Diposkan pada BrotherSister Couple, Chapters

It’s Our Turn (Part 6)

its-our-turn (1)

Title     : It’s Our Turn (Sequel from KDrama “The Heirs”
Genre  : Romance, Friendship, Drama
Type    : Chaptered
Poster From : http://kingdomfanfiction.wordpress.com/

Cast :
– Kim Ji Won as Yoo Rachel
– Kim Woo Bin as Choi Young Do
– Lee Minho as Kim Tan
– Kim Suho as Kim Suho
– Park Shin Hye as Cha Eun Sang
– Krystal Jung as Lee Bona
– Kang Minhyuk as Yoon Chanyoung
– Park Hyun Shik as Joo Myung Soo
– Doo Hwe Ji as Park Shin Rin

____________________________________

 

Rachel berbisik ditelinga Suho. “Kau yakin ingin berpacaran dengan Shin Rin? Ia bahkan tidak terlihat tertarik padamu. Saranku, lebih baik kau lupakan dia dan cari gadis yang lain.” Rachel menatap Suho. Suho menunduk lemas. “Sirheo! Kau pikir melupakan orang yang kau cintai semudah membalikkan telapak tangan, apa?”

Rachel mengedikkan bahunya. “Yah, aku kan hanya memberikan saran. Karena jujur saja, ini semua pasti akan sangat sulit dan terkesan mustahil.”

Mental Suho semakin jatuh kala mendengar perkataan Rachel. Ia sadar akan hal itu, namun sebisa mungkin ia ingin mengelak dari kenyataan itu. Sepertinya Suho masih berpegang teguh akan ungkapan “Tidak Ada Yang Mustahil Jika Kita Mau Mencoba.”

“Lalu sekarang apa?” Rachel melirik bosan kearah Suho. Suho menoleh. Namja itu nampak berpikir sejenak sebelum pada akhirnya ia mencetuskan ide gilanya.

“Bagaimana jika kau jadi pacarku saja?”

Rachel membelalakkan matanya. “Mwo?! Neo micheosseo?!”

 

 

*****

 

_IN THE CAFE_

“Ah, jadi semalam kau pergi bersama Suho.” Young Do berkata dengan nada cuek yang sarat akan rasa cemburu. Rachel mengamati ekspresi datar Young Do. “Wae?” Tanya gadis itu.

Young Do hanya mengedikkan bahunya. “Tidak ada apa-apa. Apa kau bersenang-senang?”

“Yah, kurasa begitu.”

Young Do mendengus. “Baguslah.”

ace844d63c50fa9cf29a738861770ed5

Rachel menatap Young Do. Gadis itu merasa aneh dengan sikap Young Do yang mendadak ketus ketika ia tahu bahwa semalam Rachel pergi bersama Suho. ‘Apa dia cemburu?’ Batin Rachel, namun dengan cepat ditepisnya pikiran tersebut.

“Lusa ibuku berulang tahun. Karena ini kali pertama setelah beberapa tahun aku tak merayakan ulang tahunnya, maka aku ingin menyiapkan kejutan untuk ibuku. Apa kau mau membantu?”

Rachel tersenyum kecil. “Tentu saja. Aku takkan mau ketinggalan. Ayo kita pergi!” Ajak Rachel.  Alis Young Do mengerut. “Hah? Pergi kemana?”

“Yak, tentu saja pergi mencari barang-barang untuk kejutan. Kau tidak mungkin hanya akan datang dengan tangan kosong, kan?”

Young Do terkekeh geli. “Ah, kau benar!” Ujarnya. Pria itu merangkul Rachel, seperti yang biasa selalu ia lakukan. Namun kali ini rasanya beda. Entah mengapa Rachel merasa gugup dan sangat senang. Terakhir kali ia merasa seperti ini adalah saat bersama Kim Won setahun yang lalu. Ia bahkan tidak pernah merasa seperti ini saat bersama Kim Tan.

“Waeyo?” Tanya Young Do.

“Aniyo. Hanya sedang memikirkan sesuatu.”

