Diposkan pada Chapters, KyuYeon (Kyuhyun Jiyeon)

Can I Love You? (Part 1)

Can I Love You

Author : Cho Haneul 
Title      : Can I Love You?
Type     : Chaptered
Genre  : Romance, Drama

Cast :
– Park Jiyeon
– Cho Kyuhyun
– Choi Siwon

_______________________________________

Tidak pernah sedikit pun terlintas dalam pikiran Jiyeon jika ia akan menikah diusianya yang baru menginjak 21 tahun. Usia 21 tahun memang tergolong masih sangat muda untuk memasuki dunia pernikahan. Jika gadis-gadis lain masih menikmati umur 21 tahun mereka dengan melakukan hal-hal yang mereka sukai, namun Jiyeon harus belajar untuk menjadi seorang ibu rumah tangga yang baik bagi suaminya. Cho Kyuhyun, nama pria yang telah resmi menjadi suaminya, adalah seorang pria tampan berusia 26 tahun yang juga merupakan seorang CEO dari perusahaan Fortune Group.

Pernikahan mereka memang didasari oleh perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tua mereka, atau mungkin lebih tepatnya kedua orang tua Kyuhyun. Awalnya Jiyeon ragu ingin menerima perjodohan itu, namun gadis itu seketika berubah pikiran ketika ia bertemu dengan Kyuhyun. Jiyeon amat sangat memuja paras tampan pria itu. Bahkan ia sampai mengesampingkan sikap namja itu yang acap kali kaku dan dingin.

Yah, Jiyeon terjerat oleh pesona dari seorang Cho Kyuhyun.

3 bulan mengenal Kyuhyun cukup untuk Jiyeon memahami sifat namja itu. Sebenarnya Kyuhyun adalah namja yang baik, hanya saja sikap dingin dan kaku namja itu cukup dominan hingga agak mengganggu  Jiyeon. Namun Jiyeon sudah bertekad bahwa ia akan merubah sifat namja itu. Meski sulit ia takkan menyerah.

Jiyeon tersenyum memandang wajah Kyuhyun yang tengah tertidur pulas. ‘Tampannya…’ Batin gadis cantik itu. Tangannya dengan ragu mengusap kepala Kyuhyun. Kyuhyun terlihat sangat damai dalam tidurnya.

Kyuhyun meleguh kecil sebelum kedua matanya terbuka. “Selamat pagi oppa.” Sapa Jiyeon lembut.

“Pagi.” Jawab Kyuhyun singkat. Namja itu merubah posisi tidurnya menjadi terlentang. Jiyeon masih setia memandang Kyuhyun dengan pandangan memuja.

“Waeyo?” Tanya Kyuhyun.

“Ah, aniyo… em… ayo kita bersiap-siap untuk sarapan. Kurasa eommadeul dan appadeul sudah menunggu kita.”

Tanpa berkata apa-apa, Kyuhyun beranjak dari tempat tidur dan masuk kedalam kamar mandi. Jiyeon menghela napas sembari menatap pintu kamar mandi yang baru saja ditutup oleh Kyuhyun dengan pandangan sedih. Ia tahu bahwa Kyuhyun belum bisa sepenuhnya menerima kehadirannya sebagai seorang istri.

“Aku tahu kau masih mencintainya oppa…”

 

*****

 

Keluarga Cho dan Park tengah menikmati sarapan pagi mereka di restoran hotel. Semalam kedua putra dan putri mereka mengadakan pesta pernikahan yang sangat mewah dan meriah di hotel bintang lima di Seoul.

“Ini hadiah dari appa dan eomma.” Tuan Park menyerahkan selembar amplop pada Kyuhyun. Kyuhyun menerimanya dengan seulas senyum. “Terima kasih appa.”

“Ini apa?” Tanya Jiyeon penasaran. Namun rasa penasarannya itu tak lama terjawab sudah. Ditangan Kyuhyun ada 2 lembar tiket pesawat dengan tujuan Yunani. Jiyeon mengerjapkan matanya, masih tak percaya dengan 2 lembar tiket yang berada ditangan Kyuhyun. Gadis itu memang sangat menyukai Yunani, dan sudah lama pula ia ingin pergi kesana.

