Diposkan pada Chapters, KyuYeon (Kyuhyun Jiyeon)

Can I Love You? (Part 3)

1403623943283

Author : Cho Haneul 
Title      : Can I Love You?
Type     : Chaptered
Genre  : Romance, Drama

POSTER FROM MY DONGSAENG 

Cast :
– Park Jiyeon
– Cho Kyuhyun
– Jung Eunji
– Choi Minho
– Kim Woo Bin
– Hong JongHyun
– Lee Hyukjae
– Lee Sungmin
– Victoria Song

_______________________________________

 

Masa bulan madu Jiyeon dan Kyuhyun telah berakhir. Pasangan pengantin baru itu telah kembali ke Korea dengan membawa banyak kenangan selama mereka melakukan perjalanan bulan madu mereka. Kenangan yang tentunya amat berarti bagi Jiyeon. Kedua insan itu tidak kembali tinggal di rumah orang tua mereka, melainkan langsung tinggal di penthouse yang mulai sekarang menjadi tempat tinggal pasangan baru itu. Kyuhyun memang sudah lama menyiapkan penthouse itu jika kelak ia sudah menikah.

Jiyeon menatap puas sekeliling penthouse. Gadis itu tidak bosan-bosannya mengagumi desain interior penthouse mereka yang didominasi oleh warna putih dan krim. Benar-benar terkesan elegan dan mewah. Belum lagi dengan kaca yang mengelilingi penthouse mereka sehingga Jiyeon dapat dengan mudah menikmati pemandangan kota Seoul yang meskipun padat namun tetap teratur.

Kamar tidur mereka sendiri didominasi oleh warna coklat gelap dan putih. Jika dalam soal desain interior, Kyuhyun memang patut untuk diancungi jempol. Jiyeon mengakui kehebatan suaminya itu. Tadinya Jiyeon berpikir bahwa mereka akan tidur di kamar yang terpisah, namun ternyata Kyuhyun tidak keberatan jika mereka harus berbagi kamar.

Jiyeon tengah duduk disofa putih sembari menonton tayangan televisi. Kyuhyun sudah pergi sekitar satu jam yang lalu. Ponsel Jiyeon berbunyi. Jiyeon tersenyum kala melihat nama Eunji, sahabatnya, tertera dilayar ponselnya.

“Yoboseyo?”

“Kyaaa~ Jiyeon-ah, neomu geuriwo!” Pekik Eunji.

Jiyeon terkekeh geli. “Ne ne. Aku juga merindukanmu.”

“Bagaimana bulan madu kalian?”

“Baik. Yah, meskipun tidak romantis seperti yang kuharapkan.” Ada nada sedih dan kecewa yang tersirat dinada suara gadis cantik itu.

Eunji terdiam. Ia turut prihatin dengan kondisi rumah tangga sahabatnya itu. “Jangan sedih, Jiyeon-ah. Perlahan-lahan semua pasti akan membaik. Kalian kan baru menikah. Masih ada banyak kesempatan untuk saling mendekatkan diri.” Hibur Eunji.

Jiyeon tersenyum simpul mendengar perkataan Eunji. Ia merasa agak sangsi bahwa Kyuhyun akan dapat menerimanya, mengingat pikiran namja itu masih dipenuhi oleh sang mantan.

“Yak, kau ada membelikanku oleh-oleh, kan?”

“Hmm… ada tidak ya?”

“Yak, tega sekali kau jika sampai tidak membelikan apapun untuk sahabatmu ini.”

Jiyeon tertawa. “Haha, tentu saja aku takkan lupa pada Jung Eunji yang cantik ini.”

“Jiyeon-ah…” Tiba-tiba nada bicara Eunji berubah menjadi serius, membuat Jiyeon mengernyit heran.

“Waeyo?”

“Minho sudah tahu mengenai pernikahanmu. Dia marah besar. Aku takut jika ia kembali berbuat nekat.”

