Diposkan pada Chapters

Hoot (Part 1)

1416410092129

Author : Cho Haneul
Title      : HOOT
Type      : Chaptered
Genre    : Romance, Comedy, Friendship

Cast :
– Nam Ji Hyun
– Lee Dong Hae
– Park Ji Yeon as Kim Ji Yeon
– Cho Kyu Hyun
– Byun BaekHyun
– Kim Woo Bin
– Kris Wu
– Kim Tae Yeon

_______________________________________

 

_12.45 PM, CIEL University, Seoul_

01_still02

Nam Jihyun, nama gadis berambut panjang itu. Wajah yang biasanya selalu menebar senyuman itu kali ini tampak penuh amarah. Kedua tangannya mengepal sempurna dikedua sisi tubuhnya. Matanya menatap fokus kesatu objek, kearah dua orang sejoli yang tengah berjalan sembari bergandengan tangan. Mata Jihyun memanas, jika tidak karena elusan lembut dibahunya yang dilakukan oleh Jiyeon, maka sudah dapat dipastikan gadis itu akan menangis sejadi-jadinya. Masa bodoh dengan keadaan sekitar.

“Kita pergi saja. Tidak ada gunanya kita disini. Melihat mereka semakin lama hanya akan membuatmu semakin sakit.” Ujar Kim Jiyeon, sahabat Jihyun sejak tahun pertama mereka di SMA.  Gadis berambut coklat itu mengelus punggung Jihyun, berusaha menenangkan hati sahabatnya yang sedang terbakar amarah itu.

Jihyun menggeram marah. “Byun Baekhyun… nappeun namja!” Matanya menatap tajam kearah Baekhyun. Jika saja matanya dapat mengeluarkan api seperti di anime-anime Jepang, maka sudah dapat dipastikan Byun Baekhyun akan mati terpanggang. “Bisa-bisanya dia berkencan dengan gadis lain setelah selama ini memberikan harapan kepadaku. Geurigo Kim Taeyeon, dasar yeoja sialan! Dia tahu bagaimana perasaanku pada Baekhyun. Dia bahkan berkata ingin membantuku untuk berpacaran dengan Baekhyun, tapi nyatanya justru dia yang mengambil kesempatan. Lihat saja kau namja sialan, nan Nam Jihyun, akan membuat memberi pelajaran untuk nappeun namja seperti dirimu!”

Jiyeon hanya dapat bergidik ngeri saat melihat emosi sahabatnya yang meletup-meletup bagaikan gunung meletus. Tapi disatu sisi ia juga sudah tak sabar ingin melihat Jihyun balas dendam pada Baekhyun. Tak dapat dipungkiri bahwa Jiyeon juga kesal setengah mati pada namja berwajah imut itu. Tak pernah ia sangka bahwa semua sikap perhatian dan manis yang selama ini ditunjukkan oleh Baekhyun adalah palsu. Namja itu bukan namja polos seperti yang banyak dikatakan oleh orang-orang, melainkan ia seorang nappeun namja!

 

 

*****

 

 

Meskipun sudah dengan berapi-api berkata bahwa ia membenci Byun Baekhyun dan bersumpah akan melupakan namja tengik dan menyebalkan itu, namun pada akhirnya Jihyun tetap menangis semalaman suntuk hingga mata sipitnya terlihat semakin sipit karena membengkak. Beruntung Jiyeon dengan setia menemani sahabatnya tersebut. Ia bahkan tak keberatan untuk bergadang semalaman hanya untuk mendengar isak tangis dan makian yang ditujukan Jihyun spesial hanya untuk Baekhyun.

“Mataku tak bisa dibuka.” Ucap Jihyun dengan suara parau. Jiyeon tertawa kecil melihat kondisi mengenaskan sahabatnya pasca putus cinta. “Jelas saja. Kau menangis semalaman nonstop. Beruntung kedua orangtua serta adikmu sedang tidak ada dirumah. Jika tidak, kasihan sekali mereka tidak tidur semalaman karena suara isak tangismu itu.”