“Gomawo appa, eomma!” seru Jiyeon girang.

“Ne, cheonmaneyo sayang. Eomma harap kalian bersenang-senang disana.” Ujar Nyonya Park sambil tersenyum lembut.

“Dan ini adalah hadiah dari appa dan eomma.” Gantian tuan Cho yang memberikan hadiah. Pria itu menyerahkan sebuah amplop yang isinya sudah dapat ditebak oleh Kyuhyun maupun Jiyeon. “Tiket lagi?” Tanya Kyuhyun sembari menatap ayah dan ibunya.

Cho Hana, ibunda Kyuhyun, tersenyum sumringah. “Ya, tapi dengan tempat yang berbeda tentunya. Ini adalah tiket ke Roma.”

“Tidak hanya itu saja, appa menghadiahkan libur sebulan untukmu.” Tuan Cho menambahi.

Kyuhyun tersenyum kecil. Sebenarnya ia tidak terlalu tertarik dengan semua rencana bulan madu yang dirancang oleh kedua orang tua mereka. Malah jika bisa, Kyuhyun tidak ingin adanya bulan madu. Ia tidak keberatan jika besok ia harus masuk kantor dan kembali berkutat dengan berkas-berkas tercintanya itu.

Tapi pria itu masih cukup waras untuk tidak menolak keinginan orang tua mereka. “Kalian tenang saja, kami akan bersenang-senang disana.” Ucap Kyuhyun pada akhirnya.

 

*****

 

Keberangkatan Jiyeon dan Kyuhyun dalam rangka bulan madu telah dijadwalkan minggu depan. Jiyeon sudah tidak sabar dengan keberangkatan mereka tersebut. Gadis itu bahkan sudah membuat jadwal acara mereka selama berada di Itali dan Yunani nanti.

Kyuhyun menatap layar ponselnya dengan pandangan menerawang. Sudah cukup lama ia tidak menerima telepon dari orang tersebut. Kyuhyun menghela napas sejenak sebelum ia menjawab telepon tersebut.

“Yoboseyo.”

“Kyuhyun-ah. Apa kabar? Selamat atas pernikahanmu. Mian, aku tidak datang. Aku baru saja kembali dari tugas dinasku di Taiwan.”

“Aku baik-baik saja hyung. Ne, terima kasih. Aku mengerti kesibukanmu. Tapi aku tetap menunggu kado pernikahan darimu, eo.” Si penelepon di seberang sana tertawa kecil mendengar kelakar Kyuhyun. Seulas senyum pun tak ayal muncul diwajah tampan nan dingin milik Kyuhyun.

“Ah, selain ucapan selamat, aku juga ingin menyampaikan pesan dari ibuku. Besok adalah ulang tahun pernikahan eomma dan appa. Kami akan membuat acara kecil-kecilan. Eomma dan appa sangat berharap kau dapat hadir besok. Mereka merindukanmu. Sudah lama kau tidak pernah main ke rumah.”

“Arasseoyo Siwon hyung. Aku pasti akan datang.” Kyuhyun tersenyum lemah.

Siwon menghela napas. “Kyu, walaupun kau sudah menikah dengan gadis lain, keunde sampai kapanpun kami akan tetap menjadi keluargamu. Kami menyayangimu Kyu.” Kyuhyun terdiam mendengar perkataan Siwon. “Ajak istrimu juga ya. Kami kan ingin berkenalan dengannya. Eomma dan appa bilang istrimu sangat cantik. Aku dan Soojin jadi penasaran. Pokoknya kedatanganmu akan sangat kami nanti-nantikan.”

Kyuhyun berjalan perlahan menuju beranda kamarnya. Kedua matanya terpejam, menikmati semilir angin yang membelai wajahnya. Berat rasanya bagi Kyuhyun untuk kembali ke rumah itu. Rumah yang dulu sering ia kunjungi, namun setahun belakangan menjadi rumah yang paling ia hindari. Rumah itu adalah rumah Choi Sooyoung, kekasihnya yang sudah meninggal setahun silam.

