Diposkan pada Chapters, KyuYeon (Kyuhyun Jiyeon)

Can I Love You? (Part 8)

1403623943283

Author : Cho Haneul 
Title      : Can I Love You?
Type     : Chaptered
Genre  : Romance, Drama

POSTER FROM MY DONGSAENG 

Cast :
– Park Jiyeon
– Cho Kyuhyun
– Lee Hyukjae
– Jung Eunji

_____________________________

_KyuYeon’s Penthouse, 05.00 PM, Seoul_

Jiyeon keluar dari kamar mandi hanya dengan selembar handuk yang membalut tubuhnya. Rambut coklat gadis itu tampak basah, pertanda bahwa ia baru saja selesai keramas. Gadis itu melenggang dengan santainya tanpa sadar bahwa ia tidak sendirian di kamar itu.

“Omo!” Jiyeon langsung menutup bagian atas tubuhnya dengan selembar handuk kecil yang tadi ia pakai untuk mengeringkan rambut. Wajah gadis itu bersemu merah saat bertatapan dengan Kyuhyun. Apalagi dengan kondisinya yang seperti itu. “Op..oppa kau sudah pulang ternyata…” Jiyeon menjadi gugup sendiri. Selama menikah gadis itu tidak pernah berganti baju dihadapan Kyuhyun. Ia selalu melakukannya didalam kamar mandi jika sedang ada Kyuhyun. Ia tidak tahu bahwa Kyuhyun akan pulang lebih awal hari ini.

“Ada yang salah? Kau terlihat amat kaget dengan kepulanganku?” Alis Kyuhyun bertaut heran sembari menatap istrinya yang masih tampak gugup serta salah tingkah. Jiyeon menggeleng. “Aniya, aku… em, aku ganti baju dulu.” Secepat kilat Jiyeon melesat kembali ke kamar mandi setelah ia mengambil baju ganti.

Kyuhyun tertawa melihat tingkah konyol istrinya itu. Mereka bahkan sudah melakukan hal ‘itu’. Bagaimana mungkin Jiyeon masih malu untuk menampakkan tubuhnya? Kyuhyun menggelengkan kepalanya tak habis pikir. Mengingat kejadian saat di Jeju mau tak mau membuat wajah Kyuhyun merona merah. Sumpah, ia tidak pernah menyangka bahwa ia akan melakukan hubungan badan dengan Jiyeon saat di Jeju. Benar-benar di luar rencana. Sebenarnya Kyuhyun agak malu jika mengingat kejadian saat itu, karena kondisinya yang berada dibawah kendali obat perangsang akibat ulah Victoria.

Kyuhyun jadi agak cemas jika saat itu ia telah berlaku kasar dan membuat Jiyeon jera.

“Aish!” Kyuhyun mengacak rambutnya gusar.

“Ada apa oppa?”

Jiyeon ternyata sudah selesai berganti pakaian. Kyuhyun menggeleng sambil tersenyum kecil. “Aniya. Aku akan mandi setelah itu kita makan. Aku lihat kau sudah menyiapkan makanan untukku. Memang masih sore sih, tapi aku sudah lapar.”

Jiyeon tersenyum manis. “Mandilah, aku akan memanaskan makanannya dulu. Sampai ketemu di meja makan.”

 

 

*****

 

 

Mereka makan dalam diam. Kyuhyun memang tidak suka berbicara saat makan. Tidak sopan menurutnya. Sedari tadi Jiyeon sibuk dengan pikirannya, hingga ia tidak menyadari jika Kyuhyun tengah menatapnya intens. Gadis itu memikirkan permohonan Nyonya Choi yang menginginkan agar dia mencabut tuntutan pada Minho. Jujur sampai sekarang Jiyeon masih belum dapat memberikan jawaban. Gadis itu takut pada Minho dan dia merasa bahwa Minho memang pantas berada di penjara, namun disatu sisi ia kasihan pada Nyonya Choi yang begitu tampak merana.

Lalu, keputusan apa yang harus ia ambil?