 

 

*****

 

Rachel dan Young Do menghabiskan waktu sore hari mereka dengan berbelanja di supermarket dan juga mencari kado yang cocok untuk ibunda Young Do. Rachel mengusulkan Young Do untuk memasak makanan kesukaan ibunya. Gadis itu bersedia membantu. “Memangnya kau bisa masak?” Kalimat itu yang spontan keluar dari mulut Young Do ketika mendengar usulan Rachel.

Rachel hanya menatapnya datar. “Kau meragukanku?”

Kim-Ji-Won-the-heirs-2

Dan sekarang mereka tengah berkeliling pusat perbelanjaan guna untuk mencari kado yang cocok untuk ibunda Young Do. Young Do melihat sebuah kalung yang indah yang dipajang di display salah satu toko perhiasan. Kalung berlian itu terlihat mewah, namun tetap ada sisi sederhana. Sangat pas dengan pribadi ibu Young Do yang lembut dan sederhana.

53656002

Pegawai tersebut menyerahkan kalung itu pada Young Do. “Bagaimana menurutmu?” Young Do menanyakan pendapat Rachel. Gadis itu tersenyum. Ia merasa kalung itu akan sangat cocok di pakai oleh ibu Young Do.

“Pilihan bagus. Kalung itu akan terlihat sangat bagus saat dipakai ibumu.”

Young Do tersenyum puas. Pria itu menoleh kearah si pegawai. “Aku ambil kalung ini.” Ujarnya tanpa perlu bertanya harga. Uang bukanlah sebuah masalah bagi orang sekelas Choi Young Do. Meskipun ayahnya sedang tertimpa masalah, bukan berarti seorang Choi Young Do kekurangan materi.

Tanpa mereka sadari Esther tengah memandang kedua muda mudi itu. Wanita itu menatap tidak suka pada pemandangan dihadapannya. Esther mendengus kesal, sebelum ia beranjak pergi. Ia akan membicarakan masalah ini di rumah.

Selagi menunggu Young Do membayar kalung tersebut, Rachel berjalan menyusuri toko itu. Perhiasan yang dijual disana sangat bagus dan mewah, sesuai dengan harga yang ditawarkan. Mata Rachel tertuju pada jepitan rambut berbentuk pita yang terlihat indah dengan butiran berlian disekitarnya hingga memberikan kesan mewah dan elegan.

Jepit-Rambut-E47800

Tiba tiba sebuah tangan terjulur dan mengambil jepitan itu. Rachel menoleh dan melihat Young Do yang tengah mengamati jepitan itu. “Indah.” Komentar Young Do singkat. Pria itu memakaikan jepitan itu dirambut lurus Rachel. “Yeppeo.” Puji Young Do sembari tersenyum hangat. Wajah Rachel rasanya memanas saat menerima perlakuan manis itu dari Young Do.

“Aku ambil jepitan ini.” Ujar Young Do pada si pegawai. Rachel sontak langsung menoleh. “Tapi aku…”

“Ini hadiah untukmu.” Young Do memotong perkataan Rachel.

 

 

*****

 

_IN RACHEL’s BEDROOM_

Rachel tengah duduk didepan meja riasnya. Gadis itu membuka kotak hitam kecil yang berisi jepitan pita berukuran sedang yang tadi Young Do belikan untuknya. Sebuah senyuman indah muncul diwajah Rachel. Sebuah senyuman yang jarang ia perlihatkan pada semua orang, termasuk ibunya sendiri. Rachel mengagumi jepitan itu. Sangat indah. Dengan perlahan Rachel menjepitkan jepitan itu di rambutnya. Rachel semakin tersenyum senang. Jepitan itu sangat pas padanya.

Rachel langsung menoleh kearah pintu begitu pintu itu dibuka secara agak kasar oleh Esther. Ekspresi Rachel menjadi datar. “Tidak bisa mengetuk pintu dulu?” Gadis itu bertanya dengan nada yang agak ketus.

thumb

Esther terlihat kesal. Kedua tangannya berada dipinggang. “Bukankah kau sudah berjanji untuk menjauhi Young Do? Kenapa kau masih dekat dengannya. Dan jangan coba mengelak! Aku melihat kalian di mall tadi.”

