Diposkan pada Chapters, KyuYeon (Kyuhyun Jiyeon)

Can I Love You (Part 5)

1403623943283

 

Author : Cho Haneul 
Title      : Can I Love You?
Type     : Chaptered
Genre  : Romance, Drama

POSTER FROM MY DONGSAENG 

Cast :
– Park Jiyeon
– Cho Kyuhyun
– Jung Eunji
– Choi Minho
– Victoria Song
– Lee Hyukjae
– Kim Woo Bin

____________________________________________

 

_7 PM, Grand Hall, ZEUS HOTEL_

Pesta ulang tahun Victoria benar-benar dirancang semewah mungkin. Berbagai kalangan menengah atas hadir disana, seperti pebisnis, model, seniman, dan bahkan politikus. Victoria memang terkenal memiliki banyak kenalan orang terkenal. Wanita yang sudah genap berusia 26 tahun itu terlihat seksi dan menawan dengan gaun merah berbahan sutra yang membalut indah tubuhnya. Gaun merah itu didesain sederhana, namun tetap terlihat elegan dengan bagian belakang gaun yang menjutai indah. Victoria tak ada henti-hentinya menebarkan senyuman, merasa begitu bahagia atas pestanya yang berjalan lancar.

black-Red-Dresses

Namun diam-diam, Victoria selalu melirik-lirik penuh harap kearah pintu masuk aula. Ia berharap-harap cemas menanti kedatangan Kyuhyun yang sedari tadi dinantinya. Ia sudah was-was jika Kyuhyun tidak akan datang. Padahal ia menyiapkan pesta semewah ini dan berdandan secantik mungkin demi untuk menarik perhatian Kyuhyun.

“Selamat ulang tahun Vic.” Hyukjae memeluk Victoria singkat. Wanita itu tersenyum manis. “Gomawo Hyukjae-ya.” Victoria melirik ke sekitar Hyukjae, berharap ia akan menemukan sosok Kyuhyun disana. “Kyuhyun tidak pergi bersama mu?” Tanya Victoria kecewa. Hyukjae tersenyum kecil. “Tentu saja tidak. Ia akan datang bersama Jiyeon, istrinya.” Hyukjae sengaja menekankan kata istrinya agar Victoria sadar bahwa ia memang sudah tidak memiliki harapan lagi. Lagipula sedari awal memang tidak pernah ada tempat untuk wanita ini dihati Kyuhyun.

Mendengar kata Istri membuat mood Victoria hancur. Senyum yang sedari tadi mengukir wajah cantiknya mendadak hilang. Yah, Victoria memang nyaris melupakan fakta bahwa Kyuhyun sudah memiliki istri. Cepar-cepat ia mengatur emosinya. “Ah, wanita yang dijodohkan dengannya itu, kan?” Victoria tersenyum mengejek. Apapun yang terjadi ia sudah bertekad untuk terus memperjuangkan cintanya pada Kyuhyun.

“Yah, gadis cantik, baik, pintar dan ramah yang dijodohkan dengannya. Aku yakin tak lama lagi Kyuhyun pasti akan terjatuh dalam pesona Jiyeon. Ah, atau mungkin ia memang sudah terjatuh dalam pesona istrinya itu tanpa ia sadari.” Ucap Hyukjae sembari tersenyum. Senang rasanya dapat memainkan emosi Victoria yang selalu menggebu-gebu jika sudah menyangkut Kyuhyun.

Hyukjae semakin tersenyum sumringah begitu ia melihat Kyuhyun dan Jiyeon yang berjalan berdampingan memasuki aula. Tangan Jiyeon melingkar sempurna dilengan kokoh Kyuhyun. Mau tak mau Hyukjae memang harus mengakui bahwa Kyuhyun dan Jiyeon tampak begitu serasi. Aish, Hyukjae begitu iri melihat mereka berdua.

“Jah, mereka sudah datang.” Ujar Hyukjae. Victoria mengikuti arah pandangan Hyukjae, moodnya semakin rusak melihat pemandangan yang cukup membuatnya sakit mata.

