Diposkan pada BrotherSister Couple, Chapters

It’s Our Turn (Part 8)

It's Our Time florfiore

Title     : It’s Our Turn (Sequel from KDrama “The Heirs”
Genre  : Romance, Friendship, Drama
Type    : Chaptered
Poster From : radioactive_lego 

Cast :
– Kim Ji Won as Yoo Rachel
– Kim Woo Bin as Choi Young Do
– Lee Minho as Kim Tan
– Kim Suho as Kim Suho
– Park Shin Hye as Cha Eun Sang
– Krystal Jung as Lee Bona
– Kang Minhyuk as Yoon Chanyoung
– Park Hyun Shik as Joo Myung Soo
– Doo Hwe Ji as Park Shin Rin

________________________________________________

_RACHEL’s BEDROOM_

Rachel membolak-balikkan tubuhnya dengan frustasi. Jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi, namun gadis cantik itu sama sekali tidak bisa tidur. Bukan karena ia tidak mengantuk, tapi karena ada sesuatu hal yang amat mengganggu pikirannya. Yah, siapa lagi kalau bukan Choi Young Do. Perasaan Rachel tidak karuan. Ada rasa senang, gugup, dan bingung bercampur menjadi satu. Rachel senang karena Young Do mencintainya, namun ia juga bingung dengan perasaannya. Apakah ia benar-benar juga mencintai Young Do? Dan kenapa Young Do bisa suka dengannya?  Bukankah namja itu begitu mengelu-elukan Cha Eun Sang? Rachel tak ingin hanya menjadi pelarian. Dan yang paling penting, bagaimana ia harus menghadapi Young Do besok?

Perlahan mata Rachel memberat dan pada akhirnya gadis itu tertidur pulas.

 

 

*****

 

Kim-Ji-Won-The-HEirs-Korean-Drama-Fashion2

Pagi-pagi Rachel sudah dikejutkan dengan telepon yang berasal dari Young Do.

“Aku sudah didepan rumahmu. Mulai hari ini dan seterusnya kau akan pergi dan pulang sekolah bersamaku. Aku tidak menerima penolakan.”

Young Do langsung menutup teleponnya tanpa membiarkan Rachel berkata sepatah pun. Rachel mendengus agak kesal. “Dasar namja pemaksa!” Ujar gadis itu. Ia buru-buru keluar untuk menemui Young Do sebelum Esther lebih dahulu bertemu dengan namja itu.

73d09516ab59399ea9109379c7e9f1c5

“Annyeong!” Sapa Young Do cerah.

“Annyeong.” Balas Rachel. Gadis itu masih agak salah tingkah jika mengingat kejadian kemarin. Young Do sepertinya mengerti keadaan Rachel. Pria tampan itu tersenyum hangat sembari mengelus kepala Rachel dengan penuh kelembutan. “Pasti kau masih memikirkan perkataanku yang kemarin, kan?”

Rachel menatap Young Do dalam diam. Young Do kembali tersenyum kecil. “Aku benar-benar serius. Aku ingin kau menjadi kekasihku. Jadi… apa kau mau menjadi kekasihku?” Namja itu menatap Rachel dengan serius. Rachel terdiam sembari menelisik ekspresi Young Do. Begitu tulus dan bersungguh-sungguh. Rachel dapat merasakan hal tersebut. Rachel menganggukkan kepalanya. “Tak ada salahnya untuk mencoba, bukan?”

Young Do tersenyum lega. “Jadi… hmm… sekarang kita adalah sepasang kekasih. Dan seperti yang aku bilang kemarin, kau adalah milikku dan aku tidak suka melihatmu dekat dengan namja lain. Apalagi dengan Kim Suho itu.”

“Ara ara! Dasar namja!” Rachel menggelengkan kepalanya.

 

 

*****

 

_IN THE CLASS_

Bona dan Eun Sang masih betah berada didalam kelas. Disaat murid-murid yang lain sudah berhamburan keluar kelas, namun kedua yeoja itu memilih untuk tetap tinggal demi menyelesaikan tugas mereka.

“Ah, soal ini susah sekali!” keluh Bona frustasi. Gadis itu sudah menyerah dengan rumus-rumus rumit yang ada dihadapannya. Fisika sama sekali bukan bagian dari dirinya. “Andai saja Chanyoung ada disini.” Bona mendesah sedih. Sudah 2 hari Chanyoung tidak masuk sekolah. Namja itu sedang izin pergi ke Busan, sebab bibinya meninggal dunia.

Eun Sang tersenyum melihat Bona. “Telepon lah dia. Kurasa Chanyoung juga bosan dan dia juga merindukanmu.” Ucap Eun Sang.

