Diposkan pada Uncategorized

Ghost Stories (Prolog)

Ghost stories

 

Author : Cho Haneul
Title      : Ghost Stories (The Beginning)
Type     : Series/Chaptered
Genre   : Horror, Mystery, Drama

Cast :
– Kim Ji Won as Choi Haneul
– Park Bo Young as Park Shin Ri
– EXO members
– Zelo aka Choi Junhong
– DaeHyun
– Kim Woo Bin

__________________________

“Mwo? Kau serius ingin syuting di gudang tua itu?” Pekik BaekHyun kaget. Pria itu menatap cemas kearah sahabatnya, Kim Jongin, atau yang biasa lebih dikenal sebagai Kai.

“Yah. Kurasa gudang itu tempat yang cocok.” Balas Kai santai sambil memainkan ponselnya. Sehun yang duduk disebelah namja itu menghela napas. Ia sudah hafal sifat cuek Kai yang kadarnya memang keterlaluan.

Kai dan keduabelas temannya yang tergabung dalam group dance bernamakan EXO ingin mengikuti kontes dance. Untuk mengikuti kontes tersebut mereka diharuskan untuk mengirimkan video dance mereka. Kai merasa bahwa gudang tua yang terletak di gedung lama sekolah mereka adalah tempat yang cocok untuk syuting video mereka.

“Yak, kau pasti tahu kan cerita mengenai gedung sekolah kita yang lama. Aku tidak ingin mengambil resiko.” Ujar Sehun.

“Cih, aku kira kau tidak sepenakut itu.” Cibir Kai.

“Aku tidak percaya dengan yang namanya hantu. Aku tidak masalah jika kita syuting di gudang itu. Lagipula kita memang tidak punya pilihan tempat yang lain kan?” Ujar JongDae. Pria berwajah tegas itu memang tidak pernah percaya dengan hal mistis. Baginya itu semuanya hanyalah mitos.

Kai tersenyum puas mendengar jawaban dari JongDae. Kemudian ia melayangkan tatapannya kearah teman-temannya yang lain. Sebagian dari mereka menyetujui ide Kai, namun sebagian lagi tetap teguh menolak.

“Ayolah, kita tidak punya banyak waktu. Batas pengiriman videonya adalah minggu depan, dan juga belakangan ini kita sedang disibukkan oleh tugas sekolah. Aku tidak ingin semua latihan kita jadi sia-sia gara-gara kita terlambat mengirim video.” Ujar Chanyeol, namja tertinggi diantara mereka. Chanyeol kemudian mengalihkan pandangannya kearah sang maknae yang sedari tadi hanya diam. “Yak, Junhong! Tumben kau hening sekali. Aku sampai lupa jika kau ada disini. Bagaimana menurutmu?”

Junhong menghela napas. “Aku terserah hyungdeul saja.”

“Oke. Kalau begitu kita akan syuting di gudang tua itu. Tidak ada protes lagi, ara!” Kali ini Kris yang angkat bicara. Namja berambut pirang itu mengambil tasnya dan kemudian bersiap akan pergi. “Aku pergi dulu, ada rapat klub basket sebentar lagi.”

“Ah, aku juga harus pergi. Aku ada latihan paduan suara.” Ujar BaekHyun.

“Kachi ka!” Seru KyungSoo sembari merangkul BaekHyun.

Satu persatu member EXO pergi, termasuk sang maknae baru, Choi Junhong. Tinggalah Kai dan Sehun disana. Sehun menahan Kai yang sudah akan beranjak pergi. Pria itu menatap Kai serius. “Aku masih berharap kau akan berubah pikiran. Lagipula aku tidak yakin jika pihak sekolah akan mengizinkan kita untuk syuting disana. Tempat itu sudah lama ditutup, terlebih gudang itu.”

 

*****

“Mwo? Kalian akan syuting di gudang tua itu? Apa kalian yakin?” Haneul menatap cemas  kearah adik laki-lakinya, Junhong.

Junhong mengedikkan bahunya. “Entahlah, tapi kami memang tidak punya pilihan lain. Tengat waktu sudah sangat dekat.” Ucapnya.

“Siapa yang mengusulkan?”  Tanya Haneul penasaran. Junhong merangkul Haneul yang jauh lebih pendek darinya. “Siapa lagi kalau bukan sahabat mu yang tersayang itu.”

“Aish, Kai memang keras kepala! Dia tidak pernah percaya dengan semua cerita mistis mengenai gedung sekolah tua itu.”

“Ya sudahlah, noona. Toh, kami akan melakukan syuting di siang hari. Jadi kurasa tidak akan apa-apa.” Ucap Junhong, berusaha untuk menepis rasa khawatir sang kakak. Pria jangkung itu menatap kearah langit yang tampak mendung. “Ah, sepertinya sebentar lagi hujan. Palli noona, aku tidak ingin diomeli hyung karena hujan-hujanan.” Junhong menarik tangan Haneul pelan.

 

*****

 

_IN PRINCIPAL’s ROOM_

Terjadi perdebatan sengit di ruang bernuansa klasik eropa itu. Choi Siwon, selaku kepala sekolah baru Jeguk High School, memutuskan untuk menghancurkan sumur tua yang terdapat di area gedung sekolah lama. Kepala sekolah muda itu ingin membangun rumah kaca yang diperuntukkan untuk tanaman. Namun idenya mendapat penolakan keras dari wakil kepala sekolah yang sudah jauh lebih lama berada disana.

“Aku setuju dengan idemu yang ingin membangun rumah kaca guna untuk pelajaran biologi, namun aku tidak setuju dengan idemu yang ingin menghancurkan sumur tua itu. Jeguk High School memiliki lahan yang luas. Kau bisa memilih tempat lain yang jauh lebih bagus.” Ujar sang wakil kepala sekolah.