“Ayo hampiri mereka!” Hyukjae menarik tangan Victoria tanpa peduli dengan ekspresi si pemilik tangan yang sudah kusut, bak baju yang belum disetrika.

a76b20e56d0854cc1c692e89c0eb0920

Victoria menatap Jiyeon tajam. Ia mengamati Jiyeon dari kepala hingga kaki. Jiyeon mengenakan gaun putih selutut dengan kerah V serta bagian lengan yang ditutupi brokat berwarna putih hingga siku. Penampilan Jiyeon begitu sopan dan elegan. Kyuhyun sendiri memakai setelan jas berwarna hitam dengan kemeja putih berlengan panjang didalamnya, serta ditambah dengan dasi yang juga berwarna hitam. Victoria semakin kesal kala matanya menangkap tangan Jiyeon yang melingkari lengan Kyuhyun. Tangan wanita itu sudah mengepal sempurna. Seharusnya hari ini menjadi hari yang indah untuknya. Seharusnya hari ini ia dapat menarik perhatian Kyuhyun. Seharusnya…

Terlalu banyak kata seharusnya yang melintas dipikiran Victoria.

“Selamat ulang tahun Victoria. Dan juga selamat atas pembukaan cabang baru perusahaanmu.” Ucap Kyuhyun sembari menjabat tangan Victoria. Hanya berjabat tangan. Tidak ada pelukan apalagi ciuman seperti yang sudah Victoria bayangkan sebelumnya. “Oh iya, kau belum mengenal istriku. Ini Cho Jiyeon.”

“Annyeong haseyo, Jiyeon imnida.” Jiyeon membungkuk sopan.

“Song Victoria.” Jawab Victoria dengan nada yang agak ketus. Jiyeon agak terkejut dengan sikap Victoria, berbeda dengan Kyuhyun dan Hyukjae yang sudah menduga akan reaksi tak bersahabat dari Victoria tersebut. Hyukjae mati-matian menahan tawanya karena melihat wajah Victoria yang semakin kusut dan bahkan memerah. Hyukjae berani bersumpah bahwa merah diwajah Victoria 80 persennya disebabkan karena emosi wanita itu yang sudah diubun-ubun.

“Yah, kenapa hanya berdiri disini? Ah, bukankah sekarang sudah saatnya potong kue?” Tanya Hyukjae dengan wajah sok polos. Tanpa berkata apa-apa Victoria melengos pergi. Ia bahkan tak mau repot-repot untuk berjalan dengan anggun dan mengangkat sedikit gaunnya yang menyapu lantai. Pestanya benar-benar sudah berakhir bahkan sebelum sampai ke puncak acara.

 

 

*****

 

 

Jiyeon menatap Victoria dan Kyuhyun yang sedang berbincang-bincang dengan beberapa orang rekan bisnis mereka. Sesekali Victoria berusaha melakukan skinship dengan Kyuhyun, seperti menyentuh tangannya ataupun merangkul lengannya. Namun semua usaha wanita itu gagal total. Kyuhyun terlalu susah untuk dijangkau. Dan jujur saja, Jiyeon cukup merasa senang dan lega melihat penolakan yang diberikan Kyuhyun pada Victoria.

“Waeyo?” Tanya Hyukjae. Jiyeon menoleh menatap sahabat suaminya itu. Gadis itu menggeleng pelan. “Aniya. Hanya saja…” Jiyeon menggigit bibirnya. “Victoria sepertinya tidak suka padaku.” Ucap Jiyeon mengingat sambutan Victoria yang cukup dingin dan ketus beberapa saat yang lalu.

Hyukjae tertawa kecil. “Dia memang tidak suka padamu.”

Jiyeon tersentak kaget. “Ne? Waeyo? Apa aku telah melakukan suatu kesalahan? Keunde, ini bahkan pertama kalinya aku bertemu dengan Victoria-ssi.”

Hyukjae menatap Jiyeon. “Ne. Kau telah melakukan sebuah kesalahan yang fatal.” Ucapnya dengan nada sok misterius. Hyukjae mengalihkan pandangannya kearah Victoria dan Kyuhyun. “Kau lihat itu?” Jiyeon menoleh kearah pandangan Hyukjae. “Ada apa dengan mereka?” Tanya Jiyeon bingung.