Jihyun merengut. “Kau menyesal menemaniku?”

Jiyeon terkekeh kecil sembari memeluk sahabatnya itu. “Aku tidak bilang begitu. Sudah jangan memasang wajah cemberut seperti ini. Kau jadi tampak semakin menyeramkan. Ayo semangat! Kemana perginya Nam Jihyun yang selalu ceria dan berpikiran positif?” Jiyeon merapikan rambut Jihyun yang berantakan. “Himnae chinguya! Pria di dunia ini tidak hanya Byun Baekhyun. Ada banyak namja tampan yang lebih pantas untukmu diluaran sana.”

1332362090.6818

Ucapan Jiyeon seakan menjadi penyuntik semangat untuk Jihyun. Gadis itu mengepalkan tangannya ke udara. “Fighting Nam Jihyun!” Ujarnya pada diri sendiri. Jihyun menoleh menatap Jiyeon dengan semangat yang berapi-api. “Aku harus balas dendam. Akan kutunjukkan pada Byun Baekhyun sialan itu jika aku baik-baik saja tanpa dirinya, dan bahkan bisa mendapatkan namja yang beratus kali lipat lebih baik dan tampan dari dirinya.”

Jiyeon tersenyum senang melihat sang sahabat yang sudah bangkit dari keterpurukannya. “Kalau begitu ayo kita mencari namja tampan sekarang juga!”

“Eh?” Jiyeon menatap cengo kearah Jihyun.

 

 

*****

 

 

_02:35 PM, CIEL UNIVERSITY, Seoul_

Jihyun benar-benar serius dengan rencananya untuk menemukan namja yang lebih hebat untuk menggantikan Byun Baekhyun. Jiyeon hanya dapat menggelengkan kepala melihat kelakuan sahabatnya yang memang terkenal absurd itu. Jiyeon memang senang karena Jihyun sudah terlihat lebih baik daripada sebelumnya, namun sekarang gantian gadis itu harus sakit kepala karena mengikuti rencana konyol Jihyun. Sudah dua hari ini sahabatnya itu menyeleksi namjadeul di kampus mereka yang ia rasa cocok untuk menjadi kekasih barunya. Cara menyeleksinya tentu saja dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan rahasia, bahkan sangking rahasianya sampai namja yang bersangkutan tidak tahu menahu bahwa dirinya tengah diamati oleh seorang gadis.

Sret!

Jihyun mencoret nama Choi Minho dari daftar namja berpotensi miliknya. “Dia memang tampan dan atletis, keunde aku tidak suka sifat narsisnya. Tidak ada bedanya dengan si Byuntae itu!” Gerutu Jihyun.

tumblr_n6147tBO3k1tz7bb9o5_250

Jiyeon mendengus frustasi. Ini sudah namja kedelapan yang namanya dicoret oleh Jihyun. “Lalu kau mau mencari namja yang bagaimana lagi? Kau pikir mudah mencari namja tampan, keren, baik dan pintar seperti yang kau inginkan?” Jiyeon menatap Jihyun. “Kau bahkan sudah mencoret nama Suho, Jackson, Kikwang dan Lee Joon. Padahal menurutku mereka sudah sangat berpotensi.” Ucap Jiyeon.

“Suho terlalu lembut, Jackson terlalu berisik, Kikwang suka bertingkah konyol dan Lee Joon bersikap seperti bocah berusia 10 tahun.” Jihyun memaparkan alasan-alasan yang membuatnya mencoret nama keempat namja keren versi Jiyeon itu. Jiyeon menepuk dahinya. Beruntung sekarang masih dalam suasana musim dingin, setidaknya Jiyeon takkan semakin terbakar oleh rasa emosi dan frustasi.

“Menurutku kau yang lebih aneh.” Cibir Jiyeon.