“Sooyoung-ah…”

 

 

*****

 

 

Sesekali Jiyeon mencuri pandang kearah Kyuhyun. Gadis cantik itu cukup kaget saat tiba-tiba saja Kyuhyun mengajaknya untuk datang ke rumah Sooyoung. Jiyeon tahu betul siapa gadis itu dan apa posisinya dihati Kyuhyun dulu, atau mungkin masih hingga kini. Sooyoung adalah kekasih Kyuhyun yang meninggal setahun silam dalam sebuah kecelakaan. Kyuhyun sempat frustasi saat kehilangan Sooyoung. Bahkan pria itu sempat nekat melakukan percobaan bunuh diri. Maka dari itu kedua orang tua Kyuhyun merancang perjodohan antara Kyuhyun dan Jiyeon. Mereka hanya tak ingin melihat putra mereka terpuruk terlalu lama dalam masa lalu.

“Oppa…” Suara Jiyeon terdengar amat lirih. Gadis itu meremas kedua tangannya. Kyuhyun menoleh sekilas namun sama sekali tidak membalas perkataan gadis itu.

“Oppa gwenchana?”

“Eo, aku baik-baik saja.” Jawaban singkat khas seorang Cho Kyuhyun terdengar.

Sebenarnya jika boleh memilih, maka Jiyeon tidak ingin ikut ke rumah Sooyoung. Ia merasa akan sangat aneh rasanya ketika berkunjung ke rumah mantan kekasih suamimu. Apalagi dengan fakta menyakitkan bahwa sang suami masih mencintai mendiang kekasihnya itu.

 

*****

Jiyeon merasakan ketenangan kala berada didalam rumah keluarga Choi. Rumah itu sangat hangat dan sarat akan kebersamaan. Persis seperti dirumah keluarganya. Keluarga Choi menyambut mereka dengan baik. Tadinya Jiyeon sudah takut jika keluarga Choi tidak menyukai dirinya, namun segala pemikiran gadis itu salah. Keluarga Choi menerimanya dengan sangat baik.

“Kau cantik sekali, Jiyeon-ah. Terlihat serasi bersanding dengan Kyuhyun. Aku turut berbahagia atas pernikahan kalian.” Ujar Choi Jinah, ibunda Sooyoung. Jiyeon tersipu malu. “Ghamsahamnida.” Jiyeon berkata dengan sopan.

“Senang bertemu denganmu, Jiyeon. Perkenalkan, aku Choi Soojin anak kedua dikeluarga ini sekaligus kakak perempuan Sooyoung. Terima kasih sudah mau datang. Maaf aku tidak datang saat pernikahan kalian. Aku tinggal dan bekerja di Busan.”

“Ah ne, gwenchana Soojin-ssi.”

Soojin tersenyum. “Kau bisa memanggilku Soojin eonnie. Aku akan senang sekali mendengar panggilan itu lagi.”

“Ne, Soojin eonnie.” Jiyeon tersenyum manis.

_____________________________________

 

Jiyeon tengah memperhatikan sekeliling rumah keluarga Choi. Pandangan gadis itu tertumpu pada sebuah foto yang digantung didinding rumah. Foto seorang gadis cantik dengan rambut coklat panjang yang menambah kesan elegan gadis didalam foto tersebut. Tanpa diberitahu pun Jiyeon dapat memastikan bahwa gadis yang ada didalam foto tersebut adalah Choi Sooyoung. Jiyeon memandang foto itu. Ia mengakui bahwa Sooyoung memang benar-benar cantik dan mengingat sifat-sifat gadis itu yang pernah diceritakan oleh Cho Ahra membuat Jiyeon mengerti mengapa Kyuhyun begitu mencintai dan sangat sulit untuk melepas Sooyoung. Gadis itu sangat berharga.