“Victoria menyukai Kyuhyun. Sudah lama ia mengejar-ngejar Kyuhyun, bahkan semenjak Sooyoung masih ada.”

“Ah, jinjjayo? Pantas saja Victoria terlihat sangat tidak suka padaku.” Nada bicara Jiyeon terdengar begitu lesu.

Hyukjae tersenyum kecil melihat kepolosan Jiyeon. Jika yeoja lain mungkin akan balas membenci Victoria, apalagi setelah tahu bahwa wanita itu menyukai suaminya, namun Jiyeon berbeda. Ia justru merasa tidak enak pada Victoria.

“Jangan merasa bersalah. Ini tidak seperti kau merebut Kyuhyun dari Victoria. Victoria saja yang tidak pernah belajar dari pengalaman. Sampai kapanpun Kyuhyun tidak akan menyukainya. Victoria sama sekali tidak belajar dari pengalaman.”

 

 

*****

 

 

“Kyu kau mau kemana?” Victoria menahan tangan Kyuhyun. Kyuhyun menoleh. “Kau tidak lupa kan bahwa aku datang bersama istriku?” Jawaban Kyuhyun membuat Victoria terdiam. Mati-matian ia berusaha untuk menjaga emosinya agar tidak meluap-luap. Victoria tersenyum kecil. “Ah, gadis yang dijodohkan dengan mu itu. Sepertinya dia masih amat muda. Aku sangsi jika dia bisa mengurusmu dengan baik.”

Kyuhyun tersenyum kecil. “Terima kasih sudah mengkhawatirkanku. Keunde, itu bukan urusanmu. Jiyeon adalah istriku. Ia gadis yang baik dan meskipun ia jauh lebih muda dariku, keunde dia bisa mengurusku dengan baik.” Ucap Kyuhyun, dan kemudian ia beranjak pergi, meninggalkan Victoria yang menatapnya kesal.

Kyuhyun mencari-cari keberadaan Jiyeon. Ia menemukan Jiyeon yang tengah berbincang-bincang dengan Hyukjae dan seorang wanita yang Kyuhyun tidak kenali. Kyuhyun memutuskan untuk menghampiri mereka. Sebenarnya ia agak merasa tak enak hati karena sudah meninggalkan Jiyeon untuk waktu yang cukup lama.

“Bagaimana perbincangannya?” Hyukjae mengedipkan mata pada Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum kecil. “Seperti biasa. Kau sudah pasti dapat menebak endingnya, bukan?”

Hyukjae tertawa. “Yah, aku tahu. Kau benar-benar sudah mematahkan hati seorang wanita tepat di hari kelahirannya.” Hyukjae menggeleng-gelengkan kepalanya. “Oh iya, kenalkan ini Park Gyuri. Dia CEO di perusahaan Diamonds.” Hyukjae memperkenalkan seorang wanita cantik yang berdiri disebelahnya. Kyuhyun menjabat tangan wanita yang bernama Gyuri itu. “Cho Kyuhyun.” Ucapnya singkat.

“Jah, karena Kyuhyun sudah disini, maka kami berdua permisi dulu.” Ujar Hyukjae sembari menggandeng tangan Gyuri. Oh, jangan berpikir bahwa mereka berdua berpacaran. Hyukjae memang suka menggandeng tangan gadis-gadis yang sedang bersamanya. Yah, ia memang tipe playboy.

“Kau pasti bosan.” Kyuhyun membuka percakapan. Jiyeon menggeleng sembari tersenyum manis. “Aniya, aku tidak bosan. Hyukjae oppa dan Gyuri-ssi sedari tadi menemaniku. Mereka baik sekali.” Ucap Jiyeon. Kyuhyun mengernyit. “Hyukjae oppa?”

“Ah, itu… tadi Hyukjae oppa sendiri yang meminta ku memanggilnya dengan embel-embel oppa.”

“Ah, geure.”

