan buronan dan aku bisa jalan sendiri.”

Young Do menghalangi orang-orang tersebut. Hingga memunculkan perkelahian yang lumayan sengit dengan jumlah lawan yang tak sebanding. Jikalau saja kondisi Young Do sedang sehat, mungkin ia akan dengan mudah mengalahkan mereka semua. Hanya saja ia sedang dalam keadaan sakit hingga menyulitkannya.

BUGH!

Satu pukulan yang amat keras melayang ke perut Young Do. Membuat namja itu secara seketika langsung roboh dan mengerang kesakitan. Rachel benar-benar sudah tidak bisa tinggal diam.

“Geumanhe! Aku akan pulang bersama kalian sekarang juga.” Ujar Rachel setengah berteriak.

Young Do sudah terbaring diatas aspal sambil memegangi perutnya. Beberapa orang suruhan itu langsung membawa Rachel pergi dari sana. Rachel hanya dapat menatap sedih kearah Young Do. Dia berharap keadaan Young Do tidak parah.

 

 *****

 

Kecemasan Rachel sudah tidak bisa dibendung. Gadis itu mengkhawatirkan keadaan Young Do. Apalagi ia tidak bisa menghubungi namja itu untuk tahu kondisinya, sebab ponselnya tengah disita oleh ibunya. Rachel memutuskan untuk bertemu dengan ibunya. Begitu ia keluar kamar, sudah ada 2 orang penjaga didepan pintunya. Rachel mendesah frustasi. Tindakan ibunya sungguh berlebihan. Ia merasa seperti seorang buronan dan rumah ini sebagai penjaranya.

“Aku ingin bertemu dengan ibuku.” Ujar Rachel dingin.

___________________________________________

Rachel menatap ibunya tajam. Gadis itu berusaha untuk menahan emosinya. “Izinkan aku untuk keluar malam ini.”

Esther tersenyum kecil. “Menemui Choi Young Do lagi?”

“Ne.”

“Ada apa denganmu Yoo Rachel? Bukankah dulu kau sangat tidak suka dengan namja itu?”

“Bukankah ini yang kau inginkan? Kau menyuruhku untuk mengakrabkan diri dengan Young Do. Dan aku sudah melakukannya sesuai dengan yang kau inginkan.”

“Tapi itu dulu Yoo Rachel! Dulu dan sekarang adalah hal yang berbeda.”

Rachel menatap tajam kearah Esther. “Wae? Apa hanya karena kau tidak jadi menikah dengan Choi Dong Wook dan sekarang kau juga melarangku untuk dekat dengan Young Do?”

“Choi Dong Wook itu pria brengsek dan dia juga adalah narapidana.”

“Apa karena Choi Dong Wook seorang pria brengsek dan juga seorang narapidana maka kau menyamakan Young Do dengannya?”

Kim-Ji-Won-The-Heirs-Fashion1

Esther berkata dengan nada agak keras. “Tentu saja mereka sama. Kelakuan seorang anak pasti takkan jauh berbeda dari orang tuanya.” Ujar Esther, membuat sebuah senyuman mengejek terpatri di wajah Rachel. Esther menaikkan alisnya.

“Kau pikir begitu? Keunde, aku rasa kau salah. Tidak semua anak akan seperti orang tuanya. Contohnya kau dan aku. Kita berbeda. Nan, aku takkan mungkin tega merusak hidup anakku sendiri.” Rachel berkata dengan nada yang sedingin mungkin membuat Esther terdiam kehabisan kata-kata. Rachel menghela napas. “Baiklah, kita buat perjanjian. Jika eomma mengizinkanku untuk pergi malam ini, maka aku bersedia bertemu dengan Kim Suho. Kau bisa menyuruh orang suruhanmu untuk ikut bersamaku jika kau takut aku akan kabur.”

Esther berpikir sejenak dan akhirnya wanita paruh baya itu setuju. “Baiklah, kau boleh pergi malam ini asal ditemani oleh orang suruhanku. Dan kau tidak boleh ingkar janji. Besok kau harus bertemu dengan Kim Suho.” Tegas Esther.

“Eomma bisa memegang janjiku.”

 

 *****

 

Young Do terbaring lemah diranjangnya. Wajahnya masih pucat pasi dan keringat dingin masih menetes diwajahnya meskipun suhu ruangan lumayan dingin. Suara bell membuat Young Do terpaksa bangkit dari singgasananya.

“Rachel?” Serunya dengan nada kaget.

Rachel hanya tersenyum kecil. “Wae? Kau seperti sedang melihat hantu.” Canda gadis itu.

