Diposkan pada Chapters, KyuYeon (Kyuhyun Jiyeon)

Can I Love You (Part 6)

1403623943283

Author : Cho Haneul 
Title      : Can I Love You?
Type     : Chaptered
Genre  : Romance, Drama

POSTER FROM MY DONGSAENG 

Cast :
– Park Jiyeon
– Cho Kyuhyun
– Jung Eunji
– Choi Minho
– Victoria Song
– Lee Hyukjae
– Kim Woo Bin

_______________________________

 

Bak orang dikejar setan, Minho melesat menuju Kyuhyun yang sedang membelakanginya.

“Awas!”

PRANG!

Vas bunga itu hancur berkeping-keping setelah terlempar membentur dinding. Minho jatuh terduduk sembari memegang tangannya yang tadi ditendang oleh Eunji. Kyuhyun menghela napas lega. Nyaris saja kepalanya terkena hantaman vas tersebut. Beruntung Eunji, yang memang sedikit menguasai ilmu bela diri, menendang tangan Minho sehingga vas tersebut terlempar ke dinding. Woo Bin langsung menahan kedua tangan Minho kebelakang tubuhnya, membuat Minho mengerang kesakitan.

“Brengsek kau! Orang sepertimu memang patut untuk membusuk di penjara!” Geram Woo Bin marah.

Tak lama, petugas keamanan datang, disusul dengan polisi yang tadi dihubungi Kyuhyun. Minho langsung dibawa ke kantor untuk diperiksa. Pria itu akan terkena pasal berlapis dengan tuduhan penculikan, percobaan pemerkosaan, serta kekerasan. Yah, sepertinya ia memang akan mendekam dibalik jeruji besi  untuk waktu yang lama.

Jiyeon masih bertahan pada posisi awalnya, yaitu dipelukan Kyuhyun. Gadis itu masih trauma. Kyuhyun dengan begitu sabarnya menenangkan Jiyeon. Ia tahu bahwa gadis itu amat sangat membutuhkan dirinya saat ini. Eunji menghampiri Kyuhyun dan Jiyeon. “Kyuhyun oppa, lebih baik oppa membawa Jiyeon pulang. Biar urusan ini aku dan Woo Bin oppa yang mengurusnya. Nanti kami akan mengabari mu.” Ucap Eunji. Kyuhyun mengangguk. Ia menatap Eunji dengan penuh rasa terima kasih. “Terima kasih banyak Eunji. Kau tidak hanya sudah menolong Jiyeon, keunde kau juga sudah menyelamatkan hidupku.”

Eunji tersenyum manis, memperlihatkan eyesmile-nya. “Cheonmaneyo oppa. Aku senang bisa membantu. Jaga Jiyeon, ne.”

“Hati-hati.”

 

*****

 

 

_KyuYeon’s PENTHOUSE_

Kyuhyun merebahkan tubuh Jiyeon keatas tempat tidur mereka. Gadis itu tertidur saat dalam perjalanan pulang. Kyuhyun tidak tega membangunkan istrinya itu. Maka dari itu, ia sengaja menggendong Jiyeon dari lobby hingga sampai di Penthouse mereka. Dengan penuh kelembutan, Kyuhyun membelai pipi Jiyeon, mengusapnya pelan.

Tidur Jiyeon tampak tidak nyenyak. Raut takut dan cemas masih tampak diwajahnya. Sesekali Jiyeon akan mengernyit dalam tidurnya, membuat Kyuhyun tidak tenang jika harus meninggalkan gadis itu sendirian.

“Tenanglah. Nan yogiisso.” Bisik Kyuhyun lembut ditelinga Jiyeon. Dibawanya tubuh gadis itu kedalam pelukan hangatnya. Tangannya membelai rambut Jiyeon dengan penuh kelembutan. “Tidurlah yang nyenyak, Jiyeon-ah…”

 

*****

 

_1 AM, Kyuyeon’s Penthouse_

Malam hari Jiyeon terbangun dengan keadaan yang cukup mengkhawatirkan. Napas tersenggal dan wajah serta badan yang penuh dengan peluh keringat. Gadis itu memeluk tubuhnya dengan gemetaran. Matanya menatap sekeliling kamar dengan cemas. Ia sedikit bernapas lega saat menyadari bahwa ia sudah berada di penthouse-nya, di tempat yang aman.

