Diposkan pada FICLET, KyuLa Couple (Kyuhyun Haneul)

Come Back Home

Kyula

 

Author : Cho Haneul
Title       : (KyuLa Couple) Come Back Home
Type      : Ficlet
Genre    : Romance, Drama

Cast :
– Choi Haneul
– Cho Kyuhyun

________________________________________

 

Haneul menggenggam ponselnya dengan erat.

‘Jangan lupa besok di restoran Paradise jam 7 malam.’

Senyuman indah terpatri di wajahnya saat mengingat pesan yang dikirim oleh ibunya kemarin malam. Wajar jika Haneul begitu gembira, mengingat sudah berbulan-bulan ia tidak bertemu dengan ibunya. Ibunya lebih sering menghabiskan waktu di Amerika guna untuk mengurus bisnis yang tengah dijalankannya.

Haneul menatap tulisan Paradise yang terpampang dengan jelas di restoran yang dimaksud. Gadis itu melangkahkan kakinya dengan ringan kedalam restoran. Seorang pelayan wanita menyapanya dengan ramah.

“Selamat malam. Apa anda sudah memesan tempat?” Tanya pelayan itu dengan sopan. Haneul tersenyum ramah. “Ne, ibuku sudah memesan tempat disini.”

“Boleh saya tahu siapa nama ibu anda?”

“Kim Heejin.”

Si pelayan tersebut memeriksa buku daftar tamu. Ia kemudian mengantar Haneul menuju meja yang sudah dipesan oleh ibunya. Dari kejauhan Haneul dapat melihat ibunya. Gadis itu mempercepat langkahnya, sudah tak sabar ingin segera melepas rindu. Namun langkah Haneul seketika melambat dan senyumannya dengan perlahan memudar saat ia tahu bahwa ibunya tidak sendiri. Tepat didepan ibunya, duduk seorang pria blasteran Korea-Amerika yang Haneul perkirakan seumuran dengan ibunya. Awalnya Haneul tidak melihat namja itu karena terhalang oleh rak pajangan. Namun sekarang Haneul dapat melihatnya dengan jelas. Ah, bahkan bukan hanya namja itu, tapi juga ada seorang anak laki-laki yang tampaknya berumur 8 tahun.

Haneul berdiri disisi meja ibunya dengan ragu. “Eomma…” Ucapnya dengan suara pelan. Heejin langsung menoleh saat mendengar suara yang cukup familiar baginya. Wanita paruh baya itu tersenyum sumringah. “Apa kabar sayang? Eomma merindukanmu.” Heejin memeluk Haneul erat. Haneul balas memeluk ibunya. “Aku baik-baik saja eomma. Aku senang eomma akhirnya mengunjungiku di Korea.”

“Duduklah. Ah, perkenalkan ini David Knight dan Kevin Knight.”

Haneul berkenalan dengan David dan putranya yang bernama Kevin. Kesan pertama Haneul pada David cukup baik. Ia tampak tegas, namun ramah dan berwibawa. Tipikal namja idaman. Akan tetapi hati Haneul merasa tak tenang. Ini pertama kalinya sang ibu mengajaknya makan malam dengan teman lelakinya. Apa mungkin pria ini adalah kekasih ibunya?

Pikiran tersebut terlintas dikepala Haneul, membuat gadis itu terdiam dan mendadak gelisah. Meskipun kedua orangtuanya sudah lama bercerai, namun tetap saja ia merasa tidak rela jika melihat orangtuanya memiliki pendamping baru. Terasa begitu aneh untuknya.

Tiba-tiba Heejin menggenggam tangan Haneul. Wajahnya mendadak serius, dan detik itu juga Haneul tahu bahwa apa yang ditakutkannya telah menjadi kenyataan.

 

*****

 

 

_MAKE-UP ROOM, SMTOWN SEOUL_

Kyuhyun menghela napas lelah. Memakai high heels memang menyakitkan, meskipun hanya untuk beberapa menit. Kyuhyun tidak habis pikir bagaimana para member girlband sanggup untuk menari-nari dengan high heels dikaki mereka. Kyuhyun cukup terkesan.