Siwon menatap sang wakil dengan heran. “Tuan Kim, apa salahnya jika aku ingin membangun rumah kaca disana? Lagipula sumur itu sudah bertahun lamanya terbengkalai. Jadi kurasa bukan masalah jika kita menghancurkannya.” Siwon tetap  bersikeras.

“Siwon-ssi, aku tahu kau tidak percaya dengan cerita mistis itu, namun tidak salahnya kan jika kita berusaha menghindar dari hal-hal yang tidak diinginkan demi kepentingan sekolah kita ini.” Tuan Kim menatap Siwon dalam, berharap pria muda dihadapannya ini bersedia untuk merubah pikiran. Namun Siwon tetaplah Siwon. Namja keras kepala yang ambisius. Jika ia sudah menginginkan sesuatu, maka tidak ada yang bisa mencegahnya.

“Sumur itu tetap akan dihancurkan.”

 

*****

 

Chanyeol, Kris dan Kai tengah berdiri didepan gudang tua itu. Kai memegang rantai yang sudah berkarat. Dari situ sudah tampak bahwa gudang itu sudah lama ditutup, bahkan jauh sebelum mereka menjadi murid di Jeguk High School.

“Tempatnya benar-benar seseram yang diceritakan oleh orang-orang.” Gumam Chanyeol.

Kris mengintip disalah satu jendela. “Gudangnya kosong, tak ada apapun disana. Pekerjaan kita akan semakin mudah. Kita hanya perlu membersihkan tempat ini tanpa perlu memindahkan barang-barang.”

Kai menatap kedua orang temannya itu. “Aku sudah menyuruh Suho untuk meminta izin menggunakan gudang tua ini. Jika Suho yang meminta, aku yakin mereka tidak akan menolak.”

Ayah Suho adalah kepala yayasan SMA Jeguk, sedangkan ibunya sempat menjadi kepala sekolah disana sebelum ia menutup usia akibat sebuah kecelakaan tragis. Jadi singkat cerita, keluarga Suho memang cukup memiliki nama di Jeguk High School.

Tidak lama kemudian, ponsel Kai berdering. Tertera nama Suho dilayar ponselnya. Kai langsung menjawab telepon tersebut, dan seketika ia tersenyum sumringah. Chanyeol dan Kris menanti dengan penasaran. Setelah telepon ditutup, Kai menoleh kearah kedua temannya. “Sudah kubilang kan bahwa Suho akan berhasil.”

“Wah, jinjja? Semudah itu kah? Suho memang benar-benar daebak!” Chanyeol tersenyum girang.

“Kapan kita mulai syuting?” Tanya Kris.

Kai menjawab. “Secepatnya.”

 

*****

 

Haneul tengah berjalan seorang diri menuju gudang tua. Gadis itu masih tak habis pikir bagaimana bisa pihak sekolah mengizinkan mereka menggunakan gudang itu semudah ini.

“Eonni!”

“Noona!”

Haneul menoleh, dan mendapati Park Shin Ri dan Junhong tengah menghampirinya. “Eonni datang juga.” Ucap Shin Ri.

Haneul tersenyum. “Ne, aku sudah berjanji pada Kai untuk ikut membantu membersihkan gudang ini sebelum mereka pakai untuk syuting.”

Ketiga remaja itu sampai didepan gudang. Beberapa anggota EXO juga sudah berada disana. “Kenapa tidak masuk?” Tanya Shin Ri bingung saat melihat namjadeul itu hanya berdiri didepan pintu gudang.

“Kami ketakutan.” Ujar Baekhyun sambil memeluk tubuhnya sendiri.

“Ne?” Shin Ri menatap cengo.

“Yak! Tentu saja tidak! Kami sedang menunggu pangeran Suho datang bersama kunci gudang ini.” Ujar Chanyeol sembari merangkul adiknya itu. Shin Ri mengangguk mengerti. Gadis itu tidak bisa membayangkan apa jadinya jika semua namja tampan ini ternyata memang ketakutan. Ah, pasti akan lucu sekali jadinya.

“Mian agak lama. Ini kuncinya.” Suho menyerahkan kunci tersebut pada Kris.

Bersamaan dengan terbukanya gudang tersebut, terdengar bunyi gaduh dari arah samping gudang, tempat sumur tua itu berada. Beberapa pekerja bangunan tengah menghancurkan sumur tersebut dan menimbunnya dengan tanah.

WUSH~

Angin kencang berhembus kala pintu dibuka, menebarkan bau pengap dan lembab khas bangunan tua. Mereka semua sontak langsung menutup hidup dengan menggunakan tangan.

“Aish, aku benci bau busuk seperti ini.” Gerutu Luhan.

Tubuh Xiumin menegang. Bulu kuduk pria itu berdiri. Hanya segelintir orang yang tahu bahwa namja berwajah imut itu bisa merasakan hal-hal mistis yang ada disekitarnya. Pria itu hanya dapat merasakan, namun ia tidak bisa melihat.

“Wae?” Tanya Suho bingung saat menyadari Xiumin masih berdiri didepan pintu gudang, sedangkan yang lain sudah berhamburan masuk kedalam. Xiumin menggeleng pelan. “Aniyo. Kajja!” Ia berkata dengan nada ceria.

Tak ada satupun yang tahu jika mereka tengah menimbulkan sebuah masalah. Dan tidak ada seorang pun yang sadar bahwa saat pintu itu terbuka bertepatan dengan hancurnya sumur disamping gudang itu, maka detik itu juga arwah-arwah penasaran itu telah terbebas dan siap untuk menghantui mereka semua.

 

 

-To Be Continued-

Sampai ketemu di chapter 1 teman-teman! 😀

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s