Diposkan pada Chapters, FICLET, Pieces Of My Life

Pieces Of My Life (Story 1)

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title       : Pieces Of My Life – Kim Jongin
Type      : Series/Ficlet
Genre   : Romance, Drama

Cast :
– Kim Soyeon (OC)
– Kim Jongin Aka Kai
– EXO’s Members
– Kim Jino (OC)
– Kim JaeKyung (OC)

__________________________________________

I still can’t believe this…
But, this is real…
He’s here… With me and he’s mine…

Aku memang bukan penggemar setia EXO. Bias ku bahkan acap kali berubah dalam hitungan hari. Dimulai dari Baekhyun, Chanyeol, Kris dan Luhan. Yah, intinya aku menyukai mereka sama rata. Aku tidak memiliki satu album pun dari EXO, dan bahkan aku hanya tahu lagu debut dan comeback mereka saja. Tapi belakangan semua itu berubah. Sosok itu merubahku. Ia telah berhasil menarik perhatianku. Sesosok namja tangguh yang sangat mencintai dunia tari. Bagiku dia tidak tampan. Masih ada Chanyeol, Lay, Luhan dan Sehun yang jauh lebih tampan dibandingkan dia. Namun ia berkarisma. Hal yang tidak dimiliki oleh semua orang.

Namanya adalah Kim Jongin.

Dan percaya atau tidak, aku adalah kekasih dari main dancer sekaligus visual EXO itu.

Tidak ada pernyataan cinta secara romantis layaknya pasangan kekasih pada umumnya. Jongin adalah namja yang pendiam dan juga sedikit pemalu. Ia hanya berbicara seperlunya saja dan ia bukan tipe orang yang mudah untuk mengungkapkan perasaanya. Aku mengenal Jongin jauh sebelum ia memulai debutnya bersama EXO. Kakak perempuan Jongin yang bernama Hyeri adalah guru biola ku. Seminggu 2 kali aku akan datang ke kediaman Jongin untuk les biola. Aku sendiri pada awalnya tidak terlalu mengenal Jongin dan tidak terlalu dekat dengan namja itu.

Namun, lambat laun kami menjadi dekat. Sangat dekat hingga layaknya sepasang kekasih. Aku tidak pernah menanyakan perasaan Jongin padaku secara gamblang. Akan tetapi, setahun setelah ia debut bersama EXO, tiba-tiba saja ia berkata bahwa ia menyukaiku.

“Soyeon-ah, aku menyukaimu…”

Dan sejak detik itu juga kami berpacaran.

 

*****

 

Suara teriakan riuh mewarnai penampilan EXO. Sejujurnya aku tidak terlalu menikmati keramaian seperti ini. Aku lebih senang menonton acara music di rumah melalui televisi atau laptopku. Alasannya sederhana, karena aku tidak suka suasana bising seperti ini. Aku bahkan jadi tidak bisa mendengar lagunya dengan jelas. Belum lagi dorongan-dorongan fans EXO yang sangat membabi buta. Yah, aku tahu mereka begitu karena terlalu senang dapat melihat penampilan EXO secara langsung.

Lagu pertama selesai, dan intro lagu Growl pun terdengar. Sedari tadi mataku hanya terpaku pada sosok Kai, namjachinguku. Ia terlihat sangat bersemangat dan bersungguh-sungguh. Itu yang paling ku suka darinya. Ia selalu total dan berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi para fansnya.

Saat dipertengahan lagu, tiba-tiba saja Kai terjatuh. Aku sontak kaget, namun dengan secepat kilat dan seakan tidak terjadi apa-apa, Kai bangkit dan kembali menunjukkan penampilan totalnya. Namun entah mengapa aku melihat ada yang tidak beres dengan dia. Apa jangan-jangan ia cedera?!

Dan sepertinya dugaanku benar. Saat mendekati akhir lagu, Kai sempat berhenti menari. Ia terlihat meringis sembari memegang pinggangnya. Kekhawatiranku semakin menjadi-jadi. Apalagi ketika aku melihat Kai berjalan tertatih-tatih saat menuruni panggung. Aku pun berusaha untuk keluar dari gerombolan fans EXO yang masih saja meneriakkan nama mereka, terutama nama Kai. Sepertinya mereka juga menyadari bahwa keadaan Kai sedang tidak baik.

Aku mengeluarkan ponselku. Dengan terburu-buru aku mengetikkan beberapa kata disana.

Jongin oppa, apa kau baik-baik saja? Kau terlihat kesakitan.

Lumayan lama aku menunggu balasan dari Jongin oppa. Aku memutuskan untuk menunggu balasan pesannya sambil makan siang di restoran jepang yang berlokasi tidak jauh dari gedung SBS. Ponselku berdering bertepatan saat aku akan menyuapkan dim sum kedalam mulutku.

Pinggangku sedikit sakit. Mungkin akibat terjatuh tadi. Kau masih di SBS?

Sedikit sakit? Aku bertaruh itu pasti sakit sekali. Seorang Kim Jongin tidak akan mungkin meringis kesakitan seperti tadi jika ia tidak benar-benar kesakitan. Aku membalas pesannya.

Aku sedang makan siang di restoran jepang yang berada didekat gedung SBS.

Aku tahu tempat itu. Tunggulah disana, kami akan menyusul.

Aku tersenyum mendapati balasan dari Jongin oppa. Namun seketika aku tersentak. Bukankah tadi ia berkata kami? Apa kami yang dimaksudnya adalah… member EXO?!

Kyaaa~ ottohke?!