“Jiyeon?” Panggil Kyuhyun, membuat Jiyeon langsung tersentak. “Ne?”

“Kau ada masalah?”

Jiyeon menunduk, lalu memainkan nasi yang ada di mangkuknya. “Tadi siang aku bertemu dengan ibu Minho. Dan… dia memintaku untuk mencabut tuntutan atas Minho.” Ucap Jiyeon lirih. Kyuhyun tampak kaget. “Lalu apa jawabanmu?” Tanya pria itu merasa agak was-was.

Jiyeon menghela napas pelan. “Aku belum menjawab. Jujur saja, aku tidak tahu harus bagaimana. Aku kasihan pada ibu Minho, keunde aku juga sangat takut jika Minho akan kembali mencelakaiku lagi.”

“Aku tidak akan setuju jika kau mencabut tuntutanmu. Minho sudah sangat merugikanmu, Yeon. Dia memang pantas berada dibalik jeruji besi itu untuk merenungkan kesalahannya.”

“Arayo.” Jawab Jiyeon lirih. Ia merasa bersalah pada Nyonya Choi karena sepertinya ia takkan bisa untuk mencabut tuntutan tersebut.

 

*****

 

_Hansel & Gretel Cafe, 03.45 PM_

“Mwo? Mencabut tuntutan!” Seru Eunji kaget. Gadis berambut sebahu itu langsung menggeleng tidak setuju. “Jangan termakan ramuan ibu Minho. Minho sudah berada ditempat yang seharusnya. Dia itu namja gila. Siapa yang dapat menjamin bahwa namja itu takkan menganggumu lagi?” Eunji menghela napas kasar.

Jiyeon meminum milkshake strawberry miliknya. “Jawabanmu seperti Kyuhyun oppa. Ia juga melarang keras aku mencabut tuntutan itu.”

“Karena menjebloskan Minho kedalam penjara adalah keputusan yang sudah tepat.”

Eunji menatap Jiyeon sembari tersenyum sumringah, membuat Jiyeon mengernyitkan dahinya bingung. “Wae? Kau terlihat menyeramkan jika begitu.”

“Aku perhatikan sekarang kau dan Kyuhyun oppa semakin dekat. Jangan mencoba untuk mengelak sebab seharian ini kau terus bertukar kabar dengan Kyuhyun oppa. Ini cukup aneh mengingat betapa dinginnya hubungan kalian dulu. Dan yang lebih mengagetkannya lagi, kali ini Kyuhyun oppa yang berinistif menanyakan kabarmu, bukan sebaliknya.” Eunji menatap Jiyeon dengan berbinar-binar. “Apa aku telah melewatkan sesuatu?” Goda Eunji.

Gadis itu langsung terbahak kala melihat ekspresi Jiyeon yang mendadak bersemu merah. Sepertinya hal yang baik memang telah terjadi, dan Eunji cukup bersyukur akan hal itu. Selama ini ia tahu pasti bagaimana berasaan Jiyeon pada Kyuhyun. Sahabatnya itu begitu mengagumi sosok suaminya, meskipun Kyuhyun adalah tipe namja pendiam dan agak dingin.

“Seolma… saat di Jeju kalian…”

“Kyaaaa!” Jiyeon langsung menutup kedua telinga. Gadis itu sudah tidak sanggup menahan malu. Eunji tertawa sembari menggoyang-goyangkan bahu Jiyeon. “Ayolah Yeon! Ceritakan padaku! Ah, kau pelit sekali padaku! Ayolah!”

“Ara ara! Lepaskan dulu tanganmu, Jung Eunji!”

 

 

*****

 

 

“Wah, kau benar-benar memutuskan hubungan kerja sama kita dengan perusahaan Victoria. Padahal kerja sama ini baru berjalan kurang lebih dua bulan.” Ujar Hyukjae. Kyuhyun masih sibuk menandatangi berkas-berkas yang tadi Hyukjae berikan, kemudian ia menyerahkan berkas-berkas yang sudah dibubuhi tanda tangannya. “Aku tidak tertarik untuk menjalin hubungan kerja sama lebih lanjut dengan Victoria. Yeoja itu sudah melewati batas toleransi ku.”