Pria berbadan tegap ini menatap pantulan dirinya dicermin yang ada diruang rias. Lagi-lagi helaan napas terdengar dari mulut Kyuhyun. Yah, lagi-lagi ia harus melakukan hal yang tidak disukai hanya demi menyenangkan hati fans. Khusus untuk SMTown Seoul kali ini, Kyuhyun, Changmin, Minho dan Suho harus rela bertransformasi menjadi wanita. Mereka disuruh untuk menampilkan lagu Girl’s Day yang berjudul Something. Kyuhyun yang dari dulu selalu tidak nyaman jika berpakaian wanita, hanya dapat mengangguk pasrah saat ia ditunjuk oleh sang manager.

Awalnya Kyuhyun sempat protes. Ia heran mengapa kali ini ia yang ditunjuk. Bukankah peran seperti ini lebih cocok untuk Sungmin atau Heechul? Jelas-jelas mereka lebih berpotensi.

“Pakai ini untuk menghapus make-up mu.” Ucap salah seorang coordi sembari menyerahkan kapas dan sebotol pembersih muka.

Kyuhyun mengambilnya. Ia sudah tak tahan ingin menghapus make-up tebal itu dari wajahnya. Ibunya pasti sebentar lagi akan mengomel karena melihat anak laki-lakinya berdandan ala perempuan sexy. “Terima kasih Mone.” Ucap Kyuhyun pada sang coordi.

Mone mengangguk sembari tersenyum. “Wajahmu terlihat suram sekali. Bahkan kau sama sekali tidak tersenyum saat tampil tadi.” Ujar Mone yang masih sibuk membereskan beberapa potong baju. Wanita itu menoleh sekilas kearah Kyuhyun. Kyuhyun  mengoleskan kapas yang sudah dibubuhi cairan pembersih kewajahnya. “Bagaimana aku bisa tersenyum disaat memalukan seperti tadi? Rasanya aku ingin menghilang saja dari muka bumi ini. Hancur sudah image kerenku. Sebentar lagi ponselku akan berdering dan ibuku akan memulai khotbah panjangnya.”

Benar saja. Begitu Kyuhyun selesai bicara, ponsel Kyuhyun berdering. Pria itu menghela napas lemas begitu melihat ID caller ibunya terpampang dilayar ponsel. Kyuhyun menunjukkan layar ponselnya pada Mone. “Kau lihat? Padahal belum ada jeda beberapa menit setelah aku mengatakannya. Ibuku benar-benar peka rupanya.”

Kyuhyun menarik napas sebelum menjawab telepon sang ibu. “Yoboseyo?”

“YAK CHO KYUHYUN! APA-APAAN DANDANANMU ITU?! KAU INGIN MEMBUNUH EOMMA DAN APPA, EO?!”

Kyuhyun menjauhkan ponselnya dari telinga. Suara ibunya begitu melengking. Bahkan Mone yang berdiri didepan Kyuhyun dapat ikut mendengar suara Kim Hana. Mone tertawa kecil, antara iba dan lucu melihat Kyuhyun yang begitu tak berdaya karena amukan dari ibunya. Mone menepuk bahu Kyuhyun sebelum ia keluar dari ruang make-up tersebut. “Sabar ya.” Ucapnya pelan.

“YAK CHO KYUHYUN! KENAPA KAU DIAM? APA KAU MENDENGARKAN IBU?!”

“Ne ne. Aku mendengarkanmu eomma. Tidak perlu berteriak seperti itu.”

*****

 

 

_PARADISE RESTAURANT_

“Ah, uri  Kevin benar-benar pintar. Ia berhasil mendapatkan nilai tertinggi di sekolahnya. Maka dari itu kami memberinya hadiah dengan berlibur ke Seoul. Lagipula semenjak kecil Kevin sama sekali tidak pernah datang ke Seoul. David terlalu sibuk bekerja.”

Haneul hanya tersenyum kecil menanggapi perkataan ibunya. Ia tidak terlalu bersemangat. Semangatnya sudah menguap sejak ibunya mengumumkan rencana pernikahannya dengan David Knight. Pria berdarah Korea-Amerika yang sudah lama tinggal di Amerika. David adalah seorang duda. Istrinya meninggal 4 tahun yang lalu.