Jiyeon menoleh kesamping, dan mendapati disebelahnya kosong. Tidak ada Kyuhyun disana. Gadis itu kembali merasa cemas. Ia sedang tidak dalam kondisi ingin sendiri. Bayang-bayang Minho masih menghantuinya.

“Kyuhyun oppa…” Panggil Jiyeon dengan suara yang bergetar.

Tidak ada jawaban dari Kyuhyun yang menandakan bahwa namja itu berada disana. Jiyeon kembali memanggil suaminya. “Kyuhyun oppa… Kyuhyun oppa, neo oddisso?”

Air mata sudah mengenang dipelupuk mata Jiyeon. Tinggal menunggu waktu untuk segera jatuh membasahi wajah cantiknya. Dengan perlahan Jiyeon beranjak dari tempat tidur. Ia berjalan dengan perlahan menuju pintu kamar. Suasana luar kamar tampak gelap. Sejenak Jiyeon jadi bimbang apakah ia harus keluar atau tetap menunggu Kyuhyun didalam kamar. Pada akhirnya ia memutuskan untuk keluar dan mencari Kyuhyun.

“Jiyeon?”

Jiyeon tersentak kaget dan langsung menoleh kebelakang. “Kyuhyun oppa!” Gadis itu langsung menghambur kepelukan Kyuhyun. “Aku mencarimu. Aku pikir kau pergi.”

“Aniya, aku hanya pergi ke ruang kerjaku sebentar. Aku tidak mungkin meninggalkanmu dalam keadaan seperti ini.” Kyuhyun menatap wajah istrinya itu. Wajah Jiyeon masih tampak pucat dan kelelahan. Tanpa sadar tangan Kyuhyun terulur dan membelai lembut wajah Jiyeon. Ia tidak sadar bahwa tindakan sederhananya itu telah sukses membekukan Jiyeon.

“Ayo kembali tidur. Kau masih terlihat lelah.” Ajak Kyuhyun sembari membimbing Jiyeon untuk kembali ke kamar mereka.

 

 

*****

 

 

_FORTUNE GROUP, Kyuhyun’s office room_

“Memangnya tidak bisa jika aku tidak ikut pergi? Aku tidak mungkin meninggalkan Jiyeon dalam kondisi seperti ini. Sudah beberapa hari ini Jiyeon selalu terbangun ditengah malam dalam keadaan ketakutan. Ia masih trauma atas kejadian beberapa hari yang lalu. Jiyeon bahkan menolak untuk tidur jika tidak ada yang menemani.” Kyuhyun menatap Hyukjae dengan frustasi.

Hyukjae menghela napas. Ia sudah tahu mengenai kejadian yang menimpa Jiyeon. Ia cukup kaget dengan hal tersebut. “Aku tidak bisa berbuat apa-apa, Kyu. Victoria bilang ini merupakan permintaan dari CS Group. Mereka ingin kau yang meninjau proyek ini langsung. Dan lagi, mereka ingin mengundangmu untuk makan malam bersama.” Ujar Hyukjae.

Kyuhyun mendengus kesal. Dari awal ia sudah merasa bahwa ada campur tangan gadis berdarah Cina itu. Melihat kegusaran Kyuhyun, Hyukjae mendapat ide bagus. Ide yang pastinya akan membuat Victoria kesal setengah mati dan pastinya menggagalkan rencana gadis itu untuk mendekati Kyuhyun.

“Bawa Jiyeon bersamamu.”

Kyuhyun mendongak menatap Hyukjae sembari menaikkan alisnya. “Ini bukan liburan. Aku kesana untuk bekerja.”

“Aish, kau tidak tahu atau pura-pura bodoh, eo? Sudah jelas sekali bahwa Victoria memiliki rencana terselubung yang pastinya tidak jauh-jauh dari dirimu. Lagipula membawa Jiyeon bukanlah ide yang buruk. Toh, hari Jumat sampai Minggu dia libur kuliah. Jadi kurasa takkan masalah baginya. Dan lagi, kau tidak ingin meninggalkannya, kan?” Hyukjae tersenyum menampakkan gusinya.