Jiyeon terdiam mendengar perkataan Eunji. Mendadak rasa cemas dan takut menyelimuti perasaannya. Choi Minho. Lelaki yang paling ia hindari dimuka bumi ini. Pria tampan dan tinggi itu adalah mantan kekasih Jiyeon. Hubungan mereka kandas akibat Minho yang terlalu posesif dan kerap bersikap kasar pada Jiyeon. Jika sudah marah, Minho takkan segan-segan menampar dan mengeluarkan kata-kata kasar pada Jiyeon. Sebenarnya, sampai detik ini Minho masih menganggap Jiyeon kekasihnya. Meskipun sudah hampir satu tahun semenjak mereka putus, namun namja itu masih tidak terima atas keputusan sepihak Jiyeon.

Sekarang Jiyeon panik. Bagaimana jika Minho kembali mengganggu hidupnya? Bahkan mungkin lebih parah daripada biasanya. Jiyeon menyandarkan tubuhnya dengan lemah disandaran sofa. Ponselnya masih terletak di telinga kanannya.

“Jiyeon? Kau masih disana?”

“Ne.” Jiyeon menghela napas. “Aku harus bagaimana, Eunji-ya? Aku takut…” Lirih Jiyeon.

Eunji masih diam. Gadis manis itu pun juga tak kalah bingung. Ia kenal watak Minho. Pria itu adalah pria ternekat yang pernah ia kenal. “Em… itu akan kita pikirkan nanti. Tapi, apapun yang terjadi aku akan selalu melindungimu. Woo Bin dan Jonghyun oppa juga.”

“Gomawo Eunji-ya.”

 

 

*****

 

 

_KONA BEANS, CAFE_

“Bagaimana bulan madu mu? Apa kalian sudah melakukan ‘itu’?” Tanya Hyukjae sambil menyengir lebar. Kyuhyun menatap tajam kearah rekan kerja sekaligus sahabat karibnya itu.

“Tutup mulutmu, hyung! Tidak ada terjadi apapun diantara kami. Aku dan Jiyeon hanya liburan.” Jawab Kyuhyun. Hyukjae dan Sungmin mendesah kecewa. Sebenarnya mereka sudah menduga ini. Meskipun Kyuhyun tidak pernah secara terang-terangan mengungkapkan isi hatinya, namun kedua namja yang lebih tua daripada Kyuhyun itu tahu dengan sangat bahwa Kyuhyun belum bisa sepenuhnya melupakan Sooyoung. Kyuhyun terlalu mencintai gadis itu.

Sungmin menatap Kyuhyun dalam. “Aku bukannya bermaksud untuk ikut campur. Tapi cobalah untuk menerima kehadiran Jiyeon sebagai istrimu. Dia gadis yang baik dan terlihat sekali bahwa ia memujamu.” Ucap Sungmin.

Kyuhyun hanya diam tidak merespon. Alih-alih, ia kembali menyesap kopi miliknya. Ia tidak berani mengumbar janji mengenai perasaannya itu. Ia takut bahwa sampai kapanpun ia takkan bisa menerima kehadiran Jiyeon. Ia tak ingin memberikan harapan palsu pada gadis itu.

 

*****

 

 

_JEGUK UNIVERSITY_

Jiyeon berjalan dengan tidak tenang disepanjang koridor kampus. Ia begitu takut jika harus bertemu dengan Minho. Memang mereka berbeda fakultas dan gedung fakultas Minho terletak lumayan jauh dari gedung fakultasnya. Namun itu tetap tidak menutup kemungkinan bahwa mereka akan bertemu, bukan?

Eunji yang berjalan disamping Jiyeon juga sedari tadi waspada. Gadis itu sudah bersiap-siap jika seandainya Minho muncul dan mulai berbuat nekat, walaupun ia berharap agar hal itu tidak terjadi.

“Wooh!”

“KYAAA!”