Jinah menghampiri Jiyeon dan duduk disebelahnya. Wanita paruh baya itu menggenggam tangan Jiyeon lembut. “Aku harap kau bisa menjaga dan membahagiakan Kyuhyun. Ah, aku yakin kau pasti bisa. Aku sedih melihat Kyuhyun yang begitu hancur saat ditinggal Sooyoung. Ketika mendengar kabar bahwa Kyuhyun akan menikah, kami semua sangat senang. Kami berharap Kyuhyun akan kembali menemukan kebahagiaannya. Kyuhyun sudah kuanggap seperti anakku sendiri, dan mulai sekarang kau juga kuanggap seperti anakku. Terima kasih sudah mau datang kesini. Sooyoung bisa beristirahat dengan tenang sekarang, sebab sudah ada kau yang berada disamping Kyuhyun dan menjadi sandaran baginya.”

Jiyeon mengangguk pelan meskipun dalam hati ia tak yakin bahwa Kyuhyun akan menjadikan dirinya sandaran bagi namja itu. Kyuhyun seakan tak terjamah. Ia terlalu membentengi dirinya. Jiyeon melirik kearah Kyuhyun yang sedang berbincang-bincang dengan ayah dan kakak lelaki Sooyoung.

 

 

*****

 

 

Jiyeon baru saja keluar dari kamar mandi yang berada dilantai 2. Langkah kaki Jiyeon mendadak berhenti kala ia melihat sebuah pintu dengan Hiasan bintang dan inisial S dipintunya. Rasa penasaran mendorong gadis itu untuk membuka pintu kamar itu. Suara derik yang pelan terdengar bersamaan dengan terbukanya pintu kamar tersebut. Wangi jeruk langsung menyambut indera penciuman Jiyeon, membuat gadis itu tersenyum kecil akan sebuah kesamaan dirinya dan Sooyoung. Sama-sama menyukai aroma jeruk.

Kamar berukuran sedang itu tertata dengan sangat apik dan rapi, menandakan bahwa kamar itu selalu dirawat dan dibersihkan setiap hari meskipun sang pemilik sudah tidak ada. Jiyeon melangkah semakin masuk kedalam kamar. Gadis itu menatap foto-foto Sooyoung yang ditempel didinding kamar gadis itu yang berwarna soft pink. Jiyeon tersenyum menatap foto-foto Sooyoung bersama teman-temannya tersebut. Ia dapat merasakan keceriaan Sooyoung melalui foto-foto itu.

Tangan Jiyeon terjulur untuk mengambil sebuah pigura berwarna soft pink yang terletak diatas meja rias Sooyoung. Itu adalah foto Sooyoung bersama Kyuhyun. Wajah Kyuhyun terlihat amat bahagia disitu, membuat Jiyeon agak merasa iri sebab Kyuhyun tidak pernah terlihat sebahagia itu saat bersamanya. Jiyeon tertawa sedih. ‘Wajar saja, dia kan tidak pernah mencintaiku.’ Batin Jiyeon miris.

Jiyeon kembali meletakkan pigura tersebut ditempatnya. Saat membalikkan badannya, tanpa sengaja tangan Jiyeon menyenggol sebuah buku hingga buku tersebut terjatuh tepat dikaki Jiyeon. Jiyeon mengambil buku itu dan berniat untuk meletakkan ketempat semula, sebelum gadis itu sadar bahwa buku yang tengah dipengangnya itu adalah diary milik Sooyoung.

Batin Jiyeon bergejolak. Haruskah ia melanggar privasi Sooyoung dan membaca diary milik gadis itu? Aniya! Jiyeon menggelengkan kepalanya. Meskipun Sooyoung sudah meninggal, namun tak pantas rasanya jika Jiyeon membaca diary milik gadis itu. Jiyeon kembali meletakkan diary tersebut dan memutuskan untuk segera pergi dari kamar itu. Akan tetapi lagi-lagi batin Jiyeon bergejolak. Seakan ada bisikan yang menyuruhnya untuk mengambil dan membaca diary itu. Jiyeon menoleh kebelakang, tepat kearah diary tersebut. Dengan ragu ia mengambil diary itu.

