Diposkan pada KyuLa Couple (Kyuhyun Haneul), Oneshot

On Rainy Day, With You…

cats

 

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title       : On Rainy Day, With You
Type     : Oneshot
Genre  : Romance, Drama

Cast :
– Cho Haneul
– Cho Kyuhyun
– Park Jiyeon
– Jung Eunji

_____________________________________

“Lihat mereka! Aish, kapan sih mereka akan putus? Aku sudah tidak kuat melihat sikap manjanya pada Kyuhyun sunbae. Yah, aku tahu mereka memang sepasang kekasih. Keunde, haruskah selalu mengumbar kemesraan seperti itu? Dasar yeoja centil!”

Ini bukan pertama kalinya Eunji menggerutu kesal seperti itu. Gadis berparas manis dengan eyes smile andalannya itu memang acap kali menggerutu kesal setiap melihat sepasang kekasih yang paling terkenal seantreo Kyunghee University itu. Cho Kyuhyun dan Park Jiyeon. Cho Kyuhyun yang tampan, kaya dan berprestasi. Dan Park Jiyeon yang cantik, ramah dan merupakan seorang model yang sedang naik daun. Tentu saja itu merupakan kombinasi yang sempurna. Wajar jika mereka menjadi pasangan terfavorit seantreo kampus karena keserasian mereka.

Haneul menatap sebentar kearah pasangan kekasih itu. Gadis itu memalingkan wajahnya, kembali berkutat dengan ponselnya. Sebuah helaan napas terdengar darinya, membuat Eunji menatap Haneul dengan iba. “Lupakan saja dia! Kau hanya akan menyakiti dirimu jika kau tetap bertahan.” Ucap Eunji.

Haneul tersenyum kecil. “Aku sedang mencobanya. Jangan khawatir, aku akan segera melupakannya.”

‘Atau mungkin takkan pernah…’

Diam-diam Haneul kembali melirik kearah Kyuhyun dan Jiyeon yang sedang makan dimeja tak jauh dari meja yang didudukinya bersama Eunji. Kyuhyun sesekali tertawa mendengar perkataan Jiyeon, dan gadis itu sesekali menyuapkan makanan ke mulut Kyuhyun. Serasi. Hanya itu yang dapat gadis itu katakan ketika melihat sepasang kekasih itu.

“Aish yeoja centil itu! Aku muak melihatnya!” Lagi-lagi Eunji menggerutu kesal.

Haneul terkekeh kecil. “Jangan begitu. Jiyeon-ssi adalah yeoja yang baik dan ramah. Dia bukannya centil, tapi hanya manja. Maklum saja, dia kan anak tunggal.”

“Ah, menyebalkan sekali! Lagi-lagi kau membela yeoja manja itu!”

 

 

*****

 

Haneul menatap langit yang sedang hujan. Jutaan partikel air jatuh membasahi bumi. Gadis itu tersenyum senang. Ia memang sangat menyukai hujan. Haneul menyukai bau tanah yang basah dan juga dedaunan yang basah diguyur air. Terasa sejuk dan memanjakan mata. Tangan gadis itu terjulur kedepan, membuat tetesan air hujan membasahi telapak tangannya.

“Oppa, aku pulang dulu, ya. Selamat mengerjakan tugas. Sampai berjumpa besok.”

“Ne, terima kasih Jiyeonnie. Hati-hati dijalan, sayang.” Kyuhyun mengusap kepala Jiyeon dengan lembut.

Haneul diam-diam melirik kearah pasangan itu. Gadis itu merasakan sesak didadanya kala melihat Kyuhyun yang terlihat sekali sangat menyayangi Jiyeon. Tanpa sadar Haneul berharap bahwa diri-nya lah yang sedang berada diposisi Jiyeon. Haneul berpikir, akan seperti apa rasanya disayangi dan dicintai oleh seorang Cho Kyuhyun. Pasti akan sangat membahagiakan.

Jiyeon sudah pergi dengan mobil pribadinya. Tinggalah Kyuhyun dan Haneul disana. Mereka berdua sama-sama tengah memandangi langit. Hujan sepertinya masih enggan untuk berhenti. Haneul mencuri pandang kearah Kyuhyun. Begitu tampan dan memukau.

‘Andai aku bisa memilikimu. Aku rela melakukan apa saja agar bisa berada disisimu.’ Batin Haneul. Gadis itu amat bersyukur karena ia dapat menikmati hujan bersama namja yang diam-diam ia sukai. Ada kesenangan tersendiri ketika kita dapat melakukan hal yang kita senangi bersama seseorang yang kita sukai. Semuanya akan terasa lebih special.

‘Aku tidak akan melupakan hari ini. Hari dimana untuk pertama kalinya aku dapat menikmati hujan bersamamu…’

 

*****

 

Tepat jam 12 malam, saat hari berganti menjadi tanggal 8 mei. Beberapa pesan masuk kedalam ponsel Haneul, dan bahkan ia juga mendapatkan telepon dari orang tua dan adik laki-lakinya yang tinggal di Gwangju. Semua isinya sama, yaitu ucapan selamat atas bertambahnya usia gadis manis itu. Ia genap berusia 20 tahun.

“Ne, jeongmal gomawoyo appa, eomma dan Junhong. Aku merindukan kalian semua. Ne, aku akan menjaga diri dengan baik. Good night. I love you.”

Haneul tersenyum sehabis menerima telepon dari keluarganya. Haneul bergumam. “Selamat ulang tahun Cho Haneul. Semoga hidupmu akan menjadi lebih baik di umur 20 tahun ini.”

‘Tuhan, ku mohon agar dia dapat melihatku. Setidaknya ia tahu bahwa ada seorang Cho Haneul disekitarnya.’ Haneul berdoa dalam hati.

Ia jadi teringat percakapannya dengan sang dongsaeng beberapa menit yang lalu.

