Diposkan pada Chapters, KyuYeon (Kyuhyun Jiyeon)

Can I Love You (Part 9 – End)

1403623943283

Author : Cho Haneul 
Title      : Can I Love You?
Type     : Chaptered
Genre  : Romance, Drama

POSTER FROM MY DONGSAENG 

Cast :
– Park Jiyeon
– Cho Kyuhyun
– Lee Hyukjae
– Jung Eunji
– Choi Minho
– Hong Jonghyun
– Kim Woo Bin

______________________________________

Jiyeon terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya yang tengah berada dipelukan Kyuhyun. Gadis itu tidak dapat menyembunyikan wajah sumringahnya. Bukannya bangun dan bersiap-siap untuk pergi ke kampus, Jiyeon malah kembali beringsut kepelukan Kyuhyun. ‘Nyamannya.’ Batin gadis itu.

“Tidakkah seharusnya kau bersiap-siap ke kampus sekarang?”

Suara baritone yang serak itu terdengar ditelinga Jiyeon, membuat gadis itu langsung mendongak dan kemudian menunjukkan senyum tiga jari miliknya. “Ah, kau sudah bangun ternyata. Selamat pagi.” Ucap Jiyeon ceria. Kyuhyun tersenyum sembari menatap istrinya itu. “Selamat pagi.”

Pria itu bangun dari posisi berbaringnya. Ia melirik jam dinding yang berada didepannya sekilas, rupanya sudah menunjukkan pukul 6.30 pagi. Kyuhyun pun bangkit dari ranjang, namun sebelum itu ia menyempatkan dirinya untuk mengusap kepala Jiyeon dengan penuh sayang, membuat sang istri nyaris jumpalitan di atas ranjang sangking senangnya.

Jiyeon menepuk-nepuk kedua pipinya. “Igeon kkumi aniya~ igeon kkumi aniya~” Gadis itu bersenandung riang dengan wajar yang sumringah.

*****

“Hari ini dia bebas, kan?” Tanya Woo Bin. Jiyeon mengangguk. Gadis itu menoleh kearah Jonghyun yang duduk disebelahnya kala mendengar helaan napas dari namja itu. Jiyeon tahu bahwa keputusannya itu mengecewakan teman-temannya, bahkan suaminya sendiri. Namun apa daya, gadis itu tidak tega membiarkan seorang wanita paruh baya yang memohon-mohon padanya dan bahkan rela berlutut dikakinya. Melihat Nyonya Choi membuat Jiyeon jadi teringat akan ibundanya tercinta yang pasti juga akan rela melakukan apa saja demi dirinya.

“Mianhe oppa. Aku tahu keputusanku ini mengecewakanmu.” Jiyeon menunduk sedih. Jonghyun mengacak rambut Jiyeon. “Hey, jangan bersedih seperti itu. Bukannya apa Yeon, aku hanya mengkhawatirkan dirimu. Aku takut Minho akan berbuat nekad lagi. Kau tahu kan dia orang yang seperti apa? Ia takkan berhenti sebelum mendapatkan apa yang dia inginkan.” Jelas Jonghyun. Woo Bin dan Eunji mengangguk setuju.

“Semoga saja ibu Minho menepati janjinya untuk membawa Minho pergi dari Seoul.” Ujar Woo Bin.

Eunji menimpali. “Ne, semoga saja. Jika tidak, yah kita akan terpaksa kembali bertemu dengan namja psycho itu.”

Jiyeon menyeruput milkshake stoberi miliknya dan kemudian mendongak menatap teman-temannya. “Mereka benar-benar akan pergi kok. Nyonya Choi sudah mengurus kepindahan mereka ke New Zealand.” Jiyeon tampak begitu yakin. Ketiga sahabatnya mengangguk paham, berharap bahwa Nyonya Choi tidak hanya sekedar mengumbar janji.

*****

Jiyeon dan Kyuhyun berjalan memasuki ball room dengan tangan Jiyeon yang bergelayut mesra dilengan Kyuhyun. Ruangan yang biasanya kosong dan terlihat lenggang itu, kali ini terlihat begitu semarak dengan berbagai macam hiasan yang didominasi oleh warna putih dan merah marun yang menghiasi ruangan tersebut. Bunga mawar baik yang berwarna merah maupun putih juga tak luput menjadi salah satu dari sekian banyak dekorasi yang menghiasi ball room tersebut. Beraneka ragam makanan juga tersaji disana. Agar selaras dengan suasana pesta, para undangan pun diwajibkan untuk mengenakan dresscode yang sudah ditetapkan yaitu memakai pakaian resmi dengan warna merah, putih atau hitam.

Di ball room itu memang tengah berlangsung pesta pernikahan. Kim Hyomin, sepupu Jiyeon, sedang menggelar pesta pernikahannya disana.

Jiyeon tersenyum memandang suasana pesta. Gadis itu jadi teringat akan pesta pernikahannya dengan Kyuhyun yang sudah terjadi 4 bulan yang lalu itu. Meskipun saat itu keadaannya tidak terlalu mengenakkan karena Kyuhyun yang jelas-jelas tidak mencintainya, namun Jiyeon tetap menganggap hari pernikahannya sebagai salah satu hari terindah dalam hidupnya yang akan ia kenang sampai ajal menjemputnya.

Genggaman tangan Kyuhyun yang terasa hangat sekali lagi membuat Jiyeon tersenyum sumringah. Siapa sangka bahwa pada akhirnya Kyuhyun akan melabuhkan hatinya pada Park Jiyeon.

“Wae?” Bisik Kyuhyun tepat ditelinga Jiyeon. Gadis itu langsung menggeleng. “Haha, aniya. Hanya mengenang masa lalu.” Jawabnya. Tanpa harus bertanya lebih lanjut Kyuhyun sudah tahu kenangan apa yang dimaksud Jiyeon. Namja itu terdiam. Jujur saja, ia merasa bersalah pada Jiyeon karena saat itu sudah bersikap tidak menyenangkan.

“Ja, kita temui Hyomin eonnie dan Joon oppa dulu.” Jiyeon tersenyum manis.