Jantung Eunji dan Jiyeon nyaris copot. Tanpa sadar kedua gadis itu sudah berpelukan erat. Pria yang tadi mengagetkan kedua yeoja itu malah tengah asyik tertawa geli, menikmati ekspresi takut yang jelas sekali terpatri diwajah kedua gadis itu. Jiyeon merengut kesal. “Kau menyebalkan sekali Woo Bin oppa!” Jiyeon memukul bahu Woo Bin.

Woo Bin tertawa kecil. “Mianhe. Aku hanya tidak tahan untuk tidak mengerjai kalian. Ekspresi kalian lucu sekali. Seharusnya tadi ku rekam saja.”

“Tega sekali kau oppa!”

“Annyeong.” Satu orang pria lagi datang dan bergabung bersama mereka. Pria itu memiliki wajah dingin dan kaku, meskipun tak dapat dipungkiri bahwa ia tak kalah tampan dari actor-actor negeri gingseng tersebut. Pria itu juga memiliki tubuh yang menjulang tinggi. Benar-benar seperti model.

“Ah, annyeong Jonghyun oppa.” Sapa Jiyeon sembari tersenyum manis.

Woo Bin merangkul bahu kekasihnya, Eunji. “Ja, ayo kita makan siang. Perutku sudah lapar sekali.” Ujar namja tampan itu.

Mereka berempat berjalan bersama. Woo Bin dan Eunji didepan, sedangkan Jiyeon dan Jonghyun mengikuti dibelakang. Sesekali Jiyeon masih memandang sekeliling. Ia masih merasa cemas.

“Jangan khawatir, ada aku dan Woo Bin. Sudah bosan hidup namanya jika ia nekat menghampirimu sekarang.” Ujar Jonghyun lagi. Jiyeon tersenyum penuh terima kasih. Kedua namja itu selalu bisa membuatnya merasa aman.

Minho sebenarnya ingin menghampiri Jiyeon jika saja Woo Bin dan Jonghyun tidak muncul. Walhasil, namja itu hanya dapat menahan hasratnya untuk menghampiri Jiyeon dan meminta penjelasan dari gadis cantik yang masih diklaim sebagai kekasihnya itu. Minho tidak terima Jiyeon menikah dengan lelaki lain dan bukan dirinya. Menurut pria itu, hanya dia laki-laki yang pantas untuk menjadi pendamping Jiyeon.

 

*****

 

 

Jiyeon menarik napas lega saat ia sudah tiba di penthouse miliknya dan Kyuhyun. Seharian ini ia sudah berusaha semaksimal mungkin agar tidak bertemu dengan Minho. Jiyeon tahu bahwa ia memang tidak bisa selamanya menghindar seperti ini. Cepat atau lambat pria itu pasti akan menemuinya. Ini hanya masalah waktu.

Jiyeon berjalan menuju dapur dan mendapati Seo ahjumma, pembantu paruh hari di penthousenya, tengah memasak. Seo ahjumma tersenyum hangat menyapa Jiyeon. Gadis itu melihat masakan pembantunya tersebut. Jiyeon mendesah pelan. Betapa ia iri dengan kemampuan memasak Seo ahjumma. Pasti suami serta anaknya sangat bahagia memiliki istri dan ibu yang jago memasak sepertinya.

“Ada apa nona?” Tanya Seo ahjumma lembut.

Jiyeon menggeleng pelan. “Aniya. Aku… hanya iri. Ahjumma pintar sekali memasak. Suami dan anakmu pasti sangat senang.” Ucap Jiyeon pelan.

“Apa nona juga mau belajar memasak?” Seo ahjumma menatap Jiyeon sembari tersenyum.

“Eh, apa ahjumma mau mengajariku? Aku ini payah sekali dalam memasak.”

Seo ahjumma tertawa ringan. “Ahjumma dulu juga sangat payah dalam memasak, tapi dengan niat serta usaha yang keras, aku bisa menjadi seperti sekarang. Kalau nona bersungguh-sungguh pasti nona juga akan bisa memasak makanan untuk tuan muda Kyuhyun.”