Haneul melirik kearah ibunya yang sedang begitu antusias menyuapi Kevinn. Ibunya bahkan tidak pernah memperlakukannya seperti itu. Sejak kecil, meskipun Haneul merupakan anak tunggal, tapi ibu dan ayahnya tidak pernah memanjakan dirinya. Ia selalu diajarkan untuk menjadi mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Namun melihat betapa ibunya memanjakan Kevin yang bahkan bukan, atau belum, menjadi anaknya membuat Haneul merasa agak iri dan tersisihkan. Apalagi sedari tadi ibunya begitu asyik mengobrol dengan David dan Kevin. Membicarakan hal-hal yang tidak dimengerti dan tidak diketahui oleh Haneul. Hal tersebut membuat Haneul merasa begitu tersisih.

Bukan ini yang ia mau! Berbulan-bulan tidak bertemu ibunya, Haneul sudah membuat rencana untuk menghabiskan waktu dengan mengobrol, berbelanja dan pergi ke salon bersama sang ibu. Pokoknya melakukan hal-hal yang biasa dilakukan oleh Ibu dan anak gadisnya. Tapi melihat keadaan seperti ini membuat Haneul sangsi.

“Eomma, apa rencana eomma untuk besok?” Tanya Haneul pelan.

“Ah, untuk besok eomma ingin mengajak Kevin pergi ke Petite France. Dia pasti akan sangat senang. Lalu, eomma juga sudah berencana untuk piknik di pulau Nami. Nanti kami akan bermain sepeda disana. Wah, sepertinya akan sangat mengasyikkan. Kami bertiga juga akan…”

“Bertiga?” Haneul menatap kosong kearah piringnya.

Heejin tampak tersadar bahwa ia telah salah bicara. “Ah, kau juga bisa ikut jika kau mau. Tentunya jika kau tidak sibuk.” Heejin merasa agak tidak enak pada Haneul.

Haneul menggeleng pelan. “Aku tidak bisa ikut. Aku sibuk dengan tugas kuliahku.” Bohongnya. Ia kemudian tersenyum kecil. “Semoga kalian bersenang-senang disana.”

‘Ibu dan Ayah sudah memiliki kehidupan mereka yang baru. Kehidupan yang mungkin selama ini mereka idam-idamkan. Mereka terlihat jauh lebih berbahagia dengan kehidupan mereka yang baru. Aku turut senang untuk itu. Namun yang aku sesalkan adalah… bahwa aku tidak ada didalam kehidupan baru mereka. Apa ini berarti bahwa aku sendirian serta tak diinginkan?’

 

*****

 

 

Kyuhyun menekan beberapa digit nomor, dan tak lama terdengar bunyi klik yang menandakan bahwa pintu telah terbuka. Kyuhyun berjalan masuk kedalam apartemen Haneul. Hening. Tidak terdengar suara televisi ataupun suara Haneul yang biasa menyambutnya. Wajar saja, mengingat bahwa Haneul memang tidak ada di apartemen. Gadis itu bilang bahwa ia akan bertemu dengan ibunya.

Kyuhyun mengambil ipodnya yang tertinggal dimeja dapur. Pria itu kemudian berjalan menuju sofa diruang TV, dan menghempaskan tubuhnya disofa berwarna biru gelap tersebut. Helaan napas berat terdengar dari mulut Kyuhyun. Ia lelah. Sangat lelah. Jadwal yang padat dan waktu istirahat yang minim benar-benar menguras tenaga serta emosinya. Saat ini yang ia butuhkan adalah istirahat. Dan ia membutuhkan tempat yang tenang dan damai untuk itu.

KLIK

“Kyuhyun oppa…”

Kyuhyun yang tadi sudah nyaris tertidur langsung membuka mata begitu mendengar suara yang sedari tadi dinantinya. “Annyeong.” Sapa Kyuhyun seraya tersenyum kecil. Ia agak merasa heran karena Haneul sudah pulang padahal hari belum larut. Tadinya ia bahkan berpikir bahwa Haneul takkan pulang karena ingin menghabiskan waktu bersama sang ibu.

“Tadinya aku hanya ingin mengambil ipodku yang kemarin tertinggal, keunde aku malah nyaris ketiduran.” Ucap Kyuhyun sembari mengucek matanya yang masih tampak lelah. Haneul tersenyum, merasa gemas dengan gaya Kyuhyun yang menurutnya cukup imut itu. Haneul mengambil tempat disebelah Kyuhyun. Kyuhyun menoleh. “Kupikir kau takkan kembali malam ini. Bukankah kau bilang kemungkinan akan menginap di hotel bersama eomma mu?”