___________________________________________

“Kalian kan sudah 4 bulan menikah. Apa belum mau mendapat momongan?” Tanya salah seorang bibi Jiyeon. Jiyeon menunduk malu. “Untuk sekarang kami sepakat untuk menunda, sebab aku kan masih kuliah. Aku takut tidak dapat mengurus rumah tangga dan anak dengan baik jika aku masih kuliah.” Jawab Jiyeon. Inilah alasan kenapa Jiyeon selalu malas jika harus berkumpul dengan keluarga besarnya. Mereka pasti akan selalu bertanya soal anak pada Jiyeon.

Aish, yang benar saja. Hubungannya dengan Kyuhyun bahkan baru saja membaik.

“Ah, benar juga. Keunde, ingat Yeon, jangan terlalu lama menunda. Nanti malah jadi susah mendapatkannya. Lihat, Miyoung, anakku itu sudah memberikan imo cucu.” Ujar salah seorang bibi Jiyeon dengan bangganya. Jiyeon hanya tersenyum kecil. Gadis itu buru-buru pamit pergi dengan alasan ingin mencari Kyuhyun.

“Hello princess, long time no see.”

Jiyeon langsung membalikkan tubuhnya saat mendengar suara yang cukup familiar untuknya itu. Gadis itu langsung tersenyum sumringah dan berlari kecil menuju namja yang tadi memanggilnya. Jiyeon dan namja itu berpelukan erat, kemudian Jiyeon menatap namja itu. “Kyaaa~ kau makin tampan saja Jackson-ah!” Seru gadis itu.

Pria yang bernama Jackson itu terkekeh kecil. “Tentu saja. Udara Inggris benar-benar cocok untukku.” Ucap pria itu.

Jiyeon dan Jackson terlihat seru bertukar cerita. Maklum saja, mengingat bahwa mereka sudah 3 tahun tidak bertemu karena Jackson yang menuntut ilmu di Inggris. Baik Jiyeon maupun Jackson tidak sadar bahwa ada sepasang mata yang tengah menatap tajam kearah mereka.

Kyuhyun, si pemilik mata tersebut, mengamati istrinya yang tampak asyik bercakap-cakap dengan pria yang sama sekali tidak dikenalnya. Ada rasa cemburu terselip dihati Kyuhyun, apalagi saat melihat Jiyeon dan namja itu berpelukan, serta betapa antusiasnya sang istri kala berbincang dengan pria itu. Sekarang sebuah tanda tanya besar muncul dibenak Kyuhyun. ‘Siapa namja itu?’ batinnya sembari menatap kedua muda mudi itu dengan intens.

Melihat gelagat Jiyeon yang sepertinya akan pergi bersama namja tersebut, membuat Kyuhyun langsung mengambil langkah cepat. Dengan langkah yang lebar Kyuhyun berjalan menghampiri istrinya itu.

“Ehem, Jiyeon.” Panggil Kyuhyun.

Jiyeon menoleh kearah Kyuhyun. “Ah oppa. Aku tadi mencarimu.” Gadis itu tersenyum. “Kenalkan, ini Jackson, saudara jauhku. Dan Jackson, ini Cho Kyuhyun, suamiku.”

Kedua namja itu saling berjabat tangan. Jackson tersenyum ramah menatap Kyuhyun sehingga mau tak mau Kyuhyun membalasnya. Sekali lihat Kyuhyun langsung dapat menyimpulkan bahwa Jackson adalah namja yang periang dan ramah. Terlihat sekali dari senyuman yang tak pernah luntur dari wajah tampannya.

“Jackson ini kuliah di Inggris, maka dari itu bocah ini tidak datang ke pesta pernikahan kita.” Jelas Jiyeon. Kyuhyun mengangguk paham. Pantas saja ia merasa asing sekali dengan wajah Jackson.

“Baiklah, aku akan menyapa Hyomin noona dulu, setelah itu kita kembali melanjutkan obrolan kita tadi.” Ujar Jackson sebelum undur diri. Jiyeon menatap kepergian Jackson dengan senyum yang masih terpatri diwajah cantiknya yang dipoles dengan make up natural.

“Kalian terlihat akrab.”

Jiyeon menatap Kyuhyun. Gadis itu tersenyum kecil mendengar adanya nada cemburu diucapan Kyuhyun tadi. “Wae? Oppa cemburu ya?” Jiyeon tertawa kecil sembari melingkarkan lengannya di lengan Kyuhyun. “Jangan cemburu ya. Bocah itu bahkan lebih muda dua tahun dariku. Aku tidak suka namja yang lebih muda. Aku… lebih menyukai namja dewasa.” Ucap Jiyeon sembari mengedipkan matanya. Setelah berkata demikian gadis itu lantas melenggang pergi, meninggalkan sang suami yang terpesona atas tindakan kecilnya tadi.

*****

_12.45 PM, Seoul, South Korea_

Bibir Jiyeon mengerucut sebal. Ini hari minggu dan gadis itu harus pasrah ditinggal hanya berdua saja dengan pembantu rumah tangganya karena Kyuhyun yang harus pergi ke Busan untuk meninjau proyek terbarunya. Suaminya itu benar-benar orang sibuk. Sangking sibuknya hingga Jiyeon acap kali merasa dinomor duakan. Padahal ia sudah merancang jadwal untuk melakukan hal-hal yang mengasyikkan dihari libur bersama Kyuhyun, seperti piknik atau berolah raga bersama. Namun tampaknya rencana gadis itu harus tertunda untuk sementara.

Walhasil, Jiyeon hanya menghabiskan waktu dengan menonton film-film Hollywood sembari memakan cemilanl. Jika begini ia terlihat tidak ada bedanya dengan gadis single alias tidak memiliki pendamping. Tadinya Jiyeon ingin mengajak Eunji untuk main ke apartemennya, namun gadis itu ternyata sudah memiliki acara tersendiri dengan Woo Bin. Dan Jonghyun, mengingat Kyuhyun yang pencemburu, mana mungkin Jiyeon nekad hanya jalan berdua bersama sunbae-nya yang tampan itu. Jadi intinya, hari minggu ini gadis itu benar-benar bosan setengah mati.