Jiyeon tersenyum sumringah. Gadis itu ingat dengan salah satu tulisan Sooyoung dibuku hariannya. Sooyoung menulis bahwa Kyuhyun suka dengan gadis yang bisa memasak. Yah, Jiyeon sudah membulatkan tekadnya. Ia akan belajar masak dengan bersungguh-sungguh. Ia akan membuat Kyuhyun senang dan tidak menyesal karena telah memperistri dirinya.

“Baiklah, mulai hari ini ahjumma adalah tutor ku!” Jiyeon berseru dengan nada riang.

 

 

*****

 

 

“Enak?” Tanya Jiyeon dengan raut wajah harap-harap cemas. Ini merupakan hasil perdana masakannya. Bagi Jiyeon hasilnya tidak terlau buruk, begitu juga menurut Seo ahjumma. Tapi tetap saja, Jiyeon gugup memikirkan reaksi apa yang akan diberikan Kyuhyun. Secercah harapan muncul dalam diri gadis itu kala Kyuhyun menganggukkan kepalanya. “Not bad.” Ucap namja itu.

Jiyeon rasanya ingin berteriak senang. Tidak sia-sia usahanya berkutat didapur selama beberapa jam. Ia bahkan mengorbankan 2 buah jarinya yang sekarang terbalut perban. Yah, jangan salahkan gadis itu yang tidak bisa mengupas kulit buah. Ia memang tidak mahir menggunakan pisau.

“Kau yang memasak ini semua?” Tanya Kyuhyun berusaha untuk peduli pada sang istri. Jiyeon mengangguk senang. “Iya. Tapi tetap dengan bantuan Seo ahjumma.” Jiyeon tersenyum bocah. “Nah, manhi mokgo oppa. Ini semua adalah makanan kesukaanmu, bukan?”

Kyuhyun menatap Jiyeon. “Dari mana kau tahu ini semua adalah makanan kesukaanku?”

“Ah, tentu saja dari…” Ups! Jiyeon nyaris kelepasan bicara. Gadis itu berdeham. “Ehem, tentu saja dari Hanna eomma.” Bohongnya. Sebenarnya Jiyeon tahu semua makanan kesukaan Kyuhyun dari diary Sooyoung.

Kyuhyun hanya mengangguk, tidak curiga sama sekali. Toh memang masuk akal jika Jiyeon tahu itu semua dari sang ibu. ‘Memangnya dari siapa lagi?’ batinnya.

“Mulai sekarang aku akan selalu memasak makanan enak untuk oppa. Oppa tinggal menyebut saja, dan aku akan berusaha untuk memasaknya.” Jiyeon berkata sembari tersenyum manis. Nada bicaranya menyiratkan keseriusan yang sangat mendalam. Kyuhyun hanya tersenyum kecil. Ia cukup terkesan dengan semangat Jiyeon untuk menjadi istri yang baik. Dalam hati Kyuhyun merasa bersalah. Disaat Jiyeon sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyenangkan hati Kyuhyun dan menjadi istri yang baik bagi namja itu, dirinya sendiri justru masih terbelenggu dalam kenangan masa lalunya.

 

*****

 

 

Malang memang tidak selalu dapat ditolak. Sebisa-bisanya kita menghindar dari kemalangan tersebut, pada akhirnya kita akan kembali bertemu dengan kemalangan itu. Seperti yang tengah menimpa Jiyeon. Gadis itu tidak sadar bahwa sejak dari kampus hingga sampai di supermarket ia tengah diikuti oleh seseorang. Yah, siapa lagi kalau bukan Choi Minho. Namja berpostur tinggi itu sudah menanti saat-saat Jiyeon lengah dan sendirian. Setelah masa penantian selama kurang lebih seminggu, akhirnya ia menemukan celah itu.