“Kan kemungkinan, belum pasti.” Jawab Haneul lesu.

Kyuhyun mengernyit heran melihat reaksi yang diberikan oleh tunangannya itu. “Waeyo? Kau tidak terlihat seperti orang yang habis bersenang-senang bersama ibunya.”

“Hah, aku memang tidak habis bersenang-senang. Ibu mengenalkanku dengan calon suami serta calon adik tiriku. Kau bisa bayangkan bagaimana perasaanku?”

Kyuhyun terdiam. Namja itu tahu bahwa Haneul selalu takut jika orangtuanya menikah lagi. Ia takut akan kehilangan kedua orangtuanya. Kyuhyun mengelus kepala Haneul, lalu menarik tubuh gadis itu kedalam pelukannya. Sesekali diciumnya puncak kepala Haneul.

“Ibu bahkan sudah merencanakan banyak hal yang hanya akan mereka bertiga lakukan, tanpa aku.” Nada suara Haneul terdengar begitu pelan dan sarat akan kesedihan. Matanya sudah berair, namun ia mati-matian menahan air matanya agar tidak jatuh. “Rasanya aneh saat kau mengetahui bahwa kedua orangtuamu sudah menemukan kebahagian mereka dengan pasangannya masing-masing, keunde kau tidak termasuk ke dalam kebahagiaan itu.”

“Kau merasa disisihkan?” Tanya Kyuhyun dengan lembut.

Haneul mengangguk. “Bukan hanya merasa, tapi aku memang telah disisihka.”

Kyuhyun mengeratkan pelukannya. “Masih ada aku. Kau tidak sendirian, kau tahu itu.”

“Ne, kau benar.” Haneul tersenyum kecil. “Bagaimana dengan SMTown concert? Kutebak pasti eomma marah besar karena lagi-lagi kau harus bertransformasi menjadi Cho Kyuna.” Haneul terkekeh geli membayangkan Kyuhyun yang memakai wig blonde panjang serta gaun yang sexy memamerkan pahanya.

Kyuhyun mendesah pasrah. “Benar-benar mengamuk. Aku bahkan merasa bahwa eomma akan menghajarku habis-habisan jika saja ia bertemu denganku. Dari awal aku sudah bilang bahwa ide menjadi Kyuna bukanlah ide yang bagus. Sungmin hyung atau Heechul hyung jauh lebih cocok sebagai Minnie dan Heesica.”

Haneul mengelus lengan Kyuhyun yang melingkari tubuhnya. “Terkadang kita memang harus rela berkorban untuk menyenangkan hati orang banyak. Bersabarlah. Toh fansmu terlihat senang dengan itu. Lagipula kau bukan satu-satunya korban kegilaan SM. Masih ada Changmin, Minho dan Suho. Ah, aku bahkan sangat kasihan pada Suho oppa. Dia terlihat sangat malu.”

Kyuhyun tertawa kecil mengingat bagaimana reaksi Suho saat detik-detik menjelang tampil. “Ne, ini pengalaman pertamanya. Uri Suho yang tampan bak pangeran telah ternodai hari ini.” Gurau Kyuhyun. Haneul ikut tertawa mendengar gurauan Kyuhyun. Yah, setidaknya Kyuhyun dapat mengobati rasa sedih dihatinya tadi. Yah, Kyuhyun selalu bisa membuat suasana hatinya menjadi lebih baik.

Haneul mengeratkan pelukannya dilengan kokoh Kyuhyun. ‘Setidaknya saat aku merasa sendirian dan ditinggalkan, aku hanya perlu mengingat bahwa aku selalu memiliki Cho Kyuhyun disisiku, sebagai tempatku untuk pulang. Karena ia adalah rumahku.’

 

‘Disaat rasa lelah ini sudah tidak bisa ditoleransi, dan aku merasa ingin menyerah… Aku hanya perlu mengingat bahwa aku selalu memiliki Choi Haneul sebagai tempatku untuk bersandar. Yah, aku selalu mempunyai tempat untuk pulang.’

 

 

 

=====

 

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

9 tanggapan untuk “Come Back Home

  1. kesian haneul kenapa orang tua nya tdk ada yang mencintainya dengan besar
    kasih ibu sepanjang masa nggx sesuai dengan haneul
    poor haneul
    dan kyu maupun haneul adl tempat2 mereka masih untuk pulang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s