Tiba-tiba bel apartemen Jiyeon berbunyi, membuat fokus Jiyeon berpindah kearah pintu masuk. Tak lama pembantunya datang sembari membawa sebuket mawar putih, bunga favorit gadis itu, ditangannya. Wajah Jiyeon mendadak sumringah. “Dari siapa ahjumma?” Tanya gadis itu.

Pembantunya menyerahkan buket mawar itu ketangan Jiyeon. “Saya juga tidak tahu nona. Saat saya membuka pintu orang yang mengantar barang ini sudah tidak ada. Apa mungkin dari tuan muda Kyuhyun. Dia mungkin merasa bersalah karena harus meninggalkan nona pagi-pagi buta ke Busan.” Ucap Seo ahjumma sembari tertawa kecil.

Ucapan Seo ahjumma membuat Jiyeon semakin sumringah. Yah, itu mungkin saja benar. Lagipula setahu Jiyeon, gadis itu memang pernah bercerita pada Kyuhyun jika ia ingin sekali diberi sebuket mawar putih. Jadi kemungkinan besar buket bunga ini memang dari suaminya. Jiyeon melihat ada kartu ucapan terselip diantara bunga-bunga. Gadis itu mengambil dan membacanya.

Mawar yang cantik untuk gadis yang cantik.
Aku tidak akan lupa bunga favoritmu. Semoga kau suka.
I love you, my princess…

From your prince

Jiyeon tertawa kecil membaca tulisan itu. “Sejak kapan dia jadi cheesy dan narsis seperti ini?” Gadis itu tersenyum senang. Dihirupnya wangi mawar-mawar tersebut. Harumnya begitu menangkan. Rasa kesal Jiyeon jadi berkurang dan malah sudah hilang seratus persen akibat bunga mawar ini. Kyuhyun benar-benar tahu cara membuat perasaannya membaik. Ia harus berterima kasih pada Kyuhyun.

Jiyeon mengambil ponselnya dan meminta Seo ahjumma untuk mengambil fotonya yang sedang memegang buket mawar tersebut. “Ahjumma, tolong ambilkan fotoku ya.” Pinta Jiyeon. Kemudian gadis itu mengirimkan foto tersebut kepada Kyuhyun disertai dengan ucapan terima kasih.

Wallpaper Jiyeon 3

To : My Hubby

Kyaaa~ jeongmal gomawo untuk bunganya. Naega neomu joahaeyo. Cepatlah pulang, aku merindukanmu >.<

Sent!

Jiyeon tersenyum puas. Sekarang ia tinggal menunggu balasan dari Kyuhyun. Memang, semenjak hubungan mereka membaik, Jiyeon sudah tidak canggung lagi untuk bersikap manja dan ber-aegyo ria dihadapan Kyuhyun. Lagipula tampaknya Kyuhyun juga tidak keberatan dengan hal tersebut.

“Ah, ternyata menikah memang menyenangkan haha..” Jiyeon terkekeh geli.

*****

_01.15 PM, Busan, South Korea_

Kyuhyun mengecek ponselnya begitu merasa ada getaran berasal dari ponselnya. Namja itu tersenyum kecil melihat ada pesan masuk dari istrinya. Namun, senyuman itu berganti dengan kerutan dari saat melihat foto Jiyeon yang memegang buket bunga disertai dengan ucapan terima kasih. Pria itu tidak merasa bahwa ia pernah mengirimkan bunga kepada istrinya itu. Kyuhyun memang ada rencana untuk itu, namun yang jelas ia belum sempat melakukannya.

Namja itu langsung membalas pesan dari istrinya.

Bunga? Aku tidak mengirimmu bunga, sayang. Memangnya tidak ada nama pengirimnya?

Mwo? Jadi bunga ini bukan dari oppa? >.<” Tidak ada nama pengirimnya, maka dari itu kupikir dari oppa.

Kyuhyun terdiam menatap pesan masuk dari Jiyeon. Entah mengapa namja itu punya perasaan tidak enak. Ia jadi merasa tidak tenang membiarkan Jiyeon hanya berdua dengan Seo ahjumma di Seoul, sedangkan ia masih harus sehari lagi tinggal di Busan.

Sungmin datang bersama Hyukjae. Kedua namja itu mengernyit heran melihat Kyuhyun yang terpaku menatap layar ponselnya. Sungmin menepuk bahu Kyuhyun pelan. “Semua baik-baik saja, Kyu?” Tanya namja itu sembari menatap Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk. “Ne, hyung.”

“Serius sekali membaca pesannya. Dari Jiyeon?” Tanya Hyukjae dengan nada menggoda.  Kyuhyun mengangguk. “Ya. Dia mengucapkan terima kasih karena ia mengira aku mengirimnya bunga. Padahal aku sama sekali tidak melakukannya.”

“Wah wah, kau dapat saingan lagi Kyu. Jangan-jangan itu dari pengagum rahasia Jiyeon. Wah, istrimu itu memang daebak Kyu!” Ujar Hyukjae.

*****

 

_04.35 PM, Lotte Market, Seoul_

Jiyeon mendorong troli belanjaannya, sedangkan Seo ahjumma memasukkan barang-barang yang sekiranya diperlukan untuk keperluan dapur dan rumah tangga. Pada akhirnya Jiyeon memutuskan untuk menemani Seo ahjumma berbelanja sekaligus mengajak pembantu kesayangannya itu untuk makan diluar.

“Ahjumma, aku kesana dulu ya. Ingin mengambil es krim.” Ujar Jiyeon pada Seo ahjumma yang tengah sibuk memilih sayuran. Wanita paruh baya itu mengangguk sopan. Jiyeon segera melesat menuju pojok favoritnya, yaitu tempat es krim. Gadis itu dengan begitu bersemangat memilih es krim dengan rasa favoritnya dan Kyuhyun. Sebenarnya Kyuhyun tidak terlalu suka makanan manis, namun karena Jiyeon namja itu pun jadi ikut menggemari makanan manis, meskipun tidak terlalu maniak seperti Jiyeon.