Kyuhyun mengangguk-angguk, lalu ia menatap Hyukjae penuh selidik. “Dari mana kau tahu bahwa Jiyeon libur setiap Jumat dan Sabtu?”

“Hey hey, kau lupa bahwa aku alumni Jeguk University yang paling fenomenal?” Ujar Hyukjae narsis. Pria itu bangkit dari duduknya. “Ja, aku pergi dulu. Pokoknya besok jam 10 pagi kau sudah harus ada di Gimpo airport, arasso!”

Kyuhyun mengangguk malas. Dalam hati ia merutuk wanita bernama Victoria itu. “Dasar yeoja bermuka tembok!” desisnya kesal.

 

*****

 

_PEMAKAMAN UMUM_

Jiyeon meletakkan sebuket mawar putih diatas gundukan tanah yang diselimuti rumput berwarna hijau. Gadis itu menunduk dalam sembari memejamkan mata, mendoakan jasad yang tengah berbaring damai didalam peti.

Jin Sena. Nama yang tertulis di nisan. Sena merupakan sepupu Jiyeon yang meninggal setahun lalu karena penyakit langka Ataxia yang sudah lama dideritanya. Dulu Jiyeon sangat dekat dengan Sena, meskipun usia mereka terpaut lima tahun.

“Beristirahatlah dengan tenang unnie. Aku akan selalu mendoakanmu, dan aku tahu bahwa kau selalu menjaga dan mengawasiku dari atas sana.” Ucap Jiyeon sembari tersenyum lembut.

Gadis itu berjalan menuruni jalan yang berbukit. Angin musim gugur bertiup sepoi-sepoi, menerbangkan rambut coklat gelap milik Jiyeon. Tempat itu begitu sejuk dan indah dengan berbagai pohon dan tanaman yang tumbuh disana. Sama sekali tidak terasa kesan seram ditempat itu.

“Jiyeon?”

Jiyeon mendongak begitu mendengar namanya dipanggil. Ia agak kaget saat mendapati ibunda Sooyoung tengah berdiri dihadapannya. Tatapan Jiyeon beralih ketangan Ny.Choi yang sedang memegang bunga Lily putih. Pasti ia berencana untuk menjenguk Sooyoung.

Jiyeon tersenyum ramah dan kemudian membungkuk sopan. “Annyeong haseyo ahjumma. Oraemaniyeyo. Bagaimana kabar ahjumma?”

“Ne, oraemaniyeyo. Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?”

“Nan jal jinaeyo.” Jiyeon tersenyum manis.

“Makam siapa yang baru kau kunjungi?”

“Makam sepupuku. Hmm, apa ahjumma akan mengunjungi makam Sooyoung unnie?” Tanya Jiyeon pelan. Nyonya Choi tersenyum kecil. “Ne. Ini sudah jadwalku untuk mengunjunginya. Aku membawa bunga favoritnya.” Nyonya Choi menunjuk sebuket bunga lily yang ada ditangannya

Sejenak Jiyeon merasa agak ragu, namun gadis itu membulatkan tekadnya. “Hmm… apa aku boleh ikut mengunjunginya? Aku ingin mendoakan Sooyoung unnie.”

Nyonya Choi tersenyum senang. “Tentu saja boleh sayang! Sooyoung pasti akan senang mendapat kunjungan darimu. Ayo!” Ajak Nyonya Choi.

Jiyeon menatap makam Sooyoung dengan pandangan nanar. Ada perasaan sedih, sedikit iri, dan juga perasaan bersalah dalam hati Jiyeon. Gadis itu mencengkram tasnya yang didalamnya terdapat buku harian Sooyoung. Ia memang selalu membawa buku harian Sooyoung kemanapun ia pergi. Ia takut jika ia meninggalkan buku tersebut, nantinya buku itu akan ditemukan oleh Kyuhyun.

‘Mungkin ini memang sudah saatnya aku mengembalikan diary ini kepada pemilik aslinya…’

 

 

*****

 

 

Perasaan Jiyeon menjadi agak lega setelah ia mengembalikan diary tersebut. Seharusnya sudah dari lama ia mengembalikan buku harian itu. Jiyeon menegakkan tubuhnya saat melihat Kyuhyun masuk kedalam kamar mereka. Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Gadis itu mengamati gerak gerik Kyuhyun.