 

 

*****

 

 

_ 1 PM, Classroom, JEGUK UNIVERSITY_

“Eunji-ya, ini gawat!” Pekik Namjoo panic. Bomi yang berdiri disebelah Namjoo juga memasang wajah tak kalah panic. Eunji menutup buku yang sedang dibacanya. “Waeyo?” Tanya gadis berambut sebahu itu tenang.

“Kurasa Jiyeon sedang berada dalam bahaya. Tadi kami melihat Minho masuk kedalam toilet wanita sesaat setelah Jiyeon masuk. Dan yang lebih parahnya lagi pintu toilet dikunci dari dalam.”

“MWO?!”

 

*****

 

 

 

Jiyeon berdiri kaku kala melihat Minho tengah berdiri tegak dihadapannya. Pria itu menyeringai, membuat bulu kuduk Jiyeon berdiri. Sebenarnya Jiyeon takut setengah mati, namun mati-matian gadis itu berusaha untuk tetap terlihat tenang didepan Minho. Menunjukkan rasa takut hanya akan membuat Minho merasa menang dan semakin berkuasa.

“Apa yang kau lakukan disini? Ini toilet wanita.” Tanya Jiyeon seraya menatap tajam kearah Minho. Minho tersenyum mengejek. “Ah, kau sudah berani menatapku seperti itu. Sepertinya kau sudah lupa siapa yang berkuasa disini.” Ucap Minho balas menatap Jiyeon. Jiyeon merasa terintimidasi dengan tatapan Minho yang seakan menelanjanginya itu.

“Ayo kita pergi dari sini! Kita perlu bicara.”

Jiyeon langsung mundur selangkah begitu Minho akan menggapai tangannya. Jiyeon melesat dengan cepat menuju pintu keluar, namun Minho jauh lebih cepat. Pria itu mendorong Jiyeon hingga punggung gadis itu menabrak dinding toilet. Jiyeon meringis sakit. “Lepaskan aku Minho! Kau menyakitiku!”

“Kau yang menyakitiku, Yeon! Kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu, tapi dengan mudahnya kau menghianatiku dengan menikah dengan namja brengsek itu.”

Jiyeon menatap Minho. Mata gadis itu sudah berair menahan tangis. “Kau… kau tidak pernah mencintaiku. Bukan begini cara mencintai seseorang. Aku sudah menikah, dan kau harus menerima kenyataan itu. Aku tidak bisa bersamamu lagi.”

“DIAM!” Teriak Minho penuh emosi. Rahang namja itu mengeras. Tatapannya begitu menghujam Jiyeon. “Suka atau tidak, kau akan tetap menjadi milikku!”

 

 

*****

 

 

Eunji berlari menyusuri koridor kampus. Tidak dipedulikannya orang-orang yang sedari tadi menatapnya aneh. Saat ini yang ada dipikiran Eunji hanya satu, yaitu menyelamatkan Jiyeon dari Minho. Eunji langsung menerobos toilet wanita, membuat beberapa orang mahasiswi yang ada disana memekik kaget.

“Jiyeon?” Eunji memeriksa satu persatu bilik toilet, namun hasilnya nihil. Jiyeon tidak ada disana. Wajah Eunji memucat dengan sempurna. Jiyeon benar-benar sedang berada dalam bahaya. Hanya Tuhan yang tahu apa yang akan Minho lakukan dengan sahabatnya itu. Orang psycho macam Minho akan melakukan apa saja untuk memuaskan dirinya. Eunji langsung meronggoh tas tangannya untuk mencari ponselnya. Begitu dapat, Eunji langsung menghubungi nomor Woo Bin, kekasihnya.

“Ayolah angkat teleponnya!” Eunji bergumam sembari menggigiti ibu jarinya, sebuah kebiasaan buruk jika ia sedang gugup.

“Halo?”

“Oppa, Minho membawa Jiyeon pergi.”

“Ya Tuhan! Baiklah, kita bertemu di taman utara, eo!”

“Ne. Cepatlah!”

“Eunji?”