Saat ini Jiyeon memang sedang sendirian mengintari supermarket sambil mendorong sebuah troli. Seminggu tidak mendapat tanda-tanda dari Minho membuat Jiyeon agak sedikit lengah. Gadis itu bahkan menolak niat baik Jonghyun untuk menemaninya belanja. Jiyeon merasa tidak enak sebab ia yakin jika pria itu pasti juga memiliki kesibukan lain yang jauh lebih berarti.

Jiyeon memilih daging-daging segar yang rencananya akan dibuat bulgogi. Tak lupa dengan beberapa jenis sayuran dan juga buah-buahan. Setelah membayar semua barang belanjaannya, Jiyeon berjalan menuju basement dimana ia memarkir mobilnya. Gadis itu memasukkan satu persatu plastik belanjaannya dibagasi belakang  mobil sedannya yang berwarna silver. Jiyeon menutup bagasi dan membalikkan badannya. Seketika ekspresi gadis itu memucat saat mendapati namja yang sudah berhari-hari dihindarinya tengah berdiri tepat dihadapannya. Pria itu menatapnya tajam, membuat bulu kuduk Jiyeon berdiri. Gadis itu ketakutan setengah mati.

Minho menarik lengan Jiyeon. Matanya masih fokus menatap mantan kekasihnya itu. “Lepaskan aku Minho!” Jiyeon meronta. Tapi percuma. Kekuatannya mereka tidak sebanding. Walhasil, Minho hanya menatap remeh pada Jiyeon. “Akhirnya kita bisa bertemu juga tanpa adanya para bodyguard bodohmu itu.” Ucap Minho sinis merujuk pada Woo Bin dan Jonghyun, serta Eunji.

“Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Jangan ganggu hidupku lagi!”

“DIAM!” Minho menggeram marah. Cengkraman tangan namja itu menguat hingga membuat Jiyeon meringis kesakitan. Namun sepertinya Minho tidak peduli. Yah, namja itu memang tidak pernah peduli.

“Kau tega menghianatiku. Lama menghilang dan tahu-tahu kau sudah menikah? Brengsek!” Umpat Minho penuh amarah. Tubuh Jiyeon bergetar. Ingin menangis rasanya. Namun gadis ini mati-matian berusaha tegar. Ia tak ingin terlihat lemah dihadapan musuh besarnya ini.

“Aku tidak pernah menghianatimu. Kita memang sudah putus. Hakku jika aku menikah.”

“Mwo?! Apa kau lupa bahwa kau adalah milikku?! Dan aku tegaskan sekali lagi. Kau adalah milikku untuk hari ini, esok dan seterusnya.” Minho mengguncang-guncangkan badan Jiyeon, memperlakukan gadis itu seakan ia adalah boneka yang tak bernyawa.

“Kau gila!”

Minho tertawa kaku. “Ne, aku memang sudah gila karenamu. Aku mencintaimu, Park Jiyeon.” Tiba-tiba nada bicara Minho menjadi lembut. Jemari pria itu membelai wajah Jiyeon. Meskipun begitu, rasa takut Jiyeon sama sekali tidak berkurang. Ia sudah sering menghadapi sikap Minho yang acap kali berubah-ubah secepat membalikkan telapak tangan. Jiyeon memanfaatkan kelengahan Minho untuk kabur. Ia menyikut perut Minho dengan keras hingga cukup membuat namja itu meringis kesakitan sembari memengan bagian perut yang disikut oleh Jiyeon.

Melihat itu, dengan sigap Jiyeon segera berlari menuju kursi kemudi. Gadis itu langsung menyalakan mesin mobil dan langsung tancap gas, layaknya orang yang sedang balapan mobil. Bunyi decitan ban yang nyaring terdengar di basement yang kebetulan sepi itu.

“BRENGSEK!!!!”