Begitu selesai memilih es krim, Jiyeon ingin kembali ke tempat Seo ahjumma menunggunya, namun langkah gadis itu mendadak terhenti. Wajah Jiyeon pucat pasi. “Min…ho?” Desisnya kecil. Tadi, secara sekilas Jiyeon seperti melihat sosok Minho diantara rak-rak makanan kaleng. Tapi sekarang sosok itu sudah tak terlihat, sehingga membuat Jiyeon sangsi apakah yang dilihatnya tadi memang Minho atau hanya orang yang mirip dengan Minho.

“Nona?” Seo ahjumma menatap majikannya dengan cemas. Jiyeon langsung tersadar dari lamunannya. Ia tersenyum menatap pembantunya itu, berusaha untuk terlihat baik-baik saja. “Ja, ayo kita ke kasir. Aku sudah menemukan es krimnya.” Ujar gadis itu.

Sesekali Jiyeon akan menoleh kesekitar dan kebelakang guna untuk memastikan bahwa Minho tidak berada disana. Gadis itu jadi merasa takut jikalau Minho tiba-tiba muncul dan kembali berbuat nekad padanya. Apalagi sekarang Kyuhyun sedang ada di Busan. Ingin rasanya Jiyeon mengadu pada Kyuhyun, namun disatu sisi ia tidak ingin membuat suaminya itu khawatir dan menganggu pekerjaan Kyuhyun.

*****

Jiyeon menghela napas lega. Setelah bekerja dengan keras akhirnya tugasnya diterima oleh sang dosen. Gadis itu berjalan di koridor kampus yang sudah sepi. Maklum saja, sekarang sudah jam 6 malam. Kegiatan belajar mengajar hampir seluruhnya sudah selesai, kecuali untuk kelas malam. Beberapa orang staf dan dosen juga masih terlihat. Jiyeon memeriksa ponselnya barangkali ada pesan masuk dari Kyuhyun. Suaminya itu berjanji akan menjemputnya hari ini dan setelah itu mereka akan makan malam di restoran favorit Jiyeon, namun ternyata suaminya itu belum menghubunginya.

“Apa dia lupa?” Gumam Jiyeon. Gadis itu kembali melangkah dengan pasti ke gedung utama kampus. Setidaknya tempat itu pastinya lebih ramai daripada koridor tempatnya berjalan sekarang.

TUK TUK TUK

Tubuh Jiyeon menegang saat mendengar ada suara langkah lain selain suara langkahnya. Padahal setahu Jiyeon ia sedang sendirian disana. Perasaan mencekam menyelimuti Jiyeon. Dengan cepat Jiyeon kembali melangkahkan kakinya, berpura-pura untuk tidak menyadari adanya suara langkah lain dibelakangnya. Namun, semakin cepat Jiyeon melangkah, maka semakin cepat pula suara langkah yang lain itu terdengar. Jiyeon panic. Kali ini gadis itu tidak hanya sekedar berjalan cepat, tapi ia sudah berlari pontang panting.

Keringat dingin membanjiri wajah cantik Jiyeon. Ia harus sesegera mungkin keluar dari gedung itu dan pergi ke gedung utama untuk mendapatkan pertolongan. Perlahan suara langkah yang mengejar Jiyeon tadi mulai memelan hingga tak terdengar lagi. Jiyeon berhenti berlari. Dengan menguatkan tekadnya Jiyeon menoleh kebelakang. Kosong. Tidak ada siapapun disana. Apa tadi hanya halusinasinya?

Jiyeon jadi bingung sendiri. Namun apapun itu, Jiyeon merasa lega karena sekarang ia aman. Gadis itu kembali ketujuan awalnya, yaitu pergi ke gedung utama dan menunggu Kyuhyun disana. Begitu Jiyeon membalikkan tubuhnya, gadis itu langsung disekap. Mulutnya ditutup dengan sapu tangan dan ada sebilah pisau kecil yang diarahkan ke lehernya, membuat tubuh gadis itu menegang panik.

“Minho-ya…” Lirih Jiyeon.

Minho tersenyum sinis. “Annyeong jagiya. Senang bisa bertemu kembali. Apa kau suka dengan mawar kirimanku?”

*****

Mobil Kyuhyun berhenti tepat di depan gedung utama Jeguk University. Tadi Jiyeon mengirim pesan bahwa ia akan menunggu disana. Kyuhyun melirik kearah jam tangannya. Pukul 6.45, ia terlambat setengah jam dari waktu janjinya dengan Jiyeon. Kyuhyun merutuk kecerobohannya. Ia terlalu asyik berbincang dengan salah seorang kolega bisnisnya hingga tidak menyadari waktu yang terus berjalan.

Kyuhyun meraih ponselnya dan menghubungi Jiyeon. Namun, panggilannya tidak dijawab oleh Jiyeon. Kyuhyun mencoba dan terus mencoba sampai yang kelima kalinya. Kali ini namja itu mengernyitkan dahinya, merasa bingung karena tidak biasanya Jiyeon tidak mengangkat panggilannya.

“Apa dia marah?” Pikir Kyuhyun. Namun dengan segera pemikirannya itu ditepisnya. Jiyeon bukan tipe yeoja yang seperti itu. Jadi, kemana dia sebenarnya? Kyuhyun jadi merasa tidak enak. Pria tampan berjas hitam itu akhirnya memutuskan untuk turun dari mobil dan mencari Jiyeon didalam gedung.

*****

_06.47 PM, Rooftop (Jeguk University), Seoul_

“Minho-ya, apa yang kau inginkan? Kenapa kau membawaku kesini?” Isak Jiyeon.

“Hey, jangan menangis, sayang. Nanti make-up mu luntur. Aku tidak ingin wajah cantik gadisku dibasahi oleh air mata.” Ucap Minho sembari menyeret tubuh Jiyeon mendekat ke tembok pembatas yang tingginya tak lebih dari pinggang orang dewasa. Jiyeon menjadi semakin was-was, mengingat Minho yang acap kali melakukan tindakan nekad.

“Yeppeoji?” Minho berbisik ditelinga Jiyeon. “Neo nan anbogoshipo?” Tanya Minho. Tanpa menunggu jawaban Jiyeon, ia kembali berbicara. “Kau tahu, aku selalu memikirkanmu disana. Tapi kutebak kau pasti tidak melakukan hal yang sama. Kau terlalu sibuk dengan si brengsek itu!” Nada bicara Minho terdengar begitu tajam dan penuh amarah.