“Noona, ku doakan agar kau segera memiliki namjachingu. Masa sudah umur 20 tahun belum pernah berpacaran sih? Aigoo…”

Haneul tertawa kecil mengingat perkataan Junhong yang agak sok itu. “Cih, padahal dia sendiri juga belum pernah berpacaran. Dasar bocah!”

Haneul kembali merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan menarik selimut birunya hingga mencapai dagu. Gadis itu memejamkan matanya. “Semoga akan ada hal baik yang terjadi esok hari.”

 

*****

 

Bagi Haneul, hujan selalu datang disaat yang tepat. Seperti hari ini, hujan kembali turun di hari ulang tahunnya. Sore ini Haneul pulang lebih lama daripada biasanya. Tugas yang banyak menuntutnya untuk tetap tinggal di perpustakaan selama beberapa jam. Eunji sudah pulang terlebih dahulu. Gadis cantik itu ada tawaran menyanyi disebuah sacara.

Haneul melewati taman dekat kampusnya saat pulang. Ia sengaja ingin berjalan-jalan dibawah hujan dengan dinaungi oleh payung birunya. Begitulah Haneul. Disaat orang lain akan berlari menghindari hujan, justru gadis itu akan berlari menghampiri hujan.

“Amudo moreuge ana juseyo… naega geudereul neukkil seo ittorok. Geudaen geureohge, onjena negyeote…”

Haneul bersenandung kecil sembari melangkahkan kakinya diiringi dengan rintik air hujan. Tiba-tiba mata gadis terpaku akan sesosok namja yang sedang berjongkok tak jauh dari tempatnya berdiri. Haneul menajamkan matanya. Ia seperti merasa familiar dengan sosok tubuh tinggi tegap itu.

“Cho Kyuhyun sunbae…” Gumam Haneul nyaris berbisik.

Gadis itu penasaran dengan apa yang sedang Kyuhyun lakukan disana. Namja itu tengah berjongkok didekat sebuah bangku taman. Tak lama kemudian, namja itu memakai tudung kepala hoodienya dan ia malah meninggalkan payungnya yang juga berwarna biru disana. Kemudian, dengan berlari-lari kecil Kyuhyun meninggalkan taman tersebut.

Haneul penasaran. Ia sengaja ingin melihat apa yang tadi Kyuhyun lakukan disana. Haneul berjongkok dan agak menggeser posisi payung biru milik Kyuhyun itu. “Omo!” Gadis itu memekik kaget saat melihat ada 4 ekor anak kucing yang masih amat kecil berada didalam sebuah kardus berukuran besar. Kasihan, anak kucing itu terlihat kedinginan. Mereka masih terlalu kecil untuk dibiarkan hidup dijalan.

“Ah, kasihan sekali kalian. Kenapa ada orang yang tega membuang kalian? Padahal kalian amat lucu.” Haneul mengelus-elus anak kucing itu. 2 ekor anak kucing berwarna putih dan 2 ekor yang lain berwarna hitam putih. Haneul sebenarnya ingin memungut mereka, namun gadis itu tidak bisa. Ia tinggal di sebuah asrama yang melarangnya untuk memelihara hewan.

Haneul masih sibuk mengelus-elus keempat anak kucing itu. Pikirannya melayang pada Kyuhyun. Haneul tidak menyangka jika Kyuhyun sangat peduli dengan hewan yang terlantar. Ini merupakan fakta baru yang ia ketahui dari seorang Cho Kyuhyun. Fakta baru ini membuat Haneul semakin menyukai dan mengagumi sunbae-nya itu.

‘Kau memang berbeda Cho Kyuhyun…’

Haneul mendengar derap langkah yang terburu-buru mendekat kearahnya. Refleks, gadis itu mendongakkan kepalanya. Seketika jantung Haneul berdebar dengan amat keras, seakan jantungnya bisa melompat keluar dari rongga dadanya kapan saja. Dihadapannya telah berdiri Cho Kyuhyun.

Kyuhyun menatap gadis yang terlihat asing baginya ini. Pria itu kemudian tersenyum ramah.

“Kau menyukai mereka?” Tanya Kyuhyun sembari berjongkok didepan kardus berisi anak kucing itu. Haneul tergagap. Untuk pertama kali dalam hidupnya ia berbicara langsung dengan Cho Kyuhyun. Dan ini bukan hanya sekedar khayalannya belaka.

“Ah… ne… aku… menyukai mereka.” Jawab Haneul dengan agak tergagap. Gadis itu memperhatikan Kyuhyun yang sedang mengeluarkan 3 buah susu kotak dari dalam plastic yang tadi dibawanya. Kyuhyun meletakkan dua buah mangkuk plastic berukuran sedang kedalam kardus dan kemudian ia menuangkan susu yang tadi dibelinya kedalam mangkuk. Dengan cepat, keempat anak kucing itu menyerbu susu yang baru saja dituangkan oleh Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum lembut melihatnya, membuat Haneul semakin terpesona. Dengan ragu gadis itu ikut berjongkok disamping Kyuhyun. “Ini kan susu bayi.” Haneul memungut kotak susu yang sudah kosong. Kyuhyun menoleh. “Tidak ada pet shop disekitar sini. Susu bayi juga tidak buruk. Setidaknya mereka tidak akan kelaparan sampai ada orang baik yang akan memungut mereka.” Ujar Kyuhyun.

Haneul memperhatikan penampilan Kyuhyun yang nyaris basah kuyup. Ia memayungi Kyuhyun. Kyuhyun kembali menoleh kearah Haneul. “Aku sudah terlanjur basah.” Ucap pria tampan itu.

“Gwenchana. Jika terlalu lama kena hujan sunbae bisa sakit.”

“Kau hoobae ku?” Tanya Kyuhyun.