Hyukjae menatap Kyuhyun penuh ingin tahu. “Apa yang terjadi saat di Jeju?”

Kyuhyun menghela napas. “Dia menciumku didepan Jiyeon dan… yah, dia cukup menyebalkan.” Kyuhyun mengurungkan niatnya untuk menceritakan perihal obat perangsang. Ia tidak ingin temannya itu malah menggodanya. Mata Hyukjae membulat kaget kala mendengar alasan Kyuhyun. “Men…mencium mu? Aish, dasar yeoja keras kepala! Keputusanmu sudah sangat tepat Kyu. Malah seharusnya sudah dari dulu kau melakukan hal ini. Eh, tapi bagaimana dengan reaksi Jiyeon? Dia marah?”

“Aniya. Dia tahu bahwa itu bukan kehendakku. Jiyeon, dia sangat percaya padaku…”

Hyukjae tersenyum mendengar jawaban Kyuhyun. Pria berambut pirang itu dapat melihat pancaran kebahagiaan diwajah Kyuhyun. Pancaran yang sudah lama hilang semenjak kepergian Sooyoung. Sekarang Hyukjae yakin bahwa Kyuhyun sudah menemukan kebahagiaannya. Ia yakin bahwa Jiyeon adalah gadis yang tepat untuk Kyuhyun. Hyukjae mendoakan yang terbaik untuk sahabat yang sudah dianggapnya sebagai adik sendiri itu.

‘Senang melihatmu kembali Kyu…’

 

 

*****

 

 

Jiyeon menyeka keringat yang membasahi wajahnya. Sudah sejam lamanya ia berkutat di dapur, tentu saja untuk mencoba menu baru yang dilihatnya dari majalah. Selama ini Jiyeon baru bisa memasak tiga menu makanan saja, bibimbap, sup ayam dan bulgogi. Gadis itu ingin meningkatkan kemahirannya dalam hal memasak.

Gadis itu tidak sadar bahwa dirinya tengah menjadi objek pandangan suaminya. Kyuhyun sudah pulang sekitar 5 menit yang lalu. Harum makanan yang begitu menggiurkan menuntunnya ke dapur. Pria itu tanpa sadar tersenyum hangat saat melihat Jiyeon yang berusaha dengan keras untuk dapat memasak dengan baik. Kyuhyun tahu bahwa kemampuan memasak istrinya itu tidak terlalu baik, dan dia sangat menghargai kerja keras Jiyeon sekarang.

“Akh!” Pekik Jiyeon saat tangannya terkena percikan minyak. Kyuhyun menghampiri gadisnya itu. Diambilnya tangan Jiyeon dan dibasuhnya dengan air kran yang mengalir. Jiyeon terdiam menatap takjub suaminya. “Kau harus berhati-hati. Jangan sampai terkena wajahmu.” Ucap Kyuhyun. Jiyeon hanya mengangguk, terlalu kelu untuk sekedar bergumam. Kyuhyun meniup lembut luka ditangan Jiyeon. “Tunggu sebentar.” Namja itu menghilang sejenak, dan tak lama kembali dengan sebuah salep ditangannya. Dengan lembut ia mengolesi salep tersebut ke tangan Jiyeon. Kyuhyun mendongak menatap tepat dimanik mata Jiyeon. Sepasang suami istri itu saling bertatapan selama beberapa detik sebelum Kyuhyun menegakkan tubuhnya dan kemudian melenggang pergi setelah sebelumnya sempat mengelus kepala Jiyeon.

“Dia… Cho Kyuhyun kan?” Gumam Jiyeon pada dirinya sendiri.

 

____________________________________

 

Jiyeon terduduk kelelahan di sofa. Gadis itu baru saja selesai membereskan dapur dan mencuci piring. Jam baru menunjukkan pukul 7 malam, namun gadis itu sudah merasa amat mengantuk dan lelah. Pandangan mata Jiyeon jadi agak mengabur. Tampaknya anemia gadis itu kambuh. Jiyeon hampir memejamkan matanya ketika sebuah tangan yang dingin menempel di dahinya. Kedua mata Jiyeon kembali terbuka.

