Diposkan pada Chapters

After The Storm (Part 8)

After The Storm

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title     : After The Storm
Type    : Chaptered
Genre  : Romance, Friendship, Family, Drama
POSTER : moonlight08 

Cast :
– Jin Seyeon
– Cho Kyuhyun
– Kim Woo Bin
– Kim Taeyeon
– Choi Siwon
– Kim Jongin
– Jung Krystal

______________________________

Woo Bin melempar ponselnya ke dinding hingga hancur berantakan. Pria itu menghempaskan tubuhnya diatas ranjang. Lengan kanannya menutupi mata pria tampan itu. Perasaannya benar-benar hancur. Semenjak Taeyeon memutuskannya secara sepihak, gadis itu selalu menghindarinya. Semua telepon dan pesan Woo Bin selalu diacuhkannya. Bahkan saat Woo Bin datang kerumahnya dan menunggunya seharian disana, namun gadis itu tetap tidak peduli.

Woo Bin merasa hidupnya tidak berarti. Semua orang yang disayanginya pergi meninggalkannya. Dulu sang ibu, dan sekarang Taeyeon. Semua hal yang menjadi kebahagiannya telah direnggut paksa darinya. Woo Bin merasa hidup ini tak adil baginya. Selama ini Taeyeon lah yang menjadi sumber kekuatan baginya. Namun sekarang, ketika sumber kekuatan itu direnggut darinya, Woo Bin merasa seperti tidak mempunyai pijakan.

*****

Seyeon memandang kosong kearah ibunya yang sedang sibuk berbicara dengan Event Organizer pesta pernikahannya. Pesta pernikahan yang rencananya akan diadakan kurang lebih tiga bulan lagi itu menuntut Eun Sang untuk fokus dan sibuk.

Seyeon masih melancarkan aksi marahnya pada sang ibu. Ia masih menolak berbicara, kecuali untuk hal yang penting. Dan yang membuat Seyeon semakin sakit, ibunya tidak nampak merasa bersalah atau setidaknya menyesal atas perbuatannya itu.

Ponsel Seyeon berbunyi. Gadis itu tersenyum kecil kala melihat nama Woo Bin terpampang dilayar ponselnya. Dengan segara ia langsung menjawab telepon tersebut.

large

“Wah, cepat sekali kau menjawab. Begitu senangnya kah kau mendapat telepon dariku?” Canda Woo Bin.

Seyeon tertawa kecil. “Bukankah kau benci menunggu?”

“Kau dimana?”

“Di tempat Even Organizer yang disewa orang tua kita.”

“Ah, kau pasti benci sekali berada disana. Mau aku jemput? Kita bisa menghabiskan waktu dengan hal yang lebih berguna.”

“Tentu saja. Aku akan mengirimkan alamatnya. Kau lebih baik bergegas sebelum aku mati kebosanan disini.”

“Haha, arasso. Aku akan sampai disana 25 menit lagi.”

*****

-Siwon-super-junior-29389749-600-908

“Appa ingin mengenalkanmu dengan Park Gyuri. Ia putri salah seorang relasi bisni appa.” Cho Seunghwan berkata dengan nada tenang. Siwon langsung bisa menangkap maksud perkataan appanya. Mengenalkan dalam hal ini bukanlah hanya sekedar bertemu dan kemudian berkenalan, namun lebih daripada itu. Ini merupakan sebuah perjodohan.

“Aku tidak ingin dijodohkan.” Ujar Siwon tanpa basa basi. Selera makan pria itu langsung hilang.

Seunghwan tidak peduli. Perjodohan itu tetap harus terlaksana apapun yang terjadi. “Besok dia akan ikut makan siang dengan kita. Persiapkan dirimu. Kau harus memberikan kesan yang baik bagi tuan Park dan putrinya.”

Tangan Siwon mengepal, pertanda bahwa ia sedang dilanda emosi. “Kenapa tidak jodohkan Kyuhyun saja, eo?”