Haneul mengangguk pasti. “Ne. Annyeong haseyo, Haneul imnida. Aku dari departemen Hubungan Internasional.” Haneul memperkenalkan dirinya. Kyuhyun menjabat tangan Haneul. “Cho Kyuhyun imnida, dari departemen modern art.”

“Kau ingin mengadopsi mereka?” Tanya Kyuhyun sembari menatap Haneul. Haneul tersenyum sedih. “Kuharap bisa sunbae. Keunde, sayangnya aku tak bisa mengadopsi kucing-kucing lucu ini. Aku tinggal di asrama, dan peraturannya melarang kami untuk memelihara hewan.”

“Ah, sayang sekali.”

“Bagaimana dengan sunbae?”

Kyuhyun menghela napas sedih. “Aku juga tidak bisa. Ibuku alergi dengan bulu kucing, sedangkan noona ku tidak suka kucing. Ah, kasihan sekali mereka. Masih kecil sudah dibuang.”

Haneul tersenyum kecil mendengar nada bicara Kyuhyun yang terdengar seperti anak kecil yang sedang mengadu pada noonanya itu. Gadis itu merasa seperti sedang berada didalam mimpi. Berbicara berdua dengan Kyuhyun dalam jarak yang sedekat ini, merupakan anugrah terindah di hari ulang tahunnya yang ke 20 tahun.

“Haneul-ssi.” Panggil Kyuhyun yang membuat Haneul agak kaget. Ini pertama kalinya Kyuhyun menyebut namanya. Hatinya terasa berdesir.

“Ne?”

“Kurasa kita harus menemukan orang yang tepat untuk mengadopsi mereka. Aku tak tega membiarkan mereka seperti ini. Kau setuju?”

Haneul mengangguk sembari memberikan senyuman termanis ia miliki.

Dan dari situlah semua bermula…

 

*****

 

 

_SATU MINGGU KEMUDIAN_

Haneul sengaja diam-diam mengikuti Kyuhyun. Kyuhyun sedang duduk dibangku taman yang terletak dibawah pohon besar nan rindang. Pria itu sedang sibuk dengan ponselnya. Haneul duduk tak jauh dari Kyuhyun. Gadis itu berpura-pura juga sedang sibuk dengan ponselnya. Padahal kenyataannya ia sedang memikirkan topik apa yang ia bisa perbincangkan bersama Kyuhyun.

“Haneul-ssi?”

Haneul menoleh dan memasang ekspresi kaget, seolah-olah ia baru menyadari keberadaan Kyuhyun disana. “Ah, sunbae. Annyeong haseyo. Apa kabarmu sunbae?”

Kyuhyun tersenyum. “Aku baik-baik saja. Neo?”

“Seperti yang kau lihat. Aku juga dalam keadaan baik. Oh iya, anak kucing yang berbulu putih itu sudah diadopsi oleh temanku, Kang Jiyoung. Ia penyayang kucing. Jadi kehidupan dua kucing itu akan terjamin untuk seterusnya. Ah iya, ia menamai kedua kucing itu Snow dan Cherry.” Ujar Haneul sambil tersenyum senang.

“Syukurlah jika begitu. Aku jadi tenang. 2 kucing yang lainnya juga sudah diadopsi oleh temanku, Lee Sungmin.”

Mereka berdua kembali terlarut dalam perbincangan mengenai anak kucing yang seminggu lalu mereka temukan. Hubungan mereka memang tidak menjadi dekat, namun setidaknya sekarang Kyuhyun tahu bahwa ada seorang gadis bernama Cho Haneul hidup disekitarnya. Itu saja sudah cukup bagi Haneul.

“Ah, kau mau melihat foto kedua kucing itu?”

“Ne, tentu saja.”

“Ini” Kyuhyun memperlihatkan foto dua anak kucing yang telah diadopsi oleh Sungmin diponselnya.

“Omo, mereka terlihat jauh lebih baik. Mereka lucu sekali.” Ucap Haneul gemas.

Tiba-tiba ada panggilan masuk diponsel Kyuhyun. Haneul sempat melihat sekilas nama penelpon tersebut. Jiyeonnie… Yah, orang itu adalah Park Jiyeon, kekasih Kyuhyun. Mood Haneul jadi rusak. Apalagi saat ia mendengar suara Kyuhyun yang amat sangat lembut saat berbicara dengan Jiyeon. Hati Haneul kembali sakit.

“Arasso. Kau tunggulah disana. Oppa akan segera menjemputmu.”

Kyuhyun menyimpan ponselnya disaku jaket coklatnya. Ia menoleh kearah Haneul. “Haneul-ssi, aku harus pergi sekarang. Senang berbincang denganmu. Lain kali kita berbincang lagi, oke.”

“Ne sunbae.” Haneul tersenyum manis. Gadis itu menatap kosong kearah Kyuhyun yang perlahan namun pasti makin menjauh darinya. Haneul tersenyum miris kala menyadari bahwa sedekat apapun ia dengan Kyuhyun takkan merubah perasaan Kyuhyun padanya. Bagi Kyuhyun, Haneul hanyalah seorang hoobae yang kebetulan dikenalnya. Itu saja tak lebih.

 

 

*****

 

 

Hari itu Kyunghee University sedang heboh. Pasalnya telah beredar kabar bahwa Kyuhyun dan Jiyeon sudah putus. Kabar ini juga dikuatkan dengan kenyataan bahwa Kyuhyun dan Jiyeon tak pernah lagi terlihat bersama. Hal ini tentu saja membuat semua orang kaget. Sebab yang mereka tahu, Kyuhyun dan Jiyeon selalu terlihat mesra dan baik-baik saja. Sama sekali tidak terlihat tanda-tanda hubungan mereka sedang mengalami masalah.

Namun untuk sebagian besar orang, putusnya hubungan Kyuhyun dan Jiyeon merupakan berita baik bagi mereka, dan juga memberikan secercah harapan bagi para namja ataupun yeoja yang menyukai mereka.