 

*****

 

 

Jiyeon melangkah masuk kedalam rumahnya. Gadis itu melihat ada dua pasang sepatu asing didepan pintu rumahnya. Tampaknya sang oppa sedang membawa teman-temannya bermain ke rumah. Senyum sumringah langsung muncul diwajah Jiyeon mengingat bahwa ada kemungkinan namja itu juga ada disana.

‘Ya Tuhan, apa Kris oppa ada disini? Bagaimana dandananku?!’ Batin Jiyeon sembari bercermin disebuah cermin yang digantung didekat pintu masuk. Gadis itu tak menyadari bahwa ada sepasang mata yang tengah memandanginya intens.

“Sudah cantik, Ji. Tidak perlu repot-repot berdandan cantik demi bertemu denganku.”

Jiyeon reflek langsung menoleh kearah datangnya suara. Senyum yang tadi terpatri diwajahnya langsung berubah menjadi sungutan kesal. Namja yang berdiri tegak didepan Jiyeon sembari melipat kedua tangannya didepan dada itu, tersenyum geli melihat ekspresi cemberut yang acap kali Jiyeon berikan padanya.

“Jangan terlalu percaya diri tuan Cho! Jika untukmu, maka tak mandipun tak masalah untukku.” Ujar Jiyeon.

3f61503c4e39c46714b00df138d4259c

Cho Kyuhyun tertawa kecil. “Aku tak keberatan dengan itu. Aku suka yang lebih natural.” Godanya, membuat wajah Jiyeon semakin ditekuk.

tumblr_mp21t80p4r1svgiv0o1_500

“Dasar aneh!” Ujar gadis itu sembari berjalan melewati Kyuhyun. Kyuhyun terkekeh geli karena lagi-lagi dia berhasil menggoda adik temannya itu. Namja bertubuh tinggi itu memandangi tubuh Jiyeon yang perlahan menghilang dari pandangannya. Tatapan mata namja itu melembut. Sebuah tangan merangkul Kyuhyun dari belakang. “Kau masih belum menyerah, eo?” Tanya namja berwaja lembut itu.

Kyuhyun menggeleng pasti. “Tidak akan. Yang namanya cinta harus diperjuangkan, bukan?” Kyuhyun menatap sang teman.

“Wah? Kau benar benar menyukainya ternyata. Hm, itu berarti kau harus siap berhadapan dengan kakak super protektifnya itu.”

“Tenang saja Donghae-ya, Woo Bin gampang dijinakkan kok.”

PLETAK!

“Aww!” Kyuhyun meringis sembari mengusap bagian kepalanya yang tadi dijitak oleh Woo Bin. Woo Bin menatap Kyuhyun tajam. Sebelah alis namja itu naik, ciri khas seorang Kim Woo Bin. “Siapa yang gampang dijinakkan? Kau pikir aku kucing? Dasar!”

kimwoobin_37

Donghae tertawa geli melihat kelakuan konyol kedua temannya itu. Kyuhyun dan Woo Bin memang duo kocak dikelompok mereka. Bukan karena mereka jago melawak, tapi kelakuan mereka yang terkadang aneh dan emosi mereka yang mudah meluap-luap merupakan hiburan tersendiri bagi Donghae.

“Yak yak, kalian sudah dewasa tapi masih berkelakuan seperti bocah.” Sebuah suara baritone menginterupsi perkelahian konyol antara Kyuhyun dan Woo Bin.

781f97c1313ea6381bb8f0d4958e5906

“Ah, akhirnya kau datang Kris.”

 

 

*****

 

 

Baekhyun tersenyum manis sembari menggandeng tangan Taeyeon. Kedua pasangan baru itu berjalan beriringan melintasi taman kampus. Taeyeon tersentak kaget saat melihat sosok gadis yang belakangan ini amat sangat dihindarinya. Berbeda dengan Taeyeon, Baekhyun justru terlihat santai melihat Jihyun. Namja itu terkesan tak peduli dan malah semakin mengeratkan genggaman tangannya dan Taeyeon.