Rachel menatap Esther dingin. “Seingatku aku hanya berjanji untuk menyetujui perjodohan itu, dan bukannya untuk menjauhi Young Do.”

“Tapi, apa kata Suho nanti jika ia melihatmu yang begitu dekat dengan Young Do. Ia akan salah paham.”

“Tidak akan. Suho sudah mengenal Young Do. Ibu tidak usah khawatir. Yang terpenting perjodohan itu tetap berjalan, kan?” Rachel berkata dengan nada sinis. Gadis itu beranjak keluar dari kamarnya, meninggalkan sang ibu yang sudah tidak dapat berbicara apa-apa.

 

 

*****

 

Shin Rin mengintip kedalam kelas. Gadis itu mendapati Suho yang sedang sibuk dengan ponselnya. Bibir Shin Rin mengerucut. ‘Ia bahkan sedang memegang ponselnya, tapi ia tidak membalas pesanku?’ Batin Shin Rin kesal.

“Suho-ya!” Panggil gadis itu dengan suara manjanya. Suho menoleh dan hanya membalas sapaan Shin Rin sekedarnya, sehingga membuat gadis itu agak merasa aneh. Suho terlihat berbeda dari biasanya.

Shin Rin duduk tepat dibangku kosong sebelah Suho. “Kenapa tidak membalas pesanku?” Gadis itu bertanya dengan nada sebal.

“Ah, jadi itu SMS darimu. Aku berniat membalasnya nanti setelah aku selesai dengan ini.” Jawab Suho.

Shin Rin mengerutkan dahinya. “Selesai apa?” Tanya gadis itu penasaran seraya mencoba melihat layar ponsel Suho. Namun pria itu dengan cepat menutup layar ponselnya, seakan ada rahasia besar yang tersimpan disana dan ia tak ingin ada seorang pun yang melihat. Sikap Suho tersebut semakin membuat Shin Rin penasaran. Biasanya Suho tidak akan bermain rahasia rahasian dengannya. Pria itu selalu terbuka.

“Selesai apa?” Shin Rin kembali bertanya.

“Selesai membalas pesan dari Rachel.”

Shin Rin melongo. Jawaban dari Suho terasa menohoknya. Namun Shin Rin sadar bahwa cepat atau lambat ini memang akan terjadi. Rachel adalah calon tunangan Suho. Tentu saja ia akan dinomor satukan oleh Suho.

fMUAG8_480

‘Dan aku akan menjadi nomor dua?’

Entah mengapa Shin Rin merasa sedikit tidak rela jika posisinya digeser oleh Rachel.

“Ada apa?” Tanya Suho.

“Aku ingin memintamu untuk menemaniku ke toko buku sepulang sekolah ini.” Shin Rin tersenyum manis.

“Mian, aku tidak bisa. Aku sudah janji akan menemani Rachel ke suatu tempat.”

Shin Rin benar-benar kaget. Untuk pertama kalinya Suho menolak ajakan gadis itu. Biasanya Suho akan langsung mengiyakan. Sesibuk apapun namja itu, ia pasti akan selalu bisa menemani Shin Rin. Tapi kini keadaanya berubah. Shin Rin berusaha tersenyum guna untuk menutupi kekecewaannya. “Ah, baiklah. Emm, kurasa aku akan minta ditemani oleh Min Ji saja. Aku balik ke kelasku ya. Annyeong!” Shin Rin melambaikan tangannya.

Suho menatap kepergian gadis itu dalam diam. Sebuah helaan napas terdengar dari mulut pria itu. “Ternyata ini memang sangat sulit.” Keluhnya.

 

*****

 

“Yeoppeota.” Puji Bona ketika ia melihat jepit rambut yang tengah digunakan oleh Rachel. Rachel menyentuh jepit rambutnya itu. Ia tersenyum kecil. “Terima kasih.” Ucapnya. Ini termasuk pemandangan langka. Yoo Rachel dan Lee Bona bersikap seakan mereka teman baik. Bona masih terlihat tertarik dengan jepit rambut itu.