Merasa diamati, Kyuhyun menoleh dan menatap gadis itu langsung ke matanya, membuat Jiyeon gugup. Jiyeon langsung membuang pandangannya.

“Jiyeon-ah, besok kau libur, kan?”

Jiyeon menoleh. “Ne.” Jawabnya.

“Besok aku harus pergi ke Jeju untuk mengawasi proyek resort yang baru. Dan aku ingin kau ikut.”

Ekspresi Jiyeon yang tadinya nyaris muram langsung berubah sumringah. Ia menatap Kyuhyun, nyaris tak mempercayai apa yang baru didengarnya. Kyuhyun memintanya untuk ikut bersama namja itu!

“Jinjjayo?! Ne, aku mau!” Ujar Jiyeon bersemangat. Kyuhyun tersenyum samar melihat reaksi istrinya tersebut. Tanpa Kyuhyun sadari, akhir-akhir ini Jiyeon sudah mulai memberikan perubahan-perubahan signifikan pada dirinya. Jiyeon sudah membuatnya tersenyum, tertawa dan bahkan merasa panic. Yah, gadis itu dengan caranya yang sederhana telah mengembalikan Kyuhyun seperti dirinya yang dulu.

 

 

*****

 

 

Victoria sudah lebih dulu sampai di Ciel Hotel. Ia berencana akan menyambut kedatangan Kyuhyun. Sayangnya wanita itu tidak sadar bahwa medan telah berubah. Tangannya mengepal dengan sempurna saat dilihatnya Kyuhyun yang berjalan memasuki lobby hotel bersama Jiyeon dan Hyukjae. Victoria tak habis pikir untuk apa Jiyeon ikut dalam perjalanan bisnis mereka.

“Ah, kalian akhirnya sampai.” Victoria berujar ramah, tentu saja hanya untuk Kyuhyun. Wanita itu menatap Jiyeon sekilas, dan kemudian kembali menatap Kyuhyun. “Aku baru tahu bahwa perjalanan bisnis juga bisa diperuntukkan untuk bulan madu.” Ujar Victoria sambil tertawa, yang tentu saja sarat akan sindiran. Kyuhyun tersenyum kecil. “Ne, kami memang sekaligus ingin melakukan bulan madu sesi kedua.”

Wajah Jiyeon memerah mendengar perkataan Kyuhyun, begitu pun wajah Victoria. Bedanya, jika Jiyeon bersemu merah karena gugup dan salah tingkah, maka Victoria bersemu merah karena marah menahan gejolak emosi dihatinya.

Hyukjae nyaris terpingkal-pingkal. Ingin sekali ia mengancungkan kedua jempolnya pada Kyuhyun atas apa yang baru namja itu lakukan pada Victoria. Benar-benar pemandangan yang menyenangkan dan sekaligus menghibur.

“Sebentar, aku Check In dulu.” Ujar Hyukjae sembari berlalu menuju resepsionis. Pria itu kembali dengan membawa dua buah kunci. Diberikannya satu kunci pada Kyuhyun. “Ini kamarmu dan Jiyeon. Sengaja kupilihkan yang special honeymoon.” Hyukjae tertawa kecil.

Victoria membeku melihat itu. Ia tak sanggup memikirkan bahwa namja yang setengah mati dicintainya akan tidur sekamar, dan bahkan seranjang dengan wanita lain.

“Permisi, kami ke kamar dulu. Sampai bertemu di resort nanti sore.” Ucap Kyuhyun acuh seraya menggandeng tangan Jiyeon. Jiyeon menunduk sopan pada Victoria yang dibalas dengan tatapan sinis. Hyukjae tersenyum kecil melihat itu. “Apa itu yang dinamakan terpaksa? Kurasa kau sudah salah menafsirkan. Meskipun mereka hanya dijodohkan, tetapi terlihat jelas bahwa mereka saling mencintai. Ja, aku ke kamar dulu. Sampai bertemu nanti sore.” Hyukjae tersenyum manis, menampakkan gusinya. Pria itu berlalu sembari menyeret kopernya. Tinggallah Victoria yang hanya dapat menatap kosong ke lantai.