“Baekhyun-ah, lepas. Ada Jihyun.” Bisik Taeyeon.

Baekhyun tetap tak peduli. “Acuhkan saja gadis itu! Aku tak ada urusan lagi dengannya.” Balas Baekhyun tak peduli.

Kedua tangan Jihyun kembali mengepal sempurna. Dengan langkah lebar-lebar gadis itu menghampiri Baekhyun dan menarik tangan namja itu. “Kita perlu bicara!” Ujar Jihyun dingin. Baekhyun menatap gadis itu datar. “Ada apa? Bicara saja.”

Jihyun melirik Taeyeon yang masih setia berdiri disisi Baekhyun, membuat Taeyeon merasa serba salah. Gadis bertubuh lebih pendek dari Jihyun itupun menunduk. “Hanya berdua.” Tegas Jihyun karena tak melihat adanya inisiatif dari Taeyeon untuk pergi. Sadar akan posisinya, Taeyeon pun akhirnya memutuskan untuk pergi. “Aku masih ada kelas. Aku akan menghubungimu nanti.” Ucap Taeyeon sebelum beranjak pergi.

Jihyun mengajak Baekhyun untuk berbicara disudut taman yang agak sepi, sehingga mereka bisa leluasa berbicara tanpa ada pasang mata yang memperhatikan. Baekhyun masih bertahan dengan ekspresi dinginnya yang tak ayal membuat hati Jihyun terluka. Gadis itu benar-benar merasa dicampakkan secara tak terhormat.

“Kenapa kau melakukan ini semua?”

Baekhyun menatap Jihyun. “Melakukan apa?”

maxresdefault

“Kau menghancurkan perasaanku. Apa arti semua kebersamaan kita jika pada akhirnya kau mencampakkanku seperti sampah. Kau bilang kau suka padaku, tapi kenapa sekarang kau bersama dengan noona noona centil itu, eo?!”

“Jangan menyebut Taeyeon seperti itu!” Seru Baekhyun, merasa tak senang mendengar kekasihnya dihina. Baekhyun menatap Jihyun tajam. “Dengarkan baik-baik. Aku memang pernah bilang jika aku menyukaimu. Hanya menyukai bukan mencintai! Dan lagi itu sudah beberapa bulan yang lalu. Perasaan seseorang dapat berubah seiring waktu, bukan? Lagipula kita tak punya hubungan apa-apa, jadi kurasa aku tak melakukan kesalahan apapun disini. Kau saja yang bersikap terlalu mendramatisir suasana.”

PLAK!

Tamparan keras itu mendarat dipipi Baekhyun. Air mata Jihyun kembali menetes. “Lalu apa arti ciuman itu?! Jika semuanya bukan apa-apa, kenapa kau menciumku?!” Seru Jihyun emosi.

“Nam Jihyun, ini sifat yang tak kusuka darimu. Kau terlalu mendramatisir segala sesuatunya. Itu hanya ciuman, dan kau bersikap seakan-akan aku telah mengambil keperawananmu. Ah, bagaimana jika aku telah melakukannya? Kau pasti sudah mati bunuh diri sekarang.”

Perkataan Baekhyun yang sangat keterlaluan itu telah menyakiti hati Jihyun. Seumur hidup gadis itu tidak pernah disakiti sebegini parahnya oleh seorang laki-laki. “Apa kelebihan Taeyeon sunbae yang tak kumiliki?” Suara Jihyun terdengar begitu lirih.

Baekhyun terdiam. Bukan karena merasa kasihan atau iba, melainkan sedang memikirkan jawaban pedas macam apalagi yang akan ia layangkan pada Jihyun. “Kau tidak ada apa-apanya dibandingkan Taeyeon. Dia memiliki suara yang indah, bersifat dewasa namun juga bisa kekanakan. Ia bisa mengimbangiku, dan yang lebih penting, ia tidak membosankan seperti dirimu dan novel-novel cinta milikmu itu!” setelah berkata demikian Baekhyun melengos pergi, meninggalkan Jihyun dengan hatinya yang sudah hancur berkeping-keping.