“Geumanhe Minho. Semuanya sudah berakhir. Kau seharusnya sudah di New Zealand bersama dengan ibumu. Apa kau tidak kasihan dengan beliau? Ia memohon padaku agar aku mencabut tuntutan terhadapmu. Kau seharusnya memanfaatkan kesempatan kedua ini dengan baik.”

“DIAM!” Bentak Minho. Suara namja itu terdengar menggelegar dikeheningan malam. Sebelah tangan Minho masih memegang pisau yang diarahkan ke leher Jiyeon sehingga membuat gadis itu sama sekali tidak berani berkutik. “Mana bisa aku pergi dengan meninggalkan yeojaku bersama dengan namja lain. Kau hanya ditakdirkan untukku, Yeon. Jika aku tidak dapat memilikimu, maka tidak ada seorang pun yang berhak.”

“Tapi dia suamiku.”

“DIAM! Ini bukan saatnya untukmu berbicara! Aku tidak percaya kau tega menjebloskanku ke penjara laknat itu.” Minho tertawa sinis. Namja itu rupanya benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya. Ia sudah tidak memikirkan akibat yang akan didapatnya dari perbuatannya tersebut. “Mana ponselmu? Cepat serahkan padaku!” Perintahnya. Dengan terpaksa Jiyeon menyerahkan ponselnya. Minho tersenyum sinis begitu mendapati banyaknya pesan masuk dan miscall dari Kyuhyun. Pria itu menekan tombol dial dan kemudian ia menyerahkan ponsel tersebut kembali pada Jiyeon. “Aku sedang berbaik hati. Kau ku izinkan untuk mengucapkan selamat tinggal pada suami tersayangmu itu.”

“Halo Jiyeon-ah? Neo oddi? Aku sudah sampai di kampusmu.” Seru Kyuhyun.

Dengan terisak-isak Jiyeon menjawab, “Op…oppa… aku takut…”

“Kau kenapa Jiyeon? Apa yang terjadi? Kau dimana sekarang?!” Nada bicara Kyuhyun terdengar sangat panic, dan itu membuat tangis Jiyeon semakin tak terbendung. Gadis itu menangis tersedu-sedu meminta Kyuhyun untuk menolongnya. Minho segera merebut ponsel tersebut.

“Annyeong Cho Kyuhyun-ssi.” Sapa Minho dengan tenang.

“Apa yang kau lakukan pada istriku, brengsek?!!” Amuk Kyuhyun.

Minho tertawa geli, senang karena sudah berhasil menyulut emosi rivalnya itu. “Hey, jangan marah-marah seperti itu. Sudah bagus aku mengizinkan istrimu untuk mengucapkan selamat tinggal padamu.”

“Apa maksudmu?! Kembalikan Jiyeon padaku!”

“Mwo? Kembalikan? Kau pikir dia milikmu?! Sejak awal aku tidak pernah melepaskannya. Aku sudah membiarkan kalian bersenang-senang diatas penderitaanku, jadi kurasa ini sudah saatnya aku mengambil kembali hakku. Selamat tinggal Cho Kyuhyun. Aku dan gadisku akan menikmati indahnya langit malam yang bertabur bintang ini.”

“Choi Minho! Ku mohon, jangan lukai Jiyeon. Aku ingin bertemu dengannya. Dimana kalian? Kita bisa bicarakan ini baik-baik. Kumohon Minho.”

Minho tertawa. “Lihat, seorang Cho Kyuhyun memohon pada orang sepertiku. Tidakkah ini sangat lucu?” Ia menatap Jiyeon. Minho kemudian berdeham. “Baiklah, untuk terakhir kalinya aku akan membiarkan kalian bertemu. Lagipula aku ingin kau melihat sendiri kepergian istrimu. Kami diatap gedung 2. Kau punya waktu kurang dari lima menit. Sampai bertemu Cho Kyuhyun.”

*****

“Brengsek!” Umpat Kyuhyun begitu Minho menutup telepon secara sepihak. Kyuhyun mengedarkan pandangannya kesekeliling kampus. Pria itu mengira-ngira dimana gedung 2 yang dimaksud oleh Minho. Jeguk memang memiliki beberapa gedung sehingga menyulitkan Kyuhyun untuk mencari.

Dengan memakai insting, Kyuhyun berlari menuju salah satu gedung yang diyakininya sebagai gedung 2. Dan ternyata dugaannya tidak meleset. Tepat didepan pintu masuk gedung tersebut tercetak jelas angka 2. Kyuhyun langsung melesat mencari tangga atau lift untuk menuju bagian atap gedung. Perasaannya begitu tak tenang kala membayangkan istrinya yang tengah berada ditangan Minho, namja psikopat yang begitu menggilai istrinya. Kyuhyun mengutuk dirinya sendiri yang tidak bisa menjaga Jiyeon dengan baik. Andai saja ia tidak terlambat menjemput Jiyeon, pasti Minho tidak akan memiliki kesempatan untuk menculik Jiyeon.

Beruntung, ternyata ada lift di gedung tersebut, meskipun lift itu tidak sampai menuju atap gedung. Jantung Kyuhyun semakin berdebar keras saat melihat Minho dan Jiyeon yang berdiri diatas tembok pembatas. Angin malam begitu kencang. Sedikit saja lengah maka dapat dipastikan bahwa kedua sosok itu akan terhempas kebawah.

“Choi Minho apa yang kau lakukan?!” Seru Kyuhyun panic.

Minho menoleh sedikit. “Ah,ternyata kau benar datang. Pertunjukkan hampir saja dimulai tanpamu.” Ucap Minho.

Mata Kyuhyun sedari tadi hanya terfokus pada wajah Jiyeon yang sudah dibanjiri oleh air mata. Ingin sekali rasanya ia memeluk tubuh gemetar Jiyeon dan menenangkan istrinya itu.

“Lepaskan Jiyeon!”

“Sirheo! Dia milikku dan sudah seharusnya aku mengambil kembali apa yang sudah menjadi milikku.”