“Kau membelinya dimana?” Tanya gadis itu.

“Young Do membeli ini di Doota Mall kemarin.”

b77d5c06-d184-4d43-abd9-04a67e555c5a

Bona mendelik kaget. “Chakkaman! Apa aku tidak salah dengar? Kau bilang tadi Choi Young Do yang membelikan itu untukmu?” Bona bertanya dengan nada kaget. Rachel hanya mengangguk singkat. “Wae? Ada yang salah dengan itu?” Tanya Rachel.

Bona menggeleng. “Aniyo. Hanya… ah, lupakan!” Bona mengibaskan tangannya, dan kemudian ia berjalan menuju bangkunya sendiri yang terletak tak jauh dari tempat Rachel.

‘Kurasa mereka sudah benar-benar berpacaran. Ah, ini benar-benar kabar yang mengagetkan.’

Young Do tidak dapat melepaskan pandangannya dari Rachel. Bukannya menyimak pelajaran, namun Young Do malah sibuk memandang Rachel. Pria itu begitu senang karena Rachel memakai jepitan yang dibelinya kemarin. Young Do bersumpah bahwa Rachel terlihat semakin cantik dengan jepit rambut itu.

‘Ia bahkan jauh lebih cantik daripada Cha Eun Sang’ Pikir Young Do. Namun tak lama ia tersentak. ‘Omo, apa yang tadi aku katakan? Aish, Choi Young Do aneh!’ Rutuk Young Do pada dirinya sendiri.

Rachel yang tak sengaja melihat namja itu tengah menunduk dalam, menepuk pelan tangan Young Do. Young Do kembali tersadar dari lamunannya. Pria itu menoleh. “Kau baik-baik saja?” Tanya Rachel dengan suara pelan. Young Do mengangguk sembari tersenyum kecil.

‘Aniya, aku tidak baik-baik saja. Kurasa aku sudah mulai gila!’ Batin Young Do.

 

 *****

 

Bell sekolah berbunyi sebagai tanda berakhirnya aktivitas belajar-mengajar. Murid-murid langsung membereskan barang-barang mereka, begitu juga dengan Rachel dan Young Do. Mereka sudah berencana akan memasak makanan kesukaan ibu Young Do bersama-sama. Myungsoo menghampiri meja Young Do. “Yak, Young Do-ya, aku dan Jonghyun ingin menonton di bioskop. Sedang ada film bagus yang diputar. Mau bergabung?”

“Lain kali saja. Aku sudah punya rencana lain.” Jawab Young Do. Pria itu telah selesai berkemas. Ia bangkit dari kursinya. Dengan sigap Myungsoo menahannya. “Chamkan! Apa ada Rachel didalam rencana mu itu?” Tanyanya sembari menaik turunkan alisnya.

27-Park-Hyung-Sik-Myung-Soo-The-Heirs-Korean-Drama-Fashion

“Ne.”

Myungsoo menepuk tangannya. “Assa! Sudah kuduga memang ada sesuatu diantara kalian.”

Young Do mendorong kepala Myungsoo. “Terserah kau saja. Nan kanta.”

 

 *****

 

_IN ZEUS’s HOTEL KITCHEN_

“Yak! Sudah kubilang jangan masukkan terlalu banyak garam. Aish, neo jinjja Choi Young Do!” Geram Rachel. Young Do berlagak polos sambil tersenyum manis.

Karyawan bagian dapur yang berada disana sedari tadi berbisik-bisik. Ini pertama kalinya mereka melihat Young Do bersama seorang gadis. Mereka jadi berasumsi bahwa gadis yang sedang bersama tuan muda mereka itu adalah kekasihnya. Beberapa pegawai wanita yang menyukai Young Do menjadi kecewa saat melihat keakraban Young Do dan Rachel. Beberapa dari mereka bahkan sempat memekik histeris saat melihat Young Do mengelus kepala Rachel. Ini pertama kalinya juga bagi mereka untuk melihat Young Do tersenyum sesumringah itu. Selama ini Young Do memang terkesan arogan, cuek serta suka seenaknya. Melihat Young Do yang tersenyum manis serta berlaku lembut pada Rachel seakan melihat sisi lain dari pria beralis unik itu.