 

 

*****

 

 

Kyuhyun menghempaskan tubuhnya di kursi kebesarannya, dan kemudian melonggarkan ikatan dasinya. Namja itu mendesah lelah. Ia baru saja selesai makan siang dengan kolega bisnisnya, dan malangnya, kolega bisnis barunya itu adalah Victoria Song. Wanita yang selama bertahun-tahun ini mengerjarnya. Kyuhyun dan Victoria adalah teman satu universitas. Mereka sama-sama mengambil jurusan bisnis. Dari dulu Kyuhyun memang sudah tidak suka dengan sikap agresif Victoria. Bahkan disaat ia sudah memiliki Sooyoung disisinya, wanita itu tetap tidak menyerah untuk mengejarnya. Persis seperti muka tembok.

Dan sekarang, setelah beberapa tahun mereka tidak bertemu, wanita itu kembali muncul dihadapannya. Sebagai rekan kerja pula. Bagaimana Kyuhyun tidak pusing? Mungkin ia takkan sepusing ini jika saja wanita itu sudah berubah. Namun nyatanya, Victoria tetaplah Victoria yang sama seperti beberapa tahun yang lalu, masih seorang wanita yang amat tergila-gila pada Kyuhyun. Saat makan siang tadi wanita itu bahkan tak bosan-bosannya merayu Kyuhyun, berharap jika Kyuhyun akan tertarik dengannya.

Dengan menyandang status sebagai rekan kerja, maka akan semakin banyak kesempatan bagi mereka untuk bertemu. Kesialan untuk Kyuhyun, namun anugerah terindah bagi Victoria. Jika tidak mengingat betapa besarnya keuntungan kerja sama perusahaan mereka itu, maka Kyuhyun tidak akan ragu-ragu untuk menendang gadis itu sejauh mungkin. Akan tetapi namja itu sadar bahwa ia harus bersikap professional demi perusahaannya.

 

 

*****

 

 

Malam ini ayah dan ibunda Jiyeon mengundang Kyuhyun dan Jiyeon untuk makan malam di rumah keluarga Jiyeon. Lagipula sudah lama gadis itu tidak berkunjung ke rumahnya akibat kesibukan mereka masing-masing. Kejadian tadi siang masih begitu membekas dibenak Jiyeon. Akibatnya gadis itu jadi paranoid. Berkali-kali Jiyeon menoleh kebelakang dan memandang sekitarnya dengan cemas, seakan-akan ada sesuatu yang akan menerkamnya jika ia sedikit saja lengah. Hal ini membuat Kyuhyun bingung.

“Kau kenapa?” Tanya pria itu, ikut memandang kesekeliling basement.

“A..aniya…” Jawab Jiyeon gugup. Gadis itu ragu apa ia harus menceritakan yang sebenarnya pada Kyuhyun atau tidak. Lagipula, apa namja itu akan peduli jikalau pun ia bercerita? Akhirnya Jiyeon memutuskan untuk diam. Toh, ini masalahnya. Tidak sepatutnya ia ikut menyeret Kyuhyun dalam masalahnya yang terkesan konyol ini.

“Ah, aku lupa mengambil ponselku. Tunggulah disini, aku takkan lama.”

Kyuhyun berjalan kembali masuk kedalam gedung, sedangkan Jiyeon menunggu dengan sabar didalam mobil. Pintu mobil terbuka dengan tiba-tiba tanpa Jiyeon bisa menerka siapa si pelaku tersebut. Jantung Jiyeon mencelos saat ia mendapati bahwa Minho lah pelaku tersebut. Pria itu menyeringai sinis. “Ah, jadi itu suamimu, eo? Benar-benar tidak ada apa-apanya dibanding diriku. Aku bersumpah akan membuatmu kembali padaku.”

“AYO!” Minho menarik tangan Jiyeon dengan kasar.

“KYAAA LEPAS!”