Dengan sekejap aku langsung membenahi penampilanku yang agak sedikit berantakan. Jujur saja, selama menjalin hubungan dengan Jongin hampir satu tahun lamanya, aku sama sekali tidak pernah berkenalan langsung dengan member EXO. Maka dari itu, wajar jika aku panic dan gugup saat ini.

Lima menit kemudian, kedua belas namja tampan masuk kedalam restoran ini. Beruntung restoran sedang dalam keadaan sepi. Hanya ada aku dan 5 orang pria paruh baya. Yah, jadi situasi aman. Jongin tersenyum hangat padaku. Ia mengajak member yang lain bergabung di mejaku.

“Annyeong Soyeon-ssi!” Sapa member EXO ramah padaku.

“Annyeong haseyo. Kim Soyeon imnida.” Aku memperkenalkan diriku. Sumpah, demi apapun, aku sangat gugup sekarang! Namja-namja ini… mereka tampan! Kyaaaaa!

Jongin oppa duduk disebelah kananku, sedangkan Chanyeol oppa disebelah kiri. Sehun dan Luhan oppa duduk didepanku. Ah, serasa berada di surga. Chanyeol oppa tidak ada henti-hentinya mengeluarkan leluconnya hingga membuat kami semua  tertawa terpingkal-pingkal. Mereka semua bersikap sangat baik dan hangat padaku hingga dalam hitungan menit saja aku sudah merasa nyaman berada disekitar mereka.

“Akhirnya setelah sekian lama, Jongin bersedia untuk mengenalkanmu pada kami. Selama ini kami hanya mengenalmu lewat foto saja. Jongin selalu menolak untuk mengenalkanmu pada kami. Kurasa ia takut kau akan berubah pikiran, dan berpaling pada Kris atau Luhan hyung.” Ujar Suho oppa sembari tertawa kecil.

Jongin hanya mendengus menanggapi perkataan sang leader itu. Aku tertawa kecil mendengarnya. Dasar Kim Jongin!

 

*****

 

Jongin oppa ikut pulang ke rumahku. Eomma menyambut Jongin oppa dengan sangat senang. Eomma ku itu memang sangat mengagumi Jongin, bahkan bisa dibilang bahwa ia salah satu diantara sekian banyaknya fans Jongin oppa. Eommaku adalah tipe ibu wanita karir yang selalu mengikuti zaman, termasuk dalam zaman perkembangan KPop. Ia bahkan lebih tahu banyak mengenai KPop dibandingkan aku -__-

Adik laki-lakiku, Jino, juga sangat mengidolakan Jongin oppa. Maklum saja, adik laki-laki ku itu memang bercita-cita ingin jadi dancer professional. Ia menjadikan Jongin oppa sebagai panutannya.

“Hyung, ayo kita ke kamar ku! Adda gerakan baru yang ingin kutunjukkan padamu.” Ujar Jino sembari menarik tangan Jongin.

“Yak yak! Jongin pasti lelah. Kau tidak sopan sekali!” Seru ibuku. Jino mencibir agak kesal.

“Gwenchana ahjumma. Sudah lama aku tidak menghabiskan waktu bersama Jino.” Ucap Jongin. Jino tersenyum penuh kemenangan. Sedangkan ibuku mendelik kesal pada Jino.

“Ya sudahlah. Selamat bersenang-senang. Ahjumma akan menyiapkan cemilan enak untukmu.”

“Gomawo ahjumma.”

Setelah berkata demikian, Jongin naik ke lantai 2, tempat kamar ku dan Jino berada. Aku tersenyum memandang punggung Jongin yang semakin lama semakin menghilang dari jarak pandangku. Aku beruntung memiliki namjachingu yang baik seperti dirinya. Dibalik sikap pendiamnya, ia adalah sosok yang hangat dan ramah. Terbukti ia bisa dekat dengan Jino dalam waktu kurang dari 3 bulan. Padahal dongsaengku itu termasuk tipe yang sulit untuk bergaul, terlebih dengan orang yang berbeda usia. Namun Jino dengan mudahnya merasa nyaman dekat dengan Jongin yang selisih 4 tahun darinya.

 

*****

 

Tidak terasa waktu bergulir begitu cepat. Malam sudah tiba. Aku dan Jongin oppa sedang duduk santai di halaman belakang rumah. Kami duduk bersisian diayunan besi sembari mengobrol ringan.

“Apa punggungmu masih sakit?” Tanyaku agak cemas. Jongin oppa menoleh menatapku. Ia tersenyum kecil sembari menggelengkan kepalanya. “Sudah tidak terlalu sakit. Lagipula sudah ditempel plester pereda nyeri kok.” Ucapnya seraya menunjukkan punggungnya yang telah ditempeli 2 buah plester pereda nyeri.

Tanpa sadar tanganku menyentuh punggungnya. “Pasti tadi rasanya sakit sekali. Kau bahkan sampai kesulitan untuk berjalan.” Gumamku lirih.

Jongin oppa menggenggam tanganku. Dia hanya menatapku tanpa mengatakan apa-apa. Sejenak aku seperti terbius dengan tatapan matanya yang tajam namun meneduhkan itu. Jantungku berdebar dengan keras. Selalu seperti ini saat kedua manik mata itu menatapku dengan intens.

“Terima kasih sudah selalu ada untukku. Aku menyayangimu Kim Soyeon…”

 

======

Haha, ini cuma asal nulis aja. Kebetulan lg bosan, dan terlalu malas untuk lanjutin FF yang lain. Aku lagi malas mikir yang berat-berat, makanya cuma bisa nulis FF datar with no problem kyk gini. Hmm… sebenarnya lagi rada galau juga sih. Galau antara milih Kai atau Kris xD

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s