Kyuhyun menggeram marah. “Kau gila!” serunya berang, namun Minho malah tertawa, seakan perkataan Kyuhyun itu merupakan hal yang lucu baginya.

“Ne. Aku memang sudah gila. Gila karena yeoja cantik ini.” Minho menatap wajah Jiyeon. Namja itu tersenyum lembut. “Ja, sudah saatnya kita pergi, Yeon. Aku akan membawamu ke tempat dimana kita bisa bersatu tanpa ada yang menganggu.”

“Minho-ya, jangan begini! Kumohon…” Isak Jiyeon.

Kyuhyun pun tak kalah panic. “Minho, jangan lakukan itu kumohon! Kita bisa bicarakan ini baik-baik. Jangan begini.” Pinta Kyuhyun dengan nada memohon. Namun seakan tuli, Minho tetap berdiri diatas tembok pembatas dengan menggenggam tangan Jiyeon dengan begitu eratnya, sedangkan sebelah tangannya yang lain masih menodongkan pisau kearah leher Jiyeon. Minho menatap kebawah. Jarak mereka dengan lantai dasar begitu jauh, dan Minho sendiri yakin bahwa tubuhnya akan remuk begitu menghantam tanah.

“Aku akan melakukan apapun asal kau melepaskan Jiyeon.”

Minho menoleh begitu mendengar perkataan Kyuhyun. Tampaknya penawaran Kyuhyun terdengar menarik untuknya. Terbukti dengan Minho yang akhirnya turun dari tembok pembatas. Untuk sesaat Jiyeon dan Kyuhyun bisa bernapas lega. Minho menatap tajam kearah Kyuhyun. “Apapun?” Tanya namja itu.

Kyuhyun mengangguk pasti. Minho tersenyum sinis. “Kalau begitu… melompatlah dari atap ini.”

“ANDWAE!” Teriak Jiyeon histeris. Mana mungkin ia rela melihat namja yang begitu dicintainya itu menghilangkan nyawanya dengan sengaja, apalagi demi dirinya. Sampai matipun ia takkan rela!

Kyuhyun terdiam mendengar permintaan Minho. Namja itu termenung beberapa saat, sampai suara Minho kembali terdengar. “Tidak bisa? Baiklah, kalau begitu aku dan Jiyeon yang akan pergi.” Minho sudah akan kembali naik keatas tembok pembatas.

“Tunggu!” Kyuhyun menatap Minho dengan tajam. Tak sedikitpun terlihat rasa takut disepasang bola matanya yang hitam itu. Jiyeon menatap Kyuhyun sambil menggelengkan kepalanya. Ia berharap Kyuhyun tidak akan bertindak bodoh. Kyuhyun balas menatap Jiyeon sembari tersenyum kecil, seakan ingin meyakinkan Jiyeon bahwa semua akan baik-baik saja. “Aku akan lakukan.” Ucap Kyuhyun pada akhirnya. Tangisan Jiyeon terdengar semakin memilukan. “Jangan oppa! Kumohon!” Isaknya.

Minho tersenyum puas. “Baiklah kalau begitu.” Minho berjalan menjauhi tembok pembatas. “Cepat kesana!” Ujarnya pada Kyuhyun. Dengan perlahan Kyuhyun berjalan menuju tembok pembatas. Kyuhyun menatap Jiyeon lembut saat mereka berpapasan, sementara istrinya itu masih terus menggeleng sembari menangis. “Jangan oppa…” Suara Jiyeon terdengar begitu lirih, nyaris seperti bisikan. Tapi sayangnya permohonan gadis itu tidak dihiraukan oleh Kyuhyun. Kyuhyun memang tidak memiliki pilihan lain. Lebih baik ia yang mati, daripada lagi-lagi ia harus merasa sakit karena ditinggal oleh yeoja yang ia cintai.

Kyuhyun berdiri diatas tembok pembatas. Rasa takut sempat menghampiri dirinya begitu melihat betapa tingginya tempat ia berpijak sekarang, namun namja itu berusaha untuk kembali menguatkan hatinya.

‘Jika memang sudah seperti ini takdirnya, maka aku ikhlas. Yang kuinginkan hanya melihat Jiyeon bahagia. Jaga dia untukku, Tuhan…’

“Apa yang kau tunggu?! Cepat lompat!” Seru Minho.

Jiyeon rasanya ingin mati saja saat ini. Melihat Kyuhyun yang berada diatas sana dan bersiap untuk melompat membuat jantung gadis itu berdenyut nyeri. Tubuhnya lemas membayangkan Kyuhyun yang terhempas kebawah dan kemudian…

Tidak! Ini tidak boleh terjadi!

“Oppa, jika kau berani melakukannya, maka aku akan membencimu seumur hidupku!” Teriak Jiyeon. Akan tetapi Kyuhyun sama sekali tidak menghiraukannya. Hal tersebut membuat Jiyeon semakin frustasi.

Kyuhyun membalikkan tubuhnya. “Maafkan aku, tapi aku harus melakukan ini. Aku menyayangimu, Yeon. Sangat…” Ucap Kyuhyun begitu tulus. Ia kembali membalikkan badannya. Kyuhyun menghirup udara sebanyak-banyaknya. Ini akan menjadi kali terakhirnya untuk dapat menghirup oksigen. Perlahan namja itu menutup kedua matanya. Yah, dia siap untuk ini.

“Argh!”

Suara erangan tersebut mennghentikan aksi nekad Kyuhyun. Dengan cepat ia menoleh dan mendapati Minho yang tengah meringis kesakitan akibat kedua lengannya yang dicekal oleh Jonghyun. Melihat situasi tersebut Kyuhyun langsung meloncat turun dari tembok pembatas dan berlari menghampiri Jiyeon. Kedua insan itu berpelukan dengan erat. Jiyeon memukul dada Kyuhyun. “Babo namja! Bagaimana mungkin kau berpikir untuk meninggalkanku dengan cara yang seperti ini?!” Isak Jiyeon pilu. Kyuhyun mengecup puncak kepala gadisnya sembari berkali-kali membisikkan kata maaf.