“Haha, akhirnya Kyuhyun sunbae putus juga dari Jiyeon. Dengan begini itu artinya kita masih memiliki kesempatan, eo!”

“Aku akan mulai mendekati Jiyeon kembali. Aku optimis kali ini pasti aku akan segera menyandang status sebagai namjachingunya.”

Haneul hanya menggelengkan kepalanya saat mendengar berbagai komentar dan perkataan dari mulut teman-teman sekelasnya. Gadis itu kemudian terdiam. Pikirannya kembali melayang pada Kyuhyun. Bagaimana keadaannya? Apakah namja itu baik-baik saja?

“Ah, aku tak menyangka jika mereka benar-benar putus. Tadinya kupikir mereka akan langgeng sampai didepan altar.” Ucap Eunji sembari sibuk mencatat. Haneul mengedikkan bahunya. “Aku juga kaget. Yah, kita memang takkan pernah bisa menebak apa yang akan terjadi dimasa depan, bukan.”

“Hmm, kau benar.” Eunji menghentikan kegiatan mencatatnya. Ia menatap Haneul intens. “Keureso, apa yang akan kau lakukan sekarang? Ia single sekarang.”

Haneul diam sejenak, dan kemudian menghela napas. “Opseo…”

 

*****

 

Lagi-lagi Haneul mengikuti Kyuhyun. Makin lama gadis itu sudah mirip seorang stalker yang selalu mengikuti idolanya kemana saja dan kapan saja. Haneul menatap ragu kearah pintu atap kampus. Kyuhyun baru saja melewati pintu itu. Haneul tentu saja ingin ikut kesana, namun akan aneh sekali jika tiba-tiba ia menghampiri Kyuhyun. Namja itu pasti akan sadar jika Haneul sedari tadi mengikutinya.

“Aish, neo jeongmal michyeoso, Cho Haneul!” Rutuk Haneul pada dirinya sendiri.

Gadis itu menarik napas dan menghembuskannya perlahan, mencoba untuk menenangkan dirinya. Tangan kanan gadis itu sudah menyentuh grandel pintu. Dengan menguatkan tekad, Haneul pun menarik grandel pintu.

Disana, Haneul dapat melihat dengan jelas punggung tegap Kyuhyun. Gadis itu menatapnya sejenak. Ia sangat ingin dapat merasakan kehangatan punggung itu. Ia ingin memeluk Kyuhyun. Ia ingin tahu seperti apa rasanya dipeluk oleh namja yang ia cintai.

Merasakan ada kehadiran orang lain selain dirinya, Kyuhyun pun menoleh ke belakang. “Haneul-ssi…”

“Oh, sunbae. Kau ada disini rupanya. Mian aku mengganggu mu. Tadi temanku menyuruhku kesini, tapi sepertinya tidak jadi. Emm, aku permisi dulu.” Ucap Haneul cepat. Ia sudah akan beranjak pergi, namun suara Kyuhyun menghentikan niatnya.

“Kau sibuk?” Tanya namja itu.

Haneul menatapnya bingung bercampur gugup. “Aniyo… Waeyo?”

“Temani aku disini…”

 

*****

 

Semenjak kejadian di atap kampus, hubungan Kyuhyun dan Haneul menjadi lebih dekat. Tapi tentunya tidak ada yang tahu mengenai hal tersebut, sebab Haneul dan Kyuhyun selalu bertemu di atap kampus atau taman di belakang kampus. Tempat-tempat yang jarang dikunjungi oleh orang. Sampai detik ini Haneul masih belum berani menanyakan alasan berakhirnya hubungan Jiyeon dan Kyuhyun. Ia takut akan membuat Kyuhyun merasa marah atau tidak nyaman. Yang bisa ia lakukan adalah menunjukkan bagaimana perasaannya pada Kyuhyun.

Kini Kyuhyun dan Haneul sedang berada di Petite France. Bisa dibilang tempat ini merupakan tiruan kota Paris. Bangunan-bangunan dan desain tempatnya membuat kita merasa seperti sedang berada di Negara menara Eiffel tersebut. Band Sungmin, sahabat karib Kyuhyun, sedang tampil disana, jadi mereka datang untuk menonton pertunjukkan.

“Wah, aku tidak tahu kalau Sungmin sunbae mempunyai suara sebagus itu. Aku pikir ia hanya seorang gitaris.” Puji Haneul.

Kyuhyun tersenyum. “Dia memang multitalenta. Tapi aku juga tak kalah keren loh. Aku bisa menyanyi, bermain saxophone, dan piano. Aku juga berprestasi.” Ucap Kyuhyun panjang lebar. Haneul tertawa melihat sisi narsis Kyuhyun yang kembali dilihatnya. Mereka berdua tengah berjalan-jalan mengitari Petite France. Ini hari libur, maka dari itu Petite France menjadi sangat ramai dibanding hari biasa.

Haneul dan Kyuhyun masuk kesebuah rumah yang berisi beraneka ragam boneka yang digantung disebuah lemari kaca. Haneul berseru senang melihatnya. “Lucunya!”

“Kau heboh sekali. Seperti belum pernah kesini saja.”

“Aku memang sudah pernah kesini, keunde itu 4 tahun yang lalu.” Bela Haneul.

Kemudian mereka masuk kedalam sebuah rumah berukuran sedang yang berdesain eropa klasik, persis zaman dulu. Di dalam rumah itu terdapat sebuah ruang tamu, satu kamar tidur, dan sebuah kamar mandi yang semuanya berdesain eropa klasik. Haneul duduk didepan cermin itu. Ia mengambil sisir kayu yang biasa dipakai oleh orang zaman dulu. Kyuhyun membidikkan kamera ponselnya kearah gadis cantik itu. Yah, mendadak Kyuhyun beralih profesi menjadi photographer pribadi Haneul.

“Sunbae, ayo foto berdua!”