“Kau sakit? Wajahmu pucat.  Apa anemia mu kambuh lagi?” Tanya Kyuhyun. Pria itu merasa cemas. Jiyeon hanya mengangguk lemah. “Aku pusing. Bisa antar aku ke kamar?” Pinta gadis itu. Kyuhyun langsung meraih tubuh istrinya dan mengendongnya. Jiyeon langsung menyandarkan kepalanya didada Kyuhyun.

Kyuhyun menyerahkan obat yang harus diminum oleh Jiyeon kala anemia gadis itu kambuh. “Pelan-pelan.” Ucap Kyuhyun. Pria itu membantu Jiyeon kembali berbaring. Ia pun juga turut berbaring disamping istrinya tersebut. Kyuhyun mengamati wajah Jiyeon. “Jangan terlalu lelah, Yeon. Kau punya anemia.” Kyuhyun berkata pelan. Jemari pria itu membelai wajah Jiyeon, membuat gadis itu merasa nyaman. Jiyeon beringsut mendekati Kyuhyun dan meletakkan kepalanya didada namja itu.  Kyuhyun tidak menolak. Ia justru melingkarkan lengannya dipinggang Jiyeon, dan menarik tubuh gadis itu semakin menempel padanya. Sesekali ia akan mengelus punggung Jiyeon secara perlahan dan tak luput pula mencium puncak kepala Jiyeon.

“Oppa?”

“Hem?”

“Bisakah kau bernyanyi untukku. Eommonim bilang bahwa kau hobi menyanyi dan bahkan dulu saat SMA kau pernah menjuarai kontes menyanyi.”

“Kau mau lagu apa?”

“At Gwanghwamun.”

Kyuhyun mengecup puncak kepala Jiyeon. “Baiklah. Dengarkan baik-baik, oke.”

Dan malam itu Jiyeon tertidur pulas dengan diiringi oleh suara merdu milik Kyuhyun. Mereka tidur dalam posisi berpelukan hingga menjelang pagi. Kyuhyun sendiri tidak menyangka bahwa tidur dengan posisi seperti ini akan terasa amat nyaman. Yah, tentu saja akan nyaman selama ada Jiyeon disisinya.

 

 

*****

 

 

Bau rumah sakit yang khas dan menyengat benar-benar membuat Jiyeon merasa mual dan pusing. Gadis itu meremas tangannya, kebiasaan yang acap kali ia lakukan saat merasa panic dan cemas. Jiyeon menunggu dengan tidak sabar dokter yang sedang memeriksa Nyonya Choi. Jiyeon menyalahkan dirinya atas insiden yang beberapa saat lalu terjadi. Gadis itu beranggapan bahwa jika saja ia tidak menolak permohonan ibunda Minho, pasti sekarang wanita paruh baya itu tidak sedang terbaring lemah di ruang rawat.

Tadi, ibu Minho kembali menemui Jiyeon. Kali ini langsung datang ke kampus gadis itu. Wanita itu memohon sambil menangis-nangis agar Jiyeon berubah pikiran dan mau mencabut tuntutan. Jiyeon benar-benar dilemma. Namun dengan sangat menyesal gadis itu harus tetap mempertahankan keputusannya untuk memproses Minho secara hukum. Mendengar keputusan mutlak dari Jiyeon membuat Nyonya Choi menjadi syok hingga pingsan. Jiyeon begitu panic melihat ibu mantan kekasihnya itu yang tergeletak tak sadarkan diri dihadapannya.

Air mata Jiyeon mengenang. Haruskah ia menarik tuntutannya? Tapi Kyuhyun pasti takkan setuju. Dan Jiyeon tidak mau melakukannya secara diam-diam karena tentu saja akan percuma. Toh Kyuhyun akan segera tahu dari pengacara pria itu.

Gadis berparas cantik itu langsung menghampiri dokter yang baru keluar dari ruang pemeriksaan. “Bagaimana keadaan ahjumma?” Wajah Jiyeon begitu dilanda kepanikan.