Jiyeon meronta saat Minho dengan brutalnya menarik tangan gadis itu agar keluar dari dalam mobil. Jiyeon berusaha untuk berpegangan pada pintu mobil, namun usahanya hanya bertahan selama beberapa detik sebelum pada akhirnya pegangannya terlepas dan dengan mudah Minho menyeret tubuhnya.

“KAU GILA MINHO! BAJINGAN BRENGSEK!”

“ARGH!” Minho merintih sakit akibat tangannya yang digigit oleh Jiyeon. Matanya menyalang tanda murka. Dengan sekali hempasan, tubuh Jiyeon sukses membentur ubin basement yang keras dan dingin. Jiyeon menangis. Perasaan takut dan sakit bercampur. Minho sudah benar-benar gelap mata. Apapun bisa dilakukannya saat ini.

Minho menarik rambut Jiyeon. Tangan namja itu terkepal, bersiap untuk melayangkan sebuah pukulan pada wajah cantik Jiyeon. Jiyeon menutup matanya dengan erat. Ia pasrah. Sudah tidak ada yang bisa dilakukannya selain pasrah dan bersiap untuk merasakan sakit.

 

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

58 tanggapan untuk “Can I Love You? (Part 3)

  1. ya ampun minho benar2 terobsesi sma jiyeon deh. Hah bagaimana nasib jiyeon nanti? Apa kyu akan menolong jiyeon thor? Penasaran sma ceritanya, jdi ditunggu part selanjutnya ya thor ^^

  2. aahhhh…
    seruuu ceritanya~~
    Minho Nyeremin ihh,,
    Kasian si jiyeon T,T kyu juga belom moveon” juga dari sang mantan makin malang ajh nasip nya jiyeon..
    ohh iya authornim Minhae ne.. baru bisa komentar dipart ini >< Minhae jeongmal minhae..
    aku usahain dichapter" selanjutnya bakalan ninggalin komentar^^

    1. Iya, Minho udh terlanjur terobsesi sama Jiyeon sampe dia ngga rela kalo Jiyeon nikah sama org lain lain. Haha, iya ngga papa. Makasih udh baca dan komen ^^ smpe ketemu di chap selanjutnya ^^

  3. minho obsesi banget ama jiyeon, gk ada yangnolongin Jiyeon kah?? kyuuuuu kamu kah itu nnatinya???
    next part ditunggu, jangan lama2 ya, hehehe

  4. Ih itu mah psikopat . Gila kali ya .nyeremin bgt .ihhh
    Kyuhyun sbgai suami smoga sadar dan iba melihat istrinya digituin .

  5. Kalo aku sich berharap Kyu gak sempat bantuin Jiyeon biar dia tau gmana rasanya orang terdekatnya terluka setidaknya ini bakal buat kyu ngelirik jiyeon sedikit saja walaupun kemungkinannya kacil…
    Biar kyu juga tau kalo dia punya istri yg harus d jaga karna itu janji pernikahannyakan, bukannya malah berlarurut-larut dengan masalalu yg gak ada habisnnya.. 😦
    Lama d tungguin kok malah partnya pendek amat 😦 paadahal aku udah seneng banget pas ff d post, besok2 jgn ampe berminggu2 donk postnya thor, soaalnya salah satu ff kyuyeon yg aku tunggu-tunggu kelanjutanya…
    Mianhae kalo commentnya k banyakan 🙂

    1. Aduh, maaf ya kalo kependekan. soalnya kalo kepanjangan takut pada bosen bacanya. Aku juga lama ngga ngepost soalnya baru selesai ujian akhir, jd emang belum sempet nulis lg. Makasih udh mau baca dan komen ^^

  6. Kyuhyun mana?m kyuhyunnnn palliiiiiii, hadeeehhh dy lama banged sih baliknya, itu jiyeon gimana nasibnya? Hwaaaa saenggg dirimu berhasil bikin eon gregetan sama ceritanya ><
    Minho psycho ckckck
    semoga kyu dtg disaat yg tepat, dan moga aja kyu bakal berubah setelah kejadian ini
    next nya eon tunggu pake banged yaaa