 

 

*****

 

“Wah, pemandangannya bagus sekali!” Seru Jiyeon antusias. Gadis itu menghirup udara laut yang segar dari balkon kamar mereka. Kyuhyun berdiri disamping Jiyeon. “Ne. Hyukjae hyung benar-benar serius dengan ucapannya.”

Jiyeon menoleh menatap Kyuhyun. “Apa oppa akan pergi nanti sore?”

“Ne. Aku harus mengecek keadaan resort. Itu memang tujuanku datang kesini. Wae? Apa kau ingin pergi ke suatu tempat?”

Jiyeon menggeleng. “Kalau begitu aku tinggal disini saja.” Ucapnya lesu. Kyuhyun yang menyadari bahwa istrinya itu tak ingin ditinggal sendirian, akhirnya memutuskan untuk mengajak Jiyeon ikut serta. Jiyeon langsung sumringah. Tadinya gadis itu sudah sedih karena akan ditinggal oleh Kyuhyun. Dengan begini ia dapat mencegah Victoria untuk dekat-dekat dengan suaminya. Yah, Jiyeon sudah bertekad untuk tidak memberi kesempatan pada Victoria untuk mendekati Kyuhyun.

Sepertinya bendera perang sudah dikibarkan.

Kyuhyun, Victoria, Hyukjae, Jiyeon serta Tuan Xing, partner mereka untuk projek kali ini, tengah berkeliling di sekitar resort. Tuan Xing tampak sangat puas dengan hasil kerja perusahaan Kyuhyun. Ia mengakui kehebatan Kyuhyun dan perusahaannya. “This is really great! More than I expected.” Ujarnya dalam bahasa Inggris yang lumayan fasih, meskipun aksen Cina-nya tetap kental.

Victoria tersenyum, dan kemudian ia mengapit lengan Kyuhyun. Namun sayangnya, sesegera itu pula Kyuhyun menepis tangan wanita itu dan ia menarik Jiyeon kesisinya. “Jangan jauh-jauh, Yeon.” Ucap Kyuhyun pelan. Jiyeon tersipu malu. Victoria hanya mendengus kesal mendengarnya.

Mereka makan malam di sebuah restoran terkemuka di Jeju bersama tuan Xing dan istrinya. Ternyata istri tuan Xing masih keturunan Korea, sehingga ia dapat sedikit berkomunikasi dalam bahasa Korea. “Istrimu cantik sekali, tuan Cho. Kalian terlihat serasi.” Puji Nyonya Xing.

“Ghamsahamnida.” Ucap Jiyeon dan Kyuhyun.

Tuan Xing tertawa kecil. “Ku dengar kalian masih tergolong pengantin baru, benarkah?”

“Ne. Kami baru menikah kurang lebih 2 bulan yang lalu.” Jawab Kyuhyun sopan.

“Rencananya ingin punya anak berapa?”

Jiyeon nyaris tersedak mendengar pertanyaan dari Tuan Xing. Sebenarnya itu merupakan pertanyaan lumrah yang biasa ditanyakan orang pada pengantin baru. Namun Jiyeon merasa begitu sensitive dengan pertanyaan tersebut. Jangankan untuk punya anak, mereka bahkan belum melakukan malam pertama mereka selayaknya pasangan suami istri normal.

Kyuhyun berdeham. “Kami belum merencakan untuk memiliki anak, keunde jika memang Tuhan memberikan kami anak, maka kami juga takkan menolak.”

“Aigoo, jangan terlalu lama menunda. Kehadiran anak sangat penting dalam hubungan pernikahan.” Ujar Nyonya Xing.

Telinga Victoria panas mendengar percakapan itu. Ingin rasanya ia menutup mulut Tuan dan Nyonya Xing agar berhenti bertanya masalah pernikahan. Ia tidak sanggup mendengarnya. Jiyeon menatap Victoria sinis. ‘Cih, jangan dikira hanya dia saja yang bisa mengintimidasiku. Aku juga bisa!’ Batin Jiyeon.