heirs-choi-young-do

“Young Do-ya, coba rasa ini.” Rachel menyuapkan sesendok sup rumput laut kepada Young Do. “Bagaimana menurutmu?” Rachel menatap Young Do, menunggu reaksi yang akan diberikan oleh pria itu. Young Do mengerutkan dahinya. Rachel langsung cemas. “Apa tidak enak?” Gadis itu kemudian mencicipi sendiri masakannya. “Rasanya lumayan kok.” Ujar Rachel.

Young Do tersenyum. “Lumayan? Kau bercanda? Ini enak sekali Yoo Rachel. Aku tidak menyangka kau semahir ini dalam hal memasak.” Puji Young Do.

“Kau terlalu berlebihan Choi Young Do.” Ujar Rachel. Gadis itu berusaha untuk tidak terlampau senang dengan pujian Young Do. Gadis itu kembali menyibukkan diri dengan masakannya yang lain, yakni bulgogi.

Young Do memperhatikan Rachel. Gerakannya saat ia memasak, cara gadis itu menyelipkan helaian rambutnya dibelakang telinga, bahkan wajah serius Rachel saat sedang mengingat bahan-bahan apa saja yang harus ia masukkan kedalam masakannya. Young Do menyukai semuanya. Young Do menyukai Yoo Rachel…

Memang masih terlalu dini untuk menyebutnya cinta, namun Young Do yakin bahwa ia telah memiliki perasaan lebih pada “adiknya” itu.

“Young Do-ya, tolong ambilkan merica!” Pinta Rachel. Young Do mengambil botol kecil yang ada didekatnya dan menyerahkannya pada Rachel. Rachel sudah akan menuang isi botol tersebut, namun begitu ia melihat isinya, gadis itu menghela napas. “Ini lada hitam, bukan merica.” Gadis itu menatap Young Do. “Bahkan membedakan merica dan lada hitam saja kau tidak bisa. Neo jinjja daebak.” Cibir Rachel. Young Do mengedikkan bahunya tak peduli. “Salahkan kedua benda itu yang berwujud sama.”

“Merica dan lada hitam bahkan tidak mirip. Kau saja yang babo.”

Young Do mendelik. “Babo? Yak, benari-beraninya kau menghinaku! Rasakan ini!” Young Do mencipratkan air kewajah Rachel. Gadis itu memekik kaget. “Choi Young Do!” Rachel balas mencipratkan air. Kedua remaja itu pada akhirnya melupakan acara memasak mereka dan sibuk bermain air. Tidak peduli dengan keadaan dapur yang menjadi basah serta becek.

Mereka terlihat sangat menikmati kebersamaan mereka itu. Terbukti dengan gelak tawa yang menghiasi kegiatan mereka tersebut. Rachel yang biasanya tidak akan tersenyum lebih dari 5 detik itu, bahkan kini tengah tertawa senang karena berhasil membuat wajah Young Do basah kuyup. Young Do sempat terpana mendengar gelak tawa gadis itu yang begitu renyah dan membuat siapa saja yang mendengarnya juga ikut tertawa.

photo345724

Young Do semakin mengagumi Rachel.

 

 *****

 

Kim Hana, ibunda Young Do, tengah berada di ruang kantornya yang terletak di lantai 2 café. Wanita yang masih terlihat muda diumurnya yang telah berkepala empat itu menoleh dari berkas berkas yang tengah dibacanya ketika ia mendengar suara ketukan di pintu.

“Masuk.” Ujarnya lembut.

Namun pintu itu tetap tidak terbuka, dan suara ketukan itu tetap ada. Kim Hana mengerutkan dahinya, agak bingung. Apa mungkin suaranya terlalu kecil sehingga orang itu tidak mendengarnya? Wanita itu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu.

“Saengil Chukkae eomma!”