Mereka masuk kedalam sebuah ruangan yang terlihat seperti ruang kerja. Haneul duduk dimeja kerja yang terdapat kertas partitur tua diatasnya. Haneul membolak-balikkan halaman partitur itu. Namun, mau berapa kali dilihat pun gadis itu tetap tak bisa membaca isi kertas partitur tersebut. Kyuhyun tersenyum melihat wajah serius Haneul yang menurutnya lucu. Ia kembali membidikkan kamera ponselnya kearah gadis itu. Mata Kyuhyun menjelajahi seisi ruangan, dan pandangannya tertuju pada sebuah piano tua yang terletak dipojok ruangan.

Tuts-tuts piano itu memang terlihat agak rusak, namun setidaknya piano tersebut masih bisa mengeluarkan suara.

Haneul yang tadinya sedang memperhatikan pemandangan alam yang indah, dengan refleks langsung menolehkan kepalanya kearah piano begitu mendengar lagu favoritnya tengah mengalun indah. Kiss The Rain. Gadis itu begitu addict dengan lagu itu. Lagu itu selalu bisa membuat perasaannya menjadi lebih tenang. Haneul terpaku ditempatnya ketika ia melihat bahwa Kyuhyun lah yang sedang memainkan piano tersebut. Meskipun ini hanya kebetulan, sebab Haneul yakin seratus persen bahwa Kyuhyun tidak tahu jika ini adalah lagu kesukaaannya, namun Haneul menganggap bahwa lagu ini Kyuhyun mainkan khusus untuknya.

Beberapa orang pengunjung yang kebetulan juga berada disitu juga ikut menikmati permainan Kyuhyun. Tak ayal beberapa gadis bahkan terang-terangan memuji Kyuhyun hingga membuat namjachingu mereka harus menelan rasa kesal.

“Ah, tampan sekali namja itu.”

“Ne. Sudah tampan jago bermain piano pula. Ah, benar-benar namja idaman.”

“Sepertinya gadis berbaju biru itu adalah kekasihnya. Aku melihat mereka masuk kesini bersama-sama.”

“Beruntung sekali gadis itu.”

______________________________________________

 

“Wah, baru beberapa jam berada disini kau sudah memiliki banyak penggemar baru. Aigoo…” Haneul tertawa kecil sembari menggelengkan kepalanya. Kyuhyun tersenyum mendengar perkataan hoobae nya itu. “Bukan salahku jika aku digilai oleh banyak gadis.” Ucap Kyuhyun narsis.

Mereka berdua tengah beristirahat disebuah meja yang menghadap kearah pengunungan disekitar Petite France. Haneul menyeruput hot coffee nya. “Sunbae…” panggilnya pelan. Kyuhyun menoleh.

“Aku ingin bertanya sesuatu. Tapi kau jangan marah ya…”

“Tergantung pertanyaanmu.”

“Aish, tidak jadi sajalah!”

Kyuhyun tertawa. “Aniyo, aniyo. Aku hanya bercanda. Kau ingin bertanya apa?”

“Kenapa kau putus dengan Jiyeon-ssi?” Tanya Haneul pelan. Ia mengamati ekspresi Kyuhyun, mencoba untuk mencari tahu bagaimana perasaan namja itu saat ini. Namun Haneul tidak dapat menebak apapun dari wajah datar Kyuhyun.

Haneul langsung merasa tidak enak. ‘Aish, jeongmal baboya Haneul! Kyuhyun sunbae pasti berpikir bahwa aku amat sangat tidak sopan.’ Rutuk Haneul dalam hati. “Mianhe, aku tidak seharusnya menanyakan hal yang bersifat pribadi seperti itu. Lupakan saja!”

“Gwenchana.” Kyuhyun berkata dengan lembut sembari tersenyum menenangkan. “Ia merasa sudah tidak sejalan lagi denganku. Jadi, lebih baik dihentikan sekarang, saripada diteruskan hanya akan semakin menyakiti kami, khususnya dia.”

“Jadi, Jiyeon yang memutuskan sunbae?” Tanya Haneul tanpa sempat pikir panjang. Dan sedetik kemudian ia sudah kembali merutuki mulutnya yang tidak bisa dijaga itu.

“Iya. Dia yang meminta untuk berakhir. Aku menghargai keputusannya itu.”

Haneul terdiam sembari mengamati ekspresi Kyuhyun. Ia seperti dapat ikut merasakan kepedihan yang sedang dialami oleh namja itu.  Dalam hati Haneul mengutuk gadis bernama Park Jiyeon itu. Bisa-bisanya ia memutuskan namja sebaik Cho Kyuhyun. Gadis itu pastilah gadis terbodoh yang ada di dunia ini.

Kyuhyun menghela napas. Ia tersenyum, berusaha untuk melupakan sejenak masalah percintaannya itu. “Ja, ayo kita pulang! Sepertinya sebentar lagi mau hujan.” Ujar Kyuhyun. Namja itu bangkit dari duduknya dan hendak mengambil gelas kopinya. Namun, tanpa sengaja Kyuhyun menyenggol ponsel Haneul yang terletak diatas meja hingga ponsel tersebut jatuh.

“Mian.” Kyuhyun bergegas mengambil ponsel Haneul sebelum gadis itu sempat mencegahnya. Kyuhyun terdiam memandang wallpaper ponsel Haneul. Wajahnya terpampang jelas disana. Sepertinya gadis itu mengambil foto tersebut di jejaring sosial miliknya. Haneul meremas kedua tangannya dengan amat sangat gugup. Habislah ia kali ini. Setelah ini Kyuhyun pasti akan membencinya dan menjauhinya. Haneul malu. Rasanya ia ingin menghilang saat ini juga.

 

*****

 

“Sejak kapan?”

Haneul menoleh perlahan kearah Kyuhyun. “Ne?”