Dengan sengaja Jiyeon mengumbar kemesraan dengan Kyuhyun. Gadis itu meletakkan beberapa lauk kesukaan Kyuhyun dipiring suaminya itu. Bahkan Jiyeon tak ragu untuk membersihkan sudut bibir Kyuhyun. Awalnya Kyuhyun agak kaget dan sedikit merasa risih. Namun kelamaan pria itu mulai terbiasa. Toh, ia cukup menikmati perhatiaan yang diberikan oleh Jiyeon padanya.

“Menyerah saja ya.” Bisik Hyukjae tepat ditelinga Victoria. Gadis itu menggenggam erat sendok dan garpu yang ada ditangannya. Untung saja sendok dan garpu itu tidak terbuat dari kaca hingga tidak hancur berkeping-keping ditangan Victoria.

 

 

*****

 

 

“Kyu!” Victoria menahan lengan Kyuhyun yang baru keluar dari toilet. Kyuhyun menatap wanita itu tajam. “Wae?” tanyanya dingin.

“Kita harus bicara!” Tanpa persetujuan, Victoria langsung menarik tangan Kyuhyun dan membawa namja itu menuju pojok koridor yang langsung mengarah pada halaman belakang restoran. Victoria menatap Kyuhyun dalam. Kyuhyun dapat melihat mata gadis itu yang merah dan berair. Yah, Victoria menangis.

“Nappeun namja!” Victoria memukul dada Kyuhyun. “Kenapa kau menikahi gadis itu? Kau tahu dengan pasti bahwa aku mencintaimu!”

“Dan kau juga tahu dengan pasti bahwa aku tidak mencintaimu.” Nada suara Kyuhyun yang begitu dingin menusuk hati Victoria, membuat hati gadis itu berdenyut pedih.

“Tapi gadis itu tidak lebih baik dariku!”

Kyuhyun menatap Victoria tajam. Ia tidak suka mendengar ada yang menghina Jiyeon. “Tahu apa kau soal Jiyeon?! Dengar! Sampai kapanpun aku takkan mencintaimu. Hubungan kita hanya sebatas rekan kerja. Begitu proyek ini selesai, maka hubungan kita juga selesai. Jangan menggangguku lagi. Dan jangan coba-coba mengganggu Jiyeon.” Tegas Kyuhyun.

Kyuhyun berniat untuk melangkah pergi, namun dengan sigap Victoria menarik lengan namja itu dan mencium Kyuhyun dengan paksa. Kyuhyun sontak langsung mendorong tubuh Victoria hingga gadis itu tersentak kebelakang. Kyuhyun menatap berang kearah gadis itu. “Kau benar-benar menjijikkan! Begitu proyek ini selesai, kupastikan perusahaanku takkan pernah bekerja sama dengan perusahaanmu lagi!”

Victoria termangu mendengar perkataan Kyuhyun. Ia sudah membuat kesalahan yang amat fatal. Disatu sisi Kyuhyun juga termangu kala ia berbalik dan melihat Jiyeon yang tengah berdiri tak jauh darinya. Sepertinya Jiyeon melihat adegan ciuman tadi, terlihat dari tatapan gadis itu yang tidak fokus. Dalam hati Kyuhyun merasa sedikit cemas. Ia takut jika Jiyeon akan marah padanya.

Kyuhyun langsung menghampiri Jiyeon. Digenggamnya tangan gadis itu dan dibawanya pergi.

“Akan kujelaskan semua.” Ujar Kyuhyun.

Jiyeon menahan langkah Kyuhyun. “Oppa, gwenchana. Aku tidak marah padamu. Aku tahu itu bukan keinginanmu. Victoria yang langsung menciummu.” Ucap Jiyeon lembut sambil mengelus punggung tangan Kyuhyun yang menggenggam tangannya. “Gomawo oppa…” Ucap Jiyeon lagi, membuat Kyuhyun mengernyit bingung. “Terima kasih karena kau telah mengkhawatirkan diriku. Nan neoreul mideoyo.”

Kyuhyun terdiam mendengar kata-kata Jiyeon. Percaya… Gadis itu amat percaya padanya, dan sedikit banyak itu membuat Kyuhyun merasa senang sekaligus terharu. Tanpa disangka Kyuhyun mengecup dahi Jiyeon dengan lembut, membuat Jiyeon merasa kaget sekaligus senang disaat yang bersamaan.