“Itu sudah pasti. Mustahil jika ia tak merindukanku.”

Heirs 07

Eun Sang hanya tertawa kecil. Yeoja itu kembali menekuni rumus-rumus fisika yang ada dibukunya. Eun Sang sama tersesatnya dengan Bona. Kedua yeoja itu memang payah dalam fisika. Biasanya ada Chanyoung yang akan selalu sedia untuk membantu mereka, namun sayangnya ia sedang tidak ada, jadi mau tidak mau mereka berdua harus berusaha keras sendiri.

“Aaaa! Aku bisa gila!” Bona mengacak rambutnya frustasi. Ekspresi Eun Sang juga tidak jauh berbeda dari Bona.

“Perlu bantuan?”

Kedua yeoja itu serentak mendongakkan kepala mereka. Mereka nyaris memekik kaget saat melihat bahwa orang yang menawarkan bantuan tadi adalah Yoo Rachel. Ada angin apa ini?

Eun Sang dan Bona tersadar dari kekagetan sesaat mereka. Eun Sang mengangguk agak canggung. “Ne. Ini… emm… soal ini sulit sekali. Kami benar-benar bingung harus memakai rumus yang mana.” Eun Sang menunjukkan soal yang dimaksud. Rachel mengamati soal itu sejenak. Eun Sang dan Bona diam sembari mengamati Rachel yang duduk dihadapan mereka. Kedua gadis itu sesekali saling bertukar pandang.

120330cinehighkick06_d2097

“Kalian harus memakai rumus yang ini. Jadi seperti ini…” Rachel menuliskan rumus yang akan digunakan. Gadis itu mengajari Eun Sang dan Bona dengan sangat sabar. Penjelasan Rachel yang singkat, padat dan jelas, amat mudah untuk dimengerti. Sehingga tidak perlu waktu banyak, Bona dan Eun Sang sudah dapat mengerti mengenai soal itu.

“Assa! Ternyata tidak terlalu sulit.” Ujar Bona girang. “Gomawo Rachel.” Ucapnya lagi.

Eun Sang juga berterima kasih pada gadis yang sempat menjadi rivalnya dulu. “Gomawo Rachel. Jika tidak ada dirimu, kami pasti masih kebingungan sampai saat ini.”

Rachel tersenyum kecil yang sukses membuat Eun Sang dan Bona lagi-lagi nyaris memekik kaget. Hari ini mereka benar-benar seperti melihat sosok lain, dan bukannya seorang Yoo Rachel yang dingin dan angkuh. Sepertinya sedikit demi sedikit Rachel sudah mulai berubah menjadi dirinya yang dulu. Yoo Rachel yang baik dan selalu bersikap dewasa. Gadis pertama yang telah sukses membuat seorang Kim Tan kagum.

 

*****

 

Young Do dan Rachel sedang makan siang disalah satu restaurant jepang yang ada didaerah Myeondong. Bisa dibilang ini adalah kencan pertama mereka sebagai pasangan baru. Tadi pagi mereka berdua memang nampak agak canggung, namun itu tak bertahan lama. Buktinya sekarang sepasang kekasih itu sudah kembali pada sifat mereka yang biasanya. Mereka terlihat asyik mengobrol sambil sesekali diselingi gelak tawa. Tangan Young Do menggenggam tangan gadisnya dengan lembut.

Mereka berdua benar-benar sangat menikmati kebersamaan mereka itu.

“Myungsoo bercerita padaku bahwa kau dan Kim Tan menghabiskan waktu bersama bermain paintball. Aku cukup kaget mendengarnya. Itu adalah permainan wajibmu bersama Kim Tan dulu saat liburan, bukan?”

“Kami dijebak oleh Myungsoo dan Chanyoung.”

Rachel tersenyum kecil. “Keunde, kau menikmatinya, kan?” Gadis itu menatap Young Do.

Kim-Woo-Bin-Friends-2

Young Do terdiam. Ia tidak bisa memungkiri bahwa ia memang menikmati kebersamaannya bersama Kim Tan saat itu. Seakan membawa mereka kembali menyelami masa lalu mereka. Tapi Young Do terlalu gengsi untuk mengakuinya.

“Aku tidak menikmatinya.”

“Bohong. Aku tahu kau menikmatinya. Kau juga merindukan Kim Tan, bukan? Kalian ini aneh. Saling merindukan tetapi terlalu gengsi untuk mengakuinya dan berbaikan. Kurasa sudah tidak ada alasan lagi bagimu untuk memusuhi Kim Tan.”