“Nyonya Choi mengalami stress berat hingga kondisi kesehatan menurun. Ada suatu hal yang menjadi beban pikirannya. Untuk sekarang kondisi masih stabil dan tidak ada yang perlu dikhawatirnya, namun jika ini terus berlanjut maka akan berdampak buruk pada kondisi fisik dan psikis Nyonya Choi. Saya harap anda dapat membantu pasien untuk meringankan beban pikirannya, sebab ia tidak boleh terlalu banyak berpikir.” Jelas Dokter cantik bername tag Shin Sekyung itu.

Jiyeon terdiam mendengar penjelasan dokter. Rasa bersalah semakin menyelimuti hati Jiyeon. Gadis itu bahkan nyaris menangis sangking frustasinya. Ia jelas-jelas tidak bisa membiarkan keadaan tetap seperti ini. Baru saja Jiyeon akan masuk ke ruang rawat Nyonya Choi, ponsel gadis itu berbunyi.

“Yoboseyo oppa?”

“Yoboseyo. Kau dimana? Hari ini aku kembali pulang lebih awal. Jika kau masih di kampus, maka aku akan menjemputmu.”

“Aku ada di rumah sakit.”

“Apa yang terjadi? Anemia mu kembali kambuh? Kau tadi pingsan?” Suara Kyuhyun terdengar panic.

“Aniya. Aku tidak apa-apa. Keunde, ibu Minho sekarang tengah terbaring di rumah sakit. Tadi dia pingsan. Oppa apa yang harus kulakukan? Ibu Minho menjadi seperti ini karena kesalahanku. Dokter bilang Nyonya Choi mengalami stress berat. Ottohke?” Suara Jiyeon bergetar karena menahan tangis.

“Jiyeon, dengar! Ini bukan kesalahanmu. Jadi tidak perlu merasa bersalah. Kau tunggu disana, aku akan menyusul. Sebutkan nama rumah sakit dan kamar rawatnya!”

“Sungkyuwan Hospital, lantai 4 kamar nomor 408.”

 

 

*****

 

 

Mata Jiyeon menatap nanar kearah wanita paruh baya yang tengah menggenggam tangannya erat. Nyonya Choi masih bersikeras untuk memohon agar Jiyeon mencabut tuntutan terhadap putra semata wayangnya itu. Wanita paruh baya itu bahkan rela bersujud dikaki Jiyeon semata-mata demi putra tercintanya. Yah, wanita itu rela merendahkan harga dirinya. Jiyeon benar-benar miris melihat itu.

“Maaf ahjumma tapi aku tidak bisa…”

“Jiyeon-ah, apa kau tega melihatku seperti ini. Kumohon berilah belas kasihanmu padaku. Aku mohon dengan sangat Jiyeon-ah.”

Suara ketukan pintu mengalihkan perhatian kedua wanita yang berada didalam kamar rawat itu. Kyuhyun masuk kedalam, dan membungkuk sopan pada ibu Minho. Pria itu berjalan mendekati Jiyeon yang masih duduk dikursi tepat disamping ranjang Nyonya Choi.

“Annyeonghaseyo. Cho Kyuhyun imnida. Suami Jiyeon.” Kyuhyun memperkenalkan dirinya secara singkat.

“Cho Kyuhyun-ssi, aku mohon agar kalian mau mencabut tuntutan atas putraku. Aku berjanji akan membawanya menjauh dari hidup kalian jika ia sudah bebas nanti. Kupastikan ia takkan menampakkan batang hidungnya dihadapan kalian lagi.” Air mata Nyonya Choi berderai. Wanita itu benar-benar mengharapkan belas kasihan dari pasangan muda dihadapannya ini. Wanita itu sudah nyaris putus asa, sebab mantan suaminya tidak mau ikut campur dan bahkan terkesan tidak peduli dengan nasib putra semata wayang mereka.