“KYU AWAS!” Seru Jonghyun memperingatkan. Minho menerjang kearah Kyuhyun, namun beruntung Kyuhyun dapat menghindar. Kedua namja itu berkelahi sengit. Kali ini kemarahan Kyuhyun sudah diubun-ubun. Tidak ada lagi kata maaf atau kesempatan kedua yang pantas diberikan untuk Minho. Kyuhyun menghajar Minho dengan membabi buta. Ia benar-benar sudah lepas kendali. Minho benar-benar kewalahan menghadapi amukan Kyuhyun. Namja itu mengumpulkan tenaganya, dan kemudian dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Kyuhyun kearah tembok pembatas.

“Kyuhyun oppa!” Pekik Jiyeon saat melihat Kyuhyun yang sudah benar-benar tersudut dan nyaris terhempas kebawah. Jonghyun yang melihat itu lantas langsung membantu Kyuhyun. Ia memukul kepala Minho hingga namja itu terjatuh tak berdaya. Namun, bukan Minho namanya jika ia cepat menyerah. Dalam sekejap mata, tanpa Kyuhyun ataupun Jonghyun sadari, Minho bangkit dan dengan cepat menarik tubuh Kyuhyun dan menghempaskannya kearah tembok pembatas yang rendah. Tubuh Kyuhyun langsung terhempas kebawah diiringi dengan teriakan pilu Jiyeon. Napas Jonghyun tercekat saat melihat Kyuhyun terjatuh tanpa ia sempat berbuat apapun untuk menolongnya. Sesaat sebelum tubuhnya terhampas, Kyuhyun sempat menarik baju Minho sehingga Minho ikut terhempas kebawah.

Suara hantaman keras terdengar dibawah sana. Jiyeon terduduk dilantai yang dingin. Pandangan matanya kosong. “Kyu…Kyuhyun oppa…” Bibirnya gemetar kala menyebut nama suaminya itu. “ANDWAEEEE!!!!” Teriak Jiyeon pilu.

“Kyuhyun hyung!”

Suara Jonghyun yang sarat akan kelegaan menyadarkan Jiyeon. Gadis itu langsung berlari kearah Jonghyun yang sedang membantu Kyuhyun naik keatas. Sesudah Kyuhyun sampai dengan selamat keatas, kedua namja itu langsung terduduk dengan napas yang terengah-engah. Jiyeon langsung menghambur kepelukan Kyuhyun. “Aku…aku pikir kau…” Gadis itu tidak sanggup melanjutkan ucapannya. Kyuhyun mengusap lembut kepala Jiyeon. “Tuhan masih sayang padaku, Yeon. Aku masih sempat menggapai pinggiran tembok. Tapi sayangnya Minho terjatuh kebawah.” Ucap Kyuhyun.

Jonghyun melirik kebawah dan mendapati tubuh Minho yang sudah tergeletak tak berdaya dibawah sana. Jonghyun menghela napas prihatin. Ia tidak berharap bahwa kejadiannya akan berakhir seperti ini. Tapi mungkin ini memang jalan yang terbaik untuk Minho. Mungkin hanya dengan cara ini Jiyeon dapat terbebas dari belenggu mengerikan seorang Choi Minho.

 *****

 

_One Month Later_

Sinar matahari menerobos melalui celah-celah gorden. Jiyeon mengernyit, sebelum akhirnya kedua mata indahnya terbuka. Wajah Kyuhyunlah yang pertama kali ditangkap oleh indera penglihatannya. Tak ayal hal tersebut membuat gadis itu tersenyum manis. Bisa melihat Kyuhyun yang bernapas dengan damai membuat gadis itu merasa amat sangat bersyukur. Jika mengingat kejadian sebulan yang lalu, kejadian yang nyaris membuatnya kehilangan Kyuhyun, selalu dapat membuat gadis itu ingin menangis. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana nasibnya jika Kyuhyun benar-benar pergi dari dunia ini.

Mereka betul-betul beruntung karena saat itu Jonghyun tanpa sengaja melihat Kyuhyun. Namja itu memutuskan untuk mengikuti Kyuhyun kala melihat wajah Kyuhyun yang begitu panik. Jika tidak ada Jonghyun, dapat dipastikan bahwa akhirnya tidak akan seperti ini.

CUP!

Jiyeon tersentak kaget saat tiba-tiba bibirnya dikecup oleh Kyuhyun. Ternyata suaminya itu sudah terjaga dari tidurnya. Kyuhyun menatap Jiyeon dalam. “Selamat pagi sayang. Senang dapat kembali melihat senyummu pagi ini.”

Jiyeon tersenyum, dan kemudian merapatkan tubuhnya ke tubuh Kyuhyun, merasakan kehangatan tubuh sang suami. Kyuhyun pun mengeratkan pelukannya ditubuh Jiyeon. Jiyeon mengecup pipi Kyuhyun lembut.“Selamat pagi juga oppa. Senang dapat kembali mendengar suara indahmu…”

-The End-

Yaaay, akhirnya tamat juga 😀 Semoga pada suka sama endingnya. Tadinya mau jadiin smpe chapter 10. Tapi untung final chapter sengaja aja aku bikin panjang supaya pada puas dan ngga lama nungguinnya. Maaf ya kalo endingnya rada alay dan ngebosenin ;’) aku hanyalah author amatiran yang begitu mencintai Cho Kyuhyun LOL. Sampai ketemu di FF yang lain yaaaa ^^

Mohon last feedbacknya 😀

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

59 tanggapan untuk “Can I Love You (Part 9 – End)

  1. Fiuhhhhh untung kyuhyun ga kenapa2
    Btw koq aku masih ngerasa kurang ya hahahhaaa
    Masih pengen lagi lagi lagiiii dan lagiiii
    Special part maybe???