“Maafkan aku Sooyoung-ssi. Bukannya aku ingin melanggar privasi mu, keunde aku hanya ingin mengenalmu lebih dalam lagi. Aku ingin menjadi sepertimu yang dicintai oleh Kyuhyun oppa. Aku harap kau mengerti.”

Lembar demi lembar dari diary tersebut Jiyeon telusuri. Sesekali Jiyeon tersenyum membaca tulisan Sooyoung yang lucu. Membaca diary Sooyoung membuat Jiyeon merasa seakan-akan Sooyoung tengah bercerita padanya. Jiyeon sampai pada tulisan mengenai Kyuhyun.

 

Aku mencintainya, aku mencintai Cho Kyuhyun…
Ini memang bukan pertama kalinya aku menjalin cinta dengan seorang namja, tapi bersama Kyuhyun membuatku seperti baru pertama kali merasakan cinta. Ia selalu bisa membuatku jatuh cinta padanya setiap hari. Yah, aku sudah terjerat dalam pesona Cho Kyuhyun 😀

 

Masak?! Aku pasti sudah gila! Seumur hidup aku tak pernah melakukan sesuatu yang tidak kusuka, bahkan meskipun dipaksa oleh kedua orang tuaku. Namun sekarang aku melakukan hal yang tidak pernah aku pikirkan sebelumnya yaitu MEMASAK. Aku yang bahkan tidak dapat mengupas kulit apel dengan benar ini, mati-matian belajar memasak demi Kyuhyun. Kyuhyun pernah bercerita padaku jika ia ingin mempunyai istri yang seperti ibunya, yaitu seorang istri yang taat pada suami, dapat mengatur rumah tangga dengan baik, dan yang paling penting dapat memasak dengan baik. Aku yang amat payah dalam hal memasak ini rela menghabiskan waktuku berkutat didapur. Aku harap masakan pertamaku ini tidak terlalu buruk dan Kyuhyun akan suka.

 

“Memasak?” Gumam Jiyeon. Jiyeon tidak pernah tahu jika Kyuhyun menyukai gadis yang ahli dalam mengolah bahan makanan itu. Dan celakanya, Jiyeon tidak bisa memasak!

“Lagi-lagi kita memiliki kesamaan eonnie.”

Jiyeon sudah bersiap akan membaca halaman selanjutnya, namun suara langkah kaki membatalkan niat gadis itu. Dengan sigap Jiyeon memasukkan buku harian Sooyoung kedalam tas tangannya. Tak lama setelah itu pintu kamar terbuka dan menampakkan Kyuhyun yang tengah menatap heran kearah Jiyeon.

“Sedang apa kau disini?” Tanyanya curiga.

Jiyeon agak panic, namun ia berusaha untuk bersikap biasa. “Ah itu… tadi aku habis dari kamar mandi, dan aku melihat pintu kamar ini tidak tertutup. Lalu… emm… Ah, Sooyoung eonnie ternyata jauh lebih cantik daripada perkiraanku.” Jiyeon tersenyum manis, berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.

Kyuhyun hanya diam, namun Jiyeon tahu bahwa mata Kyuhyun tengah terpaku pada foto dirinya dan Sooyoung yang ada di rak. Wajah Kyuhyun berubah mendung. Dengan nada datar namja itu mengajak Jiyeon untuk pulang. “Sudah sore, ayo kita pulang. Aku ingin istirahat.”

“Ah, ne oppa.”

Jiyeon berjalan mengikuti Kyuhyun. Ia menatap sekilas kedalam kamar sebelum ia menutup pintu. ‘Aku pinjam diary mu dulu. Aku berjanji akan mengembalikannya…’

 

 

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

80 tanggapan untuk “Can I Love You? (Part 1)

  1. Huah kasian jiyeon, semoga kyuhyun bisa berubah menjadi lebih baik sikapnya k jiyeon
    D tunggu kelanjutannya , fighting!!!!