Jiyeon menoleh kearah Kyuhyun. “Oppa…” Gadis itu bingung harus bagaimana. Mengerti dengan maksud istrinya, Kyuhyun menggeleng yang berarti ia tidak setuju dengan keputusan istrinya. Jiyeon menarik tangan Kyuhyun keluar dari ruang rawat Nyonya Choi Senna.

“Tidak yeon. Aku tidak mengizinkannya.” Tegas Kyuhyun.

Mata Jiyeon terlihat begitu sendu. “Ini demi Nyonya Choi. Kasihan dia oppa. Dia begitu tertekan dan terluka. Hanya Minho harapan satu-satunya. Lagipula ia berjanji akan membawa Minho pergi jauh jika namja itu bebas. Minho tidak akan mengganggu kita lagi.” Jiyeon berusaha membujuk Kyuhyun, namun suaminya masih bungkam. Ia masih berpegang teguh pada keputusan awalnya.

“Oppa… kumohon… aku tidak bisa seperti ini terus. Aku akan menjadi orang yang sangat jahat jika aku mengabaikan permohonan Nyonya Choi. Ia bahkan nekad bersujud dikakiku hanya untuk mendapatkan maaf atas perbuatan Minho. Kumohon, biarkan aku mencabut tuntutan itu oppa…” Jiyeon sudah menangis terisak-isak, membuat perasaan Kyuhyun menjadi tidak enak. Pria itu tidak suka melihat wanitanya menangis seperti ini. Dari dulu Kyuhyun memang tidak suka melihat seorang wanita menangis. Itu membuatnya merasa seperti seorang namja brengsek.

Kyuhyun menarik tubuh Jiyeon kepelukannya. Jiyeon melingkarkan tangannya dipinggang Kyuhyun, dan Kyuhyun kemudian mengecup puncak kepala Jiyeon, hal yang belakangan menjadi kegiatan favoritnya. Namja itu memejamkan mata dan setelah bergelut selama sekian detik dengan pikirannya, namja itu akhirnya mengalah. “Hah, baiklah… kita akan mencabut tuntutan itu.”

Jiyeon langsung mendongak. “Jinjja? Gomawo oppa!” Gadis itu memeluk Kyuhyun erat.

“Tapi jika Minho kembali menganggumu, maka aku tidak akan segan-segan untuk kembali menjebloskan dia ke penjara.”

 

 

*****

 

_KyuYeon’s Penthouse_

Eunji mengenyakkan tubuhnya di sofa. Gadis manis itu mendesah pelan. “Lalu kapan namja psycho itu keluar dari penjara?” Eunji menatap Jiyeon.

“Seharusnya besok siang.”

“Kau yakin sudah membuat keputusan yang tepat?” Eunji masih tampak khawatir. Jiyeon mengedikkan bahunya. “Entahlah. Tapi setidaknya aku telah meringankan beban Nyonya Choi. Minho akan menjadi tanggung jawabnya dan dia sudah berjanji akan membawa Minho pergi jauh. Katanya ia akan membawa Minho pindah ke New Zealand.” Ucap Jiyeon.

Eunji mengenggam tangan sahabatnya itu. “Yah, semoga saja ahjumma itu menepati janjinya. Aku sudah sangat muak berurusan dengan mahkluk bernama Choi Minho itu. Woo Bin dan Jonghyun oppa saja sangat kaget saat tahu kau dengan sukarelanya mencabut tuntutan atas Minho. Mereka khawatir padamu, Yeon.”

Jiyeon tersenyum manis. Hatinya menghangat begitu tahu betapa sayangnya sahabat-sahabatnya itu terhadap dirinya. “Gomawo Eunji-ya.”

 

 

*****

 

 

Pria berparas tampan itu tidak dapat menyembunyikan senyum lembutnya kala menatap sesosok wanita yang tengah tertidur disampingnya. Sudah setengah jam lamanya Kyuhyun menatap Jiyeon yang sedang tidur. Kyuhyun sangat menyukai wajah Jiyeon saat sedang terlelap. Begitu polos, cantik dan menggemaskan. Jemari pria itu meraih jemari Jiyeon dan membiarkan jari-jari mereka saling bertautan. Kyuhyun benar-benar sudah jatuh pada pesona istrinya. Bahkan sekarang ia sudah tidak pernah memikirkan Sooyoung. Nama mantan kekasihnya itu perlahan sudah memudar dihati Kyuhyun. Yang sekarang ada hanya nama Park Jiyeon, oh atau lebih tepatnya Cho Jiyeon.