Cho Seunghwan menatap putra sulungnya itu. “Kau sudah berusia matang, dan sudah sepantasnya untuk memikirkan pernikahan. Lagipula apa kau belum tahu jika Kyuhyun sudah memiliki yeojachingu? Yeojachingunya Kyuhyun adalah putri dari relasi bisnisku dulu.”

“Aku bisa mencari pasanganku sendiri.”

“Dan sudah terbukti bahwa kau tidak becus.” Ujar Seunghwan sembari menatap Siwon. Sadar bahwa ia tidak akan bisa menolak lagi, Siwon pun hanya diam tanpa melakukan perlawanan lagi. Dalam hati ia benar-benar mengutuk kehidupan yang dirasanya tidak adil itu.

 *****

Seyeon diam membisu seraya menatap jasad seorang gadis muda yang dibawa masuk kedalam ambulans. Sekitar 20 menit yang lalu gadis itu melakukan bunuh diri dengan sengaja menabrakkan dirinya dengan mobil yang lewat. Gadis itu langsung meninggal ditempat, tepat seperti yang diinginkannya. Kebetulan Seyeon juga berada disana bersama Woo Bin. Gadis itu melihat dengan jelas kejadiannya. Seyeon tersenyum miris, menyayangkan tindakan bodoh yang diambil oleh gadis malang itu. Dalam hati Seyeon bersyukur bahwa Tuhan masih memberikannya kesempatan kedua.

“Aku tidak pernah tahu bahwa melihat kematian seseorang akan menyeramkan seperti ini.” Gumam Seyeon yang didengar oleh Woo Bin. Pria itu menoleh dan menatap Seyeon.

Seyeon menghela napas. “Gadis yang malang.”

“Bagaimana rasanya berada diambang maut?” Tanya Woo Bin.

ff10avi_000592125_zps0faa0550

“Menyeramkan dan… menyakitkan…” Jawab Seyeon lirih.

1966610237_the-heirs5

“Kalau begitu, jangan pernah berfikir untuk melakukannya lagi, arasso!”

Seyeon tersenyum kecil. “Kenapa kau jadi sangat peduli padaku, eo?” Gadis itu menatap Woo Bin tepat dikedua bola mata namja tampan itu.

Woo Bin mengedikkan bahu. “Entahlah. Anggap saja aku sedang berlatih untuk menjadi oppa yang baik.” Candanya.”Ja, ayo kita pergi. Udaranya semakin dingin.”

*****

taeyeon-airport-68

Taeyeon dan Kyuhyun berpapasan di halaman kampus. Entah mengapa suasana agak terasa canggung diantara mereka. Kyuhyun tersenyum hangat pada Taeyeon yang dengan agak ragu dibalas gadis itu. “Annyeong Taeyeon.” Sapa Kyuhyun sembar tersenyum.

Cho Kyuhyun 20

“Annyeong.”

“Kau sibuk?”

“Ani. Wae?”

Lagi-lagi Kyuhyun tersenyum. “Aku ingin mengajakmu makan siang bersama sambil sedikit mengobrol. Emm… kau tahu, tentang kita…”

Taeyeon mengangguk dan ia pun berjalan bersisian bersama Kyuhyun, tanpa menyadari bahwa Woo Bin juga sedari tadi berada disana dan melihat semuanya dengan tatapan perih. Woo Bin benar-benar merasa sakit hati. Setelah Kyuhyun tega membuat tangan kanannya menjadi cedera, dan sekarang namja itupun tega merebut gadis yang dicintainya. Hal itu semakin membuat kebencian Woo Bin pada Kyuhyun bertambah.

_______________________________

Kyuhyun dan Taeyeon duduk disalah satu bangku yang ada di taman kampus. Kyuhyun menoleh dan menatap Taeyeon, sedangkan gadis itu sedari tadi hanya menunduk. “Bagaimana keadaan Woo Bin?” Kyuhyun membuka pertanyaan.