    1. Haha, kurang sreg ya ama endingnya 😀 duh, maaf bgt nih kyknya ngga ada special part atau sekuel. Tp ntr bakalan ada ff Kyuyeon lagi kok hehe. ditunggu aja ya

      1. Kyuyeon lagi??? Asiikkkkkkn kapan di publish,, klo bisa cepet ya hahahaha
        *maksa
        Malah klo bisa choi jiyeon’s story nya di lanjut lagi wkwkwkw
        *makin maksa
        😜

  2. Aahh udah end, bakalan kangen deh ma mereka.
    Ihhh minho nekat juga, untung ada jonghyun ka…

    Ditunggu ff lainnya, terutama kyuyeon..btw. aku juga suka sama kim jiwon, pernah myoba buat ff jiyeon jiwon…eh malah kehapus. Jadi males ngetik lagi deh…hiiihi semangat yaw

    1. Makasih banyak ya udh ngikutin dan dukung FF ini dr awal smpe akhir 😀 Yah, knp berhenti? Ayo lanjut lagi nulisnya. Aku pengen baca kalo udh selesai soalnya jarang bgt ada yg nulis FF Jiwon. Suka couple Jiwon WooBin ga? Aku ada 2 ff ttg mereka hehe 😀

      1. Klo couplenya aku gatau jiwon cocok ma sapa, tapi aku kalo liat dia cocok ma luhan 🙂
        Sayang…hilang ffnya aku jadi males ngetik…tapi nti tak coba deh
        Sama2, ditunggu ff linnya

  3. q suka bgtz wktu kyu cmbru gmna gtu wktu jiyi ngobrol ma jackson td. haha.
    joa joa.

    minho bner2 edan. hikkk.
    tp untung kyu gk ppa. huhh . legaaaa.

    alhr x hppy ending.
    syukur lc.
    hehe
    🙂

    1. Maaf ya kalo endingnya ngga sesuai harapan. Aku udh nyelipin beberapa adegan romantis kok. lagian kalo terlalu romantis ntr pd muntah lagi hehe 😀 makasih udh baca dan komen

  4. Wahhh akhirnya KyuYeon menemukan kebahagiannya juga 🙂 tp masih kurang puas nihh tmabah sequelnya donkkk 😀
    Kalo bisa makin d banyakin lagi ff KyuYeon nya 😉

  5. aduh kak authorr, keren bgt deh gilaaa aku suka bangettttt><!!! tapi endingnya kurang greget nihh, bisa kali thor bikin sequelnya mereka punga anak gituu hehehe

  6. aku pikir kyuhyun akan jatuh kebwah dan …….. tpi untungnya tidak demikian.
    aq skaaaaaaaaa
    aq tunggu karya author yg lain dgn cast yg sma.hehe

  7. huaa.. dikiraiin kyu bakal jatuh dari lantai dua dan akhirnya sad ending 😥 tapi akhirnya happy ending ya walaupun minho meninggal 😦

  8. omooooo
    minho mati!!!
    aigooooo
    knpa dirimu bebal bnget siiich… 😦
    untung ja gak sad ending… 🙂
    ending_ny terlalu cpet saeng…heee
    kurang KyuYeon Happy ending_ny… 😀
    neeeext ff KyuYeon yang lain d tunggu ya… 😉
    saeng kapan”buat ff couple baru Jiyi sama woobin donk…heeee
    d tunggu ya… 😉

    1. Haha, aku takut kalo sad ending ntar aku digebukin readers xD lagian udh lama ngga nulis FF Kyuyeon, eh begitu nulis masa lgsg sad ending. aku tak setega itu :’) makasih banyak ya udh selalu ngikutin FF ini. jangan kapok baca FF Kyuyeon aku lg hehe

  9. huuufff aigoo tindakan minho emang bikin jantungan…ckck…nasib baik kyu gak apa apa…^0^…ff.a daebaaakkkk chingu ya…aku sangat suka…*acungin 4 jempol ntuk author nya***…huuufff bs tdur deh…dengan tenang…hehehe…esok sambung lagi aahh…

  10. Berasa banget authornya ngebut di part ini hehe.
    Sudah kuduga yang ngirim mawar itu si minho. Kasian Jiyeon, pasti pas awal jadian sama minho ga kepikiran kalau dia jadian sama namja psycho. Untung akhirnya happy ending sama Kyuhyun.
    Aku suka ff ini secara keseluruhan. Tapi sebenarnya agak kurang puas sama part terakhir hehe. Mianhae thor tapi semangat terus! Nanti aku baca ff-ff mu yang lain ^^

  11. Yeyeye. ..
    happy ending. ..
    Gak nyangka jg minho bakaln nekad kyk gitu.
    Pny firsat bngt klo yg ngirm bunga tu minho.
    Ditunggu krya2 selanjutnya ya^^

  12. Anyeong..mian ru komen. Kbyasaan brukq emg lo udh nemu ff bgus lgsung maraton bca dr part 1 – end.ffnya bgus & ringan bgt dbca,librarynya jg enak&memudahkn krnada summarynya jd bsa tau & mlih ff mna yg mau dbca dlu.

  13. bener2 deg2an baca part ini pas minho balik lagi aku tegang sendiri bacanya hahaha
    ternyata minho ga semudah itu bisa dibujuk eommanya ckckck
    untung kyu ga jatoh aku udaj takut aja dia jatoh ya ampun :’)
    terus untung juga ada jonghyun yang bisa bantuin kyu kalo ga ada dia bisa bahaya banget
    dan akhirnya happy aku kira bakal sad kalo sad aku mau ngomelin author hahaha
    makasih buat ceritanya neomu daebaaak kereen aku suka ^^

    1. Haha, tdnya sih pengen bikin sad ending. tp berhubung aku Kyuyeon shipper dan ngga rela bikin Jiyeon jd janda diusia muda XD makanya akhirnya jd happy ending. mkasih udh baca ^^ sering2 mampir ya

  14. Utung aja ada jonghyun klu gk kyuhyun bner” lompat,, knp minho msh berkeliaran gi deket jiyeon, tpi utung jiyeeon gpp n matinya minho bner” tragis ,, tpi aq suka endnya kyuyeon bisa bersama,, daebak 🙂

  15. AH kurang panjang thor heheheh kan belumbanyak adegan romantis +nc nya hheheheheh suksessa selalu buat author keren semua cerita nya q baru 3x baca …danjanji bakal baca semua

  16. ahhh keren, akhirnya mereka bisa bahagia tanpa minho. btw akhir cerita minho gimana ya meninggalkah? huhh sudahlah tidak terlalu diambil pusing 😀
    btw kerennn ko 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s