“Sejak kapan kau menyukaiku?” Kyuhyun kembali bertanya. Namja itu bukannya tidak tahu bahwa gadis yang tengah duduk disebelahnya ini menyukainya. Kyuhyun amat tahu itu, bahkan sebelum dia tahu bahwa Haneul menggunakan fotonya sebagai wallpaper ponsel gadis itu. Sikap Haneul yang perhatian dan cara gadis itu menatapnya. Yah, semuanya tergambar dengan jelas. Kyuhyun bahkan tahu bahwa gadis itu suka mencuri pandang kearahnya. Kyuhyun tidak keberatan dengan hal tersebut. Ia justru menikmati semua perhatian yang diberikan oleh Haneul.

“Mianhe. Aku tidak bermaksud untuk membuat sunbae tidak nyaman. Aku benar-benar minta maaf.” Haneul berkata dengan nada yang lirih.

“Kenapa minta maaf? Menyukai seseorang bukanlah sebuah kejahatan.” Kyuhyun menatap gadis yang tengah duduk disebelahnya. Haneul masih menunduk dalam. “Hey, jangan menunduk begitu. Aku tidak marah kok. Aku justru berterima kasih karena kau sudah menyukaiku dengan tulus.” Kyuhyun berkata dengan nada lembut.

Namja itu membelokkan mobilnya menuju sebuah taman kota. Ia memarkir mobilnya disudut taman yang tidak terlalu ramai. Haneul perlahan mendongak. Ia mendapati mereka tengah berada disebuah taman kota. Gadis itu masih tidak berani untuk menatap mata Kyuhyun. Ia terlalu malu dan takut.

“Ayo kita turun!” ajak Kyuhyun.

“Kenapa kita malah kesini?” Haneul terlihat bingung.

“Wae? Kau sudah bosan pergi bersama ku? Mau langsung pulang?”

“Aniyo.” Jawab Haneul cepat.

Kyuhyun tersenyum kecil. “Kita harus mengakhiri hari ini dengan berjalan di taman yang indah ini. Dengan begitu kencan kita akan terasa komplit.”

Haneul tersentak kaget. “Ken… kencan?” Gadis itu terbata-bata.

“Anggap saja hari ini kita kencan, ara!” Tanpa aba-aba Kyuhyun langsung meraih tangan Haneul dan menggenggamnya. Jantung Haneul serasa mau meledak saking senangnya ia. Mereka berjalan menyusuri taman yang dipenuhi dengan hiasan lampu-lampu nan cantik itu dengan tangan yang saling bertautan. Sesekali canda tawa menghiasi kebersamaan mereka itu.

Sepertinya hujan memang selalu datang disaat mereka bersama. Hujan tiba-tiba mengguyur kota Seoul. Orang-orang yang berada di taman langsung berlarian guna untuk mencari tempat berteduh. Tak beda dengan Haneul dan Kyuhyun. Kedua sejoli itu juga berlari-lari kecil untuk mencari tempat berteduh, sebab terlalu jauh jika mereka memutuskan untuk kembali ke mobil.

Mereka berteduh didepan toilet umum. Tak hanya mereka yang ada disitu, namun beberapa pasangan lain juga berada disana. Maklum saja, hari ini adalah hari minggu sehingga taman kota lebih didominasi oleh pasangan kekasih. Haneul berdiri amat canggung disana. Pasalnya disebelah kiri dan kanannya berdiri pasangan kekasih. Sang pria memeluk wanitanya dari belakang, ingin membagi kehangatan tubuhnya. Haneul melihatnya dengan risih.

‘Cih! Apa mereka tidak risih melakukan skinship didepan orang banyak seperti ini?!’ Batin Haneul kesal.

Tubuh Haneul agak menggigil kedinginan saat angin yang lumayan kencang berhembus menerpa tubuhnya. Wajar saja jika Haneul jadi menggigil seperti itu. Tubuhnya setengah basah akibat air hujan. Belum lagi ia hanya menggunakan dress biru yang dipadukan dengan cardigan putih. Kyuhyun yang menyadari keadaan Haneul segera membuka jaket tebalnya yang berwarna coklat. Kemudian ia menyampirkan jaket tersebut bahu Haneul.

“Gwenchana sunbae.” Haneul melepaskan jaket itu dan berniat untuk mengembalikannya pada Kyuhyun. Kyuhyun menatapnya tajam. “Pakai atau kau mau aku peluk seperti itu, eo?” Bisiknya. Wajah Haneul memerah. Ia memakai jaket itu dalam diam diiringi dengan senyuman puas yang terpatri diwajah tampan Kyuhyun.

 

*****

 

Mobil Kyuhyun berhenti tepat didepan asrama Haneul. Gadis itu tersenyum manis pada Kyuhyun. “Jeongmal gomawo untuk hari ini. Aku senang sekali.” Ucap Haneul senang. Kyuhyun tersenyum. “Aku yang seharusnya berterima kasih. Hari ini sangat menyenangkan.”

Mereka terdiam. Haneul sebenarnya tidak ingin beranjak pergi. Ia masih ingin bersama Kyuhyun. Dan juga, ingin mendengar langsung jawaban Kyuhyun atas perasaannya. Ia memang tidak mengungkapkan perasaannya secara gamblang pada Kyuhyun. Tapi Kyuhyun telah mengetahui perasaannya, dan Haneul berharap Kyuhyun akan memberikan jawabannya.

“Kau masih belum menjawab pertanyaanku tadi. Sejak kapan kau menyukaiku?”

“Sejak hari pertama aku kuliah di Kyunghee. Saat itu masa orientasi mahasiswa. Mungkin kau lupa, keunde pada saat itu kau menolongku yang sedang dihukum oleh senior yang lain. Sejak saat itu aku mengagumimu dan… menyukaimu…”

Kyuhyun tersenyum kecil. “Kalau begitu, itu artinya kau sudah menyukaiku selama 2 tahun?”