Taeyeon menggeleng. “Kami sudah resmi putus dan semenjak itu aku tidak pernah bertemu dengannya. Tapi yang kutahu aku sudah membuatnya sakit hati.” Jawab Taeyeon sedih. Perlahan tangan Kyuhyun menyentuh tangan Taeyeon. Ia mengelus tangan gadis itu. “Tae, kita sama-sama tahu perasaan kita masing-masing. Tidak bisakah kita untuk membuka lembaran baru bersama?” Kyuhyun bertanya dengan hati-hati.

Taeyeon terdiam. Bukannya ia tidak mau, hanya saja ia masih memikirkan perasaan Woo Bin. Ia tidak ingin membuat namja itu semakin sakit hati dan semakin membenci Kyuhyun.

“Tae?”

Taeyeon menghela napas. “Nan molla, Kyu. Aku tak ingin membuatnya semakin sakit hati dan semakin membenci dirimu. Aku ingin kalian berdua kembali seperti dulu. Aku ingin kita bertiga seperti dulu lagi, Kyu.”

Kyuhyun tersenyum sedih. “Itu tidak mungkin, Tae. Woo Bin sudah menghapus namaku dari kehidupannya. Ia amat sangat membenciku. Aku sudah kehabisan akal untuk memperbaiki semua kesalahanku.”

Taeyeon bangkit dari duduknya. Gadis itu menatap sedih kearah Kyuhyun. “Mianhe, keunde untuk sementara biarlah seperti ini dulu. Kita akan pikirkan semuanya nanti. Aku yakin Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk kita. Aku pergi dulu.”

Kyuhyun memandang kepergian Taeyeon dengan sedih. ‘Apa benar-benar tidak bisa bersatu, eo?’

 

 

*****

_IN THE MALL_

“Aigoo, Seyeon-ah, ahjumma senang sekali bisa bertemu denganmu hari ini. Kau tahu, ahjumma benar-benar kesepian. Suami dan putraku sangat sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Tapi untung saja ada kau.” Cho Hana mengapit lengan Seyeon sambil tersenyum senang.

Kedua wanita beda usia itu tengah berjalan-jalan disebuah pusat perbelanjaan besar di Seoul. Seyeon hanya tersenyum kecil menanggapi perkataan Hana.

“Geure, bagaimana hubungan kalian? Kalian baik-baik saja kan?” Tanya Hana serius.

Seyeon mengangguk. “Ne, kami baik-baik saja.

“Oh ya, ibumu sebentar lagi akan menikah dengan Kim Heung Soo, bukan? Nah, kau pasti kenal dengan putra Kim Heung Soo yang bernama Kim Woo Bin.”

“Ne, aku kenal dia. Waeyo?”

“Dulu Woo Bin dan Kyuhyun adalah sahabat baik.” Ujar Hana. Seyeon menjadi tertarik dengan arah pembicaraan Hana. Gadis itu memang penasaran dengan hubungan Kyuhyun, Woo Bin dan Taeyeon. Gadis itu merasa bahwa permasalahan mereka bertiga lebih rumit dari yang Kyuhyun ceritakan padanya. Seyeon berusaha untuk menggali sebanyak mungkin informasi dari Hana.

“Dulu? Bagaimana sekarang?”

Hana mendesah. “Sekarang mereka layaknya musuh. Sebenarnya Kyuhyun tidak pernah menganggap Woo Bin  musuhnya, namun Woo Bin sudah sangat membenci Kyuhyun akibat kejadian 2 tahun lalu itu.”

Seyeon menjadi semakin penasaran. “Kejadian dua tahun lalu?” Gadis itu mengernyit bingung.