‘Cukup sudah! Perasaan cinta ini hilang sudah! Aku telah membuang-buang waktuku untuk mencintai namja brengsek sepertimu! Aku benar-benar akan menemukan namja yang lebih tampan dibandingkan dirimu. Tunggu saja Byun Baekhyun!’

 

 

*****

 

 

“Ji, aku menginap di rumahmu ya. Eomma dan Appa pergi ke Gyeonggi, sedangkan Junhong juga menginap di tempat temannya. Aku sedang tak ingin sendirian.” Ucap Jihyun. Jiyeon mengangguk sembari merangkul lengan sahabatnya itu. “Ne. Apa kita perlu ke rumahmu dulu untuk mengambil baju ganti?”

“Tidak perlu. Aku sudah bawa.” Jawab Jihyun.

 

_________________________________________________

 

_ 06:50 PM, Park Jiyeon’s House, Seoul_

Kedua gadis itu masuk kedalam rumah Jiyeon. Hari sudah hampir petang, kedua gadis itu menghabiskan waktu siang hari mereka disalah satu mall di Seoul, maka dari itu mereka baru sampai ke rumah. Jihyun mendapati beberapa sepatu namja tertata rapi didepan pintu masuk. “Teman-teman oppamu sepertinya ada disini.” Ucap Jihyun.

“Ne. Sudah beberapa hari ini mereka berkumpul disini. Woo Bin oppa bilang mereka ada projek kelompok besar dari dosen mereka.”

“Ah.” Jihyun mengangguk paham. Meskipun sering bermain ke rumah Jiyeon dan bahkan menginap, namun gadis itu tidak terlalu dekat dengan Woo Bin yang notaben adalah oppa kandung dari sahabatnya itu meskipun Woo Bin adalah sunbae mereka di kampus.

Jiyeon dan Jihyun berpapasan dengan ibunda Jiyeon. Wanita paruh baya yang bernama Kim Tae Hee itu tersenyum hangat menyambut kepulangan putrinya. “Ada Jihyunnie juga.” Ucapnya sembari tersenyum melihat Jihyun. Jihyun membungkuk sopan. “Ne ahjumma. Malam ini aku ingin menginap disini. Eomma dan appa sedang keluar kota.”

“Ah ne, gwenchana. Aku senang jika kau menginap. Bap mogeosseo?” Jiyeon dan Jihyun mengangguk serempak. “Kami sudah makan di mall.” Jawab Jiyeon.

“Kalau begitu bantu ibu menyiapkan makan malam ya. Teman-teman Woo Bin akan makan malam disini dan tampaknya mereka juga akan menginap. Deadline projek mereka besok, jadi malam ini mereka harus bekerja ekstra untuk menyelesaikannya.” Jelas sang ibu.

Jiyeon mengangguk paham. “Ada siapa saja?” Tanya Jiyeon penasaran, sembari berharap bahwa Kris juga ada diantara teman-teman oppanya itu.

“Seperti biasa, ada Donghae, Kyuhyun dan Kris.” Jawab Tae Hee. “Wae?”

“Ah aniya. Geurom, kalau begitu aku ganti baju dulu dan setelah itu aku dan Jihyun akan membantu eomma.” Jiyeon mengecup pipi ibunya dengan riang. Perasaannya begitu senang karena sebentar lagi ia akan bertemu dengan Kris. Meskipun mereka berada di kampus yang sama, tapi Jiyeon tetap susah untuk bertemu Kris karena jurusan mereka yang berbeda, terlebih Kris adalah mahasiswa tingkat akhir.