  2. kasian jiyeon eonni dia suka sma kyu, tpi kyu nya kyknya msih cinta bnget sma sooyoung. Semoga sikap kyunya berubah sma jiyeon eonninya. Ditunggu part selanjutnya ya thor ^^

  3. Kuu msh diselimuti bayang2 masa lalu bersama sooyoung.. Akh jiyeon kamu jadi diri kamu sendiri aja, jangan jadi orang lain demi buat dia jatuh cinta sama kamu..

  4. Akhirnya dirimu bikin FF kyuyeon lagi kkkkk xD
    Kyu dingin banged, hmmm secara ditinggal mati pacar gitu loh
    Jiyeon mesti usaha ekstra keras nih buat bikin kyu jatuh cinta
    Jiyeon fighting \O/

    Oh iya kapan bikin FF choi family lagi, diary of super junior itu loh xD

    1. Haloooo chingu 😀 udh lama tak melihatmu disini wkwkwkwk xD iya nih, ngga tau knp pas bangun tidur lgsg dpt wangsit buat nulis FF Kyuyeon. secara udh lama bgt ngga nulis FF kyuyeon.

      Hmm, blm tau nih kpn bakalan lanjutin. kmrn sih udh pernah nyoba, tp gagal 😦

  5. hadeuhhh jiyi yg extra sabar yah buat kyuhyun cinta kamu. Semoga gak ketauan deh sma kyu kalo jiyi minjem buku diary soo
    di tunggu part selanjutnya semoga cepet publish yaa~ fighting!!

  6. Kasian jiyeon nikah tp suaminya masih terperangkap sama masa laalunya…..
    D tambah sikap dingin kyu k jiyeon…”Engkap sudahlah penderitaan jiyeon

  7. huuuhh kasian jiyi d cuekin kyu .. aduuhh yg sabar ya jiyi ? nanti jg itu setan bakalan luluh akan kecantikan mu koq.. next part

  8. Omoooo kyuyeon baru lagi😍 gomawo bella-ssi yang kembali membawa kyuyeon feels saya :’) ekekekek ceritanyaaaa seruuuu tapi kasian bgt jiyeon 😮 semoga kyu bisa berbalik mencintai jiyi lebih dr saat dia mencintai youngie😇😇

  9. aku reader baru nih… nemu ff ini 😀 main cast ceweknya aku suka. hjehehe

    jangan2 ntr Jiyeon berusaha jadi sooyoung lagi, lanjutannya ditunggu ya

  10. hwaaaaa
    anyeoooong saeeeeeeeng…. 🙂
    lamaaaaa nya eon gak main ksini!!!!
    kangeeeeennn,
    and ternyata ada ff KyuYeon yang baruuuu!!! 😀
    eon ktinggalan pula… 😦
    saeng eon baca part slnjut_ny dulu ya…hehe

  11. annyeong aku dah baca beberapa ff kamu dan mulai baca cerita ini moga aja berbeda dari cerita perjodohan klasik ya tapi aku suka kok buat part awalnya

  12. Ternyata Sooyoung nya sdh meninggal dan Kyu oppa blm bs melupakannya, Jiyeon sendiri berusaha akannmjd istri yg baik u Kyu oppa, Jiyeon sendiri merasa memiliki bbrp kesamaan dgn Sooyoung

  13. Annyeong chingu ya…izin bc ff mu nee…ku br nemu…aku sukaaaaa banget sama kyuyeon…jd aku lnsung bc meski udah jam 00…hehe….aku izin lnjut nee ??? gomaawoo…kyula niiiiiim…

  14. ah sediiiih banget, kasian jiyi harus bisa terbiasa sama sikap dingin kyu tapi emang susah pasti ngobatin sakit hatinya :’)
    semoga kyu ga marah sama jiyi kalo tau dia minjem buku hariannya sooyoung :’)
    aku lanjut baca ya ^^

  15. Annyeong ^^
    Jiyi tulus mencintai kyu,, yg sabar n kuat ya jiy 🙂 fighting!!
    Kyu kapan kau akan membuka hatimu lg..
    Ff na baguuuss 😀

  16. hi izin baca yaaa, temanya suka banget deh walau udah ga asing tapi penjabaran dari ceritanya yg bikin penasaran dan ga nyesel buat bacaaaa. keren 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s