Young Do menatap kekasihnya. “Neon otte? Sudah tidak ada alasan juga bagimu untuk membenci Kim Tan dan Eun Sang, bukan? Lalu, apa kau berencana untuk berbaikan dengan mereka?”

Rachel meminum tehnya, dan kemudian menghela napas. “Aku sedang berusaha untuk memperbaiki semuanya. Aku sedang berusaha untuk menghilangkan kebencian ini. Dan… sepertinya aku sudah mulai berhasil. Dan sekarang ini giliranmu untuk melakukannya juga.”

Young Do merenungi perkataan Rachel. Ia bergelut dengan pikirannya. Apa ia harus mengikuti saran Rachel?

 

*****

 

“Kau berubah…” Lirih Shin Rin. Suho menatap gadis yang diam-diam dicintainya itu dengan bingung. “Berubah apanya?” Tanya namja itu.

Shin Rin masih tak mau menatap mata Suho. Gadis itu memilih untuk menatap makanan yang ada dihadapannya. “Kau mulai melupakan kami, teman-temanmu. Kau selalu lebih memilih untuk bersama Rachel dibandingkan bersama kami.” Shin Rin menggenggam erat sendok dan garpu yang ada dikedua tangannya. Dalam hati gadis itu agak merutuk, menyesali nada bicaranya yang terkesan cemburu dan juga kekanakan.

Diam-diam Suho tersenyum penuh arti. Benar apa yang dikatakan Baekhyun tempo hari. Cepat atau lambat Shin Rin pasti akan merasa kehilangan dirinya. Suho menatap gadis yang masih menunduk itu dengan perasaan yang amat sangat bahagia.

“Kau tidak suka melihatku lebih memilih Rachel? Bukankah itu hal yang wajar? Dia kan tunanganku.”

Shin Rin mendongakkan kepalanya. Tatapannya terlihat sangat sendu. “Neo… apa kau benar-benar mencintai Rachel?”

“Kau berharap aku akan menjawab apa?” Suho kembali bertanya, tanpa menunggu jawaban Shin Rin terlebih dahulu. Shin Rin menggelengkan kepalanya. “Terserahmu. Aku hanya ingin jawaban yang jujur.” Suara gadis itu semakin terdengar lirih, membuat Suho menjadi tidak tega. Ia ingin berkata yang sesungguhnya, namun ia harus memastikan terlebih dahulu bagaimana perasaan Shin Rin padanya. Toh, rencananya sudah setengah jalan.

“Tentu saja aku mencintainya. Jika tidak, aku takkan mungkin menerima perjodohan ini.”

Shin Rin merasa sakit yang luar biasa didadanya, seakan ditusuk-tusuk oleh jarum yang kasat mata. Ia memang sudah memprediksi jawaban Suho, namun entah mengapa ada sebagian dari dirinya berharap bahwa Suho akan menjawab bahwa ia terpaksa menerima perjodohan itu dan ia tak mencintai Rachel. Shin Rin jadi merutuki perasaannya yang tak menentu itu. Ia merasa menjadi gadis babo.

 

 

*****

 

 

Rachel sudah akan pulang bersama Young Do, namun tiba-tiba gadis itu merasakan getaran ponsel disakunya. Ternyata Suho yang menelponnya. Rachel menjawab telepon tersebut, sedangkan Young Do memperhatikan kekasihnya dengan cermat. Ia agak cemburu sebenarnya, namun ia berusaha untuk tidak dikuasai oleh rasa cemburunya itu.

“Sekarang? Arasso, aku akan menunggumu.”

Young Do mengernyitkan dahinya mendengar perkataan Rachel pada Suho. “Yak, apa maksudmu dengan kau akan menunggunya? Bukankah kita akan pulang bersama?” Young Do berkata dengan nada yang agak kesal.

Rachel menatap namjachingunya itu. Ia mengelus pipi kiri Young Do dengan tangan kanannya. “Arayo. Tapi tiba-tiba saja Suho bilang bahwa kedua orangtua kami ingin bertemu kami di restoran Paradise. Ibuku meminta Suho untuk menjemputku. Mau tidak mau aku harus menurutinya.” Rachel menatap Young Do dengan tatapan menyesal. “Maaf. Tapi bolehkah aku pergi bersama Suho?”

Young Do mengeram kesal dan terpaksa mengangguk. Toh, ia memang tidak punya pilihan jawaban yang lain. “Biarkan aku disini sampai namja babo itu datang.”

Rachel menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis. “Gomawo Young Do-ya.”

 

*****

 

_PARADISE RESTAURANT_

“Kalian suka yang mana?”