Young Do dan Rachel telah berdiri didepan pintu dengan sebuah cheese cake ditangan Young Do. Hana terharu melihatnya. Sudah beberapa tahun ia tidak pernah merayakan ulang tahunnya. Dan sekarang, setelah sekian lamanya ia kembali merayakan ulang tahunnya bersama putra tercintanya. Hana benar-benar bahagia.

“Ucapkan permohonanmu, eomma.” Ujar Young Do. Hana tersenyum mendengarnya. “Ibu sudah terlalu tua untuk mengucapkan permohonan. Lagipula, apa yang ibu inginkan sudah ada dihadapan ibu.” Young Do tersenyum mendengar ucapan ibunya.

Mereka bertiga duduk di ruangan Hana. Rachel menyajikan makanan yang gadis itu masak bersama Young Do. “Semoga ahjumma suka. Aku dan Young Do yang memasaknya.” Ucap Rachel malu-malu.

“Ini terlihat enak. Dan kau bilang ini hasil masakanmu dan Young Do? Aku tidak pernah tahu bahwa Young Do bisa memasak. Ia bahkan sangat benci masuk ke dapur.” Hana menatap putranya tidak percaya.

“Itu dulu eomma. Sekarang aku adalah Young Do sang pria tampan serba bisa.”

Rachel menggeleng kepala melihat tingkah narsis Young Do. “Kau bahkan tidak bisa membedakan merica dengan lada hitam.” Cibir Rachel, membuat Hana tertawa.

“Ah uri Young Do memang tidak banyak berubah.”

Hana menyuapkan sup rumput laut kedalam mulutnya. Sudah lama ia tidak makan sup rumput laut saat hari ulang tahun. Memakan sup rumput laut disaat hari ulang tahun memang lebih berkesan. “Ini enak sekali Rachel. Terima kasih.” Hana berkata dengan sungguh-sungguh.

“Hanya Rachel? Bagaimana denganku?” Young Do menunjuk dirinya sendiri.

Hana memincingkan matanya. “Kau masih mengharapkan pujian setelah kau tidak bisa membedakan merica dan lada hitam?”

Young Do mendengus kesal. “Yak, bisakah tidak membahas soal itu lagi!” Gerutunya.

Young Do kemudian teringat akan hadiah yang 2 hari lalu dibelinya untuk sang ibu. Young Do bangkit dari duduknya, dan kemudian ia berdiri dibelakang Hana. Hana terlihat kaget saat merasakan sesuatu tengah melingkari lehernya. Wanita itu menunduk dan melihat seuntai kalung berlian indah tengah melingkari lehernya. Young Do memeluk ibunya dari belakang. “Saengil chukkae, eomma. Aku menyayangimu.” Young Do mengecup pipi ibunya lembut.

Setetes air mata bahagian menetes dari mata Hana. Rasa bahagia benar-benar sedang membuncah dihatinya. Rasa bahagia yang sudah lama tidak dirasakannya. Hatinya terasa hangat, setelah sekian lama terasa dingin dan sepi.

“Gomawo Young Do-ya…”

ji

Rachel tersenyum lembut melihat pemandangan manis didepannya. Ia turut bahagia melihatnya. Dalam hati ia berandai-andai seandainya ia dan ibunya juga seperti itu. Rachel tertawa kecil. ‘Tidak mungkin akan terjadi Yoo Rachel…’

_________________________________________

Young Do mengantar Rachel pulang. Mereka sama-sama berdiri didepan pagar rumah Rachel, seakan tak ingin untuk berpisah. Young Do menatap Rachel sembari tersenyum hangat, membuat Rachel menjadi gugup. “Gomawo atas hari ini, Rachel.” Ucap Young Do tulus. Kali ini ia tidak menambahkan embel-embel “sister” diakhir kalimat seperti yang biasa ia lakukan. Mungkin ia ingin merubah hubungan mereka yang tadinya sebatas kakak-adik menjadi… lebih, mungkin?

Rachel tersenyum kecil. “Aku senang bisa membantu.” Ucap gadis itu.

“Kau cantik jika tersenyum. Sering-seringlah tersenyum seperti itu. Yah, setidaknya untukku.”