“Yah, begitulah sunbae.” Haneul menghela napas pelan. “Baiklah, aku masuk dulu. Sekali lagi terima kasih untuk hari ini.”

“Tunggu!” Kyuhyun menahan tangan Haneul. Pria itu memasangkan sebuah gelang berbandul kupu-kupu berwarna biru. Haneul terdiam melihatnya. Gelang itu adalah gelang yang ia lihat saat di Petite France tadi siang. Ia tidak menyangka Kyuhyun akan membelikan gelang itu untungnya. Haneul menjadi terharu. “Jeo…jeongmal gomawo sunbae…”

pbracelet-960

“Aku memang belum bisa membalas perasaanmu padaku. Keunde, aku ingin mencobanya bersamamu.”

 

*****

 

Kyuhyun berjalan memasuki rumahnya yang mewah dikawasan Gangnam. Langkah pria itu terhenti kala ia melihat seorang gadis yang amat dikenalnya tengah duduk di ruang tamu rumahnya.

“Kyuhyun oppa…”

Jiyeon berlari kearah Kyuhyun sambil terisak-isak. Gadis itu memeluk Kyuhyun erat. “Mianhe oppa… Jalmothaesso…” Isak Jiyeon pilu. “Aku menyesal…”

 

*****

 

Pagi yang cerah mengiringi langkah Haneul memasuki kampusnya. Haneul harus mati-matian menahan senyumannya jika tidak ingin dianggap tidak waras. Langkah gadis itu terasa amat ringan. Semua ini berkat Cho Kyuhyun. Perkataan namja itu yang mengatakan bahwa ia ingin mencoba untuk membuka perasaannya pada Haneul telah membuat gadis itu amat gembira. Ia bahkan nyaris tidak tidur semalam. Haneul menatap gelang biru berbandul kupu-kupu yang melingkari pergelangan tangannya.

“Haneul! Apa kau tahu bahwa Kyuhyun sunbae dan Jiyeon sudah kembali bersama? Mereka bahkan sudah berencana untuk bertunangan dalam waktu dekat ini.”

DEG!

Serasa ada petir dilangit yang cerah. Jantung Haneul serasa diremas hingga berdenyut nyeri. Gadis itu menatap kosong kearah Eunji. “Neo… tahu dari mana?” Dengan susah payah Jiyeon berusaha untuk mengeluarkan suaranya.

“Aku melihat sendiri. Mereka datang bersama dan Jiyeon bergelayut manja dilengan Kyuhyun sunbae.”

Haneul terdiam. Gadis itu menatap gelang biru yang melingkar dipergelangan tangannya dengan nanar. Matanya panas dan bibirnya bergetar. Gadis itu ingin menangis sekeras mungkin guna untuk meredakan sakit yang tengah ia rasakan. Eunji menatap sahabatnya dengan cemas. Gadis itu sebenarnya tidak tega untuk memberi tahu hal ini pada Haneul, namun cepat atau lambat Haneul pasti akan tahu. Sekarang atau nanti akan sama saja. Haneul tetap akan terluka.

 

*****

 

Air mata Haneul membasahi wajah manisnya. Ia tidak sanggup lagi menahan rasa sakit dan kecewa yang tengah bersarang dihatinya. Ia sudah melihat sendiri kemesraan Jiyeon dan Kyuhyun yang kembali terjalin. Haneul merasa ini tak adil untuknya. Baru saja ia dapat merasakan perasaan bahagia karena dapat bersama dengan namja yang ia cintai, namun kini ia harus mengubur keinginannya itu dalam-dalam. Kyuhyun memang tak dapat diraihnya.

Semua yang terjadi pada hari itu sudah tidak berarti lagi.

Langkah Haneul melambat. Gadis itu menatap dengan nanar sepasang kekasih yang sedang berjalan sambil bergandengan tangan kearahnya. Haneul tahu bahwa Kyuhyun melihatnya. Tapi nyatanya pria itu justru bersikap seakan ia tak mengenal Haneul. Kyuhyun melewati Haneul begitu saja, membuat mata gadis itu kembali berair.

‘Bahkan sekarang kau sudah tak sudi untuk menatapku…’

 

*****

 

Haneul menatap pintu besi yang ada dihadapannya. Pintu menuju atap kampus. Dengan ragu tangan gadis itu menyentuh grandel pintu. Gadis itu bertanya-tanya apa pria yang ia rindukan ada dibalik pintu itu.

Hembusan angin yang sepoi-sepoi menyambut Haneul begitu ia mendorong pintu itu. Kosong. Tidak ada satu manusia pun disana. Haneul mendesah sedih. Ia berjalan lurus, mendekati tembok pembatas. Gadis itu memandang pemandangan sekitar Kyunghee dari tempatnya berpijak. Mungkin ini akan menjadi yang terakhir kalinya Haneul datang ketempat ini. Ini merupakan tempat favorit Kyuhyun, dan kebetulan letaknya memang dekat dengan fakultas namja itu. Jika ia masih nekat untuk datang kesini, ia pasti akan sering bertemu dengan namja itu.

TAP TAP TAP

Tubuh Haneul menegang. Tak lama suara langkah kaki itu berhenti. Dengan ragu Haneul membalikkan tubuhnya. Disana, tak jauh dari tempatnya berdiri, sosok pria tampan itu tengah menatapnya intens, membuat Haneul kembali terbuai untuk yang kesekian kalinya.

Kyuhyun melangkah maju dan berhenti tepat didepan Haneul. Mereka sama-sama diam.

“Mianhe…” Ucap Kyuhyun pada akhirnya. Suara pria itu terdengar amat lirih. Haneul tahu bahwa Kyuhyun pasti merasa bersalah padanya. Tapi gadis itu tak ingin dikasihani. Ia takkan membenci pria itu hanya karena Kyuhyun lebih memilih untuk kembali bersama Jiyeon. Haneul menghargai keputusan Kyuhyun.