Eunji langsung menoleh begitu mendengar seseorang memanggil namanya. Ia mendapati Luna, salah seorang teman club paduan suaranya, berdiri dihadapannya. “Apa kau sedang mencari Jiyeon?” Tanya Luna. Eunji mengangguk cepat. “Ne. Apa kau melihatnya?” Tanya Eunji berharap-harap cemas.

“Ne. Aku melihatnya pergi bersama Minho.”

Eunji tersentak. “Dengan mobil Minho?”

“Ne. Tadi aku melihat mereka pergi dengan menggunakan mobil. Sebenarnya aku juga merasa aneh, sebab mereka kan sudah putus, tapi tadi Minho merangkul Jiyeon dengan begitu mesra, dan sama sekali tidak ada penolakan dari Jiyeon.” Terang Luna. Eunji yakin seratus persen bahwa Jiyeon pergi karena diancam oleh Minho. Tidak mungkin sahabatnya itu pergi dengan sukarela bersama namja psycho itu.

Jika sudah seperti ini Eunji merasa bahwa Kyuhyun harus ikut turun tangan. Lagipula pria itu adalah suami Jiyeon, namja yang sudah berjanji di altar akan melindungi dan menjaga Jiyeon.

 

*****

 

 

Kyuhyun bergegas keluar dari ruangannya begitu mendapat kabar dari Eunji. Ia bahkan rela meninggalkan pekerjaannya yang begitu menumpuk. Hyukjae yang berniat ke ruangan Kyuhyun mengernyit heran saat mendapati temannya itu berjalan dengan begitu terburu-buru.

“Ada apa Kyu?” Hyukjae menahan lengan Kyuhyun. Ia agak khawatir melihat wajah Kyuhyun yang begitu panic dan juga pucat. Ekspresi yang sudah lama tidak ditunjukkan oleh temannya itu semenjak Sooyoung meninggal.

“Jiyeon menghilang.” Jawab Kyuhyun cepat.

Hyukjae terkaget. “Mwo? Bagaimana bisa?”

“Akan kuceritakan nanti. Sekarang aku harus pergi.” Kyuhyun menepuk bahu Hyukjae.

“Kyu! Apa ada yang bisa kubantu?”

“Tolong pimpin rapat kali ini. Puttakhaeyo.”

Hyukjae mengangguk. “Geokjonghajima, aku akan memimpin rapat dengan baik. Telepon aku jika kau membutuhkan bantuan.”

 

*****

 

 

Apartemen Minho. Lagi-lagi Jiyeon harus terdampar disana. Jiyeon benar-benar merutuki nasib yang selalu membawanya kembali pada Minho. Tadinya dia pikir jika ia sudah menikah maka namja itu takkan berani untuk mengganggunya lagi. Sayangnya Jiyeon melupakan satu fakta bahwa namja psycho macam Minho tak mengenal takut.

Jiyeon menatap sekeliling kamar Minho, mencari cara untuk melarikan diri. Pria itu mengurungnya didalam kamar semenjak mereka sampai di apartemen. Jiyeon benar-benar tidak tahu apa rencana Minho terhadap dirinya. Jiyeon menatap pintu kamar dengan perasaan was-was. Kapan saja Minho bisa datang dari sana. Dan jika sudah seperti itu, hanya Tuhan yang dapat menyelamatkannya. Jiyeon tidak bisa menghubungi siapapun karena ponselnya diambil oleh Minho, dan di kamar namja itu tidak ada telepon.

Suara kunci yang diputar membuat rasa panic Jiyeon semakin menjadi. Gadis itu menahan napas saat dengan perlahan pintu kamar dibuka dan menampakkan Minho yang tengah menatapnya tajam. Pria itu melangkah mendekati Jiyeon. Tak lama ekspresinya berubah. Tak tampak lagi Minho yang dingin dan kejam, yang tampak hanyalah Minho yang ramah dan lembut.

Dengan penuh kelembutan Minho mengusap kepala Jiyeon dan kemudian membelai pipinya. “Kau cantik sekali.” Ucapnya sembari tersenyum lembut. Jiyeon hanya diam. Gadis itu duduk mematung diatas ranjang Minho.