“Sebenarnya aku tidak ingin menceritakan ini pada orang lain, karena ini menyangkut reputasi Kyuhyun. Namun berhubung kau adalah yeojachingu Kyuhyun, kurasa kau perlu tahu semuanya. Kyuhyun dan Woo Bin terlibat perselisihan. Aku tidak tahu pasti mengenai apa. Namun pertengkaran mereka amat sangat serius. Mereka bertengkar hebat hingga saling memukul, dan… tanpa sengaja Kyuhyun mencederai tangan kanan Woo Bin sehingga membuat tangan kanannya lemah dan tidak bisa dipakai secara normal lagi. Woo Bin dulu adalah pelukis yang handal. Kenyataan bahwa ia tidak bisa menggunakan tangan kanannya lagi membuat namja itu hancur.”

Seyeon terdiam membisu setelah mendengar cerita dari Hana. Kini ia mengerti mengapa Woo Bin amat sangat membenci Kyuhyun. Dan Seyeon juga yakin bahwa hal yang mereka ributkan adalah Taeyeon, persis seperti yang dulu Kyuhyun katakan.

Dan sekarang Seyeon baru tahu bahwa keadaanlah yang membuat Woo Bin menjadi seorang kidal. Seyeon membayangkan jika ia berada diposisi Woo Bin. Ia menatap tangan kanannya. Seyeon tidak bisa membayangan jika ia tidak bisa bermain piano lagi. Pasti rasanya sedih sekali.

 *****

“Permainanmu bagus sekali. Aku semakin mengagumi mu.” Ujar Kyuhyun sambil tersenyum.

“Haha, terima kasih. Aku tersanjung sekali mempunyai fans yang tampan seperti sunbae.”

“Kemarin eomma cerita bahwa ia seharian menghabiskan waktu denganmu. Mian jika eommaku sudah merepotkanmu. Aku sudah kehabisan akal untuk menjelaskan pada eommaku. Dia amat keras kepala.” Kyuhyun merasa tidak enak pada Seyeon.

tumblr_mdlzerM19O1rpyw6wo1_500

Seyeon tersenyum. “Gwenchana sunbae. Lagipula ibu sunbae benar-benar berjiwa muda. Aku merasa sedang jalan dengan temanku.”

Kyuhyun tertawa mendengar perkataan Seyeon. Dengan satu tangannya ia mengelus pelan kepala Seyeon. “Aigoo, betapa baiknya uri Seyeonnie.”

Seyeon diam-diam menatap Kyuhyun. Dalam hati gadis itu berpikir apa mungkin alasan Kyuhyun berhenti bermain piano karena Woo Bin. Bisa saja Kyuhyun juga ingin melepaskan hal yang disukainya demi bisa merasakan posisi Woo Bin.

Tiba tiba pintu ruang music terbuka dari luar. Woo Bin melangkah masuk diiringi tatapan kaget dari Seyeon dan Kyuhyun. Woo Bin baru menyadari bahwa Kyuhyun juga tengah berada disana. Dalam hati ia jadi agak menyesali keputusannya untuk datang kesana. Woo Bin masih berdiri diam didepan pintu.

“Annyeong oppa!” Seyeon menyapa Woo Bin.

“Seyeon-ah, aku harus pergi sekarang. Sampai bertemu lain waktu.” Kyuhyun tersenyum kecil, dan kemudian beranjak pergi. Kyuhyun sempat bertatapan sebentar dengan Woo Bin. Woo Bin masih bersikap dingin layaknya es yang berada di kutub selatan. Pria itu sempat melayangkan tatapan dinginnya pada Kyuhyun. Selepas kepergian Kyuhyun, Woo Bin menghampiri Seyeon.

school11-00620

“Sedang apa ia disini?” Tanyanya agak sebal.

“Kyuhyun oppa memang kadang-kadang suka mengunjungiku disini. Ia dulu adalah anggota klub music disini, keunde kurang lebih 2 tahun yang lalu Kyuhyun oppa memutuskan untuk keluar dari klub music ini.”