“Bisakah kau melupakan semuanya? Anggap tidak pernah terjadi apapun diantara kita. Aku ingin menata kembali hubunganku bersama Jiyeon. Aku minta maaf jika aku telah menyakitimu. Tapi, ini adalah pilihanku.”

Haneul mengepalkan tangannya dengan erat. Dengan bersusah payah menahan air matanya, gadis itu menatap Kyuhyun. Ia tersenyum kecil. “Jangan khawatir sunbae. Akan aku pastikan bahwa kau akan dapat menata hubunganmu kembali dengan Jiyeon-ssi. Ia takkan tahu tentang apa yang pernah terjadi diantara kita karena aku akan melupakan semuanya. Mulai detik ini Cho Haneul tidak mengenal Cho Kyuhyun…”

 

*****

 

Hujan kembali turun membasahi kota Seoul. Haneul berdiri didepan gedung kampus. Mata gadis itu menerawang ke langit yang gelap karena hujan. Terakhir kali hujan adalah saat ia bersama Kyuhyun di taman kota. Haneul menggelengkan kepalanya, berusaha untuk menghapus segala kenangan indah bersama Kyuhyun yang pernah terjadi dihidupnya. Ia tak pantas untuk tetap menyimpan kenangan itu. Bahkan Kyuhyun sendiri yang meminta ia melupakannya.

“Sepertinya untuk kedepannya aku akan tetap menikmati hujan seorang diri.” Haneul tersenyum miris.

“Yah, hujan… Apa oppa membawa payung?”

“Aniya, aku tidak membawa payung.”

Haneul membeku ketika mendengar suara baritone itu. Ia tidak berani menoleh karena tahu bahwa suara itu adalah milik Kyuhyun. Kyuhyun dan Jiyeon berdiri tepat disebelahnya. Tangan Jiyeon bahkan masih melingkari lengan Kyuhyun, seakan tak terpisahkan. Haneul hanya bisa menghela napas pedih. Miris memang. Tempat ini adalah tempat dimana untuk pertama kalinya ia menikmati hujan berdua saja bersama Cho Kyuhyun. Kali ini ia kembali menikmati hujan bersama namja itu, ditempat yang sama. Namun kali ini ada Park Jiyeon diantara mereka. Di tempat ini ia menikmati hujan bersama Kyuhyun untuk yang pertama kalinya, dan di tempat ini pula ia akan menikmati hujan bersama Kyuhyun untuk yang terakhir kalinya.

Haneul memakai tudung kepala hoodie birunya sebelum ia berlari kecil menerobos hujan. Haneul menggenggam erat pergelangan tangannya masih masih dilingkari oleh gelang biru pemberian Kyuhyun. Untuk yang pertama kali dalam hidupnya Haneul menangis dibawah hujan.

‘Selamat tinggal Cho Kyuhyun. Semoga kau berbahagia dengan pilihanmu…’

Kyuhyun menatap punggung Haneul yang menjauh dengan pandangan yang sulit diartikan. Ia sadar benar bahwa ia sudah menyakiti hati gadis yang tulus mencintainya. ‘Mianhe Cho Haneul… Hidup lah dengan baik dan segeralah temukan penggantiku. Kau pantas untuk mendapatkan namja yang jauh lebih baik.’

 

– The End-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

18 tanggapan untuk “On Rainy Day, With You…

  1. Cho Kyuhyuh Jahat aishhhh…….Untuk pertama kalinya aku pengen banget getok kepalanya si Kyuhyun..Aigoo Jahat bangaet sih abang satu itu. Ah Haneul semoga kau dapat pengganti secepatnya. Eh tapi Chingu, kayaknya kalau dibuat sequel bagus..heheheh, buat Kyuhyun yang jadi ngejar2 Haneul dong…hehheheh

    Keep Writing Chingu :_

    1. Wah, klo aku emg udh sering bgt pengen getok kepala yg isinya cuma game ama rumus matematika itu xD Haha, hmm… belum tau nih apa bakalan ada sequel atau ngga. Tergantung mood wkwkwkw… gomawo udh baca ^^

  2. ais wae wae……?????
    kok kyuhyun bersikap kyk gtu sih. jahat bgt.
    kenapa mereka harus balikan sih. kan kasian haneul.
    eonni sequel jebal, buat kyuhyun jadi suka sama haneul.
    d tunggu eon kekekeke.
    EONNI FIGHTING…!!!

    1. Kyuppa emg plin plan bgt disini >.<
      Haha, blm tau nih bakalan ada sekuel atau ngga. Tergantung mood aja nih wkwkwkw. Gomawo udh baca dan komen ^^

  3. huweeeeeee TT______TT
    nyeseekkkk weh..
    kenapa sad?
    tadi malem baca novel sedih ckyag ini juga sedih..
    sequeo thor, kudu bin wajib..
    epil kudu ngejar2 haneul biar tau rasa :p

    1. Iya nih, aku emg lagi kebanyakan baca novel sama nonton drama yg menguras air mata, jd tercetuslah ide ff galau ini. Buat sekuel aku blm ada rencana sih. hehe, tp kyknya ngga ada sekuel deh. Gomawo udh baca dan komen ^^

  4. yahhh.. 😦
    thor Suju’s lil sista nya lanjut dong..
    tapi yang Choi bro sistsr lebih banyaaak..
    yah yah yah?? *puppy eyes*

  5. duh kak, keren bingittss!! td aku hampir nangis di akhirnya. tema ceritanya sih sederhana, tapi dibuat kak author jadi jadi ga biasa!! suka bgtt><

  6. yahh bang kyu
    tga skali drimu…..
    seorang namha hrus bsa dipercya omngannya….
    mendg ga ush ngasih hrpan kko g pasti,tmbh nyktin org lain aja…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s