Young Do membiarkan Rachel masuk. “Bagaimana kau bisa ada disini. Aku yakin ibumu takkan semudah itu untuk mengizinkanmu kembali kesini setelah dengan susah payah ia membawamu kembali ke rumah.”

“Memang tidak mudah.” Ujar Rachel sembari meletakkan plastic yang tadi dibawanya diatas meja. “Kami membuat perjanjian.”

“Perjanjian?” Young Do menatapnya penasaran.

“Aku bersedia untuk bertemu dengan Kim Suho.”

4171_10

Young Do cukup terkejut dengan perkataan Rachel. Namja itu merasa kecewa dan tidak terima. “Pada akhirnya kau menyerah dan kembali pasrah untuk menjadi boneka eommamu, eo?” Sindirnya. Rachel tertawa kecil mendengar sindiran Young Do. “Wae? Kau tidak suka jika aku bertemu dengan Kim Suho?”

“Tentu saja!” Sahut Young Do, namun dengan segera ia meralatnya. “Eung… maksudku aku tidak ingin dongsaengku bertunangan dengan namja yang tidak dicintainya. Aku tidak ingin kau terjumus dalam permainan ibumu lagi.”

Rachel menatap Young Do. “Sebenarnya aku sudah bertemu dengan Kim Suho.”

“Mwo?! Jadi kalian…”

“Dia juga menolak perjodohan ini.” Ujar Rachel. Young Do mendesah lega. Ia sudah takut jika ternyata Rachel tertarik pada namja yang dijodohkan dengannya itu. Namun tak lama Young Do sadar, kenapa ia tiba-tiba merasa takut seperti ini? Ini aneh!

Sentuhan tangan Rachel yang hangat mengagetkan Young Do. “Badanmu masih sangat panas. Aku membawakanmu obat. Aku tahu kau pasti tidak akan mau repot-repot membelinya sendiri.” Rachel menyodorkan obat yang tadi dibelinya. Tanpa banyak penolakan Young Do langsung meminumnya.

“Apa kau kesini karena khawatir padaku?”

“Eung… tentu saja. Pukulan tadi cukup keras. Aku khawatir kau akan terluka parah dan eung… aku sekalian ingin mengambil barang-barangku.” Jawab Rachel yang mendadak menjadi gugup.

Mereka terdiam dengan posisi yang saling duduk bersisian. “Aku mengantuk.” Kata Young Do tiba-tiba. Sepertinya efek obat sudah mulai merasukinya.

“Tidurlah.” Balas Rachel. “Eh?” Rachel tersentak kaget saat dengan santainya Young Do merebahkan kepalanya diatas paha Rachel dengan bantal duduk sebagai alasnya.

“Jangan menolak orang yang sedang sakit. Lagipula anggap saja ini sebagai balasan atas insiden pukulan tadi siang.” Gumam Young Do. Rachel hanya diam dan tidak menyuarakan penolakannya. Toh sebenarnya gadis itu tidak ingin menolak. Ia justru sangat senang.

‘Senang? Kenapa bisa begini?’

Dengan sangat cepat Young Do sudah tidur lelap. Rachel mengamati wajah pria itu. Ini adalah pertama kalinya dia melakukan hal seperti ini. Bahkan ia tidak pernah melakukan ini pada Kim Tan sebelumnya. Dengan perlahan Rachel mengusap rambut Young Do.

“Cepat sembuh. Aku tak suka melihatmu sakit seperti ini.”

 

-To Be Continued-

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

12 tanggapan untuk “It’s Our Turn (Part 4)

  1. Aaaww, so sweeeeet bgt Young Do sama Rachel. :3
    Kayaknya Young Do udh mulai ada rasa nih sama Rachel, begitupun sebaliknya. Sukses move on deh mreka berdua. Wkwkwk
    Ditunggu part selanjutnya eon, semangat !! 😀

  2. baca part yang ini buat senyum senyum sendiri 😀
    akhirnya young do – rachel mulai ada rasa satu sama lain nih …
    ditunggu part selanjutnya , semangat 😀

  3. ahhh syukurlah trnyta mrka sma2 menolak…kyaaaa kya’a udh adah bnh2 cnta d antra mrka cieeee ahhhhhh sweetttttt saling menghawatirkan fightingggggg nextttttt

  4. Aahh sbnrnya mereka memiliki perasaan yg sama tp msh gengsi ngakuin. Oiaa maaf mbaa ,kmrn dipart sblmnya aku keliru nulis cewek yg ditaksir suho. Namanya jinri ,tp aku nulisnya minri 😝😝
    Soalnya aku cm fokus ke rachel doyoung ,wkwkwkkw

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s