Woo Bin masih diam. Namja itu berusaha untuk tidak mengambil pusing mengenai hal tersebut.

“Lalu… apa yang kau lakukan disini?” Tanya Seyeon agak bingung.

“Aku? Eung… aku hanya sedang tidak ada kegiatan. Wae? Kau tidak suka?”

“Aniya. Aku senang kau datang. Hmm, aku sedang berlatih untuk pertunjukkan minggu depan. Mau mendengarkan?” Tawar Seyeon sembari tersenyum manis. Woo Bin mengangguk. “Perlihatkan padaku.”

 *****

Kyuhyun berpapasan dengan Siwon yang baru saja menaiki tangga menuju lantai dua.

“Hyung, aku dengar hari ini appa mengenalkanmu dengan anak relasi bisnisnya. Bagaimana pertemuan kalian?” Tanya Kyuhyun sambil tersenyum. Namun sayangnya senyuman Kyuhyun disalah artikan oleh Siwon. Pria itu beranggapan bahwa Kyuhyun tengah mengejek dirinya hingga kemarahan itu muncul kembali dalam diri Siwon.

Img0402_20100413175306_1

“Kau pasti merasa puas dengan keadaanku sekarang. Kau pasti merasa bersyukur karena bukan kau yang dijodohkan oleh appa. Kau pasti senang melihat hidupku yang selalu diatur, sedangkan kau bisa bebas menentukan pilihanmu sendiri.” Siwon berkata dengan ketus.

“Hyung, aku…”

“Minggir kau!” Siwon mendorong Kyuhyun, hingga membuat namja itu nyaris terjatuh jika saja ia tidak secepat mungkin meraih pegangan tangga guna untuk menahan beban tubuhnya. Kyuhyun menghela napas. Mungkin sudah saatnya ia menyerah untuk memperbaiki hubungannya dengan Siwon. Karena apapun yang Kyuhyun lakukan akan selalu salah dimata Siwon.

 *****

Pandangan mata Woo Bin selalu terpaku diatas panggung, tepatnya kearah seorang gadis yang sedang bernyanyi dengan suara merdunya. Woo Bin tersenyum kecut melihat kearah mantan kekasihnya itu. Betapa ia merindukan Taeyeon. Namun apadaya, gadis itu selalu berlari menjauh darinya tiap kali ia berusaha mendekat. Woo Bin tidak ingin menyerah, namun ia juga tidak ingin jika Taeyeon semakin menjauh darinya. Maka dari itu ia memutuskan untuk berhenti. Berhenti mengejar gadis itu dan berhenti menampakkan diri dihadapannya.

Tepat ketika pertunjukkan teater selesai, Woo Bin langsung beranjak dari tempatnya. Tanpa disadarinya, Taeyeon menyadari keberadaan dirinya. Gadis itu sempat kaget. Dalam pikirannya ia menyangka Woo Bin akan menemuinya selepas acara dan meminta Taeyeon untuk kembali padanya. Akan tetapi perkiraan Taeyeon salah besar. Gadis itu menatap punggung Woo Bin yang semakin lama semakin menjauh hingga akhirnya menghilang dari sudut pandangannya. Taeyeon merasa bersalah pada Woo Bin, namun gadis itu merasa bahwa ini adalah yang terbaik bagi mereka.

 *****

PLAK!

Sebuah tamparan mendarat dipipi Heung Soo hingga membuatnya tampak kemerahan. Eun Sang menatap tunangannya itu dengan amat sangat emosi. Bagaimana tidak, dengan mata kepalanya sendiri ia melihat tunangannya, Kim Heung Soo tengah bercumbu dengan seorang gadis yang tak dikenalnya. Eun Sang benar-benar merasa sakit hati.

“Kau benar-benar pria yang sangat menjijikkan Kim Heung Soo! Bagaimana mungkin kau bisa berselingkuh disaat sebentar lagi kau akan menikah, eo?!” Amuk Eun Sang. Heung Soo diam membisu, tidak tahu harus berkata apa.