“Huh, baru mendengar nama Kris sunbae dan kau sudah seperti orang yang menang lotre.” Cibir Jihyun. Jiyeon tersenyum bocah. “Kau salah, ini bahkan lebih membahagiakan dari sekedar menang lotre.” Ralat Jiyeon. Kini gantian Jihyun yang menggelengkan kepalanya, memaklumi tingkah Jiyeon yang selalu konyol jika sudah ada sangkut pautnya dengan Kris.

 

__________________________________________________

 

Jihyun baru saja hendak membuka pintu kamar mandi, namun pintu tersebut telah lebih dahulu dibuka dari dalam. Sejenak napas Jihyun terasa tercekat saat manik matanya bertatapan langsung dengan sepasang mata teduh milik namja yang baru saja keluar dari dalam toilet. Rambut coklat namja itu basah dan tubuhnya menguarkan harum mint. Selembar handuk yang melingkari lehernya membuat Jihyun tahu bahwa namja itu baru selesai mandi.

fb_donghae

“Dong…Donghae sunbae…” Ucap Jihyun terbata. Donghae tersenyum manis. “Kau mau memakai kamar mandinya, ya?” Jihyun mengangguk layaknya robot. Gadis itu masih amat terpesona dengan Lee Donghae, salah satu sunbae popular di kampusnya.

Jihyun menatap Donghae yang masuk kedalam kamar Woo Bin. Gadis itu berdiri diam selama beberapa saat sebelum sebuah ide gila muncul dikepalanya. Gadis itu tersenyum sumringah merasa idenya begitu cemerlang. Jihyun bahkan melupakan niatan awalnya yang ingin ke toilet, gadis itu malah berlari kembali ke kamar Jiyeon, tak sabar ingin menyuarakan ide cemerlangnya tersebut kepada Jiyeon.

tumblr_mjef8r3dk61s7ln5po1_500

 

 

*****

 

 

“Neo michyeosseo?!” Pekik Jiyeon histeris, sedangkan Jihyun malah tersenyum tiga jari layaknya orang yang tak bersalah. “Wae wae? Apa ada yang salah dengan ide itu? Kurasa itu adalah ide yang brilian sekali.” Bela Jihyun.

Jiyeon menggelengkan kepala tidak setuju. “Kau pikir Donghae oppa mau mengikuti rencana konyolmu itu, eo?” Gadis cantik berambut panjang itu menghela napas sejenak sebelum kembali melanjutkan perkataannya. “Dengar ya, Donghae oppa itu adalah namja yang pemilih. Dia tidak mau sembarang menjalin hubungan dengan seorang gadis. Kau tahu salah seorang sunbae kita yang bernama Sandara? Anak dari CEO YG Entertainment itu pernah ditolak secara terang-terangan oleh Donghae oppa. Ah, dan Woo Bin oppa juga pernah bercerita bahwa Donghae oppa juga pernah menolak Im YoonA. Kurang apa lagi seorang Im YoonA itu? Dia cantik, baik dan seorang artis terkenal, keunde Donghae oppa tetap tidak meliriknya. Dan sekarang dengan mudahnya kau ingin menggunakan Donghae oppa sebagai senjata balas dendammu? Bermimpi saja!”

Jihyun merengut kesal mendengar perkataan Jiyeon. “Tapi Donghae sunbae adalah namja yang cocok. Dia memenuhi semua kriteria yang ada!” Jihyun masih bersikeras untuk menjalankan rencana gilanya tersebut. “Kau tahu, aku tak pernah menyadari sebelumnya bahwa Donghae sunbae benar-benar tampan. Selama ini aku selalu melihatnya dari jauh, tidak pernah sedekat tadi. Tatapannya yang meneduhkan dan harum mint menyegarkan yang menguar dari tubuhnya. Sungguh… ah, pokoknya aku mau dia!”

“Kau gila!” Cibir Jiyeon sembari melempar bantal berbentuk hatinya kearah Jihyun yang langsung ditanggap sigap oleh gadis itu.