Minho berlutut didepan Jiyeon. Dipandanginya wajah gadis itu dengan tatapan memuja. Dan sedetik kemudian, Minho mencium Jiyeon dengan begitu bernafsu. Jiyeon meronta-ronta. Gadis itu memukul bahu Minho dengan keras, berharap agar namja itu menghentikan tindakannya. Tapi Minho malah semakin kasar. Ia mendorong tubuh Jiyeon hingga gadis itu terbaring terlentang diatas tempat tidur. Minho menahan kedua tangan Jiyeon diatas kepala gadis itu. Ciuman demi ciuman dilayangkan pria itu, dari bibir hingga menuju leher putih Jiyeon.

“Minho lepaskan aku! Kau gila!” Teriak Jiyeon histeris.

“Hanya ini satu-satunya cara agar kau menjadi milikku.”

“Jebal, jangan lakukan ini Minho-ya!” Isak Jiyeon ketakutan.

SREK!

Kemeja putih Jiyeon terobek akibat dari tarikan Minho yang begitu kuat. Jiyeon merasa pasrah. Sudah tidak ada yang bisa ia lakukan lagi. Tak ada yang bisa menolongnya, dan bahkan ia sangsi jika Eunji tahu bahwa ia sedang disekap di apartemen Minho.

 

*****

 

 

“Kyuhyun oppa!” Seru Eunji begitu melihat Kyuhyun memasuki lobby apartemen Minho. Eunji tidak sendiri. Disampingnya berdiri Woo Bin. Kyuhyun menatap Eunji dengan cemas. “Kau yakin Jiyeon berada disini?” Tanya Kyuhyun.

“Sebenarnya tidak terlalu yakin, tapi tidak ada salahnya jika kita memeriksa apartemen Minho, bukan? Sebab dulu Minho pernah beberapa kali menahan Jiyeon di apartemennya. Keunde yang jadi masalah, kita tidak bisa naik ke lantai atas tanpa kartu penghuni apartemen ini atau setidaknya atas izin dari orang yang akan kita kunjungi. Toh, kita tidak mungkin kan menelpon Minho terlebih dahulu.” Eunji sudah frustasi memikirkan bagaimana caranya agar mereka dapat masuk ke apartemen Minho.

“Itu soal gampang. Aku kenal pemilik dan manager apartemen ini. Biar aku urus semuanya.”

“Ah, syukurlah!”

Begitu mendapat izin dari manager apartemen, dan bahkan pemilik apartemen yang merupakan teman dekat Kyuhyun saat SMA, Eunji, Kyuhyun dan Woo Bin langsung naik ke lantai 10.

“Dia tinggal di kamar nomor berapa?” Tanya Woo Bin pada Eunji.

“Kamar no 7. Jiyeon pernah mengatakannya padaku.” Jawab Eunji yakin.

Mereka bertiga berdiri didepan pintu kamar no 7. Kyuhyun langsung mengeluarkan kunci apartemen yang tadi dipinjamnya dari pihak apartemen. Begitu pintu terbuka, mereka bertiga langsung bergegas masuk. Saat itu pula mereka mendengar teriakan Jiyeon dari dalam salah satu kamar.

BRAK!

Pintu dibuka kasar oleh Kyuhyun. Emosi pria itu meledak begitu ia melihat Jiyeon yang terbaring tak berdaya dibawah Minho, sedangkan namja itu sedang berusaha untuk melucuti celana Jiyeon. Tanpa aba-aba Kyuhyun langsung menarik kerah baju Minho dari belakang. Begitu Minho membalikkan tubuhnya, pukulan telak langsung mendarat diwajahnya membuat hidung Minho patah. Darah segar mengalir dari hidung Minho. Kyuhyun kembali mendaratkan pukulan-pukulan kerasnya pada Minho.