Rachel dan Suho menatap bingung kearah orangtua mereka. Esther dan ibunda Suho, Jieun, tengah menyodorkan berbagai jenis dan model undangan pesta. Suho mengambil salah satu undangan dengan dahi berkerut. “Ini…  undangan pesta pertunangan?” Tanya namja itu takut-takut.

“Ne, tentu saja! Memangnya kau pikir itu undangan pesta ulang tahun, apa?” Jieun mencoba bergurau, namun baik Suho maupun Rachel sama sekali tidak menganggap itu merupakan hal yang lucu. Kedua remaja itu mendadak menjadi panic.

“Kenapa kalian merencanakan pertunangan tanpa berdiskusi dulu pada kami, hah?” Suho berkata dengan jengkel. Rachel sedari tadi hanya diam. Gadis itu mengepalkan tangannya dengan emosi.

Jieun menatap serius kearah putranya. “Untuk apa kami harus menanyakan pada kalian? Toh, pada akhirnya kalian akan tetap bertunangan, bukan. Dan sekarang, bukankah kami sedang mencoba untuk mendiskusikan mengenai konsep acara dengan kalian berdua? Bukan begitu Esther?” Jieun menoleh kearah Esther, mencoba mencari dukungan.

Esther mengangguk membenarkan. Wanita modis berambut pendek itu melayangkan tatapannya kearah putri semata wayangnya itu. Ia dapat melihat emosi yang terpancar dari wajah dingin khas putrinya.

“Rachel? Bagaimana menurutmu?” Jieun menatap Rachel. Gadis itu terdiam, menatap kosong kearah beberapa undangan yang tengah tersebar diatas meja. Suho tahu bahwa Rachel juga menentang perjodohan ini sama halnya dengan dirinya. Pria itu sempat bertemu dengan Choi Young Do saat menjemput Rachel tadi. Tanpa perlu dijelaskan lebih lanjut, pria itu tahu bahwa Young Do adalah kekasih Rachel.

“Aku….” Rachel berkata dengan lirih. “Aku…”

“Kami membatalkan perjodohan ini!” ujar Suho mendahului Rachel. Rachel menoleh kaget kearah Suho, sedangkan pria itu menggenggam tangan Rachel dengan erat, seakan mengisyaratkan bahwa Rachel cukup diam dan percaya padanya.

Jieun dan Esther jelas naik pitam mendengar perkataan Suho. Apalagi mereka memang sudah semangat untuk menjalankan rencana perjodohan kedua putra dan putri mereka. Kedua wanita paruh baya itu merasa tak rela jika rencana yang sudah mereka susun dengan amat sangat baik harus kandas begitu saja tanpa ada alasan yang jelas.

“Apa-apaan ini?! Kenapa kalian dengan seenaknya memutuskan untuk membatalkan perjodohan ini, eo? Kalian bahkan tidak mendiskusikannya dengan kami.” Ujar Jieun kesal.

“Kalian juga tidak pernah mendiskusikannya bersama kami ketika kalian melakukan perjodohan ini. Lalu, apa salah jika kami melakukan hal yang sama seperti yang kalian lakukan?”

“Suho-ya, aku tahu mungkin ini terlalu terburu-buru bagi kalian. Kita bisa membicarakannya dengan baik-baik.” Ujar Esther berusaha untuk membujuk Suho. Suho menggeleng. “Mianhe ahjumma, keunde, ini sudah merupakan keputusan akhirku bersama Rachel. Aku harap eomma dan ahjumma dapat menerimanya.” Kemudian Suho menatap ibunya. “Eomma, bukankah eomma pernah berjanji padaku bahwa aku dapat menolak perjodohan ini asalkan aku sudah memiliki kekasih?”

Jieun terdiam. Ia memang pernah menjanjikan itu pada putra semata wayangnya itu. “Apa kau sudah memiliki kekasih?”

Suho mengangguk. “Ne. Secepatnya aku akan mengenalkannya pada eomma. Geurigo ahjumma, Rachel juga sudah memiliki kekasih. Jadi jangan paksa dia untuk melakukan perjodohan ini lagi.”

Rachel meremas rok sekolahnya. Kali ini ia bukan marah, tapi ia cemas. Esther tengah menatapnya tajam, dan Rachel tahu bahwa hal buruk akan terjadi. Ia yakin ibunya pasti tahu namja yang  dimaksud Suho.

 

 

*****

 

Esther melempar tas bermerk-nya ke atas sofa. Wanita itu menatap murka kearah Rachel. “Yang benar saja, Choi Young Do?! Apa kau sudah gila?!”