Apa ini pertanda bahwa Kyuhyun sudah membuka pintu hatinya untuk Jiyeon?

-To Be Continued-

Maaf baru ngepost setelah hampir sebulan. Semester 3 bikin aku galau. Sumpah, tiada hari tanpa tugas dari dosen2 tersayang TT__TT
Aku cuma bisa nulis pas Weekend aja. Itu juga kalo kebetulan gk ada acara lain 😦 Jadi maaf kalo jarang ngepost. Dan soal panjang pendek, aku udh pernah bilang kn kalau aku ngga biasa nulis panjang2. Selain ngga sempet, aku juga takut ntr pada bosan.

Oke deh, smpe ketemu di  Chapter 7! 😀 Mohon feedback-nya yaaa ^^

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

53 tanggapan untuk “Can I Love You (Part 6)

  1. Kyu udh mulai perhatian sama jiyeon yeayyyyyy kyu udh mulai cinta blm nih sama jiyeon?? Semoga udah kkkkk
    aku sukaa cara kyu melindungi jiyeon
    itu sesuatu bangett pokoknya heheheee

    Ckckckk vic masih aja gatell nih ngejar2 kyu,udh tau kyu ga suka masihhhh aja ngejar2 untung ada hyukjae yg kasih ide ajak jiyeon ke jeju
    good job hyukie kkkk
    next lagi ya sayyy

    1. Haha, kira2 Kyu udh beneran suka atau cuma simpati aja? ayo tebak! xD
      Vic emg rada cabe! oops.. >.< yg penting kyu kuat iman ngga tergoda ama Vic hehe

      Makasih udh setia baca FF gaje ini 😀

    1. Iya, emg pendek. Aku takut lebih lama ngepost kalo terlalu panjang. Makasih udh baca 😀 seneng deh kalo ada yg suka sama cerita ini ^^ ditunggu aja ya next chap nya ^^

  2. akhhhhh dilanjut juga akhirnyaa 🙂 Kyuuuuuuuu apakah dia udh mulai nerima jiyeon(?) sepertinya iyaa ~~~ Jiyyyy semangat bikin kyu jatuh cinta yaa^^ jangan mau kalah sama Victoria!! Makinnnnnnn Seruuu (y)
    yaaa semangat teruss yaa author eonnie^^ ditunggu next partnya~

    1. Huhuhu iyaaa nih, maaf udh bikin kmu kelamaan nunggu. Aku lagi sibuk ama tugas dan quiz nih, jd ngga sempet2 nulis TT__TT hmm, kira2 kyu udh suka jiyeon atau malah cuma simpati doang? hehe

  3. kyaaa bner2 suka bnget ngeliat perhatian kyu ke jiyeon thor 😀 hhihi apa kyu udh mulai jatuh cinta sma jiyeon? Vic itu bner2 ngeganggu bnget sih thor. Pokoknya seneng bnget thor disini bnyak moment kyuyeon nya 🙂 ditunggu bnget next partnya ya thor ^^

  4. huahhhh. jijay q ma vic. uhhhh. BT.
    aaaa. moga kyu bneran buka hti x buat jiyi.
    ayo lc kyu. kurang ap cb si jiyi ini.

    asal d lnjutin mpe end. q bkln dttp nunggu ne ff.
    coz q suka bgtz ma ne ff.

    d tnggu ya next x.
    fighting.. 🙂

    1. Insya Allah bakalan smpe end kok 😀 aku pantang ninggalin FF yg udh separuh jalan gitu aja. Bikin kesel dan keki reader hehe 😀 Setiap ada waktu luang pasti aku usahain untuk post kok. makasih udh baca FF ini ^^

  5. Wahhh kyaknya bakal ada yg bakal jatuh cinta niiii 😉
    Ayo Joyeon lebih kencat lagi buat ngerebut hatinnya Kyu….

    Meskipun postnya lama aku tetep bakal nunggu kok 😀 kalo bisa jgn ampe gak d terusin sampe end ya 😦 soalnya ini salah satu ff Kyuyeon yg paling aku suka 😀