Eunji langsung berlari menghampiri Jiyeon. Dipelukkan tubuh Jiyeon yang gemetar. “Sssh, kau sudah aman Jiyeon-ah. Kami ada disini untuk menyelamatkanmu.” Gumam Eunji sembari mengusap-usap lengan Jiyeon. Woo Bin menyerahkan jaketnya untuk menutupi tubuh bagian atas Jiyeon yang hanya meninggalkan bra-nya saja. “Pakaikan ini pada Jiyeon.” Ucapnya.

Woo Bin menarik Minho dari cengkraman Kyuhyun. BUGH! “Brengsek kau!” makinya penuh amarah. Posisi Minho benar-benar sudah terjepit. Dua banding satu. Tentu sudah dapat dipastikan kubu siapa yang menang. Kyuhyun sudah akan kembali melayangkan pukulan, namun Woo Bin menahannya. “Dia bisa mati jika kau terus memukulinya. Lebih baik kau hubungi pihak keamanan, biar si brengsek ini aku jaga.” Ujar Woo Bin.

Kyuhyun mengambil ponselnya dari saku jasnya. Dia langsung menghubungi bagian keamanan apartemen dan juga polisi. Setelah menutup telepon, Kyuhyun menghampiri Jiyeon yang masih menangis dipelukan Eunji. Kyuhyun merasa iba melihat kondisi Jiyeon yang begitu menyedihkan. Pria itu merengkuh Jiyeon kedalam pelukannya. Tangis Jiyeon semakin meledak. “Kau sudah aman. Tidak ada yang perlu kau takutkan lagi. Dia takkan bisa menyakitimu lagi.” Bisik Kyuhyun berulang-ulang ditelinga Jiyeon. Sesekali dikecupnya puncak kepala Jiyeon, berusaha untuk membuat istrinya tenang. Jiyeon membenamkan wajahnya didada bidang Kyuhyun. Ia cukup malu dengan keadaannya saat ini. Begitu berantakan dan menyedihkan.

Minho tampaknya tidak terima karena ia telah dikalahkan begitu saja oleh Kyuhyun. Pria itu menyikut perut Woo Bin, membuat Woo Bin lengah sehingga ia dapat mempergunakan kesempatan itu untuk membalas perlakuan Kyuhyun padanya. Diambilnya vas bunga yang berada diatas meja. Bak orang dikejar setan, Minho melesat menuju Kyuhyun yang sedang membelakanginya.

“Awas!”

PRANG!

 

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

67 tanggapan untuk “Can I Love You (Part 5)

  1. Aaaaa, geregtan aq ne,
    Cv tc yg kena vas bunga itu?
    Kyu kc? Atw jiyi yg kena gra2 lindungin kyu?
    Aaaa, minho ne kebangetan.
    Aaaa, gk bza bayangin gmna jd jiyi, kcian dy
    Dc suami x gk cnta ma dy, minho si gila ne jg ganggu dy.
    Huaaaa, jiyi. Uri dino kasian.
    Next x jgn lama2 jebbal, q nunggu truz ne….

  2. aaaaaaaa
    saeng jinjja!!!
    kmu sukses buat eon gak suka ma mnho d ff ini… 😦
    gedeg q ma minho,,
    brani_ny dy mau melecehkan jiyi!!!aiiiisssshhhh
    hwaaa
    gak tega byangin kondisi jiyi… 😥
    untung ja kyu tpat wktu dtang_ny… 🙂
    omooooo
    ?gak ada kapok_ny ya minho!!! :*
    siapa ya yang kena vas bunga_ny!!!
    smga tak ada yang kena… 🙂
    neeext saeng jebaaaallllll pallliiiiiiii!!!
    eon gak sbar nich mau part 6_ny…Kkkk
    FAIGTHING… 😉

    1. Hahaha kasian juga si Minho eon xD dia hanyalah korban dr imajinasi liarku wkwkwkwk…
      untung aja Kyu oppa cepet dtg, klo ngga… tamat sudah riwayat Jiyeon T__T ditunggu aja ya next chap nya 😀 makasih udh setia baca hehe