Rachel hanya diam sambil menatap kosong kearah lantai. Ia sudah tahu akan begini jadinya. Ibunya terlalu membenci apapun yang berhubungan dengan Choi Young Do dan ayahnya.

“Putuskan pria itu! Aku tidak mau mendengar bantahan! Aku tidak ingin kau menemui Young Do lagi. Kau dengar itu?”

“Aku tidak akan melakukannya.” Ucap Rachel dingin. Gadis itu menatap wajah sang ibu dengan amat sangat tajam. “Selama ini kau selalu mengatur hidupku. Dan sekarang, biarkan aku yang mengatur hidupku sendiri. Aku sudah dewasa dan tahu yang mana yang baik untukku. Aku mencintai Young Do dan dia juga mencintaiku. Tak ada yang salah dengan itu. Seharusnya kau senang, karena untuk pertama kalinya anakmu ini dicintai dengan layak oleh seorang namja.”

Esther terdiam mendengar perkataan Rachel. Ia menatap tubuh putrinya yang sedang menaiki tangga. Esther dapat merasakan rasa sedih yang teramat sangat dalam dari nada bicara Rachel tadi. Wanita itu terdiam. Apakah ia kembali mengulang kesalahan yang dulu? Tapi ia melakukan ini semua demi Rachel. Ia bisa menerima jika gadis itu menolak Suho dan berpacaran dengan namja lain. Tapi bukan Choi Young Do!

_______________________________________

45af3_kick121-00107a

Rachel menangis tersedu-sedu di kamarnya. Lagi-lagi ia harus mengorbankan perasaanya demi ambisi dan keegoisan ibunya. Rachel nyaman berada disisi Young Do. Hanya pria itu yang dapat mengerti dirinya dengan baik. Ia membutuhkan Young Do, begitu pun dengan namja bermarga Choi itu. Rachel menghapus air matanya dengan kasar. Tidak! Kali ini ia takkan rela jika harus kembali mengorbankan perasaannya. Ia harus berjuang untuk mendapatkan kebahagiaannya. Ia tidak boleh menyerah!

“Apa ini yang kalian rasakan saat cinta kalian ditentang dulu?” Gumam Rachel, merujuk pada Kim Tan dan Cha Eun Sang. Sekarang ia dapat mengerti perasaan yang dulu pernah dialami oleh Cha Eun Sang. Dalam hati Rachel menyesal karena pernah melakukan hal buruk agar Eun Sang berpisah dari Kim Tan.

“Ah, sepertinya aku sedang terkena karma…” Gadis itu tersenyum miris.

 

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

7 tanggapan untuk “It’s Our Turn (Part 8)

  1. Ciee … ciee …yang baru jadian. :3
    Hiksss, kasian Rachel baru aja jadian sama Young Do udah disuruh putus. Omma nya Rachel gk bisa ya lihat anaknya bahagia, gk punya hati emang tuh orang. >.<
    Ayo, perjuangkan cinta sejatimu Rachel !! Absolutely with Young Do-ya. Wkwkwk

    1. Hoho, hidup Rachel Youngdo! 😀
      Eommanya Rachel emang gk pernah belajar dr pengalaman 😦 gomawo udh baca + komen. Ditunggu aja ya next partnya ^^

  2. Huuuaaa jadian .. 😀
    rachel udah baik eun sang sama bona ampe kaget kkk 😀
    rachel kasian bgt mesti ngerasain hal yang sama kaya eun sang ..
    Mudah2an temen2nya ada buat dia biar makin tabah ..
    Kan lucu kalo kim tan eun sang chan young bona ye sol myungsoo young do sama rachel bareng2 😀

  3. possesiv eoh???young do memutuskan sepihak kkkk tu pemaksaan nma’a kkkk tp gpp toh mereka slng suka kkkk kyaaaa knpa mrka manissss bngt chinguuuu pdhl gk ngpa2en cuma skinship2 kcl tp bkin aaaaaaaa kkkkk…hah kshn rachel oemma’a bner2 gk bsa ngrti ank..huh!!!!huwaaaa smkn gk rela nih mo end T T

  4. Youngdo dan rachel akhirnya jadian ,yeiyyy … Tp sayangnya begitu esther tau langsung disuruh putus 😞😞 esther ini knp gak bisa ngerti perasaannya rachel sihh? Bener kata rachel ,baru skrg pd akhirnya ada pria yg bener2 tulus mencintai rachel dan rachel jg mencintai pria itu. Lagipula sifat youngdo dan ayahnya beda bgt. Kpn esther bisa mengalah demi kebahagiaan anak satu2nya ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s