    1. Makasih udh nungguin dan baca FF ini 😀
      Tenang aja, Insya Allah bakalan terus aku lanjutin sampe end kok 😀 Aku pantang ninggalin FF tanpa end gitu aja hehe. Semoga tetep suka baca FF ini ^^

  6. ahhh aku kira jiyeon atau kyu yang kena, untungnya…
    akhirnya jiyeon ngembaliin diarynya sooyung 🙂
    wah kyu mulai buka hatinya nih buat jiyeon, ditunggu lanjutannya

  7. huuuuhfff
    untung trnyata vas_ny gak kna ma siapa”… 🙂
    and dah lega jiyi
    akhir_ny mengembalikan bku harian soo young lagi k tempat_ny… 🙂
    hahahaa
    suka ma hyukppa,,dy kompor bnget ya manas”in vic teru…tpi suka q…Kkkk
    aigooooooo
    untung ja jiyi gak marah liat kyu d cium vic… 😦
    c’vic trlalu dech,,smga dy gak berbuat mcem”lgi ya… 🙂
    kyu scara gak sdar dah mlai membuka diri nich,,
    ma jiyi…
    smga Kyuyeon smkin cpet berstu ya….h ehehe
    moment KyuYeon yang lain eon tunggu ya saeng… 😉
    neeeext… 😉
    and FAIGTHING… :*

    1. Kyaaaa~ makasih buat komennya 😀 seneng bgt nih pas baca hehe =D Iya, Kyu secara ngga sadar udh mulai nyaman sama kehadiran Jiyeon dihidupnya. doain aja semoga kyu cepet cinta ama jiyeon hehe 😀

  8. senengnya kalo liat mereka bisa makin mesra lagi moga aja ini emang awal yang bagus buat hubungan kyu dan jiyeon
    victoria emang harus ditegesin biar gk makin nglunjak….
    hyukjae jadi kompor yang suka manasin suasana tapi yang menguntungkan buat jiyeon kekekeke
    next ya chingu mian ya aku panggil chingu coz ngrasa lebih enak aja daripada thor

  9. So sweet banget Kyu oppa and Jiyeon berusaha u sll kompak, wlpn dlm hal ini u melawan Victoria song yg terang2an mengejar Kyu oppa

    1. Yup! untuk mendepak Vic jauh2 emang kudu punya strategi yg bagus xD maklum lah, dia kn begitu gencarnya ngejar2 Kyuppa. Anyway, makasih udh baca dan buat feed backnya ^^

  10. Aku bahagia bgt deh sama part ini, si kyu udh mulai nunjukin rasa sayangnya k jiyeon
    Huab itu endingnya bkin mupeng, kyu cium kening jiyeon asikk

  11. Aaah bagusnya.
    Pertama, kamu berhasil buat cerita ini ga predictable banget. Itu vas bunga ternyata ga kena siapa-siapa hehe. Eunji keren!
    Kedua, aku suka karakter kyuhyun di sini. Ga kaya ff lain yang dimulai dg pernikahan yang penuh pertengkaran, si kyuhyun dari awal nerima nasib, ga benci jiyeon, ga kasar juga, ga cuek banget, tapi cuma agak dingin aja dan masih teringat mantan.
    Suka deh kyuhyun udah mulai nunjukin rasa sayangnya.
    Oia saran aja, kadang terlalu banyak di skip time dengan momen yang dikit. Kalau bisa dikurangin hehe.

  12. jiyeon masih trauma,astaga si victoria bebal bnget ya masih aja ngejar kyu.untung jiyeon gk salah paham
    senang akhirnya diarenya udah dibalikin.

  13. akhirnya kyuyeon mesra seneng banget liat mereka manas2in si vict, dan untung banget si jiyeon ga marah pas kyu dicium vict, dan itu bikin kyu makin jatuh hati sama jiyeon cieeee seneng banget liatnya hahaha
    aku lanjut baca ya ^^

  14. E ciyeee kyuhyun,, mulai ada something ya ma jiyi 😀
    Udh lah vic nyerah. Cari namja lain sana, hush hush 😛
    kya.. kyuyeon sweet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s