Kyuhyun mengecup pipi Jiyeon dan kemudian beralih kebibir tipis gadis itu.

“Saranghae…” Bisiknya pada Jiyeon yang sedang tidur pulas.

Sedetik kemudian Kyuhyun tertawa kecil, mengingat bahwa ia belum pernah menyatakan cinta secara langsung pada gadisnya. Lagipula tanpa perlu perkataan, Kyuhyun yakin bahwa Jiyeon mengerti bagaimana perasaannya. Kyuhyun adalah tipe namja yang lebih senang menunjukkan perasaannya lewat tindakan daripada hanya mengumbarnya lewat kata-kata.

Tapi tetap saja yang namanya cinta harus diungkapkan, bukan?

 

 

-To Be Continued-

Akan segera tamat 😀 Jadi mungkin tinggal 3 atau 4 chapter lagi, atau malah mungkin part selanjutnya lgsg end :0 haha, ngga deh becanda! XD Masih ada krg lebih 3 chapter lg kok. Semoga ngga bosen ya sama FF ini. Oh iya, ada yang suka couple Donghae-Jihyun (4minute)? Well, i’m just asking hehe 😀 See ya all soon ^^

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

57 tanggapan untuk “Can I Love You? (Part 8)

  1. aaaaaa. bahagia bahagia.
    yeyy. kyu idc cinta ma jiyi. tenang dch aq.
    tp gk bza tenang2 amat sch. coz minho mw bebas.
    aaaaa. semoga aj kyu bza jagain jiyi ya.
    hmmpt.
    gk sbr nunggu next x ne.
    cant wait anymore…
    jgn lama jebbal. hehe

  2. kyaa seneng bnget, kyuhyunnya udh bneran jatuh cinta sma jiyeon >< hhihi akhirnya perjuangan jiyeon ga sia2 ^^ haduh apa yg akan terjadi kalau nanti minho bebas? Ditunggu next partnya ya 😀

  3. yeeeeeayyy
    akhir_ny nongol juga
    part 8ny…. 🙂
    aigoooooo
    pokok_ny suka bngeettttt
    sma part ini,,special KyuYeon
    moment…heuheu
    neeeext bnyakin lgi donk
    moment KyuYeon_ny!!!Kkk
    neeeext eon tunggu ya… 😉
    donghae Jihyun????aniiii
    eon gak suka… 😦
    donghae jiyeon baru okeeeeyyyyy…hehehe
    FAIGTHING… 🙂

    1. Hoho, part ini emg sengaja aku jejelin ama Kyuyeon moment. biar reader pada puas 😀 Haha, ini masih kurang banyakkah? xD

      Lah eon, kan Jiyeon udh sama bang kyu, masa sama donghae juga. Ntr si handsomeKyu cemburu lagi wkwkwk. Makasih buat komennya yg selalu cetar membahana! 😀

  4. uugh seneng bnget baca nya. kyuhyun benee2 usah jatuh cinta sm jiyeon. kekekeee
    perhatian bnget lagi, auuwww…
    kasian juga sih sm eomma minho, pasti berat bnget, mudah2an aja habis keluar penjara ngga d ganggu lagi.
    kyuhyun oppa ayo nyatakan cinta sama jiyeon, perempuan butuh kepastian. hihihiii
    next

  5. acie..ciee.. kyu udah suka sama jiyeon.. dan udah bilang “SARANGHAE” ke jiyeon walaupun pas jiyeon tidur.. dan mudah-mudahan minho ga ganggu hubungan kyuyeon