    1. Hohoho~ makasih udh setia baca FF Kyuyeon ku yg gaje ini 😀 iya tuh, si Minho udh bisa tuh jadi penghuni RSJ. Dia terlalu terobsesi sama Jiyeon. Siip siip~ ditunggu aja next chap nya ^^

  7. astagaa, minho serem ametz ya, huahhh.
    moga kyu bza lindugi jiyi n tntu aj cinta ma jiyi.
    next part x jgn lama2 jebbal, hehe

  8. Tarik napas dalam dalam lalu hembuskan HUHHH
    Astaga minho oppa kau menakutkan..kasihan kan jiyi unnie nya..
    Semoga aja kyu oppa dtang nyelamatin jiyi atau siapalah..
    Ayo ayo thor next partx jngn lama ya.

  9. hwaaaaaa
    saeeeeeeng
    knpa kau masukan choi minho d ff nie???:(
    jdi sikopat lgi….! 😥
    biasa feel eon law baca ff jiyi dengan couple lain trus da minho_ny!!feel eon buat bca ff nie langsung ilang… 😦
    tpi kok ini gak ya…hehehe
    seru saeng
    smga kyu kburu dtang…

    1. Wkwkwkwk… soalnya cuma wajah Minho yg terlintas dipikiran aku pas mau bikin karakter cowok psikopat #plakk soalnya Minho cakep nyebelin gitu sih hehe… gomawo udh baca ^__^

  10. yahhh minho dah kayak psycho benar” terobsesi pada jiyeon dan victoria juga sama terobsesinya dengan kyuhyun
    aku gk bisa baca part 2nya chingu aku nyari juga gk ada
    kalo ada librarynya mungkin lebih mudah

  11. Aigoo seram bgt Minho nya terlalu obsesif sama Jiyeon,mpdhl mrk sdh putus tp Minho terus2an mengejar Jiyeon, sedangkan Jiyeonnya sendiri ingin tenang, blm sls Minho eh ada Victoria oennie yg terang2an mengejar Kyu oppa

  12. aduh minho kamu bener-bener terobsesi sama jiyeon, tapi kok kamu tega mau ngecelakain jiyeon?? kalau kamu cinta atau sayang kamu ga bakal mau ngecelakain orang yg kamu sayang.. tapi ini mah kamu kaya psycopat minho

  13. Minho serem bgt..
    Itu mah obsesi namanya..

    Harusnya jiyeon kasitahu kyuhyun..
    Mana ad victoria song lg..
    Lanjuttttt
    Keren bgt ffnya👌

  14. Gak bisa ngebayangin minho jd kasar.
    Sebegitu terobsesinya dia sm jiyeon.
    Waah.. ternyta jg da victoria penmbah bumbu2 perusk hub jiyeon n kyu.
    Ayo kyu cepet dtng ke mobil…
    kasihan jiyeon. .
    semoga minho cpet tobat. .

  15. ahh senangnya jiyi punya temen yang baik banget kayak gitu sampe rela buat jagain jiyi biar selamat.
    tapi tetep aja minho bisa ketemu sama jiyi aigooo deg2an banget bacanya, apa kyu bakal nolongin atau jiyi bisa kabur lagi aaah penasaran neomu joahaee aku lanjut baca yaa :))

  16. Hwaaaa.. ngeri ma minho, itu bukan cinta minho tp janya sebuah obsesi 😦
    Ada 2 pengganggu yg ingin memisahkan kyuyeon.
    Kyu cepet dateeeeng jiyi dalam bahayaaaa

  17. Omoo jiyeon mau diapain sma minho? Moga kyuhyun cpet” datang… Minho tuh sakit deh n udh gak waras,,, nyeremin bnget minho ya,, wah bkalan bnyak orang ganggu pernakahan kyuyeon nih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s