Ucapan Young Do membuat jantung Rachel berdegup kencang. Tanpa disadarinya wajah Rachel bersemu merah.

“Masuklah. Sampai bertemu lagi.” Young Do sempat mengelus lembut kepala Rachel sebelum ia masuk kembali kedalam mobilnya.

 

 

*****

 

351476.1

Lagi-lagi Yoo Rachel terdampar di sebuah pesta yang tidak disukainya. Esther memaksa gadis itu untuk ikut meskipun Rachel telah mengeluarkan sejuta alasan untuk menolak. Pada akhirnya gadis itu hanya bisa pasrah. Yah, lagi-lagi ia melakukan hal yang tidak diinginkannya.

“Esther!”

“Ah, Min Sun-ah!”

Rachel mendengus dalam hati. Sekarang ia tahu alasan sang ibu mati-matian memaksanya untuk ikut. Suho dan ibunya juga ada disana. Min Sun menoleh kearah Rachel. “Omo, kau cantik sekali Rachel.” Pujinya jujur. Rachel hanya tersenyum sopan. “Ghamsahamnida.”

Min Sun dan Esther pergi menghampiri teman-teman mereka yang lain. Tinggal lah Rachel dan Suho disana. Mereka saling bertatapan. “Tak heran eomma begitu gigih memaksaku untuk pergi. Ternyata mereka sudah merancang ini.”

“Aku sudah menduga sebenarnya.”

Suho menatap Rachel. “Aku sudah mengikuti saranmu untuk bersikap acuh dan cuek pada Shin Rin. Dan kau tahu, itu ternyata lebih susah dari soal kimia. Aku nyaris gagal melakukannya saat aku melihat wajah Shin Rin yang begitu kecewa saat aku menolak ajakannya.” Ucap Suho dan kemudian ia menghela napas.

“Bukankah itu bagus? Dengan begitu ia akan merasakan kehilanganmu. Dan setelah itu ia akan sadar bahwa ia membutuhkanmu.”

“Ehm, kau benar.”

suho

Esther dan Min Sun memperhatikan kedua anak mereka yang tengah terlarut dalam obrolan mereka. Kedua wanita itu tersenyum sumringah, sarat akan kepuasan.

“Ah, lihatlah betapa serasinya mereka berdua.” Ujar Min Sun.

“Ne. Aku tak sabar ia melihat mereka menikah.” Esther tertawa kecil.

Min Sun mengangguk setuju. “Sepertinya mereka sudah mulai dekat. Ah, aku sangat bahagia perjodohan ini berjalan dengan lancar. Sepertinya kita sudah bisa menentukan tanggal pertunangan mereka.”

 

 

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

13 tanggapan untuk “It’s Our Turn (Part 6)

  1. ah so sweet sekali 😀
    makasih author …. akhirnya young do sadar dengan perasaannya … tinggal rachel nih
    next part nya ditunggu author…
    semoga young do bisa cepet nyatain perasaannya…
    semangat !!!!

  2. Andweeeee!!! Rachel gk boleh tunangan sama Suho. Rachel cuma milik Choi Young Do seorang. Wkwkwk
    Hadeuh, mereka tambah sweet aja bikin senyum-senyum sendiri wktu baca. Pokoknya Young Do harus gerak cepat bt nyatain perasaan ke Rachel sbelum semuanya terlambat. ^^
    I’ll always wait for the next part eon, fighting!! 😀

  3. Waduhh young do jangan lepasin rachel …
    Sebel juga sama esther gak belajar dari pengalaman …
    Lanjut authornim fighting 😀

  4. iya oppa kau gila””’ gila krna rachel kyaaaa ahhh young do dah sdr kya’a dgn prsaan’a???gmna rachel dia malu2 mulu tiap di godaen ma young do ahhh gemezzzz ma mrka ^^………nextttt fightinggghh

  5. Jdii youngdo udh menyadari perasaannya sm rachel yg sbnrnya?hihihiii….. Smg youngdo mau berjuang dptin rachel ,walopun hrs melawan esther yaa…
    Sukaaaa bgt moment youngdo rachel pas masak bareng ,kkkk~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s