  6. Waaah specialnih buatku di postingnya tgl 15…hihihihaku suka pary ini. Mereka keliatan canggung banget satu sama lain.
    kyu say I LLOVE YOU gih. Cewek butuh kepastian keles…trus lakuin dalam keadaan sama2 mau dong. Biar nanti ada dedek bayu hahaha

  7. Yeayyyyy part ini kyuyeon moment nya lumayan banyakk,,, sukaaaa banget deh pokoknya
    Apalagi saat kyu gendong jiyeon trus nyanyiin at gwanghwamun,, jinjaaa bikin lumerrrrrrr
    Itu kan mimpi aku, tidur ditemenin kyu sambil di peluk trus di nyanyiim at gwanghwamun pula
    Ternyata jiyeon yg sudah merasakan nya kkkkk

    Semoga minho bener2 ga akan berbuat nekat lagi

    Mmmm masalah donghae jihyun.. mian aku ga suka… donghae suamikuuu 😜
    Tp klo donghae jiyeon aku suka kkkk

    Di next lagi yaaa

    1. hhahaha, itu mimpi aku juga dinyanyiin ama kyuppa >.< tp buat Jiyeon aku ikhlas kok minjemi kyuhyun oppa wkwkwk Lah, ntr kalo Jiyeon ama Donghae, si evilkyu ngambek lagi hehe

  8. ah bhagianya dgn pasangan ini..kyu sdh mencintai jiyeon dan ku hrp suatu saat nnti dia akn mengtakan lgsung di dpn orgx.

    smangat thor…

  9. aku juga gk setuju sich kalo minho bebas aturan ma dia dipindah ketempat rehab aja
    ahh makin so sweet aja nich couple moga sja selalu bahagia entah itu vic ataupun minho gk bakal ganggu jiyeon ma kyu

  10. cie cie..
    lagi lovey dovey nihh..
    pada malu-malu kucing nihh..
    ayo nempel-nempel kayak perangko aja..

    yehh terima kasih ,, oppa oenni kau telah membebaskan minho oppa ku

    oya kira-kira kapan jiyeon hamil ya…

    1. haha, part ini emg rada lebay dikit wkwkwk 😀 biar pada puas ama kyuyeon moment disini hehe ^^
      haha, blm ada rencana nih mau bikin jiyeon-nya hamil. masih mau lovey dovey ama Kyu. anyway, makasih buat komennya 😀

  11. Omo kyuyeon y.. oh y aku blh tny ga? Ff jiyi yg super junior little sister ga lnjt y? Kangen sm moment siyeon n kyuyeon di ff itu.. hikz.. wah daebak.. minho jgn jht lg dong ksian jiyi.. minho sm yeoja lain aja.. omona kyupa udh jth cinta y sm uri jiyi.. kwkwkwk

  12. Part ini sumpah manis sekali kyuyeon-nya. Aku juga setuju sama author untuk memperlama masa ‘pacaran sesudah menikah’nya kyuhyun sama jiyeon sebelum mereka punya anak.
    Hmm… sebenernya sih agak-agak jengkel sama ibunya minho, tapi ya namanya orang tua, segimana bandel atau buruknya sikap anak ya pasti tetep sayang sampai segitunya.
    Lanjutannya ditunggu banget loh!

  13. woooaaahhh kyuyeon so sweet makin mesra aja…yaa smoga aja minho bener2 menjauh….mmmmhhh next lg…pokoknya mlm ini harus tamat bc nya…hehe

  14. semoga aja itu bukan akal2an ibunya minho buat ngebebasin minho semoga beneran dibawa pergi si minho.
    ahh senangnya liat kyu udah perhatian banget sama jiyi sekarang malah kayaknya ga bisa jauh2 dari jiyi aigooo

  15. Huaa smoga aja minho sadar dan ibu minho benar2 menjauhkan minho ..

    Haha si kyu malu2 kucing..

    Walaupun mengungkapkannya saat jiyeon tdr tapi itu sudah sebuah ungkapan tulu haha…

  16. Yeay akhirnya kyu benar” mencintai jiyi,, seenggaknya km harus ttp ngungkapin perasaanmu ke jiyi kyu
    Moga keputusan jiyi tepat..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s