“Aku yakin ini bukan pertama kalinya bagimu. Neo! Aku benar-benar menyesal telah mengenal pria brengsek sepertimu.” Eun Sang melepas cincin pertunangan yang ada dijari manisnya. “Ini! Kau ambil kembali cincin ini. Pernikahan kita batal!” Eun Sang melempar cincin itu kearah Heung Soo, dan dengan emosi ia melangkah pergi.

*****

Woo Bin menatap selembar kertas ditangannya dengan penuh haru dan harapan. Kertas yang bagi orang lain tidak berharga itu, namun amat sangat berharga bagi Woo Bin, sebab dikertas itu berisi informasi yang selama beberapa tahun ini dicarinya. Informasi mengenai keberadaan ibu kandungnya. Secarik kertas itu berisi alamat ibunya yang ternyata selama ini tinggal diluar kota Seoul.

Woo Bin bertekad untuk sesegera mungkin menyusul ibunya. Ia sudah sangat merindukan ibunya. Ia ingin memeluk tubuh ibunya. Ia ingin kembali merasakan kasih sayang ibunya yang sudah lama tak dirasakannya.

Tadinya Woo Bin sudah berencana jika ia bisa menemukan keberadaan ibunya, maka ia akan langsung membawa Taeyeon untuk diperkenalkan pada ibunya. Namun sekarang harapannya itu pupus.

Woo Bin berjalan melewati kamar tidur ayahnya. Sudah seminggu Woo Bin tinggal di rumah, dan bukannya di Zeus Hotel. Tak sengaja ia mendengarkan pembicaraan ayahnya ditelepon.

“Yah, pernikahanku dan Eun Sang batal.”

Woo Bin tak terlalu kaget mendengarnya. Ia sudah tahu bahwa cepat atau lambat Eun Sang pasti akan mengetahui kebusukan ayahnya yang gemar berselingkuh. Lagipula ia tidak ingin ada seorang wanita pun mengambil posisi ibunya.

“Yah, setidaknya satu orang wanita telah terselamatkan dari brengseknya seorang Kim Heung Soo.” Gumam Woo Bin.

 *****

“Aku sudah membatalkan pernikahanku dan Heung Soo.” Ujar Eun Sang pada putrinya. Seyeon cukup terkejut, namun gadis itu dengan lihai menyembunyikan ekspresinya itu dan tetap bersikap seakan tidak peduli. “Dia pria brengsek. Disaat pernikahannya tinggal menghitung waktu, dia masih bisanya berselingkuh dengan wanita lain. Aku muak!”

Seyeon berkata dengan nada tak peduli. “Bukankah aku sudah memperingatkan eomma?”

Eun Sang menatap putrinya. “Kau tentu senang dengan berita ini, bukan? Kau sudah mendapatkan keinginanmu. Pernikahan sudah batal, tidak bisakah kau bersikap baik pada eomma?”

Seyeon hanya diam dan kembali melanjutkan makannya. Tapi jauh didalam hatinya Seyeon merasa sedih, sebab dengan begini maka Woo Bin tidak akan pernah menjadi oppanya. Padahal gadis itu sudah mulai bisa menerima keberadaan Woo Bin dan menganggapnya sebagai seorang oppa.

“Mulai sekarang aku tidak ingin kita berhubungan dengan Kim Heung Soo. Termasuk dengan anak laki-lakinya, Kim Woo Bin.”

Perkataan Eun Sang membuat Seyeon tersentak. Gadis itu menatap tak terima.

“Yang ada masalah adalah eomma dan Kim Heung Soo. Jadi apa hubungannya aku dan Woo Bin? Kami tidak ada sangkut pautnya dalam masalah kalian.”

“Seyeon_______”

“Aku sudah selesai!” Seyeon bangkit dari duduknya dan langsung beranjak pergi.

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s