Jihyun menatap Jiyeon datar. “Baiklah jika tidak boleh dengan Donghae sunbae. Tampaknya Kris sunbae lebih menarik. Bagaimana jika…”

“Oke, kurasa Donghae oppa adalah kandidat yang paling baik!” Potong Jiyeon cepat, membuat Jihyun tersenyum sumringah karena dia berhasil memancing sahabatnya itu. Gadis itu tentu yakin bahwa Jiyeon mana mungkin rela jika ia menjadikan Kris sebagai targetnya. Sahabatnya yang satu itu sudah benar-benar menggilai namja berdarah Cina yang bernama Kris Wu itu.

Jiyeon menatap sahabatnya penasaran. “Bagaimana cara kau akan meminta Donghae oppa untuk menjadi kekasih pura-puramu?”

“Langsung saja meminta padanya.” Jawab Jihyun enteng yang lagi-lagi sukses membuat Jiyeon menatap cengo kearah sahabatnya yang kembali bertingkah absurd itu.

“Ya Tuhan, kau benar-benar sudah gila Nam Jihyun…”

 

 

 

-To Be Continued-

Aku tau kalo banyak yang ga suka sama couple Donghae-Jihyun. Tapi berhubung aku suka sama chemistry mereka dan cara mereka berinteraksi, makanya aku tetep ngotot nulis FF dengan cast Jihyun Donghae. Kalo ngga suka kalian ngga perlu baca kok 😀 No bashing ya!

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

25 tanggapan untuk “Hoot (Part 1)

  1. aigoo…. sepertinnya akan menaik kekek 🙂
    apa yg akan terjadi selanjutnnya hohoho 🙂
    aigoo kyuhyun suka ama jiyoen 🙂 sepertinnya akan menarik keke 🙂
    next^^

  2. akhirnya ada yg buat ff hae jihyun 😀
    nyari ff mereka susah banget.
    yess kedua shipper ku ada disini 😀
    ceritanya unik lanjutin terus *semangat
    kalo bisa updatenya jgn kelamaan hehehe

    1. Yaay, akhirnya ketemu DongHyun shipper juga 😀 jarang bgt ada yg suka couple ini, malah nyaris ga ada wkwkwk. semoga suka sama FF ini. makasih banyak udh nyempetin komen ^^

  3. kasian banget jihyun dimainin sama baekhyun, jafi kyu ngejar2 jiyi asik nih kayaknya tapi kris suka sama jiyi juga ga ya wkwkwk
    tetep aja aku lebih fokus ke jiyeon nih daripada ke jihyun, mianhae jihyun wkwkwk
    aku lanjut baca ya 🙂

  4. Hai hai hai hai
    Aku pendatang baru tp langsung jatuh cinta sama couple ini
    Aku belom baca semua ffmu sih cuman baru ini aja
    Dan aku mau lanjut baca lagi
    Annyeong

  5. Dear all of my readers,
    aku punya kabar buruk 😦 aku ga bisa log in ke akun ini lagi lantaran aku ga nerima SMS verification code dari wordpress. aku udh ga tau lg harus gimana. Ini udah berlangsung selama 4 hari 😦 Sumpah, ini suck bgt! aku memulai akun ini udh dari 6 tahun lalu, dan tiba2 kehilangan akses gitu aja. pas minta bantuan dari team wordpress, mereka cuma kasi form pengaduan yg ga guna bgt!!! Skrg aku cuma berharap kalo ini ga permanent dan segera mungkin aku bisa akses akun ini lg. Jd untuk jaga2 aku bakalan posting ff di akun wattpad aja.

    https://www.wattpad.com/user/Kyula88

    Feel free to visit krn kalo akun WP ini ttp ga bisa diakses, aku bakalan posting lanjutan ff di wattpad aja. Mohon doanya supaya akun ku bs balik 😥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s