  3. . inilah yg akk benci dr ff eonni .. udah updatenya lamaaaaaa bgt kya arisan bulanan .. dan skali update partnya pendek bgt … huuuaaaa mna tbcnya d tempat yg tdk tepat .. haaahhh tp jjur ff mu bkin emosi .. nunggu konflik slanjutnya .. d tunggu next partnya eon .. jgn lama” keburu lupa alur critanya
    . gomawo

    1. Maaf kalo aku updatenya lama. soalnya aku kan juga punya kehidupan pribadi, ngga cuma urusin FF aja. Lagian nulis itu butuh mood dan inspirasi. Makasih udh baca dan komen 🙂

  4. ya ampun bner2 sebel sma sikapnya minho, dia keterlaluan bnget sih :@ hah untung kyuhyun, woobin sma eunji cepat2 datang. Wah siapa tuh yg kena pas bunga? Kyuhyun kah? Atau jiyeon? Huwaa makin penasaran aja nih sma ceritanya, ditunggu bnget next partnya ya ^^

  5. dari awal bc part pertama langsung suka..
    Semakin berlanjut semakin suka dan semakin bikin penasaran,
    next thor secepatanya ditunggu part selanjutnya

  6. Hwaaaa tegang banget bacanyaaaaa
    Vas itu kena siapa??

    Wahh chinguuuu dirimu bikin aku penasaran akut nihh knp tbc nya ada disana???
    Beneran dehh aku tegang banget bacanya, jd ff ini berasa singkatttt banget
    Palli dilanjut yaaa, kepo maksimal nih kkkk

  7. Yakkk ampunnn Minho bener2 udah keterlaluan!!! Jahat bgt sich jd orang kasian Jiyeon ampe kmeteran gitu untung aja Kyu datangnya cepet kalo gak udah habis tu Jiyeon ama Minho 😦

    Nahhh yg kena pukul siapa??? Jgn2 Jiyeon lg karna mau ngelindungin Kyuhyun
    Pokoknya habis ini Kyu mesti sadar dan bisa ngebuka hatinya buat Jiyeon

  8. huaaaaaaaaa maap baru koment nih, hihihihi
    ahhh gregetanlah ama vic disini, tapi untung jiyeon santai aj ay… si Kyu juga kayaknya mulai deh

    apalagi itu si Minho, mau ngapain? scene terakhir bikin penasaran, ditunggu lanjutannya

  9. Aaahhh minho bener2 saeki, unyung kyuhyun cepet dtng
    Cie kyuhyun panik bgt pas d kasih tau eunji klo jiyeon ilang ihiy tanda2nya nih yee ada rasa

  10. aiggo minho makin keterlaluan untung aja keburu datebg kyu,woobin,dan eunji kalau mereka ga dateng ga tau apalagi yg bakal minho lakukan ke jiyeon

  11. kyaaaaa mkin seru…ampe gak bs tidur.mo bc terus pdhal udah setengah 3 pagi…ommo next…siapa yang kena…jangan bilang jiyeon…ommo. ..

  12. Syukur kyu tepat wltu datangnya.
    Tegang baca part ini. Dri bbrp perhatian kyu ke jiyeon kayaknya kyu dah mulai ada rasa deh sm jiyeon.
    Semoga itu makin berlanjut.

  13. kasian deh vict ga bisa deket2 sama kyu banyak banget penghalangnya wkwkwk
    hyukjae main gandeng aja dasar oppa playboy –‘
    kasian juga jiyi ketemu minho sampe disekap minho bener2 psycho untung kyu cepet tanggap sama keadaan jiyi aah semoga kyu bisa nerima jiyi
    lanjut baca lagi ya ^^

  14. Tahan napass … Tegang bgt di bagian akhirnya..
    Huaaaa..

    Gillaaaa minho gilaa…

    Entah apa yg akan terjadi jika kyuhyun, eunji, dan woobin dtg lebih terlambat lagi..

  15. Huaaa utung aja ada kyuhyun, eunji, n woobin bisa tepat waktu tolongngin jiyeon,, dasar minho gila ,, lebih baik minho dipenjara atau gk di bawa ke rsj deh,, biar gk di gngguin sama minho… Sumpah sedih aq jiyeon diperlakuin gtu sama minho ;(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s